"> ORTHOPEDI SURABAYA – surabayaorthopedi – Your Bone and Joint Solutions

Please wait...



Blog

CLASSIC LIST

nyeri-pinggul.jpg

Pada dasarnya,dua faktor penyebab osteoarthritis atau pengapuran sendi, yang pertama adalah faktor dari dalam,dan lainnya yang berasal dari diri sendiri. Faktor-Faktor ini bersifat “given” dan tidak dapat di ubah.

Faktor yang kedua adalah faktor dari luar seperti berat badan,aktifitas fisik seperti olahraga berat,kerja berat yang bisa mempengaruhui”umur pakai sendi”. Hal lain yang termasuk dalam faktor dari luar ini misalnya kecelakaan,atau memiliki penyakit sendi lain,seperti asam urat atau rematik yang kemudian memicu terjadinya pengapuran sendi.

“Secara umum,wanita memiliki resiko dua kali lebih besar terkena pengapuran sendi,utamanya yang sudah di atas 60 tahun. Pertama karena wanita memiliki hormon estrogen, yang pada saat wanita memasuki masa menepouse,hormon tersebut turun drastis. Padah hormon ini adalah  hormon yang protektif melindungi sendi dan tulang,’’ujar dr Gede Chandra Sp.OT. ’’Oleh karena itu,begitu memasuki masa menepouse,wanita sangat rentan terhadap penyakit sendi dan tulang.”

Selain itu di tambahkan oleh Dr Gede Candra semasa hidupnya ,wanita lebih sering terpapar dengan peningkatan berat badan yang drastis. Misalnya saat hamil,dimana seorang wanita bisa mengalami kenaikan berat badan sekitar 15 kg- 20kg. “itu akan memberikan beban kepada sendi dan mengurangi umur pakai sendi,”terangnya.

Gejala awal yang bisanya menyertai pengapuran sendi,dimanapun tempatnya,baik itu pengapuran sendi lutut,tulang belakang,dan panggul adalah rasa nyeri. Gejala lainnya adalah kalau dan kesulitan melakukan aktifitas sehari-hari seperti bejalan,naik dan turun tangga,sholat dll. “Khususnya di sendi panggul di daerah lihat paha,sampai pantat bagian belakang, dan bisa juga menjalar sampai ke lutut,’’jelasnya. “Makanya kalau ada sakit di lutut,jangan lupa sendi di panggul,karena bisa jadi penjalaran dari sana.”

Para penderita pengapuran sendi panggul biasanya juga mengalami kesulitan melakukan aktifitas-aktifitas yang berhubngan dengan menekuk sendi panggul,misalnya duduk,naik tangga,sholat, dll dimana ada tekukan di bagian panggul dan saat ada beban berat ke sendi,misalnya loncat,turun tangga,dll

Untuk itu, Dr Chandra menunturkan, hal yang pertama bisa dilakukan oleh para penderita pengapuran sendi, termasuk, sendi panggul adalah mengurangi beban sendi, misalnya mengurangi berat badan atau aktifitas yang membebani sendi.”Misalnya biasanya suka aerobic, itu kan olahraga high impact untuk sendi panggul,jangan dilakukan lagi,”Ujarnya.

Di RSOT Surabaya,selalu dilakukan penangann multi modal approach. Penanganan pertama di lakukan dengan pemberian obat, kedua dengan fisioterapi, dan ketiga adalah occupational teraphy, yakni memodifikasicara berkerja dan beraktifitas pasien termasuk di dalamnya mengatur diet berat badan.”Pemberian obat sendiri ada obat oral hingga suntik,yakni penggunaan platet rich plasma yang menggunakan darah pasien itu sendiri.”terangnya.

Jika pendekatkan di atas dirasa tidak cukup membantu karena tingkat pengapuran sendi panggulnya sudah masuk dalam fase berat, diaman pasien mengalami nyeri hebat dan sangat menggangu aktifitas,seperti susah bergerak dan berjalan,barulah dilakukan operasi penggantian sendi.

