Please wait...



Blog

CLASSIC LIST

materi-ES-feed-2-1200x1200.jpg

 

Hai #SahabatOrtho
Dalam rangka hari ulang tahun Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi Surabaya yang ke-11, yuk ikuti Lomba Foto dan Dance Reels RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya.

Raih kesempatan menjadi pemenang dengan total hadiah uang tunai jutaan rupiah.

Ketentuan Lomba :

  1. Post video reels di instagram dengan tema HUT ke -11 RSOT SUrabaya
  2. Durasi reels maksimal 60 detik atau 1 menit
  3. Video boleh dilakukan sendiri atau berkelompok
  4. Lomba untuk umum
  5. Konten tidak mengandung SARA, pornografi, kekerasan dan bermuatan negatif
  6. Follow dan Tag akun @rsotsurabaya
  7. Repost postingan (poster lomba) pada akun instagram anda serta tag 5 teman anda
  8. Gunakan caption menarik sesuai dengan hashtag #HUTRSOTSURABAYA11 #SpiritToAchieveBeyondTheGoals #RSOTSURABAYA #PhotoNReelsCompetition #YourBoneAndJointSolution
  9. Penilaian berdasarkan keunikan, kratifitas dan kesesuaian dengan tema
  10. Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat

“Spirit to Achieve Beyond the Goals”

Contact Person :
– Lomba Dance Reels & Foto
083854486535 (Rizki)

Salam Sehat
RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya
– Your Bone and Joint Solution –


high-heels-high-risk.jpg

Sepatu hak tinggi sudah menjadi trend dalam dunia fashion wanita. Ya, sepatu hak tinggi sudah lazim dipakai saat beraktivitas dan bekerja. Tidak hanya membuat tubuh terlihat lebih tinggi, tetapi juga menunjang kepercayaan diri bagi yang mengenakan. Tapi, pemakaian yang berlebihan ternyata juga tidak baik untuk kesehatan kaki. Bahkan tidak jarang juga menyebabkan cedera.

Pengguna sepatu hak tinggi dalam waktu panjang, akan mengalami hentakan yang lebih keras saat melangkahkan kaki dibandingkan dengan sepatu biasa yang datar. Langkah yang hentakannya lebih keras tersebut dalam waktu lama dapat menyebabkan pengapuran (osteoartritis) sendi lutut, sendi pinggul dan punggung bagian bawah.

Saat mengenakan high heels, tubuh akan menyesuaikan titik pusat gravitasi dalam tubuhnya untuk kompensasi dari tingginya heel pada sepatu. Sehingga tubuh akan lebih kaku dan postur  menjadi tidak natural sehingga otot di tubuh akan menjadi lebih kaku. Demikian juga dengan keseimbangan tentu saja akan menurun.

Lalu apa saja efek negatif yang bisa terjadi dari penggunaan high heels?

1. Plantar fasciitis

Plantar Fasciitis adalah peradangan yang terjadi pada jaringan dibawah kaki yang membentang dari tumit hingga jari kaki. Jaringan ini berfungsi sebagai peredam getaran dan penyangga kaki. Jika terlalu banyak tekanan pada kaki akan menyebabkan cedera atau robekan. Sehingga terjadi radang dan nyeri pada tumit. Penderita Plantar Fasciitis biasanya tidak merasakan sakit saat beraktivitas, rasa sakit akan timbul ketika selesai beraktivitas.

2. Achilles Tendinitis

Achiles Tendinitis adalah peradangan pada otot tendon Achiles, yaitu urat besar yang ada di pergelangan kaki. Peradangan ini menyebabkan nyeri dan bengkak pada tumit saat berjalan. Jika hal ini terjadi secara terus menerus dapat beresiko robeknya tendon Achiles. Robeknya tendon Achiles ini akan menyebabkan kaki tidak dapat berjalan.

3. Jari kaki Bengkok

Sepatu hak tinggi memiliki rancangan yang lancip di ujung sepatu. Ketika kaki sering mendapat tumpuan oleh tubuh, akan terjadi kelainan pada jari kaki. Kondisi ini bisa dilihat dengan bengkoknya 3 jari kaki paling tengah. Selain itu juga biasanya muncul benjolan pada ibu jari kaki.

4. Keseleo

Tubuh yang hanya bertumpu pada ujung sepatu yang lancip juga menyebabkan terjadinya resiko jatuh dan mengalami keseleo. Terutama bila pijakan terlalu licin atau tidak rata.

Bila pemakai sepatu hak tinggi mengalami gangguan kesehatan seperti diatas, sebaiknya segera lakukan hal-hal berikut:

  1. Istirahatkan kaki yang mengalami cedera
  2. Jangan memijat pada daerah yang mengalami cedera
  3. Gunakan kompres dingin selama 10-15 menit dua kali sehari.
  4. Gunakan night splint, yaitu alat yang dapat mengistirahatkan kaki dan mengurangi pergerakan kaki saat anda istirahat
  5. Elevasikan kaki (ganjal bantal)

Bila nyeri belum mereda, sebaiknya dibawa berobat ke dokter spesialis Orthopedi dan Traumatologi, dokter kemungkinan akan melakukan pemeriksaan rontgen. Pada mayoritas kasus, dokter akan menyarankan melakukan fisioterapi untuk mendukung proses penyembuhan dari cedera yang terjadi.

