Please wait...



Blog

CLASSIC LIST

KENALI-POLIDAKTILI-KONDISI-JARI-BERLEBIH-2-copy-1200x820.jpg

Apa itu polidaktili? Polidaktili merupakan kondisi dimana bayi lahir dengan jari tangan atau jari kaki yang berlebih. Umumnya jari berlebih ini tumbuh di sebelah jari kelingking atau di kaki jari kelima. Kelainan ini terjadi sekitar 1 dari 1000 kelahiran bayi dan cenderung terjadi dua kali lipat lebih banyak pada bayi laki-laki dibandingkan dengan bayi perempuan.

Penyebab Polidaktili

Pada saat di dalam rahim, tangan pertama kali berbentuk seperti dayung. Seiring berkembangnya janin, kemudian membelah menjadi jari-jari yang terpisah. Jika proses ini berlanjut lebih lama dari biasanya, satu jari akan membelah lagi dan menciptakan jari tambahan.

Kebanyakan kelahiran dengan polidaktili ini terjadi tanpa sebab yang jelas. Tetapi penyebab kelainan ini juga bisa terjadi karena faktor genetik, sehingga Riwayat keturunan dari orang tua ke anak menyebabkan bayi lahir dengan kondisi polidaktili.

Diagnosa Polidaktili

Polidaktili dapat didiagnosis pada tiga bulan pertama (trisemester awal) perkembangan melalui pemeriksaan Ultrasonografi (USG). Bila ditemukan kelainan pada janin, dokter biasanya akan menanyakan apakah ada Riwayat keluarga polidaktili.

Polidaktili juga dapat dideteksi setelah bayi lahir jika dokter mencurigai ada kondisi genetic lain. Tes rontgen atau x-ray juga akan dilakukan untuk menegakan diagnose jenis kelainan yang dialami oleh bayi.

Penangangan Polidaktili

Operasi polidaktili merupakan pembedahan untuk membuang jari tambahan yang berbentuk seperti sungguhan, bukan hanya jaringan lunak. Pengobatan polidaktili adalah sebagi berikut:

  1. Tambahan Jari di Sebelah Kelingking
    Jika tumbuh jari kecil, berukuran kecil dan tidak tumbuh tulang dokter akan mengikatkan tali ketat di sekitar jari tambahan tersebut. Tujuannya adalah memotong suplai darah, sehingga akan lepas secara alami.
    Namun bila jari tambahan memiliki struktur lengkap, seperti ada tulang maka pengobatan dapat dilakukan dengan pembedahan atau operasi.
  2. Tambahan Di Samping Ibu Jari
    Pengobatan untuk jari tambahan di sebelah ibu jari jauh lebih rumit, karena dapat mempengaruhi fungsi jari-jari lainnya. Dokter akan melakukan pembedahan, sehingga menghasilkan satu ibu jari.
  3. Tambahan Jari Di Tengah
    Pembedahan untuk tambahan jari di tengah ini sangat kompleks, lebih rumit dari dua pengobatan sebelumnya. Karena dokter perlu melakukan perbaikan ulang pada kondisi jari untuk memastikan semua berfungsi dengan baik. Umumnya diperlukan lebih dari satu kali operasi agar hasil yang dihasilkan optimal.

Setelah operasi polidaktili dilakukan, jari tangan atau kaki akan dibalut dengan perban dan kemungkinan akan di gips. Lalu dokter juga akan menyarankan untuk terapi rehabilitasi medik. Jika buah hati mengalami polidaktili jangan ragu untuk mengkonsultasikan kepada dokter spesialis orthopedi dan traumatology untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

 

Dr. Anggita Dewi, Sp.OT
Jadwal Praktik
Senin – Jumat : 10.00 – 14.00
Sabtu : 14.00 – 19.00
Minggu : 11.00 – 14.00

Informasi Pendaftaran :RS. ORTHOPEDI & TRAUMATOLOGI SURABAYA
JL. Emerald Mansion TX 10, Citraland – Surabaya
(031) 57431574 / 57431299
IGD : 082337655500 ext 118

 

Referensi:

https://www.medicalnewstoday.com/articles/321607#diagnosis
https://www.childrenshospital.org/conditions-and-treatments/conditions/p/polydactyly/
https://www.healthline.com/health/polydactyly#types

 

 

 


CTS.jpg

 

Pernahkah Anda merasakan nyeri atau kesemutan pada area tangan ketika sedang bekerja di depan computer? Jangan abaikan, bisa jadi itu merupakan gejala awal Carpal Tunel Syndrome (CTS)

Carpal tunnel syndrome (CTS) adalah kondisi tangan mengalami sensasi kesemutan, mati rasa, nyeri atau lemah. Kondisi ini terjadi akibat saraf di dalam lorong pergelangan tangan sedang tertekan. Saraf tersebut adalah saraf yang mengontrol gerakan jari. Tekanan pada saraf tersebut menyebabkan ketidaknyaman pada tangan, sensasi ini dapat menjalar dari pergelangan tangan sampai ke lengan.

