Please wait...



Blog

CLASSIC LIST

telemedicine-1200x800.jpg

Sahabat Ortho, Telemedicine menjadi pilihan tepat untuk menjangkau fasilitas medis di masa Pandemi. Kondisi Pandemi yang masih belum berakhir menyebabkan sebagian besar orang enggan untuk berkunjung ke Rumah Sakit kecuali benar-benar sakit.

Menjawab kondisi tersebut, RS Orthopedi & Traumatologi Surabaya memberikan kemudahan konsultasi bagi pasien dan keluarga pasien melalui layanan Telemedicine. Pasien dapat melakukan konsultasi dengan dokter sesuai jam yang telah disepakati, tentunya tidak perlu datang ke Rumah Sakit. Selain itu, pasien juga bisa mendapatkan obat yang bisa dibeli di RS Orthopedi & Traumatologi Surabaya ataupun di apotek terdekat dari rumah.

 

Alur Layanan Telemedicine di RSOT

  1. Lakukan pendaftaran melalui nomor 0813-3787-3131

– Pilih metode online, jadwal konsultasi, dan dokter yang dituju

– Lakukan pembayaran melalui transfer

  1. Perawat akan menghubungi anda untuk pengkajian awal
  2. Konsultasi online dengan dokter yang dituju
  3. – Apabila ada resep obat, dapat dibeli di Farmasi RSOT

– CS akan memberitahukan kepada Anda biaya obat dan ongkos kirim

 

Pelaksanaan Telemedicine di RSOT bisa dilakukan dengan 2 cara yaitu melalui voice call atau video call sehingga dokter dan pasien dapat melakukan konsultasi interaktif secara langsung.

Beberapa persiapan yang perlu dilakukan oleh pasien sebelum melakukan Telemedicine yaitu :

  1. Pasien dalam kondisi siap untuk berkonsultasi (tidak berada di jalan / di mobil )
  2. Koneksi internet stabil agar gambar kondisi pasien secara jelas dapat dilihat oleh dokter saat konsultasi berlangsung

 

Kemudahan yang bisa didapatkan Pasien

RSOT memberikan beberapa kemudahan melalui layanan Telemedicine :

  1. Membantu pertolongan pertama pada pasien sebelum dirujuk ke rumah sakit.
  2. Pasien bisa melakukan konsultasi dengan dokter tanpa harus datang ke rumah sakit.
  3. Pasien bisa melakukan pemeriksaan penunjang di fasilitas layanan kesehatan terdekat sebelum / sesudah telemedicine.
  4. Jika sebelum pelaksanaan telemedicine pasien sudah melakukan pemeriksaan penunjang, pasien bisa mengirimkan foto hasil pemeriksaan melalui whatsapp pendaftaran telemedicine sehingga hasil diagnosa dokter lebih akurat.
  5. Tersedia layanan antar obat untuk pasien setelah konsultasi telemedicine. Pasien bisa memilih metode pembayaran dan metode pengambilan obat.

 

RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya
– Your Bone and Joint Solution –

 

References

Image :

https://www.freepik.com/free-photo/doctor-offering-medical-teleconsultation_23988192.htm#query=telemedicine&position=1&from_view=search&track=sph

 


patah-tulang-paha-bahaya-gak-ya-1200x800.jpg

Tulang paha adalah tulang yang paling kuat dan paling besar pada tubuh manusia, kemungkinannya sangat kecil untuk mengalami patah retak atau patah (fraktur). Walaupun mempunyai resiko yang sangat minim, seseorang mungkin saja dapat mengalami patah tulang paha dengan berbagai penyebab.

Patah tulang paha merupakan cedera yang biasa terjadi karna tekanan dan kecelakaan yang cukup parah, misalnya kecelakaan lalu lintas dapat menjadi pemicu utama seseorang mengalami patah tulang paha.

Jenis – jenis Patah Tulang Paha

Patah tulang paha memiliki beberapa kategori, diantaranya sebagai berikut :

  1. Fraktur Femur Proksimal

Biasa disebut juga dengan patah tulang pinggul, kondisi ini dapat terjadi ketika tulang paha atas yang bedekatan dengan sendi panggul mengalami patah.