Pada kasus yang sangat jarang terjadi, bila cedera yang dialami cukup berat hingga menyebabkan patah tulang ataupun robekan ligamen yang luas, dapat saja dilakukan tindakan pembedahan sesuai dengan penyebab cedera yang terjadi.

Karena cukup banyak gangguan kesehatan, berikut tips singkat ketika memakai sepatu hak tinggi.

  1. Jika aktivitas setiap hari menggunakan sepatu hak tinggi, sebaiknya pemilihan tinggi hak sekitar 2-3 cm.
  2. Jika dirasa sudah terlalu lama memakai sepatu hak tinggi, jangan lupa untuk selingi dengan pemakaian flat shoes.
  3. Lakukan peregangan pada kaki, untuk melemaskan otot-otot betis hingga jari kaki.

Cermat dalam pemakaian dan pemilihan sepatu hak tinggi akan mengurangi resiko terjadinya cidera pada kaki. Apabila terjadi nyeri dan peradangan secara terus menerus pada kaki, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter spesialis orthopedi untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

 

Henry Ricardo Sp.OT

Jadwal Praktik
Senin : 08.00-10.00
Selasa : 17.30-19.30
Rabu : 08.00-11.00
Kamis : 17.30-19.30
Jum’at : 08.00-11.00
Sabtu : 17.00-20.00
Minggu : 08.00-10.00

Informasi Pendaftaran :
RS. ORTHOPEDI & TRAUMATOLOGI SURABAYA
JL. Emerald Mansion TX 10, Citraland – Surabaya
(031) 57431574 / 57431299
IGD : 082337655500 ext 118

 

REFERENSI:
https://spineandsportsmed.com/plantar-fasciitis-bottom-foot-pain/
https://www.mountelizabeth.com.sg/healthplus/article/a-womans-guide-to-achilles-heel


FOTO-COVER-TEDDY-1200x1800.jpg

Banyak orang yang salah mengira apabila osteoporosis adalah penyakit yang hanya diderita oleh para lansia saja. Ternyata itu salah, penyakit yang menyebabkan pengeroposan tulang ini dapat terjadi pada siapa saja, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Biasanya gejala osteoporosis berkembang secara bertahap. Oleh karena itu, penting untuk kita dalam menjaga kesehatan tulang. Agar Anda lebih waspada, kenali penyebab osteoporosis di usia muda berikut ini :

 

Penyebab osteoporosis di usia muda

  1. Amenorea

Amenorea adalah kondisi ketika seorang wanita tidak mengalami menstruasi dalam waktu yang lama. Kondisi ini menyebabkan kadar hormon estrogen wanita menurun, sehingga terjadi pengeroposan tulang. Gejalanya adalah sakit kepala, payudara tidak membesar, gangguan penglihatan, tumbuh rambut di wajah secara berlebihan, rambut rontok, suara berat seperti laki-laki, jerawat, keluarnya air susu (meski tidak sedang menyusui), dan nyeri panggul.

  1. Asupan kalsium rendah

Kalsium adalah mineral penting yang berperan penting dalam proses pembentukan dan menjaga kekuatan tulang. Kurangnya asupan kalsium bisa meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis di usia muda.

  1. Penyakit hormonal

Penyakit yang disebabkan karena faktor hormonal. Misalnya, hipertiroidisme, hiperparatiroidisme, gangguan pada kelenjar adrenal, menurunnya jumlah hormon seks, dan gangguan pada kelenjar hipofisis.

  1. Efek samping konsumsi obat

Misalnya, konsumsi obat kortikosteroid dosis tinggi dalam waktu yang lama. Alasannya karena obat jenis ini berpengaruh pada kekuatan tulang. Jika digunakan dalam waktu lama, bisa memicu pengeroposan tulang yang mengarah pada osteoporosis.

  1. Penyebab lain

Di antaranya adalah riwayat keluarga dengan osteoporosis, kebiasaan merokok dan minum alkohol, adanya malabsorbsi nutrisi (seperti pada pengidap penyakit celiac dan Crohn), serta tubuh tidak aktif dalam waktu lama (misalnya karena harus istirahat di kasur dalam waktu lama).

  1. Kondisi genetik

Adalah penyakit tertentu yang dialami sejak lahir yang membuat tulang anak mudah keropos. Contohnya adalah osteogenesis imperfecta, idiopathic juvenile osteoporosis, dan sindrom turner.

  1. Terlalu kurus

Pada dasarnya tulang akan giat membentuk sel asalkan ditekan oleh bobot sebagai pemberatnya. Jika terlalu kurus maka masa tulang cenderung kurang terbentuk sempurna.

 

Apa gejalanya ?

