Please wait...



Blog

CLASSIC LIST

220px-Osteoporosis_Locations.png

Selama ini  osteoporosis identik dengan orang tua. Faktanya, pengoroposan tulang padat menyerang siapa saja, termasuk mereka yang berusia muda. Penelitian Internasional Osteoporosis Foundation (IOF) menggunakan, satu dari empat wanita Indonesia dengan rentang usia 50-80 tahun memiliki resiko osteoporosis. Dan, resiko wanita empat kalo lebih tinggi di bandingkan laki-laki.

APA ITU OSTEOPOROSIS ?

Osteoporosis adalah kondisi berkurangnya massa tulang dan gangguan stuktur tulang, sehingga menyebabkan tulang menjadi patah.

Masa tulang manusia di pengaruhui oleh faktor ginetik dengan kontribusi dari nutrisi, keadaan endokrin, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan saat masa pertumbuhan. Proses pembentukan tulang dengan memilihara kesehatan tulang dapat dikatagorikan sebagai program pencegahan,yang secara kontinyu mengganti tulang yang lama dengan tulang yang baru.

Kehilangan massa tulang menjadi saat keseimbangan proses pembentukan tulang terganggu,sehingga penyerapan tulang lebih banyak dari perpembentukan tulang baru. Ketidakseimbangan ini biasanya terjadi padaaaa orang lanjut yang mengalami emepouse. Kehilangan massa tulang dapat mengubah mikro-arsitek jaringan tulang dan mengingatkan resiko patah tulang.  

PENYEBAB OSTEOPOROSIS

Usia, Jenis kelamin dan ras merupakan faktor penentu utama dari massa tulang dan resiko patah tulang. Osteoporosis dapat juga terjadi pada orang lanjut usia.

Selama masa anak-anak dan dewasa muda, pembentukan tulang jauh lebih cepat di bandingkan dengan kerusukan tulang. Titik puncak massa tulang tercapai pada usia sekitar 30 tahun, dan setelah itu mekanisme resorfasi tulang menjadi lebih jauh cepat di bandingkan dengan pembentukan tulang. Penurunan  massa tulang yang cepat akan menyebabkan kerusakan pada mikroastitektur tulang khususnya pada tulang trabecular.

GEJALA

Penyakit Osteoporosis di juluki sebagai silent Epidemic Disaese, Karena menyerang secara diam-diam, tanpa adanya tanda-tanda khusus,sampai terjadi patah tulang. Osteoporosis juga dapat terjadi pada anak-anak yang disebut Juveline Idiopatic Osteoporosis dan belum diketahui sebabnya.

FAKTOR-FAKTOR RESIKO

Faktor resiko seseorang untuk mengalami osteoporosis yang tidak dapat diubah antara lain,jenis kelamin (Wanita lebih resiko mengidap osteoporosis di bandingkan pria), riwayat keluarga,gangguan hormonal dan ras.

PENCEGAHAN

OSTEOPOROSIS sebenarnya dapat dicegah sejak dini dengan membudayakan perilaku hidup sehat,yaitu mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang yang memenuhui kebutuhan nutrisi dengan unsur kaya serat,rendah lemak, dan kaya kalsium(1000-1200 mg kalsium perhari ). Berolahraga secara teratur,tidak merokok,dan tidak mengkonsumsi minuman berakhohol.

OSTEOPOROSIS

hipfracture-300x213-1.jpg

Secara umum,Osteoporosis merupakan penyakit tulang yang di tandai oleh menurunnya masaa atau kepadatan tulang. Pengukuran massa tulang tersebut dapat dilakukan dengan metode Bone Mass Density (BMD) angak 0 pada hasil BMD dapat di artikan bahwa orang tersebut memiliki massa tulang yang normal. Sementara jika angka-1 hingga-2 menunjukan kondisi osteopenia atau pre-osteoporosis,dimana jika tidak di tangani dengan baik. Maka sekitar lima hingga sepuluh tahun ke depan dapat di pastikan akan masuk pada osteoporosis.

“Osteoponia itu zona kuning. Jika hasil BMD-Nya menunjukan -2,5 itu sudah zona mrah atau osteoporosis. Semakin tinggi tingkat osteoporosisnya maka semakin tinggi resiko patah tulangnya. Terbentur sedikit saja patah tulang.” terang dr Tanjung A.Sangkai,Sp.OT. Menguntip sebuah literature,Dr Tanjung mengungkapkan bahwa resiko patah tulang mengikuti tingkat kepadatan tulangnya. Jika hasil BMD Menunjukan angka-1,maka resiko patah tulangnya meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan kepadatan tulang yang normal. Hasil BMD -2 berarti resiko patah tulangnya empat kali llebih besar ,begitu seterusnya”Bahkan saya pernah menangani pasien yang patah tulang belakangnya hanya karena mobil yang di tumpanginya melewati polisi tidur atau gundukan. Ada juga yang karena gelap,kakinya sedikit saja menendang kaki meja,sudah patah.”ujar dr Tanjung.

