Please wait...



Blog

CLASSIC LIST

TULANG-SEHAT-BUAH-HATI-KUAT.jpg

Masa anak-anak memiliki peranan penting dalam pertumbuhan dan kepadatan tulang. Pada periode ini ukuran dan kekuatan tulang meningkat signifikan. Saat usia sudah mencapai 20 tahun, pergantian tulang akan cenderung berhenti atau melambat.

Tulang sehat sangat penting untuk proses tumbuh kembang buah hati. Dengan tulang yang kuat anak bisa melakukan aktivitas apapun yang ia sukai. Membentuk  tulang sehat sejak dini mampu mencegah kerapuhan atau gangguan tulang di kemudian hari.

Tips Membentuk Tulang Sehat Bagi Buah Hati

Menjaga Kesehatan tulang buah hati sangat baik untuk mendukung proses tumbuh kembangnya. Agar tulang buah hati sehat, yuk bunda ikuti beberapa tips berikut ini:

  1. Konsumsi Makanan Tinggi Kalsium
    Kalsium merupakan salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh mulai anak-anak hingga dewasa. Selain bermanfaat untuk mencegah pengeroposan tulang, kalsium juga dibutuhkan tubuh untuk menunjang fungsi saraf dan membantu kontraksi otot-otot. Bunda dapat mengolah sumber kalisum seperti bayam, kacang kedelai, ikan salmon, sarden dan susu sebagai menu sehari-hari buah hati.
  2. Batasi Minuman Manis
    Mengkonsumsi minuman manis yang mengandung pemanis buatan atau gula dalam jumlah besar meningkatkan berbagai resiko bagi Kesehatan tubuh, salah satu dampaknya adalah mengganggu penyerapan kalsium. Tubuh yang kekurangan kalisum menyebabkan tulang mudah keropos. Bunda sebaiknya memenuhi asupan buah hati dengan konsumsi jus buah dan air putih. Selain segar dan menyehatkan, juga banyak mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.
  3. Ajak Buah Hati Berjemur
    Vitamin D merupakan salah satu zat pembentuk tulang. Peran utama vitamin D dalam tubuh adalah membantu penyerapan kalsium dan fosfor ke dalam tulang. Kekurangan vitamin D menyebabkan tulang menjadi rapuh, sehingga rawan terkena osteoporosis Ketika dewasa. Bunda jangan ragu untuk rajin mengajak buah hati berjemur. Sinar matahari tidak hanya bermanfaat untuk menguatkan tulang, namun juga dapat meningkatkan sistem imun tubuh. Cukup berjemur selama 10 – 15 menit antara pukul 06.00 sampai dengan 08.00. Sinar matahari kuat untuk menembus pakaian. Pastikan seluruh tubuh mendapat paparan sinar matahari untuk merangsang pembentukan Vitamin D.
  4. Banyak Aktivitas Fisik
    Selain mengkonsumsi makanan sehat, ajak buah hati dengan melakukan aktivitas fisik ya bunda. Aktivitas ini sangat bermanfaat untuk pemadatan tulang. Bunda dapat mengajak buah hati bermain 4L yaitu lari, lonjat, lompat dan lempar. Aktivitas ini dapat dilakukan selama 60 menit sehari. Tapi pastikan tempat bermain aman ya Bunda. Agar buah hati terhindar dari cedera.

Pastikan bunda selalu mengukur tinggi dan berat badan buah hati ya. Untuk memastikan pertumbuhan dan Kesehatan tulangnya baik. Bila buah hati terlihat lebih pendek dari teman sebayanya, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter untuk memeriksakan kondisi tumbuh kembangnya.

