Please wait...



Blog

CLASSIC LIST

CTEV-1.jpg

Congenital Talipes Wquino Varus (CTEV) atau Club Foot atau adalah kondisi konginetal yang sering dijumpai pada bayi. Kondisi ini diakibatkan oleh kekakuan otot dan tendon pada bagian dalam kaki, sehingga kaki tertarik ke arah dalam dan menyebabkan kaki menyerupai huruf O. CTEV terjadi pada 1 dari 1000 kelahiran. Sejauh ini penyebab CTEV belum diketahui secara pasti (idiopatik ). Namun disinyalir genetik menjadi faktor resiko pada anak yang lahir dengan CTEV.

Anak dengan kondisi CTEV biasanya tidak merasakan sakit, tetapi jika tidak ditangani maka akan mengganggu pertumbuhan. Terutama aktivitas buah hati ketika berjalan dan aktivitas lain seperti anak pada umumnya.

CTEV dapat menyebabkan kelainan pada satu kaki atau dua kaki. Gejala timbulnya pun berbeda. Tergantung pada tingkat keparahannya. Gejala umum yang terlihat pada penderita CTEV adalah sebagai berikut:

  1. Kaki Terlihat Terbalik

Orang tua harus mewaspadai apabila pada saat lahir, kaki anak terlihat bengkok kearah dalam dengan ibu jari kaki menghadap kaki sebelahnya.

  1. Salah satu kaki lebih pendek

Kaki yang mengalami CTEV memiliki ukuran yang lebih kecil. Misalnya 1 cm lebih pendek dari kaki normal.

  1. Otot betis melemah

Otot betis yang melemah ini di sebabkan karena tumit dan otot betis pada penderita CTEV lebih kecil

Gejala CTEV juga dapat di deteksi lebih dini, yaitu pada masa kehamilan dengan deteksi melalui ultrasonography (USG).  Diagnosis CTEV kemudian dipastikan ketika bayi lahir oleh dokter spesialis orthopedi melalui X-Ray pada kaki bayi. Tujuan deteksi dini ini adalah sebagai langkah awal agar buah hati cepat mendapat diagnosa. Sehingga penangangan dapat dilakukan pada saat periode emas , yaitu 1-2 minggu setelah kelahiran dengan harapan angka kesembuhan menjadi lebih optimal.

Umumnya penanganan pada CTEV adalah dengan menempatkan kaki bayi ke posisi yang benar, kemudian disangga dengan gips agar tidak goyang dan tetap pada posisi yang tepat. Pada tahap ini akan membutuhkan waktu sekitar 5-6 minggu dengan penggantian gips setiap 7 hari. Setelah itu gips akan dibuka dan dokter akan melakukan penanganan baru yaitu pemasangan sepatu khusus (dennis brown shoe) sekitar 3 bulan dengan durasi pemakaian 23 jam.

Namun pada beberapa kasus, dokter akan melakukan tindakan operatif. Tindakan operatif ini dilakukan apabila usia anak lebih dari 30 bulan dan telat untuk ditangani atau ketika tindakan non operatif belum membawa hasil yang menggembirakan karena kasus terlalu parah. Tindakan yang akan dilakukan yaitu dengan memanjangkan atau memposisikan ulang tendon dan ligamen untuk memudahkan kaki pindah ke posisi yang lebih baik.

Jadi jangan biarkan masa-masa emas buah hati anda mengalami masalah ini. Jika Anda atau keluarga memiliki masalah ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis orthopedi pediatric  kami untuk mendapatkan penanganan terbaik, mulai dari deteksi dini sampai dengan penanganan nonoperasi dan bedah minimal invasive. Penanganan yang tepat diharapkan dapat mengembalikan struktur anatomi pada kaki anak. Sehingga dapat meningkatkan kualitas aktivitas buah hati.

 

Dr. Anggita Dewi, Sp.OT
Jadwal Praktik
Senin – Jumat : 10.00 – 14.00
Sabtu : 14.00 – 19.00
Minggu : 11.00 – 14.00

 

Informasi Pendaftaran :
RS. ORTHOPEDI & TRAUMATOLOGI SURABAYA
JL. Emerald Mansion TX 10, Citraland – Surabaya
(031) 57431574 / 57431299
IGD : 082337655500 ext 118

 

REFERENCE
https://www.mountelizabeth.com.sg/healthplus/article/common-child-orthopaedics-conditions
https://mediakom.kemkes.go.id/index.php/posts/detail/kaki-pengkor-bukan-akhir-dari-segalanya
https://www.sehatq.com/penyakit/clubfoot

 

 

 


unnamed-1.jpg

Pernahkah Anda terpikirkan untuk stretching di kantor? Kesibukan yang menyita waktu serta harus duduk selama berjam-jam dalam jangka waktu panjang akan membawa pengaruh buruk untuk tubuh. Gangguan kesehatan yang sering dialami pekerja adalah masalah gangguan otot rangka (musculoskeletal) terutama di bagian leher, bahu, pergelangan, tulang belakang dan siku. Sebagai contoh, bila terlalu lama duduk di depan layar komputer dapat menimbulkan rasa nyeri/sakit terutama pada leher dan punggung akibat kekakuan pada otot-otot tubuh.

Untuk melenturkan kembali otot tubuh diperlukan peregangan (stretching) agar tetap bugar selama beraktifitas di kantor. Ada beberapa konsep peregangan di tempat kerja yang dapat kita lakukan secara berkala setelah ± 1-2 jam bekerja pada posisi sama.

Peregangan adalah kegiatan melakukan gerakan – gerakan yang bertujuan melenturkan atau melemaskan kembali bagian-bagian yang kaku. Peregangan merupakan salah satu aktivitas fisik dalam program Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS). Gerakan peregangan yang banyak dilakukan adalaha gerakan aktif dinamis sekitar 3 menit. Hal ini sejalan dengan amanat UU No.36 tahun 2009 tentang Kesehtaan yaitu upaya kesehatan kerja wajib diselenggarakan pada setiap tempat kerja agar dapat bekerja secara sehat dan tidak menimbulkan penyakit bagi diri sendiri dan masyarakat sekitar.

