Please wait...

WhatsApp-Image-2021-05-17-at-10.19.11.jpeg

RSOT Surabaya Proudly Present:
MRI OF WEIGHT BEARING & DYNAMIC ACTUAL MOVEMENT
“An Ideal Musculosceletal Imaging”
Diagnostic Breakthrough for Joint, Spine, and Sport Injury

Narasumber :
1. Dr. Komang Agung Irianto, dr., Sp.OT (K) Spine (RSOT Surabaya)
2. Dr. Rosy Setiawati, dr. Sp.Rad (K) MSK, CCD (RSOT Surabaya)
3. Prof Mikael Boesen, MD. PhD (Esaote)

Moderator :
Giacomo Pedretti (Esaote)

Pelaksanaan :
Jumat, 4 Juni 2021
Pkl 18.30 s/d 21.15 WIB
Melalui : Go to Webinar

Registrasi :
https://bit.ly/webinarilmiahrsot
atau scan barcode pada gambar

Contact Person :
Ns. Elya Puji Rahayu, S.Kep (0857-8591-8206)

Fasilitas :
E-Certificate
3 SKP IDI
Materi
GRATIS !


menyiasati-tumbuh-kembang-anak_m_5552.jpeg

Bagi setiap orang tua,tumbuh kembang sang buah hati selalu menjadi momen yang sangat dinanti. Setiap detail perubahan kemauan kognitif mulai merangkak,berjalan,atau pertumbuhan fisik dari tinggi badan dan berat badan menjadi saat yang membahagiakan. Pertanyaannya,pada umur anak anda sekarang,normalkah tingkat tumbuh kembangnya?

Pada prisipnya, tumbuh kembang anak dapat dibagi menjadi dua,yang pertama adalah ukuran tubuh dan yang kedua adalah yang berkaitan dengan kemampuan kognitif sang anak.

Dari sisi ukuran fisik,kita dapat mrngetahui tumbuh kembang anak dari beberapa parameter, seperti pertumbuhan tinggi dan berat badan,jumlah gigi,lingkar kepala,lingkar dada dan beberapa hal lainnya. Sementara ditilik dari kemampuan koognitif,kita dapat mengukur dari kemampuan merangkak,berjalan,dan beberapa kemampuan lain yang berkaitan dengan saraf motorik lainnya.

“Kita dapat melihat skala perkembangan anak dengan parameter motorik  dasar,motorik halus,personal sosial,dan bahasanya,”ujar dr Haryson Tondy Winoto,MSi.Med.Sp.A ketika di temui majalah Orthocare di ruang prakteknya. “ Misalnya anak umur 3 bulan tapi belum bisa tengkurap. Kita perlu observasi apakah anak tersebut memiliki kelainan pada stuktur tulangnya,terlalu kurus dan gemuk,atau kemungkinan lainnya.”

Lebih lanjut dr Haryson  menjelaskan,pada orang tua hendaknya mengetahui apakah sang buah hati mengalami keterlambatan tumbuh kembang atau tida”jika memang dirasa ada keterlambatan tubuh kembang, misalnya belum bisa berjalan atau tidak bisa berbicara dengan baik dan lancar pada umur-umur yang semestinya sudah bisa,segera konsultasikan ke dokter untuk diagnosa penyebabnya.”tegas dr Haryson.” Kebanyakan orang tua biasanya cenderung menunggu jika mengetahui keterlambatan tumbuh kembang anaknya,atau ada yang mungkin merasa malu untuk mengkonsultasikan. Kalau sudah parah baru di bawa ke dokter.”

Kalau kebanyakan orang tua mengeluhkan keterlambatan tumbuh kembang anak,adakah anak yang tumbuh kembang dan berkembang lebih cepat dari waktunya? Menurut dr.Haryson, hal tersebut bisa saja terjadi. Namun sepanjang tidak mengganggu stuktur orangnya, hal tersebut tidak perlu terlalu di khawatirkan.” Yang menjadi salah satu, misalnya kita ambil contoh yang ekstrim, umur 3 bulan sudah bisa berdiri, itu kan sangat ekstrim. Kita khawatirkan justru stuktur tulangnya belum sempurna sehingga belom bisa menopang berat tubuh. yang di khawatirkan tulangnya akan malah bermasalah dalam waktu panjang.

PENTINGNYA STIMULASI DARI ORANG TUA

Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya tunbuh dan berkembang secara sempurna. Untuk itu banyak cara  dilakukan, termasuk salah satunya memberikan berbagai suplemen yang di percaya dapat membantu tumbuh kembang sang buah hati.

Menurut dr.Haryson, memberikan suplemen kepada anak dapat di lakukan sepanjang tidak terlalu berlebihan. Namun, dr Haryson mengingatkan,stimulus yang di berikan oleh orang tua jauh lebih penting di bandingkan dengan memberikan suplemen.

“Stimulasi yang di berikan orang tua sejak dari bayi lahir sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang anak. Terumata ASI yang paling bagus untuk bayi, tapi juga mendekatkan hubungan ibu dengan anaknya.’ujarnya. “Bisa juga misalnya dengan pijat bayi yang dapat melatih gerakan motorik  anak.”

Lebih jauh  dr Haryson juga menekankan pentingnya peran orang tua untuk terus mendampingi tumbuh kembang anak. Kesibukan para orang tua dan teknologi kerap menjadi masalah tersediri.