Improvement yang bisa dihasilkan dengan operasi tergolong sangat dramastis. Pasien yang awalnya merasakan sangat sakit di bagian sendinya, sakitnya akan sangat berkurang sehingga aktifitas sehari-harinya bisa berjalan dengan baik lagi.”Memang biasanya kita lakukan pada pasien yang berusia di atas 60 tahun dengan kerusakan sendi yang berat. Prosesnya tidak terlalu lama hanya sekitar 90 menit, dengan masa recovery satu-dua bulan pasca operasi sudah bisa berjalan,”urai Dr Chandra. “Setelah enam bulan bisa olahraga ringan, seperti yoga ringan,jalan kaki, sepeda, renang,masih bisa.”

Kesimpulannya, pada pasien dengan kerusakan sendi berat,penggantian sendi dapat meningkatkan kembali kualitas hidup pasien,membuat pasien bisa melakukan aktifitas sehari-hari tanpa keluhan nyeri.

Pengapuran Sendi Panggul

097448500_1499922622-Ciri-Sakit-Pinggang-yang-Disebabkan-Batu-Ginjal.jpg

Masyarakat pada umunya mungkin berfikir bahwa tulang sendi hanya terjadi pada lutut,panggul, lengan,dsb. Padahal, tulang belakang juga memiliki persendian yang juga mengalami persendian yang juga dapat mengalami resiko osteoarthritis atau pengapuran. Penyebabnya pun hampir sama dengan penyebab osteoarthritis pada lutut dan panggul,dan dapat menyerang siapa saja, misalnya karena kegemukan, usia lebih dari 50 tahun,faktor keturunan, kelainan bentuk,riwayat trauma pada sendi dan pekerja berat.”Tulang belakang ini kan menanggung bedah tubuh, jadi kegemukan bisa jadi salah satu faktor pemicu terjadinya osteoarthritis  pada tulang belakang.’’Ujar Dr Carlos  Gracia Binti,Sp.OT (K) Ketika di temui majalah orthocare di ruang prakteknya di RSOT Surabaya.”Kurangnya exercise atau olahraga juga bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya osteoarthritis pada sendi tulang belakang. “

Penderita pengapuran sendi tulang belakang,menurut Dr Carlos,Biasanya mengalami gejala-gejala yang hampir sama seperti yang dirasakan oleh penderita osteoarthritis pada lutut dan panggul, tentu di tempat yang berbeda, yakni tulang belakang. Keluhan yang dirasakan biasanya adalah rasa nyeri, gangguan pegerakan tulang belakang dan berbagai gangguan lainnya.

“Gejala awalnya biasanya nyeri pinggang,kalau orang jawa menyebutnya dengan sakit boyok. Nyeri di bagian pinggang bawah. Bila pengapuran itu berkembang,nyerinya akan melebar dan lebih berat kadang bisa juga disertai keluhan lain.”Jelas dokter yang dikenal ramah ini.

Dr Carlos menabahkan,pengapuran sendi tulang belakang pada umunya memang menyerang bagian pinggang bahwa,karena daerah itulah yang lebih mobile atau pergerakan paling banyak terjadi”Pada beberapa kasus memang bisa terjadi di beberapa ruas tulang belakang sekaligus. Tapi paling banyak di bagian pinggang bawah. Jika kita melihat prosentase angka kejadian,paling banyak di tulang belakang bagian bawah,”Jelasnya.

Untuk memastikan apakah keluhan tersebut memang benar karena osteoarthritis atau pengpuran tulang belakang atau bukan,pasien dapat melakukan beberapa pemeriksaan seperti foto rontogen atau pemeriksaan MRI untuk diagnosa yang lebih akurat.

Jika memang telah  di diagnosis menderita osteoarthritis tulang belakang, ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan.

Menurut dokter yang telah mendapatkan gelar konsultan tulang belakang pada tahun 2013 setalah menempuh pendidikan di jepang dan korae ini, tindakan – tindakan non-operatif selalu di utamakan.

