Please wait...

sate.jpg

Hari Raya Idul Adha selalu identik dengan beragam sajian olahan daging bersantan ataupun yang dimasak dengan dibakar atau digoreng seperti gulai, sate, rendang, tongseng dan lainnya. Selain lezat, tentu daging mengandung beberapa nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh seperti protein tinggi, zat besi, vitamin B3, B12, zinc dan selenium. Namun, perlu diingat selain tinggi protein, daging juga mengandung lemak tinggi.

Berdasarkan data Kementerian kesehatan RI, dalam 100 gram daging kambing terdapat kandungan lemak total sejumlah 9.2 gr dan kolesterol 70 mg. sedangkan daging sapi mengandung lemak total sejumlah 14 gr dan kolesterol 70mg. Sehingga mengkonsumsi daging yang berlebihan tentu akan memberikan dampak yang tidak baik terhadap kesehatan tubuh, salah satunya melonjaknya kadar kolesterol dalam darah.

rendang

Apa itu Kolesterol?

Kolesterol sendiri merupakan senyawa lemak yang diproduksi oleh berbagai sel dalam tubuh, dan sekitar seperempat kolesterol yang dihasilkan dalam tubuh diproduksi oleh sel-sel hati. Pada dasarnya tubuh membutuhkan kolesterol untuk membantu metabolisme tubuh, memproduksi hormon, vitamin D dan membantu mencerna makanan. Namun, jika jumlahnya dalam darah terlalu tinggi, maka akan mulai ditumpuk di dinding arteri. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya berbagai penyakit yaitu jantung, stroke, dan buruknya sirkulasi darah.

Proses pembentukan plak
Proses pembentukan plak : Kolesterol selalu membentuk gumpalan pada dinding arteri, dan dapat pecah sewaktu-waktu yang menyebabkan pembekuan arteri darah

Ada dua jenis kolesterol dalam darah, yaitu kolesterol baik atau HDL (High Density Lipoprotein) dan kolesterol jahat atau LDL (Low Density Lipoprotein). Ada juga lemak bentuk lain dalam darah yang disebut trigliserida, yang sering dikaitkan dengan penyakit kardiovaskuler.

Berapa kadar kolesterol yang dianggap normal ? Menurut Institut Jantung, Paru-paru, dan Darah Nasional di Amerika Serikat (NHLBI), tingkat kolesterol total yang baik adalah kurang dari 200 mg/dL dan disebut tinggi bila kadarnya mencapai 240 mg/dL atau lebih. Kadar HDL yang normal dalam tubuh adalah 40 mg/dL atau lebih, sementara untuk LDL adalah kurang dari 100 mg/dL, dan trigliserida yang baik dalam darah adalah kurang dari 150 mg/dL.

Langkah Mudah Menjaga Kolesterol Normal Setelah Idul Adha

Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga kadar kolesterol berada dalam level normal. Selain melakukan pemeriksaan kolesterol darah secara berkala, beberapa langkah berikut ini bisa membantu menjaga kolesterol tetap normal apalagi khususnya Idul Adha:

  • Pilih Bagian Daging dengan Kandungan Sedikit Lemak
    Pilih bagian daging yang mengandung sedikit lemak atau dapat membuang lemak yang ada di daging. Hindari juga mengonsumsi bagian jeroan, karena mengandung tinggi lemak dan kolesterol
  • Makan Secukupnya
    Perhatikan porsi atau jumlah daging yang dikonsumsi. Terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi kalori atau tinggi lemak juga akan menimbulkan rasa tidak nyaman pada pencernaan yang umum terjadi pada hari raya, seperti refluks dan dispepsia
  • Konsumsi Cukup Serat dari Buah dan Sayur
    Buah dan sayuran adalah sumber serat yang memiliki manfaat positif untuk kadar kolesterol. Konsumsi serat akan mengikat kolesterol yang ada di pencernaan dan mengeluarkannya bersama dengan feses. Konsumsi serat juga dapat membantu mengontrol berat badan, karena serat memberikan rasa kenyang dan akan difermentasi oleh bakteri pencernaan, membentuk asam lemak rantai pendek yang dapat meningkatkan pembakaran lemak serta mengurangi penyimpanan lemak
  • Mengolah Daging dengan Benar
    Mengolah daging yang benar sangat penting untuk dilakukan. Pilihlah bagian daging yang bebas lemak terlebih dahulu sebelum dimasak. Untuk cara memasaknya bisa dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang menggunakan minyak zaitun.
    Lakukan rebusan pertama dalam air mendidih sehingga juice (sari daging) tetap terkunci dalam daging. Setelah itu, pada rebusan kedua gunakan air dingin agar juice keluar. Hal ini dilakukan selain melembutkan dan mengurangi kadar lemak pada daging, air kaldu yang diperoleh pun akan lebih jernih dan bebas lemak

