Please wait...



Blog

CLASSIC LIST

gadget-2.jpg

Memberikan anak waktu bermain dengan gadget terkadang menjadi cara terakhir yang dilakukan orangtua agar anak dapat duduk dengan tenang. Jangan salah, asal dilakukan dengan pengawasan dan pembatasan waktu, ternyata gadget dapat memberikan dampak positif bagi anak-anak. Pengawasan dan pembatasan waktu yang diberikan sangat penting agar anak tidak mengalami keterantungan pada gadget.

Namun, benarkah terlalu sering bermain gadget dapat mengganggu tumbuh kembang pada anak? Penggunaan gadget tanpa pengawasan dan kontrol dari orangtua dikhawatirkan dapat memengaruhi kondisi pertumbuhan balita. Tidak ada salahnya ibu ketahui dampak keseringan main gadget pada pertumbuhan balita serta tips untuk membatasi waktu bermain gadget anak.

Dampak Balita Keseringan Bermain Gadget

Berbagai dampak positif dapat dirasakan anak-anak ketika bermain gadget dalam pengawasan dan disiplin waktu yang diberikan oleh orangtua, seperti meningkatkan kreativitas, menurunkan stres pada anak, menambah pengetahuan, hingga penambahan kosakata yang dimiliki anak-anak. Namun, jika gadget digunakan secara berlebihan, tentunya hal ini dapat memberikan dampak negatif pada buah hati.

Berbagai dampak dapat memengaruhi perkembangan anak yang terlalu sering bermain gadget, seperti:

1.Terlambat Bicara

Umumnya, pada usia 6 bulan bayi sudah mampu untuk mengucapkan beberapa kata dengan vokal yang sama. Namun, terlalu sering bermain gadget dapat menyebabkan anak mengalami speech delay atau terlambat bicara. Anak-anak akan belajar berkomunikasi saat ia berinteraksi dengan orang lain. Saat ia terlalu banyak bermain gadget, tentunya interaksi menjadi berkurang dan anak tidak belajar untuk berkomunikasi dengan baik.

Untuk itu, sangat penting tetap mendampingi anak saat anak bermain gadget. Hal ini dilakukan agar komunikasi dua arah tetap terjalin dan anak dapat belajar berkomunikasi dengan baik.

2.Menghambat Perkembangan Kognitif

Otak bayi akan berkembang sangat cepat setelah ia dilahirkan. Terlalu banyak menghabiskan waktu untuk menggunakan gadget dapat menyebabkan perkembangan kognitif menjadi terhambat. Perkembangan kognitif mengacu pada tahapan kemampuan seorang anak dalam memperoleh makna dan pengetahuan dari pengalaman serta informasi yang ia dapatkan. Perkembangan kognitif meliputi proses mengingat, pemecahan masalah, dan juga pengambilan keputusan. Saat kondisi ini terjadi, biasanya bayi akan mengalami kondisi gangguan mental yang menyebabkan seorang anak sulit memusatkan perhatian serta gangguan pada pendengaran.

3.Terganggunya Hubungan Sosial

Saat balita dan gadget tidak dapat dipisahkan kondisi ini dapat mengganggu kemampuan anak untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Anak akan kesulitan untuk membangun ikatan emosi dengan orangtua atau kerabat dekatnya karena mengalami kecanduan pada gadget.

4.Gangguan pada Perkembangan Fisik

Terlalu sering bermain gadget dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan fisik anak. Hal ini disebabkan kurangnya aktivitas yang dilakukan anak. Tidak hanya itu, berbagai gangguan kesehatan juga dapat dialami anak ketika terlalu sering bermain gadget, seperti obesitas dan gangguan pada mata.

Itulah beberapa dampak yang dapat terjadi ketika anak terlalu sering bermain gadget. Oleh karena itu, batasi penggunaan gadget pada anak. Tidak hanya itu, penggunaan gadget pada anak sebaiknya selalu dibawah pengawasan orangtua.

Tips Cegah Penggunaan Gadget Berlebih pada Anak

Ada beberapa cara yang bisa orangtua lakukan untuk menghindari penggunaan gadget yang berlebih pada anak, seperti menghindari penggunaan gadget pada anak saat makan, hindari berikan anak gadget beberapa saat sebelum anak tidur, dan ajak anak untuk beraktivitas fisik di luar ruangan, karena akan meningkatkan endorphin dan berdampak baik pada kesehatan maupun suasana hati Si buah hati.

Tidak hanya itu, sebaiknya orangtua juga membatasi penggunaan gadget saat bersama anak-anak. Dengan begitu, orangtua dapat mengajak anak berkomunikasi sehingga anak dapat menghindari gadget.

 

Sumber:

https://www.liputan6.com/health/read/2137227/awas-gadget-bisa-ganggu-tumbuh-kembang-anak

https://www.halodoc.com/artikel/keseringan-main-gadget-bisa-memengaruhi-pertumbuhan-balita#:~:text=Terlalu%20sering%20bermain%20gadget%20dapat%20menyebabkan%20gangguan%20pada%20perkembangan%20fisik,obesitas%20dan%20gangguan%20pada%20mata.

Speech and Language Kids

 


cts-carpal-tunnel-syndrome-alodokter.jpg

Pengertian CTS ( Carpal Tunnel Syndrome )

Sindrom lorong karpal atau carpal tunnel syndrome adalah kondisi yang membuat tangan mengalami sensasi kesemutan, mati rasa, nyeri, atau lemah. Sindrom ini terjadi ketika saraf di dalam pergelangan tangan terhimpit atau tertekan.