Untuk itu, tingkat awareness terhadap osteoporosis, ini sangat penting. Sebab, banyak orang yang tidak merasa menghidap osteoporosis dan baru menghantuinya setelah terjadi patah tulang.

Patah tulang karena osteoporosis ini umumnya terjadi di 3 tempat yakni tulang belakang,tulang pinggul,dan tulang pada perhgelangan tangan.Sebab,Pada saat jatuh,ketiga bagian inilah yang biasa di gunakan untuk menyangga badan.  

Kasus patah tulang pada ketiga tempat tersebut juga kerap terjadi pada orang tua yang sebagian besar Karena terpeleset di kamar mandi dan di anak tangga. Biasanya terpeleset dengan posisi miring kemudian terkena tulang di bagian pinggul atau posisi terduduk yang mengakibatkan patah tulang belakang. Kejadian paling ringan adalah bertumpu dengan tanagan yang mengakibatkan tulang pergelangan tangannya patah.

Lanjut Dr Tanjung menunturkan,penangan pada fraktur atau patah tulang pada pasien yang mengalami osteoporosis ini lebih sulit dikarenakan sudah porotik atau keropos. Namun, sebagai rumah sakit yang concern di bidang orthopedic dan traumatologi, RSOT memiliki banyak dokter ahli dan peralatan penunjang untuk mengatasi hal tersebut.

“Di RSOT,ada banyak penerapan teknologi yang bisa di manfaatkan.Mulai dari Partial Hip Repclesment,Total Hip Receplesment (Ganti tulang pinggil keseluruhan), teknik kifoplasty pada kasus patah di tulang belakang yakni dengan terlebih dahulu memasukan balon di dalamnya sehingga semen tidak meluber kemana-mana dan tekhnik lainnya. “Ujar Dr Tanjung.”Penerapan teknologi tersebut juga di tunjang dengan peralatan dan tim ahli. “

Dr Tanjung  juga menekankan pentingnya tabungan tulang pada masa mengandung,pertumbuhan, dan menjelang menepouse bagi wanita.” Dengan tabungan kalsium di masa pertumbuhan hingga usia 35 tahun itu diharapkan kepadatan tulang kita akan bagus,sehingga juga terhindar dari osteoporosis dan patah tulang karena osteoporosis.”tutpnya  

Osteoporosis

de960c5c69de7abb914f4ad5a167f142.jpg

Banyak di antara masyarakat yang tidak menyadari bahwa tulangnya sudah mulai keropos dan baru datang ke rumah sakit dalam kondisi tulang yang retak atau patah. Padahal, dengan tindakan presenvif atau pencegahan, sebenarnya osteoporosis dapat di cegah atau di minimalisir. Apa saja yang bisa dilakukan ?

Tulang adalah anggota tubuh yang sangat vital, karena berfungsi untuk menyangga tubuh. untuk itu menjaga tulang agar tetap sehat merupakan hal yang sangat penting. Asupan kalsium yang cukup mutlak diperlukan untuk memastikan bahwa tulang tetap dalam kondisi yang baik.

Bereita baiknnya,kita diberi kesempatan untuk dapat menabung kalsium hingga sekitar umur 35 tahun. Dengan tabungan kalsium hingga sekitar umur 35 tahun. Dengan memasuki usia 35 tahun ke atas, diamana penyerapan kalsium pada tulang sudah berangsur pengeroposan tulang bisa dihindari atau diminimilasir.

“Jadi harus dipastikan bahwa sejak dini kandungan,masa perkembangan,hingga dewasa, asupan kalsium kita tercukupi,”uiar Dr Hennry Ricardo Handoyo Sp.OT.,M.Biomed ketika ditemui tim majalah Orthocare di ruang praktiknya di Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi (RSOT) Surabaya.

Namun Dr.Hennry juga meminta masyarakat tidak salah presepsi dengan ajakan untuk menabung kalsium sedari dini. Menurutnya, menabung bukan berarti mengkonsumsi asupan kalsium bukan berarti mengkonsumsi asupan kalsium secara ekstrim,karena manusia  sudah memiliki takaran kebutuhan kalsium per harinya. Jika asupan kalsium berlebih maka akan di buang lewat air seni atau buang air besar.

