Please wait...



Blog

CLASSIC LIST

MCU-PAKET-LAB.jpg

Seperti yang sahabat ortho ketahui, momen Hari Raya Idul Adha sangat kental kaitannya dengan penyembelihan hewan kurban seperti kambing, sapi, kerbau, domba atau yang lainnya. Momen ini tak luput juga dari beragamnya sajian makanan yang berasal dari bahan tersebut. Dengan beragamnya olahan daging yang menggugah selera, acap kali beberapa orang kalap ketika menyantap sajian khas Idul Adha tersebut. Padahal, jika Anda terlalu berlebihan dalam mengonsumsinya dapat menyebabkan dampak bagi tubuh Anda.

Sejumlah gangguan kesehatan berikut rentan muncul atau kambuh jika Anda tidak membatasi asupan makanan yang berbahan dasar daging.

Lantas, 3 penyakit apa saja yang sering muncul atau kambuh saat perayaan Idul Adha?

  1. Hipertensi

Penyakit pertama yang kerap menyerang saat perayaan Idul Adha adalah hipertensi atau darah tinggi. Penyebabnya karena saat Idul Adha makanan yang disajikan kebanyakan makanan-makanan berlemak mengandung banyak  garam dan santan seperti gulai dan rendang. Dimana makanan tersebut sangat memicu naiknya tekanan darah.

  1. Kolesterol Melonjak Naik

Makanan berbahan dasar daging seperti daging ka,bing atau sapi mengandung beragam nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh Anda. Meski demikian, daging-daging tersebut menyimpan banyak lemak jenuh yang bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat pada tubuh kita. Kadar kolesterol yang ini ini bisa menumpuk pada dinding pembuluh darah lalu mengeras, akibatnya dalam jangka panjang bisa menyebabkan serangan jantung atau stroke.

  1. Asam Urat

Asam urat juga menjadi salah satu penyakit yang sering menyerang saat Idul Adha. Asam urat merupakan penyakit yang disebabkan karena tingginya kadar purin yang cukup tinggi. Daging merah seperti daging kambing/domba dan daging sapi merupakan makanan yang mengandung kadar purin yang tinggi. Oleh karena itu, bagi Anda yang sudah memiliki penyakit asam urat sangat dianjurkan untuk membatasi konsumi daging sata perayaan Idul Adha. Selain itu, konsumsi jeroan hewan kurban juga sebaiknya Anda hindari.

Seperti yang telah kita ketahui, daging merah memiliki kandungan lemak jenuh dan kolesterol jahat yang dapat memicu risiko gangguan jantung dan pembuluh darah, jika Anda mengonsumsinya secara berlebihan. Tentunya Anda tidak ingin kan muncul gangguan kesehatan di tubuh Anda setelah merayakan Idul Adha?

Menurut ahli gizi Universitas Airlangga (UNAIR), Lailatul Muniroh, S.KM, M.Kes, mengonsumsi daging secara berlebihan dapat memicu naiknya kolesterol dalam darah. Menurutnya, perlu dilakukan langkah preventif dan beberapa hal agar dapatmenurunkan kolesterol setelah Idul Adha. Dikutip dari laman resmi kampus Unair (2022).

Lebih lanjut, Lailatul menuturkan 3 tips untuk mengelola kadar kolesterol setelah Idul Adha. Apa saja? Mari kita simak bersama.

  1. Perbanyak konsumsi buah dan sayur atau makanan yang tinggi serat

Langkah pencegahan pertama adalah dengan mengonsumi banyak sayur dan buah yang memiliki serat tinggi. Contohnya seperi pisang, apel, jeruk wortel, dan brokoli. Selain itu, konsumsi sayur dari jenis kacang-kacangan seperti kacang polong dan buncis juga dapat embantu manurunkan kadar kolesterol.

 

  1. Kurangi makanan yang mengandung lemak yang tinggi

Langkah pencegahan selanjutnya adalah dengan mengurangi konsumsi makanan yang mengandung lemak yang sangat tinggi. Pilihlah makanan yang rendah lemak seperti, ikan, putih telur, daging sapi tanpa lemak, tahu, tempe, kacang-kacangan dan lain sebagainya. Tak lupa juga kurangi mengolah makanan dengan cara digoreng.

