Please wait...

IMG_8461-1200x800.jpg

Rehabilitasi Medik merupakan pelayanan terapi yang dilakukan untuk mengembalikan fungsi tubuh yang mengalami masalah seperti saraf terjepit, cedera, patah tulang, maupun pemulihan pasca tindakan operasi. Dalam perjalanannya, ketika seseorang mengalami patah tulang, nyeri sendi maupun gangguan saraf lainnya, akan berakibat pada terganggunya pergerakan tubuh sehingga pekerjaan bisa terganggu. Bahkan menurunkan kualitas hidup seseorang jika sudah terjadi kelumpuhan.

Di Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi Surabaya, menyediakan layanan Rehabilitasi medis kolaboratif dimana dokter Spesialis Orthopedi akan berkolaborasi dengan dokter spesialis Rehabilitasi Medik untuk membantu meredakan nyeri pasien dan mengembalikan fungsi tubuh. Sehingga pemulihan akan maksimal dan lebih cepat.

Dokter spesialis rehabilitasi medik akan mendiagnosis dan memberikan terapi pada kondisi yang mengganggu sistem muskuloskeletal anda agar kembali seperti sedia kala. Dokter akan membuat program rehabilitasi medik untuk membantu pasien salah satunya melalui fisioterapi.

Selanjutnya setelah serangkaian program rehabilitasi dijalani oleh pasien, dokter spesialis rehabilitasi medik akan melakukan evaluasi dan menyampaikan hasil evaluasinya kepada dokter pengirim dalam hal ini adalah dokter spesialis orthopedi dan traumatology. Dari terapi kolaboratif ini, diharapkan pasien bisa Kembali mendapatkan fungsi tubuhnya dan kualitas hidup pasien meningkat

Kondisi yang ditangani dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi medik (Sp.KFR) di Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi Surabaya.

Dokter rehabilitasi medik berfokus pada terapi modalitas fisik untuk menangani kondisi pasien, antara lain :

  1. Pemulihan setelah menjalani operasi besar, seperti operasi penyambungan tulang, operasi ganti sendi, operasi pada saraf dan tulang belakang
  2. Nyeri akut maupun kronis, misalnya akibat radang sendi, nyeri punggung/pinggang, dan cedera berulang
  3. Operasi pada tulang atau sendi serta amputasi
  4. Cedera dan trauma, termasuk patah tulang, luka bakar, cedera otak, dan cedera tulang belakang.
  5. Nyeri kronis, seperti sakit pinggang dan sakit leher bertahun-tahun.
  6. Nyeri sendi yang berlangsung menahun.

Terapi yang Dilakukan Oleh Dokter Rehabilitasi Medik di RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya

Ada berbagai macam program latihan, dan pengobatan yang dapat dilakukan oleh dokter rehabilitasi medik untuk memulihkan kondisi kesehatan pasien. Jenis penanganan dan program yang diberikan akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing pasien.

Berikut adalah beberapa jenis penanganan yang dilakukan oleh dokter spesialis rehabilitasi medik di RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya :

  1. Terapi Okupasi

Terapi okupasi merupakan perawatan khusus yang dilakukan oleh dokter rehabilitasi medik untuk membantu pasien dengan keterbatasan fisik seperti pasien pasca operasi patah tulang, pasien pasca operasi ganti sendi, sprain/strain (keseleo) dll. Dengan terapi okupasi, pasien akan dibimbing agar bisa beraktivitas lebih mandiri dan produktif, mengajarkan cara makan dan minum, mandi, berpakaian hingga berjalan. Atau bisa juga mengajarkan cara memakai alat bantu seperti kruk atau kursi roda.