Gejala osteoporosis pada usia muda biasanya serupa dengan yang dialami pada orang tua. Tanda dan gejalanya antara lain :

  • Nyeri tulang, terutama di tungkai, lutut, pergelangan kaki,dimana itu semua akan dirasakan pada saat Anda berjalan, keadaan tersebut semakin lama akan semakin berat.
  • Riwayat patah tulang secara berulang, tetapi dengan trauma yang ringan.
  • Kondisi tinggi badan yang terlalu pendek.
  • Tulang belakang membungkuk.

 

Mencegah osteoporosis di usia muda

Adanya risiko osteoporosis di usia muda membuat banyak orang merasa khawatir. Pastinya siapapun Anda tidak akan mau mengalami hal tersebut, maka dari itu kita perlu melakukan langkah dalam pecegahan risiko osteoporosis di usia muda dengan cara berikut :

  • Rutin dalam berolahraga
  • Cukupi kebutuhan kalsium dan vitamin D
  • Hindari kebiasaan buruk dalam menerapkan pola hidup sehat, misalnya tidak merokok dan mengonsumsi alkohol, serta mengurangi minuman bersoda
  • Konsumsi asupan makanan yang mengandung banyak protein
  • Lakukan skrining tes kepadatan tulang secara berkala

Praktikkan cara-cara sehat diatas untuk mendapatkan tulang yang kuat dan sehat terhindar dari osteoporosis di usia muda.

Selain Anda  bisa melakukan langkah di atas, Anda juga dapat melakukan skrining atau pemeriksaan berkala di RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya. Dokter akan membantu dan menjelaskan kesehatan kondisi tulang Anda.

 

Informasi Pendaftaran :

RS ORTHOPEDI & TRAUMATOLOGI SURABAYA
JL. Emerald Mansion TX 10, Citraland – Surabaya
(031) 57431574 / 57431299
IGD : 082337655500 ext 118

 

 

 

 

Referensi :

https://www.halodoc.com/artikel/osteoporosis-di-usia-muda-apa-sebabnya

https://www.siloamhospitals.com/Contents/News-Events/Advertorial/2020/10/23/08/11/5-Langkah-Sehat-Cegah-Osteoporosis-Sejak-Usia-Muda

https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3616666/kenali-osteoporosis-pada-anak-dan-remaja

https://www.nutrimart.co.id/blog/osteoporosis-ternyata-bisa-terjadi-di-usia-muda/

https://www.nof.org/preventing-fractures/general-facts/what-women-need-to-know/

https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/ConditionsAndTreatments/osteoporosis-and-exercise

https://orthoinfo.aaos.org/en/staying-healthy/exercise-and-bone-health/

https://www.spine-health.com/conditions/osteoporosis/effects-stopping-smoking-and-alcohol-abuse-osteoporosis


Badminton.jpg

  • QUESTION

Selamat siang, dok.

Sebelumnya terima kasih sudah diberi kesempatan untuk bertanya lewat rubrik konsultasi majalah Orthocare ini. Nama saya Eko, 30 tahun. Yang ingin saya tanyakan adalah mengenai ayah saya. Beliau sudah berumur hampir 60 tahun. Tapi sampai saat ini masih sangat aktif berolah raga bulutangkis, yang sudah jadi rutinitas beliau sejak muda.

Masalahnya, saat ini saya sering khawatir karena usia beliau sudah cukup sepuh. Tapi intensitas bulutangkisnya masih sangat sering. Seminggu, bisa dua sampai tiga kali beliau masih berlatih. Yang ingin saya tanyakan, apakah intensitas tersebut tidak berbahaya bagi orang seusia beliau. Gerakan-gerakan apa yang harus dihindari dan bagaimana batas amannya saat bermain bulutangkis? Karena keluarga sudah meminta beliau untuk mengurangi intensitas bermain, tapi beliau tidak mau, karena memang sudah hobi.

Terima kasih jawabannya

Eko, Surabaya

 

  • ANSWER

Yth Tn. Eko

Olahraga memang bisa dilakukan oleh kalangan usia berapapun, baik tua maupun muda. Seberapa tinggi intensitas olahraga yang diperbolehkan tidak semata-mata bergantung pada usia. Usia boleh saja hampir 60 tahun, tapi selama fisik masih mendukung dan tidak ada keluhan yang dirasakan, maka olahraga tersebut boleh dilakukan.

Namun tidak dapat dipungkiri bahwa semakin kita menua, akan semakin menurun kemampuan fisik kita. Organ-organ tubuh tidak akan luput dari proses penuaan. Sehingga tetap harus lebih berhati-hati bila memasuki usia di atas 50 tahun.

Olahraga yang dianjurkan untuk kalangan usia di atas 50 tahun adalah olahraga low impact, non-kontak, dengan intensitas ringan-sedang. Misalnya jalan kaki, sepeda, berenang, yoga dan jogging.

Badminton memang termasuk olahraga high impact. Sehingga, apabila masih tetap ingin melakukan olahraga ini, disarankan untuk mengurangi intensitas, frekuensi, dan durasinya. Misalnya, badminton 2-3 kali seminggu, maksimal 1 jam, dan sebisa mungkin mengurangi gerakan-gerakan yang eksplosif.