“Biasanya kita melakukan fisioterapi,olahraga, dan pemberian obat. Pada dasarnya kami utamakan tindakan- tindakan non-operatif baru kalau memang betul- betul tidak bisa dan dalam taraf sangat mengganggu, baru kita lakukan operasi.’’tutur Dr Carlos .”Setidaknya berbeda dengan penanganan osteoarthritis  pada lutut dan panggul,menurut Dr Carlos,Pengapuran sendi pada tulang belakang relative memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi,”

Sakit Boyok Tulang Belakang

sakit-lutut-alodokter.jpg

Apa itu pengapuran sendi ? Pengapuran sendi adalah istilah namun untuk menggambarkan suatu penyakit yang disebut OSTEOARTHRITIS (OA). Istilah lain yang yang sering di gunakan masyarakat adalah sendi aus, atau minyak sendinya habis. OA Merupakan suatu keadaan dimana terjadi penipisan tulang rawan atau sendi (aus atau rusak). Penyebabnya bermacam-macam,mulai penuaan,ginetik,obesitas,kelainan bentuk sendi,trauma dsb .

Sendi yang paling sering terkena OA adalah sendi-sendi penahanan berat badan,yaitu sendi lutut,sendi panggul dan sendi tulang belakang. Orang yang berisiko terkena OA adalah yang berusia di atas 50 Tahun.Tetapi bukan berarti OA tidak  bisa terjadi pada yang lebih muda. OA Bisa lebih cepat muncul pada orang yang kelebihan berat badan,olahragawan,dan seseorang yang memiliki kelainan bentuk sendi. (Misalnya lututnya berbentuk huru”O”.

Keluhan utama orang yang terkena OA adalah nyeri pada sendi. Apabila yang terkena adalah sendi yang menopang berat badan,misalnya sendi lutut,maka keluhannya adalah nyeri pada lutut. Nyeri lutut biasanya memberat saat di pakai jalan jauh,atau saat mau berdiri dari posisi duduk atau jongkok. Seringkali pasien juga merasa ngilu saat bersujud ketika melakukan sholat. Hasil pemeriksaan foto rontogen sering sekali menunjukan adanya penyempitan celah sendi, disertai penumbuhan tonjolan tulang (osteofit) yang lalu di istilahkan sebagai pengapuran sendi.

Bagaimana penangannanya ?

Kerusakan tulang rawan bisa di golongkan menjadi kerusakan ringan,sedang,atau berat. Pada kerusakan ringan dan sedang, pengobatan bisa dilakukan secara non operatif, yaitu melalui pemberian obat,latihan penguatan otot,dan fisioterapi.

Obat yang diberikan umumnya adalah obat anti nyeri, dan obat nutrisi tulang rawan, yaitu glukosamin. Pemberian glukosamin dapat dilakukan dengan cara diminum,dioles atau disuntikan langsung kedalam sendi.

Alternatif terapi lain adalah obat yang disebutkan ke dalam sendi adalah dengan pemberian PRP (Platet Rich Plasma). PRP merupakan hasil pemrosesan darah pasien sendiri,berupa trombosit yang kaya akan zat – zat penyembuhan.

Sementara itu,pada kerusakan tulang rawan yang berat,intensitas pengobatan konservatif (obat,latihan,dan penyuntikan) tidak dapat mengurangi nyeri,sehingga pilihan terbatas pada operasi.

Operasi yang di lakukan adalah mengganti sendi yang rusak dengan sendi baru yang terbuat dari campuran logamyang ringan namun kuat. Dengan pergantian sendi, nyeri yang dirasakan dapat berkurang drastic,dan pasien bisa kembali menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa gangguan.

Di RSOT Surabaya,Operasi ganti sendi umunya memerlukan waktu operasi yang lebih singkat, karena menggunakan teknologi penggantian sendi yang ringkas dan lebih presisi. Waktu pemulihan pasca operasi berakhir antara 3-5 hari, bergantung pada kondisi pasien.

