Please wait...



Blog

CLASSIC LIST

MCU-PAKET-LAB.jpg

Seperti yang sahabat ortho ketahui, momen Hari Raya Idul Adha sangat kental kaitannya dengan penyembelihan hewan kurban seperti kambing, sapi, kerbau, domba atau yang lainnya. Momen ini tak luput juga dari beragamnya sajian makanan yang berasal dari bahan tersebut. Dengan beragamnya olahan daging yang menggugah selera, acap kali beberapa orang kalap ketika menyantap sajian khas Idul Adha tersebut. Padahal, jika Anda terlalu berlebihan dalam mengonsumsinya dapat menyebabkan dampak bagi tubuh Anda.

Sejumlah gangguan kesehatan berikut rentan muncul atau kambuh jika Anda tidak membatasi asupan makanan yang berbahan dasar daging.

Lantas, 3 penyakit apa saja yang sering muncul atau kambuh saat perayaan Idul Adha?

  1. Hipertensi

Penyakit pertama yang kerap menyerang saat perayaan Idul Adha adalah hipertensi atau darah tinggi. Penyebabnya karena saat Idul Adha makanan yang disajikan kebanyakan makanan-makanan berlemak mengandung banyak  garam dan santan seperti gulai dan rendang. Dimana makanan tersebut sangat memicu naiknya tekanan darah.

  1. Kolesterol Melonjak Naik

Makanan berbahan dasar daging seperti daging ka,bing atau sapi mengandung beragam nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh Anda. Meski demikian, daging-daging tersebut menyimpan banyak lemak jenuh yang bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat pada tubuh kita. Kadar kolesterol yang ini ini bisa menumpuk pada dinding pembuluh darah lalu mengeras, akibatnya dalam jangka panjang bisa menyebabkan serangan jantung atau stroke.

  1. Asam Urat

Asam urat juga menjadi salah satu penyakit yang sering menyerang saat Idul Adha. Asam urat merupakan penyakit yang disebabkan karena tingginya kadar purin yang cukup tinggi. Daging merah seperti daging kambing/domba dan daging sapi merupakan makanan yang mengandung kadar purin yang tinggi. Oleh karena itu, bagi Anda yang sudah memiliki penyakit asam urat sangat dianjurkan untuk membatasi konsumi daging sata perayaan Idul Adha. Selain itu, konsumsi jeroan hewan kurban juga sebaiknya Anda hindari.

Seperti yang telah kita ketahui, daging merah memiliki kandungan lemak jenuh dan kolesterol jahat yang dapat memicu risiko gangguan jantung dan pembuluh darah, jika Anda mengonsumsinya secara berlebihan. Tentunya Anda tidak ingin kan muncul gangguan kesehatan di tubuh Anda setelah merayakan Idul Adha?

Menurut ahli gizi Universitas Airlangga (UNAIR), Lailatul Muniroh, S.KM, M.Kes, mengonsumsi daging secara berlebihan dapat memicu naiknya kolesterol dalam darah. Menurutnya, perlu dilakukan langkah preventif dan beberapa hal agar dapatmenurunkan kolesterol setelah Idul Adha. Dikutip dari laman resmi kampus Unair (2022).

Lebih lanjut, Lailatul menuturkan 3 tips untuk mengelola kadar kolesterol setelah Idul Adha. Apa saja? Mari kita simak bersama.

  1. Perbanyak konsumsi buah dan sayur atau makanan yang tinggi serat

Langkah pencegahan pertama adalah dengan mengonsumi banyak sayur dan buah yang memiliki serat tinggi. Contohnya seperi pisang, apel, jeruk wortel, dan brokoli. Selain itu, konsumsi sayur dari jenis kacang-kacangan seperti kacang polong dan buncis juga dapat embantu manurunkan kadar kolesterol.

 

  1. Kurangi makanan yang mengandung lemak yang tinggi

Langkah pencegahan selanjutnya adalah dengan mengurangi konsumsi makanan yang mengandung lemak yang sangat tinggi. Pilihlah makanan yang rendah lemak seperti, ikan, putih telur, daging sapi tanpa lemak, tahu, tempe, kacang-kacangan dan lain sebagainya. Tak lupa juga kurangi mengolah makanan dengan cara digoreng.

 

  1. Rutin olahraga dan sarapan dengan pengganti nasi

Langkah terakhir berikut dapat dilakukan untuk mencegah naiknya kadar kolesterol dalam darah yaitu dengan konsumsi makanan pengganti nasi seperti oatmeal. Oatmeal kaya akan nutrisi dan sumber serat larut yang akan menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Selain itu, oatmeal juga dapat menurunkan resiko penyakit jantung. Tak lupa untuk rutin olahraga untuk basmi kolesterol jahat.

“Hidup sehat, bebas kolesterol jahat”

Selain itu, agar dapat mengurangi resiko penyakit yang ditimbulkan setelah Idul Adha, langkah terbaik yang bisa kita lakukan adalah dengan melakukan medical check up. Medical check up merupakan upaya yang dapat membantu sahabat ortho semua agar bisa mengetahui kondisi tubuh kita secara menyeluruh dan potensi penyakit yang kemungkinan menjangkit tubuh tanpa menimbulkan gejala. Melalui medical check up, kita akan dilakukan skrinning faktor-faktor risiko yang menyebabkan gangguan pada fungsi tubuh kita agar dapat dilakukan pencegahan lebih dini. Dengan begitu penyakit tidak akan berkembang kearah yang lebih serius hingga berakibat fatal di kemudian hari.

Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi Surabaya menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan (Medical Check Up) bagi sahabat ortho semua. Yuk segera periksakan diri anda dan pastikan tubuh kita tetap sehat dan bugar setelah Idul Adha.

Poli Orthopedi dan Traumatologi Sakit Orthopedi dan Traumatologi Surabaya buka setiap hari (Senin – Minggu), tanggal merah TETAP BUKA.

