Please wait...

Pengecekan-Suhu-Tubuh-1200x1800.jpg

Pandemi Covid-19, istilah yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Kondisi yang masih terus berlangsung sampai saat ini dan membuat sebagian besar masyarakat khawatir bahkan enggan datang ke Rumah Sakit. Menurut wakil Menteri Kesehatan (Maret 2021), Kejadian pandemi covid-19 menurunkan angka kunjungan di Rumah Sakit dan Puskesmas sebesar 53%.

Namun, tak perlu khawatir. Meskipun RSOT Surabaya bukan Rumah sakit rujukan covid-19, Management RSOT Surabaya berkomitmen untuk tetap menerapkan standar protokol kesehatan di lingkungan Rumah Sakit sebagai bentuk upaya pencegahan penularan covid-19. Komitmen ini tertuang dalam Kebijakan RS Orthopedi & Traumatologi Surabaya Nomor: 03/RSOT/SE/IV/2019 tentang Penggunaan Bilik Disinfektan, 04/RSOT/SE/IV/2020 tentang Penggunaan APD (ALat Pelindung Diri), dan 03/ESOT/SE/VII/2020 tentang Aturan Pasien Rawat Jalan dan Rawat Inap.

Beberapa upaya yang diberlakukan di RSOT Surabaya baik untuk pasien maupun pegawai yaitu:

MENYEDIAKAN DISINFECTION CHAMBER

Pengunjung dan pegawai wajib memasuki bilik disinfeksi sebelum dan sesudah memasuki area Rumah Sakit. Tujuannya adalah untuk mengurangi penyebaran virus yang menempel di badan sebelum dan sesudah kontak dengan area Rumah Sakit. Disarankan untuk merentangkan tangan dan berputar 360 derajat agar uap merata ke seluruh tubuh. Cairan disinfektan yang digunakan aman untuk manusia.

disinfection chamber
disinfection chamber

MENYEDIAKAN WASTAFEL CUCI TANGAN

Setelah memasuki disinfection chamber, pengunjung harus melakukan cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Wastafel ini dilengkapi dengan sabun cair, tissue dan petunjuk 6 langkah cuci tangan yang benar.

cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir
cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir

SKRINING AWAL

Petugas skrining di pintu masuk akan mengecek suhu tubuh dan saturasi oksigen, selain itu pasien dan pengunjung mengisi form skrining covid-19. Pasien dan pengunjung yang mengalami gejala dan suhu tubuh di atas 37 derajat celcius disarankan untuk kembali dan beristirahat serta melakukan pengobatan lebih lanjut.

Skrining Awal
Skrining Awal

PHYSICAL DISTANCING

Usaha untuk menjaga jarak dan dilakukan di setiap sudut rumah sakit, termasuk di area ruang tunggu pasien. Dimana manajemen telah memberi tanda untuk tempat duduk yang bisa digunakan dan aturan jarak sesuai yang disarankan.

Physical Distancing
Physical Distancing

ALAT PELINDUNG DIRI

  • Untuk pasien dan pengunjung diwajibkan menggunakan masker medis dan face shield
  • Untuk setaip tenaga medis berikut semua staf yang bertugas di RSOT Surabaya diwajibkan untuk mengenakan APD sesuai standar dan sesuai dengan tingkat risiko dari pekerjan masing-masing
Alat Pelindung Diri (APD)
Alat Pelindung Diri (APD)

DISINFEKSI BERKALA

Sebagai upaya maksimal untuk pencegahan penyabaran virus, RSOT Surabaya secara rutin dan berkala melakukan disinfeksi di setiap ruangan dan peralatan, khususnya fasilitas yang sering digunakan oleh pasien, tenaga medis, dan staf RSOT Surabaya

Disinfeksi Area
Disinfeksi Area

 

Penyunting : Tim Satgas Covid RSOT Surabaya

Sumber        : Majalah Orthocare edisi #13 2020


IMG-7574-1200x900.jpg

Tulang belakang sangat penting karena merupakan penyangga utama tubuh. Terdiri dari 33 ruas, setiap ruas pada tulang belakang, mulai leher sampai pinggang bisa mengalami sakit. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai kecelakan, infeksi, proses degenerative, hingga tumor.

