Please wait...

plantar_fasciitis-3.width-800.jpg

Olahraga merupakan salah satu aktivitas yang bisa memberikan segudang manfaaat bagi kesehatan tubuh. Bahkan, di era pandemi ini Olahraga menjadi solusi favorit di kalangan masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya. Ada berbagai macam olahraga yang dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, mulai olahraga tanpa alat sampai dengan yang menggunakan alat seperti di area fitness. Nah, dari sekian banyak jenis olahraga itu, yang paling banyak digemari adalah berlari. Selain mudah dilakukan, olahraga ini tidak memerlukan uang sepeserpun. Namun, ada yang perlu diwaspadai ketika Anda berlari. Pernahkah Anda merasakan nyeri di tumit setelah berlari?

Sebagian orang menganggap rasa nyeri di tumit setelah berlari disebabkan karena kelelahan. Akan tetapi, Anda juga harus berhati-hati, karena nyeri tumit setelah berlari bisa jadi merupakan pertanda adanya gangguan kesehatan / kelainan fisik pada anggota tubuh Anda. Biasanya, kondisi ini berhubungan dengan gangguan Plantar Fasciitis, pola gerakan yang kurang tepat, maupun  gangguan pada struktur kaki.

Apa sih Plantar Fasciitis itu? Plantar Fasciitis merupakan peradangan yang terjadi pada bagian Plantar Fascia, yaitu jaringan dibawah kaki yang membentang dari tumit hingga jari kaki, jaringan ini berfungsi sebagai penyangga telapak kaki dan peredam getaran ketika berjalan.

Terdapat beberapa penyebab tumit sakit setelah berlari, misalnya :

  • Pergelangan kaki yang terlalu banyak bergerak
  • Orang-orang yang memiliki kaki datar (flat feet) atau sebaliknya
  • Telapak kaki mempunyai lengkungan yang tinggi
  • Jenis sepatu

Nyeri tumit kerap hilang timbul  meski sudah mereda, tetapi nyerinya bisa muncul lagi saat berdiri terlalu lama atau bangun mendadak dari posisi duduk.

 

Mengatasi nyeri tumit setelah berolahraga

Penanganan segera mungkin akan membuat nyeri lebih cepat menghilang, jadi lakukan pengobatan segera setelah Anda merasakan gejalanya. Berikut ini caranya :

  • Istirahat dan lakukan peregangan
  • Kurangi peradangan dengan menggunakan kompres dingin dan obat anti peradangan
  • Gunakan bantalan tumit atau sisipan orthotic

 

Mencegah nyeri tumit saat berolahraga

Selain cara-cara mengatasi nyeri tumit diatas, Anda juga dapat mencegah agar nyeri tumit tidak kembali menyerang ketika Anda ingin kembali berolahraga :

  • Ubah pola
    Perhatikan posisi kaki pertama kali menyentuh tanah saat berlari. Kebanyakan orang berlari dengan bertumpu pada kaki belakang yang bisa memicu terjadinya nyeri tumit. Cobalah untuk menggunakan bagian tengah atau depan kaki ketika berlari untuk mengurangi ketegangan.
  • Lakukan peregangan sebelum dan sesudah berolahraga
    Lakukan peregangan sederhana untuk melemaskan otot kaki, pergelangan kaki, serta betis setiap sebelum dan sesudah berolahraga.
  • Pertahankan berat badan ideal, karena berat badan berlebih akan membuat kamu menanggung terlalu banyak tekanan pada tubuh bagian bawah, terutama lutut, pergelangan kaki, dan tumit, terlebih ketika kamu sedang berlari.
  • Kenakan sepatu olahraga yang nyaman, untuk menghindari terjadinya nyeri pada tumit dan cedera kaki lainnya.

Jika Anda sudah melakukan cara-cara di atas tetapi tumit masih saja sakit atau sudah dua minggu tak kunjung sembuh, sebaiknya periksakan diri ke dokter spesialis Orthopedi dan Traumatologi. Dokter akan membantu mencari penyebab dan merekomendasikan terapi sesuai kondisi. Jangan tunda mencari bantuan medis jika nyeri yang dirasakan intensitasnya sangat berat dan membatasi aktivitas Anda berjalan, atau jika disertai kemerahan dan bengkak.