IGD, Ambulance, Farmasi, Radiologi, Laboratorium 24 Jam.

Informasi dan pendaftaran :

(031) 574 31 574 / 574 31 299
Whatsapp 0813 3662 1957 / 0813 3787 3131

IGD dan Ambulance :

(031 574 31 574 / 574 31 299 ext 118

Whatsapp 0823 3765 5500

RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya
– Your Bone and Joint Solution –

References :

DetikEdu. Tips Kelola Kadar Kolesterol Usai Idul Adha. Diakses 2022

Healthline. Best Diet for Gout. Diakses 2022

UNAIR. Ahli Gizi Unair Bagi Tips atasi Kolesterol Tinggi saat Idul Adha. Diakses 2022

Images :

Freepik.com


young-lady-suffering-from-shoulder-pain-green-shirt-looking-uncomfortable-1-scaled.jpg

Sahabat ortho, sendi bahu merupakan sendi bola dan rongga yang terdiri dari 3 buah tulang. Tulang tersebut yaitu tulang lengan bagian atas, tulang belikat dan tulang selangka yang disokong oleh ligamen, tendon, otot agar posisi tetap stabil. Tahukah Anda bahwa bahu memberikan rentang gerak terbesar dalam tubuh kita. Ia memungkinkan kita untuk mengangkat dan memutar lengan ke segala arah. Dan untuk membantu kita menggerakkan bahu, sendi dibantu oleh cairan yang bernama cairan synovial yang melumasi kapsul bahu sendi.

Jika kapsul pada bahu menebal dan menjadi lebih kaku kencang serta berkurangnya cairan sinovial pada sendi maka dapat menyebabkan kekakuan pada bahu. Kondisi inilah yang dimaksud dengan Frozen Shoulder.

Frozen Shoulder atau Adhesive Capsulitis adalah gangguan yang terjadi di area bahu berupa rasa kaku dan nyeri. Kondisi ini menyebabkan terbatasnya pergerakan bahu hingga terkadang tidak dapat digerakkan sama sekali. Kondisi ini biasanya berlangsung dalam hitungan bulan hingga tahun dan jarang kambuh di lokasi yang sama.

Bagaimana Gejalanya?

Dilansir dari Mayo Clinic gejala utama Frozen Shoulder  adalah rasa sakit dan kekauan yang menyebabkan bahu sangat suilt digerakkan atau bahkan tidak bisa digerakkan sama sekali. Gejala ini muncul dan biasanya terbagi menjadi 3 tahap, setiap tahapan berlangsung dalam beberapa bulan.

Berikut 3 tahapan gejala Frozen Shoulder :

  1. Freezing Stage

Nyeri setiap kali bahu digerakkan sehingga menyebabkan rentang gerak bahu terbatas. Tahap ini berlangsung sekitar 6 – 9 bulan.

  1. Frozen Stage

Nyeri berkurang, tetapi bahu semakin kaku dan sulit untuk digerakkan. Tahap ini berlangsung sekitar 4 – 12 bulan.

  1. Thawing Stage

Rentang gerak bahu membaik yang berlangsung selama 6 bulan sampai 2 tahun.

Apa Penyebabnya?

Belum diketahui pasti penyebab dari Frozen Shoulder. Namun ada beberapa kondisi yang meningkatkan risiko seseorang mengalami Frozen Shoulder. Diantaranya :

  1. Berjenis kelamin perempuan
  2. Berusia 40 tahun keatas
  3. Menderita penyakit sistemik seperti diabetes, Parkinson, TBC, penyakit jantung, dan gangguan hormone tiroid (Hipertiroid dan Hiptiroid).
  4. Mengalami imobilitas (tidak dapat bergerak) dalam waktu yang lama, misalnya akibat stroke, patah tulang pada lengan, pemulihan pasca operasi, cedera pada rotator cuff (otot pada bahu)

 

Bagaimana Diagnosis Frozen Shoulder?

Dirangkum dari HealthLine, langkah awal yang dilakukan adalah dengan melihat riwayat medis dan pemeriksaan fisik penderita. Pemeriksaan fisik dilakukan untuk melihat seberapa nyeri yang dirasakan dan untuk melihat jangkauan gerak pasien akibat frozen shoulder.

Beberapa pemeriksaan diagnostik mungkin juga diperlukan. Dokter akan melakukan pemindaian resonansi magnetik (MRI). Rontgen mungkin juga diuperlukanuntuk memeriksa radang sendi atau kelainan lainnya. Anda mungkin memerlukan artrogram untuk rontgen, yang melibatkan penyuntikan pewarna ke sendi bahu Anda sehingga dokter dapat melihat strukturnya.

Pengobatan Frozen Shoulder :

  1. Obat-obatan

Obat-obatan yang akan diberikan oleh dokter bertujuan untuk meredakan nyeri dan peradangan yang terjadi (Contoh ; aspirin dan ibuprofen). Jika nyeri terus terjaid, mungkin dokter akan memberikan suntikan kortikosteroid ke area bahu yang bermasalah.

  1. Rehabilitasi Medik (Fisioterapi)

Terapi fisik bertujuan untuk mengembalikan jangkauan lengan semaksimal mungkin. Selama sesi fisioterapi, dokter juga akan melakukan TENS (transcutaneous electrical nerve stimulation). TENS adalah terapi listrik yang dilakukan dengan menghantarkan arus listrik kecil melalui elektroda yang ditempelkan di kulit. Arus listrik tersebut bertujuan untuk menghambat impuls saraf yang menyebabkan rasa nyeri.

Selain terapi tersebut, pasien juga bisa melakukan kompres dingin pada bahu selama 15 menit di rumah dan lakukan beberapa kali dalam sehari. Hal ini dinilai cukup efektif untuk meredakan nyeri pada bahu.