“Dampingi anak saat menonto TV sembari di beri pengertian mengenai acara yang iya tonton akan sangat baik untuk  tumbuh kembangnya. Usahakan anak jangan terlalu sering main game,karena anak membuat emosi anak cenderung tidak stabil dan mudah marah .’’ tutupnya.

Pentingnya Stimulasi Dari Orangtua

IMG_2923-1200x800.jpg

Dispilin ilmu radiologi adalah “saudara dekat” bagi banyak disiplin ilmu kedokteran lainnya, termasuk kedokteran tulang, sendi, dan jaringan di sekitarnya. Dengan bantuan teknologi radiologi terkini seperti yang ada di Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi (RSOT) Surabaya, dokter dapat membuat diagnosa terhadap penyakit dengan lebih tepat, sehingga penanganannya pun dapat dilakukan dengan lebih efektif.

Salah satu masalah yang berhubungan dengan tulang, sendi, dan jaringan sekitarnya yang banyak diderita masyarakat adalah gangguan muskuloskeletal, yakni sebuah kondisi yang mengganggu fungsi sendi, ligamen, otot, saraf dan tendon, serta tulang belakang.

Pada penanganannya, dokter memerlukan pemeriksaan penunjang untuk memastikan kondisi pasien sehingga dapat melakukan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Pada konteks inilah radiologi memegang peranan penting, dimana terdapat berbagai teknologi radiologi yang dapat diterapkan untuk memeriksa lebih detail mengenai kondisi sendi, ligamen, otot, saraf, tendon, serta tulang belakang. “Pasien dengan nyeri bahu, misalnya. Dengan kasat mata, dokter tidak bisa tahu apakah itu robek atau radang saja. Nah di situlah pentingnya pemeriksaan radiologi, mulai dari rontgen, USG, CT Scan, hingga MRI,” ujar dr. Rosy Setiawati, Sp. Rad (K). “Memang tidak semua pasien dengan keluhan muskuloskeletal harus dilakukan pemeriksaan radiologi, karena setiap kasus memiliki indikasinya masing-masing, dan dokter memiliki pengalaman pemeriksaan. Tetapi pemeriksaan ini banyak digunakan untuk memastikan penyebab keluhan.”

Lebih lanjut dr. Rosy menuturkan, ada beberapa tingkatan pemeriksaan radiologi yang bisa dilakukan untuk membantu diagnosa pada keluhan muskuloskeletal. Salah satunya yang merupakan pemeriksaan standar adalah pemeriksaan rontgen. “Muskuloskeletal itu berkaitan dengan tulang, jadi tulangnya harus dipastikan baik-baik saja terlebih dahulu. Jika tidak apa-apa tapi masih bengkak, misalnya, harus cari tahu lagi dengan alat lain, ultrasound, CT Scan, MRI, hingga ditemukan masalahnya,” terang dr. Rosy.

Menurut dr. Rosy, memang terdapat banyak pemeriksaan radiologi yang bisa dilakukan berkaitan dengan masalah muskuloskeletal. Selain rontgen, salah satu alat yang bisa dipakai adalah ultrasonografi atau biasa disingkat dengan USG.

Teknik pemeriksaan USG memang bukan teknologi baru. Namun, seiring dengan perkembangannya, USG kini tidak hanya digunakan untuk melihat kondisi rahim pada ibu hamil atau organ-organ lainnya di dalam perut, tetapi juga dapat digunakan untuk memeriksa struktur jaringan yang berada di permukaan.

“Jadi USG yang bekerja dengan gelombang suara ini sekarang bukan hanya untuk ibu hamil saja. Tetapi yang berkaitan dengan tulang, otot, atau yang berhubungan dengan muskuloskeletal. Akurasinya cukup tinggi,” jelasnya. “Harga pemeriksaannya juga terjangkau, dan tidak memakan waktu lama, serta nilai diagnostiknya tinggi. Untuk rumah sakit pun menguntungkan, karena tidak perlu ruangan besar, bahkan sekarang monitornya bisa menggunakan layar handphone.”

dr. Rosy tidak menampik bahwa USG juga memiliki kelemahan, terutama untuk pemeriksaan pada bagian atau struktur jaringan yang dalam. Untuk itu, radiologi punya banyak pilihan, tergantung dengan kasus atau diagnosa awal dari dokter yang menangani.

“Ada tingkatannya, bisa cukup hanya dengan rontgen, USG, atau perlu CT Scan, MRI. Jadi kalau diperiksa dengan USG tidak tampak ada masalah, belum tentu memang tidak ada masalah. Jadi peran radiologi ini sangat penting dalam penentuan diagnosa dan tindakan selanjutnya yang akan dilakukan oleh dokter,” ujarnya.

Dokter yang fellowship khusus di muskuloskeletal di Singapura dan Italia ini juga menekankan pentingnya tenaga ahli dalam penerapan pemeriksaan radiologi. “Selain alat yang lengkap dan teknologi terkini seperti yang ada di RSOT, tenaga ahli juga sangat penting. Jadi bagaimana bidang radiologi yang penuh dengan teknologi alat ini dapat dioperasikan oleh ahlinya, sehingga menghasilkan diagnosa yang tepat,” tutupnya.

USG Muskuloskeletal oleh dr. Rosy, Sp.Rad


© 2021 PT. SURABAYA ORTHOPEDI AND TRAUMATOLOGY HOSPITAL. All Rights Reserved.

WhatsApp Live Chat