“Jadi harus bijak juga, karena kelebihan kalsium mungkin juga menimbulkkan efek samping. Misalnya untuk jantuing,karena kalsium juga berfungsi untuk kontrasi otot,sehingga kontrabilitas jantung dapat meningkat. Mungkin juga berimbas ke ginjal yang jadi terbebani karena kalsium ini di buang melaui ginal.”terangnya.”Orang dewasa membutuhkan 1200 mg-1300 mg kalsium per hari. Tidak perlu setiap makan dihitung milligram kalsiumnya,nanti malah repot. Intinya setiap hari minum susu atau makan buah sayur, itu sudah bagus.

Beberapa makanan yang tinggi akan kalsium yang cukup memenuhui kebutuhan kalsium antara lain susu dan turunanya memiliki kandungan kalsium yang sangat tinggi,seperti yougurt dan keju yang menurut penelitian memiliki kandungan kalsium paling tinggi.
Sumber kalsium terbaik juga bisa didapat dari buah dan sayur. Ada empat sayuran yang memiliki tinggi kalsium yakni Sawi,bayam,lobak hijau dan kubis. Sementara dari buah ada jeruk,pisang,stroeberi,dll

Menurut Dr Henry, Selain susu,sumber kalsium terbaik juga bisa dapat dari vitamin D yang merupakan “Best friend” dari kalsium. Beberpa makanan yang mengandung vitamin D adalah ikkan-ikan dari laut dalam seperti salmon,tuna sarden,dll  

Hidup Sehat Hingga Masa Tua

mVGcQcoS7mmzQijnhCDrAN-320-80.jpg

Setiap harinya terjadi ”aktifitas rahasia” pada tulang kita, yakni proses pembentukan dan pembongkaran tulang. Secara sederhana, osteoporosis adalah sebuah kondisi dimana terjadi pengeroposan tulang akibat pembongkaran tulang terjadi lebih masif dibandingkan dengan proses pembentukan tulang.

Jaringan tulang setidaknya memiliki dua jenis sel, yakni osteoblas yang bertanggung jawab dalam hal pembentukan dan pengembangan tulang, dan osteoklas yang memiliki fungsi kebalikannya: Melakukan pembongkaran tulang. Itu sebabnya, ”perang” antar keduanya yang terjadi setiap hari sangatlah menentukan bagi kesehatan tulang manusia. Jika sel osteoklas lebih sering unggul, apalagi terjadi pada jangka waktu lama, maka kemungkinan terjadinya osteoporosis akan sangat besar.

”Jadi kita bisa tahu antara sel pembentuk tulang dan pengurai tulang,” ujar dr. Arwinda Pusparahaju A., Sp. KFR. ”Osteoporosis itu silent thief. Untuk itu diperlukan management penanganan yang baik untuk menghindari dan menangani osteoporosis dan memastikan sel pembentuk yang lebih unggul.”

Berkaitan dengan management tersebut, dr. Arwinda kembali memberikan  analogi mengenai pembangunan tembok, dimana tak cukup hanya dengan batu bata, pembangunan tembok juga memerlukan pasir, semen, besi, dll. Begitu juga dengan pencegahan dan penanganan osteoporosis, dimana terdapat banyak hal yang harus diperhatikan, tidak cukup hanya kalsium saja.

Selain memastikan asupan kalsium dan vitamin D dalam jumlah yang cukup, paparan sinar matahari juga sangat diperlukan. Menurut dr. Arwinda, sinar matahari penting untuk mengubah pro vitamin D3 menjadi vitamin D di kulit.

”Kita ini sudah punya bahan pro vitamin D3. Matahari-lah yang bisa mengubah menjadi vitamin D,” tegasnya. ”Untuk itu perlu berjemur atau membiarkan kulit kita terpapar sinar matahari. Jalan saja sambil olahraga, antara jam tujuh sampai sembilan pagi. Jangan terlalu siang, tapi juga jangan terlalu pagi. Kebiasaan kita yang biasanya olahraga setelah subuh itu harus diubah.”

Poin penting berikutnya untuk mejaga kesehatan tulang dan menangani osteoporosis adalah dengan bergerak atau berolahraga, melatih otot-otot yang menggerakkan tulang. ’Tulang itu baru akan membentuk sel-selnya atau melakukan remodeling jika ditarik, ditekan, dipuntir, dan sebagainya. Nah, siapa yang menggerakkan? Otot. Di situlah peran rahabilitasi medik, membantu melakukan latihan-latihan otot yang kemudian berpengaruh pada kesehatan tulang,” papar dr. Arwinda.

