Please wait...



Blog

CLASSIC LIST

Kaki-O.jpg

Bayi gemuk memang lucu dan menggemaskan. Tapi dibalik kelucuan itu, orang tua juga harus waspada terhadap risiko-risiko yang mengikuti berat badan berlebihan pada anak tersebut. Salah satunya blount disease. Apa itu?

Penyakit blount disease merupakan gangguan yang terjadi pada tulang pada masa pertumbuhan, yang disebabkan oleh adanya beban mekanik pada tulang. beban tulang pada lutut yang cukup besar akan membuat kaki anak berbentuk O dan pada gilirannya akan menyebabkan deviasi atau penyimpangan gaya berjalan, dan kerusakan dini pada sendi lutut.

Dr. Anggitadewi, Sp.OT dari Rumah Sakit Orthopedi & Traumatologi Surabaya (RSOT) menuturkan, faktoe obesitas atau berat badan berlebih ini memang menjadi salah satu penetus utama dari blount disease. Sebab ketika anak obesitas terdapat tekanan pada kaki sebagai penyangga, sehingga dalam taraf dan waktu tertentu akan membuat kaki menjadi melengkung, ataun bisa disebut kaki O. Selain itu ada beberapa hal lainnya juga yang disinyalir menjadi pemicu blount disease diantaranya adalah faktor genetik.

bentuk kaki normal dan kaki O
bentuk kaki normal dan kaki O

“Biasanya orang tua baru sadar ketika anaknya sudah bisa berjalan. Dan dilihat kokj makin melengkung, seperti kaki O”, tutur dr. Anggi. “Untuk itu penting sekali untuk menjaga berat badan ideal anak. Jadi anggapan bahwa makin gemuk anak itu makin luu karena dianggap gizinya sangat tercukupi, itu perlu dikoreksi juga. Artinya harus ideal”.

Dokter yang concern dibidang pediatric orthopedic atau tulang khusus anak ini juga menekankan pentingnya awareness dari orang tua mengenai kondisi anak, karena anak memang cenderung belum dapat secara mandiri memberikan informasi – informasi mengenai perubahan yang terjadi pada tubuh dan dirinya.

Menurut dr. Anggi, penanganan pada blount disease akan jauh lebih mudah jika dilakukan di fase-fase awal. Artinya blount disease  telah dapat terdiagnosa pada usia balita. Dengan begitu tindakan-tindakan yang dilakukan akan lebih terintegrasi untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimak, bahkan dapat dilakukan tindakan non-operatif.

“jika datang lebih awal, misalnya saat balita dan belum sekolah, kita bisa melakukan tindakan koreksi menggunakan gips dan terapi-terapi lainnya yang dilakukan bersama dengan dokter rehabilitasi medic, sehingga diharapkan pembengkokan tulangnya dapat diatasi tanpa operasi. Jadi penanganannya akan sangat tergantung  dari tingkat derajat lengkung tulangnya dan mulai kapan dilakukan penanganan,” jelas dr.Anggi. “Jika sudah sekolah agak kurang efektif dengan treatment gips karena akan makan waktu cukup lama. Jalan yang cepat adalah operasi, yakni osteotomy atau pemotongan tulang yang membuat anatomi tulang pada anak menjadi melengkung”.

Dr. Anggi melanjutkan, derajat lengkung kaki pada blount disease memang bervariasi tergantung dengan progresifitasnya. Itu sebabnya ada kasus-kasus yang terjadi di masyarajat dimana blount disease ini baru diketahui saat telah dewasa, misalnya ketika hendak mendaftar menjadi TNI atau pekerjaan lain yang menuntut kesehatan dan postur tubuh yang baik.

Pada kasus tersebut, secara visual mungkin tidak terlalu tampak atau mengganggu, tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan karena blount disease ini juga berpotensimengakibatkan pengapuran dini pada sendi lutut, sehingga dikhawatirkan seseorang dengan blount disease akan lebih cepat berpotensi terkena pengapuran sendi lutut.

TINGKATKAN AWARENESS TENTANG OBESITAS DAN BLOUNT DISEASE

  • Lakukan pengecekan secara rutin terhadap berat badan anak. Pastikan sang buah hati memiliki berat badan yang ideal dengan menggunakan indeks berat badan ideal yang bisa Anda konsultasikan dengan dokter
  • Ikutlah berperan aktif dalam mengubah stigma di masyarakat bahwa anak yang gendut = lucu. Karena ada berbagai risiko penyakit yang mengikuti anak obesitas. Blount disease  adalah hanya salah satu diantaranya
  • Selalu amati dengan seksama mengenai perubahan-perubahan yang terjadi pada anak pada masa tumbuh kembang anak
  • Segera konsultasikan pada dokter jika terjadi hal-hal yang dirasa berbeda pada masa tumbuh kembang anak.

RADIO.jpg

Apakah itu?

Alat diagnostic radiologi CR Long Length Imaging System yang dapat menghasilkan gambar dari tulang belakang mulai dari tulang leher sampai dengan tulang ekor akan tergambar secara utuh (tidak terpotong-potong) dalam 1 film X-Ray, hanya dengan satu kali penyinaran (expose), sehingga paparan radiasi yang diterima pasien jauh lebih kecil dibandingkan dengan menggunakan peralatan X-Ray konvensional. Pemeriksaan yang menggunakan Long Length Imaging System diantaranya adalah pemeriksaan Scoliosis View dan Scanogram View, yaitu:

  • Scoliosis View adalah sebuah teknik pemeriksaan radiologi dari tulang leher sampai tulang ekor yang menunjukkan kelainan pada rangka tubuh dan memperlihatkan kelengkungan pada tulang belakang (skoliosis)
  • Scanogram View adalah sebuah teknik pemeriksaan radiologi dari tulang pinggul sampai pergelangan kaki yang memperlihatkan kelainan pada kaki, biasanya penderita menderita kaki yang tinggi sebelah dan kaki yang berbentuk “O” atau mengalami kelengkungan pada kaki.

Keguanaan atau manfaat Long Length Imaging System antara lain:

  • Merupakan penunjang diagnosis untuk pemeriksaan tulang belakang yang memiliki akurasi yang baik karena menghasilkan image full spine dengan kualitas detail yang sangat tinggi dan komprehensif
  • Pengukuran sudut kemiringan/kelengkungan tulang belakang (cobb angle melalui program Computer Radiologi (CR) sehingga ketepatan dan keakuratannya sangat terjamin
  • Skoliosis atau rotary skoliosis pada pasien yang tinggi besar dapat diambil gambarnya dalam satu film pada satu posisi
  • Paparan radiasi yang diterima jauh lebih kecil dibandingkan dengan foto X-Ray biasa dan menghemat waktu.

Informasi Pelayanan Hubungi
Customer Care RS Orthopedi & Traumatologi Surabaya
Emerald Mansion TX-10 itraland Surabaya
031.57431229/ 081337873131


Copyright by Surabaya Orthopedi 2018

WhatsApp Live Chat