"> surabayaorthopedi – surabayaorthopedi – Your Bone and Joint Solutions

Please wait...



Blog

CLASSIC LIST

dr.kis-artikel.jpg

Teknologi kesehatan terus berkembang, termasuk untuk tindakan operasi tulang belakang yang dulu identik dengan luka sayatan yang lebar di punggung dan waktu pemulihan yang lama. Kini, dengan teknologi Minimally Invasive Spine Surgery (MISS), semua itu dapat diminimalisir.

Kelainan tulang belakang dapat disebabkan oleh beberapa factor. Trauma atau kecelakaan, infeksi, faktor degeneratif, maupun tumor. Faktor-faktor tersebut akan mengakibatkan ruangan untuk urat atau saraf yang ada di tulang belakang menjadi lebih sempit dan mengakibatkan keluhan-keluhan seperti nyeri pinggang, nyeri tungkai, kesemutan atau tebal/kebas dan jarak jalan yang memendek. “Orang awam biasanya menyebutkan dengan saraf terjepit, tumbuh tulang, atau kecetit” ujar Dr. Komang Agung I. S., dr., Sp.OT (K), dokter ahli spine dari Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi (RSOT Surabaya).

Menurut dr. Komang, dari berbagai faktor penyebab masalah tulang belakang di atas, kasus yang paling banyak ditangani dengan metode operasi minimally invasive surgery adalah kasus kelainan tulang belakang yang disebabkan karena faktor degeneratif atau faktor usia. Yang kedua adalah trauma atau kecelakaan dan masalah tulang belakang karena infeksi. Sementara, tumor ganas pada tulang belakang umumnya tidak dapat ditangani dengan operasi minimal invasive ini. Sedangkan tumor jinak tertentu masih bisa.

  1. Komang melanjutkan, metode minimally invasive spine surgery ini memiliki banyak keunggulan disbanding dengan operasi konvensional, khususnya untuk kasus-kasus degeneratif yang umumnya dialami oleh orang lanjut usia. “Operasi dengan metode minimally invasive hanya memerlukan sayatan 8mm sehingga pendarahannya tidak banyak, proses recovery-nya juga lebih singkat. Hanya butuh 1-2 hari tinggal di rumah sakit pasca operasi. Rehabilitasinya juga lebih singkat, bahkan tidak membutuhkan rehab jika bisa Latihan sendiri di rumah,”papar dr. Komang. Sementara, proses tindakan operasi membutuhkan waktu yang relatif sama dengan operasi konvensional, yakni antara 1-3 jam, tergantung kesulitan kasus yang ditangani.

Proses penanganan dan rehabilitasi yang cepat ini memang merupakan hal yang sangat penting pada masalah tulang belakang, karena tulang belakang diciptakan bergerak dan memiliki mobilitas yang tinggi. Tindakan operasi dengan sayatan lebar, termasuk memasang pen, akan membuat tulang belakang menjadi tidak fleksibel dan membutuhkan proses pemulihan yang lama untuk dapat bergerak seperti sebelumnya. Selain itu, tindakan open surgery atau operasi dengan sayatan terbuka akan membuat pendarahan makin banyak dan rasa sakit yang lebih besar.

“Apaabila kalau orang tua, yang dibutuhkan adalah mobilitas secepat mungkin. Kalau lebih lama di rumah sakit, lebh lama recovery-nya. Tiduran terus, maka goal dari operasinya tidak tercapai. Kita butuh sesegera mungkin selesai, segera rehab, sehingga di rumah sakit tidak lama. Apalagi di era pandemi, tidak perlu bolak-balik ke rumah sakit”, terang dr. Komang.

 

RSOT – 10 Tahun menjadi Center of Minimally Invasive Spine Surgery

Sebagai rumah sakit yang concern pada masalah tulang, sendi, otot, dan saraf tepi, RSOT kini telah menjadi pusat operasi tulang belakang dengan metode minimal invasive. Hampir semua tindakan operasi tulang belakang karena amasalah degeneratif, mulai leher sampai pinggang, dapat dilakukan di RSOT dengan semua peralatan terkini dan para ahli tulang belakang yang ada di rumah sakit ini.

Dijelaskan oleh dr. Komang, RSOT terus melakukan inovasi dengan mengikuti perkembangan teknologi berkaitan dengan operasi tulang belakang. “Sekarang bukan jamannya lagi operasi tulang belakang dengan cara konvensional dengan sayatan lebar. Sekarang eranya full endoscopic surgery dimana semua proses operasi dapat kita lihat dari monitor”, jelas dr. Komang. “Dulu operasi tulang belakang harus melakukan sayatan sekitar 20 cm, lalu ada Micro Endoscopic Disectomy (MED) dengan sayatan 16-18 mm, Sekaran dengan metode minimally invasive surgery, cukup 8 mm”.

