Please wait...



Blog

CLASSIC LIST

Patah-Tulang-2-1200x800.jpg

Sahabat ortho, cedera patah tulang merupakan kejadian yang tidak dapat diprediksi dan sangat sering terjadi di masyarakat. Di sekitar anda, seringkali anda menjumpai kejadian kecelakaan yang bisa menyebabkan patah tulang. Secara umum patah tulang terjadi ketika tulang mengalami keretakan, pecah menjadi 2 atau beberapa bagian. Hal ini bisa terjadi akibat kecelakaan, cedera olahraga, atau tindakan kekerasan. Patah tulang biasanya tidak mengancam nyawa, namun begitu patah tulang tetap membutuhkan perawatan medis segera dan penanganan awal yang benar agar kondisinya tidak semakin parah.

Kondisi patah tulang bukanlah hal yang bisa dianggap enteng, pasalnya jika salah penanganan bisa menyebabkan kecacatan pada korban. Secara garis besar patah tulang terbagi menjadi 2 yaitu patah tulang tertutup dan patah tulang terbuka. Patah tulang tertutup adalah patah tulang dengan kondisi tulang yang patah tidak menembus kulit. Sedangkan patah tulang terbuka adalah kondisi patah tulang yang Sebagian tulang yang patah terlihat menembus kulit.

Banyak cara untuk menangani patah tulang. Secara garis besar terbagi atas dua secara konvensional dan operasi. Penanganan konvensional dapat dilakukan dengan pemakaian gips ataupun bidai pada bagian yang patah. Ada juga yang melakukan traksi tulang/kulit. Sedangkan penanganan dengan cara operasi, terdiri dari penggunaaan sekrup, kawat dan pen. Proses ini sangatlah invasif dan nantinya akan berpengaruh kepada penyembuhan tulang. Menyambungkan Kembali tulang yang patah, mempertahankan stabilitas tulang dan sendi, penggantian sendi yang mengalai kerusakan.

Gejala Patah Tulang

Hampir semua patah tulang akan disertai rasa sakit yang hebat. Kenali gejala patah tulang berikut :

  • Bengkak, kemerahan, dan memar
  • Sulit digerakkan atau sulit menahan beban
  • Mengalami kelainan bentuk
  • Tulang yang patah terlihat menembus kulit

Pasang Pen untuk Menangani Patah Tulang

Pasang pen merupakan prosedur bedah yang dilakukan untuk menyatukan dan menjaga posisi tulang yang patah. Namun, tidak semua kondisi patah tulang akan ditangani dengan pemasangan pen, ya. Pasang pen biasanya dilakukan jika kondisi patah tulang terbilang cukup parah, misalnya:

  • Tulang hancur atau patah menjadi beberapa bagian
  • Patah tulang terjadi di sekitar sendi yang sering digerakkan
  • Patahan tulang berubah posisi menjadi tidak sejajar

Masa Pemulihan Patah Tulang pasca Pemasangan Pen

Sahabat ortho, waktu pemulihan setelah pemasangan pen bermacam-macam tergantung pada jenis, lokasi dan tingkat keparahan pada patah tulang. Fase pemulihan umumnya memakan waktu 3-12 bulan. Fase ini bisa memakan waktu lebih lama jika anda mengalami efek samping pemasangan pen. Agar pemulihan berjalan lancar dan terhindar dari efek samping pemasangan pen, berikut adalah pantangan setelah pasang pen dan beberapa hal lain yang perlu Anda perhatikan.

  1. Minum obat Pereda nyeri dan obat lain sesuai dengan instruksi dokter
  2. Posisikan area patah tulang yang telah dipasang pen untuk mengurangi pembengkakan
  3. Selalu jaga kondisi jahitan, pastikan selalu terutup dan bersih serta sering mencuci tangan untuk menghindari infeksi. Ganti perban sesuai waktu dan lakukan penggantian perbam dengan benar.
  4. Hindari tekanan. Menggerakkan tulang yang sakit adalah pantangan setelah pasang pen. Sebaiknya tulang yang baru saja dipasang pen jangan digerakkan untuk sementara waktu.

Jangan lupa juga untuk rutin kontrol ke dokter, sehingga dokter bisa mengevaluasi proses penyembuhan tulang, baik melalui foto rontgen tulang maupun keluhan yang Anda rasakan. Dalam beberapa kasus, pen dalam tulang mungkin harus dilepas lebih dini, misalnya jika terjadi infeksi atau pelat logam menimbulkan iritasi dan nyeri.

Jika proses penyembuhan patah tulang berjalan dengan baik dan tulang telah menyatu kembali, pen bisa dibiarkan saja di tempatnya, atau bisa juga dicabut. Hal ini bergantung pada keadaan pasien dan penilaian dokter. Namun, umumnya jika pen diambil akan membuat pasien merasa lebih nyaman.

Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi Surabaya menyediakan layanan mulai dari konsultasi seputar kesehatan tulang, penanganan yang komprehensif serta rehabilitasi yang berkelanjutan. Jika anda mengalami masalah tulang, otot, sendi, dan jaringan lunak sekitarnya segera konsultasikan ke dokter spesialis orthopedi dan traumatologi kami.

Poli Orthopedi dan Traumatologi Sakit Orthopedi dan Traumatologi Surabaya buka setiap hari (Senin – Minggu), tanggal merah TETAP BUKA.