Tips Lain untuk Menjaga kadar Kolesterol Tetap Normal

  • Menerapkan Pola Makan Sehat
    Pola makan atau diet memiliki dampak penting untuk menekan tingkat kolesterol. Kunci utama pola makan untuk menurunkan kolesterol di sini termasuk mengganti lemak hewani dengan minyak nabati, dan meningkatkan asupan jumlah fiber atau serat. Batasi konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans seperti terkandung dalam daging merah dan produk susu penuh lemak, yang dapat meningkatkan total kolesterol dalam darah. Sementara itu, lemak trans sering digunakan dalam margarin, biskuit, dan kue yang dijual di supermarket. Lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL dalam darah, sedangkan lemak trans meningkatkan kadar kolesterol secara keseluruhan.
    Perbanyak makan sayur, buah-buahan, gandum utuh, kacang-kacangan dan ikan. Lemak omega 3 yang terkandung dalam ikan, kacang kenari dan biji chia juga bisa membantu menurunkan kadar trigliserida. Alpukat, anggur merah dalam jumlah secukupnya, serta buah-buahan dan biji-bijian tinggi serat seperti apel, pir, plum dan oatmeal mampu menurunkan kolesterol LDL dan membantu meningkatkan kadar HDL.
  • Rutin Berolahraga dan Menjaga Berat Badan
    Olahraga teratur akan membantu Anda mencegah berat badan naik dan mengendalikan kolesterol secara positif. Menjaga berat badan tetap ideal adalah salah satu cara mencegah kolesterol tinggi. Pasalnya, semakin banyak tumpukan lemak di dalam tubuh, semakin tinggi pula kadar kolesterol di dalam tubuh. Olahraga dapat meningkatkan HDL, menurunkan LDL dan trigliserida, memompa darah ke seluruh tubuh, dan menurunkan tekanan darah. Usahakan olahraga selama 30-60 menit tiap hari. Misalnya jogging, lari, bersepeda, atau berenang.
  • Menghentikan Kebiasaan Merokok
    Kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko penyakit jantung coroner dan mempercepat penumpukan plak dalam arteri.
  • Medical Check-up Berkala
    Melalui medical check-up, Anda dapat menjalani pemeriksaan kolesterol untuk menjaga kadarnya tetap normal. Cek kolesterol tidak hanya perlu dilakukan oleh orang tua saja, tapi juga orang usia muda. Gaya hidup dan pola makan yang kurang sehat menyebabkan gangguan kesehatan akibat kolesterol tinggi bisa mengancam siapa pun tanpa kenal usia. Tes kolesterol atau disebut juga pemeriksaan profil lipid adalah pemeriksaan medis berupa tes darah untuk mengukur jumlah total zat lemak (kolesterol dan trigliserida) dalam darah. Cek kolesterol berguna untuk menentukan apakah seseorang memiliki kolesterol tinggi atau tidak.

 

 

Sumber:

http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/apa-itu-kolesterol

https://www.everydayhealth.com/hs/healthy-living-with-high-cholesterol/best-and-worst-foods-for-high-cholesterol/

http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/pencegahan-kolesterol-tinggi

https://www.alodokter.com/cek-kolesterol-manfaat-dan-prosedur-pelaksanaan-yang-perlu-anda-ketahui

https://smjtimes.com/2021/07/20/banyak-makan-daging-saat-iduladha-berikut-cara-menjaga-kolesterol-tetap-normal/

 

 


Pengecekan-Suhu-Tubuh-1200x1800.jpg

Pandemi Covid-19, istilah yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Kondisi yang masih terus berlangsung sampai saat ini dan membuat sebagian besar masyarakat khawatir bahkan enggan datang ke Rumah Sakit. Menurut wakil Menteri Kesehatan (Maret 2021), Kejadian pandemi covid-19 menurunkan angka kunjungan di Rumah Sakit dan Puskesmas sebesar 53%.

Namun, tak perlu khawatir. Meskipun RSOT Surabaya bukan Rumah sakit rujukan covid-19, Management RSOT Surabaya berkomitmen untuk tetap menerapkan standar protokol kesehatan di lingkungan Rumah Sakit sebagai bentuk upaya pencegahan penularan covid-19. Komitmen ini tertuang dalam Kebijakan RS Orthopedi & Traumatologi Surabaya Nomor: 03/RSOT/SE/IV/2019 tentang Penggunaan Bilik Disinfektan, 04/RSOT/SE/IV/2020 tentang Penggunaan APD (ALat Pelindung Diri), dan 03/ESOT/SE/VII/2020 tentang Aturan Pasien Rawat Jalan dan Rawat Inap.

