Please wait...



Blog

CLASSIC LIST

Promo-Kartini-1200x601.jpg

Dapatkan harga special dalam rangka HARI KARTINI sebesar 21% untuk Paket pemeriksaan USG Payudara/Perut serta Paket Layanan Swab PCR dan Potongan 10% untuk :

  1. Paket MCU (Menopause)
  2. Paket Vaksin HPV (Gardasi)
  3. Paket Deteksi Tumor Ovarium
  4. Paket Deteksi Tumor Payudara

 

Periode promo mulai 12 April 2021 s/d 30 April 2021.

 

Layanan Informasi :
Customer Care
(031) 574 31 574 / 574 31 299 ext 108

0813.3787.3131

 

Salam Sehat,

RS Orthopedi & Traumatologi Surabaya


Flyer-Natal-Tetap-Buka-2-1200x1201.jpg

Libur Natal & Tahun Baru
Pelayanan Poliklinik Orthopedi dan Rehabilitasi Medik TETAP BUKA.

Jika Anda ingin konsultasi dan terapi, mohon untuk melakukan pendaftaran / appointment terlebih dahulu

IGD, Farmasi, Radiologi, Laboratorium, dan kamar operasi 24 Jam

Informasi dan pendaftaran (031) 57431574 / 081336621957

IGD ext 118 / 082337655500

RS Orthopedi & Traumatologi Surabaya
Your Bone and Joint Solution


Give-away-1200x1197.jpg

GIVE AWAY TIME !

Dapatkan saldo OVO total 500.000 untuk 5 pemenang dengan cara:

1. Follow instagram @rsotsurabaya dan like postingan ini
2. Repost postingan ini di instagram story kalian, tag @rsotsurabaya
3. Jawab KUISnya di kolom komentar, tag temanmu sebanyak-banyaknya dan instagram @rsotsurabaya jangan lupa hashtag #rsotsurabayagiveaway

Periode give away: 7 – 17 Desember 2020
Pengumuman : 22 Desember 2020

 


Announcee-1200x1200.jpg

Selama libur Maulid Nabi dan cuti bersama, Pelayanan Poliklinik Orthopedi dan Rehabilitasi Medik TETAP BUKA.

Jika Anda ingin konsultasi dan terapi, mohon untuk melakukan pendaftaran / appointment terlebih dahulu.

IGD, Farmasi, Radiologi, Laboratorium 24 Jam.

Informasi dan pendaftaran (031) 57431574 / 081336621957

IGD ext 118 / 082337655500

RS Orthopedi & Traumatologi Surabaya
Your Bone and Joint Solution


WhatsApp-Image-2020-10-23-at-2.34.03-PM-1200x1200.jpeg

Pada masa pandemi sekarang ini, tanpa disadari gaya hidup menjadi berubah seperti belajar dan bekerja dari rumah sehingga membuat kita kurang aktif / bergerak karena jarang melakukan aktivitas fisik, sehingga tubuh tidak bugar atau karena banyak duduk dengan posisi yang salah akan mengakibatkan tubuh terasa nyeri.
Nyeri merupakan gejala paling umum dari sebagian besar gangguan muskuloskeletal,
akibat kurang gerak maka sendi menjadi kaku, otot menjadi atrofik / memendek dan tulang lebih cepat keropos.
Bagaimana cara mencegah dan mengobati nyeri tulang dan sendi pada masa pandemi ini ?
Kita bahas bersama narasumber :
Dr. dr. Komang Agung, Sp.OT (K) Spine FICS dan dr. Theri Effendi, Sp.OT (K) HAND
dari RS. Orthopedi & traumatologi Surabaya
Di radio Suara Surabaya FM.
Hari, tanggal : Sabtu, 24 Oktober 2020
Pukul: 15.00 WIB
Catat tanggal dan jamnya ya agar tidak terlewatkan.

101003512_834404900417741_3805131799219142656_o.jpg

#sahabatortho , yuk ikuti Online Talk & Discussion dengan topik ” Bagaimana Mencegah dan Mengatasi Patah Tulang di Masa Pandemi ?” bersama narasumber Dr. Komang Agung, dr., Sp.OT (K) dan dr. Tanjung A. Sangkai, Sp.OT. Dengan moderator dr. Henry R. Handoyo, Sp.OT, M. Biomed. .

Jumat, 29 Mei 2020
Pk. 10.00 WIB
Live Zoom Meeting

Daftar sekarang di:
bit.ly/healthtalkrsot
Atau scan barcode pada gambar.

ID meeting & password akan kami kirim melalui email atau nomor WA.

GRATIS dan terbuka untuk umum.