Fraktur femur proksimal terbagi lagi menjadi 3 jenis, yaitu :

  • Fraktur leher femur : patah pada sendi pinggul dan bagian atas tulang paha.
  • Fraktur intertrochanter femur : patah tulang terjadi dibawah leher femur, tetapi patah tulang jenis ini lebih mudah ditangani dibandingkan dengan fraktur leher femur.
  • Fraktur insufisiensi : mayoritas sering terjadi pada tulang panggul daripada tulang paha, kondisi patah tulang paha pada jenis ini dapat diobati tanpa operasi.
  1. Fraktur Batang Femur

Merupakan cedera yang terjadi pada poros femoral yaitu merupakan tulang paha yang panjang dan lurus. Jenis patah tulang ini, hampir selalu membutuhkan operasi pada metode pengobatannya, supaya pasien dapat berjalan dan beraktivitas seperti sedia kala kembali.

  1. Fraktur Femur Suprakondiler

Jenis patah tulang paha yang terjadi tepat di atas sendi lutut. Patah tulang jenis ini paling sering dialami oleh seseorang yang mempunyai riwayat osteoporosis akut atau orang yang pernah menjalani operasi lutut total sebelumnya.

Penyebab Patah Tulang Paha

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, tulang paha merupakan tulang terbesar dan terkuat pada tubuh manusia. Sehingga sulit untuk mengalami retak atau patah, penyebab paling sering seseorang mengalami patah tulang paha ialah akibat dari kecelakaan lalu lintas yang tergolong parah, bisa saat mengendarai mobil atau motor.

Faktor usia ternyata juga menjadi salah satu penyebab meningkatnya resiko patah tulang paha. Hal ini dikarenakan seseorang yang sudah lanjut usia cenderung mudah jatuh karna kekuatan tulang sudah menurun, sehingga rentan mengalami patah tulang.

Gejala Patah Tulang Paha

Berikut beberapa gejala patah tulang paha yaitu :

  • Pada kaki yang patah tidak dapat dijadikan tumpuan
  • Terasa nyeri yang sangat hebat pada bagian paha
  • Bagian kaki yang patah terlihat lebih pendek

Pencegahan Patah Tulang Paha

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa patah tulang paha dapat terjadi karna adanya hantaman keras yang bisa disebabkan oleh terjadinya kecelakan kendaraan bermotor atau bermobil. Oleh karena itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan ketika sedang bepergian menggunakan kendaraan harap pastikan untuk selalu menggunakan sabuk pengaman saat berada di dalam mobil. Dan berhati-hatilah saat mengemudi kendaraan apapun baik mobil atau motor agar terhindar dari kecelakaan yang dapat menyebabkan patah tulang paha.

Usia yang semakin bertambah juga dapat menyebabkan semakin tinggi resiko seseorang mengalami patah tulang, untuk menghindari hal ini terjadi pastikan tubuh selalu mendapatkan asupan kalsium dan vitamin D yang cukup setiap harinya. Sering berjemur di bawah sinar matahari pagi juga sangat baik untuk kesehatan tulang.

Kapan Harus Ke Dokter?

Untuk mengetahui kondisi patah tulang paha ada beberapa hal yang perlu dilakukan, seperti X-Ray dan juga CT Scan pada area tulang paha. Pengobatan yang cukup umum dilakukan untuk mengatasi patah tulang paha dengan tindakan bedah atau operasi.  Sebaiknya segera konsultasikan keluhan patah tulang paha ke dokter spesialis Orthopedi dan Traumatologi di rumah sakit terpercaya untuk mendapatkan penanganan yang tepat pada lokasi patah tulang yang Anda alami agar fungsi gerak tubuh dapat dipulihkan.

Sahabat Ortho, Jika Anda keluarga maupun kerabat mengalami patah tulang paha, jangan khawatir karena RS Orthopedi dan Trauamtologi Surabaya menyediakan layanan konsultasi rawat jalan untuk keluhan tulang dan sendi Anda. Dapatkan informasi terkini mengenai jadwal dokter yang tersedia dan lakukan appointment pada nomor RS yang tertera dibawah ini.

