">Rumah Sakit Tulang Surabaya – surabayaorthopedi – Your Bone and Joint Solutions

Please wait...



Blog

CLASSIC LIST

041929500_1535008301-Anda-Kram-Otot-Seperti-yang-Dialami-Anthony-Ginting-Ini-Solusinya-By-Maridav-Shutterstock.jpg

Sebagian besar orang mungkin pernah atau paling tidak familiar dengan istilah kram otot. Apa sebenarnya yang terjadi pada saat kita mengalami kram otot? Apa penyebabnya? Dan bagaimana penanganan yang tepat?

Kram otot merupakan sebuah kondisi dimana otot mengalami kopntraksi kuat atau mengencang dan umumnya terjadi secara tiba-tiba, berlangsung dalam hitungan detik atau menit, dan menimbulkan rasa sakit atau nyeri pada bagian yang mengalami kram.

Kram merupakan salah satu cara tubuh kita untuk berkomunikasi dan memberikan sinyal bahwa kita sedang mengalami situasi kritis atau non-kritis sehingga kita dapat mengambil tindakan pencegahan.

Salah satu hal yang sering menjadi pencetus kram adalah olahraha dengan intensitas yang sangat tinggi atau overused atau tanpa melakukan pemanasan dan pendinginan dengan baik, melakukan gerakan yang salah, dehidrasi, dan kekurangan elektrolit. Selain itu, ada hal-hal lain yang juga bisa menjadi penyebab kram, yakni bertahan dalam posisi tertentu dalam waktu yang cukup lama atau juga bisa disebabkan oleh cuaca panas yang ekstrim. Kram juga bisa jadi merupakan sinyal bahwa tubuh kita sedang kekurangan kalsium atau hipokalsemia. Namun, pada beberapa kasus kram juga tergolong dalam kasus idiopatik atau tidak diketahui penyebabnya.

Secara medis, kram timbul karena beberapa hal, diantaranya adalah pasokan darah yang tidak memadai, dimana terjadi penyempitan pembuluh darah yang sehingga menganggu distribusi atau aliran darah ke area tertentu. Hal ini umum terjadi pada betis atau kaki ketika sedang melakukan olahraga. itu sebabnya, kram ini biasanya akan hilang setelah berhenti melakukan olahraga.

Selain itu, kram juga disebabkan oleh kompresif tulang saraf di tulang belakang (lumbar stenosis) yang kemudian menyebabkan kram di kaki. Kram jenis ini biasanya akan memburuk ketika kita berjalan dalam waktu yang lama. Dalam kondisi ini, berjalan dalam posisi agak membungkuk seperti gerakan mendorong kereta belanja, dapat meperingan kondisi kram.

PERHATIKAN FAKTOR RESIKO KRAM

Seperti yang telah dijelaskan, kram dapat ditimbulkan oleh bberapa sebab. Namun, di luar itu ada beberapa faktor yang memperkuat risiko terjadinya kram. Yang pertama adalah dehidrasi. Faktor ini seringkali dialami oleh para atlet atau olahragawan yang melakukan olahraga berat dalam waktu yang cukup lama, apalagi dalam cuaca yang panas.

Kedua, faktor usia juga memperbesar risiko terjadinya kram. Hal ini disebabkan karena makin lanjut usia seseorang, maka massa ototnya juga akan semakin lemah. Hal tersebut kemudian menyebabkan otot menjadi lebih mudah mengalami stress dan mempermudah terjadinya kram.

Faktor lain yang memperbesar risiko terjadinya kram otot adalah kehamilan, yang disebabkan oleh beberapa hal, seperti kurangnya supan mineral atau tekanan otot peredaran darah kaki yang menuju jantung dansaraf di sekitar kaki, akibat membesarnya Rahim dan perut. Kram pada ibu hamil juga sering terjadi karena terlalu lama berdiri, atau denga posisi kaki menyilang dalam waktu yang lama.

Faktor keempat yang menjadi faktor risiko terjadinya kram adalah karena kondisi gangguan medis yang serius. Sebab, boleh jadi terjadinya kram juga merupakan sinyal dari tubuh bahwa kita sedang mengalami gangguan kesehatan yang cukup serius, seperti diabetes, gangguan saraf, hati dan tiroid.

PENANGANAN

Pada umumnya, kram bisa bisa diatasi dengan penanganan yang sederhana, utamanya jika kita telah mengetahui faktor risiko dan penyebab kram yang kita alami. Jika kram tersebut disebabkan oleh karena intensitas olahraga yang kita lakukan secara berlebihan, maka langkah penanganan paling mudah adalah berhenti berolahraga dan beristirahat.