 

Bagaimana Tips Stetching atau Peregangan di Tempat Kerja ?

  • Perbaiki posisi duduk

Posisi duduk sempurna dapat Anda peroleh dengan memosisikan kaki berpijak sejajar. Jika Anda memakai sepatu hak tinggi, lepaskan selama berada duduk di meja agar tumit sejajar di atas lantai dan lutut yang harus lebih rendah dari punggul. Jadikan tulang duduk sebagai tumpuan. Kemudian, dengan mengangkat bokong dengan tangan, akan lebih mudah bagi Anda mendapatkan posisi paling bawah dari tulang panggul.

  • Peregangan/stretching ringan

Peregangan atau stretching di tengah padatnya jam kerja dianggap mampu menjaga fleksibilitas otot. Apalagi kalau pekerjaan Anda menuntut untuk duduk di depan komputer selama berjam-jam. Gerakan-gerakan sederhana yang diajarkan dari stretching memang mudah dipraktikan.

Keterbatasan ruang di kantor kadang dijadikan alasan pegawai kantor yang ingin berolahraga, padahal stretching bisa diterapkan lewat gerakan-gerakan simpel. Anda dapat memulainya dengan melenturkan leher ke depan-belakang, kanan-kiri, serta menoleh pelan-pelan. Selanjutnya, putar bahu ke depan dan belakang beberapa kali. Kemudian, putar pergelangan tangan dan kaki secara bergantian dan arahnya berlawanan arah. Hal ini untuk mencegah agar tidak terjadi kaku otot. Juga berguna untuk melancarkan kembali peredaran darah di seluruh tubuh akibat terlalu lama berada dalam posisi yang sama.

 

  • Manfaatkan waktu istirahat

Jam makan siang yang terbatas kadang menyulitkan pegawai kantoran untuk melakukan olahraga ringan seperti stretching. Namun, Anda dapat mengakalinya dengan beberapa hal. Misalnya, alih-alih membeli makan siang di restoran atau kantin, bawa bekal sendiri untuk menghemat waktu. Dengan begitu, Anda akan punya jatah istirahat lebih panjang untuk berolahraga sebelum kembali bekerja tanpa kelelahan atau mengantuk.

  • Aktif sepanjang jam istirahat

Masih punya waktu tersisa setelah makan dan istirahat? Bawa tubuh Anda lebih aktif selama istirahat berlangsung. Contohnya dengan naik-turun tangga alih-alih memakai lift dan berkeliling.

 

 

Referensi :

https://promkes.kemkes.go.id/?p=8841 Peregangan di Tempat Kerja. Diakses tanggal 13 Agustus 2021 jam 10.24 WIB)

https://promkes.kemkes.go.id/pentingnya-peregangan-tubuh-di-sela-sela-waktu-kerja. Diakses tanggal 16 Agustus 2021 jam 13.30)


JV_7_Sept_-_Tips_Gowes_dengan_Aman_Selama_Pandemi-1200x800.jpg

Dimasa pandemi saat ini menjaga imun dan kebugaran sangatlah penting, salah satunya dengan berolahraga. Dikutip dari International Journal of Cardiovascular Science, olahraga atau aktivitas fisik terutama pada intensitas dan durasi sedang dapat mendukung respon imun dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Sedangkan, olahraga dengan intensitas tinggi dan berkepanjangan tidak disarankan untuk dilakukan karena dapat menyebabkan imunosupresi atau menurunkan imunitas tubuh.

Banyak jenis olahraga yang dapat dilakukan termasuk bersepeda yang selama pandemi ini menjadi tren olahraga yang banyak digemari. Bersepeda memberikan banyak manfaat yang baik untuk tubuh termasuk untuk kesehatan jantung, paru-paru, menguatkan otot dan sendi tubuh, mencegah obesitas, dan menurunkan tingkat stres. Namun bersepeda di tengah pandemi ini juga memiliki risiko infeksi yang tinggi pula jika tidak dilakukan sesuai protokol kesehatan, selain itu jika tidak dipersiapkan dan dilakukan dengan benar akan mengalami cedera.

Lalu, Bagaimana Cara Bersepeda yang Aman di Masa Pandemi Covid-19 ?

  • Pastikan Sepeda Sesuai dengan Tubuh

Pilih ukuran sepeda yang sesuai dengan tubuh, atur tinggi rendahnya kursi, Anda juga harus memastikan saat mengayuh pedal sepeda ke bawah bagian lutut cukup sedikit saja menekuk. Karena apabila posisi terlalu rendah, akan membuat lutut bisa mengalami cedera. Ukur panjang stem yang merupakan penghubung setang dengan suspense bagian depan. Karena apabila stem terlalu pendek maka dapat membuat pengendara menjadi duduk lebih membungkuk. Apabila terlalu lama dalam posisi membungkuk maka akan sangat berisiko menyebabkan tulang ligament dan otot tulang belakang bekerja lebih berat. Selain itu, pastikan posisi sudut kemiringan kursi sudah benar, karena posisi sudut kursi yang kurang tepat dapat menyebabkan cedera punggung bagian bawah.

  • Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri)

Penggunaan alat pelindung diri saat bersepeda dengan menggunakan helm, sepatu, berpakaian tertutup untuk melindungi dari droplet dan lampu sepeda apalagi saat malam hari

  • Memakai Masker dan Membawa Handsanitizer

Penggunaan masker menjadi mutlak diperlukan untuk menjaga diri sendiri dan orang lain dari penularan covid. Pakai masker yang mudah menyerap keringat agar kenyamanan ketika bersepeda tidak terganggu. Serta selalu membawa hand sanitizer untuk digunakan sebelum, saat istirahat, dan sesudah bersepeda

  • Membawa Air Minum

Jika ingin bersepeda ataupun olahraga apapun, sebaiknya selalu sedia air minum untuk menghindari terjadinya dehidrasi

  • Pilih Rute dan Atur Waktu

Cari rute perjalanan yang sepi, hindari daerah yang ramai atau rute popular yang banyak dilalui orang bersepeda lainnya atau zona merah Covid-19 dan cari waktu di mana tidak banyak orang lain bersepeda.

