"> lowbackpain – surabayaorthopedi – Your Bone and Joint Solutions

Please wait...



Blog

CLASSIC LIST

1-Position-1200x900.jpg

Sebelum lebih lanjut membaca tulisan ini, ada baiknya Anda memperhatikan postur tubuh Anda. Cara duduk Anda, posisi leher anda saat membaca, dll. Sebab, low back pain atau nyeri pinggang bawah sangat dipengaruhi oleh postur tubuh Anda saat melakukan aktivitas sehari-hari.

Ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya low back pain atau nyeri pinggang bawah. Salah satu penyebab terbanyak adalah proses degeneratif yang umumnya dimulai pada umur 40 tahun. Selain itu, hal ini yang secara signifikan mempengaruhi terjadinya nyeri pinggang bawah adalah karena kesalahan postur tubuh yang repetitif atau dilakukan secara berulang-ulang dalam kurun waktu yang lama.

“Duduk dengan posisi yang salah dalam bekerja setiap harinya, orang yang bekerja dengan posisi mengangkat, mendorong, dengan posisi yang tidak benar, atlet yang salah dalam melakukan gerakan, dan lainnya. Prinsipnya, kesalahan postur yang dilakukan terus menerus sangat berpotensi untuk terjadinya nyeri punggung atau pinggang bawah”,tegas dr. Nyoman Dewi, Sp.KFR dari Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi Surabaya (RSOT) Surabaya. “Selain itu, nyeri pinggang juga bisa diakibatkan faktor organnya, misal ada tumor, masalah di ginjal, rematik, osteoporosis, scoliosis atau karena kehamilan sehingga postur tubuhnya jadi berubah”.

Selain low back pain, menurut dr. Nyoman, upper back pain yang melibatkan tulang cervical atau sekitar leher, dewasa ini juga meningkat karena tren pemakaian smartphone yang masif yang membuat orang berada  dalam posisi menunduk dalam waktu yang lama.

Penanganan dengan Teknologi Fisisoterapi

Menurut dr. Nyoman, ada berbagai tahapan pada penanganan yang umumnya dilakukan kepada mereka yang menderita nyeri punggung, “Tentu kita periksa dulu. Apakah nyerinya karena trauma, atau karena organ lainnya. Kita tanya juga apakah sifat nyerinya menetap atau kadang-kadang. Intensitasnya gimana, apakah kalau bekerja tambah sakit, kalau tidur hilang, dan sebagainya”,ujar dr. Nyoman.

Lebih lanjut dr. Nyoman menuturkan, setelah diagnosa, barulah ditentukan program terapi atau program rehab medik yang cocok untuk pasien tersebut. Mulai dari latihan-latihan exercise yang disesuaikan dengan kondisi pasien, hingga penggunaan modalitas atau alat-alat dengan metode terkini yang dimiliki oleh RSOT.

RSOT sebagai rumah sakit yang concern terhadap permasalahan tulang, menurut dr. Nyoman, memang memiliki peralatan yang lengkap dan terkini dalam bidang fisioterapi dan reham medik. “Disini kami punya laser high intensity dan low intensity untuk kasus-kasus akut dan kronis, radial shock wave therapy, dll”, ujarnya.

RSOT juga memiliki berbagai modalitas untuk mendukung terapi exercise atau latihan, seperti latihan peregangan, latihan koreksi postur dan latihan lainnya pada penderita nyeri punggung untuk mengurangi nyeri dan peradangan.”Latihan-latihan tersebut dibuat sesuai dengan kondisi pasien dan diajarkan agar pasien dapat melakukan secara mandiri di rumah untuk home exercise program”, terang dr. Nyoman.

dr. Nyoman menegaskan, jika program-program rehab medik tersebut dilakukan dengan benar dan konsisten, termasuk menggunakan alat-alat bantu yang dianjurkan oleh dokter, harapan untuk sembuh cukup besar.”Operasi adalah option terakhir. Jika memang latihan-latihan, obat anti nyeri dan tindakan konservatif lainnya sudah tidak membantu”, ungkap dr. Nyoman. “Kecuali kalau sudah menyangkut saraf, seperti saraf terjepit, harus operasi untuk membebaskan sarafnya.”

Untuk itu, dr. Nyoman juga menekankan pencegahan nyeri punggung dengan \penerapan gaya hidup yang baik. Terutama memperhatikan posisi atau postur yang sering kita lakukan sehari-hari.

“Yang bekerja di depan computer dan harus duduk lama, pastikan posisi duduknya benar, punggung lurus 90 derajat. Monitor juga harus sejajar dengan mata kita supaya punggung tidak membungkuk dan leher tidak menunduk.” ujar dr. Nyoman. “ Pekerjaan yang banyak mengangkat atau mendorong, juga beresiko tinggi menyebabkan tekanan diskus tulang belakang dan penjepitan saraf. Prinsipnya usahakan semua postur kita benar. Lakukan peregangan sesering mungkin.”


Copyright by Surabaya Orthopedi 2018

WhatsApp Live Chat