Please wait...



Blog

CLASSIC LIST

sate.jpg

Hari Raya Idul Adha selalu identik dengan beragam sajian olahan daging bersantan ataupun yang dimasak dengan dibakar atau digoreng seperti gulai, sate, rendang, tongseng dan lainnya. Selain lezat, tentu daging mengandung beberapa nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh seperti protein tinggi, zat besi, vitamin B3, B12, zinc dan selenium. Namun, perlu diingat selain tinggi protein, daging juga mengandung lemak tinggi.

Berdasarkan data Kementerian kesehatan RI, dalam 100 gram daging kambing terdapat kandungan lemak total sejumlah 9.2 gr dan kolesterol 70 mg. sedangkan daging sapi mengandung lemak total sejumlah 14 gr dan kolesterol 70mg. Sehingga mengkonsumsi daging yang berlebihan tentu akan memberikan dampak yang tidak baik terhadap kesehatan tubuh, salah satunya melonjaknya kadar kolesterol dalam darah.

rendang

Apa itu Kolesterol?

Kolesterol sendiri merupakan senyawa lemak yang diproduksi oleh berbagai sel dalam tubuh, dan sekitar seperempat kolesterol yang dihasilkan dalam tubuh diproduksi oleh sel-sel hati. Pada dasarnya tubuh membutuhkan kolesterol untuk membantu metabolisme tubuh, memproduksi hormon, vitamin D dan membantu mencerna makanan. Namun, jika jumlahnya dalam darah terlalu tinggi, maka akan mulai ditumpuk di dinding arteri. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya berbagai penyakit yaitu jantung, stroke, dan buruknya sirkulasi darah.

Proses pembentukan plak
Proses pembentukan plak : Kolesterol selalu membentuk gumpalan pada dinding arteri, dan dapat pecah sewaktu-waktu yang menyebabkan pembekuan arteri darah

Ada dua jenis kolesterol dalam darah, yaitu kolesterol baik atau HDL (High Density Lipoprotein) dan kolesterol jahat atau LDL (Low Density Lipoprotein). Ada juga lemak bentuk lain dalam darah yang disebut trigliserida, yang sering dikaitkan dengan penyakit kardiovaskuler.

Berapa kadar kolesterol yang dianggap normal ? Menurut Institut Jantung, Paru-paru, dan Darah Nasional di Amerika Serikat (NHLBI), tingkat kolesterol total yang baik adalah kurang dari 200 mg/dL dan disebut tinggi bila kadarnya mencapai 240 mg/dL atau lebih. Kadar HDL yang normal dalam tubuh adalah 40 mg/dL atau lebih, sementara untuk LDL adalah kurang dari 100 mg/dL, dan trigliserida yang baik dalam darah adalah kurang dari 150 mg/dL.

Langkah Mudah Menjaga Kolesterol Normal Setelah Idul Adha

Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga kadar kolesterol berada dalam level normal. Selain melakukan pemeriksaan kolesterol darah secara berkala, beberapa langkah berikut ini bisa membantu menjaga kolesterol tetap normal apalagi khususnya Idul Adha:

  • Pilih Bagian Daging dengan Kandungan Sedikit Lemak
    Pilih bagian daging yang mengandung sedikit lemak atau dapat membuang lemak yang ada di daging. Hindari juga mengonsumsi bagian jeroan, karena mengandung tinggi lemak dan kolesterol
  • Makan Secukupnya
    Perhatikan porsi atau jumlah daging yang dikonsumsi. Terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi kalori atau tinggi lemak juga akan menimbulkan rasa tidak nyaman pada pencernaan yang umum terjadi pada hari raya, seperti refluks dan dispepsia
  • Konsumsi Cukup Serat dari Buah dan Sayur
    Buah dan sayuran adalah sumber serat yang memiliki manfaat positif untuk kadar kolesterol. Konsumsi serat akan mengikat kolesterol yang ada di pencernaan dan mengeluarkannya bersama dengan feses. Konsumsi serat juga dapat membantu mengontrol berat badan, karena serat memberikan rasa kenyang dan akan difermentasi oleh bakteri pencernaan, membentuk asam lemak rantai pendek yang dapat meningkatkan pembakaran lemak serta mengurangi penyimpanan lemak
  • Mengolah Daging dengan Benar
    Mengolah daging yang benar sangat penting untuk dilakukan. Pilihlah bagian daging yang bebas lemak terlebih dahulu sebelum dimasak. Untuk cara memasaknya bisa dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang menggunakan minyak zaitun.
    Lakukan rebusan pertama dalam air mendidih sehingga juice (sari daging) tetap terkunci dalam daging. Setelah itu, pada rebusan kedua gunakan air dingin agar juice keluar. Hal ini dilakukan selain melembutkan dan mengurangi kadar lemak pada daging, air kaldu yang diperoleh pun akan lebih jernih dan bebas lemak