  • Dianjurkan Solo Riding, Jika Berkelompok Maksimal 5 Orang

Utamakan bersepeda sendiri (solo), jika berkelompok atur dalam rombongan kecil dan selalu jaga jarak  depan – belakang antar pesepeda minimal 4 meter

  • Selalu Patuhi Aturan Lalu Lintas

Bersepeda tetap harus memperhatikan pengguna jalan yang lain, baik pengguna kendaraan bermotor atau pejalan kaki. Jika jalanan tidak menyediakan trek khusus untuk sepeda, jangan mengambil hak pejalan kaki dengan mengendarai sepeda di trotoar.

Pastikan Anda juga selalu memberi tanda kepada pengguna jalan lain saat akan berbelok atau berhenti. Jangan lakukan dengan mendadak, karena bisa membahayakan Anda dan pengguna jalan lainnya. Hal penting yang perlu selalu Anda ingat, patuhi rambu-rambu lalu lintas yang berlaku.

 

 

Referensi:

Artikel tirto “Tips Nyaman dan Aman Bersepeda Saat Pandemi Corona Menurut Dokter”

https://hot.liputan6.com/read/4251087/5-tips-penting-sebelum-bersepeda-agar-tidak-mengalami-cedera

https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/cycling-health-benefits

 


WhatsApp-Image-2021-08-02-at-12.47.40-1200x861.jpg

Salah satu dampak dari pandemi Covid-19 di dunia pendidikan dan bisnis yaitu penetapan aktivitas belajar dan bekerja dilakukan dari rumah atau Work From Home (WFH) di semua institusi pemerintah maupun swasta guna mencegah penularan Covid-19. WFH dan belajar dari rumah mungkin mengharuskan untuk di depan layar komputer dalam jangka waktu yang lama, sehingga dapat menimbulkan isu ergonomi. Isu ergonomi saat WFH atau sekolah daring yang dialami seperti keluhan bahu, low back pain (nyeri punggung bawah), keluhan leher, keluhan mata, CTS (Carpal Tunnel Syndrome) dan fatigue atau kelelahan serta stres.

isu ergonomi

Ergonomi merupakan ilmu yang mengkaji interaksi manusia dengan komponen sistem lainnya untuk mendapatkan rancangan yang optimal terkait dengan human well-being dan kinerja sistem secara keseluruhan.  Manfaat ergonomic sendiri antara lain terhindar dari risiko penyakit akibat kerja, meningkatkan produktivitas, meningkatkan kenyamanan, dan terhindar dari stress dan beban kognitif yang tinggi.

Lalu Bagaimana Ergonomic sitting mengambil peran dalam penerapan WHF atau Sekolah Daring?

Sebagian besar kita tidak memiliki meja kerja yang ergonomis di rumah. Seringkali kita bekerja dan belajar di sembarang tempat dengan posisi yang tidak baik bagi kesehatan kerja. Contoh posisi kerja yang salah yaitu:  Saat bekerja dengan laptop di atas meja, posisi tubuh membungkuk dan punggung bawah tidak tersangga dan saat bekerja di sofa, posisi pergelangan tangan menekuk atau leher yang menekuk.

Sebuah penelitian menyatakan bahwa keluhan nyeri pada leher dan mata gatal atau perih disebabkan karena penderita melihat layar terlalu bawah yang dapat dihindari jika layar diposisikan sedikit di bawah ketinggian mata. Penelitian lain menemukan bahwa nyeri pada pergelangan tangan berupa carpal tunnel syndrome dapat dikaitkan dengan penggunaan mouse yang lama.Semua keluhan tersebut dapat dihindari jika Sobat bekerja dalam posisi yang ideal. Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI) telah mengeluarkan sebuah panduan untuk posisi yang ideal bagi tubuh Sobat saat bekerja. Sobat dapat ikuti panduannya sebagai berikut:

Untuk Bekerja dan Daring Dalam Durasi <1 Jam

Bisa dilakukan pada posisi duduk atau berdiri

  • Untuk bekerja dengan posisi duduk di kursi/sofa:
  • Pilih kursi/sofa yang mendukung sikap susuk tegak yang nyaman
  • Jika ada meja, maka tempatkan laptop di meja, dan posisi pergelangan tangan lurus saat mengetik
  • Jika tidak ada meja, tempatkan laptop di pangkuan, pergelangan tangan harus tetap lurus saat mengetik
  • Tambahkan buku/laptop riser/adjustable desk agar leher tidak menekuk
  • Gunakan handuk gulung atau bantal untuk menopang punggung bagian bawah
  • Miringkan layer laptop untuk mempertahankan postur netral
  • Untuk bekerja dengan posisi berdiri, menggunakan prinsip yang sama

Untuk Bekerja dan Daring Dalam Waktu Yang Lama (>1 Jam)

  • Hindari bekerja sambal duduk di atas Kasur atau sofa dalam jangka Panjang
  • Pilih meja yang paling memadai (cukup luas dengan ruang di bawah kaki memadai)
  • Pilih kursi yang bisa memberikan support untuk punggung bawah
  • Tambahkan bantalan jika diperlukan
  • Gunakan keyboard dan mouse terpisah dengan laptop Anda
  • Posisi pergelangan tangan tetap lurus saat mengetik
  • Posisikan laptop Anda sehingga bagian atas layer sejajar dengan ketinggian mata Anda. Gunakan kotak atau beberapa buku untuk meniggikan lapotop Anda atau pasang monitor terpisah jika ada

Saat Bekerja atau Daring Dimanapun, 3 Hal Yang Selalu Harus Diperhatikan Adalah:

  • Pertahankan siku dalam posisi 90 derajat
  • Jarak mata dengan monitor 50-70 cm
  • Posisi tubuh netral dan rileks

 

 

 

 

Referensi:
Yassierle, Titis W, Dewi H, Orchida D, Khoirul M, Wyke K. Panduan Ergonomis: “Working From Home”. Perhimpunan Ergonomi Indonesia; 2020.


cover-ankle-sprain.png

Terkilir atau keseleo begitu istilah populernya. Dalam istilah medis, disebut dengan Ankle Sprain. Cedera ini umumnya sembuh dengan penanganan yang tepat. Ceritanya akan sedikit berbeda jika kita salah dalam penanganan awalnya: dipijat, atau “ngeyel” untuk langsung beraktifitas.

