Please wait...

knee-pain-hero-1200x463.jpg

Pada pembahasan sebelumnya tentang “Nyeri lutut? Awas Pengapuran Sendi” kita sudah membahas tentang apa itu osteoarthritis, siapa yang berisiko mengalami dan bagaimana penanganannya mulai dari konsumsi anti nteri dan nutrisi tulang sampai dengan Tindakan operasi ganti sendi.

Lalu Kapan Operasi itu perlu dilakukan?

Osteoarthritis (pengapuran sendi) merupakan suatu keadaan dimana terjadi penipisan tulang rawan atau sendi (aus atau rusak). Pada proses penuaan, seseorang akan mengalami pengapuran pada sendi yang merupakan proses alami tubuh. Umumnya pada usia 50 keatas mulai beresiko terjadi pengapuran sendi. Namun yang harus diwaspadai proses ini juga bisa terjadi lebih cepat.

Tanda awal rasa sakit umumnya terjadi pada saat melakukan gerakan bangkit dari posisi duduk ke posisi berdiri, juga saat sedang berjalan menuruni anak tangga. Berkurang atau hilangnya cairan sendi dapat mengakibatkan fungsi lutut berkurang, lutut menjadi kaku terutama pada pagi hari.

Gangguan nyeri pada lutut ini bila dibiarkan dalam jangka waktu yang lama akan berbahaya. Sebab lutut berfungsi sebagai penyangga dan penahan bobot tubuh. Bila lutut mulai goyah, maka akan berdampak pada aktivitas sehari-hari.

Walaupun nyeri dapat ditangani dengan baik menggunakan obat, fisioterapi dan perubahan gaya hidup. Namun bila nyeri tidak mereda dan semakin menambah keluhan, maka dokter orthopedi akan menyarankan untuk melakukan tindakan bedah dengan penggantian sendi (arthroplasty).

Operasi yang di lakukan adalah mengganti sendi yang rusak dengan sendi baru yang terbuat dari campuran logam yang ringan namun kuat. Dengan pergantian sendi, nyeri yang dirasakan dapat berkurang drastis,dan pasien bisa kembali menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa gangguan.

Sebaiknya Jangan Tunda Operasi, Mengapa?

Jika dokter sudah menyarankan untuk menjalani operasi sebaiknya jangan ditunda. Sebab menunda operasi dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Beberapa faktor kerugian saat menunda operasi antara lain:

  • Kesulitan Jongkok
    Bila pasien mempunyai hobi berkebun atau aktivitas lain membutuhkan lutut yang menekuk, nyeri pada sendi akan menghambat aktivitas saat menekuk lutut. Selain itu lutut juga akan terasa nyeri saat akan berdiri.
  • Kesulitan Berjalanan
    Lutut merupakan tumpuan tubuh saat berjalan atau melakukan mobilitas. Nyeri akan terasa parah bila lutut terlalu lama menahan berat beban tubuh.
  • Mudah Jatuh
    Nyeri lutut turut mempengaruhi kekuatan kaki untuk menopang. Bila rasa nyeri mulai menjalar, pasien sebaiknya mulai menggunakan alat bantu jalan seperti tongkat. Agar beban tubuh tidak terlalu bertumpu pada lutut.

Apa Saja Jenis Operasi Penggantian Sendi Lutut?

Ada 3 jenis operasi yang dilakukan untuk keluhan pada sendi lutut. Dokter orthopedi akan melakukan penilaian terhadap kemampuan gerak, stabilitas dan kekuatan lutut menggunakan X-Ray untuk melihat kerusakan pada lutut. Selanjutnya dokter akan menentukan Tindakan operasi sesuai dengan kondisi pasien, yaitu :

  1. Operasi Ganti Sendi Lutut Total (TKR)
    Operasi lutut ini akan mengganti seluruh bagian sendi lutut. Dokter orthopedi akan mengganti sendi dengan sendi palsu yang terbuat dari logam.
  2. Operasi Ganti Sendi Lutut Parsial (Partial Knee Replacement)
    Operasi ini dilakukan hanya untuk mengganti bagian tulang dan sendi yang mengalami gangguan. Namun tidak menutup kemungkinan dilakukan operasi ulang bila terjadi peradangan.
  3. Operasi Ganti Sendi Lutut Bilateral (TKR Bilateral)
    Bila pasien mengalami peradangan di kedua lututnya, maka prosedur operasi ini dilakukan untuk mengganti kedua lutut diwaktu yang bersamaan.