Gejala CTS bervariasi, umumnya seiring berjalannya waktu terjadi mati rasa pada pergelangan tangan. Cengkraman tangan menjadi lemah, menyebabkan sulit melakukan gerakan-gerakan sederhana seperti memegang benda-benda kecil, memegang buku, menulis atau mengetik pada computer. Untuk para pekerja membuat gerakan sama dengan lengan, tangan, atau pergelangan tangan secara berulang-ulang dapat meningkatkan factor resiko CTS. Seperti pekerja yang menggunakan computer, penjahit, musisi dan mekanik. Hobi seperti berkebun dan bermain golf juga dapat meningkatkan resiko.

Untuk pekerja jika dirasa sudah terlalu banyak melakukan gerakan yang sama berulang-ulang, sebaiknya istirahatkan tangan dan sempatkan melakukan peregangan otot disela-sela aktivitas. Contoh sederhana gerakan peregangan otot;

·  Angkat satu lengan sejajar bahu

·  Tekuk pergelangan tangan ke belakang (seperti membuat tanda “STOP”)

·  Gunakan tangan lainnya untuk menarik telapak ke belakang sampai lengan merasakan tarikan dibagian bawah

·  Tahan selama 15 detikLakukan bergantian dengan tangan yang lain selama 5 kali untuk mengurangi ketegangan otot-otot tendon di sekitar tangan

CTS tidak memerlukan pengobatan khusus, karena bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa bulan. Namun tidak menutup kemungkinan juga CTS perlu diobati karena sering kambuh dan menganggu aktivitas.

Diagnosis CTS bisa dilakukan melalui pemeriksaan penunjang dengan Foto X-Ray, USG, EMG-NCV dan Laboratorium. Bila CTS diketahui lebih awal, pengobatan non bedah bisa dilakukan untuk mengurangi rasa sakit.  Ada beberapa cara yang untuk mengurangi rasa sakit yang disebabkan karena efek CTS, seperti:

  • Menggunakan Wrist Support (Penyangga Pergelangan Tangan)
    Tujuan penggunaan Wrist Support adalah menempatkan pergelangan tangan agar tidak menekuk dan selalu berada di posisi yang lurus.
  • Mengkonsumsi Obat Antiinflamasi Nonsteroid
    Bila CTS dirasa mulai mengganggu dan terasa sakit, mengkonsumsi Ibuprofen dapat membantu mengurangi rasa sakit dalam jangka pendek. Atau bisa juga dengan mengkomsi obat kortikosteroid unutk mengurangi peradangan dan pembengkakan.

Apabila gejala CTS sudah terlalu parah. Pengobatan dilakukan dengan cara operasi. Tujuan dari operasi  ini adalah memotong saraf ligamen untuk menghilangkan tekanan pada saraf median. Ada 2 metode operasi untuk menghilangkan gejala CTS, yaitu:

  • Operasi Terbuka
    Yaitu dengan cara membuat sayatan di telapak tangan diatas carpal tunnel kemudian memotong ligamen untuk membebaskan saraf. Proses penyembuhan ini membutuhkan waktu beberapa bulan.
  • Operasi Endoskopi
    Operasi ini dilakukan dengan memakai kameran kecil (endoskop) untuk melihat bagian dalam carpal tunnel, kemudian ligamen dipotong melalui satu atau dua sayatan kecil di tangan atau pergelangan tangan. Metode ini mampu mempercepat proses penyembuhan.

Segera konsultasikan dengan dokter spesialis orthopedi dan traumatologi apabila mulai merasakan gejala-gejala CTS. Jangan menunda untuk mendapatkan penanganan. Karena CTS yang dibiarkan akan berdampak pada kerusakan saraf.