IGD, Ambulance, Farmasi, Radiologi, Laboratorium 24 Jam.

Informasi dan pendaftaran :

(031) 574 31 574 / 574 31 299
Whatsapp 0813 3662 1957 / 0813 3787 3131

IGD dan Ambulance :

(031 574 31 574 / 574 31 299 ext 118

Whatsapp 0823 3765 5500

RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya
– Your Bone and Joint Solution –

References :

https://medlineplus.gov/fractures.html

https://kidshealth.org/en/kids/broken-bones.html

https://www.sehatq.com/artikel/serba-serbi-pemasangan-pen-untuk-patah-tulang-mulai-dari-kriteria-hingga-efek-sampingnya diakses 2022

American Academy of Orthopaedic Surgeons. OrthoInfo (2019). Internal Fixation for Fractures diakses 2022

Image :

https://www.freepik.com/author/rawpixel-com diakses 2022

 

 


cacar-monyet-ilustrasi-5cd904c4e5b50.png

Saat ini cacar monyet atau monkey pox telah ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai darurat kesehatan global pasalnya laporan kasus cacar monyet terus bertambah dan telah terdeteksi pada puluhan negara di berbagai belahan dunia.

Dilansir dari kementerian kesehatan republik Indonesia, “Sampai saat ini belum ditemukan kasus Monkeypox di Indonesia” jelas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Anung Sugihantono, M.Kes. Menurut juru bicara Kementerian Kesehatan RI, dr. Mohammad Syahril menyebut bahwa Indonesia dikategorikan sebagai klasifikasi satu oleh WHO. Klasifikasi satu punya arti negara yang belum pernah mencatat kasus cacar monyet selama 21 hari.

Seperti yang kita ketahui cacar monyet hampir mirip dengan cacar air yang sudah ada sebelumnya, meski begitu tetap ada perbedaanya. Perbedaan tersebut terlelat pada jenis virus, gejala dan perkembangan kedua virus tersebut. Cacar monyet disebabkan oleh virus human monkeypox (MPXV) orthopexvirus. Virus ini pertama kali ditemukan pada monyet di tahun 1958. Sedangkan kasus pertama pada manusia (anak-anak) terjadi pada tahun 1970.

Dilansir dari Kemenkes RI, Penularan melalui kontak erat dengan hewan atau manusia yang terinfeksi atau benda yang terkontaminasi virus. “Penularan dapat melalui darah, air liur, cairan tubuh, Lesi kulit atau cairan pada cacar, kemudian droplet pernapasan,” terang dr. Muhammad Syahril, Sp.P., MPH juru bicara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Tanda gejala yang terjadi jika terinfeksi cacar monyet (monkey pox) :

  1. Demam
  2. Sakit Kepala
  3. Nyeri Otot
  4. Kelelahan
  5. Sakit punggung
  6. Pembengkakan kelenjar getah bening

Dalam 1 – 3 hari setelah demam, akan muncul ruam pada wajah serta pada area tubuh lainnya. Dan masa inkubasi cacar monyet biasanya 6 sampai 16 hari tetapi dapat mencapai 5 sampai 21 hari. Kasus yang lebih parah biasanya terjadi pada orang dengan tingkat imunitas yang lemah dan anak-anak.

Bagaimana cara mencegah agar terhindar dari cacar monyet?

Dikutip dari CDC, vaksin cacar (smallpox) dapat digunakan sebagai upaya mencegah terlular cacar monyet.

Selain itu, beberapa cara lain yang bisa anda lakukan untuk mencegah infeksi virus ini, antara lain :

  1. Menghindari kontak dengan hewan yang sakit
  2. Menghindari orang yang terpapar virus
  3. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
  4. Mengonsumsi daging yang matang.

Kewaspadaan terhadap cacr monyet memang sangat diperlukan seiring dengan naiknya jasus yang terjadi di beberapa negara. Dengan menjalani pola hidup bersih dan sehat diharapkan bisa mencegah terjadinya penularan virus. Tetap memakai masker dan rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir (atau menggunakan hand sanitizer berbasis alcohol) dapat menjadi slaah satu cara efektif untuk mencegah sebagian besar infeksi virus.

Kapan harus pergi ke dokter?

Jika anda merasa melakukan kontak dengan seseorang atau hewan liar yang dicurigai terinfeksi monkeypox, segera konsultasikan ke dokter. Terlebih jika anda setalh melakukan perjalanan dari negara yang terpapar wabah ini. Dan apabila anda mengalami gejala seperti yang telah disebutkan diatas, sebaiknya seger memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Pengobatan ini juga membantu mencegah timbulnya penyakit komplikasi.

Meskipun cacar monyet merupakan penyakit yang dapat sembuh dengan endirinya (self-limited disease), tapi gejalnya dapat mengganggu dan membuat tidak nyaman. Apalagi cacar ini cenderung sembuh lebih lama dibandingkan dengan penyakit cacar lainnya.

Jika sahabat ortho memiliki keluhan atau gejala yang mengarah kepada cacar monyet atau monkey pox segera konsultasikan ke dokter terdekat anda. Atau bisa anda konsultasikan ke dokter spesialis anak di Rumah Sakit Orthpedi dan Traumatologi Surabaya.