Berapa lama waktu pemulihan pasca Operasi?

Rata-rata setelah menjalani operasi, pasien diperbolehkan pulang setelah 3-7 hari perawatan dirumah sakit. Tergantung pada usia, berat badan, tingkat aktivitas fisik, ukuran dan bentuk lutut, serta kesehatan pasien secara menyeluruh.

Selama beberapa minggu pasien perlu menggunakan alat bantu berjalan, seperti kruk atau tongkat. Umumnya pasca operasi pasien menunjukan masa pemulihan yang baik, rasa sakit mulai berkurang dan dapat bergerak lebih aktif dari sebelumnya. Namun untuk melakukan aktifitas berat seperti berolahraga sebaiknya berkonsultasi terlebih dulu pada dokter.

Keuntungan operasi penggantian sendi akan memungkinkan pasien untuk dapat beraktivitas dengan normal. Seperti tidak lagi ada rasa nyeri saat menaiki tangga, tidak perlu mengkonsumsi obat-obatan penghilang nyeri dan meningkatkan kualitas tidur.

RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya telah berpengalaman menangani penggantian sendi lutut selama 11 Tahun. Dalam pelaksanaanya, operasi dilakukan dengan metode One Block Cutting System yang memiliki kelebihan dalam kecepatan dan keamanan, serta ditunjang oleh dokter orthopedi yang telah berpengalaman. Sehingga penderita pasien dapat bergerak lebih leluasa pasca operasi.

 

Informasi Pendaftaran :
RS. ORTHOPEDI & TRAUMATOLOGI SURABAYA
JL. Emerald Mansion TX 10, Citraland – Surabaya
(031) 57431574 / 57431299
IGD : 082337655500 ext 118

 


Penanganan-CTEV-1200x800.jpg

Congenital Talipes Wquino Varus (CTEV) atau Club Foot merupakan kelaianan tulang dan sendi kaki yang paling sering dijumpai pada bayi baru lahir, kelaianan ini terjadi karena ada kekakuan tendon yang menghubungkan otot kaki dengan tulang telapak kaki, sehingga tendon memendek dan kaki tertarik kearah dalam. CTEV terjadi pada sekitar 1:1000 kelahiran, hingga kini penyebab CTEV belum diketahui dengan jelas penyebabnya.

Masa kehamilan merupakan fase terpenting dalam pembentukan organ tubuh bayi. Pada masa ini, gejala CTEV dapat diketahui sejak melalui  pemeriksaan USG. Penegakan diagnosis kemudian dapat dipastikan ketika bayi lahir oleh dokter spesialis orthopedic dan traumatology melalui X-Ray pada kaki bayi. Dengan penanganan dini yang tepat, CTEV bisa disembuhkan melalui metode ponseti.

Metode ponseti ada 2 tahap. Tahap pertama pada bayi yang masih berusia 1-2 minggu dokter spesialis orthopedic dan traumatology akan menempatkan kaki bayi ke posisi yang benar, kemudian disangga dengan gips agar tidak goyang dan tetap pada posisi yang tepat. Perbaikan posisi kaki ini akan membutuhkan waktu sekitar 5-6 minggu. Dengan jangka waktu penggantian gips setiap 7 hari.

Pada saat menggunakan gips ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu pastikan rutin mengganti popok agar kotoran bayi tidak bocor kearah gips sehingga gips tetap kering, periksa apakah ada lecet pada kulit disekitar gips dan periksa jari kaki anak tetap tetap terasa hangat.