Yang juga tak kalah penting adalah bersikap tenang, karena panik dan sibuk menggerak-gerakan bagian tubuh yang kram justru akan membuat otot semakin sakit. setelah tenang, kita dapat melakukan pergangan otot. Jika yang mengalami kram adalah bagian kaki, usahakan untuk meluruskan kaki dalam posisi normal. Jika kram tidak terlalu parah, umumnya otot dapat “menyembuhkan dirinya sendiri”. Pastikan bahwa anda beristirahat dan tidak melanjutkan aktifitas, seperti berjalan atau berolahraga. Biarkan otot-otot beristirahat dan pulih sebelum melakukan aktivitas kembali.

Cara lain yang dapat dilakukan adalah mengompres bagian yang mengalami kram dengan menggunakan air dingin dengan media handuk atau sesuatu yang dingin yang dapt ditempelkan di bagian yang mengalami kram. Bagi yang mengalami kram karena dehidrasi, minum air putih bisa jadi cara yang baik untuk meredakan kram.

Pada kondisi yang serius, kram merupakan sinyal bahwa tubuh mengalami gangguan kesehatan lainnya, kita memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter. Dimana dokter kan menanyakan gejala lain seperti mati rasa, bengkak, dll. Pada umumnya, dokter akan melakukan pemeriksaan tes darah, tes urin dll untuk memastikan penyebab kram yang dialami.


nyeri-pinggul.jpg

Pada dasarnya,dua faktor penyebab osteoarthritis atau pengapuran sendi, yang pertama adalah faktor dari dalam,dan lainnya yang berasal dari diri sendiri. Faktor-Faktor ini bersifat “given” dan tidak dapat di ubah.

Faktor yang kedua adalah faktor dari luar seperti berat badan,aktifitas fisik seperti olahraga berat,kerja berat yang bisa mempengaruhui”umur pakai sendi”. Hal lain yang termasuk dalam faktor dari luar ini misalnya kecelakaan,atau memiliki penyakit sendi lain,seperti asam urat atau rematik yang kemudian memicu terjadinya pengapuran sendi.

“Secara umum,wanita memiliki resiko dua kali lebih besar terkena pengapuran sendi,utamanya yang sudah di atas 60 tahun. Pertama karena wanita memiliki hormon estrogen, yang pada saat wanita memasuki masa menepouse,hormon tersebut turun drastis. Padah hormon ini adalah  hormon yang protektif melindungi sendi dan tulang,’’ujar dr Gede Chandra Sp.OT. ’’Oleh karena itu,begitu memasuki masa menepouse,wanita sangat rentan terhadap penyakit sendi dan tulang.”

Selain itu di tambahkan oleh Dr Gede Candra semasa hidupnya ,wanita lebih sering terpapar dengan peningkatan berat badan yang drastis. Misalnya saat hamil,dimana seorang wanita bisa mengalami kenaikan berat badan sekitar 15 kg- 20kg. “itu akan memberikan beban kepada sendi dan mengurangi umur pakai sendi,”terangnya.

Gejala awal yang bisanya menyertai pengapuran sendi,dimanapun tempatnya,baik itu pengapuran sendi lutut,tulang belakang,dan panggul adalah rasa nyeri. Gejala lainnya adalah kalau dan kesulitan melakukan aktifitas sehari-hari seperti bejalan,naik dan turun tangga,sholat dll. “Khususnya di sendi panggul di daerah lihat paha,sampai pantat bagian belakang, dan bisa juga menjalar sampai ke lutut,’’jelasnya. “Makanya kalau ada sakit di lutut,jangan lupa sendi di panggul,karena bisa jadi penjalaran dari sana.”

Para penderita pengapuran sendi panggul biasanya juga mengalami kesulitan melakukan aktifitas-aktifitas yang berhubngan dengan menekuk sendi panggul,misalnya duduk,naik tangga,sholat, dll dimana ada tekukan di bagian panggul dan saat ada beban berat ke sendi,misalnya loncat,turun tangga,dll

Untuk itu, Dr Chandra menunturkan, hal yang pertama bisa dilakukan oleh para penderita pengapuran sendi, termasuk, sendi panggul adalah mengurangi beban sendi, misalnya mengurangi berat badan atau aktifitas yang membebani sendi.”Misalnya biasanya suka aerobic, itu kan olahraga high impact untuk sendi panggul,jangan dilakukan lagi,”Ujarnya.

Di RSOT Surabaya,selalu dilakukan penangann multi modal approach. Penanganan pertama di lakukan dengan pemberian obat, kedua dengan fisioterapi, dan ketiga adalah occupational teraphy, yakni memodifikasicara berkerja dan beraktifitas pasien termasuk di dalamnya mengatur diet berat badan.”Pemberian obat sendiri ada obat oral hingga suntik,yakni penggunaan platet rich plasma yang menggunakan darah pasien itu sendiri.”terangnya.

