Hai #SahabatOrtho
Dalam rangka hari ulang tahun Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi Surabaya yang ke-11, yuk ikuti Lomba Foto RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya.
Raih kesempatan menjadi pemenang dengan total hadiah uang tunai jutaan rupiah.
Lomba dibuka untuk umum
Post feed instagram bertema “Spirit To Achieve Beyond The Goals”
Menggunakan frame khusus (Twibbon) yang telah disiapkan oleh panitia dan dapat diunduh melalui : https://twb.nz/hutsrsot11
Follow dan Tag akun IG @rsotsurabaya tambahkan caption semenarik mungkin
Akun tidak boleh diprivate
Repost postingan ini (poster lomba) di akun kalian, sertakan kometar dan tag 5 teman kalian
Konten foto wajib mematuhi protokol kesehatan menggunakan masker dan menjaga jarak
Penilaian berdasarkan kratifitas dan kesesuaian dengan tema
Keputusan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat
Hai #SahabatOrtho
Dalam rangka hari ulang tahun Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi Surabaya yang ke-11, yuk ikuti Lomba Foto dan Dance Reels RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya.
Raih kesempatan menjadi pemenang dengan total hadiah uang tunai jutaan rupiah.
Ketentuan Lomba :
Post video reels di instagram dengan tema HUT ke -11 RSOT SUrabaya
Durasi reels maksimal 60 detik atau 1 menit
Video boleh dilakukan sendiri atau berkelompok
Lomba untuk umum
Konten tidak mengandung SARA, pornografi, kekerasan dan bermuatan negatif
Follow dan Tag akun @rsotsurabaya
Repost postingan (poster lomba) pada akun instagram anda serta tag 5 teman anda
Gunakan caption menarik sesuai dengan hashtag #HUTRSOTSURABAYA11 #SpiritToAchieveBeyondTheGoals #RSOTSURABAYA #PhotoNReelsCompetition #YourBoneAndJointSolution
Penilaian berdasarkan keunikan, kratifitas dan kesesuaian dengan tema
Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat
Congenital Talipes Wquino Varus (CTEV) atau Club Foot atau adalah kondisi konginetal yang sering dijumpai pada bayi. Kondisi ini diakibatkan oleh kekakuan otot dan tendon pada bagian dalam kaki, sehingga kaki tertarik ke arah dalam dan menyebabkan kaki menyerupai huruf O. CTEV terjadi pada 1 dari 1000 kelahiran. Sejauh ini penyebab CTEV belum diketahui secara pasti (idiopatik ). Namun disinyalir genetik menjadi faktor resiko pada anak yang lahir dengan CTEV.
Anak dengan kondisi CTEV biasanya tidak merasakan sakit, tetapi jika tidak ditangani maka akan mengganggu pertumbuhan. Terutama aktivitas buah hati ketika berjalan dan aktivitas lain seperti anak pada umumnya.
CTEV dapat menyebabkan kelainan pada satu kaki atau dua kaki. Gejala timbulnya pun berbeda. Tergantung pada tingkat keparahannya. Gejala umum yang terlihat pada penderita CTEV adalah sebagai berikut:
Kaki Terlihat Terbalik
Orang tua harus mewaspadai apabila pada saat lahir, kaki anak terlihat bengkok kearah dalam dengan ibu jari kaki menghadap kaki sebelahnya.
Salah satu kaki lebih pendek
Kaki yang mengalami CTEV memiliki ukuran yang lebih kecil. Misalnya 1 cm lebih pendek dari kaki normal.
Otot betis melemah
Otot betis yang melemah ini di sebabkan karena tumit dan otot betis pada penderita CTEV lebih kecil
Gejala CTEV juga dapat di deteksi lebih dini, yaitu pada masa kehamilan dengan deteksi melalui ultrasonography (USG). Diagnosis CTEV kemudian dipastikan ketika bayi lahir oleh dokter spesialis orthopedi melalui X-Ray pada kaki bayi. Tujuan deteksi dini ini adalah sebagai langkah awal agar buah hati cepat mendapat diagnosa. Sehingga penangangan dapat dilakukan pada saat periode emas , yaitu 1-2 minggu setelah kelahiran dengan harapan angka kesembuhan menjadi lebih optimal.
Umumnya penanganan pada CTEV adalah dengan menempatkan kaki bayi ke posisi yang benar, kemudian disangga dengan gips agar tidak goyang dan tetap pada posisi yang tepat. Pada tahap ini akan membutuhkan waktu sekitar 5-6 minggu dengan penggantian gips setiap 7 hari. Setelah itu gips akan dibuka dan dokter akan melakukan penanganan baru yaitu pemasangan sepatu khusus (dennis brown shoe) sekitar 3 bulan dengan durasi pemakaian 23 jam.
Namun pada beberapa kasus, dokter akan melakukan tindakan operatif. Tindakan operatif ini dilakukan apabila usia anak lebih dari 30 bulan dan telat untuk ditangani atau ketika tindakan non operatif belum membawa hasil yang menggembirakan karena kasus terlalu parah. Tindakan yang akan dilakukan yaitu dengan memanjangkan atau memposisikan ulang tendon dan ligamen untuk memudahkan kaki pindah ke posisi yang lebih baik.
Jadi jangan biarkan masa-masa emas buah hati anda mengalami masalah ini. Jika Anda atau keluarga memiliki masalah ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis orthopedi pediatric kami untuk mendapatkan penanganan terbaik, mulai dari deteksi dini sampai dengan penanganan nonoperasi dan bedah minimal invasive. Penanganan yang tepat diharapkan dapat mengembalikan struktur anatomi pada kaki anak. Sehingga dapat meningkatkan kualitas aktivitas buah hati.