  1. Perawatan Mandiri

Perawatan Mandiri sangat membantu mempercepat pemulihan. Diantaranya menggunakan obat sesuai dengan anjuran dokter, rutin berolahraga, ikut bimbingan dan ahli fisioterapi atau mengompres bahu yang nyeri dan kaku dengan menggunakan es batu. Kuncinya adalah, Anda mampu mempertahankan gerak bahu, sehingga Anda sangat dianjurkan untuk rutin melakukan rangsangan gerak bahu.

  1. Operasi

Operasi dilakukan jika konsumsi obat, fisioterapi dan perawatan mandiri tidak efektif membuat keluhan membaik. Tindkaan ini bertujuanuntuk melonggarkan beberapa jaringan ikat di sekitar bahu dan biasanya operasi dilakukan dua kali. Operasi pertama disebut manipulasi, sedangkan operasi kedua akan menggunakan alat arthroscopy untuk memotong jaringan parut.

erasi dilakukan jika konsumsi obat, pengobatan alternatif, dan perawatan mandiri tidak membuat frozen shoulder membaik. Tindakan ini bertujuan untuk melonggarkan beberapa jaringan ikat di sekitar bahu dan biasanya operasi dilakukan dua kali. Operasi pertama disebut manipulasi di bawah anestesi, sedangkan operasi kedua menggunakan arthroscopy untuk memotong jaringan ketat dan parut. Kedua operasi ini dilakukan pada waktu yang bersamaan.

Bagaimana Pencegahannya?

Dikutip dari Cleveland Clinic, menjalani fisioterapi setlah mengalami cedera pada bahu yang menyebabkan bahu teras sakit dapat membantu mengurangi risiko terkena Frozen Shoulder. Selain itu, fisioterapi juga disarankan untuk segera dilakukan oleh penderita yang mengalami stroke untuk mencegah kekaukan pada sendi bahu dan sendi lain yang mungkin terdampak.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika anda atau keluarga anda mengalami gejala yang telah disebutkan diatas, maka segera periksakan ke dokter spesialis orthopedi dan traumatologi terdekat anda. Konsultasikan keluhan seputar kesehatan tulang, otot, sendi anda ke dokter spesialis orthopedi terdekat anda atau ke dokter spesialis orthopedi dan traumatologi di Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi Surabaya.

Poli Orthopedi dan Traumatologi Sakit Orthopedi dan Traumatologi Surabaya buka setiap hari (Senin – Minggu), tanggal merah TETAP BUKA.

IGD, Ambulance, Farmasi, Radiologi, Laboratorium 24 Jam.

Informasi dan pendaftaran :

(031) 574 31 574 / 574 31 299
Whatsapp 0813 3662 1957 / 0813 3787 3131

IGD dan Ambulance :

(031 574 31 574 / 574 31 299 ext 118

Whatsapp 0823 3765 5500

RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya
– Your Bone and Joint Solution –

References :

MayoClinic. Diakses pada 2022. Frozen shoulder.

Healthline. Diakses pada 2022. Frozen Shoulder. 

Medscape. Diakses pada 2022. Adhesive Capsulitis (Frozen Shoulder).

Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Frozen Shoulder

Image :

https://www.freepik.com/free-photo/young-lady-suffering-from-shoulder-pain-green-shirt-looking-uncomfortable_15330814.htm#page=4&query=shoulder%20pain&position=31&from_view=search


side-view-female-swimmer-with-cap-goggles-swimming-water-1-1200x801.jpg

Selain menyehatkan berenang juga sangat menyenangkan untuk dilakukan oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Namun, pernahkah sahabat ortho semua mendengar larangan berenang setalah makan dan harus menunggu hingga 1 jam? Tentu saja, kalimat tersebut sering diucapkan oleh para orang tua dengan alasan berenang setelah makan bisa menyebabkan kram. Namun pernyataan tersebut belum tentu benar. Jadi, apakah hal tersebut bisa dikatakan mitos atau fakta ya?

BOLEHKAH BERENANG SETELAH MAKAN?

Menurut ahli fisiologi Latihan dan direktur diet & pusat kebugaran Duke University, Gerald Endress, berenang dengan perut kenyang tidak mempengaruhi kemampuan berenang secara signifikan. Secara biologis, darah memang mengalir ke perut untuk membantu proses pencernaan, tetapi hal tersebut tidak menyebabkan otot kehilangan energi apalagi sampai menyebabkan anda tenggelam. Menurut Roshini Rajapaksa dari New York University School of Medicine, berenang dengan perut yang penuh sehabis makan dapat menyebabkan kram perut jika anda berenang dengan penuh semangat tetapi tidak sampai membuat anda tenggelam.

Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa berenang setelah makan itu berbahaya. Namun, olahraga yang terlalu kuat dapat menyebabkan aliran darah yang seharusnya mengarah ke pencernaan justru berbalik ke area otot. Hal inilah yang menyebabkan kita merasa mual atau bahkan sampai muntah karena makanan masih dicerna oleh lambung.

Istirahat sejenak setelah makan Ketika anda merasa perut terlalu kenyang. Tunggu beberapa saat hingga anda merasa bahwa perut anda membaik dan sudah siap untuk dibawa berolahraga. Lakukan pemanasan dengan intensitas rendah terlebih dahulu sebelum melakukan olahraga berat seperti berenang agar kita terhindar dari keluhan kram perut. Berenang termasuk olahraga yang dapat diterima oleh tubuh setelah makan, dengan syarat gerakan yang dilakukan masih dalam intensitas wajar sehingga perut tidak kaget dan menyebabkan kram.

GERAKAN PEMANASAN SEBELUM BERENANG UNTUK CEGAH KRAM

Plantar Fascia Stretch

Plantar Fascia Stretch perlu dilakukan untuk menghindari kram. Gerakan ini cukup mudah dilakukan. Kita cukup mencari dinding yang bisa dijadikan sandaran, lalu templekna bagian jari-jari ke dinding tersebut dan berikan tekanan dengan menekuknya ebberapa kali.