Tips Lain untuk Menjaga kadar Kolesterol Tetap Normal

  • Menerapkan Pola Makan Sehat
    Pola makan atau diet memiliki dampak penting untuk menekan tingkat kolesterol. Kunci utama pola makan untuk menurunkan kolesterol di sini termasuk mengganti lemak hewani dengan minyak nabati, dan meningkatkan asupan jumlah fiber atau serat. Batasi konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans seperti terkandung dalam daging merah dan produk susu penuh lemak, yang dapat meningkatkan total kolesterol dalam darah. Sementara itu, lemak trans sering digunakan dalam margarin, biskuit, dan kue yang dijual di supermarket. Lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL dalam darah, sedangkan lemak trans meningkatkan kadar kolesterol secara keseluruhan.
    Perbanyak makan sayur, buah-buahan, gandum utuh, kacang-kacangan dan ikan. Lemak omega 3 yang terkandung dalam ikan, kacang kenari dan biji chia juga bisa membantu menurunkan kadar trigliserida. Alpukat, anggur merah dalam jumlah secukupnya, serta buah-buahan dan biji-bijian tinggi serat seperti apel, pir, plum dan oatmeal mampu menurunkan kolesterol LDL dan membantu meningkatkan kadar HDL.
  • Rutin Berolahraga dan Menjaga Berat Badan
    Olahraga teratur akan membantu Anda mencegah berat badan naik dan mengendalikan kolesterol secara positif. Menjaga berat badan tetap ideal adalah salah satu cara mencegah kolesterol tinggi. Pasalnya, semakin banyak tumpukan lemak di dalam tubuh, semakin tinggi pula kadar kolesterol di dalam tubuh. Olahraga dapat meningkatkan HDL, menurunkan LDL dan trigliserida, memompa darah ke seluruh tubuh, dan menurunkan tekanan darah. Usahakan olahraga selama 30-60 menit tiap hari. Misalnya jogging, lari, bersepeda, atau berenang.
  • Menghentikan Kebiasaan Merokok
    Kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko penyakit jantung coroner dan mempercepat penumpukan plak dalam arteri.
  • Medical Check-up Berkala
    Melalui medical check-up, Anda dapat menjalani pemeriksaan kolesterol untuk menjaga kadarnya tetap normal. Cek kolesterol tidak hanya perlu dilakukan oleh orang tua saja, tapi juga orang usia muda. Gaya hidup dan pola makan yang kurang sehat menyebabkan gangguan kesehatan akibat kolesterol tinggi bisa mengancam siapa pun tanpa kenal usia. Tes kolesterol atau disebut juga pemeriksaan profil lipid adalah pemeriksaan medis berupa tes darah untuk mengukur jumlah total zat lemak (kolesterol dan trigliserida) dalam darah. Cek kolesterol berguna untuk menentukan apakah seseorang memiliki kolesterol tinggi atau tidak.

 

 

Sumber:

http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/apa-itu-kolesterol

https://www.everydayhealth.com/hs/healthy-living-with-high-cholesterol/best-and-worst-foods-for-high-cholesterol/

http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/pencegahan-kolesterol-tinggi

https://www.alodokter.com/cek-kolesterol-manfaat-dan-prosedur-pelaksanaan-yang-perlu-anda-ketahui

https://smjtimes.com/2021/07/20/banyak-makan-daging-saat-iduladha-berikut-cara-menjaga-kolesterol-tetap-normal/

 

 


Pengecekan-Suhu-Tubuh-1200x1800.jpg

Pandemi Covid-19, istilah yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Kondisi yang masih terus berlangsung sampai saat ini dan membuat sebagian besar masyarakat khawatir bahkan enggan datang ke Rumah Sakit. Menurut wakil Menteri Kesehatan (Maret 2021), Kejadian pandemi covid-19 menurunkan angka kunjungan di Rumah Sakit dan Puskesmas sebesar 53%.

Namun, tak perlu khawatir. Meskipun RSOT Surabaya bukan Rumah sakit rujukan covid-19, Management RSOT Surabaya berkomitmen untuk tetap menerapkan standar protokol kesehatan di lingkungan Rumah Sakit sebagai bentuk upaya pencegahan penularan covid-19. Komitmen ini tertuang dalam Kebijakan RS Orthopedi & Traumatologi Surabaya Nomor: 03/RSOT/SE/IV/2019 tentang Penggunaan Bilik Disinfektan, 04/RSOT/SE/IV/2020 tentang Penggunaan APD (ALat Pelindung Diri), dan 03/ESOT/SE/VII/2020 tentang Aturan Pasien Rawat Jalan dan Rawat Inap.

Beberapa upaya yang diberlakukan di RSOT Surabaya baik untuk pasien maupun pegawai yaitu:

MENYEDIAKAN DISINFECTION CHAMBER

Pengunjung dan pegawai wajib memasuki bilik disinfeksi sebelum dan sesudah memasuki area Rumah Sakit. Tujuannya adalah untuk mengurangi penyebaran virus yang menempel di badan sebelum dan sesudah kontak dengan area Rumah Sakit. Disarankan untuk merentangkan tangan dan berputar 360 derajat agar uap merata ke seluruh tubuh. Cairan disinfektan yang digunakan aman untuk manusia.

disinfection chamber
disinfection chamber

MENYEDIAKAN WASTAFEL CUCI TANGAN

Setelah memasuki disinfection chamber, pengunjung harus melakukan cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Wastafel ini dilengkapi dengan sabun cair, tissue dan petunjuk 6 langkah cuci tangan yang benar.

cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir
cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir

SKRINING AWAL

Petugas skrining di pintu masuk akan mengecek suhu tubuh dan saturasi oksigen, selain itu pasien dan pengunjung mengisi form skrining covid-19. Pasien dan pengunjung yang mengalami gejala dan suhu tubuh di atas 37 derajat celcius disarankan untuk kembali dan beristirahat serta melakukan pengobatan lebih lanjut.

Skrining Awal
Skrining Awal

PHYSICAL DISTANCING

Usaha untuk menjaga jarak dan dilakukan di setiap sudut rumah sakit, termasuk di area ruang tunggu pasien. Dimana manajemen telah memberi tanda untuk tempat duduk yang bisa digunakan dan aturan jarak sesuai yang disarankan.