 

  1. Rutin olahraga dan sarapan dengan pengganti nasi

Langkah terakhir berikut dapat dilakukan untuk mencegah naiknya kadar kolesterol dalam darah yaitu dengan konsumsi makanan pengganti nasi seperti oatmeal. Oatmeal kaya akan nutrisi dan sumber serat larut yang akan menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Selain itu, oatmeal juga dapat menurunkan resiko penyakit jantung. Tak lupa untuk rutin olahraga untuk basmi kolesterol jahat.

“Hidup sehat, bebas kolesterol jahat”

Selain itu, agar dapat mengurangi resiko penyakit yang ditimbulkan setelah Idul Adha, langkah terbaik yang bisa kita lakukan adalah dengan melakukan medical check up. Medical check up merupakan upaya yang dapat membantu sahabat ortho semua agar bisa mengetahui kondisi tubuh kita secara menyeluruh dan potensi penyakit yang kemungkinan menjangkit tubuh tanpa menimbulkan gejala. Melalui medical check up, kita akan dilakukan skrinning faktor-faktor risiko yang menyebabkan gangguan pada fungsi tubuh kita agar dapat dilakukan pencegahan lebih dini. Dengan begitu penyakit tidak akan berkembang kearah yang lebih serius hingga berakibat fatal di kemudian hari.

Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi Surabaya menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan (Medical Check Up) bagi sahabat ortho semua. Yuk segera periksakan diri anda dan pastikan tubuh kita tetap sehat dan bugar setelah Idul Adha.

Poli Orthopedi dan Traumatologi Sakit Orthopedi dan Traumatologi Surabaya buka setiap hari (Senin – Minggu), tanggal merah TETAP BUKA.

IGD, Ambulance, Farmasi, Radiologi, Laboratorium 24 Jam.

Informasi dan pendaftaran :

(031) 574 31 574 / 574 31 299
Whatsapp 0813 3662 1957 / 0813 3787 3131

IGD dan Ambulance :

(031 574 31 574 / 574 31 299 ext 118

Whatsapp 0823 3765 5500

RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya
– Your Bone and Joint Solution –

References :

DetikEdu. Tips Kelola Kadar Kolesterol Usai Idul Adha. Diakses 2022

Healthline. Best Diet for Gout. Diakses 2022

UNAIR. Ahli Gizi Unair Bagi Tips atasi Kolesterol Tinggi saat Idul Adha. Diakses 2022

Images :

Freepik.com


Cover-Artikel-500x500-1.jpg

Sahabat Ortho, tahukah kamu jika melakukan medical check up setelah lebaran sangat penting untuk dilakukan?

Perlu diketahui, sebenarnya saat puasa adalah saat yang baik untuk melakukaan pengontrolan gula darah dan tekanan darah bagi penderita diabetes dan hipertensi. Namun saat lebaran tiba, tubuh kita dikagetkan dengan banyaknya makanan yang umumnya mengandung lemak dan gula yang tinggi.

Lepasnya kontrol diri terhadap makanan ditambah dengan banyakanya makanan yang mengandung gula dan lemak yang tinggi membuat seseorang sangat rentan terkena penyakit metabolic seperti diabetes, hipertensi, peningkatan kadar kolesterol dalam darah, serangan jantung secara tiba-tiba hingga gangguan pada ginjal.

Selain itu bagi pasien penderita diabetes atau hipertensi kesibukan merayakan lebaran itu sendiri menyebabkan pasien melupakan kewajiban minum obat untuk mengontrol penyakitnya.

Lalu, bagaimana cara mencegah hal tersebut?

Agar dapat mengurangi resiko penyakit yang ditimbulkan setelah lebaran, langkah terbaik yang bisa kita lakukan adalah dengan melakukan medical check up. Medical check up merupakan upaya yang dapat membantu sahabat ortho semua agar bisa mengetahui kondisi tubuh kita secara menyeluruh dan potensi penyakit yang kemungkinan menjangkit tubuh tanpa menimbulkan gejala. Melalui medical check up, kita akan dilakukan skrinning faktor-faktor risiko yang menyebabkan gangguan pada fungsi tubuh kita agar dapat dilakukan pencegahan lebih dini. Dengan begitu penyakit tidak akan berkembang kearah yang lebih serius hingga berakibat fatal di kemudian hari.

Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi Surabaya menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan (Medical Check Up) bagi sahabat ortho semua. Yuk segera periksakan diri anda dan pastikan tubuh kita tetap sehat dan bugar setelah lebaran.