Alternative Plantar Fascia Relief

Mirip dengan gerakan plantar fascia stretch, hanya saja gerakan pemanasan ini perlu dikalukan dengan bantuan bola tenis. Caranya, letakkan bola tenis di bagian bawah telapak kaki, lalu gerak-gerakkan bola dengan telapakkaki. Pastikan posisi telapak kaki tidak lemas dan meregang, sehingga jari-jari kaki menjadi terangkat.

Gastrocnemius Stretch

Gastrocnemius Stretch merupakan gerakan terakhir yang tak kalah penting untuk dilakukan. Untuk melakukannya, kamu perlu berdiri dengan satu kaki di depan dan kaki yang satunya di belakang lurus, hingga tumit menyentuh lantai. Tahan posisi selama beberapa hitungan dan lakukan beberapa kali.

Jika sahabat ortho memiliki keluhan kram atau keluhan seputar tulang, otot dan sendi segera konsultasikan ke dokter spesialis orthopedi dan traumatologi di Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi Surabaya.

Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi Surabaya

-Your Bone and Joint Solution-

Informasi dan Pendaftaran :

9031) 574 31 574 / 574 31 299

Whatsapp 0813 3662 1957 / 0813 3787 3131

IGD        :
(031) 574 31 574 /574 31 299 ext  118

Whatsapp 0823 3765 5500

 

Referensi :

https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/2730869/berenang-setelah-makan-bikin-kram-benarkah

https://hellosehat.com/kebugaran/kelenturan/pemanasan-pendinginan-berenang/

https://www.physioproperth.com.au/resources/exercises/leg-stretches/gastrocnemius-stretch/

https://www.medicalnewstoday.com/articles/fat-injections-could-treat-foot-pain-in-plantar-fasciitis

 

Gambar :

https://www.freepik.com/free-photo/side-view-female-swimmer-with-cap-goggles-swimming-water_10296634.htm#query=swimming&position=1&from_view=search


TULANG-SEHAT-BUAH-HATI-KUAT.jpg

Masa anak-anak memiliki peranan penting dalam pertumbuhan dan kepadatan tulang. Pada periode ini ukuran dan kekuatan tulang meningkat signifikan. Saat usia sudah mencapai 20 tahun, pergantian tulang akan cenderung berhenti atau melambat.

Tulang sehat sangat penting untuk proses tumbuh kembang buah hati. Dengan tulang yang kuat anak bisa melakukan aktivitas apapun yang ia sukai. Membentuk  tulang sehat sejak dini mampu mencegah kerapuhan atau gangguan tulang di kemudian hari.

Tips Membentuk Tulang Sehat Bagi Buah Hati

Menjaga Kesehatan tulang buah hati sangat baik untuk mendukung proses tumbuh kembangnya. Agar tulang buah hati sehat, yuk bunda ikuti beberapa tips berikut ini:

  1. Konsumsi Makanan Tinggi Kalsium
    Kalsium merupakan salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh mulai anak-anak hingga dewasa. Selain bermanfaat untuk mencegah pengeroposan tulang, kalsium juga dibutuhkan tubuh untuk menunjang fungsi saraf dan membantu kontraksi otot-otot. Bunda dapat mengolah sumber kalisum seperti bayam, kacang kedelai, ikan salmon, sarden dan susu sebagai menu sehari-hari buah hati.
  2. Batasi Minuman Manis
    Mengkonsumsi minuman manis yang mengandung pemanis buatan atau gula dalam jumlah besar meningkatkan berbagai resiko bagi Kesehatan tubuh, salah satu dampaknya adalah mengganggu penyerapan kalsium. Tubuh yang kekurangan kalisum menyebabkan tulang mudah keropos. Bunda sebaiknya memenuhi asupan buah hati dengan konsumsi jus buah dan air putih. Selain segar dan menyehatkan, juga banyak mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.
  3. Ajak Buah Hati Berjemur
    Vitamin D merupakan salah satu zat pembentuk tulang. Peran utama vitamin D dalam tubuh adalah membantu penyerapan kalsium dan fosfor ke dalam tulang. Kekurangan vitamin D menyebabkan tulang menjadi rapuh, sehingga rawan terkena osteoporosis Ketika dewasa. Bunda jangan ragu untuk rajin mengajak buah hati berjemur. Sinar matahari tidak hanya bermanfaat untuk menguatkan tulang, namun juga dapat meningkatkan sistem imun tubuh. Cukup berjemur selama 10 – 15 menit antara pukul 06.00 sampai dengan 08.00. Sinar matahari kuat untuk menembus pakaian. Pastikan seluruh tubuh mendapat paparan sinar matahari untuk merangsang pembentukan Vitamin D.
  4. Banyak Aktivitas Fisik
    Selain mengkonsumsi makanan sehat, ajak buah hati dengan melakukan aktivitas fisik ya bunda. Aktivitas ini sangat bermanfaat untuk pemadatan tulang. Bunda dapat mengajak buah hati bermain 4L yaitu lari, lonjat, lompat dan lempar. Aktivitas ini dapat dilakukan selama 60 menit sehari. Tapi pastikan tempat bermain aman ya Bunda. Agar buah hati terhindar dari cedera.

Pastikan bunda selalu mengukur tinggi dan berat badan buah hati ya. Untuk memastikan pertumbuhan dan Kesehatan tulangnya baik. Bila buah hati terlihat lebih pendek dari teman sebayanya, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter untuk memeriksakan kondisi tumbuh kembangnya.