Dokter Spesialis Anak :

Dr. Haryson Tondi W, Sp. A

Jadwal Praktek :

Rabu : 18.00 – 19.00

Poli Orthopedi dan Traumatologi Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi Surabaya buka setiap hari (Senin – Minggu), tanggal merah TETAP BUKA.

IGD, Ambulance, Farmasi, Radiologi, Laboratorium 24 Jam.

Informasi dan Pendaftaran

(031) 574 31 574 / 574 31 299

Whatsapp 0813 3662 1957 / 0813 3787 3131

IGD :

(031) 574 31 574 / 574 31 299 ext 118

Whatsapp 0823 3765 5500

Temukan artikel seputar kesehatan yang menarik lainnya hanya di www.surabayaorthopedi.com

 

References :

Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Chickenpox. 
Healthline. Diakses pada 2022. Chickenpox. 
CDC.gov. Diakses pada 2022. Monkeypox Prevention.

Kemenkes RI. Diakses pada 2022 Waspada Wabah Cacar Monyet.

Image :

https://www.freepik.com/free-photo/skin-allergy-person-s-arm_19672645.htm?query=eczema (gambar hanya ilustrasi)


MCU-PAKET-LAB.jpg

Seperti yang sahabat ortho ketahui, momen Hari Raya Idul Adha sangat kental kaitannya dengan penyembelihan hewan kurban seperti kambing, sapi, kerbau, domba atau yang lainnya. Momen ini tak luput juga dari beragamnya sajian makanan yang berasal dari bahan tersebut. Dengan beragamnya olahan daging yang menggugah selera, acap kali beberapa orang kalap ketika menyantap sajian khas Idul Adha tersebut. Padahal, jika Anda terlalu berlebihan dalam mengonsumsinya dapat menyebabkan dampak bagi tubuh Anda.

Sejumlah gangguan kesehatan berikut rentan muncul atau kambuh jika Anda tidak membatasi asupan makanan yang berbahan dasar daging.

Lantas, 3 penyakit apa saja yang sering muncul atau kambuh saat perayaan Idul Adha?

  1. Hipertensi

Penyakit pertama yang kerap menyerang saat perayaan Idul Adha adalah hipertensi atau darah tinggi. Penyebabnya karena saat Idul Adha makanan yang disajikan kebanyakan makanan-makanan berlemak mengandung banyak  garam dan santan seperti gulai dan rendang. Dimana makanan tersebut sangat memicu naiknya tekanan darah.

  1. Kolesterol Melonjak Naik

Makanan berbahan dasar daging seperti daging ka,bing atau sapi mengandung beragam nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh Anda. Meski demikian, daging-daging tersebut menyimpan banyak lemak jenuh yang bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat pada tubuh kita. Kadar kolesterol yang ini ini bisa menumpuk pada dinding pembuluh darah lalu mengeras, akibatnya dalam jangka panjang bisa menyebabkan serangan jantung atau stroke.

  1. Asam Urat

Asam urat juga menjadi salah satu penyakit yang sering menyerang saat Idul Adha. Asam urat merupakan penyakit yang disebabkan karena tingginya kadar purin yang cukup tinggi. Daging merah seperti daging kambing/domba dan daging sapi merupakan makanan yang mengandung kadar purin yang tinggi. Oleh karena itu, bagi Anda yang sudah memiliki penyakit asam urat sangat dianjurkan untuk membatasi konsumi daging sata perayaan Idul Adha. Selain itu, konsumsi jeroan hewan kurban juga sebaiknya Anda hindari.

Seperti yang telah kita ketahui, daging merah memiliki kandungan lemak jenuh dan kolesterol jahat yang dapat memicu risiko gangguan jantung dan pembuluh darah, jika Anda mengonsumsinya secara berlebihan. Tentunya Anda tidak ingin kan muncul gangguan kesehatan di tubuh Anda setelah merayakan Idul Adha?

Menurut ahli gizi Universitas Airlangga (UNAIR), Lailatul Muniroh, S.KM, M.Kes, mengonsumsi daging secara berlebihan dapat memicu naiknya kolesterol dalam darah. Menurutnya, perlu dilakukan langkah preventif dan beberapa hal agar dapatmenurunkan kolesterol setelah Idul Adha. Dikutip dari laman resmi kampus Unair (2022).

Lebih lanjut, Lailatul menuturkan 3 tips untuk mengelola kadar kolesterol setelah Idul Adha. Apa saja? Mari kita simak bersama.

  1. Perbanyak konsumsi buah dan sayur atau makanan yang tinggi serat

Langkah pencegahan pertama adalah dengan mengonsumi banyak sayur dan buah yang memiliki serat tinggi. Contohnya seperi pisang, apel, jeruk wortel, dan brokoli. Selain itu, konsumsi sayur dari jenis kacang-kacangan seperti kacang polong dan buncis juga dapat embantu manurunkan kadar kolesterol.

 

  1. Kurangi makanan yang mengandung lemak yang tinggi

Langkah pencegahan selanjutnya adalah dengan mengurangi konsumsi makanan yang mengandung lemak yang sangat tinggi. Pilihlah makanan yang rendah lemak seperti, ikan, putih telur, daging sapi tanpa lemak, tahu, tempe, kacang-kacangan dan lain sebagainya. Tak lupa juga kurangi mengolah makanan dengan cara digoreng.

