Please wait...

Cover-Artikel-500x500-1.jpg

Sahabat Ortho, tahukah kamu jika melakukan medical check up setelah lebaran sangat penting untuk dilakukan?

Perlu diketahui, sebenarnya saat puasa adalah saat yang baik untuk melakukaan pengontrolan gula darah dan tekanan darah bagi penderita diabetes dan hipertensi. Namun saat lebaran tiba, tubuh kita dikagetkan dengan banyaknya makanan yang umumnya mengandung lemak dan gula yang tinggi.

Lepasnya kontrol diri terhadap makanan ditambah dengan banyakanya makanan yang mengandung gula dan lemak yang tinggi membuat seseorang sangat rentan terkena penyakit metabolic seperti diabetes, hipertensi, peningkatan kadar kolesterol dalam darah, serangan jantung secara tiba-tiba hingga gangguan pada ginjal.

Selain itu bagi pasien penderita diabetes atau hipertensi kesibukan merayakan lebaran itu sendiri menyebabkan pasien melupakan kewajiban minum obat untuk mengontrol penyakitnya.

Lalu, bagaimana cara mencegah hal tersebut?

Agar dapat mengurangi resiko penyakit yang ditimbulkan setelah lebaran, langkah terbaik yang bisa kita lakukan adalah dengan melakukan medical check up. Medical check up merupakan upaya yang dapat membantu sahabat ortho semua agar bisa mengetahui kondisi tubuh kita secara menyeluruh dan potensi penyakit yang kemungkinan menjangkit tubuh tanpa menimbulkan gejala. Melalui medical check up, kita akan dilakukan skrinning faktor-faktor risiko yang menyebabkan gangguan pada fungsi tubuh kita agar dapat dilakukan pencegahan lebih dini. Dengan begitu penyakit tidak akan berkembang kearah yang lebih serius hingga berakibat fatal di kemudian hari.

Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi Surabaya menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan (Medical Check Up) bagi sahabat ortho semua. Yuk segera periksakan diri anda dan pastikan tubuh kita tetap sehat dan bugar setelah lebaran.

Informasi dan Pendaftaran :

(031) 574 31 574 / 574 31 299

Whatsapp 0813 3662 1957 / 0813 3787 3131

IGD        :
(031) 574 31 574 /574 31 299 EXT 118

Whatsapp 0823 3765 5500


CTEV-1.jpg

Congenital Talipes Wquino Varus (CTEV) atau Club Foot atau adalah kondisi konginetal yang sering dijumpai pada bayi. Kondisi ini diakibatkan oleh kekakuan otot dan tendon pada bagian dalam kaki, sehingga kaki tertarik ke arah dalam dan menyebabkan kaki menyerupai huruf O. CTEV terjadi pada 1 dari 1000 kelahiran. Sejauh ini penyebab CTEV belum diketahui secara pasti (idiopatik ). Namun disinyalir genetik menjadi faktor resiko pada anak yang lahir dengan CTEV.

Anak dengan kondisi CTEV biasanya tidak merasakan sakit, tetapi jika tidak ditangani maka akan mengganggu pertumbuhan. Terutama aktivitas buah hati ketika berjalan dan aktivitas lain seperti anak pada umumnya.

CTEV dapat menyebabkan kelainan pada satu kaki atau dua kaki. Gejala timbulnya pun berbeda. Tergantung pada tingkat keparahannya. Gejala umum yang terlihat pada penderita CTEV adalah sebagai berikut:

  1. Kaki Terlihat Terbalik

Orang tua harus mewaspadai apabila pada saat lahir, kaki anak terlihat bengkok kearah dalam dengan ibu jari kaki menghadap kaki sebelahnya.

  1. Salah satu kaki lebih pendek

Kaki yang mengalami CTEV memiliki ukuran yang lebih kecil. Misalnya 1 cm lebih pendek dari kaki normal.