Informasi dan pendaftaran :

(031) 574 31 574 / 574 31 299
Whatsapp 0813 3662 1957 / 0813 3787 3131

IGD dan Ambulance 24 jam :

(031 574 31 574 ext 118 / 0823 3765 5500

 

RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya
– Your Bone and Joint Solution –


sakit-pinggang-1200x801.jpg

 

Sahabat Ortho, sakit pinggang merupakan penyakit yang dapat dialami oleh banyak orang. Sakit pinggang biasa terjadi karna cedera otot atau sendi pada area sekitar pinggang, akibat dari mengangkat beban berat, atau melakukan gerakan secara berulang. Sakit punggung bagian bawah juga dapat terjadi karna adanya gangguan organ ginjal atau terjadinya infeksi pada tulang belakang.

 

Penyebab Sakit Pinggang

Banyak kasus yang menjadi penyebab sakit pinggang salah satunya akibat dari cedera otot pada pinggang. Cedera dapat terjadi karena gerakan tiba-tiba dan berulang pada pinggang, contohnya saat mengangkat benda yang terlalu berat atau saat berolahraga seperti golf, tenis meja, dan bulu tangkis.

Sakit pinggang juga biasa dialami oleh pekerja kantor yang terlalu lama duduk bekerja didepan komputer, apalagi jika posisi duduk salah dan kursi yang tidak nyaman. Selain itu anak-anak juga dapat mengalami sakit pinggang, akibat dari sering membawa tas punggung yang terlalu berat.

Selain cedera-cedera yang disebutkan sebelumnya, sakit pinggang juga dapat terjadi karena adanya gangguan tulang belakang atau gangguan pada bagian tubuh lain. Berikut gangguan pada saraf tulang belakang yang dapat mengakibatkan sakit pinggang diantaranya :

  • Cedera tulang belakang akibat terbentur atau kecelakaan
  • Penyempitan ruas tulang belakang atau stenosis spinal
  • Peradangan pada sendi tulang belakang
  • Pengikisan bantalan tulang belakang karena faktor umur
  • Saraf terjepit akibat penonjolan bantalan tulang belakang (hernia nukleus pulposus)

 

Gejala Sakit Pinggang

Seberapa parah gejala sakit pinggang dapat dilihat dari sumber penyebabnya, rasa sakit yang muncul biasanya menyebar atau berkumpul di satu titik. Tingkat keparahan sakit pun bermacam-macam, mulai dari yang bersifat ringan, menengah, atau bahkan parah.

Rasa sakit dapat menyebar ke beberapa bagian tubuh meliputi paha, bokong, dan punggung bagian bawah. Rasa sakit yang berlangsung lebih dari tiga bulan dianggap sebagai sakit pinggang kronis. Gejala yang terjadi pada setiap orang biasanya berbeda-beda, tergantung dengan penyebabnya. Tetapi gejala umumnya hampir sama yaitu :

  • Pinggang terasa pegal, kaku, atau seperti ditusuk.
  • Nyeri yang merambat dari pinggang ke bokong sampai kaki.
  • Sulit untuk bergerak maupun berdiri tegak karna pinggang terasa nyeri.
  • Sakit semakin memburuk saat membungkuk, mengangkat benda berat, atau berjalan.

 

Diagnosis Sakit Pinggang

Dokter mendiagnosis sumber nyeri pinggang dari penjelasan secara spesifik pasien, kapan nyeri itu terjadi, seperti apa gejalanya, dan riwayat penyakit pasien. Lalu, dokter akan mempertimbangkan perlu atau tidaknya dilakukan rontgen, CT scan, atau MRI untuk melengkapi hasil diagnosis dan mulai melakukan perawatan.

 

Kapan Harus Ke Dokter

Sakit pinggang merupakan penyakit yang dapat sesekali kambuh dan sembuh dengan sendirinya. Namun bila sakit pinggang terjadi secara terus menerus selama 1 bulan dan menyebabkan kondisi tubuh semakin memburuk, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat pada bagian punggung yang mengalami sakit/nyeri. Agar Anda dapat kembali melakukan aktifitas seperti sedia kala.