Lorong karpal adalah lorong sempit di dalam pergelangan tangan yang dibentuk oleh tulang pergelangan tangan (tulang karpal) dan jaringan penghubung antar tulang (ligamen). Di dalam lorong karpal ini terdapat saraf median, yang berfungsi untuk mengendalikan otot jari tangan dan menerima rangsangan dari kulit di daerah tangan.

Carpal tunnel syndrome (CTS) terjadi saat lorong karpal menjadi sempit akibat jaringan yang mengelilinginya membengkak, sehingga menekan saraf median. Wanita lebih berisiko mengalami penyakit ini dibandingkan laki-laki.

Gejala Carpal Tunnel Syndrome

Carpal tunnel syndrome dapat menimbulkan gejala berupa kesemutan, sakit, seperti terbakar, atau mati rasa pada jari-jari tangan dan tangan. Selain keluhan sensorik ini, penderita CTS juga mengalami kelemahan pada otot tangan. Gejala CTS dapat hilang dan timbul kembali, sehingga mengganggu penderitanya dalam beraktivitas sehari-hari.

Penyebab Carpal Tunnel Syndrome

Penyebab dari carpal tunnel syndrome adalah tertekannya saraf di pergelangan tangan. Tekanan pada saraf ini bisa disebabkan oleh bermacam-macam hal. Salah satunya adalah keretakan tulang pergelangan tangan, sehingga menyebabkan pembengkakan jaringan di sekitarnya.   

Diagnosis Carpal Tunnel Syndrome

Dokter akan menanyakan gejala dan keluhan penderita, serta memeriksa tangan Setelah itu, ada beberapa tes penunjang yang akan dilakukan dokter, yakni pemindaian, elektromiografi, dan tes darah.

Cara Mengobati Carpal Tunnel Syndrome

Untuk mengobati CTS, penderita perlu menghindari kegiatan yang banyak menggunakan tangan dan jari tangan, serta menggunakan penyangga pada pergelangan tangan (wrist support). Apabila gejala CTS tidak membaik atau malah makin memburuk, konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.


osteoartritis.jpg

Osteoarthritis adalah peradangan kronis pada sendi akibat kerusakan pada tulang rawan. Osteoarthritis adalah jenis arthritis (peradangan sendi) yang paling sering terjadi. Kondisi ini menyebabkan sendi-sendi terasa sakit, kaku, dan bengkak.

Penyakit ini bisa menyerang semua sendi, namun sendi di jari tangan, lutut, pinggul, dan tulang punggung, adalah sendi-sendi yang paling sering terkena. Gejala yang timbul saat mengalami osteoarthritis akan berkembang secara perlahan.

Pengobatan untuk osteoarthritis ditujukan untuk meminimalisir rasa nyeri serta untuk membantu penderitanya bisa beraktivitas dan bergerak dengan normal.

Penyebab dan Faktor Risiko Osteoarthritis

Osteoarthitis disebabkan oleh kerusakan pada tulang rawan dan sendi. Kerusakan ini berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Kondisi ini dimulai saat tulang rawan yang merupakan bantalan pelindung tulang mengalami kerusakan.

Kerusakan ini kemudian menyebabkan terjadinya gesekan langsung antar tulang. Gesekan ini lama kelamaan akan merusak dan menyebabkan peradangan pada sendi. Pertambahan usia adalah salah satu faktor utama terjadinya kondisi ini.

Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya osteoarthritis, antara lain:

  • Berjenis kelamin wanita, terutama yang sudah menopause
  • Mengalami obesitas
  • Mengalami cedera pada sendi atau pernah menjalani operasi pada tulang dan sendi
  • Melakukan pekerjaan atau aktivitas fisik yang menyebabkan sendi tertekan secara terus-menerus, misalnya terlalu sering mengenakan sepatu hak tinggi
  • Memiliki riwayat osteoarthritis di keluarga
  • Menderita penyakit tertentu, seperti rheumatoid arthritis dan hemokromatosis
  • Mengalami kelainan bawaan atau cacat pada tulang rawan atau sendi

Gejala Osteoarthritis

Pada tahap awal, penderita osteoarthritis akan merasakan rasa sakit atau nyeri sendi dan kaku pada sendi. Gejala yang ditimbulkan akan berkembang secara perlahan dan menjadi semakin parah seiring waktu. Hal ini akan membuat penderita kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari.

Selain rasa sakit dan kaku, beberapa gejala lain yang bisa terjadi adalah:

  • Pembengkakan pada sendi
  • Munculnya suara gesekan pada sendi ketika digerakkan
  • Melemahnya otot dan berkurangnya massa otot
  • Munculnya taji atau tulang tambahan
  • Munculnya benjolan pada sendi yang ada di jari tangan
  • Membengkoknya jari tangan

Kapan harus ke dokter

Periksakan diri ke dokter jika mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas, terutama jika keluhan semakin menggangu aktivitas.

Penderita osteoarthritis perlu melakukan kontrol rutin ke dokter. Pemeriksaan rutin ini bertujuan untuk memantau kondisi, kemajuan terapi, serta mencegah komplikasi.