 

Dr. Anggita Dewi, Sp.OT
Jadwal Praktik
Senin – Jumat : 10.00 – 14.00
Sabtu : 14.00 – 19.00
Minggu : 11.00 – 14.00

Informasi Pendaftaran :
RS. ORTHOPEDI & TRAUMATOLOGI SURABAYA
JL. Emerald Mansion TX 10, Citraland – Surabaya
(031) 57431574 / 57431299
IGD : 082337655500 ext 118

http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/penyakit-gangguan-metabolik/page/2/tips-pembentukan-tulang-kuat-pada-anak-anak

http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/penyakit-gangguan-metabolik/pembentukan-tulang-sejak-dini

https://www.haibunda.com/parenting/20181019185931-61-27189/manfaat-aktivitas-fisik-untuk-pertumbuhan-tulang-anak


Osteomalacia.jpg

 

“Tulang Lunak” atau Osteomalacia adalah kondisi dimana tulang tidak dapat mengeras akibat kurangnya vitamin D, fosfor, atau kalsium.  Akibatnya tulang rawan bengkok dan beresiko mudah patah. Gejala umum dari Osteomalacia adalah nyeri pada tulang dan pinggul, juga kelemahan otot sehingga menyebabkan kesulitan berjalan, serta mudah lelah.

Osteoporosis dan Osteomalacia memiliki gejala yang hampir mirip, yaitu tulang rapuh. Osteoporosis terjadi akibat menurunnya massa tulang, sehingga tulang menjadi keropos setelah tulang tumbuh sempurna. Sedangkan Osteomalacia terjadi karena ketidaksempurnaan pembentukan tulang, sehingga tulang tidak mengeras.

Osteomalacia terjadi karena beberapa faktor. Faktor yang paling berpengaruh adalah kekurangan asupan vitamin D yang berfungsi untuk menjaga kesehatan tulang. Mengalami gangguan pencernaan sehingga nutrisi tidak terserap maksimal, kondisi genetik langka juga dapat menyebabkan Osteomalacia.

Ada beberapa cara untuk mendeteksi gangguan Osteomalacia, antara lain:

  • Sinar X
    Pemindaian dengan Sinar-X dilakukan untuk memeriksa apakah ada keretakan pada tulang yang menjadi ciri dari Osteomalacia
  • Tes Urine dan Test Darah
    pemersiksaan ini bertujuan untuk memeriksa kandungan vitamin D dalam tubuh, sebab Osteomalacia terjadi karena kurangnya asupan vitamin D
  • Pemeriksaan Kepadatan Tulang
    Pemindaian kepadatan tulang untuk mengevaluasi jumlah kalsium dan mineral yang ada pada tulang
  • Biopsi
    Pemeriksaan laboratorium dengan mengambil contoh jaringan tulang.

Bagi penderita Osteomalacia dapat mengkonsumi suplemen vitamin D, kalsium atau fosfat, tergantung pada kasus masing-masing. Misalnya, pasien dengan malabsorpsi usus (usus tidak dapat menyerap nutrisi atau vitamin dengan benar) mungkin perlu mengonsumsi vitamin D dan kalsium dalam jumlah yang lebih besar.

Kemudian ditambah dengan berjemur selama 10 – 15 menit. Waktu efektif berjemur bisa dimulai sekitar pukul 06.00 sampai dengan 08.00. Sinar matahari cukup kuat untuk menembus pakaian, jadi pastikan seluruh tubuh mendapat cukup paparan sinar matahari untuk merangsang pembentukan Vitamin D.

Ada juga beberapa perawatan lain yang dapat dilakukan untuk meredakan atau memperbaiki gejala Osteomalacia, yaitu:

  1. Korset
    menggunakan korset dapat menyangga tulang dan dapat mengurangi resiko ketidakteraturan tulang
  2. Pembedahan
    Untuk kasus yang parah, pembedahan atau operasi dapat memperbaiki kelainan bentuk tulang akibat Osteomalacia

Segera konsultasikan kepada dokter spesialis orthopedi bila menemui gejala-gejala Osteomalacia. Untuk meningkatkan peluang kesembuhan dan terhindar dari komplikasi berbahaya.