Sahabat Ortho, Jika Anda, keluarga maupun kerabat mengalami sakit pinggang, jangan khawatir. RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya menyediakan layanan konsultasi keluhan seputar tulang, otot, sendi dan jaringan sekitarnya. Rawat jalan tetap buka di hari libur dan tanggal merah, kami siap membantu keluhan tulang Anda. Dapatkan informasi terkini jadwal dokter yang tersedia dan lakukan appointment di nomor pendaftaran RS yang tertera dibawah ini.

 

Informasi dan pendaftaran :

(031) 574 31 574 / 574 31 299
Whatsapp 0813 3662 1957 / 0813 3787 3131

IGD dan Ambulance 24 jam :

(031 574 31 574 ext 118 / 0823 3765 5500

 

RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya
– Your Bone and Joint Solution –

 

References :

https://www.halodoc.com/kesehatan/sakit-pinggang

https://www.alodokter.com/sakit-pinggang

https://www.ekahospital.com/better-healths/ortopedi/9-penyebab-sakit-pinggang-yang-sering-diremehkan

Image :

https://www.freepik.com/free-photo/front-view-young-male-having-backache-pink-background-color-male-model_13154989.htm#page=2&query=low%20back%20pain&position=23&from_view=search&track=ais


Tulang-Keropos-Pada-Orangtua-1200x843.jpg

Sahabat Ortho, dengan semakin bertambahnya usia maka organ-organ tubuh mulai mengalami penurunan daya kerja. Salah satu organ tubuh penting yang menunjang tubuh kita yaitu tulang, namun tulang adalah salah satu organ tubuh yang akan semakin rapuh (melemah) seiring dengan bertambahnya usia, kondisi ini biasa disebut osteoporosis. Osteoporosis biasanya banyak dialami oleh orang tua namun, bukan berarti kondisi tersebut tidak dapat ditangani. Jika mendapatkan penanganan yang tepat, maka osteoporosis dapat diminimalisir.

Mengenal Kondisi Tulang Keropos

Osteoporosis adalah kondisi ketika kepadatan tulang berkurang sehingga tulang menjadi keropos dan mudah patah. Osteoporosis jarang menimbulkan gejala dan biasanya baru diketahui ketika penderitanya jatuh atau mengalami cedera yang menyebabkan tulang patah. Tulang merupakan jaringan kehidupan yang memberikan struktur kerangka pada tubuh.  Saat usia muda tulang akan terus melakukan regenerasi untuk menyeimbangkan tubuh. Tetapi, sistem metabolisme tubuh semakin berubah seiring bertambahnya usia dan dapat menyebabkan kondisi tulang semakin rapuh.

Kondisi tulang yang mengalami kerapuhan mempunyai beberapa tingkatan, tahap awal pengeroposan tulang adalah osteopenia dimana keadaaan tulang tidak sekuat usia seharuasnya. Ketika sel -sel tulang yang sudah tua akan melakukan regenerasi, keadaan menjadi tidak seimbang dengan kata lain sel tulang baru mengalami pertumbuhan yang lamban dari pada penghancuran sel tulang yang sudah tua. Seiring dengan berjalannya waktu keadaan tersebut akan menyebabkan tulang kehilangan kekuatan dan strukturnya.

Tulang yang sudah mengalami osteoporosis akan menjadi lebih rapuh dan lebh mudah patah. Osteoporosis paling sering terjadi pada pergelangan tangan, panggul, dan tulang belakang. Ketika kondisi tulang-tulang tersebut melemah dan mengelami cedera maka penyembuhan akan memakan waktu yang lebih lama. Kondisi tulang yang sudah mengalami kerusakan akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan lain yang dapat menurunkan kualitas hidup seseorang.

Penyebab Osteoporosis

Terdapat beberapa faktor resiko yang dapat menyebabkan osteoporosis, diantaranya :

  • Faktor usia, bagi Wanita yang sudah mengalami menopause dimana produksi hormon estrogen akan berkurang. Keadaan ini menyebabkan penurunan fungsi pembentukan tulang.
  • Konsumsi obat-obatan, yang banyak mengandung kortikosteroid dalam jangka waktu dan panjang dan terus menerus contohnya obat asma, lupus, dll.
  • Gaya hidup kurang sehat, seperti kebiasaan merokok dan minum-minuman beralkohol
  • Kurang asupan kalsium
  • Kurang olahraga dan beraktivitas
  • Haid yang tidak teratur atau lama tidak haid
  • Kurang paparan sinar matahari yang cukup