Diagnosis Osteoarthritis

Dokter akan melakukan tanya jawab seputar keluhan dan riwayat kesehatan pasien. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh, termasuk melakukan pemeriksaan pada sendi yang terasa nyeri dan mengidentifikasi apakah terjadi pembengkakan serta keterbatasan gerakan sendi.

Untuk memastikan diagnosis, dokter akan meminta pasien untuk melakukan pemeriksaan penunjang, seperti:

  • Pemindaian dengan Rontgen dan MRI, untuk melihat kondisi tulang dan mendeteksi peradangan pada tulang dan sendi
  • Tes darah, untuk mendeteksi infeksi atau penyebab lain dari peradangan sendi, seperti rheumatoid arthritis
  • Analisis cairan sendi, untuk mengetahui apakah terjadi peradangan atau infeksi pada sendi

Pengobatan Osteoarthritis

Pengobatan osteoarthritis bertujuan untuk meredakan keluhan dan gejala agar penderitanya bisa tetap beraktivitas secara normal.

Untuk meredakan rasa nyeri dan peradangan dokter akan memberikan obat-obatan, seperti:

Selain dengan memberikan obat-obatan di atas, osteoarthritis juga bisa ditangani dengan fisioterapi dan operasi. Berikut penjelasannya:

  • Fisioterapi
    Penderita osteoarthritis dapat menjalani fisioterapi untuk memperkuat otot-otot di sekitar persendian. Cara ini juga bisa meningkatkan fleksibilitas sendi dan otot, serta mengurangi rasa sakit.
  • Operasi
    Meski jarang dilakukan, operasi bisa dilakukan untuk memperbaiki atau mengganti sendi yang rusak agar penderita bisa lebih mudah bergerak. Contohnya adalah total hip replacement pada osteoarthritis panggul dan total knee replacement pada osteoarthritis lutut.

Selain pengobatan yang dilakukan di dokter, penderita osteoarthritis disarankan untuk menerapkan pola hidup sehat, seperti:

  • Rutin berolahraga
    Olahraga yang dilakukan secara teratur dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan memperkuat otot-otot di sekitar persendian, sehingga membuat persendian stabil. Olahraga yang bisa dilakukan antara lain berjalan, bersepeda, berenang, yoga, dan tai chi.
  • Menurunkan berat badan
    Penderita osteoarthritis yang memiliki berat badan berlebihan disarankan untuk menurunkan berat badan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi tekanan pada sendi dan bisa mengurangi rasa sakit.

Komplikasi Osteoarthritis

Osteoarthritis yang tidak mendapatkan penanganan dapat menyebabkan nyeri dan rasa tidak nyaman. Kondisi ini dapat menyebabkan pendeitanya mengalami beberapa komplikasi, seperti:

  • Gangguan tidur.
  • Gangguan kecemasan.
  • Depresi.
  • Osteonecrosis atau avascular necrosis (kematian jaringan tulang).
  • Infeksi pada sendi.
  • Saraf terjepit di tulang belakang.

Pencegahan Osteoarthritis

Osteoarthritis tidak dapat dicegah. Namun, Anda dapat menurunkan risiko penyakit ini dengan beberapa langkah di bawah ini:

  • Menjaga berat badan ideal
  • Selalu aktif, rajin bergerak, dan berolahraga
  • Menjaga postur tubuh saat duduk atau berdiri
  • Melakukan peregangan otot secara rutin
  • Beristirahat dengan cukup dan teratur

stetoskop.jpg

Ingin mendapatkan informasi awal mengenai permasalahan tulang ? Majalah Orthocare memberi Anda kesempatan untuk bertanya langsung kepada ahlinya, yakni para dokter dan tenaga ahli di RSOT Surabaya. Kirim pertanyaan seputar tulang ke email: RSOT@surabayaorthopedi.com dengan subject “Konsultasi RSOT”.

QUESTION :

  • Halo dok, adik perempuan saya yang berusia tahun menderita Celebral Palsy, hingga sekarang adik saya tidak dapat melakukan apa-apa, bahkan duduk sekalipun. Kakinya menyilang dengan tangan yang selalu menguncup dan badannya selalu kaku dan kejang dalam waktu tertentu. Adik saya sempat melakukan fisioterapi selama beberapa saat tapi tidak menimbulkan hasil. Apa ada fisioterapi yang dapat membuat adik saya dapat duduk ataupun agar tulangnya tidak kaku? Lalu adakah solusi agar kejang pada adik saya berkurang.

Terima kasih dok.

ASIYAH, SURABAYA

 

ANSWER :

Dear Asiyah,

Pada pasien Celebral Palsy (CP), perkembangan motorik (kemampuan untuk bisa duduk, berjalan, melakukan kegiatan fisik lainnya) ditentukan oleh lokasi dan luasnya kerusakan jaringan otak yang sudah terjadi.

Potensi penderita CP untuk dapat bergerak (duduk, jalan) ditentukan oleh beberapa faktor:

  1. Keseimbangan dan koordinasi
  2. Kekuatan secara menyeluruh
  3. Faktor fisik: tulang, otot

Prognosis jelek untuk prediksi kemampuan duduk adalah bila usia 5 tahun atau lebih, penderita masih belum dapat duduk mandiri.

Fisioterapi akan sangat bermanfaat agar kaku sendi yang diderita adik Asiyah tidak bertambah parah. Solusi untuk kejang harus dievaluasi lebih lanjut. Kami menganjurkan Asiyah dibawa menemui dokter spesialisi saraf agar Asiyah juga berkonsultasi dengan ahli saraf untuk masalah kejangnya.