 

Informasi Pendaftaran :

RS. ORTHOPEDI & TRAUMATOLOGI SURABAYA
JL. Emerald Mansion TX 10, Citraland – Surabaya
(031) 57431574 / 57431299
IGD : 082337655500 ext 118

 

 

Referensi :

https://www.healthline.com/health/heel-pain-after-running

https://www.everydayhealth.com/foot-health/care-for-heel-pain.aspx

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/plantar-fasciitis/symptoms-causes/syc-20354846

https://www.halodoc.com/artikel/nyeri-tumit-setelah-berolahraga-ini-cara-mengatasinya


makanansehat1-1612955976129.jpeg

Menjadi insan yang sehat tak hanya bersumber dari olahraga rutin. Asupan makanan dan minuman yang sehat juga menambah kualitas lutut. Agar tidak salah pilih, panduan dari dr. Their Effendi,Sp.OT dapat membantu memilih sajian yang tak hanya nikmat, tapi juga sehata untuk lutut.

 

BUAH BERRY

Keluarga buah Berry tentu nikmat disantap. Tapi, tahukah anda kandungan resveratrol pada buah Berry bermanfaat bagi sendi, termasuk mengurangi peradangan bagi sendi? Resveratrol ini ditemukan pada buah Cranberry, Mulberry, Blueberry, hingga Anggur Merah atau Redberry. Hal ini dipublikasikan pada Journal of Agriculture and Food Chemistry.

Radang yang dibiarkan dalam waktu yang lama dapat membahayakan sendi. Buah-buah Berry dapat menghambat peradangan. Disamping itu, kandungan flavanoid di dalamnya juga telah terbukti sebagai anti oksidan yang melindungi sel endotel dri radikal bebas.

 

WHOLE GRAIN

Padi, gandum, beras merah, dan jagung termasuk dalam deretan biji-bijian whole grain. Olahan menu dari whole grain selain mengandung serat yang tinggi, kandungan mineral tembaga yang membantu kesehatan sendi serta tulang. Dikutip dari American Journal of Clinical Nutrition, whole grain mengandung choline dan betaine yang dapat  mencegah terjadinya pembengkakakn sendi atau inflamasi.

 

SUSU & OLAHANNYA

Bukan hanya susu high calcium, Anda juga dapat mengonsumsi olahan makanan berbahan susu seperti keju dan yoghurt. Keduanya juga mengandung kalsium, zinc, magnesium, vitamin dan mineral yang sangat penting untuk pembentukan dan kepadatan tulang. Manfaat plus-nya, Anda juga bisa terhindar dari risiko osteoporosis bila mengonsumsi susu secara rutin.

 

IKAN TUNA & SALMON

Tuna dan Salmon sama-sama khas dengan tekstur lembutnya. Kduanya mengandung asam lemak esensial dan asam lemak Omega-3 yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan lemak harian. Asam lemak Omega-3 inilah yang dapat mengurangi peradangan. Rasa nyeri sendi pun berkurang.


1-Position-1200x900.jpg

Sebelum lebih lanjut membaca tulisan ini, ada baiknya Anda memperhatikan postur tubuh Anda. Cara duduk Anda, posisi leher anda saat membaca, dll. Sebab, low back pain atau nyeri pinggang bawah sangat dipengaruhi oleh postur tubuh Anda saat melakukan aktivitas sehari-hari.

Ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya low back pain atau nyeri pinggang bawah. Salah satu penyebab terbanyak adalah proses degeneratif yang umumnya dimulai pada umur 40 tahun. Selain itu, hal ini yang secara signifikan mempengaruhi terjadinya nyeri pinggang bawah adalah karena kesalahan postur tubuh yang repetitif atau dilakukan secara berulang-ulang dalam kurun waktu yang lama.

