Please wait...

BRANDON-1200x1604.png
02/May/2026

Sesuai dengan misi kami yaitu menghadirkan teknologi demi mendukung pelayanan kesehatan di bidang Orthopedi maka RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya menghadirkan MRI Weight Bearing.

MRI Weight Bearing adalah terobosan teknologi MRI canggih yang dirancang untuk seluruh pemeriksaan Muskuloskeletal (otot, tulang, dan sendi ). Baik dalam posisi klinostatik (terlentang) ataupun dengan ortostatik (menahan beban), dengan menggunakan konsep Gantry Terbuka/Open Gantry (tidak masuk tabung), maka memungkinkan untuk pasien dengan phobia “Claustrophobia” yaitu orang yang takut berada di ruang tertutup dan sempit.

Weight Bearing menawarkan pendekatan MRI Revolusioner yang meningkatkan akurasi diagnostic dan kepercayaan diri untuk aplikasi Muskuloskeletal. Sistem Weight-Bearing MRI yang sepenuhnya diperbarui dengan tampilan baru, ergonomik baru, dan Teknik akuisisi baru.

 

Keunggulan Weight Bearing MRI 

  1. Open Magnet System

Weight Bearing MRI memiliki keunggukan yaitu pasien dapat melakukan pemeriksaan dengan leluasa dan tidak akan merasa takut karena pemeriksaan dilakukan kepada pasien tanpa pasien harus memasuki lubang kecil seperti MRI Konvensional pada umumnya, sehingga MRI ini sangat cocok untuk semua pasien.

  1. Tilt Position

Weight Bearing MRI akan memberikan sudut pandang baru sehingga dapat secara lebih akurat dalam proses mendiagnosis patologi Muskuloskeletal yang dipengaruhi oleh posisi menahan beban, anatomi manusia, sehingga pencitraan MRI pada posisi berdiri atau sudut kemiringan tertentu memungkinkan untuk memperoleh detail tambahan yang biasanya tidak terlihat dengan MRI Konvensional.

  1. Dynamic Imaging

Mampu memberikan perubahan biometrik dari tulang belakang sendi lutut, sendi bahu dan pergelangan kaki, sendi pergelangan tangan. Karena desain magnet terbuka, jadi sistem mampu melakukan gambar dynamic realtime dari gerakan sendi untuk mengevaluasi artikulasi sendi tulang belakang.

Karena alat ini dapat berputar dari 0 hingga 90 derajat, maka dapat membandingkan patologi/kelainan sendi secara statis maupun dinamis (Real Time) dengan perubahan posisi sendi. MRI konvensional mungkin tidak menunjukkan patologi yang terkait dengan gejala-gejala ini, tetapi MRI Weight Bearing memberi Anda sudut pandang baru sehingga Anda dapat secara akurat mendiagnosis patologi Muskuloskeletal yang dipengaruhi oleh posisi menahan beban.

 

MRI Weight Bearing menawarkan fitur dan kemampuan canggih seperti :

  • Kualitas gambar yang mengesankan
  • Menggunakan teknologi Open/Permanen magnetic
  • Konsep Open Gantry sehingga tidak ada efek Claustrophobia
  • Weight-Bearing : posisi pasien menjadi bagian integral dari hasil pemeriksaan
  • Tempat tidur pasien yang dioptimalkan dan ergonomis untuk penempatan yang mudah dan kenyamanan luar biasa selama pemeriksaan
  • Kemampuan diagnostik tambahan : karena gaya gravitasi menghasilkan perubahan bio-mekanis dalam anatomi dari tulang belakang, sendi lutut, sendi bahu, serta sendi pergelangan kaki
  • Mampu memberikan gambar secara Real Time dari gerakan sendi untuk mengevaluasi pergerakan kontraksi dan pelonggaran otot dan fungsi sendi lutut, pergerakan tangan, pinggul dan pergelangan kaki. Dan gambar Weight Bearing yang menyesuaikan efek gravitasi tubuh terhadap sendi
  • Memberikan diagnosis presisi tingkat degeneratif untuk perencanaan tindakan terapi dan operasi
  • Dapat melakukan pencitraan posisi fleksi dan ekstensi dari tulang belakang leher
  • Artefak minimal (semua implant yang mungkin terpasang ditubuh pasien memberikan dampak minimal pada struktur jaringan didekat area implant)

 

Indikasi dynamic MRI

Dynamic MRI difokuskan untuk pemeriksaan Realtime pergerakan dinamis dari sendi , yaitu :

