Please wait...

WhatsApp-Image-2021-05-17-at-10.19.11.jpeg

RSOT Surabaya Proudly Present:
MRI OF WEIGHT BEARING & DYNAMIC ACTUAL MOVEMENT
“An Ideal Musculosceletal Imaging”
Diagnostic Breakthrough for Joint, Spine, and Sport Injury

Narasumber :
1. Dr. Komang Agung Irianto, dr., Sp.OT (K) Spine (RSOT Surabaya)
2. Dr. Rosy Setiawati, dr. Sp.Rad (K) MSK, CCD (RSOT Surabaya)
3. Prof Mikael Boesen, MD. PhD (Esaote)

Moderator :
Giacomo Pedretti (Esaote)

Pelaksanaan :
Jumat, 4 Juni 2021
Pkl 18.30 s/d 21.15 WIB
Melalui : Go to Webinar

Registrasi :
https://bit.ly/webinarilmiahrsot
atau scan barcode pada gambar

Contact Person :
Ns. Elya Puji Rahayu, S.Kep (0857-8591-8206)

Fasilitas :
E-Certificate
3 SKP IDI
Materi
GRATIS !


gadget-2.jpg

Memberikan anak waktu bermain dengan gadget terkadang menjadi cara terakhir yang dilakukan orangtua agar anak dapat duduk dengan tenang. Jangan salah, asal dilakukan dengan pengawasan dan pembatasan waktu, ternyata gadget dapat memberikan dampak positif bagi anak-anak. Pengawasan dan pembatasan waktu yang diberikan sangat penting agar anak tidak mengalami keterantungan pada gadget.

Namun, benarkah terlalu sering bermain gadget dapat mengganggu tumbuh kembang pada anak? Penggunaan gadget tanpa pengawasan dan kontrol dari orangtua dikhawatirkan dapat memengaruhi kondisi pertumbuhan balita. Tidak ada salahnya ibu ketahui dampak keseringan main gadget pada pertumbuhan balita serta tips untuk membatasi waktu bermain gadget anak.

Dampak Balita Keseringan Bermain Gadget

Berbagai dampak positif dapat dirasakan anak-anak ketika bermain gadget dalam pengawasan dan disiplin waktu yang diberikan oleh orangtua, seperti meningkatkan kreativitas, menurunkan stres pada anak, menambah pengetahuan, hingga penambahan kosakata yang dimiliki anak-anak. Namun, jika gadget digunakan secara berlebihan, tentunya hal ini dapat memberikan dampak negatif pada buah hati.

Berbagai dampak dapat memengaruhi perkembangan anak yang terlalu sering bermain gadget, seperti:

1.Terlambat Bicara

Umumnya, pada usia 6 bulan bayi sudah mampu untuk mengucapkan beberapa kata dengan vokal yang sama. Namun, terlalu sering bermain gadget dapat menyebabkan anak mengalami speech delay atau terlambat bicara. Anak-anak akan belajar berkomunikasi saat ia berinteraksi dengan orang lain. Saat ia terlalu banyak bermain gadget, tentunya interaksi menjadi berkurang dan anak tidak belajar untuk berkomunikasi dengan baik.

Untuk itu, sangat penting tetap mendampingi anak saat anak bermain gadget. Hal ini dilakukan agar komunikasi dua arah tetap terjalin dan anak dapat belajar berkomunikasi dengan baik.

2.Menghambat Perkembangan Kognitif

Otak bayi akan berkembang sangat cepat setelah ia dilahirkan. Terlalu banyak menghabiskan waktu untuk menggunakan gadget dapat menyebabkan perkembangan kognitif menjadi terhambat. Perkembangan kognitif mengacu pada tahapan kemampuan seorang anak dalam memperoleh makna dan pengetahuan dari pengalaman serta informasi yang ia dapatkan. Perkembangan kognitif meliputi proses mengingat, pemecahan masalah, dan juga pengambilan keputusan. Saat kondisi ini terjadi, biasanya bayi akan mengalami kondisi gangguan mental yang menyebabkan seorang anak sulit memusatkan perhatian serta gangguan pada pendengaran.

3.Terganggunya Hubungan Sosial

Saat balita dan gadget tidak dapat dipisahkan kondisi ini dapat mengganggu kemampuan anak untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Anak akan kesulitan untuk membangun ikatan emosi dengan orangtua atau kerabat dekatnya karena mengalami kecanduan pada gadget.

4.Gangguan pada Perkembangan Fisik

Terlalu sering bermain gadget dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan fisik anak. Hal ini disebabkan kurangnya aktivitas yang dilakukan anak. Tidak hanya itu, berbagai gangguan kesehatan juga dapat dialami anak ketika terlalu sering bermain gadget, seperti obesitas dan gangguan pada mata.

Itulah beberapa dampak yang dapat terjadi ketika anak terlalu sering bermain gadget. Oleh karena itu, batasi penggunaan gadget pada anak. Tidak hanya itu, penggunaan gadget pada anak sebaiknya selalu dibawah pengawasan orangtua.

