Please wait...

scoliosis-1200x675.jpg
31/May/2026

Jangan sepelekan anak kecil yang berjalan miring atau mempunyai pundak yang asimetris. Karena dua
hal tersebut merupakan gejala awal pembengkokan tulang belakang atau disebut juga skoliosis
.

Mengapa manusia bisa berdiri tegak ?

Hal ini disebabkan karena memiliki tulang belakang. Tugas tulang
belakang sungguh berat yakni menopang dua pertiga dari berat badan dan si sisi lain harus melakukan
banyak gerakan tubuh.

Lantas bagaimana jika tulang penyangga manusia tersebut bengkok?

Skoliosis atau pembengkokan tulang belakang ke arah samping yang melebihi 10 derajat. Scoliosis akan
tampak seperti benjolan (punuk) pada bagian punggung sebelah atas, bawah, kiri, atau kanan. Ciri-ciri
lain tampak ketika penderita berdiri tegak badan akan tampak lebih condong ke satu sisi, kaki panjang
sebelah, dan bahu yang asimetris. Skoliosis dapat menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga
dewasa.

Masih banyak orang yang asing dengan penyakit ini. Namun, meskipun terdengar mengerikan, penyakit
skoliosis dapat dicegah agar tidak semakin parah atau semakin bengkok jika dikenali sejak dini.

Penyebab Skoliosis ?

Terdapat tiga penyebab atau faktor pemicu skoliosis, diantaranya genetik yakni terdapat riwayat
skoliosis pada keluarga penderita, kelianan saraf/ otot, serta cidera atau infeksi tulang belakang. Namun,
kejadian yang lebih sering ditemui pada kasus skoliosis adalah faktor idiopatik atau belum diketahui
pasti penyebabnya.

Pengaruh gaya hidup terhadap skoliosis ?

Bagi penderita skoliosis, gaya hidup juga mempengaruhi bertambah parah atau tidaknya pembengkokan
pada tulang belakang. Postur duduk yang kurang baik yakni melengkung dan sering membawa tas berat
di satu sisi akan membuat tulang belakang semakin bengkok.

Yang harus diingat adalah membawa tas yang terlalu berat tidak akan mengakibatkan skoliosis kecuali
bagi anda yang memiliki riwayat keluarga terkena skoliosis.

Penanganan skoliosis ?

Apabila anggota keluarga anda terkena skoliosis, maka sebaiknya anda menemui dokter spesialis
orthopedi, khususnya ahli tulang belakang. Di RS. Orthopedi & Traumatologi (RSOT) Surabaya sendiri
telah menyediakan layanan sub spesialistik khusus tulang belakang.

Sebelum dilakukan penanganan, biasanya dokter di RSOT akan melakukan observasi atau pengamatan
dalam jangka waktu 3-6 bulan untuk mengetahui apakah skloliosis yang dialami penderita termasuk ke
dalam skoliosis progresif atau tulang mengalami bengkok terus-menerus atau tidak.

Setelah observasi barulah diketahui apakah scoliosis tergolong scoliosis ringan atau scoliosis tingkat
berat. Untuk scoliosis ringan maka akan dilakukan penanganan non-bedah yakni dengan physical therapy dan pemasangan brace atau penyangga tulang belakang. Selain itu pasien skoliosis ringan dapat
pula melakukan olahraga berenang agar kondisinya tidak bertambah buruk. Untuk skoliosis tingkat berat
yakni ketika sudut bengkok di atas 40 derajat, maka perlu dilakukan tindakan operasi dengan
pemasangan pen pada tulang belakang guna mengembalikan tulang belakang pada posisi semula.

“RSOT telah melakukan screening ke sekolah-sekolah untuk mendeteksi kelainan tulang belakang secara
dini. Karena biasanya justru orang-orang di sekitar penderita yang memberitahu ada yang berbeda
dengan postur tubuhnya. Untuk itulah sebaiknya para orang tua peka dan memperhatikan pertumbuhan
anaknya serta mengenal ciri-ciri skoliosis agar tidak semakin parah” Ujar dr.Carlos Gracia, Sp.OT.

artikel terkait deteksi dini skoliosis, klik disini.

dr. CarlosGraciaBinti, Sp.OT (K)
dr. CarlosGraciaBinti, Sp.OT (K)

#RSOTSby
#RSOTSurabaya
#RSOrthopedi&Traumatologi
#RSOrthopedi&TraumatologiSurabaya


WhatsApp-Image-2018-08-03-at-09.22.16.jpeg
31/May/2026

Seminar awam GRATIS tentang “PENANGANAN PENYAKIT TULANG BELAKANG & SENDI MASA KINI”

Vonis bahwa tindakan operasi masih menjadi momok bagi sebagian besar masyarakat, terutama bila terjadi masalah pada tulang dan sendi. Pada penanganan tulang belakang irisan operasi yang besar, ketakutan menjadi lumpuh atau syarafnya terganggu pasca dilakukan pembedahan seringkali membuat masyarakat memilih jalur alternative untuk menangani penyakitnya.

RS Orthopedi & Traumatologi Surabaya sebagai rumah sakit khusus tulang & sendi merasa perlu untuk membagikan informasi tentang penanganan othopedi masa kini, dimana perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran terbaru memungkinkan untuk melakukan teknik operasi tulang belakang dan sendi yang hanya membutuhkan irisan beberapa mm saja. Tim dokter spesialis orthopedi kami juga didukung oleh sarana dan prasarana ruang operasi dan rawat inap khusus orthopedi sehingga meminimalkan risiko infeksi.

Agar tidak salah langkah dan untuk lebih memahami tentang penanganan terbaru penyakit sendi dan tulang belakang, ikutilah Seminar awam GRATIS tentang “PENANGANAN PENYAKIT TULANG BELAKANG & SENDI MASA KINI”

Sabtu, 25 Agustus 2018

Hotel Four Points Jl. Embong Malang 25-31 Surabaya

Pukul 09.00 s/d 12.00

Reservasi : tiva
0888.0110.0520

RSOT Surabaya
RS Orthopedi & Traumatologi Surabaya


© 2021 PT. SURABAYA ORTHOPEDI AND TRAUMATOLOGY HOSPITAL. All Rights Reserved.

WhatsApp Live Chat