Informasi dan Pendaftaran :

(031) 574 31 574 / 574 31 299

Whatsapp 0813 3662 1957 / 0813 3787 3131

IGD        :
(031) 574 31 574 /574 31 299 EXT 118

Whatsapp 0823 3765 5500


close-up-omicron-cells-1200x854.jpg

Omicron termasuk varian baru yang pertama kali teridentifikasi di Afrika Selatan akhir 2021. Jika dibandingkan dengan varian asli COVID-19 maupun Delta, Omicron terbilang signifikan dari sisi penularannya. Bahkan, penelitian membuktikan bahwa varian Omicron 5 kali lebih menular dibandingkan Delta.

Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban menegaskan, virus SARS-COV-2 varian omicron tidak menimbulkan gejala seberat varian asli Covid-19 dan varian Delta. Meski demikian, virus ini tetap berbahaya.

APAKAH VIRUS COVID-19 VARIAN OMICRON BERBAHAYA?

Jika dilihat dari gejalanya, varian Omicron tidak separah varian Delta. Sebagian besar pasien Omicron sudah tidak mengalami gejala hilangnya indera penciuman (anosmia).  Meski begitu, orang yang tidak divaksinasi dan orang yang masih memiliki penyakit penyerta yang parah mungkin mengalami risiko yang jauh lebih tinggi.

Berkurangnya gejala dan tingkat kematian pasien yang terpapar virus Covid-19 varian omicron ini kemungkinan dikarenakan sebagian besar penduduk atau masyarakat sudah berhasil melakukan vaksinasi Covid-19 hingga dosis kedua bahkan sudah ada yang mendapatkan vaksin dosis ketiga atau vaksin booster. Bagi masyarakat yang belum mendapatkan vaksin dosis ketiga, sebaiknya melakukan vaksin ketiga (booster) jika sudah memenuhi syarat atau sesuai dengan rekomendasi dokter.

APA SAJA GEJALA VIRUS COVID-19 VARIAN OMICRON? 

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gejala virus Covid-19 varian Omicron ini hampir mirip dengan varian yang sebelumnya yaitu varian virus Covid-19 asli dan varian Delta namun untuk varian ini cenderung lebih ringan.

Berikut beberapa gejala yang paling umum :

  1. Batuk
  2. Pilek dan hidung tersumbat
  3. Rasa Lelah
  4. Sakit diseluruh tubuh
  5. Nyeri sendi
  6. Sakit tenggorokan
  7. Sakit kepala
  8. Diare
  9. Sebagian mengalami kehilangan penciuman (Anosmia), tetapi sebagian lagi tidak mengalaminya

Jika anda, keluarga atau kerabat terdekat anda mengalami salah satu atau lebih gejala diatas atau kontak erat dengan pasien yang memiliki hasil positif, segera lakukan tes pemeriksaan Covid-19 ya!

Deteksi virus Covid-19 bisa dideteksi dengan melakukan tes Polymerase Chain Reaction (PCR). Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi Surabaya juga menyediakan layanan test COVID-19 mulai dari Swab Antigen hingga PCR. Bagi anda yang memiliki gejala yang mengarah ke omicron, yuk segera lakukan serangkaian test agar tidak menularkannya ke keluarga tercinta.

Jika ternyata setelah melakukan test hasilnya adalah positif, segera lakukan karantina dan isolasi mandiri ya!

Jangan lupa untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dimanapun anda berada. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan hindari tempat keramaian agar anda dan keluarga terhindar dari penularan virus Covid-19.

 

Informasi Pendaftaran :

ORTHOPEDI & TRAUMATOLOGI SURABAYA
JL. Emerald Mansion TX 10, Citraland – Surabaya
(031) 57431574 / 57431299

Whatsapp 0813 3662 1957 / 0813 3787 3131
IGD : 082337655500 ext 118

Jangan lupa memakai masker medis dan faceshield setiap kedatangan ke RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya.

 

Referensi :

https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/symptoms-testing/symptoms.html

How bad is Omicron? What scientists know so far (2021), from :   https://www.nature.com/articles/d41586-021-03614-z

Gambar :

https://www.freepik.com/photos/covid-omicron


usus-buntu-5.jpg

#Sahabat Ortho,

Jangan abaikan rasa nyeri yang muncul pada bagian perut bawah bagian kanan. Kondisi ini bisa menjadi tanda Anda mengalami usus buntu apalagi jika disertai dengan gejala lain, seperti mual dan muntah setelah nyeri perut, demam, hingga sulit membuang gas dari dalam perut.