Physical Distancing
Physical Distancing

ALAT PELINDUNG DIRI

  • Untuk pasien dan pengunjung diwajibkan menggunakan masker medis dan face shield
  • Untuk setaip tenaga medis berikut semua staf yang bertugas di RSOT Surabaya diwajibkan untuk mengenakan APD sesuai standar dan sesuai dengan tingkat risiko dari pekerjan masing-masing
Alat Pelindung Diri (APD)
Alat Pelindung Diri (APD)

DISINFEKSI BERKALA

Sebagai upaya maksimal untuk pencegahan penyabaran virus, RSOT Surabaya secara rutin dan berkala melakukan disinfeksi di setiap ruangan dan peralatan, khususnya fasilitas yang sering digunakan oleh pasien, tenaga medis, dan staf RSOT Surabaya

Disinfeksi Area
Disinfeksi Area

 

Penyunting : Tim Satgas Covid RSOT Surabaya

Sumber        : Majalah Orthocare edisi #13 2020


RSWT.jpg

Pernahkah merasakan nyeri tiba-tiba di daerah tumit saat memijakkan kaki di lantai? Hati – hati, nyeri tersebut bisa jadi merupakan tanda bahwa telah terjadi peradangan pada tendon kaki. Lalu, bagaimana cara mengatasi permasahan tersebut ? Adakah tindakan non operatif yang bisa dilakukan? Simak Penjelasan berikut.

yang menangani permasalahan tulang dan sendi, sangat aware terhadap perkembangan teknologi untuk memaksimalkan penanganan pasien.

Tak hanya peralatan operasi terkini, RSOT juga secara konsisten terus melakukan pengadaan terhadap peralatan-peralatan terkini, termasuk salah satunya adalah Radial Shock Wave Therapy (RSWT), yang merupakan alat terapi untuk mengatasi berbagai permasalahan pada tulang dan sendi, seperti nyeri atau peradangan pada sendi sisi luar siku tangan (tennis elbow), gangguan otot yang berada di sekitar pantat yang menjalar pada belakang paha, betis, dan kaki (piriformis syndrome), dan lainnya.

Menurut dr. Nunung Nugroho, Sp.KFR., RSWT merupakan terapi yang bersifat regenerative medicine yang dilakukan dengan melakukan dengan melakukan tembakan untuk membuat inflamasi baru pada bagian tubuh tertentu, guna memicu tubuh untuk merespon dan berusaha menyembuhkan dirinya sendiri.

Lebih lanjut dr.Nunung menuturkan, RSWT merupakan teknologi lanjutan dan alternatif dari teknik yang lebih konservatif yaitu Short Wave Diatermy (SWD). RSWT memiliki banyak keunggulan, termasuk dalam hasil terapi yang lebih maksimal.

Alat RSWT dapat di-setting oleh operator, dalam hal ini dokter rehabilitasi medik, sesuai dengan kebutuhan dan evidence based atau pendekatan praktik medis dalam mengoptimalkan pengambilan keputusan dengan penggunaan bukti dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.

Secara teknis, RSWT dapat digunakan dengan frekuensi dan tekanan tertentu. “Dalam satu kali terapi RSWT, total pukulannya bisa mencapai 2.500 hingga 5.000 pukulan dengan kecepatan yang cukup tinggi. Kembali lagi, tergantung diagnose dokternya, “jelas dr. Nunung. “Dokternya bisa adjust alatnya. Awalnya mungkin tekanannya ringan dan lama-lama kalua pasien sudah bisa beradaptasi, tekanan dan intensitasnya bisa dibesarkan, agar pasiennya juga merasa nyaman.”

Untuk itu, lanjut dr. Nunung, “man behind the gun” atau dokter rehabilitasi medik yang menangani terapi ini menjadi sangat penting untuk menentukan keberhasilan terapi. Dokter yang melakukan terapi dengan RSWT juga harus memiliki kompetensi dan mendapatkan pelatihan atau sertifikasi khusus. Ada bagian-bagian tubuh tertentu yang tidak boleh dilakukan terapi dengan RSWT. Dokter Nunung sendiri telah mendapat sertifikasi dari pelatihan yang diikutinya di Malaysia dan Indonesia.

HASIL MAKSIMAL

Dengan teknik terapi yang tepat, RSWT dapat membuahkan hasil yang maksimal. Bahkan menciptakan semacam “miracle”. Seorang pasien, diceritakan dr. Nunung, sudah tiga bulan tidak bisa mengangkat tangannya. Karena belum terindikasi operasi, oleh dokter orthopedic diarahkan untuk melakukan fisioterapi ke dokter rehabilitasi medik. Setelah dilakukan pemeriksaan, dr. Nunung mendiagnosa bahwa terjadi masalah otot teres minor atau otot kecil yang di bagian bahu. “Setelah saya tembak di bagian yang saya duga terjadi masalah, tangan pasien langsung bisa diangkat,” kata dr. Nunung. “Ada juga pasien dari militer yang sudah satu tahun tidak bisa lari. Setelah ditembak lima kali, bisa lari lagi.”

HIGH INTENSITY LASER

Selain RSWT, salah satu terapi lain yang juga ada di RSOT adalah High Intensity Laser (HIL) dan Low Intensity Laser (LIL). Prinsip kedua alat ini sebenarnya sama, hanya memiliki perbedaan pada tingkat joule atau energi yang dikeluarkan saat diaktifkan untuk kebutuhan terapi.

Dijelaskan oleh dr. Nunung, LIL biasanya diterapkan untuk masalah-masalah pada otot dan sendi yang lokasinya berada di permukaan, sementara HIL digunakan untuk terapi penyakit yang lebih akut dan kronik, dan berlokasi lebih dalam. Terapi laser pada prinsipnya memiliki dua fungsi: Pain management atau penghilang nyeri, dan bio-stimulasi atau merangsang penyembuhan. “Jika dimaksudkan untuk mengatasi nyeri, dosis joule-nya lebih tinggi dan waktunya pendek atau lebih singkat. Tapi kalau untuk kebutuhan biostimulasi, dosis joule-nya lebih rendah, namun waktunya lebih Panjang.” Papar dr. Nunung.