Juga untuk diwaspadai, karena badminton termasuk olahraga overhead, dimana tangan dan siku sering berada lebih tinggi dari bahu, maka rawan mengalami cedera bahu. Untuk menghindarinya, lakukan pemanasan dan peregangan yang cukup, utamanya bahu, selama 10-15 menit sebelum olahraga.

Salam,

dr. Gede Chandra, Sp.OT

 

 

Bagi Anda yang ingin mendapatkan informasi awal mengenai keluhan-keluhan seputar kesehatan tulang dan sendi, dapat mengirimkan pertanyaan kepada para dokter ahli di Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi (RSOT) Surabaya melalui rubrik Konsultasi. Kirim pertanyaan Anda ke email: rsot@surabayaorthopedi.com Subjek/judul: “TANYA DOKTER”


unnamed-1.jpg

Tulang yang sedang dalam masa pertembuhan serta energi yang besar membuat anak – anak kerap mengalami patah tulang. Tahukah anda bahwa penangannan patah tulang yang tidak tepat resiko membuat anak cacat? Dr Komang Agung.,Sp.Ot (K) mengulasnya untuk anda.  

Menurut data Rumah Sakit  Orthopedi Traumatologi (RSOT) Surabaya, pasien patah tulang pada anak cenderung meningkat pada masa liburan sekolah. Kasusnya biasanya adalah patah tulang pada alat gerak atas, yaitu bagian siku, lengan bawah, dan selangka (tulang bahu). Umumnya, terjadi saat anak- anak tersebut bermain.

Tulang anak- anak sama seperti ranting pohon yang masih muda patah jika diberikan beban yang lebih berat. Lain halnya dengan ranting pohon yang telah berumur puluhan tahun. kabar baiknyya adalah, tulang anak- anak juga memiliki proses penyembuhan yang cepat di bandingkan tulang dewasa.

“Jika di tangani dengan baik dan tepat, patah tulang pada anak dapat sembuh dalam waktu tiga minggu saja,’’jelas dr Komang. ”Sebaiknya, jika terlambat di tangani, maka anak akan mengalami kecacatan seperti gangguan fungsi gerak, alat gerak mengecil, dan gangguan pertumbuhan.’’

Untuk itulah Dr Komang menghimbau agar para orang tua tidak menyepelekan patah tulang anak-anak mereka. Hal pertama yang harus dilakukan jika anak mengalami patah tulang adalah memasang spalk ( bidai/gendongan) pada area tulang yang patah, kemudian segera mencari dokter.

Penanganan dokter sesegera mungkin sangat penting mengingat kondisi patah tulang berbeda-beda, sehingga di perlukan penanganan tepat sesui kondisi patah tulang. Untuk kasus patah tulang yang tidak parah diperlukan imobilisasi dengan gips, berbeda dengan patah tulang kondisi tulang bergeser dengan patah dimana perlu dilakukan perbaikan dengan menggunakan pen atau kawat.

“Ada juga kondisi patah tulang gawat darurat. Patah tulang terbukanya msalnya,ketika ada luka dan darah,sebaiknya segera mencari dokter karena patah tulang berhubungan dengan udara luar, dan mengingatkan resiko infeksi.’jelas dr komang. ”Kondisi lain adalah patah tulang yang disertai dengan keluarnya stuktur sendi dari tempat normal. Kenapa gawat darurat? Karena kalau tidak segera ditangani semdi jadi lengket semua dan anak kecil bisa cacat. ‘’

Selain itu juga terdapat patah tulang dengan gangguan saraf dan pembuluh darah. Di RSOT, Penanganan patah tulang dilakukan dengan cepat dan tepat, pasien juga tidak perlu menunggu. Bukan hanya itu saja RSOT mengerti bahwa infeksi dapat berisiko terhadap pasien sehingga RSOT Menyediakan tiga ruang operasi yang berbeda sesuai kondisi pasien. ”RSOT Didekasikan untuk kelainan tulang dan sendi dengan sefty sebagai prioritas kami,’’ujar dr Komang. Dengan prosentase penanganan  99% sempurna, RSOT memiliki UGD 24 Jam dengan dokter jaga 24 jam. Jika kondisi patah tulang diperlukan perbaikan dengan menggunakan implant terbaik bekerjasama dengan perusahaan jerman dan swiss sehingga kesembuhan pasien lebih terjamin lebih cepat.

Bidai Pada Anak

220px-Osteoporosis_Locations.png

Selama ini  osteoporosis identik dengan orang tua. Faktanya, pengoroposan tulang padat menyerang siapa saja, termasuk mereka yang berusia muda. Penelitian Internasional Osteoporosis Foundation (IOF) menggunakan, satu dari empat wanita Indonesia dengan rentang usia 50-80 tahun memiliki resiko osteoporosis. Dan, resiko wanita empat kalo lebih tinggi di bandingkan laki-laki.

APA ITU OSTEOPOROSIS ?

Osteoporosis adalah kondisi berkurangnya massa tulang dan gangguan stuktur tulang, sehingga menyebabkan tulang menjadi patah.

Masa tulang manusia di pengaruhui oleh faktor ginetik dengan kontribusi dari nutrisi, keadaan endokrin, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan saat masa pertumbuhan. Proses pembentukan tulang dengan memilihara kesehatan tulang dapat dikatagorikan sebagai program pencegahan,yang secara kontinyu mengganti tulang yang lama dengan tulang yang baru.