  1. Fisioterapi

Tujuan dilakukan fisioterapi adalah untuk meningkatkan fungsi serta kekuatan sendi dan otot. Terapi ini umumnya akan dilakukan oleh dokter rehabilitasi medik dengan bantuan fisioterapis. Dengan menjalani fisioterapi, keterbatasan gerak yang dialami pasien dapat teratasi, sehingga kemampuan mereka untuk berdiri, menyeimbangkan tubuh, berjalan hingga menaiki tangga akan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Terapi ini ditujukan bagi pasien yang mengalami cedera dan gangguan fisik seperti, saraf terjepit (HNP), pasien yang baru menjalani operasi tulang atau saraf, serta pasien yang menjalani .

  1. EMG-NCV

Merupakan prosedur pemeriksaan untuk mengukur atau merekam kecepatan aktivitas listrik otot dan saraf yang mengontrolnya. Pemeriksaan ini dapat mendiagnosis gangguan pada otot, saraf, atau keduanya. EMG-NCV di RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya dilakukan oleh 2 dokter spesialis yaitu dokter spesialis rehabilitasi medik dan dokter spesialis saraf. Dokter spesialis rehabilitasi medik dan dokter spesialis saraf akan menyarankan dilakukannya EMG-NCV apabila mengalami gejala-gejala gangguan otot atau saraf tanpa diketahui penyebab yang jelas seperti, kesemutan, mati rasa, kelemahan otot, nyeri atau kram pada otot, kedutan pada otot. Sedangkan penyakit yang bisa didiagnosa dengan menggunakan EMG-NCV adalah gangguan otot seperti distrofi otot, gangguan pada saraf yang mempengaruhi otot (myasthenia gravis), gangguan pada saraf tepi (neuropati perifer), penyakit saraf motoric (ALS/Polio), dan gangguan saraf pada tulang belakang (HNP)

Kapan Harus Mengunjungi Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik?

  1. Menderita penyakit atau cedera yang menyebabkan gangguan fisik (Kelumpuhan atau hilangnya fungsi normal pada bagian tubuh tertentu), atau setelah direkomendasikan untuk dilakukan terapi oleh dokter spesialis orthopedi dan traumatologi.
  2. Nyeri berulang karena saraf terjepit, maupun patah tulang / nyeri kronis
  3. Telah menjalani operasi besar yang memerlukan latihan atau penyesuaian untuk melakukan aktivitas tertentu.

Sebelum berkonsultasi ke dokter rehabilitasi medik, sebaiknya anda mempersiapkan surat rujukan dari dokter lain seperti dokter spesialis orthopedi dan traumatology dan/atau dokter spesialis lainnya.

 

Informasi Pendaftaran :

ORTHOPEDI & TRAUMATOLOGI SURABAYA
JL. Emerald Mansion TX 10, Citraland – Surabaya
(031) 57431574 / 57431299
IGD : 082337655500 ext 118

 

Referensi :

Healthline (2018). Electromyography (EMG).

https://www.healthline.com/health/orthopedic-physical-therapy#what-is-it

https://www.webmd.com/a-to-z-guides/what-is-a-pmr-physician

http://p2ptm.kemkes.go.id/uploads/N2VaaXIxZGZwWFpEL1VlRFdQQ3ZRZz09/2017/12/Peran_dan_Dukungan_PERDOSRI_dalam_implementasi_meningkatkan_Derajat_Kesehatan_Masyarakat_dan_Penyandang_Disabilitas_dr_Dian_Naka_Eriawati_SpKFR.pdf

Mayo Clinic (2019). Tests & Procedures. Electromyography (EMG).

 

 


RSWT.jpg

Pernahkah merasakan nyeri tiba-tiba di daerah tumit saat memijakkan kaki di lantai? Hati – hati, nyeri tersebut bisa jadi merupakan tanda bahwa telah terjadi peradangan pada tendon kaki. Lalu, bagaimana cara mengatasi permasahan tersebut ? Adakah tindakan non operatif yang bisa dilakukan? Simak Penjelasan berikut.

yang menangani permasalahan tulang dan sendi, sangat aware terhadap perkembangan teknologi untuk memaksimalkan penanganan pasien.