Seperti halnya pada lutut, bahu, dan beberapa bagian tubuh, pergelangan kaki juga memiliki ligament, struktur jaringan ikat yang menghubungkan satu tulang dengan tulang lainnya.

Ankle sprain yang merupakan cedera pada ligament pergelangan kaki cukup sering terjadi. Dari data penelitian, di negara-negara barat, terjadi satu kejadian ankle sprain pada setiap 10 ribu orang. Pada populasi masyarakat yang gemar berolahraga, tingkat kejadiannya lebih tinggi yaitu 16-21 persen. Dari seluruh ankle aprain yang terjadi, 85 persennya adalah cedera pada sisi luar ankle. Pada kasus yang berat, ankle sprain biasanya juga diikuti dengan fraktur atau patah tulang pergelangan.

“Struktur ligament pada pergelangan kaki adalah struktur yang kompleks dan yang paling sering cedera adalah ligament ankle bagian luar,” ujar dr. Henry R. Hndoyo, Sp.OT, M.Biomed dari Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi (RSOT) Surabaya.

Henry menuturkan, salah satu penyebab utama ankle sprain adalah karena tungkai bawah atau kaki bawah terpuntir. “Waktu jalan pada permukaan tanah yang tidak rata, lalu kaki terpuntir ke luar atau ke dalam. Atau missal ketika berolahraga, saat melompat, lalu mendarat dengan posisi kaki yang salah,” terangnya.

Gambar tingakatan/grade ankle sprain

Sprain tingkat I. Ligamen masih utuh, hanya saja serabut otot mengalami tarikan/stretch dan pembengkakan
Sprain tingkat I. Ligamen masih utuh, hanya saja serabut otot mengalami tarikan/stretch dan pembengkakan

Sprain tingkat II. Sebagian serabut otot pada ligament mengalami robekan/putus sebagian
Sprain tingkat II. Sebagian serabut otot pada ligament mengalami robekan/putus sebagian

Sprain tingkat III. Seluruh serabut otot pada ligament mengalami robekan/putus total
Sprain tingkat III. Seluruh serabut otot pada ligament mengalami robekan/putus total

Sesaat setelah mengalami terkilir, seseorang akan mengalami nyeri pada pergelangan kaki, lalu diikuti dengan bengkak pada sekitar bawah mata kaki, dan sakit saat berjalan. Dengan tanda tersebut, patut dicurigai bahwa terjadi robekan atau cedera pada ligament pergelanagan kaki.

Masyarakat awam biasanya menganggap tanda-tanda tersebut di atas sebagai keseleo biasa. Yang menjadi masalah, kerap kali dipijat dijadikan solusinya. “Itu berbahaya, karena akan menambah risiko cedera. Pendarahan yang terjadi di dalam juga berpotensi menjadi lebih berat,” tutur dr. Henry.

Henry menuturkan, ada beberapa langkah awal yang dapat dilakukan begitu terjadi ankle sprain. Seperti mengompres dengan air dingin atau es batu yang dibalut dengan kain, membalut area yang cedera untuk mengurangi pembengkakan dengan elastic bandage, dan meninggikan kaki yang cedera sedikit lebih tinggi dari jantung agar pembengkakan bisa berkurang. “Segera bawa ke dokter untuk memastikan apakah hanya cedera ligament atau ada masalah dengan tulangnya, karena penanganannya akan berbeda,” tegasnya.

PENANGANAN KOMPREHENSIF

Untuk mengetahui derajat cedera, diperlukan pemeriksaan oleh dokter. Salah satunya adalah menggunakan USG. “Robekan ligament bisa diketahui dengan USG atau bisa juga dengan pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging),” ungkapnya.

Sebenarnya ankle sprain adalah cedera yang dapat sembuh dnegan metode penanganan yang tepat. Jika nyeri sudah reda, rehabilitasi juga menjadi unsur penting dalam penyembuhan ankle sprain termasuk penguatan otot-otot di sekitar pergelangan kaki. “Jika otot lemah, potensi untuk terjasi ankle aprain kembali akan menjadi lebih besar,” ujarnya.

Jika dengan semua metode di atas telah dilakukan tetapi pasien masih sering merasa nyeri dan kerap mengalami ankle sprain maka pilihan terakhir adalah dengan pembedahan, yakni dengan teknik arthroscopy.

Tindakan operasi juga biasanya dilakukan pada ankle sprain dengan derajat atau tingkat keparahan cukup tinggi, yakni grade tiga. “Untuk yang membutuhkan recovery yang lebih cepat, seperti atlet, biasanya kita lakukan operasi,” ujar dr. Henry. “Meskipun grade tiga sebenarnya bisa healing atau sembuh dengan terapi konservatif, hanya saja membutuhkan waktu yang relative lebih Panjang,” tutup dr. Henry.

Lakukan PRICE (Protection, Rest, Ice, Compressioon, Elevation)

Lakukan Price: Protect - Rest - Ice - Compression - Elevation

Hindari HARM (Heat, Alcohol, Running, Massage)

Hindari HARM

 

 

Henry Ricardo Handoyo, Sp.OT., M.Biomed

Jadwal praktik:

Senin     : 08.00 – 10.00

Selasa   : 17.30 – 19.30

Rabu      : 08.00 – 11.00

Kamis    : 17.30 – 19.30

Jumat    : 08.00 – 10.00

Sabtu    : 17.00 – 20.00

Minggu : 17.00 – 20.00

APPOINTMENT:

(031) 57431574/57431299

081336621957

 

Orthopedi & Traumatologi Surabaya

Jl. Emerald Mansion TX-10 Citraland Surabaya

 

 


sate.jpg

Hari Raya Idul Adha selalu identik dengan beragam sajian olahan daging bersantan ataupun yang dimasak dengan dibakar atau digoreng seperti gulai, sate, rendang, tongseng dan lainnya. Selain lezat, tentu daging mengandung beberapa nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh seperti protein tinggi, zat besi, vitamin B3, B12, zinc dan selenium. Namun, perlu diingat selain tinggi protein, daging juga mengandung lemak tinggi.

