Please wait...

220px-Osteoporosis_Locations.png

Selama ini  osteoporosis identik dengan orang tua. Faktanya, pengoroposan tulang padat menyerang siapa saja, termasuk mereka yang berusia muda. Penelitian Internasional Osteoporosis Foundation (IOF) menggunakan, satu dari empat wanita Indonesia dengan rentang usia 50-80 tahun memiliki resiko osteoporosis. Dan, resiko wanita empat kalo lebih tinggi di bandingkan laki-laki.

APA ITU OSTEOPOROSIS ?

Osteoporosis adalah kondisi berkurangnya massa tulang dan gangguan stuktur tulang, sehingga menyebabkan tulang menjadi patah.

Masa tulang manusia di pengaruhui oleh faktor ginetik dengan kontribusi dari nutrisi, keadaan endokrin, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan saat masa pertumbuhan. Proses pembentukan tulang dengan memilihara kesehatan tulang dapat dikatagorikan sebagai program pencegahan,yang secara kontinyu mengganti tulang yang lama dengan tulang yang baru.

Kehilangan massa tulang menjadi saat keseimbangan proses pembentukan tulang terganggu,sehingga penyerapan tulang lebih banyak dari perpembentukan tulang baru. Ketidakseimbangan ini biasanya terjadi padaaaa orang lanjut yang mengalami emepouse. Kehilangan massa tulang dapat mengubah mikro-arsitek jaringan tulang dan mengingatkan resiko patah tulang.  

PENYEBAB OSTEOPOROSIS

Usia, Jenis kelamin dan ras merupakan faktor penentu utama dari massa tulang dan resiko patah tulang. Osteoporosis dapat juga terjadi pada orang lanjut usia.

Selama masa anak-anak dan dewasa muda, pembentukan tulang jauh lebih cepat di bandingkan dengan kerusukan tulang. Titik puncak massa tulang tercapai pada usia sekitar 30 tahun, dan setelah itu mekanisme resorfasi tulang menjadi lebih jauh cepat di bandingkan dengan pembentukan tulang. Penurunan  massa tulang yang cepat akan menyebabkan kerusakan pada mikroastitektur tulang khususnya pada tulang trabecular.

GEJALA

Penyakit Osteoporosis di juluki sebagai silent Epidemic Disaese, Karena menyerang secara diam-diam, tanpa adanya tanda-tanda khusus,sampai terjadi patah tulang. Osteoporosis juga dapat terjadi pada anak-anak yang disebut Juveline Idiopatic Osteoporosis dan belum diketahui sebabnya.

FAKTOR-FAKTOR RESIKO

Faktor resiko seseorang untuk mengalami osteoporosis yang tidak dapat diubah antara lain,jenis kelamin (Wanita lebih resiko mengidap osteoporosis di bandingkan pria), riwayat keluarga,gangguan hormonal dan ras.

PENCEGAHAN

OSTEOPOROSIS sebenarnya dapat dicegah sejak dini dengan membudayakan perilaku hidup sehat,yaitu mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang yang memenuhui kebutuhan nutrisi dengan unsur kaya serat,rendah lemak, dan kaya kalsium(1000-1200 mg kalsium perhari ). Berolahraga secara teratur,tidak merokok,dan tidak mengkonsumsi minuman berakhohol.

OSTEOPOROSIS

kyphoplasty-carolinasportsandspine.jpg

Fraktur kompresi atau patah tulang belakang adalah salah satu jenis patah tulang yang kerapkali terjadi pada penderita osteoporosis. Salah satu metode penanganan terbaik untuk faktur krompesi adalah dengan teknik kifoplasty. Bagaimana mekanisme penangannya ?

Teknologi kedokteran terus bergerak dinamis mengikuti perkembangan dan kebutuhan penangan yang lebih baik. Pada kasus-kasus terdahulu,pasien fraktur kompresi atau patah tulang belakangan umumnya akan ditangani dengan pemberian analgetik atau obat nyeri punggung,penggunaan brace/korset,hingga tirah baring lama. Hal tersebut dilakukan karena pasien fraktur kompresi akan mengalami rasa nyeri yang hebat dan jeklas mengganggu aktifitas.

Namun, Tetapi konvensional atau non-operatif seperti di atas membutuhkan waktu yang cukup panjang, dan pada beberapa kasus tergolong tidak efektif karena tidak membuahkan hasil seperti yang di harapkan. Kemudian munculah teknologi baru untuk mengatasi fraktur kompresi tersebut,yakni vertebroplasty dan kipoplasty yang merupakan tindakan mengoreksi deformatis dan mengembalikan bentuk tulang belakang. Secara umum, veterboplasty dan kifoplasty adalah tindakan menyuntikan fraktur untuk mengembalikan bentuknya.

Bedanya kifoplasty melibatkan penggunaan balon khusus untuk memberikan ruang pada tulang belakang yang kolpas akibat fraktur kompesi dan kemudian mengisi denagn semen tulang. Balon tersebut berfungsi agar semen yang di suntikan tidak melumer kebagian lain yang tidak diperlukan.

“Pasien diminta untuk berbaring terlentang selama satu hingga 2 jam setelah tindakan dan akan membutuhkan waktu selama 24 jam untuk memberikan waktu agar semen mengeras.”terang dr Carlos Gracis Binti,Sp.OT (K).”Rata – rata pasien yang menjalani kifoplasty akan mengalami penurunan rasa nyeri hingga 90 persen,hanya dalam waktu 1-2 hari pasca operasi.”

