Please wait...



Blog

CLASSIC LIST

Poster-Loker-Radiografer_001.jpg
16/Nov/2019

L O WO N G A N K E R J A .

RADIOGRAFER

Kualifikasi :
– Pria / Wanita
– Pendidikan min. D3 Radiologi
– Fresh graduate / berpengalaman
– Memiliki STR aktif dan sertifikat pendukung
– Mampu mengoperasikan komputer (Word/Excel/Powerpoint dll)
– Memiliki kompetensi di bidangnya
– Memiliki keterampilan komunikasi yang baik
– Menarik, rajin, teliti, ramah, sabar
– Memiliki loyalitas tinggi dan motivasi untuk maju
– Bersedia bekerja secara shift


3-1200x410.jpg
16/Nov/2019

INGIN ANAK TUMBUH LEBIH TINGGI ?
JANGAN HANYA MINUM SUSU, KONSULTASIKAN DENGAN DOKTER PEDIATRI ORTHOPEDIC

Masalah tinggi badan memang kerap membuat para orang tua pesimis. Mereka khawatir pertumbuhan tinggi anak yang tidak maksimal dapat perpengaruh pada tingkat kepercayaan diri dan bahkan berimbas pada prestasi sang anak.

Pada dasarnya, tinggi badan anak dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Selain genetik, kecukupan gizi dan kesehatan juga ikut berpengaruh pada tinggi badan. Hal paling lazim yang dianggap masyarakat merupakan salah satu cara terampuh untuk memaksimalkan tumbuh tinggi anak yaitu dengan mengkonsumsi susu yang memiliki kandungan kalsium tinggi sebanyak mungkin, sehingga diharapkan dapat membantu proses pembentukan tulang dan akhirnya anak dapat tumbuh lebih tinggi. Pendapat itu tidak salah, namun untuk memaksimalkan perkembangan tulang anak, tidaklah cukup dengan memberi asupan kalsium atau susu.

Menurut dr.Anggita Dewi, Sp.OT, dokter spesialis othopedi yang telah menyelesaikan pendidikan sub-spesialisasi Pediatri Orthopedi (tulang anak) di Korea menjelaskan bahwa “memaksimalkan tinggi badan anak bisa dilakukan dengan catatan bahwa anak tersebut masih belum berusia 17 tahun. Namun tidak cukup hanya dengan memberikan asupan kalsium saja, di pediatric orthopedic kami melakukan pemeriksaan satu seri.

Yang pertama, kami akan memeriksa terlebih dahulu bone age-nya, sesuai atau tidak dengan usia biologis kronologis sejak lahir dengan pertumbuhan tulangnya, karena ada beberapa kelainan yang menyebabkan pertumbuhan tulang menutup lebih dini.

Yang kedua, kami juga perlu memeriksakan pada growth hormone sang anak, yakni hormone yang berfungsi menumbuhkan badan untuk meninggi ke atas. Yang berbadan pendek rata-rata growth hormone-nya  juga rendah. Dari pemeriksaan tersebut dapat diketahui, apakah memang perlu diberikan growth hormone atau tidak. Jadi solusi anak susah untuk tumbuh tinggi atau tidak melulu dengan asupan tinggi kalsium atau susu.”

Untuk itu,  beliau menyarankan kepada orang tua yang mulai gelisah melihat tumbuh tinggi anak kurang sesuai harapan, untuk  berkonsultasi  dengan  dokter, khususnya dokter Pediatri Orthopedi di  rumah sakit yang concern terhadap permasalahan tulang.

RS Orthopedi & Traumatologi Surabaya
Rumah Sakit Orthopedi & Traumatologi Surabaya
RSOT Surabaya
Orthopedi
Tumbuh Kembang Anak
Anak Tumbuh Tinggi

DOKTER PEDIATRI ORTHOPEDIC


WhatsApp-Image-2018-04-13-at-14.28.19-1200x1200.jpeg
16/Nov/2019

Seberapa pedulikah anda dengan kesehatan tulang dan sendi anda?
Aktivitas yang kita lakukan setiap hari seperti berjalan, berlari, membungkuk, mengangkat, duduk adalah aktivitas yang melibatkan persendian. untuk menjaga agar kita tetap sehat dan mencegah masalah terkait tulang dan sendi , maka kita perlu untuk merawat kesehatannya dengan baik sedini mungkin.

Pastikan anda mengikuti talkshow “Gaya Hidup Sehat Menjaga Tulang dan Sendi”
Yang disiarkan langsung dari
Radio Suara Surabaya
16 April 2018
Jam 12.00-13.00
Narasumber: dr. LGD Anggita Dewi,Sp.OT

RS Orthopedi &Traumatologi Surabaya
Your Bone and Joint Solution

#RSOTSurabaya #RSOTSby #Orthopedi #Traumatologi
#RSOT #TalkShow #LGDAnggitaDewi
#Tulang #Sendi #GayaHidup


knee-injury-1.jpg
16/Nov/2019

ACL (Anterior Cruciate Ligament)

Lutut terdiri dari berbagai struktur, yaitu tulang, ligamen, bantalan sendi, tempurung, dll. Dari struktur tersebut, bagian yang paling sering mengalami cedera olahraga adalah ligamen atau pengikat sendi yang berbentuk urat. Dari ligamen yang ada di lutut yang paling sering mengalami cedera saat berolahraga adalah ACL.