Ditambahkan dr. Komang, ada banyak metode minimally invasive surgery yang bisa dilakukan mulai dari Ballon Kyphoplasty atau suntik semen, Microendoscopic Disectomy (MED), Percutaneous Endoscopic Lumbar Disectomy (PELD), Percutaneous Stenoscopic Lumbar Decompression (PSLD), pasang rod dan screw pada kasus yang tidak stabil pun dipasang Percutaneous dengan irisan kecil. Secara prinsip, semuanya sama dan menggunakan metode minimally invasive. Hanya saja metode-metode tersebut disesuaikan dengan kebutuhan penanganan dan disesuaikan dengan patologi pasien.

“Dalam tindakan minimally invasive pada tulang belakang, kita berpedoman jangan merusak terlalu banyak saat melakukan operasi. Dan tujuan operasi ini adalah murni untuk mengurangi atau menghilangkan rasa sakit, bukan menghilangkan struktur yang sudah rusak karena prose degeneratif”, papar dr. Komang. “Jadi jangan berharap umur 71 jadi umur 17 setelah operasi. Problem pada sendi dan tulang yang kita carikan jalan keluar. Secara quality of life jadi lebih baik. Hidup lebih senang, tidak ada rasa sakit dan Bahagia di hari tua”.

Dr. Komang Agung I. S., dr., Sp. OT (K)

 


mis-1200x1199.jpg

Sambut hari Natal & Tahun baru, RSOT Surabaya memberikan harga spesial biaya operasi sebesar 10% dengan teknik minimal invasif (bedah minimal):

– Rekonstruksi ACL/PCL
– Acromioplasty
– Repair Meniscus
– Arthroscopy
– PELD/MED/PSLD
– Kyphoplasty/Vertebroplasty

Berlaku mulai 7 Desember 2020 s/d 5 Januari 2021.

*S&K berlaku

Informasi
Customer Care RS Orthopedi & Traumatologi
Surabaya
0813.3787.3131


WhatsApp-Image-2020-12-04-at-10.38.32-AM-1200x1200.jpeg

Dapatkan harga spesial biaya operasi dalam rangka HARI IBU sebesar 20% dan implan 10%
– Operasi Bipolar/Hemiarthroplasty
– Operasi Ganti Sendi / TKR ( Total Knee Replacement )

Berlaku mulai 7 Desember 2020 s/d 5 Januari 2021.

*S&K berlaku
Berlaku untuk pasien perempan & laki-lali

Informasi
Customer Care RS Orthopedi & Traumatologi
Surabaya
0813.3787.3131


RSOT-JP-Rev-1200x920.jpg

Genap 10 tahun RSOT Surabaya melayani masyarakat, deretan inovasi dibidang muskuloskeletal (tulang, sendi, dan jaringan sekitarnya) terus dilakukan.

Sebagai Centre for Minimal Invasive Orthopedic Surgery, RSOT Surabaya dilengkapi dokter subspesialis orthopedi dibidang spine, hip and knee, foot and ankle, pediatric orthopedic, hand, dan sport injury. Tujuannya adalah dalam menangani kasus kelainan pada sendi serta penanganan patah tulang secara komprehensif, cepat, dan tepat dengan sayatan minimal. Dengan demikian akan mengurangi risiko infeksi dan komplikasi.

Dalam waktu dekat, RSOT Surabaya akan memiliki Dynamic Weight Bearing MRI yang memiliki fungsi spesifik untuk kasus tulang belakang dan sendi-sendi yang lebih rumit. MRI ini berbeda dengan MRI konvensional karena pasien tidak perlu masuk ke dalam alat, pasien hanya perlu duduk, berdiri, atau berbaring dan alat akan berputar untuk melihat keadaan tulang/sendi.

Informasi Layanan:
RS Orthopedi & Traumatologi Surabaya
Jl. Emerald Mansion TX-10 Citraland Surabaya
(031) 574 31 574 / 574 31 299
Customer Care : 0813 3787 3131


keseleo-terkilir-dooktersehat-1.jpg

Keseleo pada pergelangan kaki sering sekali terjadi saat kita melakukan aktivitas sehari-hari. Keseleo pada pergelangan kaki atau yang lebih dikenal dengan ankle sprain adalah cedera pada satu atau lebih ligament (jaringan penghubung antara tulang). tingkat keparahan cedera yang terjadi dapat bervariasi dari ringan hingga berat, tergantung dari berat ringannya cedera pada ligamen tersebut.

Ankle Sprain dapat disebabkan oleh karena jatuh, diman pergelangan kaki terpuntir ke dalam atau keluar. Kejadian ankle sprain lebih banyak pada kasus orang yang sedang olahraga, menggunakan sepatu yang sesuai dengan bentuk kakinya dan berjalan atau berlari pada permukaan tanah yang tidak rata/bergelombang. Kejadian ankle sprain yang berulang dapat menyebabkan pergelangan kaki menjadi tidak stabil dan hal tersebut dapat meningkatkan resiko terjadinya ankle sprain yang berulang di kemudian hari, dan dapat menyebabkan terjadinya kerusakan tulang rawan sendi pergelangan kaki.