Exercise atau latihan yang disarankan untuk kesehatan tulang adalah weight-bearing exercise atau latihan pembebanan pada tulang dengan menyangga tubuh kita sendiri dan bersifat endurance atau menambah daya tahan jantung, paru, dan organ lainnya. Beberapa olahraga yang bisa dipilih seperti jalan kaki atau joging, yoga, taichi, dll.

dr. Arwinda juga menggarisbawahi intensitas latihan sebagai salah satu hal penting dalam pembentukan tulang yang kuat. ”Harus rutin. Disarankan seminggu lima kali, supaya pembentukan tulangnya masih menang dibanding pembongkaran tulangnya,” ujarnya. ”Tapi jangan over-exercise juga. Kalau jalan tiap hari masih tidak apa-apa. Tapi kalau olahraga berat, sebaiknya diberi dua hari libur. Kecuali bisa jaga asupan seperti atlet di pelatnas, misalnya.”

Dr. Arwinda juga mengingatkan bahwa osteoporosis juga bisa disebabkan karena gaya hidup yang tidak sehat. Seperti merokok, minum alkohol, terlalu banyak mengonsumsi soda, dll. Selain itu, osteoporosis juga dapat dikarenakan faktor genetik atau faktor-faktor yang tidak bisa diubah seperti gender, umur, ukuran badan, etnis, dll.

Dari segi usia, wanita yang telah memasuki masa menopause disarankan untuk meningkatkan awareness, karena saat masuk menopause, hormon estrogen pada wanita yang juga memiliki manfaat sebagai hormon yang membantu pembentukan tulang, berkurang secara drastis. Pun bagi mereka yang sudah berusia lanjut, biasanya juga berkurang kekuatan ototnya, sehingga mengakibatkan mudah jatuh.

”Itu sebabnya, makin tua seseorang, seharusnya semakin sering stretching. Dan harus dilakukan dengan benar. Mulai pemanasan, peregangan, peguatan, dan pendinginan,” ujar dr. Arwinda. ”Jika perlu, kondisi rumah orang tua juga harus dimodifikasi. Kamar mandi jangan sampai licin, anak tangga diberi tanda, jangan ada kabel berserakan, dan lainnya. Intinya prevent to fall, orang tua jangan sampai jatuh.”

   Menjaga postur tubuh juga menjadi sesuatu yang penting. Cara berdiri, cara duduk, cara berjalan juga harus diperhatikan untuk memastikan tulang tidak tertekan. Jika perlu, penggunaan alat bantu seperti brace atau korset, tongkat, walker, dan alat lainnya juga perlu dipertimbangkan.

”Kabar baiknya, dengan exercise yang baik dan benar. kekuatan otot bisa meningkat, postur membaik, keseimbangan meningkat, sehingga aktifitas fisik juga meningkat,” ujar dr. Arwinda

Dunia kedokteran juga terus melakukan inovasi bagi para penderita osteoporosis, termasuk pada obat-obatan, dimana untuk menjaga tulang tetap dalam kondisi baik, dapat diberi obat anti pembongkaran. ”Sekarang sudah ada yang dosis minumnya seminggu atau bahkan sebulan sekali, sehingga tingkat kepatuhan  minum obatnya dapat lebih ditingkatkan,” tutup dr. Arwinda.


mengapa-wanita-lebih-rentan-terkena-osteoporosis-pAPp0hAm77.jpg

Penuaan (aging) adalah suatu proses alami yang akan terjadi pada orang seiring bertambahnya usia, ditandai adanya penurunan kondisi fisik, psikologis, maupun sosial. Dalam penurunan kondisi fisik, proses aging pada seseorang bisa mengenai tulang ataupun sendi. Wanita lebih rentan mengalami proses degeneratif ini karena faktor hormonal, sedangkan pada pria lebih banyak dikarenakan faktor usia.

Proses aging atau penuaan pada tulang manusia dibagi jadi dua bagian. Jika mengenai tulang disebut osteoporosis, sedangkan jika mengenai persendian disebut osteoarthritis atau radang sendi.

Menurut Dr. Komang Agung I. S., dr., Sp. OT (K), ada tiga lokasi yang paling banyak terkenal osteoporosis. Yakni punggung, pergelangan, dan panggul. Sementara osteoarthritis, meski menyerang di lokasi yang berbeda-beda, namun paling banyak terjadi di sendi-sendi penyangga tubuh seperti tulang belakang, tulang panggul, dan lutut.

Wanita juga disebut memiliki risiko mengalami osteoporosis dan radang sendi yang lebih besar dibanding pria. “Penyebab percepatan osteoporis maupun osteoarthritis itu ada tiga, yakni Forty atau usia di atas 40 tahun, Fatty  atau berat badan berlebih, dan Female atau lebih banyak menyerang wanita,” terang dr. Komang. “Biasanya ketika menapouse, wanita tidak bisa mengontrol berat badannya. Faktor-faktor itu yang dapat memperberat kondisi tulang dan sendinya.”