Dr. Nunung juga tak menampik bahwa penggunaan peralatan tersebut memiliki risiko. Untuk itu, faktor kompetensi dokter juga perlu diperhatikan, sehingga dapat mencapai tujuan penanganan seperti yang diharapkan. “Laser, utamanya yang HIL akan menghasilkan panas. Penggunaannya harus digerakkan terus, kalua tidak bisa menimbulkan luka bakar,” ujarnya.

Dr. Nunung juga mengingatkan bahwa terapi harus diikuti dengan latihan atau exercise yang menjadi bagian penting dan tak terpisahkan dari penanganan permasalahan tulang dan sendi. Bentuk latihan, gaya hidup, pola makan, dan pilihan olahraga dapat dikonsultasikan dengan dokter rehabilitasi medik. “Saya juga mengapresiasi RSOT yang sangat aware dengan peralatan-peralatan terkini untuk memaksimalkan penanganan pasien,” tutup dr. Nunung.

Alat High Intensity Laser
High Intensity Laser

 

dr. Nunung Nugroho, Sp. KFR

Jadwal praktik:

Selasa dan Kamis   : 15.00 – 17.00

Minggu                       : by appointment

 

APPOINTMENT

(031) 57431574 / 57431299

081336621957

 Orthopedi & Traumatologi Surabaya

Jl. Emerald Mansion TX-10 Citraland Surabaya


IMG-7574-1200x900.jpg

Tulang belakang sangat penting karena merupakan penyangga utama tubuh. Terdiri dari 33 ruas, setiap ruas pada tulang belakang, mulai leher sampai pinggang bisa mengalami sakit. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai kecelakan, infeksi, proses degenerative, hingga tumor.

Masyarakat awam kerap mengaitkan nyeri pada tulang belakang dengan masalah pada saraf. Ini adalah konsep pemikiran yang kurang tepat, karena sebenarnya bagian yang justru harus diperhatikan adalah tulang dan sendi pada tulang belakang. Sebab, tulang dan sendi ini melindungi dan menjadi penopang saraf. Jika rusak akan timbul sakit karena tulang belakang akan menjepit saraf. Dengan mengembalikan strukturnya, ruang di dalam tulang belakang kembali normal, sehingga saraf terlindungi.

Rumah Sakit Orthopedi & Traumatologi (RSOT) Surabaya menawarkan tindakan minimal invasive untuk penanganan tulang belakang. Tujuannya melakukan tindakan seminimal mungkin namun mendapatkan hasil yang maksimal.

Tindakan minimal invasive menggunakan alat endoskopi khusus untuk tulang belakang, di mana sayatan yang diperlukan hanya sekitar 8 mm, sehingga tidak merusak jaringan di sekitarnya. Bandingkan dengan operasi konvensional dengan luka operasi yang lebar dengan risiko pendarahan dan infeksi yang lebih besar. Rasa sakit paska operasi dan proses pemulihannya juga akan lebih lama.

Bekas luka sayatan

Lewat tindakan minimal invasive, pasien hanya akan dibius local saat operasi. Mereka bisa tetap sadar selama penanganan dan dapat diajak berkomunikasi. Setelahnya, dalam satu atau dua hari, pasien bisa pulang. Dan yang terpenting biaya yang dikeluarkan relative lebih murah. Dalam satu kasus yang sama, tindakan minimal invasive bisa menghemat biaya 1,5 kali lebih murah. Ini karena tidak adanya berbagai macam tindakan yang seharusnya tidak perlu untuk dilakukan saat proses tindakan dan pengobatan paska operasi.

Sebelum melakukan tindakan minimal invasive, RSOT Surabaya akan melalukan pemeriksaan klinis, fisik, radiologi, sampai MRI untuk melihat detail dari sumber permasalahan yang dialami pasien. Dari semua data yang terkumpul, barulah diformulasikan menjadi tindakan minimalis mana yang paling tepat sesuai kasus pasien (tailor made).

Tindakan minimal invasive sudah diterapkan di RSOT Surabaya. Selain peralatan dengan teknologi terkini, tindakan ini juga hanya dilakukan oleh dokter dengan spesialisasi khusus. Apalagi tindakan minimal invasive ini sifatnya customized. Jadi belum tentu pada pasien A dan B tindakannya sama. Karena tindakan yang dilakukan akan tergantung masing-masing kasus atau masalah pada tulang belakang yang dialami pasien.

Prinsip minimal invasive yang diterapkan di RSOT Surabaya yaitu melakukan tindakan seminimal mungkin dengan menjaga struktur jaringan lain agar tidak terkena risikonya. Karena jika tidak, maka saat umur 45 atau 50 penyakitnya bisa saja kambuh, dan dokter akan kesulitan memberikan penanganan lanjutan karena organ tubuh yang lain sudah terlanjur rusak.

Salah satu contohnya adalah pemasangan pen pada tulang belakang. Tindakan ini akan membuat pasien kaku dan susah bergerak. Di RSOT Surabaya, digunakan alat Interspinosus yang bisa memberikan hasil serupa namun tetap membebaskan pasien untuk bergerak leluasa. Dan yang paling penting, pemasangan interspinosus device tersebut dapat dilakukan dengan Teknik minimal invasive, tanpa sayatan lebar, seperti yang umumnya digunakan.

Untuk berbagai maslaah tulang belakang lainnya, RSOT Surabaya juga mengaplikasikan berbagai instrument alat, seperti Micro Endoscopic Discectomy (MED) dan Percutaneous Endoscopic Lumbal Discectomy (PELD) untuk punggung bawah.

Tindakan minimal invasive ini cocok untuk semua umur, terutama orang tua. Karena pengobatan pada kasus degenerative sifatnya mengurangi keluhannya, bukan meremajakan organ tubuh. Pasien juga tidak perlu takut lagi dengan operasi, karena proses yang lebih cepat, pendarahan lebih sedikit, dan jangka waktu pemulihan yang lebih singkat.

