Please wait...

kopi-decaf.jpg

Tak sekedar minuman, ngopi telah menjadi budaya dan bagian kehidupan masyarakat. Bahkan, ngopi  telah menjadi sarana sosialisasi dan bukti eksistensi diri. Namun, yang harus disadari ada risiko kesehatan yang mengintai dari asupan kafein berlebih. Sampai sejauh mana ngopi masih masuk batas aman ?

Selain usia, jenis kelamin, ras, riwayat keluarga, riwayat trauma, kelainan hormonal, atau jenis-jenis penyakit ganas tertentu, ada beberapa gaya hidup yang dapat menjadi pencetus terjadinya osteoporosis. Salah satunya adalah asupan kafein yang berlebih yang biasanya didapat dari mengkonsumsi terlalu banyak kopi.

Menurut dr. Henry Ricardo, Sp.OT salah satu dokter RS Orthopedi & Traumatologi Surabaya (RSOT), kafein seperti yang ada pada kopi memiliki efek meningkatkan pengeluaran kalsium tulang. “Kalau masih satu cup sehari, bolehlah. Tapi kalau empat atau lima cup sehari, itu akan berpengaruh pada kesehatan tulang”, ujarnya.

Perbedaan tulang normal dan tulang yang mengalami keropos (osteoporosis)

Yang menjadi masalah kafein juga memiliki efek kecanduan, sehingga orang yang memiliki kebiasaan ngopi harus berusaha ekstra keras untuk keluar dari kebiasaan tersebut dan beralih pada pilihan yang lebih sehat.

Dikutip dari United States Department of Agriculture (USDA), kandungan kafein dalam 100 gram kopi mencapai 40 mg. sementara kopi jenis espresso lebih tinggi lagi: 212 mg dalam 100 gram-nya.

Lalu, seberapa banyakkah kafein yang boleh kita konsumsi setiap harinya? Menurut ahli gizi dari RSO, jawabannya akan berbeda untuk tiap-tiap orang tergantung kondisi masing-masing. “Batasan seberapa banyak asupan kafein yang diperoleh untuk kita konsumsi tergantung beberapa faktor, termasuk riwayat sakitnya. Misal punya diabetes, dll. Tapi kalau orang normal batasan asupan maksimal kafein perhari adalah sekitar 200 mg”, ujarnya. Kafein berlebih akan juga mempercepat osteoporosis jika tidak dibarengi dengan konsumsi kalsiumj yang cukup.


tulang-kuat.png

Osteoporosis merupakan kondisi dimana tulang menjadi tipis, rapuh, keropos dan mudah patah akibat berkurangnya masa tulang. Khususnya kalsium yang terjadi pada waktu lama. Untuk mengatasi terjadinya osteoporosis dapat dicegah dengan berbagai cara, seperti asupan gizi seimbang yang yang terkait dengan pembentukan tulang seperti  kalsium, vitamin D, dan aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur.

Seiring dengan bertambahnya umur, terjadi beberapa penurunan fungsi tubuh kita seperti penurunan penyerapan kalsium pada usus, penurunan kapasitas kulit untuk mensintesis vitamin D, penurunan efisiensi ginjal dalam mempertahankan kalsium yang dapat menyebabkan kehilangan kalsium dalam urin, penurunan kapasitas ginjal untuk mengubah vitamin D menjadi bentuknya yang paling aktif (1,25-dihidroxy-vitamin D). Pada orang tua kulit menghasilkan vitamin D 4x lebih sedikit bila terkena sinar matahari, dibandingkan dengan orang muda.

Banyak orang memahami peran kalsium untuk kesehtan tulang mereka, tetapi mereka mungkin tidak menyadari bahwa produk susu bukan satu-satunya sumber untuk mendapatkan kalsium yang baik. Pedoman  makan sehat menyarankan Anda mengonsumsi sebagian besar kalsium dari sumber tanaman, bukan dari susu. Karena susu juga memiliki tinggi lemak jenuh yang menyebabkan penyakit jantung, stroke, diabetes, obesitas, dan beberapa penyakit degeneratif lainnya.