Berdasarkan data Kementerian kesehatan RI, dalam 100 gram daging kambing terdapat kandungan lemak total sejumlah 9.2 gr dan kolesterol 70 mg. sedangkan daging sapi mengandung lemak total sejumlah 14 gr dan kolesterol 70mg. Sehingga mengkonsumsi daging yang berlebihan tentu akan memberikan dampak yang tidak baik terhadap kesehatan tubuh, salah satunya melonjaknya kadar kolesterol dalam darah.

rendang

Apa itu Kolesterol?

Kolesterol sendiri merupakan senyawa lemak yang diproduksi oleh berbagai sel dalam tubuh, dan sekitar seperempat kolesterol yang dihasilkan dalam tubuh diproduksi oleh sel-sel hati. Pada dasarnya tubuh membutuhkan kolesterol untuk membantu metabolisme tubuh, memproduksi hormon, vitamin D dan membantu mencerna makanan. Namun, jika jumlahnya dalam darah terlalu tinggi, maka akan mulai ditumpuk di dinding arteri. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya berbagai penyakit yaitu jantung, stroke, dan buruknya sirkulasi darah.

Proses pembentukan plak
Proses pembentukan plak : Kolesterol selalu membentuk gumpalan pada dinding arteri, dan dapat pecah sewaktu-waktu yang menyebabkan pembekuan arteri darah

Ada dua jenis kolesterol dalam darah, yaitu kolesterol baik atau HDL (High Density Lipoprotein) dan kolesterol jahat atau LDL (Low Density Lipoprotein). Ada juga lemak bentuk lain dalam darah yang disebut trigliserida, yang sering dikaitkan dengan penyakit kardiovaskuler.

Berapa kadar kolesterol yang dianggap normal ? Menurut Institut Jantung, Paru-paru, dan Darah Nasional di Amerika Serikat (NHLBI), tingkat kolesterol total yang baik adalah kurang dari 200 mg/dL dan disebut tinggi bila kadarnya mencapai 240 mg/dL atau lebih. Kadar HDL yang normal dalam tubuh adalah 40 mg/dL atau lebih, sementara untuk LDL adalah kurang dari 100 mg/dL, dan trigliserida yang baik dalam darah adalah kurang dari 150 mg/dL.

Langkah Mudah Menjaga Kolesterol Normal Setelah Idul Adha

Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga kadar kolesterol berada dalam level normal. Selain melakukan pemeriksaan kolesterol darah secara berkala, beberapa langkah berikut ini bisa membantu menjaga kolesterol tetap normal apalagi khususnya Idul Adha:

  • Pilih Bagian Daging dengan Kandungan Sedikit Lemak
    Pilih bagian daging yang mengandung sedikit lemak atau dapat membuang lemak yang ada di daging. Hindari juga mengonsumsi bagian jeroan, karena mengandung tinggi lemak dan kolesterol
  • Makan Secukupnya
    Perhatikan porsi atau jumlah daging yang dikonsumsi. Terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi kalori atau tinggi lemak juga akan menimbulkan rasa tidak nyaman pada pencernaan yang umum terjadi pada hari raya, seperti refluks dan dispepsia
  • Konsumsi Cukup Serat dari Buah dan Sayur
    Buah dan sayuran adalah sumber serat yang memiliki manfaat positif untuk kadar kolesterol. Konsumsi serat akan mengikat kolesterol yang ada di pencernaan dan mengeluarkannya bersama dengan feses. Konsumsi serat juga dapat membantu mengontrol berat badan, karena serat memberikan rasa kenyang dan akan difermentasi oleh bakteri pencernaan, membentuk asam lemak rantai pendek yang dapat meningkatkan pembakaran lemak serta mengurangi penyimpanan lemak
  • Mengolah Daging dengan Benar
    Mengolah daging yang benar sangat penting untuk dilakukan. Pilihlah bagian daging yang bebas lemak terlebih dahulu sebelum dimasak. Untuk cara memasaknya bisa dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang menggunakan minyak zaitun.
    Lakukan rebusan pertama dalam air mendidih sehingga juice (sari daging) tetap terkunci dalam daging. Setelah itu, pada rebusan kedua gunakan air dingin agar juice keluar. Hal ini dilakukan selain melembutkan dan mengurangi kadar lemak pada daging, air kaldu yang diperoleh pun akan lebih jernih dan bebas lemak