Gejala Osteoporosis

Awal pengeroposan tulang gejalanya tidak umum. Namun seiring berjalanya waktu maka penyakit akan semakin berkembang dan mengakibatkan gejala sebagai berikut :

  • Postur tubuh membungkuk
  • Sakit punggung
  • Resiko tinggi mengalami patah tulang

Perubahan postur tulang belakang yang disertai dengan nyeri punggung dapat menjadi salah satu cara mengidentifikasi seseorang sedang mengalami osteoporosis.

Perawatan Osteoporosis

Jika seseorang sudah didiagnosis osteoporosis, maka dokter akan memberikan saran pengobatan terbaik berdasarkan gaya hidup, usia, riwayat kesehatan, dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Perawatan osteoporosis bertujuan untuk meningkatkan kepadatan tulang dan melambatkan pengeroposan.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk merawat tulang yang mengidap osteoporosis :

  • Olahraga dan terapi fisik
  • Penerapan pola makan sehat
  • Mengonsumsi obat-obatan sesuai yang diresepkan
  • Melakukan fisioterapi, untuk meningkatkan kekuatan tulang
  • Bedah orthopedi atau manajemen perawatan tulang

Pencegahan Osteoporosis

Perlu diketahui bahwa pencegahan osteoporosis dapat dilakukan sejak usia 30an karena pada masa itu kepadatan tulang berada pada tingkat maksimalnya. Berikut cara-cara yang dapat dilakukan untuk mencegah osteoporosis semakin parah :

  • Rutin olahraga
  • Berhenti merokok
  • Menjaga berat badan yang ideal
  • Konsumsi vitamin D
  • Konsumsi kalsium yang cukup

Kapan Harus ke Dokter

Osteoporosis merupakan salah satu silent disease atau penyakit yang datang secara senyap tanpa adanya tanda-tanda yang tampak sebelumnya. Namun, ketika sudah terkena osteoporosis dampaknya akan sangat terasa. Dampak yang dirasakan pun berbeda-beda, ada dampak yang ringan tapi tak jarang terjadi dampak yang berat sampai mengancam jiwa pasien. Jika Anda sudah merasakan gejala pengeroposan tulang, segera datagi dokter spesialis othopedi di rumah sakit terpercaya agar dapat memastikan kondisi tulang Anda dan segera mendapatkan penanganan yang tepat.

 

Sahabat ortho, Jika Anda, keluarga maupun kerabat mengalami gangguan permasalahan pada tulang jangan khawatir. RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya menyediakan layanan konsultasi rawat jalan yang tersedia juga pada hari libur untuk keluhan tulang dan sendi anda. Dapatkan informasi terkini jadwal dokter yang tersedia dan lakukan appointment di nomor pendaftaran RS yang tertera dibawah ini.

 

Informasi dan pendaftaran :

(031) 574 31 574 / 574 31 299
Whatsapp 0813 3662 1957 / 0813 3787 3131

IGD dan Ambulance 24 jam :

(031 574 31 574 ext 118 / 0823 3765 5500

RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya
– Your Bone and Joint Solution –

 

References :

https://www.alodokter.com/osteoporosis/pengobatan diakses 2023

https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/5-langkah-sehat-cegah-osteoporosis-sejak-usia-muda diakses 2023

https://www.halodoc.com/artikel/ini-5-cara-merawat-lansia-dengan-osteoporosis diakses 2023

https://primayahospital.com/ortopedi/osteoporosis-tulang-keropos/ diakses 2023

Image :

https://www.freepik.com/free-photo/elder-man-with-back-pain_4762066.htm#query=osteoporosis&from_query=tulang%20keropos&position=2&from_view=search&track=sph diakses 2023

 


stetoskop.jpg

Ingin mendapatkan informasi awal mengenai permasalahan tulang ? Majalah Orthocare memberi Anda kesempatan untuk bertanya langsung kepada ahlinya, yakni para dokter dan tenaga ahli di RSOT Surabaya. Kirim pertanyaan seputar tulang ke email: RSOT@surabayaorthopedi.com dengan subject “Konsultasi RSOT”.