 

Informasi Pendaftaran :
RS. ORTHOPEDI & TRAUMATOLOGI SURABAYA
JL. Emerald Mansion TX 10, Citraland – Surabaya
(031) 57431574 / 57431299
IGD : 082337655500 ext 118

 

Reference:

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/osteomalacia/symptoms-causes/syc-20355514
https://medlineplus.gov/vitaminddeficiency.html
https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/13017-osteomalacia

 


Popping-Join-thmb.jpg

Sendi merupakan pertemuan antara dua buah tulang yang direkatkan oleh jaringan dan cairan sinovial yang berfungsi untuk menopang pergerakan. Umumnya kita pernah mengalami bunyi “kreek” atau bunyi “retak” pada persendian. Bunyi “retak” ini biasanya terjadi pada buku-buku jari, punggung dan leher pada saat tubuh menekuk atau melenturkan beberapa bagian tubuh.

Bunyi “retak” ini terjadi karena suara udara yang menumpuk dan terperangkap diantara sendi, udara tersebut kemudian dilepaskan saat persendian digunakan dengan cara tertentu seperti membungkuk untuk melakukan peregangan. Bersamaan dengan keluarnya udara, hormon endorphin juga turut dilepaskan. Bahan kimia alami tubuh ini meredakan rasa sakit yang dialami oleh tubuh dan seolah-olah ketegangan menghilang saat udara yang menumpuk pada persendian dilepaskan. Endorfin memacu rasa senang setiap kali sendi seperti pada leher, punggung atau buku-buku jari terdengar bunyi “kreek”.

Bunyi “retak” itu sendiri tidak perlu dikhawatirkan. Namun ada kalanya bunyi “retak” perlu diwaspadai. Terutama bila mengalami kondisi sebagai berikut:

Nyeri Sendi
Nyeri sendi merupakan kondisi munculnya rasa tidak nyaman dan rasa sakit pada setiap bagian sendi. Nyeri sendi biasanya terjadi pada tulang rawan, ligament dan otot. Penyebab dari nyeri sendi dapat berupa infeksi virus, rheumatoid arthritis (peradangan sendi akibat sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringannya sendiri) dan asam urat.

Bursitis
Bursitis adalah peradangan atau pembengkakan kantong cairan, yaitu organ yang letaknya di bawah kulit atau biasanya di atas sendi. Rasa sakit ini cenderung meningkat dengan latihan berat berulang seperti berlari atau menaiki tangga. Rasa sakit bisa disertai dengan suara kisi-kisi di lutut.

Radang  Sendi (Osteoarthritis)
Radang sendi adalah kondisi persendian bengkak dan kaku. Sehingga gerakan pada sendi terbatas dan menyakitkan. Penyebab dari radang sendi ada bermacam-macam, mulai dari asam urat, infeksi, penyakit degeneratif, hingga penyakit autoimun. Radang sendi bisa dialami oleh berbagai golongan usia. Namun paling sering dialami ketika sudah berusia 65 tahun. Radang sendi bila tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan beberapa kompilikasi, antara lain gangguan tidur, penurunan produktifitas, kelaianan bentuk dan osteoporosis.

Untuk mencegah resiko berbagai macam gejala persendian, lakukan beberapa langkah mudah berikut.

  1. Jaga berat badan ideal
  2. Aktif bergerak
  3. Berolahraga ringan secara teratur
  4. Banyak konsumsi buah dan sayur

Konsultasikan dengan dokter spesialis orthopedi jika ada rasa sakit, bengkak, atau ketidaknyamanan yang dialami pada area persendian. Penegakan diagnosa oleh dokter dapat dilakukan dengan sinar-X dan pencitraan resonansi magnetik (MRI).