Kehilangan massa tulang menjadi saat keseimbangan proses pembentukan tulang terganggu,sehingga penyerapan tulang lebih banyak dari perpembentukan tulang baru. Ketidakseimbangan ini biasanya terjadi padaaaa orang lanjut yang mengalami emepouse. Kehilangan massa tulang dapat mengubah mikro-arsitek jaringan tulang dan mengingatkan resiko patah tulang.  

PENYEBAB OSTEOPOROSIS

Usia, Jenis kelamin dan ras merupakan faktor penentu utama dari massa tulang dan resiko patah tulang. Osteoporosis dapat juga terjadi pada orang lanjut usia.

Selama masa anak-anak dan dewasa muda, pembentukan tulang jauh lebih cepat di bandingkan dengan kerusukan tulang. Titik puncak massa tulang tercapai pada usia sekitar 30 tahun, dan setelah itu mekanisme resorfasi tulang menjadi lebih jauh cepat di bandingkan dengan pembentukan tulang. Penurunan  massa tulang yang cepat akan menyebabkan kerusakan pada mikroastitektur tulang khususnya pada tulang trabecular.

GEJALA

Penyakit Osteoporosis di juluki sebagai silent Epidemic Disaese, Karena menyerang secara diam-diam, tanpa adanya tanda-tanda khusus,sampai terjadi patah tulang. Osteoporosis juga dapat terjadi pada anak-anak yang disebut Juveline Idiopatic Osteoporosis dan belum diketahui sebabnya.

FAKTOR-FAKTOR RESIKO

Faktor resiko seseorang untuk mengalami osteoporosis yang tidak dapat diubah antara lain,jenis kelamin (Wanita lebih resiko mengidap osteoporosis di bandingkan pria), riwayat keluarga,gangguan hormonal dan ras.

PENCEGAHAN

OSTEOPOROSIS sebenarnya dapat dicegah sejak dini dengan membudayakan perilaku hidup sehat,yaitu mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang yang memenuhui kebutuhan nutrisi dengan unsur kaya serat,rendah lemak, dan kaya kalsium(1000-1200 mg kalsium perhari ). Berolahraga secara teratur,tidak merokok,dan tidak mengkonsumsi minuman berakhohol.

OSTEOPOROSIS

kyphoplasty-carolinasportsandspine.jpg

Fraktur kompresi atau patah tulang belakang adalah salah satu jenis patah tulang yang kerapkali terjadi pada penderita osteoporosis. Salah satu metode penanganan terbaik untuk faktur krompesi adalah dengan teknik kifoplasty. Bagaimana mekanisme penangannya ?

Teknologi kedokteran terus bergerak dinamis mengikuti perkembangan dan kebutuhan penangan yang lebih baik. Pada kasus-kasus terdahulu,pasien fraktur kompresi atau patah tulang belakangan umumnya akan ditangani dengan pemberian analgetik atau obat nyeri punggung,penggunaan brace/korset,hingga tirah baring lama. Hal tersebut dilakukan karena pasien fraktur kompresi akan mengalami rasa nyeri yang hebat dan jeklas mengganggu aktifitas.

Namun, Tetapi konvensional atau non-operatif seperti di atas membutuhkan waktu yang cukup panjang, dan pada beberapa kasus tergolong tidak efektif karena tidak membuahkan hasil seperti yang di harapkan. Kemudian munculah teknologi baru untuk mengatasi fraktur kompresi tersebut,yakni vertebroplasty dan kipoplasty yang merupakan tindakan mengoreksi deformatis dan mengembalikan bentuk tulang belakang. Secara umum, veterboplasty dan kifoplasty adalah tindakan menyuntikan fraktur untuk mengembalikan bentuknya.

Bedanya kifoplasty melibatkan penggunaan balon khusus untuk memberikan ruang pada tulang belakang yang kolpas akibat fraktur kompesi dan kemudian mengisi denagn semen tulang. Balon tersebut berfungsi agar semen yang di suntikan tidak melumer kebagian lain yang tidak diperlukan.

“Pasien diminta untuk berbaring terlentang selama satu hingga 2 jam setelah tindakan dan akan membutuhkan waktu selama 24 jam untuk memberikan waktu agar semen mengeras.”terang dr Carlos Gracis Binti,Sp.OT (K).”Rata – rata pasien yang menjalani kifoplasty akan mengalami penurunan rasa nyeri hingga 90 persen,hanya dalam waktu 1-2 hari pasca operasi.”

Dilanjutkan oleh dr Carlos, kipoplasty merupakan teknik terbaru  dalam penanganan fkatrur kompresi  atau patah tulang belakang. Tindakan ini dapat dilakukan di rumah sakit yang memiliki fasiliitas lengkap dan memadai untuk operasi tulang belakang, seperti rumah sakit kami sangat di rekomendasikan tindakan seperti ini dilakukan oleh dokter bedah tulang dengan sub-spesialis tulang belakang(spine)

GUNAKAN HIDROKSIAPATIT UNTUK PENGGANTI SEMEN TULANG

Teknologi kedokteran untuk penanganan fraktur kompesi atau patah tulang belakang tak hanya berhenti pada teknis kifoplasty yang menggunakan balon  kusus agar semen tak muleber. Namun,material yang di suntikan untuk mengeroksi deformitas atau mengembalikan bentuk tulang juga menjadi concerm para ahli spine dan tulang belakang.