Yang juga harus jadi catatan, proses penuaan atau aging tidak hanya mengubah struktur tulang dan sendi, namun juga membuat massa otot mengecil dan otot menjadi tidak kuat, sehingga menimbulkan risiko jatuh. Tak hanya itu,  osteoporosis dan radang sendi juga bisa menimbulkan keluhan nyeri. “Pada punggung, keluhannya selain di pinggang bisa menyebar sampai ke tungkai pada kakinya. Kebanyakan penderitanya itu menderita nyeri, kemudian bungkuk, dan ada gangguan rasa atau gangguan gerak,” papar Dr. Komang.

osteoarhtritis
osteoporosis

Harus Tetap Aktif Bergerak

Menurut Dr. Komang, gaya hidup di jaman modern saat ini, bisa semakin mempercepat proses degeneratif, jika tidak diimbangi dengan upaya menjaga kesehatan. Beberapa di antaranya adalah merokok dan minum kopi secara berlebihan. Oleh karena itu, dr. Komang menyarankan para lanjut usia untuk tetap aktif bergerak, untuk tetap menjaga kualitas kesehatan. “Merokok itu mempercepat pengeroposan, sedangkan minum kopi berlebihan menyebabkan eksresi (pembuangan kalsium) lewat kencing lebih banyak. Jadi gaya hidup berpengaruh kepada kualitas tulang, sendi, dan otot.”

Ditambahkan oleh dr. Komang, semakin banyak tulang bergerak, semakin bagus kualitas otot dan sendi., termasuk bagi para lanjut usia. “Yang terpenting adalah tetap bergerak dan tetap melakukan pekerjaan, asal jangan sampai terjatuh. Orang lanjut usia mudah terjatuh karena keseimbangannya sudah berkurang, dan kualitas tulang serta sendinya tidak sebagus saat masih muda,” jelasnya.

Tindakan Preventif

Untuk mencegah terjadinya osteoporis maupun osteoarthritis atau radang sendi, hendaknya selalu melakukan olahraga yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan tubuh.  Tindakan preventif ini dilakukan sejak awal atau sedini mungkin untuk menghindari risiko kesehatan yang lebih lanjut. “Kalau bukan atlet atau non-profesional, selalu saya sarankan ambil olahraganya yang low impact seperti bersepeda atau berenang,” tuturnya.

Menurut dr. Komang, dengan rutin melakukan latihan atau olahraga, akan membawa banyak kebaikan untuk sistem gerak tubuh. “Kita berjalan, bergerak, bekerja, semua sistim dalam tubuh akan tergerak. Itulah kenapa orang yang bekerja dengan aktifitas, sistim alat geraknya pasti jauh lebih bagus, dibandingkan dengan orang yang kerjanya duduk berjam-jam. Itu bisa mempengaruhi kualitas persendiannya.”

Penanganan Penyakit Degeneratif

RS Orthopedi dan Traumatologi (RSOT) Surabaya memberikan pelayanan medis untuk proses penyembuhan dan perawatan pada penyakit degeneratif seperti osteoporosis dan osteoarthritis pada lansia.

Salah satunya untuk masalah pada tulang belakang yang diakibatkan karena proses degeneratif. Menurut dr, Komang, hal pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan bahwa masalah tersebut disebabkan proses degeneratif, bukan karena penyakit lain. “Karena keluhannya bisa sama. Sakit pinggang, dan beberapa keluhan lainnya. Cuma penyebabnya yang beda. Satu karena proses penuaan atau degenerasi, sedangkan yang satu karena penyakit lain. Karena sering pada orang-orang usia lanjut disertai dengan penyakit lain. Bisa infeksi atau kanker,” papar dr. Komang. 

Untuk mencari tahu penyakit yang diderita tersebut merupakan penyakit degenerasi atau bukan, maka bisa dilakukan melalui pemeriksaan lain atau pemeriksaaan tambahan seperti radiologi dan pemeriksaan laboratorium. Hal itu dilakukan untuk menegakkan diagnosis, yang kemudian akan dijadikan dasar untuk  menentukan pilihan tindakanapakah diperlukan prosedur pembedahan atau tidak.

Ditambahkan oleh dr. Komang, untuk penanganan spinal aging, ada dua hal lain yang juga harus dipastikan. Sudah berapa lama sakitnya, dan  sudah pernah diobati atau belum.

“Jika sudah pernah dirawat, diobati, dan tidak kunjung membaik, maka diperlukan tindakan operasi. Tindakan operasi yang akan dilakukan disesuaikan dengan lokasinya di mana. Apakah di tulang atau sendinya? Perlu distabilkan atau tidak. Jika stabil tetapi ada penyempitan, biasanya kita pilih tindakan minimalis. Tapi kalau tulang atau sendinya tidak stabil, maka harus dilakukan tindakan stabilisasi.”