Apakah semua gangguan pada tulang belakang bisa ditangani dengan tindakan minimal invasive? Tidak, dokter akan melihat dari kasusnya. Misalkan bagian yang bermasalah ternyata terjadi pada multilevel atau area yang luas pada ruas tulang belakang ataupun sendi, sehingga jangkauan yang harus ditangani cukup lebar. Tapi jika yang bermasalah hanya satu atau dua level, maka bisa dilakukan tindakan minimal invasive.

 

Dr. dr. Komang Agung S, Sp.OT (K) Spine

Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi Subspesialis Tulang Belakang

Jadwal Praktik:

Senin s/d Jumat       : 11.00 – 16.00

Sabtu                           : 11.00 – 14.00

Minggu                       : Sesuai perjanjian

 

Jl. Emerald Mansion TX-10 Citraland Surabaya

(031) 574 31574/ 57431299

0813 3662 1957

 


parkinson-1.jpeg

 

Salah satu penyakit neuro degenerative yang kerap dialami para Geriatri adalah Parkinson. Sebuah kondisi di mana terjadi pengecilan di daerah tertentu di otak, yang akhirnya menimbulkan gangguan sistem saraf pusat. Parkinson menyebabkan gangguan pada pergerakan, bahkan dalam kasus yang parah akan menyebabkan ketidakmampuan untuk beraktivitas. Untuk pencegahan Parkinson, orang lanjut usia sangat disarankan untuk tetap aktif bergerak atau beraktivitas

 

Gejala Tremor, Kaku, hingga Ketidakseimbangan Tubuh

Parkinson ditandai dengan kerusakan otak di daerah substantia nigra dan basal ganglia, di mana daerah tersebut menghasilkan senyawa dopamin yang berfungsi sebagai neutrotransmiter (penghantar stimulus berupa rangsangan ke sel saraf, baik di otak maupun di otot).

“Supaya seorang manusia bisa bangun dan melakukan gerakan yang lincah dan terkontrol, itu karena adanya senyawa dopamin ini. Jika terjadi kerusakan otak dan terjadi pengecilan, akan terjadi ketidakseimbangan senyawa-senyawa di otak, salah satunya dopamin itu turun. Kalau dopamin turun akhirnya timbul gejala-gejala klinis yang dikenal Parkinson,” jelas  dr. Nita Kurniawati, Sp. S dari RS. Orthopedi dan Traumatologi Surabaya (RSOT).

“Parkinson ditandai dengan empat gejala utama. Pertama adalah tremor atau gerakan gemetar. Pada umumnya di awali terjadi pada satu sisi yang lambat laun menyerang kedua sisi kanan dan kiri. Kedua, gerakan menjadi sangat kaku. Misalnya kesulitan mengubah posisi dari tangan menekuk menjadi lurus. Ketiga, gerakan menjadi lambat. Ini merupakan gejala yang paling banyak dikeluhkan oleh penderita Parkinson. Biasanya terjadi pada saat posisi tidur ke duduk, duduk berdiri yang membutuhkan waktu lebih lama dari lazimnya. Gejala keempat, merupakan fase yang lebih berat yaitu posture instability atau ketidakstabilan postur. Penderita tidak bisa berdiri atau jalan tegak / lurus. Rasanya seperti mau jatuh, itu karena ada gangguan ketidakseimbangan,” urai dr. Nita.

Yang juga digaris bawahi dr. Nita adalah mengenai perbedaan parkinson dengan parkinsonism. Dijelaskan dr. Nita, Parkinson murni  disebabkan oleh neuro degenerative. Sementara parkinsonism itu mirip parkinson, tapi dari penyebab lain, yang bisa menyebakan kerusakan daerah di otak, dan akhirnya bisa menimbulkan gejala parkinson. Salah satu contohnya adalah stroke, di mana stroke bisa menimbulkan gejala mirip Parkinson.

“Usia penderita parkinsonism juga mulai bergeser ke usia yang lebih muda karena penderita stroke juga disebabkan oleh lifestyle. Usia 40 tahun sudah ada yang mulai terkena, tapi gejalanya berbeda. Bukan tremor duluan, justru postural instability lebih dulu. Jalan tiba-tiba sering jatuh, tapi kakunya nggak ada, tremornya nggak ada. Nah, ini kita curigai parkinsonism. Untuk penyakit semacam itu , mutlak dilakukan imaging kepala atau MRI (Magnetic Resonance Imaging),” jelas dr. Nita lagi.

 

Lifestyle Buruk Picu Penurunan Dopamin

Senyawa dopamin yang berfungsi penting dalam pergerakan manusia, bisa menjadi rusak karena banyak hal. “Kerusakan otak itu atau proses penuaan lebih cepat terjadi karena radikal bebas. Radikal bebas bisa muncul karena keracunan, obat-obatan terlarang, dan lifestyle yang kurang bagus.  Lifestyle tidak bagus terlihat dari penampilan fisiknya lebih tua. Begitupun juga otak, mudah mengerut. Jika tidak ada rangsangan dari luar, kemudian orangnya cenderung pasif, diam, tidak ada aktifitas sehari-hari. Jika seperti itu otaknya semakin mengecil,” jelas dr. Nita.

  1. Nita menyarankan agar menerapkan lifestyle yang sehat untuk mencegah kerusakan dopamin. Salah satunya adalah rutin olahraga. “Karena olahraga menghasilkan senyawa untuk melawan radikal bebas. Kemudian untuk dopamin sendiri, ada beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa untuk mencegah supaya perburukan gejala parkinson itu tidak berat, minumlah kopi satu gelas sehari dengan catatan jika tidak ada kontra-indikasi. Jadi kalau tidak ada penyakit lain, kopi boleh dikonsumsi meningkatkan dopamin”.