 

Theri Effendi, Sp. OT (K) Hand, Upper Limb, and Microsurgery
Jadwal Praktik
Senin & Kamis : 17.00 – 19.00

Selasa & Jumat : 15.00 – 17.00

Rabu: 13.00- 15.00

Sabtu : 14.00 – 19.00
Minggu : 11.00 – 14.00

 

Informasi Pendaftaran :
RS. ORTHOPEDI & TRAUMATOLOGI SURABAYA
JL. Emerald Mansion TX 10, Citraland – Surabaya
(031) 57431574 / 57431299
IGD : 082337655500 ext 118

 

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/carpal-tunnel-syndrome/symptoms-causes/syc-20355603

https://www.webmd.com/pain-management/carpal-tunnel/carpal-tunnel-syndrome#1


parkinson-1.jpeg

 

Salah satu penyakit neuro degenerative yang kerap dialami para Geriatri adalah Parkinson. Sebuah kondisi di mana terjadi pengecilan di daerah tertentu di otak, yang akhirnya menimbulkan gangguan sistem saraf pusat. Parkinson menyebabkan gangguan pada pergerakan, bahkan dalam kasus yang parah akan menyebabkan ketidakmampuan untuk beraktivitas. Untuk pencegahan Parkinson, orang lanjut usia sangat disarankan untuk tetap aktif bergerak atau beraktivitas

 

Gejala Tremor, Kaku, hingga Ketidakseimbangan Tubuh

Parkinson ditandai dengan kerusakan otak di daerah substantia nigra dan basal ganglia, di mana daerah tersebut menghasilkan senyawa dopamin yang berfungsi sebagai neutrotransmiter (penghantar stimulus berupa rangsangan ke sel saraf, baik di otak maupun di otot).

“Supaya seorang manusia bisa bangun dan melakukan gerakan yang lincah dan terkontrol, itu karena adanya senyawa dopamin ini. Jika terjadi kerusakan otak dan terjadi pengecilan, akan terjadi ketidakseimbangan senyawa-senyawa di otak, salah satunya dopamin itu turun. Kalau dopamin turun akhirnya timbul gejala-gejala klinis yang dikenal Parkinson,” jelas  dr. Nita Kurniawati, Sp. S dari RS. Orthopedi dan Traumatologi Surabaya (RSOT).

“Parkinson ditandai dengan empat gejala utama. Pertama adalah tremor atau gerakan gemetar. Pada umumnya di awali terjadi pada satu sisi yang lambat laun menyerang kedua sisi kanan dan kiri. Kedua, gerakan menjadi sangat kaku. Misalnya kesulitan mengubah posisi dari tangan menekuk menjadi lurus. Ketiga, gerakan menjadi lambat. Ini merupakan gejala yang paling banyak dikeluhkan oleh penderita Parkinson. Biasanya terjadi pada saat posisi tidur ke duduk, duduk berdiri yang membutuhkan waktu lebih lama dari lazimnya. Gejala keempat, merupakan fase yang lebih berat yaitu posture instability atau ketidakstabilan postur. Penderita tidak bisa berdiri atau jalan tegak / lurus. Rasanya seperti mau jatuh, itu karena ada gangguan ketidakseimbangan,” urai dr. Nita.

Yang juga digaris bawahi dr. Nita adalah mengenai perbedaan parkinson dengan parkinsonism. Dijelaskan dr. Nita, Parkinson murni  disebabkan oleh neuro degenerative. Sementara parkinsonism itu mirip parkinson, tapi dari penyebab lain, yang bisa menyebakan kerusakan daerah di otak, dan akhirnya bisa menimbulkan gejala parkinson. Salah satu contohnya adalah stroke, di mana stroke bisa menimbulkan gejala mirip Parkinson.

“Usia penderita parkinsonism juga mulai bergeser ke usia yang lebih muda karena penderita stroke juga disebabkan oleh lifestyle. Usia 40 tahun sudah ada yang mulai terkena, tapi gejalanya berbeda. Bukan tremor duluan, justru postural instability lebih dulu. Jalan tiba-tiba sering jatuh, tapi kakunya nggak ada, tremornya nggak ada. Nah, ini kita curigai parkinsonism. Untuk penyakit semacam itu , mutlak dilakukan imaging kepala atau MRI (Magnetic Resonance Imaging),” jelas dr. Nita lagi.