Semoga jawaban ini dapat membantu.

 

 

QUESTION :

  • Dok, saya Nadine berusia 24 tahun. Tiga bulan terakhir bahu kiri saya terasa panas seperti terbakar. Terkadang hal tersebut hilang lalu muncul lagi. Seorang teman memberitahu saya bahwa itu karena saya berada diruangan ber-AC dan selalu dalam posisi duduk dalam bekerja. Apakah itu benar, dok? Lantas bagaimana solusinya karena hal tersebut sangat mengganggu saya. Terima kasih.

NADINE, BANYUWANGI

 

ANSWER :

Yth, Nadine

Rasa panas seperti terbakar pada bahu bisa disebabakan oleh banyak hal. Mulai dari kelainan kulit, alergi, hingga saraf terjepit. Bila disebabkan oleh saraf terjepit, maka posisi duduk berjam-jam sambil menunduk menatap layar komputer bisa memperberat keluhan. Ini karena saraf yang mempersarafi bahu berasal dari leher. Bila leher tidak berada dalam posisi yang ergonomis dalam bekerja, maka bisa timbul keluhan seperti yang anda rasakan. Seringkali disertai juga oleh rasa pegal pada belakang leher dan bahu.

Ruangan ber-AC biasanya tidak memperberat gejala saraf terjepit, kecuali bila penyebabnya bukan saraf terjepit, melainkan alergi terhadap udara dingin dan kering.

Untuk lebih jelasnya, sebaiknya Anda menemui dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, sehingga penyebab keluhan anda bisa ditemukan dan diobati.

Semoga bermanfaat.

 

QUESTION :

  • Dok, saya Ponco berusia 35 tahun. Lima tahun yang lalu saya mengalami kecelakaan dan diharuskan memakai pen pada bahu saya. Dokter yang menangani saya mengatakan selang waktu 5 tahun pen tersebut harus segera dilepas. Tapi, hingga sekarang saya masih belum melakukannya karena tidak ada keluhan apapun. Apakah saya harus melepasnya atau pen tersebut dapat dibiarkan?

Terima kasih

PONCO, SURABAYA

 

ANSWER :

Yth, Sdr. Ponco

Pen  merupakan benda asing (logam) yang ditanam di dalam tubuh dengan tujuan mempertahankan posisi tulang yang patah agar dapat tersambung dalam posisi yang baik. Pen terbuat dari logam yang sudah didesain agar bisa ditanam di dalam tubuh. Ia memiliki lapisan pelindung yang mencegah tubuh bereaksi berlebihan terhadap logam, sehingga dapat berada di dalam tubuh dalam waktu yang cukup lama sampai tulang tersambung kembali.

Apabila tulang sudah tersambung dan sembuh seperti sediakala, maka pen sudah tidak lagi dibutuhkan fungsinya. Pen juga merupakan benda asing, yang tidak didesain untuk selamanya ada dalam tubuh seseorang. Sehingga, mengingat fungsi pen yang sudah tidak lagi dibutuhkan saat tulang sudah menyambung dan sifat alaminya sebagai benda asing yang tidak selamanya bisa berada di dalam tubuh, maka sebaiknya pen tersebut dilepas.

 

Semoga bermanfaat.


makanansehat1-1612955976129.jpeg

Menjadi insan yang sehat tak hanya bersumber dari olahraga rutin. Asupan makanan dan minuman yang sehat juga menambah kualitas lutut. Agar tidak salah pilih, panduan dari dr. Their Effendi,Sp.OT dapat membantu memilih sajian yang tak hanya nikmat, tapi juga sehata untuk lutut.

 

BUAH BERRY

Keluarga buah Berry tentu nikmat disantap. Tapi, tahukah anda kandungan resveratrol pada buah Berry bermanfaat bagi sendi, termasuk mengurangi peradangan bagi sendi? Resveratrol ini ditemukan pada buah Cranberry, Mulberry, Blueberry, hingga Anggur Merah atau Redberry. Hal ini dipublikasikan pada Journal of Agriculture and Food Chemistry.

Radang yang dibiarkan dalam waktu yang lama dapat membahayakan sendi. Buah-buah Berry dapat menghambat peradangan. Disamping itu, kandungan flavanoid di dalamnya juga telah terbukti sebagai anti oksidan yang melindungi sel endotel dri radikal bebas.

 

WHOLE GRAIN

Padi, gandum, beras merah, dan jagung termasuk dalam deretan biji-bijian whole grain. Olahan menu dari whole grain selain mengandung serat yang tinggi, kandungan mineral tembaga yang membantu kesehatan sendi serta tulang. Dikutip dari American Journal of Clinical Nutrition, whole grain mengandung choline dan betaine yang dapat  mencegah terjadinya pembengkakakn sendi atau inflamasi.

 

SUSU & OLAHANNYA

Bukan hanya susu high calcium, Anda juga dapat mengonsumsi olahan makanan berbahan susu seperti keju dan yoghurt. Keduanya juga mengandung kalsium, zinc, magnesium, vitamin dan mineral yang sangat penting untuk pembentukan dan kepadatan tulang. Manfaat plus-nya, Anda juga bisa terhindar dari risiko osteoporosis bila mengonsumsi susu secara rutin.