  1. Otot betis melemah

Otot betis yang melemah ini di sebabkan karena tumit dan otot betis pada penderita CTEV lebih kecil

Gejala CTEV juga dapat di deteksi lebih dini, yaitu pada masa kehamilan dengan deteksi melalui ultrasonography (USG).  Diagnosis CTEV kemudian dipastikan ketika bayi lahir oleh dokter spesialis orthopedi melalui X-Ray pada kaki bayi. Tujuan deteksi dini ini adalah sebagai langkah awal agar buah hati cepat mendapat diagnosa. Sehingga penangangan dapat dilakukan pada saat periode emas , yaitu 1-2 minggu setelah kelahiran dengan harapan angka kesembuhan menjadi lebih optimal.

Umumnya penanganan pada CTEV adalah dengan menempatkan kaki bayi ke posisi yang benar, kemudian disangga dengan gips agar tidak goyang dan tetap pada posisi yang tepat. Pada tahap ini akan membutuhkan waktu sekitar 5-6 minggu dengan penggantian gips setiap 7 hari. Setelah itu gips akan dibuka dan dokter akan melakukan penanganan baru yaitu pemasangan sepatu khusus (dennis brown shoe) sekitar 3 bulan dengan durasi pemakaian 23 jam.

Namun pada beberapa kasus, dokter akan melakukan tindakan operatif. Tindakan operatif ini dilakukan apabila usia anak lebih dari 30 bulan dan telat untuk ditangani atau ketika tindakan non operatif belum membawa hasil yang menggembirakan karena kasus terlalu parah. Tindakan yang akan dilakukan yaitu dengan memanjangkan atau memposisikan ulang tendon dan ligamen untuk memudahkan kaki pindah ke posisi yang lebih baik.

Jadi jangan biarkan masa-masa emas buah hati anda mengalami masalah ini. Jika Anda atau keluarga memiliki masalah ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis orthopedi pediatric  kami untuk mendapatkan penanganan terbaik, mulai dari deteksi dini sampai dengan penanganan nonoperasi dan bedah minimal invasive. Penanganan yang tepat diharapkan dapat mengembalikan struktur anatomi pada kaki anak. Sehingga dapat meningkatkan kualitas aktivitas buah hati.

 

Dr. Anggita Dewi, Sp.OT
Jadwal Praktik
Senin – Jumat : 10.00 – 14.00
Sabtu : 14.00 – 19.00
Minggu : 11.00 – 14.00

 

Informasi Pendaftaran :
RS. ORTHOPEDI & TRAUMATOLOGI SURABAYA
JL. Emerald Mansion TX 10, Citraland – Surabaya
(031) 57431574 / 57431299
IGD : 082337655500 ext 118

 

REFERENCE
https://www.mountelizabeth.com.sg/healthplus/article/common-child-orthopaedics-conditions
https://mediakom.kemkes.go.id/index.php/posts/detail/kaki-pengkor-bukan-akhir-dari-segalanya
https://www.sehatq.com/penyakit/clubfoot

 

 

 


FOTO-COVER-TEDDY-1200x1800.jpg

Banyak orang yang salah mengira apabila osteoporosis adalah penyakit yang hanya diderita oleh para lansia saja. Ternyata itu salah, penyakit yang menyebabkan pengeroposan tulang ini dapat terjadi pada siapa saja, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Biasanya gejala osteoporosis berkembang secara bertahap. Oleh karena itu, penting untuk kita dalam menjaga kesehatan tulang. Agar Anda lebih waspada, kenali penyebab osteoporosis di usia muda berikut ini :

 

Penyebab osteoporosis di usia muda

  1. Amenorea

Amenorea adalah kondisi ketika seorang wanita tidak mengalami menstruasi dalam waktu yang lama. Kondisi ini menyebabkan kadar hormon estrogen wanita menurun, sehingga terjadi pengeroposan tulang. Gejalanya adalah sakit kepala, payudara tidak membesar, gangguan penglihatan, tumbuh rambut di wajah secara berlebihan, rambut rontok, suara berat seperti laki-laki, jerawat, keluarnya air susu (meski tidak sedang menyusui), dan nyeri panggul.

  1. Asupan kalsium rendah

Kalsium adalah mineral penting yang berperan penting dalam proses pembentukan dan menjaga kekuatan tulang. Kurangnya asupan kalsium bisa meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis di usia muda.

  1. Penyakit hormonal

Penyakit yang disebabkan karena faktor hormonal. Misalnya, hipertiroidisme, hiperparatiroidisme, gangguan pada kelenjar adrenal, menurunnya jumlah hormon seks, dan gangguan pada kelenjar hipofisis.