Nyeri Lutut


happy-baby-learning-to-walk-with-mother-help_1627-34-9c56348a43ea0b1334b455dc95cfd71a_600xauto.jpg

Salah satu hal yang berkembang dengan salah di masyarakat adalah bahwa ketika anak berjalan dan membentuk huruf O atau X,itu mengindikasikan anak tersebut memiliki kelainan tulang. Siapa sangka, hal tersebut termasuk ke dalam fase tumbuh kembang tulang pada anak-anak. Lantas,apa saja yang dapat disebut kelainan tulang anak dan bagaimana cara mengetahuinya?

Tidak seerti orang dewasa,tulang anak –anak masih masuk ke dalam masa pertumbuhan sehingga memiliki respon tubuh yang berbeda terhadap trauma fisik dan infeksi dibandingkan orang dewasa. Hal tersebut juga turut mempengaruhui deformitas atau perubahan bentuk yang terjadi.

“Karena anak bukan miniature orang dewasa, itulah yang membuat penanganan kelainan muskoloskeletal pada anak berbeda dengan pada orang dewasa,” jelas dr Anggi Dewi Sp.OT. Muskuloskeletal sendiri adalah kelainan pada alat gerak,tulang,sendi,otot dan saraf.

Salah satu kelainan muskuloskeletal yang sering di temui para anak-anak adalah kelainan bawaan bentuk anggota gerak seperti club foot ( kaki bengkok),skoliosis ( perkembangan tulang belakang),dan intoeing (kaki burung merpati).

Club foot terjadi kaki berubah dari posisi yang normal menjadi seperti tongkat golf atau Congenital Talipes  Equino-Varus (CTEV). Club foot terjadi karena congenital dan hingga kini kasus yang banyak ditemukan adalah idiopatik ( belum diketahui penyebabnya). Jika tidak segera ditindak lanjuti,maka penderita club foot akan mengalami kesulitan berjalan,nyeri bahkan disabilitas.

“Club Foot pada bayi baru lahir dapat langsung ditindak lanjuti dan tidak memerlukan tindakan operasi. Kita hanya akan mengoreksi dengan menggunakan gips,itu juga membutuhkan waktu yang lama.”Jelas Dr Anggi Sp.OT. ’’Jika Club Foot  terlambat di tangani maka di perlukan tindakan operasi.”Karena tulangnya sudah tidak dalam fase tumbuh kembang lagi.’’

Selain itu banyak pula yang menyatakan bahwa kaki berbentuk O atau X diakibatkan oleh cara belajar yang salah. Dr Anggi Sp.OT pun menanggapi hal yang berkembang salah di masyarakat tersebut,’’itu merupakan fase kembang tulang dan sendi yang normal pada anak.”

Untuk bayi baru lahir sampai usia 2 tahun, secara normal kakinya berhuruf O,yang secara perlahan akan lurus ketika berumur 2,5 tahun. Kemudian mulai membentuk huruf X pada usia 3-5 Tahun.Pada usia 5 tahun ke atas,barulah sendi membentuk seperti lutu dewasa.

“ Jadi pada orang tua tidak usah cepat cemas apabila anaknya yang baru dapat berjalan membentuk huruf O.’’ujarnya. Ketika telah menginjak 5 tahun ke atas dan sendi lutut berubah, barulah sebaik baiknya diperiksakan kembali pada ahli bedah anak untuk dilakukan evaluasi dan menejemen penanganan.

Hal yang patut digaris bawahi dalam menangani anak adalah bahwa anak- anak tidak selalu dapat mengutarakan keluhan yang dirasakan dan belum bisa menjawab bagaian mana yang dirasa sakit.’’Disinilah orang tua berperan penting. Butuh kesabaran,ketelitan,dan kemampuan berkomunikasi agar anak dapat relaks dan mau diperiksa .’’