Radang usus buntu atau dalam bahasa medis dikenal dengan Apendisitis, adalah peradangan usus buntu, dimana terdapat sebuah kantong berbentuk jari yang menonjol dari usus besar di sisi kanan bawah perut. Radang usus buntu menyebabkan nyeri di perut kanan bawah. Namun, pada kebanyakan orang, nyeri dimulai di sekitar pusar dan kemudian menyebar secara bertahap, seperti nyeri tumpul, lalu kram, dan berakhir nyeri di seluruh perut.

 

Penyebab Usus Buntu

Banyak beredar kabar usus buntu disebabkan oleh terlalu sering mengonsumsi makanan pedas? Nyatanya, hal tersebut hanyalah mitos. Makanan pedas bukan menjadi penyebab seseorang mengalami usus buntu. Penyebab dari usus buntu adalah penyumbatan pada lapisan usus buntu yang menyebabkan infeksi kemungkinan merupakan penyebab radang usus buntu. Bakteri berkembang biak dengan cepat, menyebabkan usus buntu meradang, bengkak dan berisi nanah. Jika tidak segera ditangani, usus buntu bisa pecah dan mengakibatkan keparahan pada seseorang.

Terdapat beberapa faktor penyebab seseorang mengalami penyakit usus buntu, yaitu:

  1. Hambatan pada pintu rongga apendiks.
  2. Penebalan atau pembengkakan jaringan dinding usus buntu akibat adanya infeksi di saluran pencernaan atau di bagian tubuh lainnya.
  3. Kondisi medis tertentu, seperti tumor pada perut atau inflammatory bowel disease.
  4. Tinja atau pertumbuhan parasit yang dapat menyumbat lumen usus buntu Anda.
  5. Trauma atau terjadi cedera pada perut Anda.
  6. Memiliki penyakit infeksi cacing (cacingan).

 

Gejala Usus Buntu yang Perlu Diwaspadai

Sangat perlu bagi kita untuk mengetahui beberapa gejala usus buntu. Gejala yang paling umum muncul adalah nyeri pada perut kanan bawah. Berikut ini gejala yang perlu diwaspadai jika terindikasi usus buntu :

  • Nyeri timbul secara tiba-tiba pada perut bagian kanan bawah dan bisa dirasakan hingga bagian pusar.
  • Nyeri bertambah buruk disaat Anda bergerak, menarik nafas dalam-dalam, batuk maupun bersin.
  • Mual dan muntah.
  • Kehilangan selera makan.
  • Demam ringan tetapi dapat memburuk seiring perkembangan penyakit tersebut.
  • Sembelit atau diare.
  • Tidak dapat mengeluarkan gas.
  • Terjadi pembengkakan pada perut anda.
  • Ketidaknyamanan pada saat melakukan buang air besar.
  • Perut terasa kembung.

Pengobatan usus buntu biasanya dengan melakukan operasi pengangkatan usus buntu atau yang dikenal dengan istilah Apendektomi. Sebelum operasi dilakukan, penderita biasanya akan diberikan obat antibiotik terlebih dahulu untuk mencegah terjadinya infeksi, terutama pada usus buntu yang belum pecah, tetapi sudah terbentuk abses (sekumpulan nanah yang terkumpul di satu titik tertentu). Sedangkan pada usus buntu yang ringan, pemberian antibiotik saja sudah cukup untuk mengatasi peradangan tersebut.

 

Kapan harus ke dokter

Jika Anda atau anak Anda memiliki tanda atau gejala tersebut dan terasa sangat mengkhawatirkan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter karena sakit perut yang parah membutuhkan perhatian medis sesegera mungkin. Dokter akan membantu mencari penyebab penyakit Anda dan dilakukan tindakan sesuai kondisi yang Anda rasakan. Bila ingin konsultasi lebih lanjut terkait keluhan yang Anda Rasakan, Sahabat Ortho bisa datang untuk konsultasi dengan dokter spesialis Bedah di Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi Surabaya.