 

Dr. Anggita Dewi, Sp.OT
Jadwal Praktik
Senin – Jumat : 10.00 – 14.00
Sabtu : 14.00 – 19.00
Minggu : 11.00 – 14.00

Informasi Pendaftaran :
RS. ORTHOPEDI & TRAUMATOLOGI SURABAYA
JL. Emerald Mansion TX 10, Citraland – Surabaya
(031) 57431574 / 57431299
IGD : 082337655500 ext 118

http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/penyakit-gangguan-metabolik/page/2/tips-pembentukan-tulang-kuat-pada-anak-anak

http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/penyakit-gangguan-metabolik/pembentukan-tulang-sejak-dini

https://www.haibunda.com/parenting/20181019185931-61-27189/manfaat-aktivitas-fisik-untuk-pertumbuhan-tulang-anak


Osteomalacia.jpg

 

“Tulang Lunak” atau Osteomalacia adalah kondisi dimana tulang tidak dapat mengeras akibat kurangnya vitamin D, fosfor, atau kalsium.  Akibatnya tulang rawan bengkok dan beresiko mudah patah. Gejala umum dari Osteomalacia adalah nyeri pada tulang dan pinggul, juga kelemahan otot sehingga menyebabkan kesulitan berjalan, serta mudah lelah.

Osteoporosis dan Osteomalacia memiliki gejala yang hampir mirip, yaitu tulang rapuh. Osteoporosis terjadi akibat menurunnya massa tulang, sehingga tulang menjadi keropos setelah tulang tumbuh sempurna. Sedangkan Osteomalacia terjadi karena ketidaksempurnaan pembentukan tulang, sehingga tulang tidak mengeras.

Osteomalacia terjadi karena beberapa faktor. Faktor yang paling berpengaruh adalah kekurangan asupan vitamin D yang berfungsi untuk menjaga kesehatan tulang. Mengalami gangguan pencernaan sehingga nutrisi tidak terserap maksimal, kondisi genetik langka juga dapat menyebabkan Osteomalacia.

Ada beberapa cara untuk mendeteksi gangguan Osteomalacia, antara lain:

  • Sinar X
    Pemindaian dengan Sinar-X dilakukan untuk memeriksa apakah ada keretakan pada tulang yang menjadi ciri dari Osteomalacia
  • Tes Urine dan Test Darah
    pemersiksaan ini bertujuan untuk memeriksa kandungan vitamin D dalam tubuh, sebab Osteomalacia terjadi karena kurangnya asupan vitamin D
  • Pemeriksaan Kepadatan Tulang
    Pemindaian kepadatan tulang untuk mengevaluasi jumlah kalsium dan mineral yang ada pada tulang
  • Biopsi
    Pemeriksaan laboratorium dengan mengambil contoh jaringan tulang.

Bagi penderita Osteomalacia dapat mengkonsumi suplemen vitamin D, kalsium atau fosfat, tergantung pada kasus masing-masing. Misalnya, pasien dengan malabsorpsi usus (usus tidak dapat menyerap nutrisi atau vitamin dengan benar) mungkin perlu mengonsumsi vitamin D dan kalsium dalam jumlah yang lebih besar.

Kemudian ditambah dengan berjemur selama 10 – 15 menit. Waktu efektif berjemur bisa dimulai sekitar pukul 06.00 sampai dengan 08.00. Sinar matahari cukup kuat untuk menembus pakaian, jadi pastikan seluruh tubuh mendapat cukup paparan sinar matahari untuk merangsang pembentukan Vitamin D.

Ada juga beberapa perawatan lain yang dapat dilakukan untuk meredakan atau memperbaiki gejala Osteomalacia, yaitu:

  1. Korset
    menggunakan korset dapat menyangga tulang dan dapat mengurangi resiko ketidakteraturan tulang
  2. Pembedahan
    Untuk kasus yang parah, pembedahan atau operasi dapat memperbaiki kelainan bentuk tulang akibat Osteomalacia

Segera konsultasikan kepada dokter spesialis orthopedi bila menemui gejala-gejala Osteomalacia. Untuk meningkatkan peluang kesembuhan dan terhindar dari komplikasi berbahaya.

 

Informasi Pendaftaran :
RS. ORTHOPEDI & TRAUMATOLOGI SURABAYA
JL. Emerald Mansion TX 10, Citraland – Surabaya
(031) 57431574 / 57431299
IGD : 082337655500 ext 118

 

Reference:

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/osteomalacia/symptoms-causes/syc-20355514
https://medlineplus.gov/vitaminddeficiency.html
https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/13017-osteomalacia

 


Popping-Join-thmb.jpg

Sendi merupakan pertemuan antara dua buah tulang yang direkatkan oleh jaringan dan cairan sinovial yang berfungsi untuk menopang pergerakan. Umumnya kita pernah mengalami bunyi “kreek” atau bunyi “retak” pada persendian. Bunyi “retak” ini biasanya terjadi pada buku-buku jari, punggung dan leher pada saat tubuh menekuk atau melenturkan beberapa bagian tubuh.

Bunyi “retak” ini terjadi karena suara udara yang menumpuk dan terperangkap diantara sendi, udara tersebut kemudian dilepaskan saat persendian digunakan dengan cara tertentu seperti membungkuk untuk melakukan peregangan. Bersamaan dengan keluarnya udara, hormon endorphin juga turut dilepaskan. Bahan kimia alami tubuh ini meredakan rasa sakit yang dialami oleh tubuh dan seolah-olah ketegangan menghilang saat udara yang menumpuk pada persendian dilepaskan. Endorfin memacu rasa senang setiap kali sendi seperti pada leher, punggung atau buku-buku jari terdengar bunyi “kreek”.