 

  1. Rutin olahraga dan sarapan dengan pengganti nasi

Langkah terakhir berikut dapat dilakukan untuk mencegah naiknya kadar kolesterol dalam darah yaitu dengan konsumsi makanan pengganti nasi seperti oatmeal. Oatmeal kaya akan nutrisi dan sumber serat larut yang akan menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Selain itu, oatmeal juga dapat menurunkan resiko penyakit jantung. Tak lupa untuk rutin olahraga untuk basmi kolesterol jahat.

“Hidup sehat, bebas kolesterol jahat”

Selain itu, agar dapat mengurangi resiko penyakit yang ditimbulkan setelah Idul Adha, langkah terbaik yang bisa kita lakukan adalah dengan melakukan medical check up. Medical check up merupakan upaya yang dapat membantu sahabat ortho semua agar bisa mengetahui kondisi tubuh kita secara menyeluruh dan potensi penyakit yang kemungkinan menjangkit tubuh tanpa menimbulkan gejala. Melalui medical check up, kita akan dilakukan skrinning faktor-faktor risiko yang menyebabkan gangguan pada fungsi tubuh kita agar dapat dilakukan pencegahan lebih dini. Dengan begitu penyakit tidak akan berkembang kearah yang lebih serius hingga berakibat fatal di kemudian hari.

Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi Surabaya menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan (Medical Check Up) bagi sahabat ortho semua. Yuk segera periksakan diri anda dan pastikan tubuh kita tetap sehat dan bugar setelah Idul Adha.

Poli Orthopedi dan Traumatologi Sakit Orthopedi dan Traumatologi Surabaya buka setiap hari (Senin – Minggu), tanggal merah TETAP BUKA.

IGD, Ambulance, Farmasi, Radiologi, Laboratorium 24 Jam.

Informasi dan pendaftaran :

(031) 574 31 574 / 574 31 299
Whatsapp 0813 3662 1957 / 0813 3787 3131

IGD dan Ambulance :

(031 574 31 574 / 574 31 299 ext 118

Whatsapp 0823 3765 5500

RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya
– Your Bone and Joint Solution –

References :

DetikEdu. Tips Kelola Kadar Kolesterol Usai Idul Adha. Diakses 2022

Healthline. Best Diet for Gout. Diakses 2022

UNAIR. Ahli Gizi Unair Bagi Tips atasi Kolesterol Tinggi saat Idul Adha. Diakses 2022

Images :

Freepik.com


young-lady-suffering-from-shoulder-pain-green-shirt-looking-uncomfortable-1-scaled.jpg

Sahabat ortho, sendi bahu merupakan sendi bola dan rongga yang terdiri dari 3 buah tulang. Tulang tersebut yaitu tulang lengan bagian atas, tulang belikat dan tulang selangka yang disokong oleh ligamen, tendon, otot agar posisi tetap stabil. Tahukah Anda bahwa bahu memberikan rentang gerak terbesar dalam tubuh kita. Ia memungkinkan kita untuk mengangkat dan memutar lengan ke segala arah. Dan untuk membantu kita menggerakkan bahu, sendi dibantu oleh cairan yang bernama cairan synovial yang melumasi kapsul bahu sendi.

Jika kapsul pada bahu menebal dan menjadi lebih kaku kencang serta berkurangnya cairan sinovial pada sendi maka dapat menyebabkan kekakuan pada bahu. Kondisi inilah yang dimaksud dengan Frozen Shoulder.

Frozen Shoulder atau Adhesive Capsulitis adalah gangguan yang terjadi di area bahu berupa rasa kaku dan nyeri. Kondisi ini menyebabkan terbatasnya pergerakan bahu hingga terkadang tidak dapat digerakkan sama sekali. Kondisi ini biasanya berlangsung dalam hitungan bulan hingga tahun dan jarang kambuh di lokasi yang sama.

Bagaimana Gejalanya?

Dilansir dari Mayo Clinic gejala utama Frozen Shoulder  adalah rasa sakit dan kekauan yang menyebabkan bahu sangat suilt digerakkan atau bahkan tidak bisa digerakkan sama sekali. Gejala ini muncul dan biasanya terbagi menjadi 3 tahap, setiap tahapan berlangsung dalam beberapa bulan.

Berikut 3 tahapan gejala Frozen Shoulder :

  1. Freezing Stage

Nyeri setiap kali bahu digerakkan sehingga menyebabkan rentang gerak bahu terbatas. Tahap ini berlangsung sekitar 6 – 9 bulan.

  1. Frozen Stage

Nyeri berkurang, tetapi bahu semakin kaku dan sulit untuk digerakkan. Tahap ini berlangsung sekitar 4 – 12 bulan.

  1. Thawing Stage

Rentang gerak bahu membaik yang berlangsung selama 6 bulan sampai 2 tahun.

Apa Penyebabnya?

