Please wait...



Blog

CLASSIC LIST

usus-buntu-5.jpg

#Sahabat Ortho,

Jangan abaikan rasa nyeri yang muncul pada bagian perut bawah bagian kanan. Kondisi ini bisa menjadi tanda Anda mengalami usus buntu apalagi jika disertai dengan gejala lain, seperti mual dan muntah setelah nyeri perut, demam, hingga sulit membuang gas dari dalam perut.

Radang usus buntu atau dalam bahasa medis dikenal dengan Apendisitis, adalah peradangan usus buntu, dimana terdapat sebuah kantong berbentuk jari yang menonjol dari usus besar di sisi kanan bawah perut. Radang usus buntu menyebabkan nyeri di perut kanan bawah. Namun, pada kebanyakan orang, nyeri dimulai di sekitar pusar dan kemudian menyebar secara bertahap, seperti nyeri tumpul, lalu kram, dan berakhir nyeri di seluruh perut.

 

Penyebab Usus Buntu

Banyak beredar kabar usus buntu disebabkan oleh terlalu sering mengonsumsi makanan pedas? Nyatanya, hal tersebut hanyalah mitos. Makanan pedas bukan menjadi penyebab seseorang mengalami usus buntu. Penyebab dari usus buntu adalah penyumbatan pada lapisan usus buntu yang menyebabkan infeksi kemungkinan merupakan penyebab radang usus buntu. Bakteri berkembang biak dengan cepat, menyebabkan usus buntu meradang, bengkak dan berisi nanah. Jika tidak segera ditangani, usus buntu bisa pecah dan mengakibatkan keparahan pada seseorang.

Terdapat beberapa faktor penyebab seseorang mengalami penyakit usus buntu, yaitu:

  1. Hambatan pada pintu rongga apendiks.
  2. Penebalan atau pembengkakan jaringan dinding usus buntu akibat adanya infeksi di saluran pencernaan atau di bagian tubuh lainnya.
  3. Kondisi medis tertentu, seperti tumor pada perut atau inflammatory bowel disease.
  4. Tinja atau pertumbuhan parasit yang dapat menyumbat lumen usus buntu Anda.
  5. Trauma atau terjadi cedera pada perut Anda.
  6. Memiliki penyakit infeksi cacing (cacingan).

 

Gejala Usus Buntu yang Perlu Diwaspadai

Sangat perlu bagi kita untuk mengetahui beberapa gejala usus buntu. Gejala yang paling umum muncul adalah nyeri pada perut kanan bawah. Berikut ini gejala yang perlu diwaspadai jika terindikasi usus buntu :

  • Nyeri timbul secara tiba-tiba pada perut bagian kanan bawah dan bisa dirasakan hingga bagian pusar.
  • Nyeri bertambah buruk disaat Anda bergerak, menarik nafas dalam-dalam, batuk maupun bersin.
  • Mual dan muntah.
  • Kehilangan selera makan.
  • Demam ringan tetapi dapat memburuk seiring perkembangan penyakit tersebut.
  • Sembelit atau diare.
  • Tidak dapat mengeluarkan gas.
  • Terjadi pembengkakan pada perut anda.
  • Ketidaknyamanan pada saat melakukan buang air besar.
  • Perut terasa kembung.

Pengobatan usus buntu biasanya dengan melakukan operasi pengangkatan usus buntu atau yang dikenal dengan istilah Apendektomi. Sebelum operasi dilakukan, penderita biasanya akan diberikan obat antibiotik terlebih dahulu untuk mencegah terjadinya infeksi, terutama pada usus buntu yang belum pecah, tetapi sudah terbentuk abses (sekumpulan nanah yang terkumpul di satu titik tertentu). Sedangkan pada usus buntu yang ringan, pemberian antibiotik saja sudah cukup untuk mengatasi peradangan tersebut.