Tak hanya peralatan operasi terkini, RSOT juga secara konsisten terus melakukan pengadaan terhadap peralatan-peralatan terkini, termasuk salah satunya adalah Radial Shock Wave Therapy (RSWT), yang merupakan alat terapi untuk mengatasi berbagai permasalahan pada tulang dan sendi, seperti nyeri atau peradangan pada sendi sisi luar siku tangan (tennis elbow), gangguan otot yang berada di sekitar pantat yang menjalar pada belakang paha, betis, dan kaki (piriformis syndrome), dan lainnya.

Menurut dr. Nunung Nugroho, Sp.KFR., RSWT merupakan terapi yang bersifat regenerative medicine yang dilakukan dengan melakukan dengan melakukan tembakan untuk membuat inflamasi baru pada bagian tubuh tertentu, guna memicu tubuh untuk merespon dan berusaha menyembuhkan dirinya sendiri.

Lebih lanjut dr.Nunung menuturkan, RSWT merupakan teknologi lanjutan dan alternatif dari teknik yang lebih konservatif yaitu Short Wave Diatermy (SWD). RSWT memiliki banyak keunggulan, termasuk dalam hasil terapi yang lebih maksimal.

Alat RSWT dapat di-setting oleh operator, dalam hal ini dokter rehabilitasi medik, sesuai dengan kebutuhan dan evidence based atau pendekatan praktik medis dalam mengoptimalkan pengambilan keputusan dengan penggunaan bukti dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.

Secara teknis, RSWT dapat digunakan dengan frekuensi dan tekanan tertentu. “Dalam satu kali terapi RSWT, total pukulannya bisa mencapai 2.500 hingga 5.000 pukulan dengan kecepatan yang cukup tinggi. Kembali lagi, tergantung diagnose dokternya, “jelas dr. Nunung. “Dokternya bisa adjust alatnya. Awalnya mungkin tekanannya ringan dan lama-lama kalua pasien sudah bisa beradaptasi, tekanan dan intensitasnya bisa dibesarkan, agar pasiennya juga merasa nyaman.”

Untuk itu, lanjut dr. Nunung, “man behind the gun” atau dokter rehabilitasi medik yang menangani terapi ini menjadi sangat penting untuk menentukan keberhasilan terapi. Dokter yang melakukan terapi dengan RSWT juga harus memiliki kompetensi dan mendapatkan pelatihan atau sertifikasi khusus. Ada bagian-bagian tubuh tertentu yang tidak boleh dilakukan terapi dengan RSWT. Dokter Nunung sendiri telah mendapat sertifikasi dari pelatihan yang diikutinya di Malaysia dan Indonesia.

HASIL MAKSIMAL

Dengan teknik terapi yang tepat, RSWT dapat membuahkan hasil yang maksimal. Bahkan menciptakan semacam “miracle”. Seorang pasien, diceritakan dr. Nunung, sudah tiga bulan tidak bisa mengangkat tangannya. Karena belum terindikasi operasi, oleh dokter orthopedic diarahkan untuk melakukan fisioterapi ke dokter rehabilitasi medik. Setelah dilakukan pemeriksaan, dr. Nunung mendiagnosa bahwa terjadi masalah otot teres minor atau otot kecil yang di bagian bahu. “Setelah saya tembak di bagian yang saya duga terjadi masalah, tangan pasien langsung bisa diangkat,” kata dr. Nunung. “Ada juga pasien dari militer yang sudah satu tahun tidak bisa lari. Setelah ditembak lima kali, bisa lari lagi.”

HIGH INTENSITY LASER

Selain RSWT, salah satu terapi lain yang juga ada di RSOT adalah High Intensity Laser (HIL) dan Low Intensity Laser (LIL). Prinsip kedua alat ini sebenarnya sama, hanya memiliki perbedaan pada tingkat joule atau energi yang dikeluarkan saat diaktifkan untuk kebutuhan terapi.