Tahap ponseti yang kedua adalah pamasangan sepatu khusus (dennis brown shoes) untuk mempertahankan posisi kaki. Sepatu khusus ini terhubung dengan sebuah batang logam, yang berfungsi untuk menjaga posisi kaki tetap kearah luar.

Sepatu khusus ini harus dipakai sepanjang hari selama 3 bulan pertama sejak gips dilepas. Setelah itu pemakaian dapat dilakukan selama 12 jam pada malam hari dan 2-4 jam pada siang hari. Sehingga total pemakaian 14-16 jam dalam sehari sampai anak berusia 3-4 tahun. Kontrol berkala disarankan setiap 4-6 bulan sekali agar dokter orthopedic dan traumatology dapat menilai perubahan-perubahan pada buah hati.

Namun pada beberapa kasus, dokter akan melakukan tindakan operatif. Tindakan operatif ini dilakukan apabila usia anak lebih dari 30 bulan dan telat untuk ditangani atau ketika tindakan non operatif belum membawa hasil yang menggembirakan karena kasus terlalu parah. Tindakan yang akan dilakukan yaitu dengan memanjangkan atau memposisikan ulang tendon dan ligamen untuk memudahkan kaki pindah ke posisi yang lebih baik.

Jadi jangan biarkan masa-masa emas buah hati anda mengalami masalah ini. Jika Anda atau keluarga memiliki masalah ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis orthopedi pediatric  kami untuk mendapatkan penanganan terbaik, mulai dari deteksi dini , penanganan nonoperatif sampai dengan tindakan bedah minimal invasive. Penanganan yang tepat diharapkan dapat mengembalikan struktur anatomi pada kaki anak. Sehingga dapat meningkatkan kualitas aktivitas buah hati.

 

Dr. Anggita Dewi, Sp.OT
Jadwal Praktik
Senin – Jumat : 10.00 – 14.00
Sabtu : 14.00 – 19.00
Minggu : 11.00 – 14.00

Informasi Pendaftaran :
RS. ORTHOPEDI & TRAUMATOLOGI SURABAYA
JL. Emerald Mansion TX 10, Citraland – Surabaya
(031) 57431574 / 57431299
IGD : 082337655500 ext 118


high-heels-high-risk.jpg

Sepatu hak tinggi sudah menjadi trend dalam dunia fashion wanita. Ya, sepatu hak tinggi sudah lazim dipakai saat beraktivitas dan bekerja. Tidak hanya membuat tubuh terlihat lebih tinggi, tetapi juga menunjang kepercayaan diri bagi yang mengenakan. Tapi, pemakaian yang berlebihan ternyata juga tidak baik untuk kesehatan kaki. Bahkan tidak jarang juga menyebabkan cedera.

Pengguna sepatu hak tinggi dalam waktu panjang, akan mengalami hentakan yang lebih keras saat melangkahkan kaki dibandingkan dengan sepatu biasa yang datar. Langkah yang hentakannya lebih keras tersebut dalam waktu lama dapat menyebabkan pengapuran (osteoartritis) sendi lutut, sendi pinggul dan punggung bagian bawah.

Saat mengenakan high heels, tubuh akan menyesuaikan titik pusat gravitasi dalam tubuhnya untuk kompensasi dari tingginya heel pada sepatu. Sehingga tubuh akan lebih kaku dan postur  menjadi tidak natural sehingga otot di tubuh akan menjadi lebih kaku. Demikian juga dengan keseimbangan tentu saja akan menurun.

Lalu apa saja efek negatif yang bisa terjadi dari penggunaan high heels?

1. Plantar fasciitis

Plantar Fasciitis adalah peradangan yang terjadi pada jaringan dibawah kaki yang membentang dari tumit hingga jari kaki. Jaringan ini berfungsi sebagai peredam getaran dan penyangga kaki. Jika terlalu banyak tekanan pada kaki akan menyebabkan cedera atau robekan. Sehingga terjadi radang dan nyeri pada tumit. Penderita Plantar Fasciitis biasanya tidak merasakan sakit saat beraktivitas, rasa sakit akan timbul ketika selesai beraktivitas.