Masyarakat awam kerap mengaitkan nyeri pada tulang belakang dengan masalah pada saraf. Ini adalah konsep pemikiran yang kurang tepat, karena sebenarnya bagian yang justru harus diperhatikan adalah tulang dan sendi pada tulang belakang. Sebab, tulang dan sendi ini melindungi dan menjadi penopang saraf. Jika rusak akan timbul sakit karena tulang belakang akan menjepit saraf. Dengan mengembalikan strukturnya, ruang di dalam tulang belakang kembali normal, sehingga saraf terlindungi.

Rumah Sakit Orthopedi & Traumatologi (RSOT) Surabaya menawarkan tindakan minimal invasive untuk penanganan tulang belakang. Tujuannya melakukan tindakan seminimal mungkin namun mendapatkan hasil yang maksimal.

Tindakan minimal invasive menggunakan alat endoskopi khusus untuk tulang belakang, di mana sayatan yang diperlukan hanya sekitar 8 mm, sehingga tidak merusak jaringan di sekitarnya. Bandingkan dengan operasi konvensional dengan luka operasi yang lebar dengan risiko pendarahan dan infeksi yang lebih besar. Rasa sakit paska operasi dan proses pemulihannya juga akan lebih lama.

Bekas luka sayatan

Lewat tindakan minimal invasive, pasien hanya akan dibius local saat operasi. Mereka bisa tetap sadar selama penanganan dan dapat diajak berkomunikasi. Setelahnya, dalam satu atau dua hari, pasien bisa pulang. Dan yang terpenting biaya yang dikeluarkan relative lebih murah. Dalam satu kasus yang sama, tindakan minimal invasive bisa menghemat biaya 1,5 kali lebih murah. Ini karena tidak adanya berbagai macam tindakan yang seharusnya tidak perlu untuk dilakukan saat proses tindakan dan pengobatan paska operasi.

Sebelum melakukan tindakan minimal invasive, RSOT Surabaya akan melalukan pemeriksaan klinis, fisik, radiologi, sampai MRI untuk melihat detail dari sumber permasalahan yang dialami pasien. Dari semua data yang terkumpul, barulah diformulasikan menjadi tindakan minimalis mana yang paling tepat sesuai kasus pasien (tailor made).

Tindakan minimal invasive sudah diterapkan di RSOT Surabaya. Selain peralatan dengan teknologi terkini, tindakan ini juga hanya dilakukan oleh dokter dengan spesialisasi khusus. Apalagi tindakan minimal invasive ini sifatnya customized. Jadi belum tentu pada pasien A dan B tindakannya sama. Karena tindakan yang dilakukan akan tergantung masing-masing kasus atau masalah pada tulang belakang yang dialami pasien.

Prinsip minimal invasive yang diterapkan di RSOT Surabaya yaitu melakukan tindakan seminimal mungkin dengan menjaga struktur jaringan lain agar tidak terkena risikonya. Karena jika tidak, maka saat umur 45 atau 50 penyakitnya bisa saja kambuh, dan dokter akan kesulitan memberikan penanganan lanjutan karena organ tubuh yang lain sudah terlanjur rusak.

Salah satu contohnya adalah pemasangan pen pada tulang belakang. Tindakan ini akan membuat pasien kaku dan susah bergerak. Di RSOT Surabaya, digunakan alat Interspinosus yang bisa memberikan hasil serupa namun tetap membebaskan pasien untuk bergerak leluasa. Dan yang paling penting, pemasangan interspinosus device tersebut dapat dilakukan dengan Teknik minimal invasive, tanpa sayatan lebar, seperti yang umumnya digunakan.