 

IKAN TUNA & SALMON

Tuna dan Salmon sama-sama khas dengan tekstur lembutnya. Kduanya mengandung asam lemak esensial dan asam lemak Omega-3 yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan lemak harian. Asam lemak Omega-3 inilah yang dapat mengurangi peradangan. Rasa nyeri sendi pun berkurang.


pertolongan-pertama-cedera.jpeg

Tips penanganan awal saat cedera olahraga dengan menggunakan PRICE :

  1. PROTECTION

Melindungi area yang mengalami cedera. Gunakan brace atau penyangga, elastic bandage.

  1. REST (ISTIRAHAT)

Saat timbul cedera, maka hal pertama yang perlu dilakukan adalah menghentikan aktivitas olahraga sesegera mungkin. Minimal 48-72 jam.

  1. ICE (ES)

Gunakan es yang dibalut kain untuk mengompres area yang cedera. Bisa juga menggunakan air dingin yang diletakkan padaa botol kaca. Lakukan secara rutin 15-20 menit setiap tiga jam selama masa akut, yakni 49-72 jam. Jangan gunakan air hangat, karena akan menambah pembengkakan.

  1. COMPRESSION (PENEKANAN)

Lakukan balutan pada area yang cedera untuk mengurangi pembengkakan. Gunakan elastic bandage. Jangan terlalu kendor dan jangan terlalu kencang. Balutan yang terlalu kendor tidak akan memberikan efek apa-apa pada cedera, sementara balutan yang terlalu kencang akan menimbulkan nyeri dan bengkak.

  1. ELEVATION (PENINGGIAN)

Saat tidur atau istirahat, posisikan kaki yang cedera sedikit lebih tinggi dari jantung agar pembengkakan bisa berkurang, bisa dengan bantal, handuk, dll. Tujuannya adalah untuk mengurangi nyeri dan mengurangi aliran darah kebagian tersebut yang menambah parah inflamasi (peradangan) yang terjadi.

 

Selain keempat pertolongan pertama tadi, ada empat   hal juga yang harus dihindari saat terjadi cedera olahraga yaitu HARM ( Heat, Alcohol, Running, dan Massage ).

  1. HEAT

Hindari kompres atau merendam bagian yang cedera dengan air hangat.

  1. ALCOHOL

Jangan meminum alkohol karena berisiko meningkatkan pendarahan dan pembengkakan.

  1. RUNNING

Hentikan aktivitas yang akan memperparah kerusakan ligament, termasuk lari dan olahraga lainnya.

  1. MASSAGE

Jangan dipijat, karena akan menambah risiko pembengkakan dan pendarahan.


protein.jpg

Cedera olahraga merupakan suatu hal yang tidak diharapkan dari seorang atlet olahraga saar menjalani pertandingan maupun saat latihan. Cedera pada atlet haruslah cepat ditangani dengan benar, agar tidak terjadi hal yang fatal. Hal yang sering terjadi pada atlet kebnayakan adalah cedera yang walnya tidak dirasa, namun lama kelamaan sakitnya akan memberat hingga memerlukan tindakan operasi. Pada artikel ini akan dibahas jenis makanan yang dapt mempercepat pemulihan cedera agar dapat berktivitas kembali saperti semula.

  1. Makanan Tinggi Protein

Protein merupakan zat pembangun yang dibtuhkan tubuh untuk mengganti sel-sel yang rusak. Mengkonsumsi makanan tinggi protein dapat mengurangi inflamasi/peradangan serta mengembalikan massa otot yang hilang. Makanan tinggi protein antara lain, daging sapi, ayam, ikan, telur, kacang-kacangan, tahu, tempe, susu dan produk olahan susu.

  1. Makanan Tinggi Serat

Pada seseorang yang mengalami cedera, aktivitas fisik yang dilakukan akan berkurang, sehingga diperlukan makanan tinggi serat untuk melancarkan pencernaan guna mencegah terjadinya sembelit. Begitupula jika kita mengkonsumsi makan tinggi serat agar asam lemak yang di hasilkan dari makanan sumber protein tidak menumpuk yang dapat menyebabkan kandungan lemak di dalam tubuh meningkat dan berbahaya bagi kesehtan tubuh. makanan yang tinggi serat terdapat pada sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian.

  1. Vitamin C

Vitamin C bermanfaat dalam proses penyembuhan selain fungsi antioksidan, merupakan komponenutama jaringan ikat (connective tissue), meningkatkan pertumbuhan fibroblast  dan chondrocyte (produksi jaringan ikat dan kartilago).

Makanan tinggi vitamin C yaitu paprika merah dan kuning, jeruk, mangga, tomat, papaya, berry, kiwi dan sayuran berdaun gelap.

  1. Makanan Tinggi Kalsium dan Vitamin D

Kalsium penting untuk perbaikan kepadatan tulang dan kontraksi otot normal. Untuk membentuk penyerapan kalsium, dibutuhkan vitamin D. Makanan tinggi vitamin D seperti kuning telur, jamur, susu, ikan salmon, tuna.

  1. Seng (Zn)

Seng (Zn) komponen penting dalam membantu penyembuhan luka dan pertumbuhan jaringan. Kekurangan seng (Zn) dalam makanan menunda penyembuhan luka. Makanan yang mengandung seng (Zn) didapat pada kerang, ikan, daging sapi, ayam, legume, kacang-kacangan.