 

Informasi Pendaftaran :

RS. ORTHOPEDI & TRAUMATOLOGI SURABAYA
JL. Emerald Mansion TX 10, Citraland – Surabaya
(031) 57431574 / 57431299
IGD : 082337655500 ext 118

 

 

Referensi:

https://www.webmd.com/digestive-disorders/digestive-diseases-appendicitis

https://www.healthline.com/health/appendicitis

Radang usus buntu. Institut Nasional Diabetes dan Penyakit Pencernaan dan Ginjal. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/appendicitis. Diakses 8 Mei 2019.

https://www.halodoc.com/artikel/bukan-karena-makanan-pedas-ini-penyebab-usus-buntu

https://www.ayojakarta.com/read/2020/02/05/11577/bukan-sakit-perut-biasa-kenali-gejala-radang-usus-buntu

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/appendicitis/symptoms-causes/syc-20369543

 


041929500_1535008301-Anda-Kram-Otot-Seperti-yang-Dialami-Anthony-Ginting-Ini-Solusinya-By-Maridav-Shutterstock.jpg

Sebagian besar orang mungkin pernah atau paling tidak familiar dengan istilah kram otot. Apa sebenarnya yang terjadi pada saat kita mengalami kram otot? Apa penyebabnya? Dan bagaimana penanganan yang tepat?

Kram otot merupakan sebuah kondisi dimana otot mengalami kopntraksi kuat atau mengencang dan umumnya terjadi secara tiba-tiba, berlangsung dalam hitungan detik atau menit, dan menimbulkan rasa sakit atau nyeri pada bagian yang mengalami kram.

Kram merupakan salah satu cara tubuh kita untuk berkomunikasi dan memberikan sinyal bahwa kita sedang mengalami situasi kritis atau non-kritis sehingga kita dapat mengambil tindakan pencegahan.

Salah satu hal yang sering menjadi pencetus kram adalah olahraha dengan intensitas yang sangat tinggi atau overused atau tanpa melakukan pemanasan dan pendinginan dengan baik, melakukan gerakan yang salah, dehidrasi, dan kekurangan elektrolit. Selain itu, ada hal-hal lain yang juga bisa menjadi penyebab kram, yakni bertahan dalam posisi tertentu dalam waktu yang cukup lama atau juga bisa disebabkan oleh cuaca panas yang ekstrim. Kram juga bisa jadi merupakan sinyal bahwa tubuh kita sedang kekurangan kalsium atau hipokalsemia. Namun, pada beberapa kasus kram juga tergolong dalam kasus idiopatik atau tidak diketahui penyebabnya.

Secara medis, kram timbul karena beberapa hal, diantaranya adalah pasokan darah yang tidak memadai, dimana terjadi penyempitan pembuluh darah yang sehingga menganggu distribusi atau aliran darah ke area tertentu. Hal ini umum terjadi pada betis atau kaki ketika sedang melakukan olahraga. itu sebabnya, kram ini biasanya akan hilang setelah berhenti melakukan olahraga.

Selain itu, kram juga disebabkan oleh kompresif tulang saraf di tulang belakang (lumbar stenosis) yang kemudian menyebabkan kram di kaki. Kram jenis ini biasanya akan memburuk ketika kita berjalan dalam waktu yang lama. Dalam kondisi ini, berjalan dalam posisi agak membungkuk seperti gerakan mendorong kereta belanja, dapat meperingan kondisi kram.

PERHATIKAN FAKTOR RESIKO KRAM

Seperti yang telah dijelaskan, kram dapat ditimbulkan oleh bberapa sebab. Namun, di luar itu ada beberapa faktor yang memperkuat risiko terjadinya kram. Yang pertama adalah dehidrasi. Faktor ini seringkali dialami oleh para atlet atau olahragawan yang melakukan olahraga berat dalam waktu yang cukup lama, apalagi dalam cuaca yang panas.

Kedua, faktor usia juga memperbesar risiko terjadinya kram. Hal ini disebabkan karena makin lanjut usia seseorang, maka massa ototnya juga akan semakin lemah. Hal tersebut kemudian menyebabkan otot menjadi lebih mudah mengalami stress dan mempermudah terjadinya kram.

Faktor lain yang memperbesar risiko terjadinya kram otot adalah kehamilan, yang disebabkan oleh beberapa hal, seperti kurangnya supan mineral atau tekanan otot peredaran darah kaki yang menuju jantung dansaraf di sekitar kaki, akibat membesarnya Rahim dan perut. Kram pada ibu hamil juga sering terjadi karena terlalu lama berdiri, atau denga posisi kaki menyilang dalam waktu yang lama.