  • MRI Cervical Spine : gerakan flexi (menekuk) dan extensi (meluruskan) secara berurutan.
  • Lumbar Spine (tulang belakang setinggi pinggang) posisi berbaring dan berdiri.
  • MRI Sendi Bahu : gerakan lengan memutar ke dalam dan keluar (internal rotasi – external rotasi)
  • MRI Sendi Panggul : gerakan panggul memutar ke dalam dan keluar (internal rotasi – external rotasi)
  • MRI Sendi Lutut : gerakan flexi (menekuk) dan extensi (meluruskan) secara berurutan
  • MRI Pergelangan Kaki : gerakan flexi (menekuk) dan extensi (meluruskan) secara berurutan

 

Kapan MRI Weight Bearing perlu dilakukan

Jika Anda memiliki gejala atau keluhan pada bagian Muskuloskeletal (otot, tulang, dan sendi). Silahkan datang ke spesialis orthopedi dan traumatologi untuk mendapatkan pengantar dari dokter Radiologi, sehingga Anda segera mendapatkan solusi yang tepat dalam penanganan pada masalah Anda dan Dokter akan membantu mencari penyebab penyakit Anda dan dilakukan tindakan sesuai kondisi yang Anda rasakan.

 

Informasi Pendaftaran :

RS ORTHOPEDI & TRAUMAOLOGI SURABAYA
JL. Emerald Mansion TX 10, Citraland – Surabaya
(031) 57431574 / 57431299
IGD : 082337655500 ext 118


FOTO-COVER-TEDDY-1200x1800.jpg

Banyak orang yang salah mengira apabila osteoporosis adalah penyakit yang hanya diderita oleh para lansia saja. Ternyata itu salah, penyakit yang menyebabkan pengeroposan tulang ini dapat terjadi pada siapa saja, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Biasanya gejala osteoporosis berkembang secara bertahap. Oleh karena itu, penting untuk kita dalam menjaga kesehatan tulang. Agar Anda lebih waspada, kenali penyebab osteoporosis di usia muda berikut ini :

 

Penyebab osteoporosis di usia muda

  1. Amenorea

Amenorea adalah kondisi ketika seorang wanita tidak mengalami menstruasi dalam waktu yang lama. Kondisi ini menyebabkan kadar hormon estrogen wanita menurun, sehingga terjadi pengeroposan tulang. Gejalanya adalah sakit kepala, payudara tidak membesar, gangguan penglihatan, tumbuh rambut di wajah secara berlebihan, rambut rontok, suara berat seperti laki-laki, jerawat, keluarnya air susu (meski tidak sedang menyusui), dan nyeri panggul.

  1. Asupan kalsium rendah

Kalsium adalah mineral penting yang berperan penting dalam proses pembentukan dan menjaga kekuatan tulang. Kurangnya asupan kalsium bisa meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis di usia muda.

  1. Penyakit hormonal

Penyakit yang disebabkan karena faktor hormonal. Misalnya, hipertiroidisme, hiperparatiroidisme, gangguan pada kelenjar adrenal, menurunnya jumlah hormon seks, dan gangguan pada kelenjar hipofisis.

  1. Efek samping konsumsi obat

Misalnya, konsumsi obat kortikosteroid dosis tinggi dalam waktu yang lama. Alasannya karena obat jenis ini berpengaruh pada kekuatan tulang. Jika digunakan dalam waktu lama, bisa memicu pengeroposan tulang yang mengarah pada osteoporosis.

  1. Penyebab lain

Di antaranya adalah riwayat keluarga dengan osteoporosis, kebiasaan merokok dan minum alkohol, adanya malabsorbsi nutrisi (seperti pada pengidap penyakit celiac dan Crohn), serta tubuh tidak aktif dalam waktu lama (misalnya karena harus istirahat di kasur dalam waktu lama).

  1. Kondisi genetik

Adalah penyakit tertentu yang dialami sejak lahir yang membuat tulang anak mudah keropos. Contohnya adalah osteogenesis imperfecta, idiopathic juvenile osteoporosis, dan sindrom turner.

  1. Terlalu kurus

Pada dasarnya tulang akan giat membentuk sel asalkan ditekan oleh bobot sebagai pemberatnya. Jika terlalu kurus maka masa tulang cenderung kurang terbentuk sempurna.

 

Apa gejalanya ?

Gejala osteoporosis pada usia muda biasanya serupa dengan yang dialami pada orang tua. Tanda dan gejalanya antara lain :

  • Nyeri tulang, terutama di tungkai, lutut, pergelangan kaki,dimana itu semua akan dirasakan pada saat Anda berjalan, keadaan tersebut semakin lama akan semakin berat.
  • Riwayat patah tulang secara berulang, tetapi dengan trauma yang ringan.
  • Kondisi tinggi badan yang terlalu pendek.
  • Tulang belakang membungkuk.