Menindak Lanjuti Suratan Edaran Gurbenur Jawa Timur nomor: 443/4126/201.3/2020 tentang peningkatan kewaspadaan Covid-19 maka,

Mulai Hari Selasa tanggal 17 Maret 2020

1.Meniadakan Bezuk/jam kunjung pasien

2. Pasien Rawat Jalan,Ins.Rehabilitasi medik& IGD Hanya di izinkan untuk mendampingi 1 orang pengantar yang sehat dan tidak sedang sakit/demam

3. Penunggu pasien rawat inap wajib menggunakan kartu penunggu yang telah di sediakan oleh RS dengan pembatasan :

a. Kamar Deluxe maksimal 2 penunggu/pasien

b.Kamar Superior,Standart,Ekonomi,dan Isolasi maksimal 1 orang penunggu/pasien ( Penunggu Harus Sehat )

4. Meniadakan kunjungan Detailer

Demikian disampaikan,Mohon maaf Atas Ketidaknyamanan Anda


operasi-arthroscopy.jpg

Permasalahan sendi, baik dilutut, bahu, dan beberapa lokasi sendi lainnya, dapat ditangani dengan teknik arthroscopy yang mempunyai banyak keunggulan, yaitu hasil yang maksimal, luka sayatan yang sangat kecil (hanya sebesar ujung bolpen), dan proses recovery-nya sangat cepat.

arthroscopy bahu
arthroscopy lutut

Siapapun yang mengalami permasalahan sendi, tentu menginginkan penanganan terbaik. Jika pun harus dilakukan pembedahan, pasti banyak yang berharap proses operasi dapat dilakukan dengan cepat, efektif, dan rasa sakit atau nyeri pada saat atau pasca pembedahan dapat ditekan seminimal mungkin.

Untuk itu dunia kedokteran orthopedi, mengenal teknik arthroscopy. Secara harfiah, arthros dapat diartikan sebagai sendi, sementara copy adalah melihat atau mengamati, sehingga arthroscopy dapat diartikan sebagai proses melihat kedalam sendi dengan menggunakan alat khusus.

Arthroscopy dilakukan dengan teknik minimal invasive, yaitu membuat luka atau sayatan yang sangat kecil, sekitar 1 cm atau sekitar sebesar ujung bolpen. Sayatan yang dibuat minimal dua. ”kalau dipergelangan, sayatan yang dibuat bisa lebih kecil, hanya 0,5 cm. Arthroscopy dilakukan dengan membuat minimal dua sayatan, satu untuk endoscopic kamera, dan satu lagi alat untuk mengerjakan diagnosis,” terang dr. Their Effendi, Sp. OT.

Arthoscopy memiliki dua fungsi sekaligus, yakni diagnosa permasalahan sendi, dan melakukan penanganan sekaligus. Terkadang, pada permasalahan sendi, terdapat hal-hal yang tidak dapat terdeteksi dengan alat diagnostic lainnya seperti X-Ray atau USG. Dengan menggunakan teknik arthroscopy dimana menggunakan kamera yang dimasukkan dan mampu menjangkau sendi, masalah yang terjadi dalam sendi dapat terlihat melalui monitor.

Setelah diketahui masalah di dalam sendi, proses arthroscopy biasanya langsung dilanjutkan dengan dilakukan penanganan. Jika sudah ada diagnosa untuk dilakukan tindakan arthroscopy, maka tindakan tersebut akan dilakukan dengan membuat sayatan kecil tanpa harus dilakukan open surgery. “ujar dr. Their. “Tapi ada kalanya, arthroscopy dilakukan hanya untuk mengambil sampel dalam sendi. Misalnya ketika pasien dicurigai ada infeksi atau tumor, maka dokter akan mengambil sampelnya kemudian dicek terlebih dahulu patologinya. Biasanya terdapat dua tahap, namun jika tidak terlihat kecurigaan adanya infeksi atau tumor, maka rata-rata dapat dilakukan dalam satu tahap bersamaan.”

Sendi yang paling sering didiagnosa dan ditangani dengan teknik arthroscopy ini adalah sendi lutut dan disusul dengan sendi bahu. Saat ini, sudah berkembang lagi pada diagnosa dan penanganan keluhan pada sendi pergelangan tangan dan pergelangan kaki atau ankle. ”Sendi pinggul juga bisa, tapi cukup sulit karena letaknya yang sangat dalam, tergantung dari lemak atau otot setiap orang, “ungkapnya. “Di Indonesia, arthroscopy untuk sendi pinggul belum terlalu berkembang. Tapi di Jepang, Korea, Eropa, dan Amerika sudah ada yang mendalami.”