Seperti yang juga disampaikan oleh dr.Carlos dihadapan ahli spine dari seluruh negara asia pacific pada acara pacific Asia Spine Sociatey minimal Invasife Surgery(PASSMIS 2016) Dibali. Kini para dokter spine mulai menggunakan material hidrokspait yang memiliki banyak keunggulan sebagai material untuk mengisi tulang belakang, dibandingkan semen tulang. “HIDROSIAPKIIT ini belum banyak dipakai dan baru digunakan oleh beberapa ahli spine di beberapa spine center seperti jepang dan beberapa negara lainnya. Namun, penggunakan hidroeksiapatit dan memberikan hasil yang baik pada pasien fraktur kompresi. ”Material hidrosiapatit ini lebih menyerupai tulang. Hingga saat ini, para ahli spine terus melakukan proses untuk mencari material yang paling baik untuk tulang belakang. Dan sampai saat ini, komposisi hidroksiapatit ini yang paling mirip dengan tulang,’’terang dr Carlos.

Kyphoplasty

nyeri-pinggul.jpg

Pada dasarnya,dua faktor penyebab osteoarthritis atau pengapuran sendi, yang pertama adalah faktor dari dalam,dan lainnya yang berasal dari diri sendiri. Faktor-Faktor ini bersifat “given” dan tidak dapat di ubah.

Faktor yang kedua adalah faktor dari luar seperti berat badan,aktifitas fisik seperti olahraga berat,kerja berat yang bisa mempengaruhui”umur pakai sendi”. Hal lain yang termasuk dalam faktor dari luar ini misalnya kecelakaan,atau memiliki penyakit sendi lain,seperti asam urat atau rematik yang kemudian memicu terjadinya pengapuran sendi.

“Secara umum,wanita memiliki resiko dua kali lebih besar terkena pengapuran sendi,utamanya yang sudah di atas 60 tahun. Pertama karena wanita memiliki hormon estrogen, yang pada saat wanita memasuki masa menepouse,hormon tersebut turun drastis. Padah hormon ini adalah  hormon yang protektif melindungi sendi dan tulang,’’ujar dr Gede Chandra Sp.OT. ’’Oleh karena itu,begitu memasuki masa menepouse,wanita sangat rentan terhadap penyakit sendi dan tulang.”

Selain itu di tambahkan oleh Dr Gede Candra semasa hidupnya ,wanita lebih sering terpapar dengan peningkatan berat badan yang drastis. Misalnya saat hamil,dimana seorang wanita bisa mengalami kenaikan berat badan sekitar 15 kg- 20kg. “itu akan memberikan beban kepada sendi dan mengurangi umur pakai sendi,”terangnya.

Gejala awal yang bisanya menyertai pengapuran sendi,dimanapun tempatnya,baik itu pengapuran sendi lutut,tulang belakang,dan panggul adalah rasa nyeri. Gejala lainnya adalah kalau dan kesulitan melakukan aktifitas sehari-hari seperti bejalan,naik dan turun tangga,sholat dll. “Khususnya di sendi panggul di daerah lihat paha,sampai pantat bagian belakang, dan bisa juga menjalar sampai ke lutut,’’jelasnya. “Makanya kalau ada sakit di lutut,jangan lupa sendi di panggul,karena bisa jadi penjalaran dari sana.”

Para penderita pengapuran sendi panggul biasanya juga mengalami kesulitan melakukan aktifitas-aktifitas yang berhubngan dengan menekuk sendi panggul,misalnya duduk,naik tangga,sholat, dll dimana ada tekukan di bagian panggul dan saat ada beban berat ke sendi,misalnya loncat,turun tangga,dll

Untuk itu, Dr Chandra menunturkan, hal yang pertama bisa dilakukan oleh para penderita pengapuran sendi, termasuk, sendi panggul adalah mengurangi beban sendi, misalnya mengurangi berat badan atau aktifitas yang membebani sendi.”Misalnya biasanya suka aerobic, itu kan olahraga high impact untuk sendi panggul,jangan dilakukan lagi,”Ujarnya.

Di RSOT Surabaya,selalu dilakukan penangann multi modal approach. Penanganan pertama di lakukan dengan pemberian obat, kedua dengan fisioterapi, dan ketiga adalah occupational teraphy, yakni memodifikasicara berkerja dan beraktifitas pasien termasuk di dalamnya mengatur diet berat badan.”Pemberian obat sendiri ada obat oral hingga suntik,yakni penggunaan platet rich plasma yang menggunakan darah pasien itu sendiri.”terangnya.

Jika pendekatkan di atas dirasa tidak cukup membantu karena tingkat pengapuran sendi panggulnya sudah masuk dalam fase berat, diaman pasien mengalami nyeri hebat dan sangat menggangu aktifitas,seperti susah bergerak dan berjalan,barulah dilakukan operasi penggantian sendi.