  • Penyebab Cedera ACL
  • Tanda-Tanda Cedera ACL
  • Penanganan Cedera ACL
  • Rekonstruksi ACL
  • Proses Rehabilitasi
Penyebab Cedera ACL

Cedera ACL biasanya terjadi karena gerakan yang bersifat melintir badan atau pivot, serta deselerasi atau berhenti dengan cepat dan diikuti memutar badan. Cedera ACL juga bisa terjadi karena salah tumpuan mendarat setelah melakukan jumping, atau gerakan cutting.

“Olahraga yang biasanya banyak melakukan cuttingdeseleration, jumping dan pivot ini biasanya basket dan sepakbola. Tiba-tiba lari kencang, kemudian berhenti tajam dan memutar arah. Itu sangat berpotensi mengakibatkan cedera ACL”

Tanda-Tanda Cedera ACL

Cedera ACL saat berolahraga biasanya ditandai dengan tiga hal, seperti nyeri yang tajam pada lutut, diikuti bunyi, dan tidak bisa berdiri.

Penderita cedera ACL akan merasa lututnya goyang ketika melakukan gerakan memutar atau berubah arah, sebab pengikat atau ligamennya ada yang putus”

Penanganan Cedera ACL

Cedera ACL adalah cedera yang bisa ditangani dengan cukup mudah. Pada dasarnya, penanganan cedera ACL akan sangat tergantung pada ekspektasi penderitanya. Bagi mereka yang ingin melakukan kembali olahraga, apalagi olahraga kompetitif, akan dianjurkan untuk melakukan tindakan operasi rekonstruksi ligamen. Sebab, jika salah satu ligamen ini mengalami kerusakan, termasuk putus, hal tersebut akan mengganggu kestabilan lutut.

Rekonstruksi ACL

Rekontruksi ACL ini merupakan penggantian ACL dengan urat lain yang diambil dari urat hamstring. “Secara kekuatan, otot hamstring ini 90-95% memiliki kekuatan yang sama dengan ACL”

RSOT sendiri sudah lumayan sering melakukan penanganan ACL ini, dengan intensitas satu hingga dua kasus setiap bulan.

Proses Rehabilitasi

Proses Rehabilitasi ini pada umumnya memakan waktu selama sembilan bulan, hingga pasien bisa melakukan olahraga yang kompetitif.

“Untuk olahraga ringan, satu hingga dua bulan pasca operasi sudah bisa bersepeda, tiga bulan sudah bisa joging, enam bulan sudah mulai bisa basket dan melakukan teknik shooting tapi hindari kontak, pada bulan ke sembilan baru bisa main game atau pertandingan.”



ankle-sprain-1.jpg
16/Nov/2019

Do’s and Don’ts Ankle Sprain

Ada beberapa hal yang perlu atau sebaiknya tidak dilakukan ketika anda mengalami cedera pergelangan kaki, apa saja ?

Do’s : PRICE



P (PROTECTION)

Melindungi area yang mengalami cedera. Gunakan brace atau penyangga, elastic bandage, dan semacamnya yang dapat melindungi pergelangan agar tetap stabil.




R (REST)

Hentikan aktifitas yang berpotensi memperparah cedera. Minimal 48-72 jam




I (ICE)

Gunakan es yang dibalut kain unutk mengompres area yang cedera. Bissa juga menggunakan air dingin yang diletakkan pada botol kaca. Lakukan rutin 15-20 menit setiap tiga jam selama masa akut, yakni 48-72 jam. Jangan gunakan air hangat, karena akan menambah pembengkakan.




C (COMPRESSION)


Lakukan balutan pada area yang cedera untuk mengurangi pembengkakan. Gunakan elastic bandage. Jangan terlalu kendor dan jangan terlalu kencang. Balutan yang terlau kendor tidak akan memberikan efek apa-apa pada cedera, sementara balutan yang kencang akan menimbulkan nyeri dan bengkak.




C (COMPRESSION)

Saat tidur atau istirahat, posisikan kaki yang cedera sedikit lebih tinggi dari jantung agar pembengkakan bisa berkurang. Bisa dengan bantal, handuk, dll.

Don’ts : HARM



H (HEAT)

Hindari kompres atau merendam kaki yang cedera dengan air hangat




A (ALCOHOL)

Jangan meminum alkohol karena berisiko meningkatkan pendarahan dan pembengkakan.




R (RUNNING)

Hentikan aktifitas yang akan memperparah kerusakan ligamen, termasuk lari dan olahraga lainnya.




M (MASSAGE)


Jangan dipijat, karena akan menambaha risiko pembengkakan dan pendarahan


Copyright by Surabaya Orthopedi 2018

WhatsApp Live Chat