Belum diketahui pasti penyebab dari Frozen Shoulder. Namun ada beberapa kondisi yang meningkatkan risiko seseorang mengalami Frozen Shoulder. Diantaranya :

  1. Berjenis kelamin perempuan
  2. Berusia 40 tahun keatas
  3. Menderita penyakit sistemik seperti diabetes, Parkinson, TBC, penyakit jantung, dan gangguan hormone tiroid (Hipertiroid dan Hiptiroid).
  4. Mengalami imobilitas (tidak dapat bergerak) dalam waktu yang lama, misalnya akibat stroke, patah tulang pada lengan, pemulihan pasca operasi, cedera pada rotator cuff (otot pada bahu)

 

Bagaimana Diagnosis Frozen Shoulder?

Dirangkum dari HealthLine, langkah awal yang dilakukan adalah dengan melihat riwayat medis dan pemeriksaan fisik penderita. Pemeriksaan fisik dilakukan untuk melihat seberapa nyeri yang dirasakan dan untuk melihat jangkauan gerak pasien akibat frozen shoulder.

Beberapa pemeriksaan diagnostik mungkin juga diperlukan. Dokter akan melakukan pemindaian resonansi magnetik (MRI). Rontgen mungkin juga diuperlukanuntuk memeriksa radang sendi atau kelainan lainnya. Anda mungkin memerlukan artrogram untuk rontgen, yang melibatkan penyuntikan pewarna ke sendi bahu Anda sehingga dokter dapat melihat strukturnya.

Pengobatan Frozen Shoulder :

  1. Obat-obatan

Obat-obatan yang akan diberikan oleh dokter bertujuan untuk meredakan nyeri dan peradangan yang terjadi (Contoh ; aspirin dan ibuprofen). Jika nyeri terus terjaid, mungkin dokter akan memberikan suntikan kortikosteroid ke area bahu yang bermasalah.

  1. Rehabilitasi Medik (Fisioterapi)

Terapi fisik bertujuan untuk mengembalikan jangkauan lengan semaksimal mungkin. Selama sesi fisioterapi, dokter juga akan melakukan TENS (transcutaneous electrical nerve stimulation). TENS adalah terapi listrik yang dilakukan dengan menghantarkan arus listrik kecil melalui elektroda yang ditempelkan di kulit. Arus listrik tersebut bertujuan untuk menghambat impuls saraf yang menyebabkan rasa nyeri.

Selain terapi tersebut, pasien juga bisa melakukan kompres dingin pada bahu selama 15 menit di rumah dan lakukan beberapa kali dalam sehari. Hal ini dinilai cukup efektif untuk meredakan nyeri pada bahu.

  1. Perawatan Mandiri

Perawatan Mandiri sangat membantu mempercepat pemulihan. Diantaranya menggunakan obat sesuai dengan anjuran dokter, rutin berolahraga, ikut bimbingan dan ahli fisioterapi atau mengompres bahu yang nyeri dan kaku dengan menggunakan es batu. Kuncinya adalah, Anda mampu mempertahankan gerak bahu, sehingga Anda sangat dianjurkan untuk rutin melakukan rangsangan gerak bahu.

  1. Operasi

Operasi dilakukan jika konsumsi obat, fisioterapi dan perawatan mandiri tidak efektif membuat keluhan membaik. Tindkaan ini bertujuanuntuk melonggarkan beberapa jaringan ikat di sekitar bahu dan biasanya operasi dilakukan dua kali. Operasi pertama disebut manipulasi, sedangkan operasi kedua akan menggunakan alat arthroscopy untuk memotong jaringan parut.

erasi dilakukan jika konsumsi obat, pengobatan alternatif, dan perawatan mandiri tidak membuat frozen shoulder membaik. Tindakan ini bertujuan untuk melonggarkan beberapa jaringan ikat di sekitar bahu dan biasanya operasi dilakukan dua kali. Operasi pertama disebut manipulasi di bawah anestesi, sedangkan operasi kedua menggunakan arthroscopy untuk memotong jaringan ketat dan parut. Kedua operasi ini dilakukan pada waktu yang bersamaan.

Bagaimana Pencegahannya?

Dikutip dari Cleveland Clinic, menjalani fisioterapi setlah mengalami cedera pada bahu yang menyebabkan bahu teras sakit dapat membantu mengurangi risiko terkena Frozen Shoulder. Selain itu, fisioterapi juga disarankan untuk segera dilakukan oleh penderita yang mengalami stroke untuk mencegah kekaukan pada sendi bahu dan sendi lain yang mungkin terdampak.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika anda atau keluarga anda mengalami gejala yang telah disebutkan diatas, maka segera periksakan ke dokter spesialis orthopedi dan traumatologi terdekat anda. Konsultasikan keluhan seputar kesehatan tulang, otot, sendi anda ke dokter spesialis orthopedi terdekat anda atau ke dokter spesialis orthopedi dan traumatologi di Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi Surabaya.

Poli Orthopedi dan Traumatologi Sakit Orthopedi dan Traumatologi Surabaya buka setiap hari (Senin – Minggu), tanggal merah TETAP BUKA.

IGD, Ambulance, Farmasi, Radiologi, Laboratorium 24 Jam.

Informasi dan pendaftaran :

(031) 574 31 574 / 574 31 299
Whatsapp 0813 3662 1957 / 0813 3787 3131

IGD dan Ambulance :

(031 574 31 574 / 574 31 299 ext 118

Whatsapp 0823 3765 5500

RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya
– Your Bone and Joint Solution –

References :

MayoClinic. Diakses pada 2022. Frozen shoulder.