Faktor keempat yang menjadi faktor risiko terjadinya kram adalah karena kondisi gangguan medis yang serius. Sebab, boleh jadi terjadinya kram juga merupakan sinyal dari tubuh bahwa kita sedang mengalami gangguan kesehatan yang cukup serius, seperti diabetes, gangguan saraf, hati dan tiroid.

PENANGANAN

Pada umumnya, kram bisa bisa diatasi dengan penanganan yang sederhana, utamanya jika kita telah mengetahui faktor risiko dan penyebab kram yang kita alami. Jika kram tersebut disebabkan oleh karena intensitas olahraga yang kita lakukan secara berlebihan, maka langkah penanganan paling mudah adalah berhenti berolahraga dan beristirahat.

Yang juga tak kalah penting adalah bersikap tenang, karena panik dan sibuk menggerak-gerakan bagian tubuh yang kram justru akan membuat otot semakin sakit. setelah tenang, kita dapat melakukan pergangan otot. Jika yang mengalami kram adalah bagian kaki, usahakan untuk meluruskan kaki dalam posisi normal. Jika kram tidak terlalu parah, umumnya otot dapat “menyembuhkan dirinya sendiri”. Pastikan bahwa anda beristirahat dan tidak melanjutkan aktifitas, seperti berjalan atau berolahraga. Biarkan otot-otot beristirahat dan pulih sebelum melakukan aktivitas kembali.

Cara lain yang dapat dilakukan adalah mengompres bagian yang mengalami kram dengan menggunakan air dingin dengan media handuk atau sesuatu yang dingin yang dapt ditempelkan di bagian yang mengalami kram. Bagi yang mengalami kram karena dehidrasi, minum air putih bisa jadi cara yang baik untuk meredakan kram.

Pada kondisi yang serius, kram merupakan sinyal bahwa tubuh mengalami gangguan kesehatan lainnya, kita memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter. Dimana dokter kan menanyakan gejala lain seperti mati rasa, bengkak, dll. Pada umumnya, dokter akan melakukan pemeriksaan tes darah, tes urin dll untuk memastikan penyebab kram yang dialami.


unnamed-1.jpg

Tulang yang sedang dalam masa pertembuhan serta energi yang besar membuat anak – anak kerap mengalami patah tulang. Tahukah anda bahwa penangannan patah tulang yang tidak tepat resiko membuat anak cacat? Dr Komang Agung.,Sp.Ot (K) mengulasnya untuk anda.  

Menurut data Rumah Sakit  Orthopedi Traumatologi (RSOT) Surabaya, pasien patah tulang pada anak cenderung meningkat pada masa liburan sekolah. Kasusnya biasanya adalah patah tulang pada alat gerak atas, yaitu bagian siku, lengan bawah, dan selangka (tulang bahu). Umumnya, terjadi saat anak- anak tersebut bermain.

Tulang anak- anak sama seperti ranting pohon yang masih muda patah jika diberikan beban yang lebih berat. Lain halnya dengan ranting pohon yang telah berumur puluhan tahun. kabar baiknyya adalah, tulang anak- anak juga memiliki proses penyembuhan yang cepat di bandingkan tulang dewasa.

“Jika di tangani dengan baik dan tepat, patah tulang pada anak dapat sembuh dalam waktu tiga minggu saja,’’jelas dr Komang. ”Sebaiknya, jika terlambat di tangani, maka anak akan mengalami kecacatan seperti gangguan fungsi gerak, alat gerak mengecil, dan gangguan pertumbuhan.’’

Untuk itulah Dr Komang menghimbau agar para orang tua tidak menyepelekan patah tulang anak-anak mereka. Hal pertama yang harus dilakukan jika anak mengalami patah tulang adalah memasang spalk ( bidai/gendongan) pada area tulang yang patah, kemudian segera mencari dokter.

Penanganan dokter sesegera mungkin sangat penting mengingat kondisi patah tulang berbeda-beda, sehingga di perlukan penanganan tepat sesui kondisi patah tulang. Untuk kasus patah tulang yang tidak parah diperlukan imobilisasi dengan gips, berbeda dengan patah tulang kondisi tulang bergeser dengan patah dimana perlu dilakukan perbaikan dengan menggunakan pen atau kawat.