Improvement yang bisa dihasilkan dengan operasi tergolong sangat dramastis. Pasien yang awalnya merasakan sangat sakit di bagian sendinya, sakitnya akan sangat berkurang sehingga aktifitas sehari-harinya bisa berjalan dengan baik lagi.”Memang biasanya kita lakukan pada pasien yang berusia di atas 60 tahun dengan kerusakan sendi yang berat. Prosesnya tidak terlalu lama hanya sekitar 90 menit, dengan masa recovery satu-dua bulan pasca operasi sudah bisa berjalan,”urai Dr Chandra. “Setelah enam bulan bisa olahraga ringan, seperti yoga ringan,jalan kaki, sepeda, renang,masih bisa.”

Kesimpulannya, pada pasien dengan kerusakan sendi berat,penggantian sendi dapat meningkatkan kembali kualitas hidup pasien,membuat pasien bisa melakukan aktifitas sehari-hari tanpa keluhan nyeri.

Pengapuran Sendi Panggul

097448500_1499922622-Ciri-Sakit-Pinggang-yang-Disebabkan-Batu-Ginjal.jpg

Masyarakat pada umunya mungkin berfikir bahwa tulang sendi hanya terjadi pada lutut,panggul, lengan,dsb. Padahal, tulang belakang juga memiliki persendian yang juga mengalami persendian yang juga dapat mengalami resiko osteoarthritis atau pengapuran. Penyebabnya pun hampir sama dengan penyebab osteoarthritis pada lutut dan panggul,dan dapat menyerang siapa saja, misalnya karena kegemukan, usia lebih dari 50 tahun,faktor keturunan, kelainan bentuk,riwayat trauma pada sendi dan pekerja berat.”Tulang belakang ini kan menanggung bedah tubuh, jadi kegemukan bisa jadi salah satu faktor pemicu terjadinya osteoarthritis  pada tulang belakang.’’Ujar Dr Carlos  Gracia Binti,Sp.OT (K) Ketika di temui majalah orthocare di ruang prakteknya di RSOT Surabaya.”Kurangnya exercise atau olahraga juga bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya osteoarthritis pada sendi tulang belakang. “

Penderita pengapuran sendi tulang belakang,menurut Dr Carlos,Biasanya mengalami gejala-gejala yang hampir sama seperti yang dirasakan oleh penderita osteoarthritis pada lutut dan panggul, tentu di tempat yang berbeda, yakni tulang belakang. Keluhan yang dirasakan biasanya adalah rasa nyeri, gangguan pegerakan tulang belakang dan berbagai gangguan lainnya.

“Gejala awalnya biasanya nyeri pinggang,kalau orang jawa menyebutnya dengan sakit boyok. Nyeri di bagian pinggang bawah. Bila pengapuran itu berkembang,nyerinya akan melebar dan lebih berat kadang bisa juga disertai keluhan lain.”Jelas dokter yang dikenal ramah ini.

Dr Carlos menabahkan,pengapuran sendi tulang belakang pada umunya memang menyerang bagian pinggang bahwa,karena daerah itulah yang lebih mobile atau pergerakan paling banyak terjadi”Pada beberapa kasus memang bisa terjadi di beberapa ruas tulang belakang sekaligus. Tapi paling banyak di bagian pinggang bawah. Jika kita melihat prosentase angka kejadian,paling banyak di tulang belakang bagian bawah,”Jelasnya.

Untuk memastikan apakah keluhan tersebut memang benar karena osteoarthritis atau pengpuran tulang belakang atau bukan,pasien dapat melakukan beberapa pemeriksaan seperti foto rontogen atau pemeriksaan MRI untuk diagnosa yang lebih akurat.

Jika memang telah  di diagnosis menderita osteoarthritis tulang belakang, ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan.

Menurut dokter yang telah mendapatkan gelar konsultan tulang belakang pada tahun 2013 setalah menempuh pendidikan di jepang dan korae ini, tindakan – tindakan non-operatif selalu di utamakan.

“Biasanya kita melakukan fisioterapi,olahraga, dan pemberian obat. Pada dasarnya kami utamakan tindakan- tindakan non-operatif baru kalau memang betul- betul tidak bisa dan dalam taraf sangat mengganggu, baru kita lakukan operasi.’’tutur Dr Carlos .”Setidaknya berbeda dengan penanganan osteoarthritis  pada lutut dan panggul,menurut Dr Carlos,Pengapuran sendi pada tulang belakang relative memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi,”

Sakit Boyok Tulang Belakang

macam-macam-vitamin-beserta-manfaatnya.jpg

Cedera umumnya terjadi pada saat melakukan olahraga. Pada olahraga high-impact, seperti sepak bola, futsal, badminton, basket, tenis dan olahraga bela diri, kemungkinan akan terjadinya ACL akan lebih tinggi.

cedera ACL
cedera ACL

Anterior Cruciate Ligament (ACL) adalah urat didalam sendi yang berfungsi untuk menjaga kestabilan sendi lutut. ligament sendiri merupakan jaringan fibrosa dan fungsi utamanya adalah menghubungkan tulang ke tulang lain dan mencegah gerakan sendi yang tidak normal.