Tips Lain untuk Menjaga kadar Kolesterol Tetap Normal

  • Menerapkan Pola Makan Sehat
    Pola makan atau diet memiliki dampak penting untuk menekan tingkat kolesterol. Kunci utama pola makan untuk menurunkan kolesterol di sini termasuk mengganti lemak hewani dengan minyak nabati, dan meningkatkan asupan jumlah fiber atau serat. Batasi konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans seperti terkandung dalam daging merah dan produk susu penuh lemak, yang dapat meningkatkan total kolesterol dalam darah. Sementara itu, lemak trans sering digunakan dalam margarin, biskuit, dan kue yang dijual di supermarket. Lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL dalam darah, sedangkan lemak trans meningkatkan kadar kolesterol secara keseluruhan.
    Perbanyak makan sayur, buah-buahan, gandum utuh, kacang-kacangan dan ikan. Lemak omega 3 yang terkandung dalam ikan, kacang kenari dan biji chia juga bisa membantu menurunkan kadar trigliserida. Alpukat, anggur merah dalam jumlah secukupnya, serta buah-buahan dan biji-bijian tinggi serat seperti apel, pir, plum dan oatmeal mampu menurunkan kolesterol LDL dan membantu meningkatkan kadar HDL.
  • Rutin Berolahraga dan Menjaga Berat Badan
    Olahraga teratur akan membantu Anda mencegah berat badan naik dan mengendalikan kolesterol secara positif. Menjaga berat badan tetap ideal adalah salah satu cara mencegah kolesterol tinggi. Pasalnya, semakin banyak tumpukan lemak di dalam tubuh, semakin tinggi pula kadar kolesterol di dalam tubuh. Olahraga dapat meningkatkan HDL, menurunkan LDL dan trigliserida, memompa darah ke seluruh tubuh, dan menurunkan tekanan darah. Usahakan olahraga selama 30-60 menit tiap hari. Misalnya jogging, lari, bersepeda, atau berenang.
  • Menghentikan Kebiasaan Merokok
    Kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko penyakit jantung coroner dan mempercepat penumpukan plak dalam arteri.
  • Medical Check-up Berkala
    Melalui medical check-up, Anda dapat menjalani pemeriksaan kolesterol untuk menjaga kadarnya tetap normal. Cek kolesterol tidak hanya perlu dilakukan oleh orang tua saja, tapi juga orang usia muda. Gaya hidup dan pola makan yang kurang sehat menyebabkan gangguan kesehatan akibat kolesterol tinggi bisa mengancam siapa pun tanpa kenal usia. Tes kolesterol atau disebut juga pemeriksaan profil lipid adalah pemeriksaan medis berupa tes darah untuk mengukur jumlah total zat lemak (kolesterol dan trigliserida) dalam darah. Cek kolesterol berguna untuk menentukan apakah seseorang memiliki kolesterol tinggi atau tidak.

 

 

Sumber:

http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/apa-itu-kolesterol

https://www.everydayhealth.com/hs/healthy-living-with-high-cholesterol/best-and-worst-foods-for-high-cholesterol/

http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/pencegahan-kolesterol-tinggi

https://www.alodokter.com/cek-kolesterol-manfaat-dan-prosedur-pelaksanaan-yang-perlu-anda-ketahui

https://smjtimes.com/2021/07/20/banyak-makan-daging-saat-iduladha-berikut-cara-menjaga-kolesterol-tetap-normal/

 

 


Pengecekan-Suhu-Tubuh-1200x1800.jpg

Pandemi Covid-19, istilah yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Kondisi yang masih terus berlangsung sampai saat ini dan membuat sebagian besar masyarakat khawatir bahkan enggan datang ke Rumah Sakit. Menurut wakil Menteri Kesehatan (Maret 2021), Kejadian pandemi covid-19 menurunkan angka kunjungan di Rumah Sakit dan Puskesmas sebesar 53%.

Namun, tak perlu khawatir. Meskipun RSOT Surabaya bukan Rumah sakit rujukan covid-19, Management RSOT Surabaya berkomitmen untuk tetap menerapkan standar protokol kesehatan di lingkungan Rumah Sakit sebagai bentuk upaya pencegahan penularan covid-19. Komitmen ini tertuang dalam Kebijakan RS Orthopedi & Traumatologi Surabaya Nomor: 03/RSOT/SE/IV/2019 tentang Penggunaan Bilik Disinfektan, 04/RSOT/SE/IV/2020 tentang Penggunaan APD (ALat Pelindung Diri), dan 03/ESOT/SE/VII/2020 tentang Aturan Pasien Rawat Jalan dan Rawat Inap.

Beberapa upaya yang diberlakukan di RSOT Surabaya baik untuk pasien maupun pegawai yaitu:

MENYEDIAKAN DISINFECTION CHAMBER

Pengunjung dan pegawai wajib memasuki bilik disinfeksi sebelum dan sesudah memasuki area Rumah Sakit. Tujuannya adalah untuk mengurangi penyebaran virus yang menempel di badan sebelum dan sesudah kontak dengan area Rumah Sakit. Disarankan untuk merentangkan tangan dan berputar 360 derajat agar uap merata ke seluruh tubuh. Cairan disinfektan yang digunakan aman untuk manusia.

disinfection chamber
disinfection chamber

MENYEDIAKAN WASTAFEL CUCI TANGAN

Setelah memasuki disinfection chamber, pengunjung harus melakukan cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Wastafel ini dilengkapi dengan sabun cair, tissue dan petunjuk 6 langkah cuci tangan yang benar.

cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir
cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir

SKRINING AWAL

Petugas skrining di pintu masuk akan mengecek suhu tubuh dan saturasi oksigen, selain itu pasien dan pengunjung mengisi form skrining covid-19. Pasien dan pengunjung yang mengalami gejala dan suhu tubuh di atas 37 derajat celcius disarankan untuk kembali dan beristirahat serta melakukan pengobatan lebih lanjut.

Skrining Awal
Skrining Awal

PHYSICAL DISTANCING

Usaha untuk menjaga jarak dan dilakukan di setiap sudut rumah sakit, termasuk di area ruang tunggu pasien. Dimana manajemen telah memberi tanda untuk tempat duduk yang bisa digunakan dan aturan jarak sesuai yang disarankan.

Physical Distancing
Physical Distancing

ALAT PELINDUNG DIRI

  • Untuk pasien dan pengunjung diwajibkan menggunakan masker medis dan face shield
  • Untuk setaip tenaga medis berikut semua staf yang bertugas di RSOT Surabaya diwajibkan untuk mengenakan APD sesuai standar dan sesuai dengan tingkat risiko dari pekerjan masing-masing

Alat Pelindung Diri (APD)
Alat Pelindung Diri (APD)

DISINFEKSI BERKALA

Sebagai upaya maksimal untuk pencegahan penyabaran virus, RSOT Surabaya secara rutin dan berkala melakukan disinfeksi di setiap ruangan dan peralatan, khususnya fasilitas yang sering digunakan oleh pasien, tenaga medis, dan staf RSOT Surabaya

Disinfeksi Area
Disinfeksi Area

 

Penyunting : Tim Satgas Covid RSOT Surabaya

Sumber        : Majalah Orthocare edisi #13 2020


RSWT.jpg

Pernahkah merasakan nyeri tiba-tiba di daerah tumit saat memijakkan kaki di lantai? Hati – hati, nyeri tersebut bisa jadi merupakan tanda bahwa telah terjadi peradangan pada tendon kaki. Lalu, bagaimana cara mengatasi permasahan tersebut ? Adakah tindakan non operatif yang bisa dilakukan? Simak Penjelasan berikut.

yang menangani permasalahan tulang dan sendi, sangat aware terhadap perkembangan teknologi untuk memaksimalkan penanganan pasien.

