Please wait...



Blog

CLASSIC LIST

promo-sooc.jpg

SURABAYA ORTHOPEDIC OSTEOPOROSIS CLUB RS. Orthopedi dan Traumatologi Surabaya

Banyak orang tidak menyadari jika osteoporosis atau penyakit keropos tulang adalah silent killer karena osteoporosis hampir tidak menimbulkan gejala yang jelas. Sering kali osteoporosis diketahui ketika sudah parah hingga terjadipatah tulang.

Osteoporosis merupakan kondisi dimana terjadinya penurunan kepadatan tulang yang terjadi secara progresif (terus menerus) sehingga tulang menjadi rapuh yang pada akhirnya mudah retak atau patah. Bagian tulang yang sering mengalami retak atau patah diantaranya tulang belakang, panggul, kaki, dan pergelangan lengan. Osteoporosis juga bisa berpotensi menimbulkan cacat permanen dan bahkan kematian karena patah tulang. Penyakit ini disebut juga sebagai ”Silent Disease” karena penderita tidak merasakan adanya tanda-tanda atau gejala timbul.

RS Orthopedi & Traumatologi Surabaya dalam 6 tahun terakhir, mencatat lebih dari 35 ribu pasien yang datang  karena osteoporosis dengan rata-rata berusia 50 s/d 80 tahun dan hanya 13% datang dengan keluhan patah tulang, selebihnya diketahui pada saat  melakukan  pemeriksaan. Peningkatan pasien osteoporosis di RS Orthopedi & Traumatologi Surabaya berkisar antara 10% s/d 11% tiap tahun, maka menggerakkan RS Orthopedi & Traumatologi Surabaya untuk membentuk Surabaya Orthopedic Osteoporosis Club yang bertujuan untuk memberikan edukasi tentang osteoporosis kepada masyarakat di wilayah Surabaya khususnya para wanita atau pria yang berusia diatas 35 tahun untuk mengajak hidup bebas osteoporosis, menjadikan diri lebih sehat dan bugar di hari tua dengan melakukan senam rutin osteoporosis.

Kegiatan senam osteoporosis

Keuntungan yang didapat oleh para peserta Surabaya Orthopedic Osteoporosis Club selain melalukan kegiatan senam rutin osteoporosis, para anggota osteoporosis club juga akan mendapatkan:

  • Pemeriksaan fisik seperti tensi darah, berat badan, tinggi badan, dan skrining osteoporosis dengan menggunakan metode FRAX (khusus untuk usia diatas 40 tahun)
  • Mendapatkan tips makanan sehat baik untuk pencegahan dan penderita osteoporosis yang diberikan setiap minggu oleh Ahli Gizi RSOT
  • Mendapatkan makanan sehat beserta informasi gizi yang disampaikan oleh Ahli Gizi RSOT setiap satu bulan sekali
  • Mendapatkan GIFT VOUCHER untuk 1 kali FREE konsultasi dengan dokter spesialis orthopedi dan traumatology
  • Mendapatkan GIFT VOUCHER potongan 20% untuk pemeriksaan laboratorium osteoporosis
  • Mendapatkan GIFT Voucher menarik lainnya
  • Mendapatkan edukasi kesehatan baik secara langsung maupun melalui seminar
  • Mendapatkan manfaat menarik lainnya apabila mengikuti program senam secara rutin.
Panitia dan para anggota SOOC

 Informasi & pendafataran
 Customer Care RS Orthopedi & Traumatologi Surabaya
 Emerald Mansion TX-10 Citraland Surabaya
 031 57431574/081336621957 

RADIO.jpg

Apakah itu?

Alat diagnostic radiologi CR Long Length Imaging System yang dapat menghasilkan gambar dari tulang belakang mulai dari tulang leher sampai dengan tulang ekor akan tergambar secara utuh (tidak terpotong-potong) dalam 1 film X-Ray, hanya dengan satu kali penyinaran (expose), sehingga paparan radiasi yang diterima pasien jauh lebih kecil dibandingkan dengan menggunakan peralatan X-Ray konvensional. Pemeriksaan yang menggunakan Long Length Imaging System diantaranya adalah pemeriksaan Scoliosis View dan Scanogram View, yaitu:

  • Scoliosis View adalah sebuah teknik pemeriksaan radiologi dari tulang leher sampai tulang ekor yang menunjukkan kelainan pada rangka tubuh dan memperlihatkan kelengkungan pada tulang belakang (skoliosis)
  • Scanogram View adalah sebuah teknik pemeriksaan radiologi dari tulang pinggul sampai pergelangan kaki yang memperlihatkan kelainan pada kaki, biasanya penderita menderita kaki yang tinggi sebelah dan kaki yang berbentuk “O” atau mengalami kelengkungan pada kaki.

Keguanaan atau manfaat Long Length Imaging System antara lain:

  • Merupakan penunjang diagnosis untuk pemeriksaan tulang belakang yang memiliki akurasi yang baik karena menghasilkan image full spine dengan kualitas detail yang sangat tinggi dan komprehensif
  • Pengukuran sudut kemiringan/kelengkungan tulang belakang (cobb angle melalui program Computer Radiologi (CR) sehingga ketepatan dan keakuratannya sangat terjamin
  • Skoliosis atau rotary skoliosis pada pasien yang tinggi besar dapat diambil gambarnya dalam satu film pada satu posisi
  • Paparan radiasi yang diterima jauh lebih kecil dibandingkan dengan foto X-Ray biasa dan menghemat waktu.