Untuk berbagai maslaah tulang belakang lainnya, RSOT Surabaya juga mengaplikasikan berbagai instrument alat, seperti Micro Endoscopic Discectomy (MED) dan Percutaneous Endoscopic Lumbal Discectomy (PELD) untuk punggung bawah.

Tindakan minimal invasive ini cocok untuk semua umur, terutama orang tua. Karena pengobatan pada kasus degenerative sifatnya mengurangi keluhannya, bukan meremajakan organ tubuh. Pasien juga tidak perlu takut lagi dengan operasi, karena proses yang lebih cepat, pendarahan lebih sedikit, dan jangka waktu pemulihan yang lebih singkat.

Apakah semua gangguan pada tulang belakang bisa ditangani dengan tindakan minimal invasive? Tidak, dokter akan melihat dari kasusnya. Misalkan bagian yang bermasalah ternyata terjadi pada multilevel atau area yang luas pada ruas tulang belakang ataupun sendi, sehingga jangkauan yang harus ditangani cukup lebar. Tapi jika yang bermasalah hanya satu atau dua level, maka bisa dilakukan tindakan minimal invasive.

 

Dr. dr. Komang Agung S, Sp.OT (K) Spine

Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi Subspesialis Tulang Belakang

Jadwal Praktik:

Senin s/d Jumat       : 11.00 – 16.00

Sabtu                           : 11.00 – 14.00

Minggu                       : Sesuai perjanjian

 

Jl. Emerald Mansion TX-10 Citraland Surabaya

(031) 574 31574/ 57431299

0813 3662 1957

 


BRANDON-1200x1604.png
30/Apr/2026

Sesuai dengan misi kami yaitu menghadirkan teknologi demi mendukung pelayanan kesehatan di bidang Orthopedi maka RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya menghadirkan MRI Weight Bearing.

MRI Weight Bearing adalah terobosan teknologi MRI canggih yang dirancang untuk seluruh pemeriksaan Muskuloskeletal (otot, tulang, dan sendi ). Baik dalam posisi klinostatik (terlentang) ataupun dengan ortostatik (menahan beban), dengan menggunakan konsep Gantry Terbuka/Open Gantry (tidak masuk tabung), maka memungkinkan untuk pasien dengan phobia “Claustrophobia” yaitu orang yang takut berada di ruang tertutup dan sempit.

Weight Bearing menawarkan pendekatan MRI Revolusioner yang meningkatkan akurasi diagnostic dan kepercayaan diri untuk aplikasi Muskuloskeletal. Sistem Weight-Bearing MRI yang sepenuhnya diperbarui dengan tampilan baru, ergonomik baru, dan Teknik akuisisi baru.

 

Keunggulan Weight Bearing MRI 

  1. Open Magnet System

Weight Bearing MRI memiliki keunggukan yaitu pasien dapat melakukan pemeriksaan dengan leluasa dan tidak akan merasa takut karena pemeriksaan dilakukan kepada pasien tanpa pasien harus memasuki lubang kecil seperti MRI Konvensional pada umumnya, sehingga MRI ini sangat cocok untuk semua pasien.

  1. Tilt Position

Weight Bearing MRI akan memberikan sudut pandang baru sehingga dapat secara lebih akurat dalam proses mendiagnosis patologi Muskuloskeletal yang dipengaruhi oleh posisi menahan beban, anatomi manusia, sehingga pencitraan MRI pada posisi berdiri atau sudut kemiringan tertentu memungkinkan untuk memperoleh detail tambahan yang biasanya tidak terlihat dengan MRI Konvensional.

  1. Dynamic Imaging

Mampu memberikan perubahan biometrik dari tulang belakang sendi lutut, sendi bahu dan pergelangan kaki, sendi pergelangan tangan. Karena desain magnet terbuka, jadi sistem mampu melakukan gambar dynamic realtime dari gerakan sendi untuk mengevaluasi artikulasi sendi tulang belakang.