Dijelaskan oleh dr. Nunung, LIL biasanya diterapkan untuk masalah-masalah pada otot dan sendi yang lokasinya berada di permukaan, sementara HIL digunakan untuk terapi penyakit yang lebih akut dan kronik, dan berlokasi lebih dalam. Terapi laser pada prinsipnya memiliki dua fungsi: Pain management atau penghilang nyeri, dan bio-stimulasi atau merangsang penyembuhan. “Jika dimaksudkan untuk mengatasi nyeri, dosis joule-nya lebih tinggi dan waktunya pendek atau lebih singkat. Tapi kalau untuk kebutuhan biostimulasi, dosis joule-nya lebih rendah, namun waktunya lebih Panjang.” Papar dr. Nunung.

Dr. Nunung juga tak menampik bahwa penggunaan peralatan tersebut memiliki risiko. Untuk itu, faktor kompetensi dokter juga perlu diperhatikan, sehingga dapat mencapai tujuan penanganan seperti yang diharapkan. “Laser, utamanya yang HIL akan menghasilkan panas. Penggunaannya harus digerakkan terus, kalua tidak bisa menimbulkan luka bakar,” ujarnya.

Dr. Nunung juga mengingatkan bahwa terapi harus diikuti dengan latihan atau exercise yang menjadi bagian penting dan tak terpisahkan dari penanganan permasalahan tulang dan sendi. Bentuk latihan, gaya hidup, pola makan, dan pilihan olahraga dapat dikonsultasikan dengan dokter rehabilitasi medik. “Saya juga mengapresiasi RSOT yang sangat aware dengan peralatan-peralatan terkini untuk memaksimalkan penanganan pasien,” tutup dr. Nunung.

Alat High Intensity Laser
High Intensity Laser

 

dr. Nunung Nugroho, Sp. KFR

Jadwal praktik:

Selasa dan Kamis   : 15.00 – 17.00

Minggu                       : by appointment

 

APPOINTMENT

(031) 57431574 / 57431299

081336621957

 Orthopedi & Traumatologi Surabaya

Jl. Emerald Mansion TX-10 Citraland Surabaya


FOTO-COVER-TEDDY-1200x1800.jpg

Banyak orang yang salah mengira apabila osteoporosis adalah penyakit yang hanya diderita oleh para lansia saja. Ternyata itu salah, penyakit yang menyebabkan pengeroposan tulang ini dapat terjadi pada siapa saja, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Biasanya gejala osteoporosis berkembang secara bertahap. Oleh karena itu, penting untuk kita dalam menjaga kesehatan tulang. Agar Anda lebih waspada, kenali penyebab osteoporosis di usia muda berikut ini :

 

Penyebab osteoporosis di usia muda

  1. Amenorea

Amenorea adalah kondisi ketika seorang wanita tidak mengalami menstruasi dalam waktu yang lama. Kondisi ini menyebabkan kadar hormon estrogen wanita menurun, sehingga terjadi pengeroposan tulang. Gejalanya adalah sakit kepala, payudara tidak membesar, gangguan penglihatan, tumbuh rambut di wajah secara berlebihan, rambut rontok, suara berat seperti laki-laki, jerawat, keluarnya air susu (meski tidak sedang menyusui), dan nyeri panggul.

  1. Asupan kalsium rendah

Kalsium adalah mineral penting yang berperan penting dalam proses pembentukan dan menjaga kekuatan tulang. Kurangnya asupan kalsium bisa meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis di usia muda.

  1. Penyakit hormonal

Penyakit yang disebabkan karena faktor hormonal. Misalnya, hipertiroidisme, hiperparatiroidisme, gangguan pada kelenjar adrenal, menurunnya jumlah hormon seks, dan gangguan pada kelenjar hipofisis.

  1. Efek samping konsumsi obat

Misalnya, konsumsi obat kortikosteroid dosis tinggi dalam waktu yang lama. Alasannya karena obat jenis ini berpengaruh pada kekuatan tulang. Jika digunakan dalam waktu lama, bisa memicu pengeroposan tulang yang mengarah pada osteoporosis.