Healthline. Diakses pada 2022. Frozen Shoulder. 

Medscape. Diakses pada 2022. Adhesive Capsulitis (Frozen Shoulder).

Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Frozen Shoulder

Image :

https://www.freepik.com/free-photo/young-lady-suffering-from-shoulder-pain-green-shirt-looking-uncomfortable_15330814.htm#page=4&query=shoulder%20pain&position=31&from_view=search


side-view-female-swimmer-with-cap-goggles-swimming-water-1-1200x801.jpg

Selain menyehatkan berenang juga sangat menyenangkan untuk dilakukan oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Namun, pernahkah sahabat ortho semua mendengar larangan berenang setalah makan dan harus menunggu hingga 1 jam? Tentu saja, kalimat tersebut sering diucapkan oleh para orang tua dengan alasan berenang setelah makan bisa menyebabkan kram. Namun pernyataan tersebut belum tentu benar. Jadi, apakah hal tersebut bisa dikatakan mitos atau fakta ya?

BOLEHKAH BERENANG SETELAH MAKAN?

Menurut ahli fisiologi Latihan dan direktur diet & pusat kebugaran Duke University, Gerald Endress, berenang dengan perut kenyang tidak mempengaruhi kemampuan berenang secara signifikan. Secara biologis, darah memang mengalir ke perut untuk membantu proses pencernaan, tetapi hal tersebut tidak menyebabkan otot kehilangan energi apalagi sampai menyebabkan anda tenggelam. Menurut Roshini Rajapaksa dari New York University School of Medicine, berenang dengan perut yang penuh sehabis makan dapat menyebabkan kram perut jika anda berenang dengan penuh semangat tetapi tidak sampai membuat anda tenggelam.

Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa berenang setelah makan itu berbahaya. Namun, olahraga yang terlalu kuat dapat menyebabkan aliran darah yang seharusnya mengarah ke pencernaan justru berbalik ke area otot. Hal inilah yang menyebabkan kita merasa mual atau bahkan sampai muntah karena makanan masih dicerna oleh lambung.

Istirahat sejenak setelah makan Ketika anda merasa perut terlalu kenyang. Tunggu beberapa saat hingga anda merasa bahwa perut anda membaik dan sudah siap untuk dibawa berolahraga. Lakukan pemanasan dengan intensitas rendah terlebih dahulu sebelum melakukan olahraga berat seperti berenang agar kita terhindar dari keluhan kram perut. Berenang termasuk olahraga yang dapat diterima oleh tubuh setelah makan, dengan syarat gerakan yang dilakukan masih dalam intensitas wajar sehingga perut tidak kaget dan menyebabkan kram.

GERAKAN PEMANASAN SEBELUM BERENANG UNTUK CEGAH KRAM

Plantar Fascia Stretch

Plantar Fascia Stretch perlu dilakukan untuk menghindari kram. Gerakan ini cukup mudah dilakukan. Kita cukup mencari dinding yang bisa dijadikan sandaran, lalu templekna bagian jari-jari ke dinding tersebut dan berikan tekanan dengan menekuknya ebberapa kali.

Alternative Plantar Fascia Relief

Mirip dengan gerakan plantar fascia stretch, hanya saja gerakan pemanasan ini perlu dikalukan dengan bantuan bola tenis. Caranya, letakkan bola tenis di bagian bawah telapak kaki, lalu gerak-gerakkan bola dengan telapakkaki. Pastikan posisi telapak kaki tidak lemas dan meregang, sehingga jari-jari kaki menjadi terangkat.

Gastrocnemius Stretch

Gastrocnemius Stretch merupakan gerakan terakhir yang tak kalah penting untuk dilakukan. Untuk melakukannya, kamu perlu berdiri dengan satu kaki di depan dan kaki yang satunya di belakang lurus, hingga tumit menyentuh lantai. Tahan posisi selama beberapa hitungan dan lakukan beberapa kali.

Jika sahabat ortho memiliki keluhan kram atau keluhan seputar tulang, otot dan sendi segera konsultasikan ke dokter spesialis orthopedi dan traumatologi di Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi Surabaya.

Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi Surabaya

-Your Bone and Joint Solution-

Informasi dan Pendaftaran :

9031) 574 31 574 / 574 31 299

Whatsapp 0813 3662 1957 / 0813 3787 3131

IGD        :
(031) 574 31 574 /574 31 299 ext  118

Whatsapp 0823 3765 5500

 

Referensi :

https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/2730869/berenang-setelah-makan-bikin-kram-benarkah

https://hellosehat.com/kebugaran/kelenturan/pemanasan-pendinginan-berenang/

https://www.physioproperth.com.au/resources/exercises/leg-stretches/gastrocnemius-stretch/

https://www.medicalnewstoday.com/articles/fat-injections-could-treat-foot-pain-in-plantar-fasciitis

 

Gambar :

https://www.freepik.com/free-photo/side-view-female-swimmer-with-cap-goggles-swimming-water_10296634.htm#query=swimming&position=1&from_view=search


men-exercise-by-running-road-bridge-1200x801.jpg

Sahabat Ortho, jangan jadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas – malasan. Banyak sekali hal positif yang tetap bisa kita lakukan meskipun sedang berpuasa, tentunya kegiatan yang memberikan manfaat pada tubuh kita. Salah satunya adalah Olahraga. Selain menyehatkan, untuk kalian yang sedang menargetkan body goals sangat terbantu dengan olahraga saat puasa. Pasalnya, olahraga saat berpuasa mampu membakar lemak 2x lipat dibandingkan saat tidak berpuasa. Namun sebelum kita melakukan olahraga, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan agar kita bisa berolahraga dengan aman dan terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan. Berikut 5 hal yang perlu diperhatikan sebelum berolahraga saat puasa :