Orang tua juga hendaknya memperhatikan cara anak berjalan dan pertumbuhan anak, karena semakin dini kelainan tulang di deteksi maka keberlangsungan hidup anak-anak akan semakin tinggi dan baik.

“Yang paling penting adalah menjaga kesehatan ibu hamil trimester pertama dan kedua,selalu periksa kesehatan,dan bertanya pada ahli apabila ditemukan kelainan.’’pungkas Dr.Anggi.

Kenali Kelaianan Tulang Pada Anak

de960c5c69de7abb914f4ad5a167f142.jpg

Banyak di antara masyarakat yang tidak menyadari bahwa tulangnya sudah mulai keropos dan baru datang ke rumah sakit dalam kondisi tulang yang retak atau patah. Padahal, dengan tindakan presenvif atau pencegahan, sebenarnya osteoporosis dapat di cegah atau di minimalisir. Apa saja yang bisa dilakukan ?

Tulang adalah anggota tubuh yang sangat vital, karena berfungsi untuk menyangga tubuh. untuk itu menjaga tulang agar tetap sehat merupakan hal yang sangat penting. Asupan kalsium yang cukup mutlak diperlukan untuk memastikan bahwa tulang tetap dalam kondisi yang baik.

Bereita baiknnya,kita diberi kesempatan untuk dapat menabung kalsium hingga sekitar umur 35 tahun. Dengan tabungan kalsium hingga sekitar umur 35 tahun. Dengan memasuki usia 35 tahun ke atas, diamana penyerapan kalsium pada tulang sudah berangsur pengeroposan tulang bisa dihindari atau diminimilasir.

“Jadi harus dipastikan bahwa sejak dini kandungan,masa perkembangan,hingga dewasa, asupan kalsium kita tercukupi,”uiar Dr Hennry Ricardo Handoyo Sp.OT.,M.Biomed ketika ditemui tim majalah Orthocare di ruang praktiknya di Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi (RSOT) Surabaya.

Namun Dr.Hennry juga meminta masyarakat tidak salah presepsi dengan ajakan untuk menabung kalsium sedari dini. Menurutnya, menabung bukan berarti mengkonsumsi asupan kalsium bukan berarti mengkonsumsi asupan kalsium secara ekstrim,karena manusia  sudah memiliki takaran kebutuhan kalsium per harinya. Jika asupan kalsium berlebih maka akan di buang lewat air seni atau buang air besar.

“Jadi harus bijak juga, karena kelebihan kalsium mungkin juga menimbulkkan efek samping. Misalnya untuk jantuing,karena kalsium juga berfungsi untuk kontrasi otot,sehingga kontrabilitas jantung dapat meningkat. Mungkin juga berimbas ke ginjal yang jadi terbebani karena kalsium ini di buang melaui ginal.”terangnya.”Orang dewasa membutuhkan 1200 mg-1300 mg kalsium per hari. Tidak perlu setiap makan dihitung milligram kalsiumnya,nanti malah repot. Intinya setiap hari minum susu atau makan buah sayur, itu sudah bagus.

Beberapa makanan yang tinggi akan kalsium yang cukup memenuhui kebutuhan kalsium antara lain susu dan turunanya memiliki kandungan kalsium yang sangat tinggi,seperti yougurt dan keju yang menurut penelitian memiliki kandungan kalsium paling tinggi.
Sumber kalsium terbaik juga bisa didapat dari buah dan sayur. Ada empat sayuran yang memiliki tinggi kalsium yakni Sawi,bayam,lobak hijau dan kubis. Sementara dari buah ada jeruk,pisang,stroeberi,dll

Menurut Dr Henry, Selain susu,sumber kalsium terbaik juga bisa dapat dari vitamin D yang merupakan “Best friend” dari kalsium. Beberpa makanan yang mengandung vitamin D adalah ikkan-ikan dari laut dalam seperti salmon,tuna sarden,dll  

Hidup Sehat Hingga Masa Tua

Copyright by Surabaya Orthopedi 2018

WhatsApp Live Chat