Penanganan Sedini Mungkin

Pertanyaan yang seringkali ditanyakan oleh pasien dengan penyakit degeneratif adalah, kapan harus dilakukan operasi?

“Pertama, jika pengobatan dengan konsep tanpa operasi yang dilakukan gagal. Kedua, jika penyakit degeneratif itu disertai dengan gangguan fungsi misalnya keluhan kencing, buang air besar, jempol atau kaki tidak bisa bergerak, itu harus operasi,” jelas dr. Komang.

Diakui dr. Komang, operasi pada tulang belakang yang sering dilakukan pada lansia akibat proses degeneratif memang bukan perkara mudah. Namun begitu, dr. Komang menjelaskan bahwa risiko-risiko tersebut dapat diminimalisir dengan teknologi dan dokter ahli yang menangani. “Jadi kita harus lihat dari hasil klinisnya apa, pemeriksaan radiologi, hasil laboratorium, sakitnya apa, baru kita customized, disesuaikan dengan kebutuhan pasien, karena alat yang dipasang atau alat yang digunakan berbeda antara pasien A, pasien B, pasien C ,” jelas dr. Komang. “Orang sering keliru, takut operasi tulang belakang misalnya karena takut berisiko lumpuh dan macam-macam. Tidak perlu takut, jika memang itu harus dilakukan. Risiko selalu ada, tapi bagaimana meminimalkan risiko tersebut itu yang terpenting.”


pencegahan-osteoporosis.jpg

Banyak di antara masyarakat yang tidak menyadari bahwa tulangnya sudah keropos dan baru datang ke rumah sakit dalam kondisi tulang yang retak atau patah. Padahal, dengan tindakan prefentif atau pencegahan, sebenarnya osteoporosis dapat dicegah atau diminimalisir. Apa saja yang bisa dilakukan?

Tulang adalah anggota tubuh yang sangat vital, karena berfungsi untuk menyangga tubuh. Untuk itu, menjaga tulang agar tetap sehat merupakan hal yang sangat krusial. Asupan kalsium yang cukup mutlak diperlukan untuk memastikan bahwa tulang tetap dalam kondisi yang baik.

Berita baiknya, kita diberi kesempatan untuk dapat menabung kalsium hingga sekitar umur 35 tahun. Dengan tabungan kalsium yang cukup, saat memasuki usia 35 tahun ke atas, dimana penyerapan kalsium pada tulang sudah berangsur berkurang, pengeroposan tulang bisa dihindari atau diminimalisir.

”Jadi harus dipastikan bahwa sejak dari kandungan, masa perkembangan, hingga dewasa, asupan kalsium kita tercukupi,” ujar dr. Henry Ricardo Handoyo, Sp. OT., MBiomed ketika ditemui majalah  Orthopedi di ruang praktiknya di Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi (RSOT) Surabaya.

Namun dr. Henry juga meminta masyarakat tidak salah persepsi dengan ajakan untuk menabung kalsium sedari dini. Menurutnya, menabung kalsium bukan berarti mengkonsumsi asupan kalsium secara ekstrim, karena manusia sudah memiliki takaran kebutuhan kalsium per hari. Jika asupan kalsiumnya berlebih, maka akan dibuang lewat air seni atau buang air besar.

”Jadi harus bijak juga. Kalau bisa dibuang saja sih tidak masalah. Tapi kelebihan kalsium mungkin juga menimbulkan efek samping. Misalnya untuk jantung, karena kalsium juga berfungsi untuk kontraksi otot, sehingga estabilitas jantung terlalu meningkat. Mungkin juga berimbas ke ginjal yang jadi terbebani, karena kalsium ini kan diekskresi lewat ginjal,” terangnya. ”Orang dewasa membutuhkan 1.200 mg – 1.300 mg kalsium per hari. Tidak perlu setiap makan dihitung miligram kalsiumnya, nanti malah repot. Intinya, tiap hari minum susu, makan buah, sayur, itu sudah bagus.”

Beberapa makanan yang tinggi akan kalsium yang cukup memenuhi kebutuhan kalsium antara lain ialah susu dan turunannya memiliki kandungan kalsium yang sangat tinggi, seperti yogurt, dan keju yang menurut penelitian memiliki kandungan kalsium paling tinggi.

Sumber kalsium terbaik juga bisa didapat dari buah dan sayur. Ada empat sayuran yang memiliki kalsium tinggi, yakni sawi, bayam, lobak hijau, dan kubis. Sementara dari buah, jeruk, pisang, stroberi, dll.

Menurut dr Henry, selain susu, sumber kalsium terbaik juga bisa didapat dari vitamin D yang merupakan ”best friend” dari kalsium. Beberapa makanan yang mengandung vitamin D adalah ikan-ikan dari laut dalam seperti salmon, tuna, sarden, dll.