 

Kapan harus ke dokter

Jika Anda atau anak Anda memiliki tanda atau gejala tersebut dan terasa sangat mengkhawatirkan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter karena sakit perut yang parah membutuhkan perhatian medis sesegera mungkin. Dokter akan membantu mencari penyebab penyakit Anda dan dilakukan tindakan sesuai kondisi yang Anda rasakan. Bila ingin konsultasi lebih lanjut terkait keluhan yang Anda Rasakan, Sahabat Ortho bisa datang untuk konsultasi dengan dokter spesialis Bedah di Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi Surabaya.

 

Informasi Pendaftaran :

RS. ORTHOPEDI & TRAUMATOLOGI SURABAYA
JL. Emerald Mansion TX 10, Citraland – Surabaya
(031) 57431574 / 57431299
IGD : 082337655500 ext 118

 

 

Referensi:

https://www.webmd.com/digestive-disorders/digestive-diseases-appendicitis

https://www.healthline.com/health/appendicitis

Radang usus buntu. Institut Nasional Diabetes dan Penyakit Pencernaan dan Ginjal. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/appendicitis. Diakses 8 Mei 2019.

https://www.halodoc.com/artikel/bukan-karena-makanan-pedas-ini-penyebab-usus-buntu

https://www.ayojakarta.com/read/2020/02/05/11577/bukan-sakit-perut-biasa-kenali-gejala-radang-usus-buntu

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/appendicitis/symptoms-causes/syc-20369543

 


041929500_1535008301-Anda-Kram-Otot-Seperti-yang-Dialami-Anthony-Ginting-Ini-Solusinya-By-Maridav-Shutterstock.jpg

Sebagian besar orang mungkin pernah atau paling tidak familiar dengan istilah kram otot. Apa sebenarnya yang terjadi pada saat kita mengalami kram otot? Apa penyebabnya? Dan bagaimana penanganan yang tepat?

Kram otot merupakan sebuah kondisi dimana otot mengalami kopntraksi kuat atau mengencang dan umumnya terjadi secara tiba-tiba, berlangsung dalam hitungan detik atau menit, dan menimbulkan rasa sakit atau nyeri pada bagian yang mengalami kram.

Kram merupakan salah satu cara tubuh kita untuk berkomunikasi dan memberikan sinyal bahwa kita sedang mengalami situasi kritis atau non-kritis sehingga kita dapat mengambil tindakan pencegahan.

Salah satu hal yang sering menjadi pencetus kram adalah olahraha dengan intensitas yang sangat tinggi atau overused atau tanpa melakukan pemanasan dan pendinginan dengan baik, melakukan gerakan yang salah, dehidrasi, dan kekurangan elektrolit. Selain itu, ada hal-hal lain yang juga bisa menjadi penyebab kram, yakni bertahan dalam posisi tertentu dalam waktu yang cukup lama atau juga bisa disebabkan oleh cuaca panas yang ekstrim. Kram juga bisa jadi merupakan sinyal bahwa tubuh kita sedang kekurangan kalsium atau hipokalsemia. Namun, pada beberapa kasus kram juga tergolong dalam kasus idiopatik atau tidak diketahui penyebabnya.

Secara medis, kram timbul karena beberapa hal, diantaranya adalah pasokan darah yang tidak memadai, dimana terjadi penyempitan pembuluh darah yang sehingga menganggu distribusi atau aliran darah ke area tertentu. Hal ini umum terjadi pada betis atau kaki ketika sedang melakukan olahraga. itu sebabnya, kram ini biasanya akan hilang setelah berhenti melakukan olahraga.

Selain itu, kram juga disebabkan oleh kompresif tulang saraf di tulang belakang (lumbar stenosis) yang kemudian menyebabkan kram di kaki. Kram jenis ini biasanya akan memburuk ketika kita berjalan dalam waktu yang lama. Dalam kondisi ini, berjalan dalam posisi agak membungkuk seperti gerakan mendorong kereta belanja, dapat meperingan kondisi kram.