 

Lifestyle Buruk Picu Penurunan Dopamin

Senyawa dopamin yang berfungsi penting dalam pergerakan manusia, bisa menjadi rusak karena banyak hal. “Kerusakan otak itu atau proses penuaan lebih cepat terjadi karena radikal bebas. Radikal bebas bisa muncul karena keracunan, obat-obatan terlarang, dan lifestyle yang kurang bagus.  Lifestyle tidak bagus terlihat dari penampilan fisiknya lebih tua. Begitupun juga otak, mudah mengerut. Jika tidak ada rangsangan dari luar, kemudian orangnya cenderung pasif, diam, tidak ada aktifitas sehari-hari. Jika seperti itu otaknya semakin mengecil,” jelas dr. Nita.

  1. Nita menyarankan agar menerapkan lifestyle yang sehat untuk mencegah kerusakan dopamin. Salah satunya adalah rutin olahraga. “Karena olahraga menghasilkan senyawa untuk melawan radikal bebas. Kemudian untuk dopamin sendiri, ada beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa untuk mencegah supaya perburukan gejala parkinson itu tidak berat, minumlah kopi satu gelas sehari dengan catatan jika tidak ada kontra-indikasi. Jadi kalau tidak ada penyakit lain, kopi boleh dikonsumsi meningkatkan dopamin”.

 

Terapi Penderita Parkinson

Sampai saat ini, penyakit Parkinson belum bisa disembuhkan sepenuhnya. Namun demikian, ada beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan untuk membantu meredakan gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien yaitu melalui terapi penggunaan obat-obatan (medis) dan non-medis. Terapi non medis dilakukan dengan cara bahwa pasien harus tetap melakukan exercise, terus aktif melakukan berbagai aktivitas. Sementara itu, terapi medis adalah dengan penggunaan obat-obatan. “Obat-obatan yang diberikan tersebut bertujuan untuk meningkatkan atau mengganti dopamin dalam tubuh”.

Jika Parkinson sudah berat dan dengan pengobatan tidak membaik, parkinson dapat dibantu dengan tindakan lewat prosedur Deep Brain Stimulation (DBS), yakni memasang alat di otak untuk stimulasi agar mengeluarkan dopamin itu secara berkala. Atau melalui tindakan Bedah pisau gamma (gamma knife) untuk pasien yang tidak dapat menjalani prosedur DBS, bedah pisau gamma dapat menjadi pilihan. Prosedur ini dilakukan selama 15-40 menit, dengan memfokuskan sinar radiasi kuat ke area otak yang terdampak.

 

Harus Tetap Aktif di Usia Senja

Parkinson memang tidak memiliki risiko kematian secara langsung. Namun, pasien tidak dapat beraktivitas karena Parkinson ini. Seperti tidak bisa bangun dari tempat tidur, tidak bisa berdiri, susah makan dan minum sehingga nutrisi terganggu, maka akan berpotensi diikuti penyakit lainnya seperti infeksi paru, infeksi kulit, infeksi saluran kencing, dll. “Jadi parkinsonnya sendiri sebenarnya tidak, tapi komplikasi dari parkinson itu yang menyebabkan kematian,” papar dr. Nita.

“Untuk pencegahan parkinson, orang dengan usia lanjut harus tetap aktif. Walaupun usianya sudah tua, sudah pensiun, tetap harus cari kesibukan supaya tidak mempercepat pengecilan otak dan tetap bisa aktifitas sehari-hari. Karena jika tidak, orang bisa depresi. Pada saat orang depresi, senyawa dopamin, serotonin semua turun, sehingga dalam waktu dekat bisa muncul demensia dan parkinson,” tutupnya

 

 

Nita Kurniawati, Sp.S

(Dokter Spesialis Saraf)

JADWAL PRAKTEK :

Senin    16.00-18.00

Rabu    17.00-18.00

 

ORTHOPEDI & TRAUMATOLOGI SURABAYA
Emerald Mansion TX 10, Citraland – Surabaya

(031) 57431574 / 57431299
IGD : 082337655500 ext 118


de960c5c69de7abb914f4ad5a167f142.jpg

Banyak di antara masyarakat yang tidak menyadari bahwa tulangnya sudah mulai keropos dan baru datang ke rumah sakit dalam kondisi tulang yang retak atau patah. Padahal, dengan tindakan presenvif atau pencegahan, sebenarnya osteoporosis dapat di cegah atau di minimalisir. Apa saja yang bisa dilakukan ?

Tulang adalah anggota tubuh yang sangat vital, karena berfungsi untuk menyangga tubuh. untuk itu menjaga tulang agar tetap sehat merupakan hal yang sangat penting. Asupan kalsium yang cukup mutlak diperlukan untuk memastikan bahwa tulang tetap dalam kondisi yang baik.