Tak hanya peralatan operasi terkini, RSOT juga secara konsisten terus melakukan pengadaan terhadap peralatan-peralatan terkini, termasuk salah satunya adalah Radial Shock Wave Therapy (RSWT), yang merupakan alat terapi untuk mengatasi berbagai permasalahan pada tulang dan sendi, seperti nyeri atau peradangan pada sendi sisi luar siku tangan (tennis elbow), gangguan otot yang berada di sekitar pantat yang menjalar pada belakang paha, betis, dan kaki (piriformis syndrome), dan lainnya.

Menurut dr. Nunung Nugroho, Sp.KFR., RSWT merupakan terapi yang bersifat regenerative medicine yang dilakukan dengan melakukan dengan melakukan tembakan untuk membuat inflamasi baru pada bagian tubuh tertentu, guna memicu tubuh untuk merespon dan berusaha menyembuhkan dirinya sendiri.

Lebih lanjut dr.Nunung menuturkan, RSWT merupakan teknologi lanjutan dan alternatif dari teknik yang lebih konservatif yaitu Short Wave Diatermy (SWD). RSWT memiliki banyak keunggulan, termasuk dalam hasil terapi yang lebih maksimal.

Alat RSWT dapat di-setting oleh operator, dalam hal ini dokter rehabilitasi medik, sesuai dengan kebutuhan dan evidence based atau pendekatan praktik medis dalam mengoptimalkan pengambilan keputusan dengan penggunaan bukti dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.

Secara teknis, RSWT dapat digunakan dengan frekuensi dan tekanan tertentu. “Dalam satu kali terapi RSWT, total pukulannya bisa mencapai 2.500 hingga 5.000 pukulan dengan kecepatan yang cukup tinggi. Kembali lagi, tergantung diagnose dokternya, “jelas dr. Nunung. “Dokternya bisa adjust alatnya. Awalnya mungkin tekanannya ringan dan lama-lama kalua pasien sudah bisa beradaptasi, tekanan dan intensitasnya bisa dibesarkan, agar pasiennya juga merasa nyaman.”

Untuk itu, lanjut dr. Nunung, “man behind the gun” atau dokter rehabilitasi medik yang menangani terapi ini menjadi sangat penting untuk menentukan keberhasilan terapi. Dokter yang melakukan terapi dengan RSWT juga harus memiliki kompetensi dan mendapatkan pelatihan atau sertifikasi khusus. Ada bagian-bagian tubuh tertentu yang tidak boleh dilakukan terapi dengan RSWT. Dokter Nunung sendiri telah mendapat sertifikasi dari pelatihan yang diikutinya di Malaysia dan Indonesia.

HASIL MAKSIMAL

Dengan teknik terapi yang tepat, RSWT dapat membuahkan hasil yang maksimal. Bahkan menciptakan semacam “miracle”. Seorang pasien, diceritakan dr. Nunung, sudah tiga bulan tidak bisa mengangkat tangannya. Karena belum terindikasi operasi, oleh dokter orthopedic diarahkan untuk melakukan fisioterapi ke dokter rehabilitasi medik. Setelah dilakukan pemeriksaan, dr. Nunung mendiagnosa bahwa terjadi masalah otot teres minor atau otot kecil yang di bagian bahu. “Setelah saya tembak di bagian yang saya duga terjadi masalah, tangan pasien langsung bisa diangkat,” kata dr. Nunung. “Ada juga pasien dari militer yang sudah satu tahun tidak bisa lari. Setelah ditembak lima kali, bisa lari lagi.”

HIGH INTENSITY LASER

Selain RSWT, salah satu terapi lain yang juga ada di RSOT adalah High Intensity Laser (HIL) dan Low Intensity Laser (LIL). Prinsip kedua alat ini sebenarnya sama, hanya memiliki perbedaan pada tingkat joule atau energi yang dikeluarkan saat diaktifkan untuk kebutuhan terapi.

Dijelaskan oleh dr. Nunung, LIL biasanya diterapkan untuk masalah-masalah pada otot dan sendi yang lokasinya berada di permukaan, sementara HIL digunakan untuk terapi penyakit yang lebih akut dan kronik, dan berlokasi lebih dalam. Terapi laser pada prinsipnya memiliki dua fungsi: Pain management atau penghilang nyeri, dan bio-stimulasi atau merangsang penyembuhan. “Jika dimaksudkan untuk mengatasi nyeri, dosis joule-nya lebih tinggi dan waktunya pendek atau lebih singkat. Tapi kalau untuk kebutuhan biostimulasi, dosis joule-nya lebih rendah, namun waktunya lebih Panjang.” Papar dr. Nunung.

Dr. Nunung juga tak menampik bahwa penggunaan peralatan tersebut memiliki risiko. Untuk itu, faktor kompetensi dokter juga perlu diperhatikan, sehingga dapat mencapai tujuan penanganan seperti yang diharapkan. “Laser, utamanya yang HIL akan menghasilkan panas. Penggunaannya harus digerakkan terus, kalua tidak bisa menimbulkan luka bakar,” ujarnya.

Dr. Nunung juga mengingatkan bahwa terapi harus diikuti dengan latihan atau exercise yang menjadi bagian penting dan tak terpisahkan dari penanganan permasalahan tulang dan sendi. Bentuk latihan, gaya hidup, pola makan, dan pilihan olahraga dapat dikonsultasikan dengan dokter rehabilitasi medik. “Saya juga mengapresiasi RSOT yang sangat aware dengan peralatan-peralatan terkini untuk memaksimalkan penanganan pasien,” tutup dr. Nunung.