Bunyi “retak” itu sendiri tidak perlu dikhawatirkan. Namun ada kalanya bunyi “retak” perlu diwaspadai. Terutama bila mengalami kondisi sebagai berikut:

Nyeri Sendi
Nyeri sendi merupakan kondisi munculnya rasa tidak nyaman dan rasa sakit pada setiap bagian sendi. Nyeri sendi biasanya terjadi pada tulang rawan, ligament dan otot. Penyebab dari nyeri sendi dapat berupa infeksi virus, rheumatoid arthritis (peradangan sendi akibat sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringannya sendiri) dan asam urat.

Bursitis
Bursitis adalah peradangan atau pembengkakan kantong cairan, yaitu organ yang letaknya di bawah kulit atau biasanya di atas sendi. Rasa sakit ini cenderung meningkat dengan latihan berat berulang seperti berlari atau menaiki tangga. Rasa sakit bisa disertai dengan suara kisi-kisi di lutut.

Radang  Sendi (Osteoarthritis)
Radang sendi adalah kondisi persendian bengkak dan kaku. Sehingga gerakan pada sendi terbatas dan menyakitkan. Penyebab dari radang sendi ada bermacam-macam, mulai dari asam urat, infeksi, penyakit degeneratif, hingga penyakit autoimun. Radang sendi bisa dialami oleh berbagai golongan usia. Namun paling sering dialami ketika sudah berusia 65 tahun. Radang sendi bila tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan beberapa kompilikasi, antara lain gangguan tidur, penurunan produktifitas, kelaianan bentuk dan osteoporosis.

Untuk mencegah resiko berbagai macam gejala persendian, lakukan beberapa langkah mudah berikut.

  1. Jaga berat badan ideal
  2. Aktif bergerak
  3. Berolahraga ringan secara teratur
  4. Banyak konsumsi buah dan sayur

Konsultasikan dengan dokter spesialis orthopedi jika ada rasa sakit, bengkak, atau ketidaknyamanan yang dialami pada area persendian. Penegakan diagnosa oleh dokter dapat dilakukan dengan sinar-X dan pencitraan resonansi magnetik (MRI).

 

Theri Effendi, Sp. OT (K) Hand, Upper Limb, and Microsurgery
Jadwal Praktik

Senin: 17.00 – 19.00
Selasa: 15.00 – 17.00
Rabu: 13.00- 15.00
Kamis: 17.00 – 19.00
Jumat: 15.00 – 17.00
Sabtu : 14.00 – 19.00
Minggu : 11.00 – 14.00

 

Informasi Pendaftaran :
RS. ORTHOPEDI & TRAUMATOLOGI SURABAYA
JL. Emerald Mansion TX 10, Citraland – Surabaya
(031) 57431574 / 57431299
IGD : 082337655500 ext 118

 

REFERENCE:

www.healthline.com/health/back-cracking
www.rehaborthopedicmedicine.com/noisy-joints.php


Vit-D.jpg

Di masa Pandemi Covid-19 ini sangat penting menjaga imunitas tubuh. Dengan daya tahan tubuh yang kuat akan membuat tubuh kita lebih maksimal dalam menangkal virus dan bakteri. Salah satu cara menjaga daya tahan tubuh adalah mencukupi kebutuhan Vitamin D.

Vitamin D merupakan vitamin larut lemak. Kebutuhan tubuh akan vitamin D dapat dipenuhi dari asupan makanan (Vitamin D2) dan sinar matahari (Vitamin D3). Selain itu vitamin D banyak berperan dalam kesehatan tulang dan homeostasis kalsium serta memiliki peranan penting dalam proteksi tubuh dari berbagai penyakit infeksi saluran pernafasan, seperti influenza dan tuberculosis paru.

Sehingga vitamin D tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan dan kekuatan tulang, namun juga bermanfaat untuk memperkuat imunitas tubuh. Imunitas tubuh yang kuat akan mengurangi resiko tertular virus. Jika kadar Vitamin D rendah, tubuh cenderung rentan terhadap infeksi saluran pernafasan atas (ISPA).

Walaupun uji klinis yang meneliti efek vitamin D secara spesifik terhadap SARS-CoV-2 belum tersedia, namun Vitamin D telah berperan dalam modulasi sistem imun dengan menghambat pengeluaran sitokin proinflamasi dan meningkatkan sitokin yang bersifat antiinflamasi. Vitamin D juga mampu berinteraksi dengan protein angiotensin-converting-enzyme 2 (ACE2) sebagai reseptor masuknya virus SARS-CoV-2.

Pastikan tubuh mendapat cukup asupan Vitamin D setiap hari. Vitamin D dapat diperoleh dengan mengkonsumsi makananan  seperti ikan salmon, daging sapi, hati sapi, telur dan susu. Kemudian ditambah dengan berjemur selama 10 – 15 menit. Waktu efektif berjemur bisa dimulai sekitar pukul 06.00 sampai dengan 08.00. Sinar matahari cukup kuat untuk menembus pakaian, jadi pastikan seluruh tubuh mendapat cukup paparan sinar matahari untuk merangsang pembentukan Vitamin D.

Asupan tubuh akan Vitamin D juga dapat dipenuhi dengan mengkonsumsi suplemen Vitamin D. Kebutuhan  vitamin D yang diserap oleh tubuh berbeda pada setiap usia. Berdasarkan ketetapan dari Kementerian Kesehatan, Angka Kecukupan Gizi (AKG) pada usia 10 – 64 tahun, vitamin D yang dibutuhkan adalah 600 iu setiap hari. Sedangkan untuk usia 64 tahun keatas membutuhkan 800 iu setiap hari.

Hindari mengkonsumsi suplemen Vitamin D secara berlebihan, bila kebutuhan harian Vitamin D dirasa sudah tercukupi. Dosis vitamin D yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan kesehatan, seperti sakit perut, telinga berdenging, otot tubuh melemah, dan bahkan gagal ginjal. Karena suplemen kesehatan berfungsi untuk melengkapi kebutuhan zat gizi dan bukan untuk mengobati suatu penyakit.