 

Theri Effendi, Sp. OT (K) Hand, Upper Limb, and Microsurgery
Jadwal Praktik

Senin: 17.00 – 19.00
Selasa: 15.00 – 17.00
Rabu: 13.00- 15.00
Kamis: 17.00 – 19.00
Jumat: 15.00 – 17.00
Sabtu : 14.00 – 19.00
Minggu : 11.00 – 14.00

 

Informasi Pendaftaran :
RS. ORTHOPEDI & TRAUMATOLOGI SURABAYA
JL. Emerald Mansion TX 10, Citraland – Surabaya
(031) 57431574 / 57431299
IGD : 082337655500 ext 118

 

REFERENCE:

www.healthline.com/health/back-cracking
www.rehaborthopedicmedicine.com/noisy-joints.php


Vit-D.jpg

Di masa Pandemi Covid-19 ini sangat penting menjaga imunitas tubuh. Dengan daya tahan tubuh yang kuat akan membuat tubuh kita lebih maksimal dalam menangkal virus dan bakteri. Salah satu cara menjaga daya tahan tubuh adalah mencukupi kebutuhan Vitamin D.

Vitamin D merupakan vitamin larut lemak. Kebutuhan tubuh akan vitamin D dapat dipenuhi dari asupan makanan (Vitamin D2) dan sinar matahari (Vitamin D3). Selain itu vitamin D banyak berperan dalam kesehatan tulang dan homeostasis kalsium serta memiliki peranan penting dalam proteksi tubuh dari berbagai penyakit infeksi saluran pernafasan, seperti influenza dan tuberculosis paru.

Sehingga vitamin D tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan dan kekuatan tulang, namun juga bermanfaat untuk memperkuat imunitas tubuh. Imunitas tubuh yang kuat akan mengurangi resiko tertular virus. Jika kadar Vitamin D rendah, tubuh cenderung rentan terhadap infeksi saluran pernafasan atas (ISPA).

Walaupun uji klinis yang meneliti efek vitamin D secara spesifik terhadap SARS-CoV-2 belum tersedia, namun Vitamin D telah berperan dalam modulasi sistem imun dengan menghambat pengeluaran sitokin proinflamasi dan meningkatkan sitokin yang bersifat antiinflamasi. Vitamin D juga mampu berinteraksi dengan protein angiotensin-converting-enzyme 2 (ACE2) sebagai reseptor masuknya virus SARS-CoV-2.

Pastikan tubuh mendapat cukup asupan Vitamin D setiap hari. Vitamin D dapat diperoleh dengan mengkonsumsi makananan  seperti ikan salmon, daging sapi, hati sapi, telur dan susu. Kemudian ditambah dengan berjemur selama 10 – 15 menit. Waktu efektif berjemur bisa dimulai sekitar pukul 06.00 sampai dengan 08.00. Sinar matahari cukup kuat untuk menembus pakaian, jadi pastikan seluruh tubuh mendapat cukup paparan sinar matahari untuk merangsang pembentukan Vitamin D.

Asupan tubuh akan Vitamin D juga dapat dipenuhi dengan mengkonsumsi suplemen Vitamin D. Kebutuhan  vitamin D yang diserap oleh tubuh berbeda pada setiap usia. Berdasarkan ketetapan dari Kementerian Kesehatan, Angka Kecukupan Gizi (AKG) pada usia 10 – 64 tahun, vitamin D yang dibutuhkan adalah 600 iu setiap hari. Sedangkan untuk usia 64 tahun keatas membutuhkan 800 iu setiap hari.

Hindari mengkonsumsi suplemen Vitamin D secara berlebihan, bila kebutuhan harian Vitamin D dirasa sudah tercukupi. Dosis vitamin D yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan kesehatan, seperti sakit perut, telinga berdenging, otot tubuh melemah, dan bahkan gagal ginjal. Karena suplemen kesehatan berfungsi untuk melengkapi kebutuhan zat gizi dan bukan untuk mengobati suatu penyakit.