KEUNGGULAN

Teknik arthroscopy memiliki banyak keunggulan dikarenakan luka yang kecil atau minimal invasive, proses penyembuhannya menjadi lebih cepat. Secara kosmetik atau bekas luka pasca operasi akan terlihat lebih baik. “Yang ketiga, dan paling penting adalah efektifitasnya. Bagi kami, para doketr, arthroscopy juga lebih mudah karena bisa menjangkau tempat-tempat yang tidak mungkin bisa terjangkau dengan tindakan open syrgery. Proses operasinya pun juga tergolong cukup singkat. Namun, juga tergantung pada operator atau dokter yang melakukannya, “terang dr. Theri.

Dokter-dokter yang dapat melakukan arthroscopy biasanya merupakan dokter-dokter dengan kualifikasi sport injury specialistic mengingat masalah sendi sangat sering terjadi pada atlet atau masyarakat dengan tingkat instensitas olahraga yang cukup tinggi.

Eperti learning curve, semakin banyak kasus yang ditangani seorang dokter, maka semakin cepat waktu yang diperlukan dalam melakukan tindakan rekontruksi ACL (Anterior Cruciate Ligamen) bisa dilakukan dalam waktu ± 60 menit. Jika tindakan dilakukan diarea bahu memerlukan waktu lebih lama. Karena sendi didalam bahu terdiri dari ball and socket sehingga lebih rumit. Didalam sendi bahu terdapat bola dan mangkuk sehingga gerakannya hanya menekuk dan lurus, “ujarnya. “Saat melakukan arthroscopy, pasien biasanya akan dibius regional, tapi khusus untuk bahu, terpaksa masih harus dibius block atau total.”

Menurut dr. Theri, metode arthroscopy dapat diaplikasikan pada semua orang yang mengalami masalah sendi pada grade awal. Jika yang memiliki permasalahan sendi dalam derajat yang cukup berat maka tindaan yang harus dilakukan bukan lagi arthroscopy, melainkan harus ganti sendi, “terangnya.

Yang juga dapat menjadi catatan, arthroscopy adalah metode yang dilakukan dengan menggunakan alat khusus berbentuk semacam satu tower da terdiri dari beberapa item, seperti monitor, light source, dan mesin pembersihan atau pengairan, sehingga diperlukan kepabilitas dalam pengoperasiannya dimana RSOT sudah mempunyai alat ini dengan tenaga medis yang sudah terlatih.


FISIOTERAPI.jpg

Tak kalah penting dengan tahapan medis lainnya, proses rehabilitasi dan fisioterapi juga memiliki peranan yang sangat penting dalam penanganan maupun pencegahan cedera olahraga.

SECARA umum, olahraga dapat dibagi menjadi dua antara lain Olahraga prestasi dan olahraga rekreasional. Keduanya memiliki potensi cedera atau trauma, baik cedera ringan, sedang, maupun berat.

Setiap cedera olahraga memiliki perbedaan dalam hal penanganan, berkaitan dengan tujuan akhirnya. Pada olahraga rekreasional, tujuan akhir Rehabilitasi Medik adalah untuk menghantarkan pasien dapat berolahraga kembali, sementara untuk olahraga prestasi yakni para atlet, fisioterapi dilakukan hingga atlet tersebut dapat berprestasi kembali. Untuk para atlet, penanganan yang dilakukan relatif lebih panjang dan mendalam, karena berkaitan dengan reflek, kekuatan otot, sensor, dan lainnya.

Rehabilitasi medik merupakan elemen penting yang tidak dapat dipisahkan dari penanganan cedera, termasuk cedera olahraga. Pada cedera sedang dan berat yang memerlukan tindakan medis seperti operasi, sudah masuk pada masa pra-tindakan. Untuk cedera lutut yang sudah cukup lama dan otot pahanya habis, misalnya, hasil operasi akan jauh lebih bagus jika sebelumnya telah dilakukan rehabilitasi untuk memperbaiki otot tersebut.

Program Rehabilitasi Medik pada masa pra-tindakan juga menjadi sangat krusial, karena sebelum tindakan, akan dilakukan edukasi mengenai hal-hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada hari-hari awal pasca operasi. Pasca operasi, proses rehabilitasi akan konsentrasi pada penanganan nyeri, bengkak, pengembalian kekuatan, dan hal-hal yang berkaitan dengan kemampuan mobilisasi. Jika sudah maka kita akan melatih motorik, sensor, dan lainnya. Terakhir jika ingin kembali berolahraga, maka kita akan melatih otot-otot yang berkaitan dengan olahraga yang akan dilakukan.

Hal-hal tersebut di atas, merupakan aplikasi dari tahapan-tahapan pemulihan cedera olahraga seperti mengatasi Cedera tanpa dilakukannya tindakan operasi, pemulihan, dan return to sport. Untuk return to sport, tergantung dari kondisi pasien apakah bisa berolahraga kembali, bisa berprestasi atau berkompetisi lagi.

fisioterapi pada cedera olahraga

Copyright by Surabaya Orthopedi 2018

WhatsApp Live Chat
MRI Promo Slide 2