Beberapa upaya yang diberlakukan di RSOT Surabaya baik untuk pasien maupun pegawai yaitu:

MENYEDIAKAN DISINFECTION CHAMBER

Pengunjung dan pegawai wajib memasuki bilik disinfeksi sebelum dan sesudah memasuki area Rumah Sakit. Tujuannya adalah untuk mengurangi penyebaran virus yang menempel di badan sebelum dan sesudah kontak dengan area Rumah Sakit. Disarankan untuk merentangkan tangan dan berputar 360 derajat agar uap merata ke seluruh tubuh. Cairan disinfektan yang digunakan aman untuk manusia.

disinfection chamber
disinfection chamber

MENYEDIAKAN WASTAFEL CUCI TANGAN

Setelah memasuki disinfection chamber, pengunjung harus melakukan cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Wastafel ini dilengkapi dengan sabun cair, tissue dan petunjuk 6 langkah cuci tangan yang benar.

cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir
cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir

SKRINING AWAL

Petugas skrining di pintu masuk akan mengecek suhu tubuh dan saturasi oksigen, selain itu pasien dan pengunjung mengisi form skrining covid-19. Pasien dan pengunjung yang mengalami gejala dan suhu tubuh di atas 37 derajat celcius disarankan untuk kembali dan beristirahat serta melakukan pengobatan lebih lanjut.

Skrining Awal
Skrining Awal

PHYSICAL DISTANCING

Usaha untuk menjaga jarak dan dilakukan di setiap sudut rumah sakit, termasuk di area ruang tunggu pasien. Dimana manajemen telah memberi tanda untuk tempat duduk yang bisa digunakan dan aturan jarak sesuai yang disarankan.

Physical Distancing
Physical Distancing

ALAT PELINDUNG DIRI

  • Untuk pasien dan pengunjung diwajibkan menggunakan masker medis dan face shield
  • Untuk setaip tenaga medis berikut semua staf yang bertugas di RSOT Surabaya diwajibkan untuk mengenakan APD sesuai standar dan sesuai dengan tingkat risiko dari pekerjan masing-masing
Alat Pelindung Diri (APD)
Alat Pelindung Diri (APD)

DISINFEKSI BERKALA

Sebagai upaya maksimal untuk pencegahan penyabaran virus, RSOT Surabaya secara rutin dan berkala melakukan disinfeksi di setiap ruangan dan peralatan, khususnya fasilitas yang sering digunakan oleh pasien, tenaga medis, dan staf RSOT Surabaya

Disinfeksi Area
Disinfeksi Area

 

Penyunting : Tim Satgas Covid RSOT Surabaya

Sumber        : Majalah Orthocare edisi #13 2020


RSWT.jpg

Pernahkah merasakan nyeri tiba-tiba di daerah tumit saat memijakkan kaki di lantai? Hati – hati, nyeri tersebut bisa jadi merupakan tanda bahwa telah terjadi peradangan pada tendon kaki. Lalu, bagaimana cara mengatasi permasahan tersebut ? Adakah tindakan non operatif yang bisa dilakukan? Simak Penjelasan berikut.

yang menangani permasalahan tulang dan sendi, sangat aware terhadap perkembangan teknologi untuk memaksimalkan penanganan pasien.

Tak hanya peralatan operasi terkini, RSOT juga secara konsisten terus melakukan pengadaan terhadap peralatan-peralatan terkini, termasuk salah satunya adalah Radial Shock Wave Therapy (RSWT), yang merupakan alat terapi untuk mengatasi berbagai permasalahan pada tulang dan sendi, seperti nyeri atau peradangan pada sendi sisi luar siku tangan (tennis elbow), gangguan otot yang berada di sekitar pantat yang menjalar pada belakang paha, betis, dan kaki (piriformis syndrome), dan lainnya.

Menurut dr. Nunung Nugroho, Sp.KFR., RSWT merupakan terapi yang bersifat regenerative medicine yang dilakukan dengan melakukan dengan melakukan tembakan untuk membuat inflamasi baru pada bagian tubuh tertentu, guna memicu tubuh untuk merespon dan berusaha menyembuhkan dirinya sendiri.

Lebih lanjut dr.Nunung menuturkan, RSWT merupakan teknologi lanjutan dan alternatif dari teknik yang lebih konservatif yaitu Short Wave Diatermy (SWD). RSWT memiliki banyak keunggulan, termasuk dalam hasil terapi yang lebih maksimal.

Alat RSWT dapat di-setting oleh operator, dalam hal ini dokter rehabilitasi medik, sesuai dengan kebutuhan dan evidence based atau pendekatan praktik medis dalam mengoptimalkan pengambilan keputusan dengan penggunaan bukti dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.