Sprain dibagi menjadi 3 derajat, berdasar berat kerusakan yang terjadi pada ligament,

  1. Derajat 1 (Ringan)

Ligamen mengalami robekan mikroskopik (stretched), iasanyha ditandai dengan pembekakan dan nyeri ringan di sekitar pergelangan kaki.

  1. Derajat 2 (Sedang)

Ligamen mengalami robekan parsial. Nyeri dan pembengkakan yang dirasakan lebih berat dari derajat 1 namun lebih ringan dari derajat 3.

  1. Derajat 3 (berat)

Ligamen mengalami robekan total. Pembengkakan dan nyeri yang terjadi cukup berat dan dapat disertai instabilitas pada ankle atau patah tulang. gejala yang dirasakan adalah nyeri, bengkak, memar instabilitas (bila terjadi robekan total pada ligament atau disertai dislokasi dari sendi pergelangan kaki). Bila terjadi robekan ligament yang cukup berat, pasien terkadang akan mendengar suara “pop”, yaitu suara putus/robeknya ligament tersebut.

Bila terjadi kesleo pada pergelangan kaki, penanganan pertama yang dapat dilakukan PRICE adalah Protection, Rest, Ice, Compression and Elevation. Protection dan Rest adalah melindungi dan mengistirahatkan kaki yang cedera. Ice adalah kompres dengan air dingin selama 20-30 menit sebanyak 3-4 kali sehari. Compression dapat dilakukan dengan melakukan balutan dengan elastic bandage arau ankle brace / ankle splint. Sementara Elevation adalah elevasi tungkai agar dapat mengurangi pembengkakan. Jika saat berjalan terasa nyeri, dapat menggunakan tongkat atau walker. Namun bila bengkak atau nyeri yang terjadi cukup berat, sebaiknya segera periksakan ke dokter spesialis Orthopedi dan Traumatologi, agar dapat dilakukan pemeriksaan yang lebuh detail, baik pemeriksaan fisik, maupun pemeriksaan radiologis (X-Ray, USG, MRI). Kami tidak menyrankan melakukan pemijatan di daerah yang mengalami cedera, karena pemiatan dapat memperparah kerusakan yang sudah terjadi akibat cedera awal dan tentu juga dapat menghambat proses penyembuhan pada jaringan tersebut.

Hampir seluruh kasus ankle sprain dapat ditangani tanpa pembedahan. Bahkan robekan yang cukup beratpun, bila dilakukan penanganan dengan tepat, akan sembuh dengan abaik. Secara umum, tata laksana kesleo pada sendi pergelangan kaki, dibagi menjadi 3 tahap, yaitu fase 1 yang menkankan pada istirahat, dan melindungi pergelangan kaki (brace, splint, cast) dan mengurangi pembengkakan dengan kompres dingin dan elevasi tungkai. Pada fase 2, tatalaksana ditekankan pada lingkup gerak sendi, kekuatan dan fleksibilitas sendi pergelangan kaki. Pada fase 3, latihan ditekankan untuk kembali ke aktifitas sehari-hari atau aktifitas olahraga.

Apabila nyeri dirasa cukup hebat, anda dapat mengkonsumsi obat-obatan untuk mengurangi nyeri sesuai dosis, yaitu golongan obat NSAIDs (Non Streroidal Anti Inflamatory Drugs). Rehablititasi pada ankle sprain juga porsi penting untuk mencegah kekakuan, meningkatkan kekuatan sendi pergelangan kaki, dan mencegah terjadinya masalah kronis pergelangan kaki, sperti stabilitas dan osteoarthritis.

Terapi pembedahan pada ankle sprain sangat jarfang dilakukan jika cedera gagal membaik dengan terapi non-operatif (biasanya dilakukan observasi selama 6 bulan sejak kejadian cedera), dan apabila terdapat ketidakstabilan sendi pergelangan kaki meskipun sudah dilakukan rehabilitasi dan terapi tanpa pembedahan lainnya. Pilihan pembedahan yang dapat dilakukan adalah dengan arthroskopi atau mini-open technique yang akan dikerjakan oleh dokter spesialis orthopedi dan traumatologi. Ligamen yang cedera akan direkonstruksi dengan memakai augmentasi atau graft yang berasal dari tendon pasien sendiri.

Cara terbaik untuk mencegah kesleo pergalangan kaki adalah dengan tetap menjaga kekuatan otot di sekitar sendi, menjaga keseimbangan dan fleksibilitas pergelangan kaki. Apabila melakukan aktifitas fisik, lakukan pemanasan dan peregangan terlebih dahulu, berlari atau bekerja di permukaan tanah yang tidak rata, gunakan sepatu yang nyaman sesuai dengan aktifitas, istirahat atau hentikan aktifitas apabila anda merasakan kelelahan atau nyeri pada pergelangan kaki anda.


Copyright by Surabaya Orthopedi 2018

WhatsApp Live Chat