Informasi Pelayanan Hubungi
Customer Care RS Orthopedi & Traumatologi Surabaya
Emerald Mansion TX-10 itraland Surabaya
031.57431229/ 081337873131


IMG_2923-1200x800.jpg

Dispilin ilmu radiologi adalah “saudara dekat” bagi banyak disiplin ilmu kedokteran lainnya, termasuk kedokteran tulang, sendi, dan jaringan di sekitarnya. Dengan bantuan teknologi radiologi terkini seperti yang ada di Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi (RSOT) Surabaya, dokter dapat membuat diagnosa terhadap penyakit dengan lebih tepat, sehingga penanganannya pun dapat dilakukan dengan lebih efektif.

Salah satu masalah yang berhubungan dengan tulang, sendi, dan jaringan sekitarnya yang banyak diderita masyarakat adalah gangguan muskuloskeletal, yakni sebuah kondisi yang mengganggu fungsi sendi, ligamen, otot, saraf dan tendon, serta tulang belakang.

Pada penanganannya, dokter memerlukan pemeriksaan penunjang untuk memastikan kondisi pasien sehingga dapat melakukan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Pada konteks inilah radiologi memegang peranan penting, dimana terdapat berbagai teknologi radiologi yang dapat diterapkan untuk memeriksa lebih detail mengenai kondisi sendi, ligamen, otot, saraf, tendon, serta tulang belakang. “Pasien dengan nyeri bahu, misalnya. Dengan kasat mata, dokter tidak bisa tahu apakah itu robek atau radang saja. Nah di situlah pentingnya pemeriksaan radiologi, mulai dari rontgen, USG, CT Scan, hingga MRI,” ujar dr. Rosy Setiawati, Sp. Rad (K). “Memang tidak semua pasien dengan keluhan muskuloskeletal harus dilakukan pemeriksaan radiologi, karena setiap kasus memiliki indikasinya masing-masing, dan dokter memiliki pengalaman pemeriksaan. Tetapi pemeriksaan ini banyak digunakan untuk memastikan penyebab keluhan.”

Lebih lanjut dr. Rosy menuturkan, ada beberapa tingkatan pemeriksaan radiologi yang bisa dilakukan untuk membantu diagnosa pada keluhan muskuloskeletal. Salah satunya yang merupakan pemeriksaan standar adalah pemeriksaan rontgen. “Muskuloskeletal itu berkaitan dengan tulang, jadi tulangnya harus dipastikan baik-baik saja terlebih dahulu. Jika tidak apa-apa tapi masih bengkak, misalnya, harus cari tahu lagi dengan alat lain, ultrasound, CT Scan, MRI, hingga ditemukan masalahnya,” terang dr. Rosy.

Menurut dr. Rosy, memang terdapat banyak pemeriksaan radiologi yang bisa dilakukan berkaitan dengan masalah muskuloskeletal. Selain rontgen, salah satu alat yang bisa dipakai adalah ultrasonografi atau biasa disingkat dengan USG.

Teknik pemeriksaan USG memang bukan teknologi baru. Namun, seiring dengan perkembangannya, USG kini tidak hanya digunakan untuk melihat kondisi rahim pada ibu hamil atau organ-organ lainnya di dalam perut, tetapi juga dapat digunakan untuk memeriksa struktur jaringan yang berada di permukaan.

“Jadi USG yang bekerja dengan gelombang suara ini sekarang bukan hanya untuk ibu hamil saja. Tetapi yang berkaitan dengan tulang, otot, atau yang berhubungan dengan muskuloskeletal. Akurasinya cukup tinggi,” jelasnya. “Harga pemeriksaannya juga terjangkau, dan tidak memakan waktu lama, serta nilai diagnostiknya tinggi. Untuk rumah sakit pun menguntungkan, karena tidak perlu ruangan besar, bahkan sekarang monitornya bisa menggunakan layar handphone.”

dr. Rosy tidak menampik bahwa USG juga memiliki kelemahan, terutama untuk pemeriksaan pada bagian atau struktur jaringan yang dalam. Untuk itu, radiologi punya banyak pilihan, tergantung dengan kasus atau diagnosa awal dari dokter yang menangani.

“Ada tingkatannya, bisa cukup hanya dengan rontgen, USG, atau perlu CT Scan, MRI. Jadi kalau diperiksa dengan USG tidak tampak ada masalah, belum tentu memang tidak ada masalah. Jadi peran radiologi ini sangat penting dalam penentuan diagnosa dan tindakan selanjutnya yang akan dilakukan oleh dokter,” ujarnya.

Dokter yang fellowship khusus di muskuloskeletal di Singapura dan Italia ini juga menekankan pentingnya tenaga ahli dalam penerapan pemeriksaan radiologi. “Selain alat yang lengkap dan teknologi terkini seperti yang ada di RSOT, tenaga ahli juga sangat penting. Jadi bagaimana bidang radiologi yang penuh dengan teknologi alat ini dapat dioperasikan oleh ahlinya, sehingga menghasilkan diagnosa yang tepat,” tutupnya.

USG Muskuloskeletal oleh dr. Rosy, Sp.Rad


Copyright by Surabaya Orthopedi 2018

WhatsApp Live Chat