Secara teknis, RSWT dapat digunakan dengan frekuensi dan tekanan tertentu. “Dalam satu kali terapi RSWT, total pukulannya bisa mencapai 2.500 hingga 5.000 pukulan dengan kecepatan yang cukup tinggi. Kembali lagi, tergantung diagnose dokternya, “jelas dr. Nunung. “Dokternya bisa adjust alatnya. Awalnya mungkin tekanannya ringan dan lama-lama kalua pasien sudah bisa beradaptasi, tekanan dan intensitasnya bisa dibesarkan, agar pasiennya juga merasa nyaman.”

Untuk itu, lanjut dr. Nunung, “man behind the gun” atau dokter rehabilitasi medik yang menangani terapi ini menjadi sangat penting untuk menentukan keberhasilan terapi. Dokter yang melakukan terapi dengan RSWT juga harus memiliki kompetensi dan mendapatkan pelatihan atau sertifikasi khusus. Ada bagian-bagian tubuh tertentu yang tidak boleh dilakukan terapi dengan RSWT. Dokter Nunung sendiri telah mendapat sertifikasi dari pelatihan yang diikutinya di Malaysia dan Indonesia.

HASIL MAKSIMAL

Dengan teknik terapi yang tepat, RSWT dapat membuahkan hasil yang maksimal. Bahkan menciptakan semacam “miracle”. Seorang pasien, diceritakan dr. Nunung, sudah tiga bulan tidak bisa mengangkat tangannya. Karena belum terindikasi operasi, oleh dokter orthopedic diarahkan untuk melakukan fisioterapi ke dokter rehabilitasi medik. Setelah dilakukan pemeriksaan, dr. Nunung mendiagnosa bahwa terjadi masalah otot teres minor atau otot kecil yang di bagian bahu. “Setelah saya tembak di bagian yang saya duga terjadi masalah, tangan pasien langsung bisa diangkat,” kata dr. Nunung. “Ada juga pasien dari militer yang sudah satu tahun tidak bisa lari. Setelah ditembak lima kali, bisa lari lagi.”

HIGH INTENSITY LASER

Selain RSWT, salah satu terapi lain yang juga ada di RSOT adalah High Intensity Laser (HIL) dan Low Intensity Laser (LIL). Prinsip kedua alat ini sebenarnya sama, hanya memiliki perbedaan pada tingkat joule atau energi yang dikeluarkan saat diaktifkan untuk kebutuhan terapi.

Dijelaskan oleh dr. Nunung, LIL biasanya diterapkan untuk masalah-masalah pada otot dan sendi yang lokasinya berada di permukaan, sementara HIL digunakan untuk terapi penyakit yang lebih akut dan kronik, dan berlokasi lebih dalam. Terapi laser pada prinsipnya memiliki dua fungsi: Pain management atau penghilang nyeri, dan bio-stimulasi atau merangsang penyembuhan. “Jika dimaksudkan untuk mengatasi nyeri, dosis joule-nya lebih tinggi dan waktunya pendek atau lebih singkat. Tapi kalau untuk kebutuhan biostimulasi, dosis joule-nya lebih rendah, namun waktunya lebih Panjang.” Papar dr. Nunung.

Dr. Nunung juga tak menampik bahwa penggunaan peralatan tersebut memiliki risiko. Untuk itu, faktor kompetensi dokter juga perlu diperhatikan, sehingga dapat mencapai tujuan penanganan seperti yang diharapkan. “Laser, utamanya yang HIL akan menghasilkan panas. Penggunaannya harus digerakkan terus, kalua tidak bisa menimbulkan luka bakar,” ujarnya.

Dr. Nunung juga mengingatkan bahwa terapi harus diikuti dengan latihan atau exercise yang menjadi bagian penting dan tak terpisahkan dari penanganan permasalahan tulang dan sendi. Bentuk latihan, gaya hidup, pola makan, dan pilihan olahraga dapat dikonsultasikan dengan dokter rehabilitasi medik. “Saya juga mengapresiasi RSOT yang sangat aware dengan peralatan-peralatan terkini untuk memaksimalkan penanganan pasien,” tutup dr. Nunung.

Alat High Intensity Laser
High Intensity Laser

 

dr. Nunung Nugroho, Sp. KFR

Jadwal praktik:

Selasa dan Kamis   : 15.00 – 17.00

Minggu                       : by appointment

 

APPOINTMENT

(031) 57431574 / 57431299

081336621957

 Orthopedi & Traumatologi Surabaya

Jl. Emerald Mansion TX-10 Citraland Surabaya


© 2021 PT. SURABAYA ORTHOPEDI AND TRAUMATOLOGY HOSPITAL. All Rights Reserved.

WhatsApp Live Chat