PERHATIKAN FAKTOR RESIKO KRAM

Seperti yang telah dijelaskan, kram dapat ditimbulkan oleh bberapa sebab. Namun, di luar itu ada beberapa faktor yang memperkuat risiko terjadinya kram. Yang pertama adalah dehidrasi. Faktor ini seringkali dialami oleh para atlet atau olahragawan yang melakukan olahraga berat dalam waktu yang cukup lama, apalagi dalam cuaca yang panas.

Kedua, faktor usia juga memperbesar risiko terjadinya kram. Hal ini disebabkan karena makin lanjut usia seseorang, maka massa ototnya juga akan semakin lemah. Hal tersebut kemudian menyebabkan otot menjadi lebih mudah mengalami stress dan mempermudah terjadinya kram.

Faktor lain yang memperbesar risiko terjadinya kram otot adalah kehamilan, yang disebabkan oleh beberapa hal, seperti kurangnya supan mineral atau tekanan otot peredaran darah kaki yang menuju jantung dansaraf di sekitar kaki, akibat membesarnya Rahim dan perut. Kram pada ibu hamil juga sering terjadi karena terlalu lama berdiri, atau denga posisi kaki menyilang dalam waktu yang lama.

Faktor keempat yang menjadi faktor risiko terjadinya kram adalah karena kondisi gangguan medis yang serius. Sebab, boleh jadi terjadinya kram juga merupakan sinyal dari tubuh bahwa kita sedang mengalami gangguan kesehatan yang cukup serius, seperti diabetes, gangguan saraf, hati dan tiroid.

PENANGANAN

Pada umumnya, kram bisa bisa diatasi dengan penanganan yang sederhana, utamanya jika kita telah mengetahui faktor risiko dan penyebab kram yang kita alami. Jika kram tersebut disebabkan oleh karena intensitas olahraga yang kita lakukan secara berlebihan, maka langkah penanganan paling mudah adalah berhenti berolahraga dan beristirahat.

Yang juga tak kalah penting adalah bersikap tenang, karena panik dan sibuk menggerak-gerakan bagian tubuh yang kram justru akan membuat otot semakin sakit. setelah tenang, kita dapat melakukan pergangan otot. Jika yang mengalami kram adalah bagian kaki, usahakan untuk meluruskan kaki dalam posisi normal. Jika kram tidak terlalu parah, umumnya otot dapat “menyembuhkan dirinya sendiri”. Pastikan bahwa anda beristirahat dan tidak melanjutkan aktifitas, seperti berjalan atau berolahraga. Biarkan otot-otot beristirahat dan pulih sebelum melakukan aktivitas kembali.

Cara lain yang dapat dilakukan adalah mengompres bagian yang mengalami kram dengan menggunakan air dingin dengan media handuk atau sesuatu yang dingin yang dapt ditempelkan di bagian yang mengalami kram. Bagi yang mengalami kram karena dehidrasi, minum air putih bisa jadi cara yang baik untuk meredakan kram.

Pada kondisi yang serius, kram merupakan sinyal bahwa tubuh mengalami gangguan kesehatan lainnya, kita memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter. Dimana dokter kan menanyakan gejala lain seperti mati rasa, bengkak, dll. Pada umumnya, dokter akan melakukan pemeriksaan tes darah, tes urin dll untuk memastikan penyebab kram yang dialami.


unnamed-1.jpg

Tulang yang sedang dalam masa pertembuhan serta energi yang besar membuat anak – anak kerap mengalami patah tulang. Tahukah anda bahwa penangannan patah tulang yang tidak tepat resiko membuat anak cacat? Dr Komang Agung.,Sp.Ot (K) mengulasnya untuk anda.  