 

Terapi Penderita Parkinson

Sampai saat ini, penyakit Parkinson belum bisa disembuhkan sepenuhnya. Namun demikian, ada beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan untuk membantu meredakan gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien yaitu melalui terapi penggunaan obat-obatan (medis) dan non-medis. Terapi non medis dilakukan dengan cara bahwa pasien harus tetap melakukan exercise, terus aktif melakukan berbagai aktivitas. Sementara itu, terapi medis adalah dengan penggunaan obat-obatan. “Obat-obatan yang diberikan tersebut bertujuan untuk meningkatkan atau mengganti dopamin dalam tubuh”.

Jika Parkinson sudah berat dan dengan pengobatan tidak membaik, parkinson dapat dibantu dengan tindakan lewat prosedur Deep Brain Stimulation (DBS), yakni memasang alat di otak untuk stimulasi agar mengeluarkan dopamin itu secara berkala. Atau melalui tindakan Bedah pisau gamma (gamma knife) untuk pasien yang tidak dapat menjalani prosedur DBS, bedah pisau gamma dapat menjadi pilihan. Prosedur ini dilakukan selama 15-40 menit, dengan memfokuskan sinar radiasi kuat ke area otak yang terdampak.

 

Harus Tetap Aktif di Usia Senja

Parkinson memang tidak memiliki risiko kematian secara langsung. Namun, pasien tidak dapat beraktivitas karena Parkinson ini. Seperti tidak bisa bangun dari tempat tidur, tidak bisa berdiri, susah makan dan minum sehingga nutrisi terganggu, maka akan berpotensi diikuti penyakit lainnya seperti infeksi paru, infeksi kulit, infeksi saluran kencing, dll. “Jadi parkinsonnya sendiri sebenarnya tidak, tapi komplikasi dari parkinson itu yang menyebabkan kematian,” papar dr. Nita.

“Untuk pencegahan parkinson, orang dengan usia lanjut harus tetap aktif. Walaupun usianya sudah tua, sudah pensiun, tetap harus cari kesibukan supaya tidak mempercepat pengecilan otak dan tetap bisa aktifitas sehari-hari. Karena jika tidak, orang bisa depresi. Pada saat orang depresi, senyawa dopamin, serotonin semua turun, sehingga dalam waktu dekat bisa muncul demensia dan parkinson,” tutupnya

 

 

Nita Kurniawati, Sp.S

(Dokter Spesialis Saraf)

JADWAL PRAKTEK :

Senin    16.00-18.00

Rabu    17.00-18.00

 

ORTHOPEDI & TRAUMATOLOGI SURABAYA
Emerald Mansion TX 10, Citraland – Surabaya

(031) 57431574 / 57431299
IGD : 082337655500 ext 118


pemanasan-sblm-olahraga.jpg

Pemanasan sebelum berolahraga adalah hal yang penting untuk dilakukan, namun tidak sedikit orang yang sering mengabaikannya. Kamu mungkin berpikir bahwa tubuh bisa langsung berolahraga tanpa melakukan pemanasan terlebih dahulu. Meskipun kamu sudah terampil berolahraga, tubuh tetap perlu menyesuaikan diri sebelum melakukan aktivitas yang lebih berat daripada biasanya.

Tujuan utama melakukan pemanasan sebelum olahraga adalah agar tubuh tidak kaget saat melakukan aktivitas fisik yang berat. Coba bayangkan, otot yang masih dalam kondisi dingin dan rileks, tiba-tiba digunakan untuk berlari kencang. Hal ini meningkatkan risiko mengalami cedera ringan atau kram saat berolahraga.

Oleh sebab itu, lakukan pemanasan terlebih dahulu setidaknya selama 10-15 menit sebelum berolahraga untuk mendapatkan manfaat berikut:

  1. Mencegah Cedera

Pemanasan membuat otot menjadi lebih lentur dan tidak kaku lagi, sehingga ketika melakukan gerakan-gerakan olahraga yang cukup ekstrem, seperti mengangkat beban berat atau melakukan tendangan tinggi, kamu terhindar dari potensi otot kram, cedera, atau bahkan sobek. Otot robek adalah cedera serius yang menyakitkan dan membutuhkan proses pemulihan yang cukup lama.

Jika kamu mengalami cedera setelah berolahraga dan tidak membaik meski sudah dirawat, sebaiknya periksakan ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

  1. Melancarkan Peredaran Darah

Dikutip dari laman Mayo Clinic, pemanasan yang dilakukan secara bertahap sebelum olahraga dapat meningkatkan sistem kardiovaskular dengan menaikkan suhu tubuh dan meningkatkan aliran darah ke otot-otot. Ketika aliran darah menjadi lebih lancar, maka suplai oksigen tersebar dengan baik ke seluruh tubuh, sehingga meningkatkan performa dalam berolahraga.

  1. Menjaga Kesehatan Tulang Dan Persendian

Selain mencegah kram otot, pemanasan dapat menjaga tulang dan persendian agar terhindar dari risiko cedera saat berolahraga. Kegiatan ini membantu meningkatkan cairan yang melumasi persendian, sehingga membuat sendi-sendi lebih licin dan fleksibel.

  1. Mengurangi Asam Laktat Pada Tubuh

Kegiatan olahraga meningkatkan asam laktat dalam tubuh. Jumlah asam laktat yang terlalu banyak akan menumpuk di dalam darah dan otot. Meski tidak berbahaya, penumpukan asam laktat dapat menyebabkan nyeri otot dan rasa tidak nyaman selama berolahraga. Melansir dari Healthline, melakukan pemanasan sebelum berolahraga dan pendinginan sesudah berolahraga dapat mengurangi kadar asam laktat di dalam tubuh.

  1. Meningkatkan Mental dan Fokus

Pemanasan juga baik untuk meningkatkan kondisi mental dan fokus kamu, agar dapat berolahraga dengan maksimal, sehingga meningkatkan teknik dan keterampilan. Pemanasan dapat membuat fisik dan pikiran menjadi lebih rileks dan tenang. Kondisi yang rileks membuat mental dan fokus lebih terjaga.