Alat High Intensity Laser
High Intensity Laser

 

dr. Nunung Nugroho, Sp. KFR

Jadwal praktik:

Selasa dan Kamis   : 15.00 – 17.00

Minggu                       : by appointment

 

APPOINTMENT

(031) 57431574 / 57431299

081336621957

 Orthopedi & Traumatologi Surabaya

Jl. Emerald Mansion TX-10 Citraland Surabaya


IMG-7574-1200x900.jpg

Tulang belakang sangat penting karena merupakan penyangga utama tubuh. Terdiri dari 33 ruas, setiap ruas pada tulang belakang, mulai leher sampai pinggang bisa mengalami sakit. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai kecelakan, infeksi, proses degenerative, hingga tumor.

Masyarakat awam kerap mengaitkan nyeri pada tulang belakang dengan masalah pada saraf. Ini adalah konsep pemikiran yang kurang tepat, karena sebenarnya bagian yang justru harus diperhatikan adalah tulang dan sendi pada tulang belakang. Sebab, tulang dan sendi ini melindungi dan menjadi penopang saraf. Jika rusak akan timbul sakit karena tulang belakang akan menjepit saraf. Dengan mengembalikan strukturnya, ruang di dalam tulang belakang kembali normal, sehingga saraf terlindungi.

Rumah Sakit Orthopedi & Traumatologi (RSOT) Surabaya menawarkan tindakan minimal invasive untuk penanganan tulang belakang. Tujuannya melakukan tindakan seminimal mungkin namun mendapatkan hasil yang maksimal.

Tindakan minimal invasive menggunakan alat endoskopi khusus untuk tulang belakang, di mana sayatan yang diperlukan hanya sekitar 8 mm, sehingga tidak merusak jaringan di sekitarnya. Bandingkan dengan operasi konvensional dengan luka operasi yang lebar dengan risiko pendarahan dan infeksi yang lebih besar. Rasa sakit paska operasi dan proses pemulihannya juga akan lebih lama.

Bekas luka sayatan

Lewat tindakan minimal invasive, pasien hanya akan dibius local saat operasi. Mereka bisa tetap sadar selama penanganan dan dapat diajak berkomunikasi. Setelahnya, dalam satu atau dua hari, pasien bisa pulang. Dan yang terpenting biaya yang dikeluarkan relative lebih murah. Dalam satu kasus yang sama, tindakan minimal invasive bisa menghemat biaya 1,5 kali lebih murah. Ini karena tidak adanya berbagai macam tindakan yang seharusnya tidak perlu untuk dilakukan saat proses tindakan dan pengobatan paska operasi.

Sebelum melakukan tindakan minimal invasive, RSOT Surabaya akan melalukan pemeriksaan klinis, fisik, radiologi, sampai MRI untuk melihat detail dari sumber permasalahan yang dialami pasien. Dari semua data yang terkumpul, barulah diformulasikan menjadi tindakan minimalis mana yang paling tepat sesuai kasus pasien (tailor made).

Tindakan minimal invasive sudah diterapkan di RSOT Surabaya. Selain peralatan dengan teknologi terkini, tindakan ini juga hanya dilakukan oleh dokter dengan spesialisasi khusus. Apalagi tindakan minimal invasive ini sifatnya customized. Jadi belum tentu pada pasien A dan B tindakannya sama. Karena tindakan yang dilakukan akan tergantung masing-masing kasus atau masalah pada tulang belakang yang dialami pasien.

Prinsip minimal invasive yang diterapkan di RSOT Surabaya yaitu melakukan tindakan seminimal mungkin dengan menjaga struktur jaringan lain agar tidak terkena risikonya. Karena jika tidak, maka saat umur 45 atau 50 penyakitnya bisa saja kambuh, dan dokter akan kesulitan memberikan penanganan lanjutan karena organ tubuh yang lain sudah terlanjur rusak.

Salah satu contohnya adalah pemasangan pen pada tulang belakang. Tindakan ini akan membuat pasien kaku dan susah bergerak. Di RSOT Surabaya, digunakan alat Interspinosus yang bisa memberikan hasil serupa namun tetap membebaskan pasien untuk bergerak leluasa. Dan yang paling penting, pemasangan interspinosus device tersebut dapat dilakukan dengan Teknik minimal invasive, tanpa sayatan lebar, seperti yang umumnya digunakan.

Untuk berbagai maslaah tulang belakang lainnya, RSOT Surabaya juga mengaplikasikan berbagai instrument alat, seperti Micro Endoscopic Discectomy (MED) dan Percutaneous Endoscopic Lumbal Discectomy (PELD) untuk punggung bawah.

Tindakan minimal invasive ini cocok untuk semua umur, terutama orang tua. Karena pengobatan pada kasus degenerative sifatnya mengurangi keluhannya, bukan meremajakan organ tubuh. Pasien juga tidak perlu takut lagi dengan operasi, karena proses yang lebih cepat, pendarahan lebih sedikit, dan jangka waktu pemulihan yang lebih singkat.

Apakah semua gangguan pada tulang belakang bisa ditangani dengan tindakan minimal invasive? Tidak, dokter akan melihat dari kasusnya. Misalkan bagian yang bermasalah ternyata terjadi pada multilevel atau area yang luas pada ruas tulang belakang ataupun sendi, sehingga jangkauan yang harus ditangani cukup lebar. Tapi jika yang bermasalah hanya satu atau dua level, maka bisa dilakukan tindakan minimal invasive.

 

Dr. dr. Komang Agung S, Sp.OT (K) Spine

Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi Subspesialis Tulang Belakang

Jadwal Praktik:

Senin s/d Jumat       : 11.00 – 16.00

Sabtu                           : 11.00 – 14.00

Minggu                       : Sesuai perjanjian

 

Jl. Emerald Mansion TX-10 Citraland Surabaya

(031) 574 31574/ 57431299

0813 3662 1957

 


Copyright by Surabaya Orthopedi 2018

WhatsApp Live Chat