  1. Efek samping konsumsi obat

Misalnya, konsumsi obat kortikosteroid dosis tinggi dalam waktu yang lama. Alasannya karena obat jenis ini berpengaruh pada kekuatan tulang. Jika digunakan dalam waktu lama, bisa memicu pengeroposan tulang yang mengarah pada osteoporosis.

  1. Penyebab lain

Di antaranya adalah riwayat keluarga dengan osteoporosis, kebiasaan merokok dan minum alkohol, adanya malabsorbsi nutrisi (seperti pada pengidap penyakit celiac dan Crohn), serta tubuh tidak aktif dalam waktu lama (misalnya karena harus istirahat di kasur dalam waktu lama).

  1. Kondisi genetik

Adalah penyakit tertentu yang dialami sejak lahir yang membuat tulang anak mudah keropos. Contohnya adalah osteogenesis imperfecta, idiopathic juvenile osteoporosis, dan sindrom turner.

  1. Terlalu kurus

Pada dasarnya tulang akan giat membentuk sel asalkan ditekan oleh bobot sebagai pemberatnya. Jika terlalu kurus maka masa tulang cenderung kurang terbentuk sempurna.

 

Apa gejalanya ?

Gejala osteoporosis pada usia muda biasanya serupa dengan yang dialami pada orang tua. Tanda dan gejalanya antara lain :

  • Nyeri tulang, terutama di tungkai, lutut, pergelangan kaki,dimana itu semua akan dirasakan pada saat Anda berjalan, keadaan tersebut semakin lama akan semakin berat.
  • Riwayat patah tulang secara berulang, tetapi dengan trauma yang ringan.
  • Kondisi tinggi badan yang terlalu pendek.
  • Tulang belakang membungkuk.

 

Mencegah osteoporosis di usia muda

Adanya risiko osteoporosis di usia muda membuat banyak orang merasa khawatir. Pastinya siapapun Anda tidak akan mau mengalami hal tersebut, maka dari itu kita perlu melakukan langkah dalam pecegahan risiko osteoporosis di usia muda dengan cara berikut :

  • Rutin dalam berolahraga
  • Cukupi kebutuhan kalsium dan vitamin D
  • Hindari kebiasaan buruk dalam menerapkan pola hidup sehat, misalnya tidak merokok dan mengonsumsi alkohol, serta mengurangi minuman bersoda
  • Konsumsi asupan makanan yang mengandung banyak protein
  • Lakukan skrining tes kepadatan tulang secara berkala

Praktikkan cara-cara sehat diatas untuk mendapatkan tulang yang kuat dan sehat terhindar dari osteoporosis di usia muda.

Selain Anda  bisa melakukan langkah di atas, Anda juga dapat melakukan skrining atau pemeriksaan berkala di RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya. Dokter akan membantu dan menjelaskan kesehatan kondisi tulang Anda.

 

Informasi Pendaftaran :

RS ORTHOPEDI & TRAUMATOLOGI SURABAYA
JL. Emerald Mansion TX 10, Citraland – Surabaya
(031) 57431574 / 57431299
IGD : 082337655500 ext 118

 

 

 

 

Referensi :

https://www.halodoc.com/artikel/osteoporosis-di-usia-muda-apa-sebabnya

https://www.siloamhospitals.com/Contents/News-Events/Advertorial/2020/10/23/08/11/5-Langkah-Sehat-Cegah-Osteoporosis-Sejak-Usia-Muda

https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3616666/kenali-osteoporosis-pada-anak-dan-remaja

https://www.nutrimart.co.id/blog/osteoporosis-ternyata-bisa-terjadi-di-usia-muda/

https://www.nof.org/preventing-fractures/general-facts/what-women-need-to-know/

https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/ConditionsAndTreatments/osteoporosis-and-exercise

https://orthoinfo.aaos.org/en/staying-healthy/exercise-and-bone-health/

https://www.spine-health.com/conditions/osteoporosis/effects-stopping-smoking-and-alcohol-abuse-osteoporosis


© 2021 PT. SURABAYA ORTHOPEDI AND TRAUMATOLOGY HOSPITAL. All Rights Reserved.

WhatsApp Live Chat