QUESTION :

  • Halo dok, adik perempuan saya yang berusia tahun menderita Celebral Palsy, hingga sekarang adik saya tidak dapat melakukan apa-apa, bahkan duduk sekalipun. Kakinya menyilang dengan tangan yang selalu menguncup dan badannya selalu kaku dan kejang dalam waktu tertentu. Adik saya sempat melakukan fisioterapi selama beberapa saat tapi tidak menimbulkan hasil. Apa ada fisioterapi yang dapat membuat adik saya dapat duduk ataupun agar tulangnya tidak kaku? Lalu adakah solusi agar kejang pada adik saya berkurang.

Terima kasih dok.

ASIYAH, SURABAYA

 

ANSWER :

Dear Asiyah,

Pada pasien Celebral Palsy (CP), perkembangan motorik (kemampuan untuk bisa duduk, berjalan, melakukan kegiatan fisik lainnya) ditentukan oleh lokasi dan luasnya kerusakan jaringan otak yang sudah terjadi.

Potensi penderita CP untuk dapat bergerak (duduk, jalan) ditentukan oleh beberapa faktor:

  1. Keseimbangan dan koordinasi
  2. Kekuatan secara menyeluruh
  3. Faktor fisik: tulang, otot

Prognosis jelek untuk prediksi kemampuan duduk adalah bila usia 5 tahun atau lebih, penderita masih belum dapat duduk mandiri.

Fisioterapi akan sangat bermanfaat agar kaku sendi yang diderita adik Asiyah tidak bertambah parah. Solusi untuk kejang harus dievaluasi lebih lanjut. Kami menganjurkan Asiyah dibawa menemui dokter spesialisi saraf agar Asiyah juga berkonsultasi dengan ahli saraf untuk masalah kejangnya.

Semoga jawaban ini dapat membantu.

 

 

QUESTION :

  • Dok, saya Nadine berusia 24 tahun. Tiga bulan terakhir bahu kiri saya terasa panas seperti terbakar. Terkadang hal tersebut hilang lalu muncul lagi. Seorang teman memberitahu saya bahwa itu karena saya berada diruangan ber-AC dan selalu dalam posisi duduk dalam bekerja. Apakah itu benar, dok? Lantas bagaimana solusinya karena hal tersebut sangat mengganggu saya. Terima kasih.

NADINE, BANYUWANGI

 

ANSWER :

Yth, Nadine

Rasa panas seperti terbakar pada bahu bisa disebabakan oleh banyak hal. Mulai dari kelainan kulit, alergi, hingga saraf terjepit. Bila disebabkan oleh saraf terjepit, maka posisi duduk berjam-jam sambil menunduk menatap layar komputer bisa memperberat keluhan. Ini karena saraf yang mempersarafi bahu berasal dari leher. Bila leher tidak berada dalam posisi yang ergonomis dalam bekerja, maka bisa timbul keluhan seperti yang anda rasakan. Seringkali disertai juga oleh rasa pegal pada belakang leher dan bahu.

Ruangan ber-AC biasanya tidak memperberat gejala saraf terjepit, kecuali bila penyebabnya bukan saraf terjepit, melainkan alergi terhadap udara dingin dan kering.

Untuk lebih jelasnya, sebaiknya Anda menemui dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, sehingga penyebab keluhan anda bisa ditemukan dan diobati.

Semoga bermanfaat.

 

QUESTION :

  • Dok, saya Ponco berusia 35 tahun. Lima tahun yang lalu saya mengalami kecelakaan dan diharuskan memakai pen pada bahu saya. Dokter yang menangani saya mengatakan selang waktu 5 tahun pen tersebut harus segera dilepas. Tapi, hingga sekarang saya masih belum melakukannya karena tidak ada keluhan apapun. Apakah saya harus melepasnya atau pen tersebut dapat dibiarkan?