Dilanjutkan oleh dr Carlos, kipoplasty merupakan teknik terbaru  dalam penanganan fkatrur kompresi  atau patah tulang belakang. Tindakan ini dapat dilakukan di rumah sakit yang memiliki fasiliitas lengkap dan memadai untuk operasi tulang belakang, seperti rumah sakit kami sangat di rekomendasikan tindakan seperti ini dilakukan oleh dokter bedah tulang dengan sub-spesialis tulang belakang(spine)

GUNAKAN HIDROKSIAPATIT UNTUK PENGGANTI SEMEN TULANG

Teknologi kedokteran untuk penanganan fraktur kompesi atau patah tulang belakang tak hanya berhenti pada teknis kifoplasty yang menggunakan balon  kusus agar semen tak muleber. Namun,material yang di suntikan untuk mengeroksi deformitas atau mengembalikan bentuk tulang juga menjadi concerm para ahli spine dan tulang belakang.

Seperti yang juga disampaikan oleh dr.Carlos dihadapan ahli spine dari seluruh negara asia pacific pada acara pacific Asia Spine Sociatey minimal Invasife Surgery(PASSMIS 2016) Dibali. Kini para dokter spine mulai menggunakan material hidrokspait yang memiliki banyak keunggulan sebagai material untuk mengisi tulang belakang, dibandingkan semen tulang. “HIDROSIAPKIIT ini belum banyak dipakai dan baru digunakan oleh beberapa ahli spine di beberapa spine center seperti jepang dan beberapa negara lainnya. Namun, penggunakan hidroeksiapatit dan memberikan hasil yang baik pada pasien fraktur kompresi. ”Material hidrosiapatit ini lebih menyerupai tulang. Hingga saat ini, para ahli spine terus melakukan proses untuk mencari material yang paling baik untuk tulang belakang. Dan sampai saat ini, komposisi hidroksiapatit ini yang paling mirip dengan tulang,’’terang dr Carlos.

Kyphoplasty

unnamed.jpg

Mengapa manusia bisa berdiri tegak ? Hal ini disebabkan antara lain karena memiliki tulang belakang. Tugas tulang belakang sungguh berat yakni menopang dua pertiga dari berat badan dan sisi lain harus melakukan banyak gerakan tubuh. lantas bagaimana jika tulang penyangga manusia bengkok ?

Skoliosis atau pembengkokan tulang belakang adalah kondisi dimana terjadi pembengkokan tulang belakang kea rah samping yang melibihi 10 drajat. Skoliosis akan tampak seperti benjolan (punuk) pada bagian punggung sebelah atas,bawah, kiri atau kanan. Ciri-ciri lain tampak ketika penderita berdiri tegak badan akan tampak lebih condong ke satu sisi,kaki panjang sebelah,dan bahu yang asimetris.

Masih banyak orang yang asing dengan penyakit ini.Namun,meskipun terdengar mengerikan, penyakit skoliosis dapat dicegah agar tidak semakin parah atau semakin bengkok jika dikenali sejak dini.

PENYEBAB SKOLIOSIS ?

Terdapat 3 Penyebab atau faktor pemicu skoliosis, diantaranya ginetik yakni terdapat riwayat skoliosis pada keluarga penderita,kelaian saraf/otot,serta cidera atau infeksi pada tulang belakang.Namun,kejadian yang lebih sering ditemui pada kasus skoliosis adalah faktor idiopatik atau belum diketahui pasti penyebabnya.

PENGARUH GAYA HIDUP TERHADAP SKOLIOSIS ?

Bagi penderita skoliosis, gaya hidup juga mempengaruhui bertambah parah atau tidaknya pembengkokan pada tulang belakang. Postur duduk yang kurang baik yakni melekung dan sering membawa tas berat di satu sisi akan membuat tulang belakang di satu sisi akan membuat tulang belakang semakin bengkok.

Yang harus diingat adlah membawa tas yang terlalu berat tidak akan mengakibatkan skoliosis kecuali bagi anda yang mempunyai riwayat keluarga terkena skoliosis.

PENANGANAN SKOLIOSIS ?

Apabila anggota keluarga keluarga anda terkena skoliosis, maka sebaiknya anda menemui dokter spesialis orthopedic, khususnya ahli tulang belakang. Di RS Orthopedi dan Traumatologi (RSOT) Surabaya sendiri telah menyediakan layanan sub spesialitik khusus tulang belakang.

Sebelum dilakukan penanganan, biasanya dokter di RSOT akan melakukan observasi atau pengamatan dalam jangka 3-6 bulan untuk mengetahui apakah skoliosis yang di alami penderita termasuk ke dalam skoliosis progresif atau tulang mengalami bengkok secara terus menerus atau tidak. Setelah observasi brulah diketehui apakah skoliosis tergolong skoliosis ringan maka akan dilakukan penanganan non-bedah yakni dengan physical therapy dan pemasangan brace atau

penyangga tulang belakang. Selain itu pasien skoliosis ringan dapat pula melakukan olahraga berenang agar kondisinya tidak bertambah buruk. Untuk skoliosis tingkat berat yakni ketika sudut bengkok diatas 40 drajat, maka perlu dilakukan tindakan operasi dengan pemasangan pen pada tulang belakang guna mengembalikan tulang belakang pada semua posisi.

“RSOT telah melakukan screening ke sekolah sekolah untuk mendeteksi kelainan tulang belakang secara dini. Karena biasanya justru orang-orang di sekitar penderita yang memberitahui ada yang berbeda dengan postur tubuhnya. Untuk itulah sebaliknya para orang tua peka dan memperhatikan pertumbuhan anaknya serta mengenal ciri-ciri skoliosis agar tidak semakin parah.”

skoliosis

© 2021 PT. SURABAYA ORTHOPEDI AND TRAUMATOLOGY HOSPITAL. All Rights Reserved.

WhatsApp Live Chat