Menurut data Rumah Sakit  Orthopedi Traumatologi (RSOT) Surabaya, pasien patah tulang pada anak cenderung meningkat pada masa liburan sekolah. Kasusnya biasanya adalah patah tulang pada alat gerak atas, yaitu bagian siku, lengan bawah, dan selangka (tulang bahu). Umumnya, terjadi saat anak- anak tersebut bermain.

Tulang anak- anak sama seperti ranting pohon yang masih muda patah jika diberikan beban yang lebih berat. Lain halnya dengan ranting pohon yang telah berumur puluhan tahun. kabar baiknyya adalah, tulang anak- anak juga memiliki proses penyembuhan yang cepat di bandingkan tulang dewasa.

“Jika di tangani dengan baik dan tepat, patah tulang pada anak dapat sembuh dalam waktu tiga minggu saja,’’jelas dr Komang. ”Sebaiknya, jika terlambat di tangani, maka anak akan mengalami kecacatan seperti gangguan fungsi gerak, alat gerak mengecil, dan gangguan pertumbuhan.’’

Untuk itulah Dr Komang menghimbau agar para orang tua tidak menyepelekan patah tulang anak-anak mereka. Hal pertama yang harus dilakukan jika anak mengalami patah tulang adalah memasang spalk ( bidai/gendongan) pada area tulang yang patah, kemudian segera mencari dokter.

Penanganan dokter sesegera mungkin sangat penting mengingat kondisi patah tulang berbeda-beda, sehingga di perlukan penanganan tepat sesui kondisi patah tulang. Untuk kasus patah tulang yang tidak parah diperlukan imobilisasi dengan gips, berbeda dengan patah tulang kondisi tulang bergeser dengan patah dimana perlu dilakukan perbaikan dengan menggunakan pen atau kawat.

“Ada juga kondisi patah tulang gawat darurat. Patah tulang terbukanya msalnya,ketika ada luka dan darah,sebaiknya segera mencari dokter karena patah tulang berhubungan dengan udara luar, dan mengingatkan resiko infeksi.’jelas dr komang. ”Kondisi lain adalah patah tulang yang disertai dengan keluarnya stuktur sendi dari tempat normal. Kenapa gawat darurat? Karena kalau tidak segera ditangani semdi jadi lengket semua dan anak kecil bisa cacat. ‘’

Selain itu juga terdapat patah tulang dengan gangguan saraf dan pembuluh darah. Di RSOT, Penanganan patah tulang dilakukan dengan cepat dan tepat, pasien juga tidak perlu menunggu. Bukan hanya itu saja RSOT mengerti bahwa infeksi dapat berisiko terhadap pasien sehingga RSOT Menyediakan tiga ruang operasi yang berbeda sesuai kondisi pasien. ”RSOT Didekasikan untuk kelainan tulang dan sendi dengan sefty sebagai prioritas kami,’’ujar dr Komang. Dengan prosentase penanganan  99% sempurna, RSOT memiliki UGD 24 Jam dengan dokter jaga 24 jam. Jika kondisi patah tulang diperlukan perbaikan dengan menggunakan implant terbaik bekerjasama dengan perusahaan jerman dan swiss sehingga kesembuhan pasien lebih terjamin lebih cepat.

Bidai Pada Anak

220px-Osteoporosis_Locations.png

Selama ini  osteoporosis identik dengan orang tua. Faktanya, pengoroposan tulang padat menyerang siapa saja, termasuk mereka yang berusia muda. Penelitian Internasional Osteoporosis Foundation (IOF) menggunakan, satu dari empat wanita Indonesia dengan rentang usia 50-80 tahun memiliki resiko osteoporosis. Dan, resiko wanita empat kalo lebih tinggi di bandingkan laki-laki.

APA ITU OSTEOPOROSIS ?

Osteoporosis adalah kondisi berkurangnya massa tulang dan gangguan stuktur tulang, sehingga menyebabkan tulang menjadi patah.