Kegiatan olahraga dapat mengakibatkan risiko ringan sampai serius pada tubuh. Jadi, jangan lupa melakukan pemanasan sebelum olahraga untuk mencegah cedera dan hal yang tidak diinginkan lainnya.

 

 

 

 

Sumber :

Why Warming Up and Cooling Down is Important. Tri-City Medical Center. (2016). Retrieved 20 March 2021, from https://www.tricitymed.org/2016/12/warming-cooling-important/.

https://www.halodoc.com/artikel/ini-pentingnya-pemanasan-sebelum-olahraga


cts-carpal-tunnel-syndrome-alodokter.jpg

Pengertian CTS ( Carpal Tunnel Syndrome )

Sindrom lorong karpal atau carpal tunnel syndrome adalah kondisi yang membuat tangan mengalami sensasi kesemutan, mati rasa, nyeri, atau lemah. Sindrom ini terjadi ketika saraf di dalam pergelangan tangan terhimpit atau tertekan.

Lorong karpal adalah lorong sempit di dalam pergelangan tangan yang dibentuk oleh tulang pergelangan tangan (tulang karpal) dan jaringan penghubung antar tulang (ligamen). Di dalam lorong karpal ini terdapat saraf median, yang berfungsi untuk mengendalikan otot jari tangan dan menerima rangsangan dari kulit di daerah tangan.

Carpal tunnel syndrome (CTS) terjadi saat lorong karpal menjadi sempit akibat jaringan yang mengelilinginya membengkak, sehingga menekan saraf median. Wanita lebih berisiko mengalami penyakit ini dibandingkan laki-laki.

Gejala Carpal Tunnel Syndrome

Carpal tunnel syndrome dapat menimbulkan gejala berupa kesemutan, sakit, seperti terbakar, atau mati rasa pada jari-jari tangan dan tangan. Selain keluhan sensorik ini, penderita CTS juga mengalami kelemahan pada otot tangan. Gejala CTS dapat hilang dan timbul kembali, sehingga mengganggu penderitanya dalam beraktivitas sehari-hari.

Penyebab Carpal Tunnel Syndrome

Penyebab dari carpal tunnel syndrome adalah tertekannya saraf di pergelangan tangan. Tekanan pada saraf ini bisa disebabkan oleh bermacam-macam hal. Salah satunya adalah keretakan tulang pergelangan tangan, sehingga menyebabkan pembengkakan jaringan di sekitarnya.   

Diagnosis Carpal Tunnel Syndrome

Dokter akan menanyakan gejala dan keluhan penderita, serta memeriksa tangan Setelah itu, ada beberapa tes penunjang yang akan dilakukan dokter, yakni pemindaian, elektromiografi, dan tes darah.

Cara Mengobati Carpal Tunnel Syndrome

Untuk mengobati CTS, penderita perlu menghindari kegiatan yang banyak menggunakan tangan dan jari tangan, serta menggunakan penyangga pada pergelangan tangan (wrist support). Apabila gejala CTS tidak membaik atau malah makin memburuk, konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.


Promo-Kartini-1200x601.jpg

Dapatkan harga special dalam rangka HARI KARTINI sebesar 21% untuk Paket pemeriksaan USG Payudara/Perut serta Paket Layanan Swab PCR dan Potongan 10% untuk :

  1. Paket MCU (Menopause)
  2. Paket Vaksin HPV (Gardasi)
  3. Paket Deteksi Tumor Ovarium
  4. Paket Deteksi Tumor Payudara

 

Periode promo mulai 12 April 2021 s/d 30 April 2021.

 

Layanan Informasi :
Customer Care
(031) 574 31 574 / 574 31 299 ext 108

0813.3787.3131

 

Salam Sehat,

RS Orthopedi & Traumatologi Surabaya


stetoskop.jpg

Ingin mendapatkan informasi awal mengenai permasalahan tulang ? Majalah Orthocare memberi Anda kesempatan untuk bertanya langsung kepada ahlinya, yakni para dokter dan tenaga ahli di RSOT Surabaya. Kirim pertanyaan seputar tulang ke email: RSOT@surabayaorthopedi.com dengan subject “Konsultasi RSOT”.

QUESTION :

  • Halo dok, adik perempuan saya yang berusia tahun menderita Celebral Palsy, hingga sekarang adik saya tidak dapat melakukan apa-apa, bahkan duduk sekalipun. Kakinya menyilang dengan tangan yang selalu menguncup dan badannya selalu kaku dan kejang dalam waktu tertentu. Adik saya sempat melakukan fisioterapi selama beberapa saat tapi tidak menimbulkan hasil. Apa ada fisioterapi yang dapat membuat adik saya dapat duduk ataupun agar tulangnya tidak kaku? Lalu adakah solusi agar kejang pada adik saya berkurang.

Terima kasih dok.

ASIYAH, SURABAYA

 

ANSWER :

Dear Asiyah,

Pada pasien Celebral Palsy (CP), perkembangan motorik (kemampuan untuk bisa duduk, berjalan, melakukan kegiatan fisik lainnya) ditentukan oleh lokasi dan luasnya kerusakan jaringan otak yang sudah terjadi.

Potensi penderita CP untuk dapat bergerak (duduk, jalan) ditentukan oleh beberapa faktor:

  1. Keseimbangan dan koordinasi
  2. Kekuatan secara menyeluruh
  3. Faktor fisik: tulang, otot

Prognosis jelek untuk prediksi kemampuan duduk adalah bila usia 5 tahun atau lebih, penderita masih belum dapat duduk mandiri.