“Ada juga kondisi patah tulang gawat darurat. Patah tulang terbukanya msalnya,ketika ada luka dan darah,sebaiknya segera mencari dokter karena patah tulang berhubungan dengan udara luar, dan mengingatkan resiko infeksi.’jelas dr komang. ”Kondisi lain adalah patah tulang yang disertai dengan keluarnya stuktur sendi dari tempat normal. Kenapa gawat darurat? Karena kalau tidak segera ditangani semdi jadi lengket semua dan anak kecil bisa cacat. ‘’

Selain itu juga terdapat patah tulang dengan gangguan saraf dan pembuluh darah. Di RSOT, Penanganan patah tulang dilakukan dengan cepat dan tepat, pasien juga tidak perlu menunggu. Bukan hanya itu saja RSOT mengerti bahwa infeksi dapat berisiko terhadap pasien sehingga RSOT Menyediakan tiga ruang operasi yang berbeda sesuai kondisi pasien. ”RSOT Didekasikan untuk kelainan tulang dan sendi dengan sefty sebagai prioritas kami,’’ujar dr Komang. Dengan prosentase penanganan  99% sempurna, RSOT memiliki UGD 24 Jam dengan dokter jaga 24 jam. Jika kondisi patah tulang diperlukan perbaikan dengan menggunakan implant terbaik bekerjasama dengan perusahaan jerman dan swiss sehingga kesembuhan pasien lebih terjamin lebih cepat.

Bidai Pada Anak

220px-Osteoporosis_Locations.png

Selama ini  osteoporosis identik dengan orang tua. Faktanya, pengoroposan tulang padat menyerang siapa saja, termasuk mereka yang berusia muda. Penelitian Internasional Osteoporosis Foundation (IOF) menggunakan, satu dari empat wanita Indonesia dengan rentang usia 50-80 tahun memiliki resiko osteoporosis. Dan, resiko wanita empat kalo lebih tinggi di bandingkan laki-laki.

APA ITU OSTEOPOROSIS ?

Osteoporosis adalah kondisi berkurangnya massa tulang dan gangguan stuktur tulang, sehingga menyebabkan tulang menjadi patah.

Masa tulang manusia di pengaruhui oleh faktor ginetik dengan kontribusi dari nutrisi, keadaan endokrin, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan saat masa pertumbuhan. Proses pembentukan tulang dengan memilihara kesehatan tulang dapat dikatagorikan sebagai program pencegahan,yang secara kontinyu mengganti tulang yang lama dengan tulang yang baru.

Kehilangan massa tulang menjadi saat keseimbangan proses pembentukan tulang terganggu,sehingga penyerapan tulang lebih banyak dari perpembentukan tulang baru. Ketidakseimbangan ini biasanya terjadi padaaaa orang lanjut yang mengalami emepouse. Kehilangan massa tulang dapat mengubah mikro-arsitek jaringan tulang dan mengingatkan resiko patah tulang.  

PENYEBAB OSTEOPOROSIS

Usia, Jenis kelamin dan ras merupakan faktor penentu utama dari massa tulang dan resiko patah tulang. Osteoporosis dapat juga terjadi pada orang lanjut usia.

Selama masa anak-anak dan dewasa muda, pembentukan tulang jauh lebih cepat di bandingkan dengan kerusukan tulang. Titik puncak massa tulang tercapai pada usia sekitar 30 tahun, dan setelah itu mekanisme resorfasi tulang menjadi lebih jauh cepat di bandingkan dengan pembentukan tulang. Penurunan  massa tulang yang cepat akan menyebabkan kerusakan pada mikroastitektur tulang khususnya pada tulang trabecular.

GEJALA

Penyakit Osteoporosis di juluki sebagai silent Epidemic Disaese, Karena menyerang secara diam-diam, tanpa adanya tanda-tanda khusus,sampai terjadi patah tulang. Osteoporosis juga dapat terjadi pada anak-anak yang disebut Juveline Idiopatic Osteoporosis dan belum diketahui sebabnya.

FAKTOR-FAKTOR RESIKO

Faktor resiko seseorang untuk mengalami osteoporosis yang tidak dapat diubah antara lain,jenis kelamin (Wanita lebih resiko mengidap osteoporosis di bandingkan pria), riwayat keluarga,gangguan hormonal dan ras.

PENCEGAHAN

OSTEOPOROSIS sebenarnya dapat dicegah sejak dini dengan membudayakan perilaku hidup sehat,yaitu mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang yang memenuhui kebutuhan nutrisi dengan unsur kaya serat,rendah lemak, dan kaya kalsium(1000-1200 mg kalsium perhari ). Berolahraga secara teratur,tidak merokok,dan tidak mengkonsumsi minuman berakhohol.