Masa tulang manusia di pengaruhui oleh faktor ginetik dengan kontribusi dari nutrisi, keadaan endokrin, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan saat masa pertumbuhan. Proses pembentukan tulang dengan memilihara kesehatan tulang dapat dikatagorikan sebagai program pencegahan,yang secara kontinyu mengganti tulang yang lama dengan tulang yang baru.

Kehilangan massa tulang menjadi saat keseimbangan proses pembentukan tulang terganggu,sehingga penyerapan tulang lebih banyak dari perpembentukan tulang baru. Ketidakseimbangan ini biasanya terjadi padaaaa orang lanjut yang mengalami emepouse. Kehilangan massa tulang dapat mengubah mikro-arsitek jaringan tulang dan mengingatkan resiko patah tulang.  

PENYEBAB OSTEOPOROSIS

Usia, Jenis kelamin dan ras merupakan faktor penentu utama dari massa tulang dan resiko patah tulang. Osteoporosis dapat juga terjadi pada orang lanjut usia.

Selama masa anak-anak dan dewasa muda, pembentukan tulang jauh lebih cepat di bandingkan dengan kerusukan tulang. Titik puncak massa tulang tercapai pada usia sekitar 30 tahun, dan setelah itu mekanisme resorfasi tulang menjadi lebih jauh cepat di bandingkan dengan pembentukan tulang. Penurunan  massa tulang yang cepat akan menyebabkan kerusakan pada mikroastitektur tulang khususnya pada tulang trabecular.

GEJALA

Penyakit Osteoporosis di juluki sebagai silent Epidemic Disaese, Karena menyerang secara diam-diam, tanpa adanya tanda-tanda khusus,sampai terjadi patah tulang. Osteoporosis juga dapat terjadi pada anak-anak yang disebut Juveline Idiopatic Osteoporosis dan belum diketahui sebabnya.

FAKTOR-FAKTOR RESIKO

Faktor resiko seseorang untuk mengalami osteoporosis yang tidak dapat diubah antara lain,jenis kelamin (Wanita lebih resiko mengidap osteoporosis di bandingkan pria), riwayat keluarga,gangguan hormonal dan ras.

PENCEGAHAN

OSTEOPOROSIS sebenarnya dapat dicegah sejak dini dengan membudayakan perilaku hidup sehat,yaitu mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang yang memenuhui kebutuhan nutrisi dengan unsur kaya serat,rendah lemak, dan kaya kalsium(1000-1200 mg kalsium perhari ). Berolahraga secara teratur,tidak merokok,dan tidak mengkonsumsi minuman berakhohol.

OSTEOPOROSIS

kyphoplasty-carolinasportsandspine.jpg

Fraktur kompresi atau patah tulang belakang adalah salah satu jenis patah tulang yang kerapkali terjadi pada penderita osteoporosis. Salah satu metode penanganan terbaik untuk faktur krompesi adalah dengan teknik kifoplasty. Bagaimana mekanisme penangannya ?

Teknologi kedokteran terus bergerak dinamis mengikuti perkembangan dan kebutuhan penangan yang lebih baik. Pada kasus-kasus terdahulu,pasien fraktur kompresi atau patah tulang belakangan umumnya akan ditangani dengan pemberian analgetik atau obat nyeri punggung,penggunaan brace/korset,hingga tirah baring lama. Hal tersebut dilakukan karena pasien fraktur kompresi akan mengalami rasa nyeri yang hebat dan jeklas mengganggu aktifitas.

Namun, Tetapi konvensional atau non-operatif seperti di atas membutuhkan waktu yang cukup panjang, dan pada beberapa kasus tergolong tidak efektif karena tidak membuahkan hasil seperti yang di harapkan. Kemudian munculah teknologi baru untuk mengatasi fraktur kompresi tersebut,yakni vertebroplasty dan kipoplasty yang merupakan tindakan mengoreksi deformatis dan mengembalikan bentuk tulang belakang. Secara umum, veterboplasty dan kifoplasty adalah tindakan menyuntikan fraktur untuk mengembalikan bentuknya.