Fisioterapi akan sangat bermanfaat agar kaku sendi yang diderita adik Asiyah tidak bertambah parah. Solusi untuk kejang harus dievaluasi lebih lanjut. Kami menganjurkan Asiyah dibawa menemui dokter spesialisi saraf agar Asiyah juga berkonsultasi dengan ahli saraf untuk masalah kejangnya.

Semoga jawaban ini dapat membantu.

 

 

QUESTION :

  • Dok, saya Nadine berusia 24 tahun. Tiga bulan terakhir bahu kiri saya terasa panas seperti terbakar. Terkadang hal tersebut hilang lalu muncul lagi. Seorang teman memberitahu saya bahwa itu karena saya berada diruangan ber-AC dan selalu dalam posisi duduk dalam bekerja. Apakah itu benar, dok? Lantas bagaimana solusinya karena hal tersebut sangat mengganggu saya. Terima kasih.

NADINE, BANYUWANGI

 

ANSWER :

Yth, Nadine

Rasa panas seperti terbakar pada bahu bisa disebabakan oleh banyak hal. Mulai dari kelainan kulit, alergi, hingga saraf terjepit. Bila disebabkan oleh saraf terjepit, maka posisi duduk berjam-jam sambil menunduk menatap layar komputer bisa memperberat keluhan. Ini karena saraf yang mempersarafi bahu berasal dari leher. Bila leher tidak berada dalam posisi yang ergonomis dalam bekerja, maka bisa timbul keluhan seperti yang anda rasakan. Seringkali disertai juga oleh rasa pegal pada belakang leher dan bahu.

Ruangan ber-AC biasanya tidak memperberat gejala saraf terjepit, kecuali bila penyebabnya bukan saraf terjepit, melainkan alergi terhadap udara dingin dan kering.

Untuk lebih jelasnya, sebaiknya Anda menemui dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, sehingga penyebab keluhan anda bisa ditemukan dan diobati.

Semoga bermanfaat.

 

QUESTION :

  • Dok, saya Ponco berusia 35 tahun. Lima tahun yang lalu saya mengalami kecelakaan dan diharuskan memakai pen pada bahu saya. Dokter yang menangani saya mengatakan selang waktu 5 tahun pen tersebut harus segera dilepas. Tapi, hingga sekarang saya masih belum melakukannya karena tidak ada keluhan apapun. Apakah saya harus melepasnya atau pen tersebut dapat dibiarkan?

Terima kasih

PONCO, SURABAYA

 

ANSWER :

Yth, Sdr. Ponco

Pen  merupakan benda asing (logam) yang ditanam di dalam tubuh dengan tujuan mempertahankan posisi tulang yang patah agar dapat tersambung dalam posisi yang baik. Pen terbuat dari logam yang sudah didesain agar bisa ditanam di dalam tubuh. Ia memiliki lapisan pelindung yang mencegah tubuh bereaksi berlebihan terhadap logam, sehingga dapat berada di dalam tubuh dalam waktu yang cukup lama sampai tulang tersambung kembali.

Apabila tulang sudah tersambung dan sembuh seperti sediakala, maka pen sudah tidak lagi dibutuhkan fungsinya. Pen juga merupakan benda asing, yang tidak didesain untuk selamanya ada dalam tubuh seseorang. Sehingga, mengingat fungsi pen yang sudah tidak lagi dibutuhkan saat tulang sudah menyambung dan sifat alaminya sebagai benda asing yang tidak selamanya bisa berada di dalam tubuh, maka sebaiknya pen tersebut dilepas.

 

Semoga bermanfaat.


makanansehat1-1612955976129.jpeg

Menjadi insan yang sehat tak hanya bersumber dari olahraga rutin. Asupan makanan dan minuman yang sehat juga menambah kualitas lutut. Agar tidak salah pilih, panduan dari dr. Their Effendi,Sp.OT dapat membantu memilih sajian yang tak hanya nikmat, tapi juga sehata untuk lutut.

 

BUAH BERRY

Keluarga buah Berry tentu nikmat disantap. Tapi, tahukah anda kandungan resveratrol pada buah Berry bermanfaat bagi sendi, termasuk mengurangi peradangan bagi sendi? Resveratrol ini ditemukan pada buah Cranberry, Mulberry, Blueberry, hingga Anggur Merah atau Redberry. Hal ini dipublikasikan pada Journal of Agriculture and Food Chemistry.

Radang yang dibiarkan dalam waktu yang lama dapat membahayakan sendi. Buah-buah Berry dapat menghambat peradangan. Disamping itu, kandungan flavanoid di dalamnya juga telah terbukti sebagai anti oksidan yang melindungi sel endotel dri radikal bebas.

 

WHOLE GRAIN

Padi, gandum, beras merah, dan jagung termasuk dalam deretan biji-bijian whole grain. Olahan menu dari whole grain selain mengandung serat yang tinggi, kandungan mineral tembaga yang membantu kesehatan sendi serta tulang. Dikutip dari American Journal of Clinical Nutrition, whole grain mengandung choline dan betaine yang dapat  mencegah terjadinya pembengkakakn sendi atau inflamasi.

 

SUSU & OLAHANNYA

Bukan hanya susu high calcium, Anda juga dapat mengonsumsi olahan makanan berbahan susu seperti keju dan yoghurt. Keduanya juga mengandung kalsium, zinc, magnesium, vitamin dan mineral yang sangat penting untuk pembentukan dan kepadatan tulang. Manfaat plus-nya, Anda juga bisa terhindar dari risiko osteoporosis bila mengonsumsi susu secara rutin.

 

IKAN TUNA & SALMON

Tuna dan Salmon sama-sama khas dengan tekstur lembutnya. Kduanya mengandung asam lemak esensial dan asam lemak Omega-3 yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan lemak harian. Asam lemak Omega-3 inilah yang dapat mengurangi peradangan. Rasa nyeri sendi pun berkurang.


Copyright by Surabaya Orthopedi 2018

WhatsApp Live Chat