  1. Magnesium

Magnesium berperan penting dalam pembentukan tulang dan meningkatkan kekuatan tulang. Magnesium dapat ditemukan pada alpukat, kacang mete, kacang tanah, almond, kacang merah, kacang polong.

Pada dasarnya, setiap olahraga yang dilakukan memiliki kebutuhan akan asupan gizi yang cukup. Namun, ada baiknya anda mngkonsumsi asupan yang cocok dengan aktivitas olahraga yang biasa anda laukan. Apa saja? Berikut diantaranya :

  1. Basket

Makanan yang dianjurkan untuk olahraga basket adalah makanan yang mengandung perpaduan antara karbohidrat dan protein, seperti paduan nasi dan ayam, atau sandwich atau rotis daging. Tapi makanan berat sperti ini disarankan dikonsumsi sekitar 2 jam sebelum main. Jika kurang dari itu, akan berpotensi menimbulkan kram perut.

Sebelum pertandingan dimulai, juga disarankan untuk mengkonsumsi buah dan sayur-sayuran.

  1. Running

Sama dengan basket, asupan yang disarankan untuk dikonsumsi beberapa jam sebelum melakukan olahraga lari adalah karebohidrat. Hal ini dikarenakan karbohidrat lebih mudah dicerna dan dapat diandalkan sebagai sumber energy saat berolahraga. Berbeda dengan  lemak yang membutuhkan waktu yang lama untuk dicerna.

Jika ingin melakukan sprint, ada baiknya anda mengkonsumsi asupan yang menjaga perut tetap ringan. Anda bisa mengkonsumsiselai kacang, madu, pisang atau susu cokelat.

  1. Sepak Bola

Sepakbola adalah salah satu olahraga dengan durasi yang cukup panjang. Untuk itu, diperlukan strategi asupan untuk menjaga stamina anda tetap prima sepanjang pertandingan.

Pada masa istirahat half-time,  anda bisa mngkonsumsi telur rebus yang mengandung banyak protein dan dapat membantu tubuh memperbaiki jaringan yang rusak dan menjadi bahan bakar otot-otot tubuh.

 


download-1200x675.jpg

  1. Pilih Jenis Olahraga yang Tepat

Salah satu cara terbaik untuk menghindari cedera adalah mengetahui kondisi tubuh anda. Usiapun ikut menjadi pertimbangan untuk menentukan olahraga yang sesuai dengan kondisi anda.

  1. Gunakan Peralatan Olahraga yang Tepat

Setiap jenis olahraga memiliki peralatan yang berbeda. Pastikan peralatan sesuai dengan jenis olahraga yang dipilih.

  1. Lakukan Pemanasan dan Pendinginan

Gerakan-gerakan yang dilakukan dalam pemanasan maupun pendinginan dapat membantu meningkatkan fleksibilitas atau kelenturan otot yang optimal untuk mencegah cedera otot.

  1. Jangan Berlebih

Saat melakukan olahraga, tubuh anda perlu beristirahat. Begitu juga dengan pengaturan waktu anda berolahraga, seberapa intens dan berapa lama durasinya. Tubuh anda bekerja setiap hari, ada baiknya bila rutinitas olahraga anda divariasikan.

  1. Mendapat Bimbingan dari Ahlinya

Bimbingan dan pengawasan dari ahlinya dapat mencegah cedera saat berolahraga, karena mereka bisa membenarkan postur tubuh yang berantakan dan memandu cara pakai alat-alat olahraga agar lebih efektif.

  1. Hubungi Dokter

Bila anda mengalami cedera, pusing, sakit dada, nafas yang tidak normal atau bahkan pingsan segera hubungi dokter anda untuk mendapatkan penanganan dengan segera.


041929500_1535008301-Anda-Kram-Otot-Seperti-yang-Dialami-Anthony-Ginting-Ini-Solusinya-By-Maridav-Shutterstock.jpg

Sebagian besar orang mungkin pernah atau paling tidak familiar dengan istilah kram otot. Apa sebenarnya yang terjadi pada saat kita mengalami kram otot? Apa penyebabnya? Dan bagaimana penanganan yang tepat?

Kram otot merupakan sebuah kondisi dimana otot mengalami kopntraksi kuat atau mengencang dan umumnya terjadi secara tiba-tiba, berlangsung dalam hitungan detik atau menit, dan menimbulkan rasa sakit atau nyeri pada bagian yang mengalami kram.

Kram merupakan salah satu cara tubuh kita untuk berkomunikasi dan memberikan sinyal bahwa kita sedang mengalami situasi kritis atau non-kritis sehingga kita dapat mengambil tindakan pencegahan.

Salah satu hal yang sering menjadi pencetus kram adalah olahraha dengan intensitas yang sangat tinggi atau overused atau tanpa melakukan pemanasan dan pendinginan dengan baik, melakukan gerakan yang salah, dehidrasi, dan kekurangan elektrolit. Selain itu, ada hal-hal lain yang juga bisa menjadi penyebab kram, yakni bertahan dalam posisi tertentu dalam waktu yang cukup lama atau juga bisa disebabkan oleh cuaca panas yang ekstrim. Kram juga bisa jadi merupakan sinyal bahwa tubuh kita sedang kekurangan kalsium atau hipokalsemia. Namun, pada beberapa kasus kram juga tergolong dalam kasus idiopatik atau tidak diketahui penyebabnya.