Bereita baiknnya,kita diberi kesempatan untuk dapat menabung kalsium hingga sekitar umur 35 tahun. Dengan tabungan kalsium hingga sekitar umur 35 tahun. Dengan memasuki usia 35 tahun ke atas, diamana penyerapan kalsium pada tulang sudah berangsur pengeroposan tulang bisa dihindari atau diminimilasir.

“Jadi harus dipastikan bahwa sejak dini kandungan,masa perkembangan,hingga dewasa, asupan kalsium kita tercukupi,”uiar Dr Hennry Ricardo Handoyo Sp.OT.,M.Biomed ketika ditemui tim majalah Orthocare di ruang praktiknya di Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi (RSOT) Surabaya.

Namun Dr.Hennry juga meminta masyarakat tidak salah presepsi dengan ajakan untuk menabung kalsium sedari dini. Menurutnya, menabung bukan berarti mengkonsumsi asupan kalsium bukan berarti mengkonsumsi asupan kalsium secara ekstrim,karena manusia  sudah memiliki takaran kebutuhan kalsium per harinya. Jika asupan kalsium berlebih maka akan di buang lewat air seni atau buang air besar.

“Jadi harus bijak juga, karena kelebihan kalsium mungkin juga menimbulkkan efek samping. Misalnya untuk jantuing,karena kalsium juga berfungsi untuk kontrasi otot,sehingga kontrabilitas jantung dapat meningkat. Mungkin juga berimbas ke ginjal yang jadi terbebani karena kalsium ini di buang melaui ginal.”terangnya.”Orang dewasa membutuhkan 1200 mg-1300 mg kalsium per hari. Tidak perlu setiap makan dihitung milligram kalsiumnya,nanti malah repot. Intinya setiap hari minum susu atau makan buah sayur, itu sudah bagus.

Beberapa makanan yang tinggi akan kalsium yang cukup memenuhui kebutuhan kalsium antara lain susu dan turunanya memiliki kandungan kalsium yang sangat tinggi,seperti yougurt dan keju yang menurut penelitian memiliki kandungan kalsium paling tinggi.
Sumber kalsium terbaik juga bisa didapat dari buah dan sayur. Ada empat sayuran yang memiliki tinggi kalsium yakni Sawi,bayam,lobak hijau dan kubis. Sementara dari buah ada jeruk,pisang,stroeberi,dll

Menurut Dr Henry, Selain susu,sumber kalsium terbaik juga bisa dapat dari vitamin D yang merupakan “Best friend” dari kalsium. Beberpa makanan yang mengandung vitamin D adalah ikkan-ikan dari laut dalam seperti salmon,tuna sarden,dll  

Hidup Sehat Hingga Masa Tua

operasi-arthroscopy.jpg

Permasalahan sendi, baik dilutut, bahu, dan beberapa lokasi sendi lainnya, dapat ditangani dengan teknik arthroscopy yang mempunyai banyak keunggulan, yaitu hasil yang maksimal, luka sayatan yang sangat kecil (hanya sebesar ujung bolpen), dan proses recovery-nya sangat cepat.

arthroscopy bahu
arthroscopy lutut

Siapapun yang mengalami permasalahan sendi, tentu menginginkan penanganan terbaik. Jika pun harus dilakukan pembedahan, pasti banyak yang berharap proses operasi dapat dilakukan dengan cepat, efektif, dan rasa sakit atau nyeri pada saat atau pasca pembedahan dapat ditekan seminimal mungkin.

Untuk itu dunia kedokteran orthopedi, mengenal teknik arthroscopy. Secara harfiah, arthros dapat diartikan sebagai sendi, sementara copy adalah melihat atau mengamati, sehingga arthroscopy dapat diartikan sebagai proses melihat kedalam sendi dengan menggunakan alat khusus.

Arthroscopy dilakukan dengan teknik minimal invasive, yaitu membuat luka atau sayatan yang sangat kecil, sekitar 1 cm atau sekitar sebesar ujung bolpen. Sayatan yang dibuat minimal dua. ”kalau dipergelangan, sayatan yang dibuat bisa lebih kecil, hanya 0,5 cm. Arthroscopy dilakukan dengan membuat minimal dua sayatan, satu untuk endoscopic kamera, dan satu lagi alat untuk mengerjakan diagnosis,” terang dr. Their Effendi, Sp. OT.