Jika pendekatkan di atas dirasa tidak cukup membantu karena tingkat pengapuran sendi panggulnya sudah masuk dalam fase berat, diaman pasien mengalami nyeri hebat dan sangat menggangu aktifitas,seperti susah bergerak dan berjalan,barulah dilakukan operasi penggantian sendi.

Improvement yang bisa dihasilkan dengan operasi tergolong sangat dramastis. Pasien yang awalnya merasakan sangat sakit di bagian sendinya, sakitnya akan sangat berkurang sehingga aktifitas sehari-harinya bisa berjalan dengan baik lagi.”Memang biasanya kita lakukan pada pasien yang berusia di atas 60 tahun dengan kerusakan sendi yang berat. Prosesnya tidak terlalu lama hanya sekitar 90 menit, dengan masa recovery satu-dua bulan pasca operasi sudah bisa berjalan,”urai Dr Chandra. “Setelah enam bulan bisa olahraga ringan, seperti yoga ringan,jalan kaki, sepeda, renang,masih bisa.”

Kesimpulannya, pada pasien dengan kerusakan sendi berat,penggantian sendi dapat meningkatkan kembali kualitas hidup pasien,membuat pasien bisa melakukan aktifitas sehari-hari tanpa keluhan nyeri.

Pengapuran Sendi Panggul

097448500_1499922622-Ciri-Sakit-Pinggang-yang-Disebabkan-Batu-Ginjal.jpg

Masyarakat pada umunya mungkin berfikir bahwa tulang sendi hanya terjadi pada lutut,panggul, lengan,dsb. Padahal, tulang belakang juga memiliki persendian yang juga mengalami persendian yang juga dapat mengalami resiko osteoarthritis atau pengapuran. Penyebabnya pun hampir sama dengan penyebab osteoarthritis pada lutut dan panggul,dan dapat menyerang siapa saja, misalnya karena kegemukan, usia lebih dari 50 tahun,faktor keturunan, kelainan bentuk,riwayat trauma pada sendi dan pekerja berat.”Tulang belakang ini kan menanggung bedah tubuh, jadi kegemukan bisa jadi salah satu faktor pemicu terjadinya osteoarthritis  pada tulang belakang.’’Ujar Dr Carlos  Gracia Binti,Sp.OT (K) Ketika di temui majalah orthocare di ruang prakteknya di RSOT Surabaya.”Kurangnya exercise atau olahraga juga bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya osteoarthritis pada sendi tulang belakang. “

Penderita pengapuran sendi tulang belakang,menurut Dr Carlos,Biasanya mengalami gejala-gejala yang hampir sama seperti yang dirasakan oleh penderita osteoarthritis pada lutut dan panggul, tentu di tempat yang berbeda, yakni tulang belakang. Keluhan yang dirasakan biasanya adalah rasa nyeri, gangguan pegerakan tulang belakang dan berbagai gangguan lainnya.

“Gejala awalnya biasanya nyeri pinggang,kalau orang jawa menyebutnya dengan sakit boyok. Nyeri di bagian pinggang bawah. Bila pengapuran itu berkembang,nyerinya akan melebar dan lebih berat kadang bisa juga disertai keluhan lain.”Jelas dokter yang dikenal ramah ini.

Dr Carlos menabahkan,pengapuran sendi tulang belakang pada umunya memang menyerang bagian pinggang bahwa,karena daerah itulah yang lebih mobile atau pergerakan paling banyak terjadi”Pada beberapa kasus memang bisa terjadi di beberapa ruas tulang belakang sekaligus. Tapi paling banyak di bagian pinggang bawah. Jika kita melihat prosentase angka kejadian,paling banyak di tulang belakang bagian bawah,”Jelasnya.

Untuk memastikan apakah keluhan tersebut memang benar karena osteoarthritis atau pengpuran tulang belakang atau bukan,pasien dapat melakukan beberapa pemeriksaan seperti foto rontogen atau pemeriksaan MRI untuk diagnosa yang lebih akurat.

Jika memang telah  di diagnosis menderita osteoarthritis tulang belakang, ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan.

Menurut dokter yang telah mendapatkan gelar konsultan tulang belakang pada tahun 2013 setalah menempuh pendidikan di jepang dan korae ini, tindakan – tindakan non-operatif selalu di utamakan.