Terima kasih

PONCO, SURABAYA

 

ANSWER :

Yth, Sdr. Ponco

Pen  merupakan benda asing (logam) yang ditanam di dalam tubuh dengan tujuan mempertahankan posisi tulang yang patah agar dapat tersambung dalam posisi yang baik. Pen terbuat dari logam yang sudah didesain agar bisa ditanam di dalam tubuh. Ia memiliki lapisan pelindung yang mencegah tubuh bereaksi berlebihan terhadap logam, sehingga dapat berada di dalam tubuh dalam waktu yang cukup lama sampai tulang tersambung kembali.

Apabila tulang sudah tersambung dan sembuh seperti sediakala, maka pen sudah tidak lagi dibutuhkan fungsinya. Pen juga merupakan benda asing, yang tidak didesain untuk selamanya ada dalam tubuh seseorang. Sehingga, mengingat fungsi pen yang sudah tidak lagi dibutuhkan saat tulang sudah menyambung dan sifat alaminya sebagai benda asing yang tidak selamanya bisa berada di dalam tubuh, maka sebaiknya pen tersebut dilepas.

 

Semoga bermanfaat.


Badminton.jpg

  • QUESTION

Selamat siang, dok.

Sebelumnya terima kasih sudah diberi kesempatan untuk bertanya lewat rubrik konsultasi majalah Orthocare ini. Nama saya Eko, 30 tahun. Yang ingin saya tanyakan adalah mengenai ayah saya. Beliau sudah berumur hampir 60 tahun. Tapi sampai saat ini masih sangat aktif berolah raga bulutangkis, yang sudah jadi rutinitas beliau sejak muda.

Masalahnya, saat ini saya sering khawatir karena usia beliau sudah cukup sepuh. Tapi intensitas bulutangkisnya masih sangat sering. Seminggu, bisa dua sampai tiga kali beliau masih berlatih. Yang ingin saya tanyakan, apakah intensitas tersebut tidak berbahaya bagi orang seusia beliau. Gerakan-gerakan apa yang harus dihindari dan bagaimana batas amannya saat bermain bulutangkis? Karena keluarga sudah meminta beliau untuk mengurangi intensitas bermain, tapi beliau tidak mau, karena memang sudah hobi.

Terima kasih jawabannya

Eko, Surabaya

 

  • ANSWER

Yth Tn. Eko

Olahraga memang bisa dilakukan oleh kalangan usia berapapun, baik tua maupun muda. Seberapa tinggi intensitas olahraga yang diperbolehkan tidak semata-mata bergantung pada usia. Usia boleh saja hampir 60 tahun, tapi selama fisik masih mendukung dan tidak ada keluhan yang dirasakan, maka olahraga tersebut boleh dilakukan.

Namun tidak dapat dipungkiri bahwa semakin kita menua, akan semakin menurun kemampuan fisik kita. Organ-organ tubuh tidak akan luput dari proses penuaan. Sehingga tetap harus lebih berhati-hati bila memasuki usia di atas 50 tahun.

Olahraga yang dianjurkan untuk kalangan usia di atas 50 tahun adalah olahraga low impact, non-kontak, dengan intensitas ringan-sedang. Misalnya jalan kaki, sepeda, berenang, yoga dan jogging.

Badminton memang termasuk olahraga high impact. Sehingga, apabila masih tetap ingin melakukan olahraga ini, disarankan untuk mengurangi intensitas, frekuensi, dan durasinya. Misalnya, badminton 2-3 kali seminggu, maksimal 1 jam, dan sebisa mungkin mengurangi gerakan-gerakan yang eksplosif.

Juga untuk diwaspadai, karena badminton termasuk olahraga overhead, dimana tangan dan siku sering berada lebih tinggi dari bahu, maka rawan mengalami cedera bahu. Untuk menghindarinya, lakukan pemanasan dan peregangan yang cukup, utamanya bahu, selama 10-15 menit sebelum olahraga.

Salam,

dr. Gede Chandra, Sp.OT

 

 

Bagi Anda yang ingin mendapatkan informasi awal mengenai keluhan-keluhan seputar kesehatan tulang dan sendi, dapat mengirimkan pertanyaan kepada para dokter ahli di Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi (RSOT) Surabaya melalui rubrik Konsultasi. Kirim pertanyaan Anda ke email: rsot@surabayaorthopedi.com Subjek/judul: “TANYA DOKTER”


Copyright by Surabaya Orthopedi 2021

WhatsApp Live Chat