Bedanya kifoplasty melibatkan penggunaan balon khusus untuk memberikan ruang pada tulang belakang yang kolpas akibat fraktur kompesi dan kemudian mengisi denagn semen tulang. Balon tersebut berfungsi agar semen yang di suntikan tidak melumer kebagian lain yang tidak diperlukan.

“Pasien diminta untuk berbaring terlentang selama satu hingga 2 jam setelah tindakan dan akan membutuhkan waktu selama 24 jam untuk memberikan waktu agar semen mengeras.”terang dr Carlos Gracis Binti,Sp.OT (K).”Rata – rata pasien yang menjalani kifoplasty akan mengalami penurunan rasa nyeri hingga 90 persen,hanya dalam waktu 1-2 hari pasca operasi.”

Dilanjutkan oleh dr Carlos, kipoplasty merupakan teknik terbaru  dalam penanganan fkatrur kompresi  atau patah tulang belakang. Tindakan ini dapat dilakukan di rumah sakit yang memiliki fasiliitas lengkap dan memadai untuk operasi tulang belakang, seperti rumah sakit kami sangat di rekomendasikan tindakan seperti ini dilakukan oleh dokter bedah tulang dengan sub-spesialis tulang belakang(spine)

GUNAKAN HIDROKSIAPATIT UNTUK PENGGANTI SEMEN TULANG

Teknologi kedokteran untuk penanganan fraktur kompesi atau patah tulang belakang tak hanya berhenti pada teknis kifoplasty yang menggunakan balon  kusus agar semen tak muleber. Namun,material yang di suntikan untuk mengeroksi deformitas atau mengembalikan bentuk tulang juga menjadi concerm para ahli spine dan tulang belakang.

Seperti yang juga disampaikan oleh dr.Carlos dihadapan ahli spine dari seluruh negara asia pacific pada acara pacific Asia Spine Sociatey minimal Invasife Surgery(PASSMIS 2016) Dibali. Kini para dokter spine mulai menggunakan material hidrokspait yang memiliki banyak keunggulan sebagai material untuk mengisi tulang belakang, dibandingkan semen tulang. “HIDROSIAPKIIT ini belum banyak dipakai dan baru digunakan oleh beberapa ahli spine di beberapa spine center seperti jepang dan beberapa negara lainnya. Namun, penggunakan hidroeksiapatit dan memberikan hasil yang baik pada pasien fraktur kompresi. ”Material hidrosiapatit ini lebih menyerupai tulang. Hingga saat ini, para ahli spine terus melakukan proses untuk mencari material yang paling baik untuk tulang belakang. Dan sampai saat ini, komposisi hidroksiapatit ini yang paling mirip dengan tulang,’’terang dr Carlos.

Kyphoplasty

unnamed.jpg

Mengapa manusia bisa berdiri tegak ? Hal ini disebabkan antara lain karena memiliki tulang belakang. Tugas tulang belakang sungguh berat yakni menopang dua pertiga dari berat badan dan sisi lain harus melakukan banyak gerakan tubuh. lantas bagaimana jika tulang penyangga manusia bengkok ?

Skoliosis atau pembengkokan tulang belakang adalah kondisi dimana terjadi pembengkokan tulang belakang kea rah samping yang melibihi 10 drajat. Skoliosis akan tampak seperti benjolan (punuk) pada bagian punggung sebelah atas,bawah, kiri atau kanan. Ciri-ciri lain tampak ketika penderita berdiri tegak badan akan tampak lebih condong ke satu sisi,kaki panjang sebelah,dan bahu yang asimetris.

Masih banyak orang yang asing dengan penyakit ini.Namun,meskipun terdengar mengerikan, penyakit skoliosis dapat dicegah agar tidak semakin parah atau semakin bengkok jika dikenali sejak dini.