“Biasanya kita melakukan fisioterapi,olahraga, dan pemberian obat. Pada dasarnya kami utamakan tindakan- tindakan non-operatif baru kalau memang betul- betul tidak bisa dan dalam taraf sangat mengganggu, baru kita lakukan operasi.’’tutur Dr Carlos .”Setidaknya berbeda dengan penanganan osteoarthritis  pada lutut dan panggul,menurut Dr Carlos,Pengapuran sendi pada tulang belakang relative memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi,”

Sakit Boyok Tulang Belakang

menyiasati-tumbuh-kembang-anak_m_5552.jpeg

Bagi setiap orang tua,tumbuh kembang sang buah hati selalu menjadi momen yang sangat dinanti. Setiap detail perubahan kemauan kognitif mulai merangkak,berjalan,atau pertumbuhan fisik dari tinggi badan dan berat badan menjadi saat yang membahagiakan. Pertanyaannya,pada umur anak anda sekarang,normalkah tingkat tumbuh kembangnya?

Pada prisipnya, tumbuh kembang anak dapat dibagi menjadi dua,yang pertama adalah ukuran tubuh dan yang kedua adalah yang berkaitan dengan kemampuan kognitif sang anak.

Dari sisi ukuran fisik,kita dapat mrngetahui tumbuh kembang anak dari beberapa parameter, seperti pertumbuhan tinggi dan berat badan,jumlah gigi,lingkar kepala,lingkar dada dan beberapa hal lainnya. Sementara ditilik dari kemampuan koognitif,kita dapat mengukur dari kemampuan merangkak,berjalan,dan beberapa kemampuan lain yang berkaitan dengan saraf motorik lainnya.

“Kita dapat melihat skala perkembangan anak dengan parameter motorik  dasar,motorik halus,personal sosial,dan bahasanya,”ujar dr Haryson Tondy Winoto,MSi.Med.Sp.A ketika di temui majalah Orthocare di ruang prakteknya. “ Misalnya anak umur 3 bulan tapi belum bisa tengkurap. Kita perlu observasi apakah anak tersebut memiliki kelainan pada stuktur tulangnya,terlalu kurus dan gemuk,atau kemungkinan lainnya.”

Lebih lanjut dr Haryson  menjelaskan,pada orang tua hendaknya mengetahui apakah sang buah hati mengalami keterlambatan tumbuh kembang atau tida”jika memang dirasa ada keterlambatan tubuh kembang, misalnya belum bisa berjalan atau tidak bisa berbicara dengan baik dan lancar pada umur-umur yang semestinya sudah bisa,segera konsultasikan ke dokter untuk diagnosa penyebabnya.”tegas dr Haryson.” Kebanyakan orang tua biasanya cenderung menunggu jika mengetahui keterlambatan tumbuh kembang anaknya,atau ada yang mungkin merasa malu untuk mengkonsultasikan. Kalau sudah parah baru di bawa ke dokter.”

Kalau kebanyakan orang tua mengeluhkan keterlambatan tumbuh kembang anak,adakah anak yang tumbuh kembang dan berkembang lebih cepat dari waktunya? Menurut dr.Haryson, hal tersebut bisa saja terjadi. Namun sepanjang tidak mengganggu stuktur orangnya, hal tersebut tidak perlu terlalu di khawatirkan.” Yang menjadi salah satu, misalnya kita ambil contoh yang ekstrim, umur 3 bulan sudah bisa berdiri, itu kan sangat ekstrim. Kita khawatirkan justru stuktur tulangnya belum sempurna sehingga belom bisa menopang berat tubuh. yang di khawatirkan tulangnya akan malah bermasalah dalam waktu panjang.

PENTINGNYA STIMULASI DARI ORANG TUA

Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya tunbuh dan berkembang secara sempurna. Untuk itu banyak cara  dilakukan, termasuk salah satunya memberikan berbagai suplemen yang di percaya dapat membantu tumbuh kembang sang buah hati.

Menurut dr.Haryson, memberikan suplemen kepada anak dapat di lakukan sepanjang tidak terlalu berlebihan. Namun, dr Haryson mengingatkan,stimulus yang di berikan oleh orang tua jauh lebih penting di bandingkan dengan memberikan suplemen.

“Stimulasi yang di berikan orang tua sejak dari bayi lahir sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang anak. Terumata ASI yang paling bagus untuk bayi, tapi juga mendekatkan hubungan ibu dengan anaknya.’ujarnya. “Bisa juga misalnya dengan pijat bayi yang dapat melatih gerakan motorik  anak.”

Lebih jauh  dr Haryson juga menekankan pentingnya peran orang tua untuk terus mendampingi tumbuh kembang anak. Kesibukan para orang tua dan teknologi kerap menjadi masalah tersediri.

“Dampingi anak saat menonto TV sembari di beri pengertian mengenai acara yang iya tonton akan sangat baik untuk  tumbuh kembangnya. Usahakan anak jangan terlalu sering main game,karena anak membuat emosi anak cenderung tidak stabil dan mudah marah .’’ tutupnya.

Pentingnya Stimulasi Dari Orangtua

Copyright by Surabaya Orthopedi 2018

WhatsApp Live Chat