Tips Cegah Penggunaan Gadget Berlebih pada Anak

Ada beberapa cara yang bisa orangtua lakukan untuk menghindari penggunaan gadget yang berlebih pada anak, seperti menghindari penggunaan gadget pada anak saat makan, hindari berikan anak gadget beberapa saat sebelum anak tidur, dan ajak anak untuk beraktivitas fisik di luar ruangan, karena akan meningkatkan endorphin dan berdampak baik pada kesehatan maupun suasana hati Si buah hati.

Tidak hanya itu, sebaiknya orangtua juga membatasi penggunaan gadget saat bersama anak-anak. Dengan begitu, orangtua dapat mengajak anak berkomunikasi sehingga anak dapat menghindari gadget.

 

Sumber:

https://www.liputan6.com/health/read/2137227/awas-gadget-bisa-ganggu-tumbuh-kembang-anak

https://www.halodoc.com/artikel/keseringan-main-gadget-bisa-memengaruhi-pertumbuhan-balita#:~:text=Terlalu%20sering%20bermain%20gadget%20dapat%20menyebabkan%20gangguan%20pada%20perkembangan%20fisik,obesitas%20dan%20gangguan%20pada%20mata.

 


pemanasan-sblm-olahraga.jpg

Pemanasan sebelum berolahraga adalah hal yang penting untuk dilakukan, namun tidak sedikit orang yang sering mengabaikannya. Kamu mungkin berpikir bahwa tubuh bisa langsung berolahraga tanpa melakukan pemanasan terlebih dahulu. Meskipun kamu sudah terampil berolahraga, tubuh tetap perlu menyesuaikan diri sebelum melakukan aktivitas yang lebih berat daripada biasanya.

Tujuan utama melakukan pemanasan sebelum olahraga adalah agar tubuh tidak kaget saat melakukan aktivitas fisik yang berat. Coba bayangkan, otot yang masih dalam kondisi dingin dan rileks, tiba-tiba digunakan untuk berlari kencang. Hal ini meningkatkan risiko mengalami cedera ringan atau kram saat berolahraga.

Oleh sebab itu, lakukan pemanasan terlebih dahulu setidaknya selama 10-15 menit sebelum berolahraga untuk mendapatkan manfaat berikut:

  1. Mencegah Cedera

Pemanasan membuat otot menjadi lebih lentur dan tidak kaku lagi, sehingga ketika melakukan gerakan-gerakan olahraga yang cukup ekstrem, seperti mengangkat beban berat atau melakukan tendangan tinggi, kamu terhindar dari potensi otot kram, cedera, atau bahkan sobek. Otot robek adalah cedera serius yang menyakitkan dan membutuhkan proses pemulihan yang cukup lama.

Jika kamu mengalami cedera setelah berolahraga dan tidak membaik meski sudah dirawat, sebaiknya periksakan ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

  1. Melancarkan Peredaran Darah

Dikutip dari laman Mayo Clinic, pemanasan yang dilakukan secara bertahap sebelum olahraga dapat meningkatkan sistem kardiovaskular dengan menaikkan suhu tubuh dan meningkatkan aliran darah ke otot-otot. Ketika aliran darah menjadi lebih lancar, maka suplai oksigen tersebar dengan baik ke seluruh tubuh, sehingga meningkatkan performa dalam berolahraga.

  1. Menjaga Kesehatan Tulang Dan Persendian

Selain mencegah kram otot, pemanasan dapat menjaga tulang dan persendian agar terhindar dari risiko cedera saat berolahraga. Kegiatan ini membantu meningkatkan cairan yang melumasi persendian, sehingga membuat sendi-sendi lebih licin dan fleksibel.

  1. Mengurangi Asam Laktat Pada Tubuh

Kegiatan olahraga meningkatkan asam laktat dalam tubuh. Jumlah asam laktat yang terlalu banyak akan menumpuk di dalam darah dan otot. Meski tidak berbahaya, penumpukan asam laktat dapat menyebabkan nyeri otot dan rasa tidak nyaman selama berolahraga. Melansir dari Healthline, melakukan pemanasan sebelum berolahraga dan pendinginan sesudah berolahraga dapat mengurangi kadar asam laktat di dalam tubuh.

  1. Meningkatkan Mental dan Fokus

Pemanasan juga baik untuk meningkatkan kondisi mental dan fokus kamu, agar dapat berolahraga dengan maksimal, sehingga meningkatkan teknik dan keterampilan. Pemanasan dapat membuat fisik dan pikiran menjadi lebih rileks dan tenang. Kondisi yang rileks membuat mental dan fokus lebih terjaga.

Kegiatan olahraga dapat mengakibatkan risiko ringan sampai serius pada tubuh. Jadi, jangan lupa melakukan pemanasan sebelum olahraga untuk mencegah cedera dan hal yang tidak diinginkan lainnya.

 

 

 

 

Sumber :

Why Warming Up and Cooling Down is Important. Tri-City Medical Center. (2016). Retrieved 20 March 2021, from https://www.tricitymed.org/2016/12/warming-cooling-important/.

https://www.halodoc.com/artikel/ini-pentingnya-pemanasan-sebelum-olahraga


© 2021 PT. SURABAYA ORTHOPEDI AND TRAUMATOLOGY HOSPITAL. All Rights Reserved.

WhatsApp Live Chat