 

 

REFERENCE

https://kemkes.go.id
https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/treatments-for-covid-19
https://www.alodokter.com/fakta-vitamin-d-untuk-covid-19


terapi-ultrasound.jpg

Disiplin ilmu radiologi adalah “saudara dekat” bagi banyak disiplin ilmu kedokteran lainnya, termasuk kedokteran tulang, sendi, dan jaringan disekitarnya. Dengan bantuan teknologi radiologi terkini seperti yang ada di Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi (RSOT) Surabaya, dokter dapat membuat diagnosa terhadap penyakit dengan lebih tepat, sehingga penanganannya pun dapat dilakukan dengan lebih efektif.

SALAH satu masalah yang berhubungan dengan tulang, sendi, dan jaringan sekitarnya yang banyak diderita masyarakat adalah gangguan muskuloskeletal, yakni sebuah kondisi yang mengganggu fungsi sendi, ligament, otot, saraf dan tendon, serta tulang belakang.

Pada penanganannya, dokter memerlukan pemeriksaan penunjang untuk memastikan kondisi pasien sehingga dapat melakukan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Pada konteks inilah radiologi memegang peranan penting, dimana terdapat berbagai teknologi radiologi yang dapat diterapkan untuk memeriksa lebih detail mengenai kondisi sendi, ligament, otot, saraf, tendon, serta tulang belakang. “Pasien dengan nyeri bahu, misalnya. Dengan kasat mata, dokter tidak bisa tahu apakah itu robek atau radang saja. Nah, disitulah pentingnya pemeriksaan radiologi, mulai dari rontgen, USG, CT Scan, hingga MRI”, ujar Dr. Rosy Setiawati, dr., Sp. Rad (K). “Memang tidak semua pasien dengan keluhan muskuloskeletal harus dilakukan pemeriksaan radiologi, karena setiap kasus memiliki indikasinya masing-masing, dan dokter memiliki pengalaman pemeriksaan. Tetapi pemeriksaan ini banyak digunakan untuk memastikan penyebab keluhan”.

Lebih lanjut dr. Rosy menuturkan, ada beberapa tingkatan pemeriksaan radiologi yang bisa dilakukan untuk membantu diagnosa pada keluhan musculoskeletal. Salah satunya yang merupakan pemeriksaan standar adalah pemeriksaan rontgen. “Muskuloskeletal itu berkaitan dengan tulang, jadi tulangnya harus dipastikan baik-baik saja terlebih dahulu. Jika tidak apa-apa tapi masih bengkak, misalnya harus cari tahu lagi dengan alat lain, ultrasound, CT Scan, MRI, hingga ditemukan masalahnya,” terangnya dr. Rosy.

Menurut dr. Rosy, memang terdapat banyak pemeriksaan radiologi yang bisa dilakukan berkaitan dengan masalah muskuloskeletal. Selain rontgen, salah satu alat yang bisa dipakai adalah ultrasonografi atau biasa disingkat USG.

Teknik pemeriksaan USG memang bukan teknologi baru. Namun, seiring dengan perkembangannya, USG kini tidak hanya digunakan untuk melihat kondisi rahim pada ibu hamil atau organ-organ lainnya di dalam perut, tetapi juga dapat digunakan untuk memeriksa struktur jaringan yang berada di permukaan.

“Jadi USG yang bekerja dengan gelombang suara ini sekarang bukan hanya untuk ibu hamil saja. Tetapi yang berkaitan dengan tulang, otot, atau yang berkaitan dengan muskuloskeletal. Akurasinya cukup tinggi,”jelasnya. “Harga pemeriksaannya juga terjangkau, dan tidak memakan waktu lama, serta nilai diagnostiknya tinggi. Untuk rumah sakit pun menguntungkan, karena tak perlu ruangan besar, bahkan sekarang monitornya bisa menggunakan layar handphone.”

dr. Rosy tidak menampik bahwa USG juga memiliki kelemahan, terutama untuk pemeriksaan pada bagian atau struktur jaringan yang dalam. Untuk itu, radiologi punya banyak pilihan, tergantung dengan kasus atau diagnosa awal dari dokter yang menangani.