 

 

REFERENCE

https://kemkes.go.id
https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/treatments-for-covid-19
https://www.alodokter.com/fakta-vitamin-d-untuk-covid-19


terapi-ultrasound.jpg

Disiplin ilmu radiologi adalah “saudara dekat” bagi banyak disiplin ilmu kedokteran lainnya, termasuk kedokteran tulang, sendi, dan jaringan disekitarnya. Dengan bantuan teknologi radiologi terkini seperti yang ada di Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi (RSOT) Surabaya, dokter dapat membuat diagnosa terhadap penyakit dengan lebih tepat, sehingga penanganannya pun dapat dilakukan dengan lebih efektif.

SALAH satu masalah yang berhubungan dengan tulang, sendi, dan jaringan sekitarnya yang banyak diderita masyarakat adalah gangguan muskuloskeletal, yakni sebuah kondisi yang mengganggu fungsi sendi, ligament, otot, saraf dan tendon, serta tulang belakang.

Pada penanganannya, dokter memerlukan pemeriksaan penunjang untuk memastikan kondisi pasien sehingga dapat melakukan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Pada konteks inilah radiologi memegang peranan penting, dimana terdapat berbagai teknologi radiologi yang dapat diterapkan untuk memeriksa lebih detail mengenai kondisi sendi, ligament, otot, saraf, tendon, serta tulang belakang. “Pasien dengan nyeri bahu, misalnya. Dengan kasat mata, dokter tidak bisa tahu apakah itu robek atau radang saja. Nah, disitulah pentingnya pemeriksaan radiologi, mulai dari rontgen, USG, CT Scan, hingga MRI”, ujar Dr. Rosy Setiawati, dr., Sp. Rad (K). “Memang tidak semua pasien dengan keluhan muskuloskeletal harus dilakukan pemeriksaan radiologi, karena setiap kasus memiliki indikasinya masing-masing, dan dokter memiliki pengalaman pemeriksaan. Tetapi pemeriksaan ini banyak digunakan untuk memastikan penyebab keluhan”.

Lebih lanjut dr. Rosy menuturkan, ada beberapa tingkatan pemeriksaan radiologi yang bisa dilakukan untuk membantu diagnosa pada keluhan musculoskeletal. Salah satunya yang merupakan pemeriksaan standar adalah pemeriksaan rontgen. “Muskuloskeletal itu berkaitan dengan tulang, jadi tulangnya harus dipastikan baik-baik saja terlebih dahulu. Jika tidak apa-apa tapi masih bengkak, misalnya harus cari tahu lagi dengan alat lain, ultrasound, CT Scan, MRI, hingga ditemukan masalahnya,” terangnya dr. Rosy.

Menurut dr. Rosy, memang terdapat banyak pemeriksaan radiologi yang bisa dilakukan berkaitan dengan masalah muskuloskeletal. Selain rontgen, salah satu alat yang bisa dipakai adalah ultrasonografi atau biasa disingkat USG.

Teknik pemeriksaan USG memang bukan teknologi baru. Namun, seiring dengan perkembangannya, USG kini tidak hanya digunakan untuk melihat kondisi rahim pada ibu hamil atau organ-organ lainnya di dalam perut, tetapi juga dapat digunakan untuk memeriksa struktur jaringan yang berada di permukaan.

“Jadi USG yang bekerja dengan gelombang suara ini sekarang bukan hanya untuk ibu hamil saja. Tetapi yang berkaitan dengan tulang, otot, atau yang berkaitan dengan muskuloskeletal. Akurasinya cukup tinggi,”jelasnya. “Harga pemeriksaannya juga terjangkau, dan tidak memakan waktu lama, serta nilai diagnostiknya tinggi. Untuk rumah sakit pun menguntungkan, karena tak perlu ruangan besar, bahkan sekarang monitornya bisa menggunakan layar handphone.”

dr. Rosy tidak menampik bahwa USG juga memiliki kelemahan, terutama untuk pemeriksaan pada bagian atau struktur jaringan yang dalam. Untuk itu, radiologi punya banyak pilihan, tergantung dengan kasus atau diagnosa awal dari dokter yang menangani.

“Ada tingkatannya, bisa cukup hanya dengan rontgen, USG, atau perlu CT Scan, MRI. Jadi kalau diperiksa dengan USG tidak tampak ada masalah, belum tentu memang tidak ada masalah. Jadi peran radiologi ini sangat penting dalam penentuan diagnosa dan tindakan selanjutnya yang akan dilakukan oleh dokter,” ujarnya.

Dokter yang mengikuti fellowship khusus muskuloskeletal di Singapura dan Italia ini juga menekankan pentingnya tenaga ahli dalam penerapan pemeriksaan radiologi. “Selain alat yang lengkap dan teknologi terkini seperti yang ada di RSOT, tenaga ahli juga sangat penting. Jadi bagaimana bidang radiologi yang penuh dengan teknologi alat ini dapat dioperasikan oleh ahlinya, sehingga menghasilkan diagnosa yang tepat,” tutupnya.


pencegahan-osteoporosis.jpg

Banyak di antara masyarakat yang tidak menyadari bahwa tulangnya sudah keropos dan baru datang ke rumah sakit dalam kondisi tulang yang retak atau patah. Padahal, dengan tindakan prefentif atau pencegahan, sebenarnya osteoporosis dapat dicegah atau diminimalisir. Apa saja yang bisa dilakukan?

Tulang adalah anggota tubuh yang sangat vital, karena berfungsi untuk menyangga tubuh. Untuk itu, menjaga tulang agar tetap sehat merupakan hal yang sangat krusial. Asupan kalsium yang cukup mutlak diperlukan untuk memastikan bahwa tulang tetap dalam kondisi yang baik.