Cedera pada ligamen akan memakan waktu lama untuk sembuh. Namun, nutrisi yang baik bisa membantu mempercepat proses penyembuhan. Mengkonsumsi kalori yang cukup dengan diet anti-inflamasi, misalnya, bukan hanya dapat mencegah terjadinya cedera, namun juga dapat mempercepat pemulihan pada saat terjadi cedera.

Kebutuhan kalori setiap orang berbeda. Atlet membutuhkan kalori lebih tinggi dibandingkan orang-orang dengan aktifitas ringan, seperti pegawai kantoran. Kebutuhan kalori atlet juga ditentukan dari jenis olahraga dan intensitasnya. Untuk memperbaiki atau menjaga kesehatan, atlet membutuhkan protein sebesar 15%-20%, 30% lemak, dan 50%-55% karbohidrat dari total kalori yang dibutuhkan.

Pencegahan terhadap cedera ligamen ini menjadi penting, mengingat resikonya cukup massif. Inflamasi atau peradangan dapat memicu terbentuknya radikal bebas. Semakin banyak latihan yang dilakukan seorang atlet, maka semakin banyak pula radikal bebas yang dihasilkan.

Radikal bebas ini dapat merusak sel-sel otot dan memacu inflamasi berikutnya dan peroksidasi lemak. Hal ini menjadi penyebab nyeri otot. Bahkan, radikal bebas juga dapat mengakibatkan kerusakan pada pembuluh darah dan berbagai penyakit. Yang juga perlu menjadi catatan, konsumsi alkohol dan rokok dapat meningkatkan oksidasi radikal bebas yang menghasilkan proses inflamasi, yang dapat memperparah cedera.

KONSUMSI YANG BAIK

Langkah pertama pada penangangan cedera yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi peradangan di wilayah cedera dan mengkonsumsi makanan yang mengandung enzim preteolitik, karena enzim proteolitik mempunyai sifat anti-inflamasi. Beberapa contoh makanan yang kaya enzim proteolitik yaitu nanas dan akar jahe.

Selain enzim proteolitik, vitamin A, C, dan E juga memiliki sifat anti-inflamasi yang sangat baik untuk mengurangi peradangan pada cedera. Vitamin A dapat mempercepat pembentukan produk kolagen, yang merupakan vitamin vital dalam ACL, meniscus, ligamen, dan tendon lainnya.

Vitamin C juga dibutuhkan untuk menghasilkan kolagen dalam tubuh dan ini penting dalam penyembuhan ligament. Vitamin C bukanlah vitamin yang bisa disintesis dari tubuh sendiri. Dengan demikian, perlu mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin C agar tubuh memilikinya. Untuk meningkatkan kekuatan kerja dari vitamin C, diperlukan Flavonoid yang dapat membantu mengurangi pembengkakan dengan melindungi sel dari kerusakan oksigen, pembuluh darah dari rupture atau kebocoran. Sementara itu, vitamin E membantu meminimalkan stress oksidatif dan pembengkakan lutut. Makanan yang banyak mengandung vitamin A adalah wortel, plum, apricot, melon, paprika merah, mangga, ubu jarar, dan juga ikan tuna, serta sirip biru. Sementara makanan yang kaya akan vitamin C dan Flavonoid meliputi buah sitrus (jeruk, lemon, jeruk nipis), brokoli, tomat, apel, blueberry, stroberi, bawang merah, dan kol. Untuk vitamin E, bisa kita dapatkan di makanan seperti tahu, bayam, almond, biji bunga matahari, alpukat, ikan, minyak zaitu, dan brokoli.

Mineral yang penting juga untuk mempercepat proses penyembuhan cedera adalah zinc. Zink merupakan mineral yang sangat baik dalam memerangi peradangan dan menjaga sistem kekebalan tubuh agar kuat. Ketika satu bagian tubuh terluka, maka tubuh akan mengalihkan semua semua zinc ke bagian yang cedea untuk melawan peradangan. Dengan demikian, bagian lain dari tubuh akan memiliki definisi zinc. Untuk mencegah kekurangan zinc, penting mengkonsumsi makanan yang kaya zinc seperti tiram, gandum, daging sapi, ayam, bayam, kacang-kacangan (almond, pecan).

Selain vitamin A, C, E, Flavonoid serta mineral Zinc, protein merupakan salah satu zat gizi yang paling berperan penting dalam mempercepat proses penyembuhan cedera. Protein dapat dengan mudah didapat dari makanan seperti daging, telur, ikan, tempe, tahu, dan produk kedelai. Kekurangan protein akan menyebabkan berbagai penyakit di tubuh.

Untuk memastikan penyembuhan yang cepat pada cedera akan memerlukan terapi fisik, jika memungkinkan akan dilakukan tindakan operasi, dan dukungan nutrisi yang tepat untuk mempercepat penyembuhan.

kebutuhan gizi bagi atlet

Copyright by Surabaya Orthopedi 2018

WhatsApp Live Chat