REKOMENDASI UNIVERSAL TERHADAP PENCEGAHAN OSTEOPOROSIS

Dunia kedokteran memiliki rekomendasi  yang bersifat universal berkaitan dengan pencegahan osteoporosis. Ada lima poin yang tertera dalam rekomendasi tersebut:

  • Mencukupi Asupan Kalsium dan Vitamin D

Seperti yan telah dijelaskan di atas, mencukupi asupan kalsium dan vitamin D adalah hal yang sangat mendasar pada pencegahan osteopororosis. Masyarakat juga disarankan meningkatkan kewaspadaan pada kondisi-kondisi tertentu, utamanya bagi wanita yang memasuki masa menopause, dimana pada masa itu akan terjadi pengurangan masa tulang secara masif berkaitan dengan menurunnya hormon estrogen secara signifikan dan berpengaruh pada metabolisme tulang. 

  • Olahraga yang Cukup

Olahraga juga sangat penting dilakukan untuk penguatan otot, karena ototlah yang menggerakkan tulang. Tulang juga baru dapat membentuk sel-selnya atau remodeling jika digerakkan. Untuk pencegahan, olahraga yang bisa dilakukan minimal adalah jalan kaki, yang bisa dilakukan dengan intensitas tiga kali seminggu dengan durasi 30 menit. Mereka yang berusia muda bisa melakukan olahraga yang lebih high impact seperti aerobic, lari, basket, dll. Sementara yang berumur lebih tua disarankan melakukan olahraga yang low impact seperti berjalan, taichi, dll.

  • Mencegah Risiko Jatuh

Olahraga yang dijelaskan di atas, juga berkaitan dengan meminimalisir risiko jatuh. Selain itu, hal-hal non-teknis seperti memastikan kondisi rumah dalam keadaan yang baik (tidak licin, tidak ada kabel berserakan di bawah, dll) juga diperlukan. Sebab, jatuh adalah hal yang benar-benar harus dihindari, apalagi jika sudah masuk dalam fase osteopenia (pra-osteoporosi). Mereka telah masuk fase osteopenia atau osteoporosis memiliki risiko patah tulang yang lebih besar dibanding mereka yang kondisi tulangnya baik.

  • Gaya Hidup Sehat

Ada beberapa kebiasaan yang wajib dihindari untuk mencegah pengeroposan tulang. Beberapa diantaranya adalah tidak merokok dan meminum alkohol, karena keduanya jelas-jelas merusak tulang. Konsumsi terhadap protein yang berlebih, biasanya dari daging-daging juga sebaiknya dihindari, karena akan meningkatkan suasana asam di tubuh. Terlalu banyak kopi dan minuman soda juga tak baik untuk tulang.

  • Periksa Pepadatan Tulang

Hal terakhir yang direkomendasikan sebagai tindakan pencegahan terhadap osteoporosis adalah pemeriksaan Bone Mass Density (BMD) atau pemeriksaan massa kepadatan tulang yang dilakukan dengan alat yang bernama Dexa. Wanita yang telah memasuki menopause, pria berumur sekitar 60 tahun, mereka yang memiliki penyakit yang disebabkan oleh keganasan seperti tumor, kanker, gangguan liver, ginjal, dl disarankan untuk melakukan pemeriksaan BMD.


hipfracture-300x213.jpg

Seseorang yang telah masuk dalam fase osteoporosis memiliki risiko patah tulang yang tinggi. Bahkan, pada sebuah kasus seseorang dengan osteoporosis dapat mengalami patah tulang punggung hanya karena mobil yang ditumpanginya melewati gundukan jalan.

osteoporosis (pengeroposan tulang)

Secara umum, osteoporosis merupakan penyakit tulang yang ditandai oleh menurunnya massa atau kepadatan tulang. Pengukuran massa tulang tersebut dapat dilakukan dengan metode Bone Mass Desity (BMD), Angka 0 pada hasil BMD dapat diartikan bahwa orang tersebut memiliki massa tulang yang normal. Sementara jika angka -1 hingga -2 menunjukkan kondisi osteopenia atau pre-osteoporosis, dimana jika tidak ditangani dengan baik maka sekitar lima hingga sepuluh tahun ke depan dapat dipastikan akan masuk pada osteoporosis.

Mengutip sebuah literatur, bahwa risiko patah akan mengikuti tingkat kepadatan tulangnya. Jika hasil BMD menunjukkan angka -1, maka risiko patah tulangnya meningkat dua kali lipat dibanding orang dengan kepadatan tulang yang normal. Hasil BMD -2 berarti risiko patah tulangnya empat kali lebih besar, begitu seterusnya.