“Duduk dengan posisi yang salah dalam bekerja setiap harinya, orang yang bekerja dengan posisi mengangkat, mendorong, dengan posisi yang tidak benar, atlet yang salah dalam melakukan gerakan, dan lainnya. Prinsipnya, kesalahan postur yang dilakukan terus menerus sangat berpotensi untuk terjadinya nyeri punggung atau pinggang bawah”,tegas dr. Nyoman Dewi, Sp.KFR dari Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi Surabaya (RSOT) Surabaya. “Selain itu, nyeri pinggang juga bisa diakibatkan faktor organnya, misal ada tumor, masalah di ginjal, rematik, osteoporosis, scoliosis atau karena kehamilan sehingga postur tubuhnya jadi berubah”.

Selain low back pain, menurut dr. Nyoman, upper back pain yang melibatkan tulang cervical atau sekitar leher, dewasa ini juga meningkat karena tren pemakaian smartphone yang masif yang membuat orang berada  dalam posisi menunduk dalam waktu yang lama.

Penanganan dengan Teknologi Fisisoterapi

Menurut dr. Nyoman, ada berbagai tahapan pada penanganan yang umumnya dilakukan kepada mereka yang menderita nyeri punggung, “Tentu kita periksa dulu. Apakah nyerinya karena trauma, atau karena organ lainnya. Kita tanya juga apakah sifat nyerinya menetap atau kadang-kadang. Intensitasnya gimana, apakah kalau bekerja tambah sakit, kalau tidur hilang, dan sebagainya”,ujar dr. Nyoman.

Lebih lanjut dr. Nyoman menuturkan, setelah diagnosa, barulah ditentukan program terapi atau program rehab medik yang cocok untuk pasien tersebut. Mulai dari latihan-latihan exercise yang disesuaikan dengan kondisi pasien, hingga penggunaan modalitas atau alat-alat dengan metode terkini yang dimiliki oleh RSOT.

RSOT sebagai rumah sakit yang concern terhadap permasalahan tulang, menurut dr. Nyoman, memang memiliki peralatan yang lengkap dan terkini dalam bidang fisioterapi dan reham medik. “Disini kami punya laser high intensity dan low intensity untuk kasus-kasus akut dan kronis, radial shock wave therapy, dll”, ujarnya.

RSOT juga memiliki berbagai modalitas untuk mendukung terapi exercise atau latihan, seperti latihan peregangan, latihan koreksi postur dan latihan lainnya pada penderita nyeri punggung untuk mengurangi nyeri dan peradangan.”Latihan-latihan tersebut dibuat sesuai dengan kondisi pasien dan diajarkan agar pasien dapat melakukan secara mandiri di rumah untuk home exercise program”, terang dr. Nyoman.

dr. Nyoman menegaskan, jika program-program rehab medik tersebut dilakukan dengan benar dan konsisten, termasuk menggunakan alat-alat bantu yang dianjurkan oleh dokter, harapan untuk sembuh cukup besar.”Operasi adalah option terakhir. Jika memang latihan-latihan, obat anti nyeri dan tindakan konservatif lainnya sudah tidak membantu”, ungkap dr. Nyoman. “Kecuali kalau sudah menyangkut saraf, seperti saraf terjepit, harus operasi untuk membebaskan sarafnya.”

Untuk itu, dr. Nyoman juga menekankan pencegahan nyeri punggung dengan \penerapan gaya hidup yang baik. Terutama memperhatikan posisi atau postur yang sering kita lakukan sehari-hari.

“Yang bekerja di depan computer dan harus duduk lama, pastikan posisi duduknya benar, punggung lurus 90 derajat. Monitor juga harus sejajar dengan mata kita supaya punggung tidak membungkuk dan leher tidak menunduk.” ujar dr. Nyoman. “ Pekerjaan yang banyak mengangkat atau mendorong, juga beresiko tinggi menyebabkan tekanan diskus tulang belakang dan penjepitan saraf. Prinsipnya usahakan semua postur kita benar. Lakukan peregangan sesering mungkin.”


© 2021 PT. SURABAYA ORTHOPEDI AND TRAUMATOLOGY HOSPITAL. All Rights Reserved.

WhatsApp Live Chat