Secara medis, kram timbul karena beberapa hal, diantaranya adalah pasokan darah yang tidak memadai, dimana terjadi penyempitan pembuluh darah yang sehingga menganggu distribusi atau aliran darah ke area tertentu. Hal ini umum terjadi pada betis atau kaki ketika sedang melakukan olahraga. itu sebabnya, kram ini biasanya akan hilang setelah berhenti melakukan olahraga.

Selain itu, kram juga disebabkan oleh kompresif tulang saraf di tulang belakang (lumbar stenosis) yang kemudian menyebabkan kram di kaki. Kram jenis ini biasanya akan memburuk ketika kita berjalan dalam waktu yang lama. Dalam kondisi ini, berjalan dalam posisi agak membungkuk seperti gerakan mendorong kereta belanja, dapat meperingan kondisi kram.

PERHATIKAN FAKTOR RESIKO KRAM

Seperti yang telah dijelaskan, kram dapat ditimbulkan oleh bberapa sebab. Namun, di luar itu ada beberapa faktor yang memperkuat risiko terjadinya kram. Yang pertama adalah dehidrasi. Faktor ini seringkali dialami oleh para atlet atau olahragawan yang melakukan olahraga berat dalam waktu yang cukup lama, apalagi dalam cuaca yang panas.

Kedua, faktor usia juga memperbesar risiko terjadinya kram. Hal ini disebabkan karena makin lanjut usia seseorang, maka massa ototnya juga akan semakin lemah. Hal tersebut kemudian menyebabkan otot menjadi lebih mudah mengalami stress dan mempermudah terjadinya kram.

Faktor lain yang memperbesar risiko terjadinya kram otot adalah kehamilan, yang disebabkan oleh beberapa hal, seperti kurangnya supan mineral atau tekanan otot peredaran darah kaki yang menuju jantung dansaraf di sekitar kaki, akibat membesarnya Rahim dan perut. Kram pada ibu hamil juga sering terjadi karena terlalu lama berdiri, atau denga posisi kaki menyilang dalam waktu yang lama.

Faktor keempat yang menjadi faktor risiko terjadinya kram adalah karena kondisi gangguan medis yang serius. Sebab, boleh jadi terjadinya kram juga merupakan sinyal dari tubuh bahwa kita sedang mengalami gangguan kesehatan yang cukup serius, seperti diabetes, gangguan saraf, hati dan tiroid.

PENANGANAN

Pada umumnya, kram bisa bisa diatasi dengan penanganan yang sederhana, utamanya jika kita telah mengetahui faktor risiko dan penyebab kram yang kita alami. Jika kram tersebut disebabkan oleh karena intensitas olahraga yang kita lakukan secara berlebihan, maka langkah penanganan paling mudah adalah berhenti berolahraga dan beristirahat.

Yang juga tak kalah penting adalah bersikap tenang, karena panik dan sibuk menggerak-gerakan bagian tubuh yang kram justru akan membuat otot semakin sakit. setelah tenang, kita dapat melakukan pergangan otot. Jika yang mengalami kram adalah bagian kaki, usahakan untuk meluruskan kaki dalam posisi normal. Jika kram tidak terlalu parah, umumnya otot dapat “menyembuhkan dirinya sendiri”. Pastikan bahwa anda beristirahat dan tidak melanjutkan aktifitas, seperti berjalan atau berolahraga. Biarkan otot-otot beristirahat dan pulih sebelum melakukan aktivitas kembali.

Cara lain yang dapat dilakukan adalah mengompres bagian yang mengalami kram dengan menggunakan air dingin dengan media handuk atau sesuatu yang dingin yang dapt ditempelkan di bagian yang mengalami kram. Bagi yang mengalami kram karena dehidrasi, minum air putih bisa jadi cara yang baik untuk meredakan kram.

Pada kondisi yang serius, kram merupakan sinyal bahwa tubuh mengalami gangguan kesehatan lainnya, kita memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter. Dimana dokter kan menanyakan gejala lain seperti mati rasa, bengkak, dll. Pada umumnya, dokter akan melakukan pemeriksaan tes darah, tes urin dll untuk memastikan penyebab kram yang dialami.


runner-heel-carousel.jpg

Cedera adalah hal yang sangat lazim dalam olahraga. untuk itu diperlukan pengetahuan yang baik mengenai pencegahan dan penanganan awal pada sport injury atau cedera olahraga.

Secara definisi, sport injury adalah cedera yang didaptkan pada saat olahraga. bagian tubuh yang umum mengalami cedera saat berolahraga adalah lutut, ankle  atau pergelangan kaki, bahu dan pergelangan tangan.

Menurut dr. Theri Effendi, Sp.OT, cedera pada lutut biasa terjadi karena terjadi robekan pada ligamen dan jaringan lunak lainnya seperti meniscus (jaringan yang menempel pada tulang paha dan tulang kering), cedera pada tulang rawan dan cedera otot di sekitar lutut seperti harmstring, quadriceps dll. Cedera yang yang sering terjadi pada lutut adalah Cedera Anterior Cruciate Ligaments (ACL) yang merupakan jaringan yang menghubungkan tulang paha dengan tulang kering di sendi lutut.