Arthoscopy memiliki dua fungsi sekaligus, yakni diagnosa permasalahan sendi, dan melakukan penanganan sekaligus. Terkadang, pada permasalahan sendi, terdapat hal-hal yang tidak dapat terdeteksi dengan alat diagnostic lainnya seperti X-Ray atau USG. Dengan menggunakan teknik arthroscopy dimana menggunakan kamera yang dimasukkan dan mampu menjangkau sendi, masalah yang terjadi dalam sendi dapat terlihat melalui monitor.

Setelah diketahui masalah di dalam sendi, proses arthroscopy biasanya langsung dilanjutkan dengan dilakukan penanganan. Jika sudah ada diagnosa untuk dilakukan tindakan arthroscopy, maka tindakan tersebut akan dilakukan dengan membuat sayatan kecil tanpa harus dilakukan open surgery. “ujar dr. Their. “Tapi ada kalanya, arthroscopy dilakukan hanya untuk mengambil sampel dalam sendi. Misalnya ketika pasien dicurigai ada infeksi atau tumor, maka dokter akan mengambil sampelnya kemudian dicek terlebih dahulu patologinya. Biasanya terdapat dua tahap, namun jika tidak terlihat kecurigaan adanya infeksi atau tumor, maka rata-rata dapat dilakukan dalam satu tahap bersamaan.”

Sendi yang paling sering didiagnosa dan ditangani dengan teknik arthroscopy ini adalah sendi lutut dan disusul dengan sendi bahu. Saat ini, sudah berkembang lagi pada diagnosa dan penanganan keluhan pada sendi pergelangan tangan dan pergelangan kaki atau ankle. ”Sendi pinggul juga bisa, tapi cukup sulit karena letaknya yang sangat dalam, tergantung dari lemak atau otot setiap orang, “ungkapnya. “Di Indonesia, arthroscopy untuk sendi pinggul belum terlalu berkembang. Tapi di Jepang, Korea, Eropa, dan Amerika sudah ada yang mendalami.”

KEUNGGULAN

Teknik arthroscopy memiliki banyak keunggulan dikarenakan luka yang kecil atau minimal invasive, proses penyembuhannya menjadi lebih cepat. Secara kosmetik atau bekas luka pasca operasi akan terlihat lebih baik. “Yang ketiga, dan paling penting adalah efektifitasnya. Bagi kami, para doketr, arthroscopy juga lebih mudah karena bisa menjangkau tempat-tempat yang tidak mungkin bisa terjangkau dengan tindakan open syrgery. Proses operasinya pun juga tergolong cukup singkat. Namun, juga tergantung pada operator atau dokter yang melakukannya, “terang dr. Theri.

Dokter-dokter yang dapat melakukan arthroscopy biasanya merupakan dokter-dokter dengan kualifikasi sport injury specialistic mengingat masalah sendi sangat sering terjadi pada atlet atau masyarakat dengan tingkat instensitas olahraga yang cukup tinggi.

Eperti learning curve, semakin banyak kasus yang ditangani seorang dokter, maka semakin cepat waktu yang diperlukan dalam melakukan tindakan rekontruksi ACL (Anterior Cruciate Ligamen) bisa dilakukan dalam waktu ± 60 menit. Jika tindakan dilakukan diarea bahu memerlukan waktu lebih lama. Karena sendi didalam bahu terdiri dari ball and socket sehingga lebih rumit. Didalam sendi bahu terdapat bola dan mangkuk sehingga gerakannya hanya menekuk dan lurus, “ujarnya. “Saat melakukan arthroscopy, pasien biasanya akan dibius regional, tapi khusus untuk bahu, terpaksa masih harus dibius block atau total.”

Menurut dr. Theri, metode arthroscopy dapat diaplikasikan pada semua orang yang mengalami masalah sendi pada grade awal. Jika yang memiliki permasalahan sendi dalam derajat yang cukup berat maka tindaan yang harus dilakukan bukan lagi arthroscopy, melainkan harus ganti sendi, “terangnya.

Yang juga dapat menjadi catatan, arthroscopy adalah metode yang dilakukan dengan menggunakan alat khusus berbentuk semacam satu tower da terdiri dari beberapa item, seperti monitor, light source, dan mesin pembersihan atau pengairan, sehingga diperlukan kepabilitas dalam pengoperasiannya dimana RSOT sudah mempunyai alat ini dengan tenaga medis yang sudah terlatih.


Copyright by Surabaya Orthopedi 2021

WhatsApp Live Chat