Berita baiknya, kita diberi kesempatan untuk dapat menabung kalsium hingga sekitar umur 35 tahun. Dengan tabungan kalsium yang cukup, saat memasuki usia 35 tahun ke atas, dimana penyerapan kalsium pada tulang sudah berangsur berkurang, pengeroposan tulang bisa dihindari atau diminimalisir.

”Jadi harus dipastikan bahwa sejak dari kandungan, masa perkembangan, hingga dewasa, asupan kalsium kita tercukupi,” ujar dr. Henry Ricardo Handoyo, Sp. OT., MBiomed ketika ditemui majalah  Orthopedi di ruang praktiknya di Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi (RSOT) Surabaya.

Namun dr. Henry juga meminta masyarakat tidak salah persepsi dengan ajakan untuk menabung kalsium sedari dini. Menurutnya, menabung kalsium bukan berarti mengkonsumsi asupan kalsium secara ekstrim, karena manusia sudah memiliki takaran kebutuhan kalsium per hari. Jika asupan kalsiumnya berlebih, maka akan dibuang lewat air seni atau buang air besar.

”Jadi harus bijak juga. Kalau bisa dibuang saja sih tidak masalah. Tapi kelebihan kalsium mungkin juga menimbulkan efek samping. Misalnya untuk jantung, karena kalsium juga berfungsi untuk kontraksi otot, sehingga estabilitas jantung terlalu meningkat. Mungkin juga berimbas ke ginjal yang jadi terbebani, karena kalsium ini kan diekskresi lewat ginjal,” terangnya. ”Orang dewasa membutuhkan 1.200 mg – 1.300 mg kalsium per hari. Tidak perlu setiap makan dihitung miligram kalsiumnya, nanti malah repot. Intinya, tiap hari minum susu, makan buah, sayur, itu sudah bagus.”

Beberapa makanan yang tinggi akan kalsium yang cukup memenuhi kebutuhan kalsium antara lain ialah susu dan turunannya memiliki kandungan kalsium yang sangat tinggi, seperti yogurt, dan keju yang menurut penelitian memiliki kandungan kalsium paling tinggi.

Sumber kalsium terbaik juga bisa didapat dari buah dan sayur. Ada empat sayuran yang memiliki kalsium tinggi, yakni sawi, bayam, lobak hijau, dan kubis. Sementara dari buah, jeruk, pisang, stroberi, dll.

Menurut dr Henry, selain susu, sumber kalsium terbaik juga bisa didapat dari vitamin D yang merupakan ”best friend” dari kalsium. Beberapa makanan yang mengandung vitamin D adalah ikan-ikan dari laut dalam seperti salmon, tuna, sarden, dll.

REKOMENDASI UNIVERSAL TERHADAP PENCEGAHAN OSTEOPOROSIS

Dunia kedokteran memiliki rekomendasi  yang bersifat universal berkaitan dengan pencegahan osteoporosis. Ada lima poin yang tertera dalam rekomendasi tersebut:

  • Mencukupi Asupan Kalsium dan Vitamin D

Seperti yan telah dijelaskan di atas, mencukupi asupan kalsium dan vitamin D adalah hal yang sangat mendasar pada pencegahan osteopororosis. Masyarakat juga disarankan meningkatkan kewaspadaan pada kondisi-kondisi tertentu, utamanya bagi wanita yang memasuki masa menopause, dimana pada masa itu akan terjadi pengurangan masa tulang secara masif berkaitan dengan menurunnya hormon estrogen secara signifikan dan berpengaruh pada metabolisme tulang. 

  • Olahraga yang Cukup

Olahraga juga sangat penting dilakukan untuk penguatan otot, karena ototlah yang menggerakkan tulang. Tulang juga baru dapat membentuk sel-selnya atau remodeling jika digerakkan. Untuk pencegahan, olahraga yang bisa dilakukan minimal adalah jalan kaki, yang bisa dilakukan dengan intensitas tiga kali seminggu dengan durasi 30 menit. Mereka yang berusia muda bisa melakukan olahraga yang lebih high impact seperti aerobic, lari, basket, dll. Sementara yang berumur lebih tua disarankan melakukan olahraga yang low impact seperti berjalan, taichi, dll.

  • Mencegah Risiko Jatuh

Olahraga yang dijelaskan di atas, juga berkaitan dengan meminimalisir risiko jatuh. Selain itu, hal-hal non-teknis seperti memastikan kondisi rumah dalam keadaan yang baik (tidak licin, tidak ada kabel berserakan di bawah, dll) juga diperlukan. Sebab, jatuh adalah hal yang benar-benar harus dihindari, apalagi jika sudah masuk dalam fase osteopenia (pra-osteoporosi). Mereka telah masuk fase osteopenia atau osteoporosis memiliki risiko patah tulang yang lebih besar dibanding mereka yang kondisi tulangnya baik.

  • Gaya Hidup Sehat

Ada beberapa kebiasaan yang wajib dihindari untuk mencegah pengeroposan tulang. Beberapa diantaranya adalah tidak merokok dan meminum alkohol, karena keduanya jelas-jelas merusak tulang. Konsumsi terhadap protein yang berlebih, biasanya dari daging-daging juga sebaiknya dihindari, karena akan meningkatkan suasana asam di tubuh. Terlalu banyak kopi dan minuman soda juga tak baik untuk tulang.

  • Periksa Pepadatan Tulang

Hal terakhir yang direkomendasikan sebagai tindakan pencegahan terhadap osteoporosis adalah pemeriksaan Bone Mass Density (BMD) atau pemeriksaan massa kepadatan tulang yang dilakukan dengan alat yang bernama Dexa. Wanita yang telah memasuki menopause, pria berumur sekitar 60 tahun, mereka yang memiliki penyakit yang disebabkan oleh keganasan seperti tumor, kanker, gangguan liver, ginjal, dl disarankan untuk melakukan pemeriksaan BMD.


Copyright by Surabaya Orthopedi 2021

WhatsApp Live Chat