Sementara di daerah ankle, yang paling sering terjadi adalah ankle sprain, atau dalam istilah awam biasa disebut dengan kesleo. Pada ankle, ligamen yang paling lemah dan sering cedar adalah anterior ligamen. Selain itu, cedera pada ankle yang sering terjadi adalah pada tendon achilles, yang merupakan tendon terbesar di belakang pergelangan kaki yang menghubungkan otot betis ke tulang tumit. Otot-otot ini biasanya sangat berperan pada aktivitas berjalan, berlari dan melompat. Selain itu, cedera olahraga juga dapat terjadi karena olahraga yang repetitif overused atau dilakukan dengan intensitas yang sangat tinggi, sehingga melebihi beban tulang. hal tersebut dapat mengakibatkan fraktur atau patah tulang, yang dalam istilah medis disebut dengan stress fracture.

“Cedera-cedera tersebut sering terjadi pada olahraga-olahraga high impact dan cenderung banyak body contact-nya. Seperti sepakbola, basket, dll.” Terang dr. Theri. “Cedera olahraga paling banyak disebabkan karena body contact, tabrakan saat main. Baru yang kedua karena kesalahan sendiri, gerakan tertentu yang salah. Loncat dan jatuh pada posisi yang tidak benar, atau melakukan gerakan memutar seperti pivot (gerakan memutar secara tiba-tiba dengan berporos pada salah satu kaki, red) itu juga paling sering me nyebabkan cedera pada lutut dan ankle.

Ditambahkan dr. Theri, cedera olahraga dewasa ini memang semakin meningkat. Hal tersebut berkaitan dengan tren olahraga yang juga semakin banyak digemari, termasuk olahrga urban sport, seperti running. Kompetisi-kompetisi tingkat sekolah juga makin banyak diselenggarakan. “Salah satunya yang sedang in  adalah olahraga lari. Merasa mau event, persiapan kurang, tapi ingin sampai finish. Jarak yang diambil pertengahan atau paling panjang. Memaksakan diri, akhirnya cedera,” papar dr. Theri. “Nutrisi juga harus juga diperhatikan. Walaupun bukan atlet, pengetahuan mengenai nutrisi untuk olahraga juga harus jadi perhatian, agar tidak kelelahan karena asupan nutrisi yag kurang saat olahraga.”

JANGAN DIKOMPRES AIR HANGAT LAKUKAN RICE

Meski sederet persiapan sudah dilakukan, seringkali cedera saat olahraga tidak dapat dihindari. Jika sudah terjadi, pengetahuan mengenai penanganan pertama sangat diperlukan. “Yang pertama harus dilakukana adalah Rest (istirahat), jangan melakukan olahraga terlebih dahulu,” ujar dr. Theri.

Kemudian, langkah berikutnya adalah teknik Ice, yakni  icing, compressing dan elevating. Icing adalah mengompres cedera dengan es atau air dingin. Menurut dr. Theri salah satu kesalahan yang umum terjadi pada masyarakat awam saat mengalami cedera adalah mengompres cedera dengan menggunakan air hangat.

“kalau cedera itu sebenarnya, ada kerusakan jaringan di dalam, termasuk di dalamnya pemb uluh darah. Kalau dikasih hangat, pembuluh darah tidak malah menyempit tapi malah melebar, akhirnya perdarahannya akan semakin banyak,’ papar dr. Theri “Kalau dikasih es, kontraksi, perdarahannya berkurang dan bengkaknya akan cepat kempis. Dikompres dengan cara dipijat juga merupakan langkah yang sangat fatal, karena jaringan yang mengalami cedera akan semakin parah.”

Proses elevating juga penting, dimana bagian yang cedera harus diposisikan lebih tinggi dari jantung. Jika kaki digantung atau diletakkan lebih atas, kalau tangan dapat digendong. “Kalau perlu dibebat, juga pastikan bebatannya tidak terlalu kencang, tapi juga tidak terlalu kendor,” katanya. “Kalau misal belum membaik, segera bawa ke fasilitas kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut jika diperlukan.”

PENANGANAN TERINTEGRASI DI RSOT

Seiring dengan tren olahraga, oenanganan pada sport injury di Indonesia juga terus berkembang. Tak terkecuali di RS Orthopedi dan Traumatologi (RSOT) Surabaya, yang juga memiliki dokter-dokter orthopedi dengan sub-spesialis sport injury.

RSOT juga menerapkan teknologi-teknologi penanganan terkini dengan perlatan modern. Salah satunya adalah dengan arthroscopy, teknik operasi minimal invasive dengan luka sayatan kecil bahkan kurang dari 1 cm dan proses recovery  yang sangat cepat.

Selain itu, RSOT juga memiliki tim rehabilitasi medic dari dokter fisioterapis yang memiliki program dan standart of procedure (SOP) yang jelas, baik penanganan cedera dengan operasi maupun tanpa operasi. Hal tersebut sangat membantu dalam memantau kapan seseorang yang mengalami cedera dapat melakukan olahraga kembali. Itu sebabnya, selama ini RSOT dipercaya oleh berbagai klub dan atlet professional dalam penanganan cedera, termasuk para atlet Persebaya Surabaya dan berbagai klub professional lainnya.

“Target pemulihannya berapa sangat jelas. Mereka bisa tau, kapan bisa mulai latihan lagi, kapan bisa tanding lagi dan seterusnya,” papar dr. Theri. “Sebab, dalam penanganan sport injury di RSOT ini, harapannya dia bisa kembali berolahrga, minimal sama kemampuannya dengan sebelum cedera, atau bahkan lebih baik. Bukan menurun atau malah pensiun.” tutup dr. Theri.


Copyright by Surabaya Orthopedi 2018

WhatsApp Live Chat