  1. Waktu Olahraga

Sebaiknya dilakukan setelah berbuka puasa karena tubuh kita sudah mendapatkan asupan energi Kembali. Namun, kita juga bisa melakukannya saat menjelang berbuka puasa, anda bisa melakukannya selama 30 – 60 menit sebelum waktu berbuka. Kenapa harus menjelang berbuka puasa? Hal ini dikarenakan sudah mendekati waktu makan sehingga tubuh kita bisa mendapatkan asupan energi kembali.

  1. Asupan makanan yang diperlukan

Usahakan untuk tetap mengonsumsi makanan dalam jumlah yang sama seperti hari biasanya, tidak berlebih dan tidak kurang. Pastikan juga menu makanan anda tetap mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral untuk memenuhi kebutuhan gizi yang diperlukan oleh tubuh.

  1. Banyak minum

Pada saat puasa kita akan kehilangan cairan, apalagi ditambah dengan kita harus berolahraga saat berpuasa. Sehingga untuk mencegah hal ini terjadi, anda harus menjaga asupan cairan. Asupan cairan yang disarankan adalah 1,5 – 2 liter per hari

  1. Waktu istirahat (Tidur)

Kebutuhan istirahat rata-rata orang dewasa sekitar 7 – 9 jam per harinya. Waktu tidur yang kurang dapat mempengaruhi kinerja tubuh kita. Tidur siang mungkin diperlukan untuk mempertahankan kondisi tubuh agar tetap bugar dan sehat.

  1. Olahraga yang sesuai dengan kondisi saat puasa

Selanjutnya yang terakhir yang harus kita perhatikan adalah jenis olahraga yang akan kita lakukan. Pilih jenis olahraga yang low impact atau intensitas ringan sampai sedang, tidak disarankan untuk tidak melakukan olahraga dengan intensitas tinggi karena ditakutkan tubuh tidak mampu melakukannya saat dalam kondisi sedang berpuasa.

Beberapa jenis olahraga ringan yang bisa dilakukan selama bulan puasa yaitu :

  1. Jogging

Mampu membakar kalori secara maksimal dan meningkatkan hormone endorphin di dalam tubuh. Namun sebaiknya anda melakukannya dengan intensitas ringan agar tubuh tidak kekuarangan cairan (dehidrasi) yang berlebihan. Jogging bisa dilakukan pada waktu setelah sahur (pagi hari) atau bisa juga dilakukan saat menjelang berbuka puasa.

  1. Bersepeda

Olahraga yang selain membakar cukup banyak kalori, olahraga ini juga sangat digemari oleh masyarakat dari anak-anak hingga dewasa. Olahraga alternatif ini cocok dilakukan pada pagi hari dimana saat udara masih segar dan belum banyak polusi. Bersepeda cukup dilakukan selama kurang lebih 30-45 menit dengan intensitas sedang setiap harinya.

  1. Yoga

Yoga mampu membantu menyuplai oksigen ke dalam otak setelah seharian melakukan aktivitas yang melelahkan. Tak hanya itu, yoga bisa menenangkan pikiran dan membuat tubuh menjadi lebih rileks. Satu-satunya olahraga yang tidak memiliki ancaman resiko yang berbahaya. Yoga membutuhkan suasana yang tenang dan nyaman jauh dari suara bising.

  1. Plank

Plank ternyata cukup baik untuk melatih pola pernafasan kita hingga mengencangkan otot perut. Cara melakukannya, posisikan badan tengkurap, turunkan punggung dan gunakan kedua siku sebagai tumpuan dan angkat pinggul sejajar lalu tahan posisi ini selama beberapa menit. Untuk sahabat ortho yang masih pemula, bisa dilakukan selama 30 detik lalu dinaikkan secara bertahap.

  1. Jalan Cepat

Menjadi alternatif olahraga yang baik karena mampu untuk menjaga keseimbangan tubuh saat berpuasa. Asyiknya lagi aktivitas ini bisa kamu lakukan bersama teman atau kerabat loh! Cukup bergerak selama kurang lebih 30 menit dalam sehari saat sore hari menjelang berbuka puasa.

Membahas jenis olahraga yang bisa diterapkan saat puasa, kurang lengkap rasanya jika kita tidak membahas manfaat saja yang bisa kita dapatkan. Berikut kami rangkumkan juga manfaat yang bisa dirasakan ketika kita berolahraga saat berpuasa :

  1. Mempertahankan massa otot dimana massa otot akan berkurang saat kita menjalankan puasa.
  2. Menjaga berat badan agar tidak terjadi kenaikan saat bulan puasa.
  3. Memperlancar metabolisme tubuh yang lebih baik pada saat berpuasa jika tubuh sering bergerak.