 

Mencegah osteoporosis di usia muda

Adanya risiko osteoporosis di usia muda membuat banyak orang merasa khawatir. Pastinya siapapun Anda tidak akan mau mengalami hal tersebut, maka dari itu kita perlu melakukan langkah dalam pecegahan risiko osteoporosis di usia muda dengan cara berikut :

  • Rutin dalam berolahraga
  • Cukupi kebutuhan kalsium dan vitamin D
  • Hindari kebiasaan buruk dalam menerapkan pola hidup sehat, misalnya tidak merokok dan mengonsumsi alkohol, serta mengurangi minuman bersoda
  • Konsumsi asupan makanan yang mengandung banyak protein
  • Lakukan skrining tes kepadatan tulang secara berkala

Praktikkan cara-cara sehat diatas untuk mendapatkan tulang yang kuat dan sehat terhindar dari osteoporosis di usia muda.

Selain Anda  bisa melakukan langkah di atas, Anda juga dapat melakukan skrining atau pemeriksaan berkala di RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya. Dokter akan membantu dan menjelaskan kesehatan kondisi tulang Anda.

 

Informasi Pendaftaran :

RS ORTHOPEDI & TRAUMATOLOGI SURABAYA
JL. Emerald Mansion TX 10, Citraland – Surabaya
(031) 57431574 / 57431299
IGD : 082337655500 ext 118

 

 

 

 

Referensi :

https://www.halodoc.com/artikel/osteoporosis-di-usia-muda-apa-sebabnya

https://www.siloamhospitals.com/Contents/News-Events/Advertorial/2020/10/23/08/11/5-Langkah-Sehat-Cegah-Osteoporosis-Sejak-Usia-Muda

https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3616666/kenali-osteoporosis-pada-anak-dan-remaja

https://www.nutrimart.co.id/blog/osteoporosis-ternyata-bisa-terjadi-di-usia-muda/

https://www.nof.org/preventing-fractures/general-facts/what-women-need-to-know/

https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/ConditionsAndTreatments/osteoporosis-and-exercise

https://orthoinfo.aaos.org/en/staying-healthy/exercise-and-bone-health/

https://www.spine-health.com/conditions/osteoporosis/effects-stopping-smoking-and-alcohol-abuse-osteoporosis


cts-carpal-tunnel-syndrome-alodokter.jpg

Pengertian CTS ( Carpal Tunnel Syndrome )

Sindrom lorong karpal atau carpal tunnel syndrome adalah kondisi yang membuat tangan mengalami sensasi kesemutan, mati rasa, nyeri, atau lemah. Sindrom ini terjadi ketika saraf di dalam pergelangan tangan terhimpit atau tertekan.

Lorong karpal adalah lorong sempit di dalam pergelangan tangan yang dibentuk oleh tulang pergelangan tangan (tulang karpal) dan jaringan penghubung antar tulang (ligamen). Di dalam lorong karpal ini terdapat saraf median, yang berfungsi untuk mengendalikan otot jari tangan dan menerima rangsangan dari kulit di daerah tangan.

Carpal tunnel syndrome (CTS) terjadi saat lorong karpal menjadi sempit akibat jaringan yang mengelilinginya membengkak, sehingga menekan saraf median. Wanita lebih berisiko mengalami penyakit ini dibandingkan laki-laki.

Gejala Carpal Tunnel Syndrome

Carpal tunnel syndrome dapat menimbulkan gejala berupa kesemutan, sakit, seperti terbakar, atau mati rasa pada jari-jari tangan dan tangan. Selain keluhan sensorik ini, penderita CTS juga mengalami kelemahan pada otot tangan. Gejala CTS dapat hilang dan timbul kembali, sehingga mengganggu penderitanya dalam beraktivitas sehari-hari.

Penyebab Carpal Tunnel Syndrome

Penyebab dari carpal tunnel syndrome adalah tertekannya saraf di pergelangan tangan. Tekanan pada saraf ini bisa disebabkan oleh bermacam-macam hal. Salah satunya adalah keretakan tulang pergelangan tangan, sehingga menyebabkan pembengkakan jaringan di sekitarnya.   

Diagnosis Carpal Tunnel Syndrome

Dokter akan menanyakan gejala dan keluhan penderita, serta memeriksa tangan Setelah itu, ada beberapa tes penunjang yang akan dilakukan dokter, yakni pemindaian, elektromiografi, dan tes darah.

Cara Mengobati Carpal Tunnel Syndrome

Untuk mengobati CTS, penderita perlu menghindari kegiatan yang banyak menggunakan tangan dan jari tangan, serta menggunakan penyangga pada pergelangan tangan (wrist support). Apabila gejala CTS tidak membaik atau malah makin memburuk, konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.


© 2021 PT. SURABAYA ORTHOPEDI AND TRAUMATOLOGY HOSPITAL. All Rights Reserved.

WhatsApp Live Chat