Untuk itu, tingkat awareness terhadap osteoporosis ini sangat penting. Sebab, banyak orang yang tidak merasa mengidap osteoporosis dan baru mengetahuinya setelah terjadinya patah tulang.

Patah tulang karena osteoporosis ini umumnya terjadi di tiga tempat, yakni tulang belakang, tulang pinggul, dan tulang pada pergelangan tangan. Sebab, pada saat terjatuh, ketiga bagian tubuh inilah yang biasa digunakan untuk menyangga badan.

Kasus patah tulang pada ketiga tempat tersebut juga kerap terjadi pada orang tua yang sebagian besar karena terpeleset di kamar mandi dan di anak tangga. Biasanya, terpeleset dengan posisi miring kemudian terkena tulang di bagian pinggul atau posisi terduduk yang mengakibatkan patah tulang belakang. Kejadian paling ringan adalah bertumpu dengan tangan yang mengakibatkan tulang pergelangan tangannya patah.

Penanganan pada fraktur atau patah tulang pada pasien yang mengalami osteoporosis ini lebih sulit dikarenakan sudah porotik atau keropos. Namun, sebagai rumah sakit yang concern di bidang orthopedi dan traumatologi, RS Orthopedi & Traumatologi Surabaya memiliki banyak dokter ahli dan peralatan penunjang untuk mengatasi hal tersebut.

Di RS Orthopedi & Traumatologi Surabaya, ada banyak penerapan teknologi yang bisa dimanfaatkan. Mulai dari Partial Hip Replacement, Total Hip Replacement (ganti tulang pinggul keseluruhan), Teknik Kifoplasti pada kasus patah di tulang belakang yakni dengan penyuntikan semen dengan terlebih dulu memasukkan balon di dalamnya sehingga semen tidak meluber kemana-mana, dan teknik-teknik lainnya. Penerapan teknologi tersebut juga ditunjang dengan peralatan dan tim ahli.

Pentingnya tabungan tulang pada masa mengandung, pertumbuhan, dan menjelang menopause bagi wanita. Dengan tabungan kalsium di masa pertumbuhan hingga usia 35 tahun itu, diharapkan kepadatan tulang kita akan bagus, sehingga juga terhindar dari osteoporosis dan patah tulang karena osteoporosis.


kopi-decaf.jpg

Tak sekedar minuman, ngopi telah menjadi budaya dan bagian kehidupan masyarakat. Bahkan, ngopi  telah menjadi sarana sosialisasi dan bukti eksistensi diri. Namun, yang harus disadari ada risiko kesehatan yang mengintai dari asupan kafein berlebih. Sampai sejauh mana ngopi masih masuk batas aman ?

Selain usia, jenis kelamin, ras, riwayat keluarga, riwayat trauma, kelainan hormonal, atau jenis-jenis penyakit ganas tertentu, ada beberapa gaya hidup yang dapat menjadi pencetus terjadinya osteoporosis. Salah satunya adalah asupan kafein yang berlebih yang biasanya didapat dari mengkonsumsi terlalu banyak kopi.

Menurut dr. Henry Ricardo, Sp.OT salah satu dokter RS Orthopedi & Traumatologi Surabaya (RSOT), kafein seperti yang ada pada kopi memiliki efek meningkatkan pengeluaran kalsium tulang. “Kalau masih satu cup sehari, bolehlah. Tapi kalau empat atau lima cup sehari, itu akan berpengaruh pada kesehatan tulang”, ujarnya.

Perbedaan tulang normal dan tulang yang mengalami keropos (osteoporosis)

Yang menjadi masalah kafein juga memiliki efek kecanduan, sehingga orang yang memiliki kebiasaan ngopi harus berusaha ekstra keras untuk keluar dari kebiasaan tersebut dan beralih pada pilihan yang lebih sehat.

Dikutip dari United States Department of Agriculture (USDA), kandungan kafein dalam 100 gram kopi mencapai 40 mg. sementara kopi jenis espresso lebih tinggi lagi: 212 mg dalam 100 gram-nya.

Lalu, seberapa banyakkah kafein yang boleh kita konsumsi setiap harinya? Menurut ahli gizi dari RSO, jawabannya akan berbeda untuk tiap-tiap orang tergantung kondisi masing-masing. “Batasan seberapa banyak asupan kafein yang diperoleh untuk kita konsumsi tergantung beberapa faktor, termasuk riwayat sakitnya. Misal punya diabetes, dll. Tapi kalau orang normal batasan asupan maksimal kafein perhari adalah sekitar 200 mg”, ujarnya. Kafein berlebih akan juga mempercepat osteoporosis jika tidak dibarengi dengan konsumsi kalsiumj yang cukup.


Copyright by Surabaya Orthopedi 2018

WhatsApp Live Chat