PENYEBAB SKOLIOSIS ?

Terdapat 3 Penyebab atau faktor pemicu skoliosis, diantaranya ginetik yakni terdapat riwayat skoliosis pada keluarga penderita,kelaian saraf/otot,serta cidera atau infeksi pada tulang belakang.Namun,kejadian yang lebih sering ditemui pada kasus skoliosis adalah faktor idiopatik atau belum diketahui pasti penyebabnya.

PENGARUH GAYA HIDUP TERHADAP SKOLIOSIS ?

Bagi penderita skoliosis, gaya hidup juga mempengaruhui bertambah parah atau tidaknya pembengkokan pada tulang belakang. Postur duduk yang kurang baik yakni melekung dan sering membawa tas berat di satu sisi akan membuat tulang belakang di satu sisi akan membuat tulang belakang semakin bengkok.

Yang harus diingat adlah membawa tas yang terlalu berat tidak akan mengakibatkan skoliosis kecuali bagi anda yang mempunyai riwayat keluarga terkena skoliosis.

PENANGANAN SKOLIOSIS ?

Apabila anggota keluarga keluarga anda terkena skoliosis, maka sebaiknya anda menemui dokter spesialis orthopedic, khususnya ahli tulang belakang. Di RS Orthopedi dan Traumatologi (RSOT) Surabaya sendiri telah menyediakan layanan sub spesialitik khusus tulang belakang.

Sebelum dilakukan penanganan, biasanya dokter di RSOT akan melakukan observasi atau pengamatan dalam jangka 3-6 bulan untuk mengetahui apakah skoliosis yang di alami penderita termasuk ke dalam skoliosis progresif atau tulang mengalami bengkok secara terus menerus atau tidak. Setelah observasi brulah diketehui apakah skoliosis tergolong skoliosis ringan maka akan dilakukan penanganan non-bedah yakni dengan physical therapy dan pemasangan brace atau

penyangga tulang belakang. Selain itu pasien skoliosis ringan dapat pula melakukan olahraga berenang agar kondisinya tidak bertambah buruk. Untuk skoliosis tingkat berat yakni ketika sudut bengkok diatas 40 drajat, maka perlu dilakukan tindakan operasi dengan pemasangan pen pada tulang belakang guna mengembalikan tulang belakang pada semua posisi.

“RSOT telah melakukan screening ke sekolah sekolah untuk mendeteksi kelainan tulang belakang secara dini. Karena biasanya justru orang-orang di sekitar penderita yang memberitahui ada yang berbeda dengan postur tubuhnya. Untuk itulah sebaliknya para orang tua peka dan memperhatikan pertumbuhan anaknya serta mengenal ciri-ciri skoliosis agar tidak semakin parah.”

skoliosis

hipfracture-300x213-1.jpg

Secara umum,Osteoporosis merupakan penyakit tulang yang di tandai oleh menurunnya masaa atau kepadatan tulang. Pengukuran massa tulang tersebut dapat dilakukan dengan metode Bone Mass Density (BMD) angak 0 pada hasil BMD dapat di artikan bahwa orang tersebut memiliki massa tulang yang normal. Sementara jika angka-1 hingga-2 menunjukan kondisi osteopenia atau pre-osteoporosis,dimana jika tidak di tangani dengan baik. Maka sekitar lima hingga sepuluh tahun ke depan dapat di pastikan akan masuk pada osteoporosis.

“Osteoponia itu zona kuning. Jika hasil BMD-Nya menunjukan -2,5 itu sudah zona mrah atau osteoporosis. Semakin tinggi tingkat osteoporosisnya maka semakin tinggi resiko patah tulangnya. Terbentur sedikit saja patah tulang.” terang dr Tanjung A.Sangkai,Sp.OT. Menguntip sebuah literature,Dr Tanjung mengungkapkan bahwa resiko patah tulang mengikuti tingkat kepadatan tulangnya. Jika hasil BMD Menunjukan angka-1,maka resiko patah tulangnya meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan kepadatan tulang yang normal. Hasil BMD -2 berarti resiko patah tulangnya empat kali llebih besar ,begitu seterusnya”Bahkan saya pernah menangani pasien yang patah tulang belakangnya hanya karena mobil yang di tumpanginya melewati polisi tidur atau gundukan. Ada juga yang karena gelap,kakinya sedikit saja menendang kaki meja,sudah patah.”ujar dr Tanjung.