  1. Penyebab lain

Di antaranya adalah riwayat keluarga dengan osteoporosis, kebiasaan merokok dan minum alkohol, adanya malabsorbsi nutrisi (seperti pada pengidap penyakit celiac dan Crohn), serta tubuh tidak aktif dalam waktu lama (misalnya karena harus istirahat di kasur dalam waktu lama).

  1. Kondisi genetik

Adalah penyakit tertentu yang dialami sejak lahir yang membuat tulang anak mudah keropos. Contohnya adalah osteogenesis imperfecta, idiopathic juvenile osteoporosis, dan sindrom turner.

  1. Terlalu kurus

Pada dasarnya tulang akan giat membentuk sel asalkan ditekan oleh bobot sebagai pemberatnya. Jika terlalu kurus maka masa tulang cenderung kurang terbentuk sempurna.

 

Apa gejalanya ?

Gejala osteoporosis pada usia muda biasanya serupa dengan yang dialami pada orang tua. Tanda dan gejalanya antara lain :

  • Nyeri tulang, terutama di tungkai, lutut, pergelangan kaki,dimana itu semua akan dirasakan pada saat Anda berjalan, keadaan tersebut semakin lama akan semakin berat.
  • Riwayat patah tulang secara berulang, tetapi dengan trauma yang ringan.
  • Kondisi tinggi badan yang terlalu pendek.
  • Tulang belakang membungkuk.

 

Mencegah osteoporosis di usia muda

Adanya risiko osteoporosis di usia muda membuat banyak orang merasa khawatir. Pastinya siapapun Anda tidak akan mau mengalami hal tersebut, maka dari itu kita perlu melakukan langkah dalam pecegahan risiko osteoporosis di usia muda dengan cara berikut :

  • Rutin dalam berolahraga
  • Cukupi kebutuhan kalsium dan vitamin D
  • Hindari kebiasaan buruk dalam menerapkan pola hidup sehat, misalnya tidak merokok dan mengonsumsi alkohol, serta mengurangi minuman bersoda
  • Konsumsi asupan makanan yang mengandung banyak protein
  • Lakukan skrining tes kepadatan tulang secara berkala

Praktikkan cara-cara sehat diatas untuk mendapatkan tulang yang kuat dan sehat terhindar dari osteoporosis di usia muda.

Selain Anda  bisa melakukan langkah di atas, Anda juga dapat melakukan skrining atau pemeriksaan berkala di RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya. Dokter akan membantu dan menjelaskan kesehatan kondisi tulang Anda.

 

Informasi Pendaftaran :

RS ORTHOPEDI & TRAUMATOLOGI SURABAYA
JL. Emerald Mansion TX 10, Citraland – Surabaya
(031) 57431574 / 57431299
IGD : 082337655500 ext 118

 

 

 

 

Referensi :

https://www.halodoc.com/artikel/osteoporosis-di-usia-muda-apa-sebabnya

https://www.siloamhospitals.com/Contents/News-Events/Advertorial/2020/10/23/08/11/5-Langkah-Sehat-Cegah-Osteoporosis-Sejak-Usia-Muda

https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3616666/kenali-osteoporosis-pada-anak-dan-remaja

https://www.nutrimart.co.id/blog/osteoporosis-ternyata-bisa-terjadi-di-usia-muda/

https://www.nof.org/preventing-fractures/general-facts/what-women-need-to-know/

https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/ConditionsAndTreatments/osteoporosis-and-exercise

https://orthoinfo.aaos.org/en/staying-healthy/exercise-and-bone-health/

https://www.spine-health.com/conditions/osteoporosis/effects-stopping-smoking-and-alcohol-abuse-osteoporosis


© 2021 PT. SURABAYA ORTHOPEDIC AND TRAUMATOLOGY HOSPITAL. All Rights Reserved.

WhatsApp Live Chat