OSTEOPOROSIS

kyphoplasty-carolinasportsandspine.jpg

Fraktur kompresi atau patah tulang belakang adalah salah satu jenis patah tulang yang kerapkali terjadi pada penderita osteoporosis. Salah satu metode penanganan terbaik untuk faktur krompesi adalah dengan teknik kifoplasty. Bagaimana mekanisme penangannya ?

Teknologi kedokteran terus bergerak dinamis mengikuti perkembangan dan kebutuhan penangan yang lebih baik. Pada kasus-kasus terdahulu,pasien fraktur kompresi atau patah tulang belakangan umumnya akan ditangani dengan pemberian analgetik atau obat nyeri punggung,penggunaan brace/korset,hingga tirah baring lama. Hal tersebut dilakukan karena pasien fraktur kompresi akan mengalami rasa nyeri yang hebat dan jeklas mengganggu aktifitas.

Namun, Tetapi konvensional atau non-operatif seperti di atas membutuhkan waktu yang cukup panjang, dan pada beberapa kasus tergolong tidak efektif karena tidak membuahkan hasil seperti yang di harapkan. Kemudian munculah teknologi baru untuk mengatasi fraktur kompresi tersebut,yakni vertebroplasty dan kipoplasty yang merupakan tindakan mengoreksi deformatis dan mengembalikan bentuk tulang belakang. Secara umum, veterboplasty dan kifoplasty adalah tindakan menyuntikan fraktur untuk mengembalikan bentuknya.

Bedanya kifoplasty melibatkan penggunaan balon khusus untuk memberikan ruang pada tulang belakang yang kolpas akibat fraktur kompesi dan kemudian mengisi denagn semen tulang. Balon tersebut berfungsi agar semen yang di suntikan tidak melumer kebagian lain yang tidak diperlukan.

“Pasien diminta untuk berbaring terlentang selama satu hingga 2 jam setelah tindakan dan akan membutuhkan waktu selama 24 jam untuk memberikan waktu agar semen mengeras.”terang dr Carlos Gracis Binti,Sp.OT (K).”Rata – rata pasien yang menjalani kifoplasty akan mengalami penurunan rasa nyeri hingga 90 persen,hanya dalam waktu 1-2 hari pasca operasi.”

Dilanjutkan oleh dr Carlos, kipoplasty merupakan teknik terbaru  dalam penanganan fkatrur kompresi  atau patah tulang belakang. Tindakan ini dapat dilakukan di rumah sakit yang memiliki fasiliitas lengkap dan memadai untuk operasi tulang belakang, seperti rumah sakit kami sangat di rekomendasikan tindakan seperti ini dilakukan oleh dokter bedah tulang dengan sub-spesialis tulang belakang(spine)

GUNAKAN HIDROKSIAPATIT UNTUK PENGGANTI SEMEN TULANG

Teknologi kedokteran untuk penanganan fraktur kompesi atau patah tulang belakang tak hanya berhenti pada teknis kifoplasty yang menggunakan balon  kusus agar semen tak muleber. Namun,material yang di suntikan untuk mengeroksi deformitas atau mengembalikan bentuk tulang juga menjadi concerm para ahli spine dan tulang belakang.

Seperti yang juga disampaikan oleh dr.Carlos dihadapan ahli spine dari seluruh negara asia pacific pada acara pacific Asia Spine Sociatey minimal Invasife Surgery(PASSMIS 2016) Dibali. Kini para dokter spine mulai menggunakan material hidrokspait yang memiliki banyak keunggulan sebagai material untuk mengisi tulang belakang, dibandingkan semen tulang. “HIDROSIAPKIIT ini belum banyak dipakai dan baru digunakan oleh beberapa ahli spine di beberapa spine center seperti jepang dan beberapa negara lainnya. Namun, penggunakan hidroeksiapatit dan memberikan hasil yang baik pada pasien fraktur kompresi. ”Material hidrosiapatit ini lebih menyerupai tulang. Hingga saat ini, para ahli spine terus melakukan proses untuk mencari material yang paling baik untuk tulang belakang. Dan sampai saat ini, komposisi hidroksiapatit ini yang paling mirip dengan tulang,’’terang dr Carlos.

Kyphoplasty

Copyright by Surabaya Orthopedi 2021

WhatsApp Live Chat