“Ada tingkatannya, bisa cukup hanya dengan rontgen, USG, atau perlu CT Scan, MRI. Jadi kalau diperiksa dengan USG tidak tampak ada masalah, belum tentu memang tidak ada masalah. Jadi peran radiologi ini sangat penting dalam penentuan diagnosa dan tindakan selanjutnya yang akan dilakukan oleh dokter,” ujarnya.

Dokter yang mengikuti fellowship khusus muskuloskeletal di Singapura dan Italia ini juga menekankan pentingnya tenaga ahli dalam penerapan pemeriksaan radiologi. “Selain alat yang lengkap dan teknologi terkini seperti yang ada di RSOT, tenaga ahli juga sangat penting. Jadi bagaimana bidang radiologi yang penuh dengan teknologi alat ini dapat dioperasikan oleh ahlinya, sehingga menghasilkan diagnosa yang tepat,” tutupnya.


pencegahan-osteoporosis.jpg

Banyak di antara masyarakat yang tidak menyadari bahwa tulangnya sudah keropos dan baru datang ke rumah sakit dalam kondisi tulang yang retak atau patah. Padahal, dengan tindakan prefentif atau pencegahan, sebenarnya osteoporosis dapat dicegah atau diminimalisir. Apa saja yang bisa dilakukan?

Tulang adalah anggota tubuh yang sangat vital, karena berfungsi untuk menyangga tubuh. Untuk itu, menjaga tulang agar tetap sehat merupakan hal yang sangat krusial. Asupan kalsium yang cukup mutlak diperlukan untuk memastikan bahwa tulang tetap dalam kondisi yang baik.

Berita baiknya, kita diberi kesempatan untuk dapat menabung kalsium hingga sekitar umur 35 tahun. Dengan tabungan kalsium yang cukup, saat memasuki usia 35 tahun ke atas, dimana penyerapan kalsium pada tulang sudah berangsur berkurang, pengeroposan tulang bisa dihindari atau diminimalisir.

”Jadi harus dipastikan bahwa sejak dari kandungan, masa perkembangan, hingga dewasa, asupan kalsium kita tercukupi,” ujar dr. Henry Ricardo Handoyo, Sp. OT., MBiomed ketika ditemui majalah  Orthopedi di ruang praktiknya di Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi (RSOT) Surabaya.

Namun dr. Henry juga meminta masyarakat tidak salah persepsi dengan ajakan untuk menabung kalsium sedari dini. Menurutnya, menabung kalsium bukan berarti mengkonsumsi asupan kalsium secara ekstrim, karena manusia sudah memiliki takaran kebutuhan kalsium per hari. Jika asupan kalsiumnya berlebih, maka akan dibuang lewat air seni atau buang air besar.

”Jadi harus bijak juga. Kalau bisa dibuang saja sih tidak masalah. Tapi kelebihan kalsium mungkin juga menimbulkan efek samping. Misalnya untuk jantung, karena kalsium juga berfungsi untuk kontraksi otot, sehingga estabilitas jantung terlalu meningkat. Mungkin juga berimbas ke ginjal yang jadi terbebani, karena kalsium ini kan diekskresi lewat ginjal,” terangnya. ”Orang dewasa membutuhkan 1.200 mg – 1.300 mg kalsium per hari. Tidak perlu setiap makan dihitung miligram kalsiumnya, nanti malah repot. Intinya, tiap hari minum susu, makan buah, sayur, itu sudah bagus.”

Beberapa makanan yang tinggi akan kalsium yang cukup memenuhi kebutuhan kalsium antara lain ialah susu dan turunannya memiliki kandungan kalsium yang sangat tinggi, seperti yogurt, dan keju yang menurut penelitian memiliki kandungan kalsium paling tinggi.