2. Achilles Tendinitis

Achiles Tendinitis adalah peradangan pada otot tendon Achiles, yaitu urat besar yang ada di pergelangan kaki. Peradangan ini menyebabkan nyeri dan bengkak pada tumit saat berjalan. Jika hal ini terjadi secara terus menerus dapat beresiko robeknya tendon Achiles. Robeknya tendon Achiles ini akan menyebabkan kaki tidak dapat berjalan.

3. Jari kaki Bengkok

Sepatu hak tinggi memiliki rancangan yang lancip di ujung sepatu. Ketika kaki sering mendapat tumpuan oleh tubuh, akan terjadi kelainan pada jari kaki. Kondisi ini bisa dilihat dengan bengkoknya 3 jari kaki paling tengah. Selain itu juga biasanya muncul benjolan pada ibu jari kaki.

4. Keseleo

Tubuh yang hanya bertumpu pada ujung sepatu yang lancip juga menyebabkan terjadinya resiko jatuh dan mengalami keseleo. Terutama bila pijakan terlalu licin atau tidak rata.

Bila pemakai sepatu hak tinggi mengalami gangguan kesehatan seperti diatas, sebaiknya segera lakukan hal-hal berikut:

  1. Istirahatkan kaki yang mengalami cedera
  2. Jangan memijat pada daerah yang mengalami cedera
  3. Gunakan kompres dingin selama 10-15 menit dua kali sehari.
  4. Gunakan night splint, yaitu alat yang dapat mengistirahatkan kaki dan mengurangi pergerakan kaki saat anda istirahat
  5. Elevasikan kaki (ganjal bantal)

Bila nyeri belum mereda, sebaiknya dibawa berobat ke dokter spesialis Orthopedi dan Traumatologi, dokter kemungkinan akan melakukan pemeriksaan rontgen. Pada mayoritas kasus, dokter akan menyarankan melakukan fisioterapi untuk mendukung proses penyembuhan dari cedera yang terjadi.

Pada kasus yang sangat jarang terjadi, bila cedera yang dialami cukup berat hingga menyebabkan patah tulang ataupun robekan ligamen yang luas, dapat saja dilakukan tindakan pembedahan sesuai dengan penyebab cedera yang terjadi.

Karena cukup banyak gangguan kesehatan, berikut tips singkat ketika memakai sepatu hak tinggi.

  1. Jika aktivitas setiap hari menggunakan sepatu hak tinggi, sebaiknya pemilihan tinggi hak sekitar 2-3 cm.
  2. Jika dirasa sudah terlalu lama memakai sepatu hak tinggi, jangan lupa untuk selingi dengan pemakaian flat shoes.
  3. Lakukan peregangan pada kaki, untuk melemaskan otot-otot betis hingga jari kaki.

Cermat dalam pemakaian dan pemilihan sepatu hak tinggi akan mengurangi resiko terjadinya cidera pada kaki. Apabila terjadi nyeri dan peradangan secara terus menerus pada kaki, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter spesialis orthopedi untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

 

Henry Ricardo Sp.OT

Jadwal Praktik
Senin : 08.00-10.00
Selasa : 17.30-19.30
Rabu : 08.00-11.00
Kamis : 17.30-19.30
Jum’at : 08.00-11.00
Sabtu : 17.00-20.00
Minggu : 08.00-10.00

Informasi Pendaftaran :
RS. ORTHOPEDI & TRAUMATOLOGI SURABAYA
JL. Emerald Mansion TX 10, Citraland – Surabaya
(031) 57431574 / 57431299
IGD : 082337655500 ext 118

 

REFERENSI:
https://spineandsportsmed.com/plantar-fasciitis-bottom-foot-pain/
https://www.mountelizabeth.com.sg/healthplus/article/a-womans-guide-to-achilles-heel


© 2021 PT. SURABAYA ORTHOPEDI AND TRAUMATOLOGY HOSPITAL. All Rights Reserved.

WhatsApp Live Chat