Karena alat ini dapat berputar dari 0 hingga 90 derajat, maka dapat membandingkan patologi/kelainan sendi secara statis maupun dinamis (Real Time) dengan perubahan posisi sendi. MRI konvensional mungkin tidak menunjukkan patologi yang terkait dengan gejala-gejala ini, tetapi MRI Weight Bearing memberi Anda sudut pandang baru sehingga Anda dapat secara akurat mendiagnosis patologi Muskuloskeletal yang dipengaruhi oleh posisi menahan beban.

 

MRI Weight Bearing menawarkan fitur dan kemampuan canggih seperti :

  • Kualitas gambar yang mengesankan
  • Menggunakan teknologi Open/Permanen magnetic
  • Konsep Open Gantry sehingga tidak ada efek Claustrophobia
  • Weight-Bearing : posisi pasien menjadi bagian integral dari hasil pemeriksaan
  • Tempat tidur pasien yang dioptimalkan dan ergonomis untuk penempatan yang mudah dan kenyamanan luar biasa selama pemeriksaan
  • Kemampuan diagnostik tambahan : karena gaya gravitasi menghasilkan perubahan bio-mekanis dalam anatomi dari tulang belakang, sendi lutut, sendi bahu, serta sendi pergelangan kaki
  • Mampu memberikan gambar secara Real Time dari gerakan sendi untuk mengevaluasi pergerakan kontraksi dan pelonggaran otot dan fungsi sendi lutut, pergerakan tangan, pinggul dan pergelangan kaki. Dan gambar Weight Bearing yang menyesuaikan efek gravitasi tubuh terhadap sendi
  • Memberikan diagnosis presisi tingkat degeneratif untuk perencanaan tindakan terapi dan operasi
  • Dapat melakukan pencitraan posisi fleksi dan ekstensi dari tulang belakang leher
  • Artefak minimal (semua implant yang mungkin terpasang ditubuh pasien memberikan dampak minimal pada struktur jaringan didekat area implant)

 

Indikasi dynamic MRI

Dynamic MRI difokuskan untuk pemeriksaan Realtime pergerakan dinamis dari sendi , yaitu :

  • MRI Cervical Spine : gerakan flexi (menekuk) dan extensi (meluruskan) secara berurutan.
  • Lumbar Spine (tulang belakang setinggi pinggang) posisi berbaring dan berdiri.
  • MRI Sendi Bahu : gerakan lengan memutar ke dalam dan keluar (internal rotasi – external rotasi)
  • MRI Sendi Panggul : gerakan panggul memutar ke dalam dan keluar (internal rotasi – external rotasi)
  • MRI Sendi Lutut : gerakan flexi (menekuk) dan extensi (meluruskan) secara berurutan
  • MRI Pergelangan Kaki : gerakan flexi (menekuk) dan extensi (meluruskan) secara berurutan

 

Kapan MRI Weight Bearing perlu dilakukan

Jika Anda memiliki gejala atau keluhan pada bagian Muskuloskeletal (otot, tulang, dan sendi). Silahkan datang ke spesialis orthopedi dan traumatologi untuk mendapatkan pengantar dari dokter Radiologi, sehingga Anda segera mendapatkan solusi yang tepat dalam penanganan pada masalah Anda dan Dokter akan membantu mencari penyebab penyakit Anda dan dilakukan tindakan sesuai kondisi yang Anda rasakan.

 

Informasi Pendaftaran :

RS ORTHOPEDI & TRAUMAOLOGI SURABAYA
JL. Emerald Mansion TX 10, Citraland – Surabaya
(031) 57431574 / 57431299
IGD : 082337655500 ext 118


© 2021 PT. SURABAYA ORTHOPEDI AND TRAUMATOLOGY HOSPITAL. All Rights Reserved.

WhatsApp Live Chat