Sumber kalsium terbaik juga bisa didapat dari buah dan sayur. Ada empat sayuran yang memiliki kalsium tinggi, yakni sawi, bayam, lobak hijau, dan kubis. Sementara dari buah, jeruk, pisang, stroberi, dll.

Menurut dr Henry, selain susu, sumber kalsium terbaik juga bisa didapat dari vitamin D yang merupakan ”best friend” dari kalsium. Beberapa makanan yang mengandung vitamin D adalah ikan-ikan dari laut dalam seperti salmon, tuna, sarden, dll.

REKOMENDASI UNIVERSAL TERHADAP PENCEGAHAN OSTEOPOROSIS

Dunia kedokteran memiliki rekomendasi  yang bersifat universal berkaitan dengan pencegahan osteoporosis. Ada lima poin yang tertera dalam rekomendasi tersebut:

  • Mencukupi Asupan Kalsium dan Vitamin D

Seperti yan telah dijelaskan di atas, mencukupi asupan kalsium dan vitamin D adalah hal yang sangat mendasar pada pencegahan osteopororosis. Masyarakat juga disarankan meningkatkan kewaspadaan pada kondisi-kondisi tertentu, utamanya bagi wanita yang memasuki masa menopause, dimana pada masa itu akan terjadi pengurangan masa tulang secara masif berkaitan dengan menurunnya hormon estrogen secara signifikan dan berpengaruh pada metabolisme tulang. 

  • Olahraga yang Cukup

Olahraga juga sangat penting dilakukan untuk penguatan otot, karena ototlah yang menggerakkan tulang. Tulang juga baru dapat membentuk sel-selnya atau remodeling jika digerakkan. Untuk pencegahan, olahraga yang bisa dilakukan minimal adalah jalan kaki, yang bisa dilakukan dengan intensitas tiga kali seminggu dengan durasi 30 menit. Mereka yang berusia muda bisa melakukan olahraga yang lebih high impact seperti aerobic, lari, basket, dll. Sementara yang berumur lebih tua disarankan melakukan olahraga yang low impact seperti berjalan, taichi, dll.

  • Mencegah Risiko Jatuh

Olahraga yang dijelaskan di atas, juga berkaitan dengan meminimalisir risiko jatuh. Selain itu, hal-hal non-teknis seperti memastikan kondisi rumah dalam keadaan yang baik (tidak licin, tidak ada kabel berserakan di bawah, dll) juga diperlukan. Sebab, jatuh adalah hal yang benar-benar harus dihindari, apalagi jika sudah masuk dalam fase osteopenia (pra-osteoporosi). Mereka telah masuk fase osteopenia atau osteoporosis memiliki risiko patah tulang yang lebih besar dibanding mereka yang kondisi tulangnya baik.

  • Gaya Hidup Sehat

Ada beberapa kebiasaan yang wajib dihindari untuk mencegah pengeroposan tulang. Beberapa diantaranya adalah tidak merokok dan meminum alkohol, karena keduanya jelas-jelas merusak tulang. Konsumsi terhadap protein yang berlebih, biasanya dari daging-daging juga sebaiknya dihindari, karena akan meningkatkan suasana asam di tubuh. Terlalu banyak kopi dan minuman soda juga tak baik untuk tulang.

  • Periksa Pepadatan Tulang

Hal terakhir yang direkomendasikan sebagai tindakan pencegahan terhadap osteoporosis adalah pemeriksaan Bone Mass Density (BMD) atau pemeriksaan massa kepadatan tulang yang dilakukan dengan alat yang bernama Dexa. Wanita yang telah memasuki menopause, pria berumur sekitar 60 tahun, mereka yang memiliki penyakit yang disebabkan oleh keganasan seperti tumor, kanker, gangguan liver, ginjal, dl disarankan untuk melakukan pemeriksaan BMD.


Copyright by Surabaya Orthopedi 2021

WhatsApp Live Chat