Beberpa sumber kalsium yang berasal dari nabati antara lain: bayam, kangkung, brokoli, produk kedelai dan kacang-kacangan. The American Heart Association telah menerbitkan studi yang menunjukkan bahwa lebih baik orang menyerap kalsium dari sumber nabati daripada kalsium non nabati.

Bukan hanya kalsium untuk membantu memperkuat tulang beberapa vitamin juga berperan penting dalam membantu memperkuat tulang, seperti vitamin D dan vitamin K. Vitamin D adalah vitamin yang membantu untuk kesehatan tulang. selain itu penelitian telah menemukan bahwa vitamin K memiliki peran penting dalam membangun tulang. vitamin K adalah vitamin larut lemak yang sangat penting untuk fungsi beberapa protein penting dalam pembentukan darah. Hal ini juga pengting dalam meningkatkan kemampuan mineral untuk mengikat bersama-sama tulang pembentuk.


SCOLIOSIS-1.jpeg

Skoliosis merupakan suatu kondisi dimana tulang belakang mengalami pembengkokan ke samping kanan/kiri yang melibihi 10˚. Skoliosis jarang sekali disadari oleh penderitanya, hal ini dikarenakan apabila sudut kemiringan tulang belakang tidak terlalu parah, maka penderita tidak akan merasakan keluahan yang berarti.

Skoliosis lebih sering terjadi pada anak – anak sebelum pubertas dengan kisaran usia 10 hingga 16 tahun. Anak laki – laki dan perempuan memiliki risiko yang sama untuk mengidap skoliosis ringan, namun anak perempuan lebih rentan untuk mengalami perburukan gejala sehingga memerlukan penanganan yang memadai.

Sakit yang dialami oleh penderita skoliosis sangat beragam, tergantung dari tingkat derajat kemiringannya. Beberapa penderita skoliosis ada yang mengalami rasa sakit yang menjalar dari tulang belakang ke kaki, pinggul, dan bahkan hingga tangan, terutama saat mereka sedang berjalan atau berdiri. Rasa sakit mereda jika mereka brbaring dengan punggung lurus atau pada salah satu sisi tubuh. Sebagian penderita skoliosis ada juga yang mengalami nyeri punggung secara konstan, bagaimanapun posisi mereka. Selain nyeri punggung penderita skoliosis dengan derajat kemiringan yang parah juga bisa mengalami kesulitan bernapas.

Sebagai satu – satunya rumah sakit khusus tulang dan sendi, RS Orthopedi & Traumatologi Surabaya tergerak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat yang dikemas melalui kegiatan Gerakan Masyarakat Sadar Skoliosis.

Sasaran dari kegiatan ini adalah anak usia 9 – 16 tahun. Pada tahun 2018 ada sekitar 1.644 siswa dari tujuh Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Surabaya telah dilakukan skrining skoliosis. Dari hasil skrining didapatkan 7,5% siswa diduga skoliosis (suspect scoliosis). Melalui kegiatan ini diharapkan para orangtua lebih aware terhadap pertumbuhan tulang anak sehingga apabila terdeteksi skoliosis sejak dini dapat ditangani dengan penanganan yang tepat. Selain skrining skoliosis, siswa atau orangtua dan guru juga diberikan edukasi tentang skoliosis. Edukasi tersebut meliputi tentang apa itu penyakit skoliosis, bagaimana tanda dan gejalanya, penyebab, dan cara menanganinya.

#RSOT #rsorthopedisurabaya #orthopedicsurgeon #surabaya #rumahsakittulang #doktertulang #scoliosis #skoliosis #idiopaticscoliosis #tulangpunggungbengkok #operasiskoliosis #skriningskoliosis #scoliosisawarness #komunitasskoliosis #scolioser

skrining skoliosis
skrining skoliosis dengan mengukur pumb line test
skrining skoliosis
skrining skoliosis denngan skoliometer

© 2021 PT. SURABAYA ORTHOPEDI AND TRAUMATOLOGY HOSPITAL. All Rights Reserved.

WhatsApp Live Chat