Untuk itu, tingkat awareness terhadap osteoporosis, ini sangat penting. Sebab, banyak orang yang tidak merasa menghidap osteoporosis dan baru menghantuinya setelah terjadi patah tulang.

Patah tulang karena osteoporosis ini umumnya terjadi di 3 tempat yakni tulang belakang,tulang pinggul,dan tulang pada perhgelangan tangan.Sebab,Pada saat jatuh,ketiga bagian inilah yang biasa di gunakan untuk menyangga badan.  

Kasus patah tulang pada ketiga tempat tersebut juga kerap terjadi pada orang tua yang sebagian besar Karena terpeleset di kamar mandi dan di anak tangga. Biasanya terpeleset dengan posisi miring kemudian terkena tulang di bagian pinggul atau posisi terduduk yang mengakibatkan patah tulang belakang. Kejadian paling ringan adalah bertumpu dengan tanagan yang mengakibatkan tulang pergelangan tangannya patah.

Lanjut Dr Tanjung menunturkan,penangan pada fraktur atau patah tulang pada pasien yang mengalami osteoporosis ini lebih sulit dikarenakan sudah porotik atau keropos. Namun, sebagai rumah sakit yang concern di bidang orthopedic dan traumatologi, RSOT memiliki banyak dokter ahli dan peralatan penunjang untuk mengatasi hal tersebut.

“Di RSOT,ada banyak penerapan teknologi yang bisa di manfaatkan.Mulai dari Partial Hip Repclesment,Total Hip Receplesment (Ganti tulang pinggil keseluruhan), teknik kifoplasty pada kasus patah di tulang belakang yakni dengan terlebih dahulu memasukan balon di dalamnya sehingga semen tidak meluber kemana-mana dan tekhnik lainnya. “Ujar Dr Tanjung.”Penerapan teknologi tersebut juga di tunjang dengan peralatan dan tim ahli. “

Dr Tanjung  juga menekankan pentingnya tabungan tulang pada masa mengandung,pertumbuhan, dan menjelang menepouse bagi wanita.” Dengan tabungan kalsium di masa pertumbuhan hingga usia 35 tahun itu diharapkan kepadatan tulang kita akan bagus,sehingga juga terhindar dari osteoporosis dan patah tulang karena osteoporosis.”tutpnya  

Osteoporosis


Menindak Lanjuti Suratan Edaran Gurbenur Jawa Timur nomor: 443/4126/201.3/2020 tentang peningkatan kewaspadaan Covid-19 maka,

Mulai Hari Selasa tanggal 17 Maret 2020

1.Meniadakan Bezuk/jam kunjung pasien

2. Pasien Rawat Jalan,Ins.Rehabilitasi medik& IGD Hanya di izinkan untuk mendampingi 1 orang pengantar yang sehat dan tidak sedang sakit/demam

3. Penunggu pasien rawat inap wajib menggunakan kartu penunggu yang telah di sediakan oleh RS dengan pembatasan :

a. Kamar Deluxe maksimal 2 penunggu/pasien

b.Kamar Superior,Standart,Ekonomi,dan Isolasi maksimal 1 orang penunggu/pasien ( Penunggu Harus Sehat )

4. Meniadakan kunjungan Detailer

Demikian disampaikan,Mohon maaf Atas Ketidaknyamanan Anda


Copyright by Surabaya Orthopedi 2018

WhatsApp Live Chat