 

 

RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya

– Your Bone and Joint Solution –

 

Appointment dan Pendaftaran :

(031) 574 31 574 / 574 31 299

0813 3662 1957 / 0813 3787 3131

IGD dan Ambulance :

(031) 574 31 574 / 574 31 299 ext 118

0823 3765 5500

 

Reference :

Healthline.https://www.healthline.com/health/sit-ups-benefits
Diakses pada 4 April 2022

https://www.sehatq.com/artikel/olahraga-saat-puasa-ternyata-berdampak-baik-untuk-tubuh

Diakses pada 4 April 2022

https://hellosehat.com/kebugaran/waktu-olahraga-saat-puasa/

Diakses pada 4 April 2022

Gambar :

https://www.freepik.com/free-photo/men-exercise-by-running-road-bridge_8351906.htm#query=man%20jogging&position=0&from_view=search


close-up-omicron-cells-1200x854.jpg

Omicron termasuk varian baru yang pertama kali teridentifikasi di Afrika Selatan akhir 2021. Jika dibandingkan dengan varian asli COVID-19 maupun Delta, Omicron terbilang signifikan dari sisi penularannya. Bahkan, penelitian membuktikan bahwa varian Omicron 5 kali lebih menular dibandingkan Delta.

Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban menegaskan, virus SARS-COV-2 varian omicron tidak menimbulkan gejala seberat varian asli Covid-19 dan varian Delta. Meski demikian, virus ini tetap berbahaya.

APAKAH VIRUS COVID-19 VARIAN OMICRON BERBAHAYA?

Jika dilihat dari gejalanya, varian Omicron tidak separah varian Delta. Sebagian besar pasien Omicron sudah tidak mengalami gejala hilangnya indera penciuman (anosmia).  Meski begitu, orang yang tidak divaksinasi dan orang yang masih memiliki penyakit penyerta yang parah mungkin mengalami risiko yang jauh lebih tinggi.

Berkurangnya gejala dan tingkat kematian pasien yang terpapar virus Covid-19 varian omicron ini kemungkinan dikarenakan sebagian besar penduduk atau masyarakat sudah berhasil melakukan vaksinasi Covid-19 hingga dosis kedua bahkan sudah ada yang mendapatkan vaksin dosis ketiga atau vaksin booster. Bagi masyarakat yang belum mendapatkan vaksin dosis ketiga, sebaiknya melakukan vaksin ketiga (booster) jika sudah memenuhi syarat atau sesuai dengan rekomendasi dokter.

APA SAJA GEJALA VIRUS COVID-19 VARIAN OMICRON? 

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gejala virus Covid-19 varian Omicron ini hampir mirip dengan varian yang sebelumnya yaitu varian virus Covid-19 asli dan varian Delta namun untuk varian ini cenderung lebih ringan.

Berikut beberapa gejala yang paling umum :

  1. Batuk
  2. Pilek dan hidung tersumbat
  3. Rasa Lelah
  4. Sakit diseluruh tubuh
  5. Nyeri sendi
  6. Sakit tenggorokan
  7. Sakit kepala
  8. Diare
  9. Sebagian mengalami kehilangan penciuman (Anosmia), tetapi sebagian lagi tidak mengalaminya

Jika anda, keluarga atau kerabat terdekat anda mengalami salah satu atau lebih gejala diatas atau kontak erat dengan pasien yang memiliki hasil positif, segera lakukan tes pemeriksaan Covid-19 ya!

Deteksi virus Covid-19 bisa dideteksi dengan melakukan tes Polymerase Chain Reaction (PCR). Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi Surabaya juga menyediakan layanan test COVID-19 mulai dari Swab Antigen hingga PCR. Bagi anda yang memiliki gejala yang mengarah ke omicron, yuk segera lakukan serangkaian test agar tidak menularkannya ke keluarga tercinta.

Jika ternyata setelah melakukan test hasilnya adalah positif, segera lakukan karantina dan isolasi mandiri ya!

Jangan lupa untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dimanapun anda berada. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan hindari tempat keramaian agar anda dan keluarga terhindar dari penularan virus Covid-19.

 

Informasi Pendaftaran :

ORTHOPEDI & TRAUMATOLOGI SURABAYA
JL. Emerald Mansion TX 10, Citraland – Surabaya
(031) 57431574 / 57431299

Whatsapp 0813 3662 1957 / 0813 3787 3131
IGD : 082337655500 ext 118

Jangan lupa memakai masker medis dan faceshield setiap kedatangan ke RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya.

 

Referensi :

https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/symptoms-testing/symptoms.html

How bad is Omicron? What scientists know so far (2021), from :   https://www.nature.com/articles/d41586-021-03614-z

Gambar :

https://www.freepik.com/photos/covid-omicron


Announcee-1200x1200.jpg

Selama libur Maulid Nabi dan cuti bersama, Pelayanan Poliklinik Orthopedi dan Rehabilitasi Medik TETAP BUKA.

Jika Anda ingin konsultasi dan terapi, mohon untuk melakukan pendaftaran / appointment terlebih dahulu.

IGD, Farmasi, Radiologi, Laboratorium 24 Jam.

Informasi dan pendaftaran (031) 57431574 / 081336621957

IGD ext 118 / 082337655500

RS Orthopedi & Traumatologi Surabaya
Your Bone and Joint Solution


Copyright by Surabaya Orthopedi 2021

WhatsApp Live Chat