Please wait...

doctor-with-patient-s-x-ray-film-1200x801.jpg

Skoliosis merupakan kelainan pada tulang yang menyebabkan tulang belakang mengalami pembengkokan kearah samping melebihi 10 derajat. Ciri umum penderita skoliosis ketika berdiri tegak badan akan tampak condong  ke satu sisi , kaki panjang sebelah dan bahu yang asimetris. Ada beberapa faktor pemicu terjadinya skoliosis, yaitu memiliki riwayat skoliosis pada keluarga, kelainan saraf atau otot, serta ada cedera tulang belakang.

Lalu Apa Saja Dampak Skoliosis?

Mayoritas skoliosis bersifat ringan, namun bila tidak ditangani dengan tepat akan memperparah penderitanya dan akan berdampak buruk bagi tubuh. Apa saja dampaknya yang harus diwaspadai?

  1. Sesak Nafas
    Pada penderita Skoliosis berat derajat kemiringan tulang menghambat paru-paru untuk berkembang dengan sempurna. Sehingga dapat menyebabkan penderita mengalami kesulitan bernafas.
  2. Nyeri Punggung Belakang
    Beberapa penderita skoliosis yang derajat kemiringannya semakin parah akan mengalami rasa sakit yang menjalar dari tulang belakang ke kaki, pinggul, bahkan hingga tangan. Umumnya rasa sakit mereda jika berbaring dengan punggung lurus atau bertumpu pada salah satu sisi tubuh.
  3. Gangguan Jantung
    Selain gangguan pada paru-paru, penderita skoliosis juga rawan menderita gangguang jantung. Tulang belakang yang miring bersiko menekan jantung dan aliran darah keseluruh tubuh terhambat karena pompa jantung tidak maksimal.
  4. Dampak Psikologi
    Akibat dari perubahan postur tubuh (misal bentuk bahu dan pinggul) dan terbatasnya aktivitas penderita skoliosis, menyebabkan masalah emosional seperti turunnya rasa percaya diri.

Apa Saja Perawatan yang bisa dilakukan untuk Menghindari Dampak Skoliosis?

Gejala skoliosis lebih sering terjadi pada anak – anak sebelum pubertas dengan kisaran usia 10 hingga 16 tahun. Anak laki – laki dan perempuan memiliki risiko yang sama untuk mengidap skoliosis ringan. Namun anak perempuan lebih rentan untuk mengalami perburukan gejala sehingga memerlukan penanganan yang memadai. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menangani scoliosis ini. Skrining sejak dini bisa mencegah terjadinya keparahan scoliosis.

Saat melihat tulang belakang melengkung, meski hanya sedikit, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Sehingga skoliosis dapat terdeteksi sejak dini dan ditangani agar tidak berkembang menjadi lebih parah. Dokter akan melalakukan observasi terlebih dahulu untuk penanganan yang tepat, apakah tergolong skoliosis ringan atau skoliosis berat.

  1. Pemasangan GBW (Gensingen Brace according to dr. Weiss)

Untuk skoliosis ringan dokter akan melakukan penanganan non bedah, seperti pemasangan brace (korset) GBW (Gensingen Brace according to dr. Weiss) untuk menghentikan kemiringan tulang. Sehingga tulang dapat lurus Kembali.

  1. Metode Schroth

Penanganan skoliosis juga dapat dilakukan dengan metode schroth. Metode ini merupakan teknik penanganan skoliosis non bedah yang menggunakan latihan spesifik berbasis pola lekukan dan menggunakan teknik pernapasan. Tujuan metode schroth adalah untuk melengkungkan atau memutar kembali batang tubuh sehingga kembali ke posisi fisiologis yang lebih normal. RS. Orthopedi & Traumatologi (RSOT) Surabaya memiliki layanan atau kelas dalam penanganan skoliosis dengan metode Schroth Best Practice.

  1. Pembedahan

Untuk skoliosis tingkat berat yakni Ketika sudut kemiringan sudah diatas 40 derajat, maka perlu dilakukan tindakan operasi dengan pemasangan pen pada tulang belakang untuk mengembalikan tulang pada posisi semula.

Skoliosis perlu diperiksakan secara rutin agar kondisi tidak semakin memburuk. Bila Anda atau keluarga mengalami scoliosis, percayakan penanganan keluhan Skoliosis Anda dan Keluarga di RS. Orthopedi & Traumatologi (RSOT) Surabaya, karena kami menyediakan layanan penanganan scoliosis yang langsung ditangani oleh dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi dengan sub spesialistik khusus tulang belakang serta dokter Spesialis Rehanilitasi Mwdik.

Informasi Pendaftaran :

  1. ORTHOPEDI & TRAUMATOLOGI SURABAYA
    JL. Emerald Mansion TX 10, Citraland – Surabaya
    (031) 57431574 / 57431299
    IGD : 082337655500 ext 118

 

Referensi:
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/scoliosis/symptoms-causes/syc-20350716
https://www.scoliosisreductioncenter.com/blog/what-does-scoliosis-feel-like

 


unnamed.jpg

Mengapa manusia bisa berdiri tegak ? Hal ini disebabkan antara lain karena memiliki tulang belakang. Tugas tulang belakang sungguh berat yakni menopang dua pertiga dari berat badan dan sisi lain harus melakukan banyak gerakan tubuh. lantas bagaimana jika tulang penyangga manusia bengkok ?

Skoliosis atau pembengkokan tulang belakang adalah kondisi dimana terjadi pembengkokan tulang belakang kea rah samping yang melibihi 10 drajat. Skoliosis akan tampak seperti benjolan (punuk) pada bagian punggung sebelah atas,bawah, kiri atau kanan. Ciri-ciri lain tampak ketika penderita berdiri tegak badan akan tampak lebih condong ke satu sisi,kaki panjang sebelah,dan bahu yang asimetris.

Masih banyak orang yang asing dengan penyakit ini.Namun,meskipun terdengar mengerikan, penyakit skoliosis dapat dicegah agar tidak semakin parah atau semakin bengkok jika dikenali sejak dini.

PENYEBAB SKOLIOSIS ?

Terdapat 3 Penyebab atau faktor pemicu skoliosis, diantaranya ginetik yakni terdapat riwayat skoliosis pada keluarga penderita,kelaian saraf/otot,serta cidera atau infeksi pada tulang belakang.Namun,kejadian yang lebih sering ditemui pada kasus skoliosis adalah faktor idiopatik atau belum diketahui pasti penyebabnya.

PENGARUH GAYA HIDUP TERHADAP SKOLIOSIS ?

Bagi penderita skoliosis, gaya hidup juga mempengaruhui bertambah parah atau tidaknya pembengkokan pada tulang belakang. Postur duduk yang kurang baik yakni melekung dan sering membawa tas berat di satu sisi akan membuat tulang belakang di satu sisi akan membuat tulang belakang semakin bengkok.

Yang harus diingat adlah membawa tas yang terlalu berat tidak akan mengakibatkan skoliosis kecuali bagi anda yang mempunyai riwayat keluarga terkena skoliosis.

PENANGANAN SKOLIOSIS ?

Apabila anggota keluarga keluarga anda terkena skoliosis, maka sebaiknya anda menemui dokter spesialis orthopedic, khususnya ahli tulang belakang. Di RS Orthopedi dan Traumatologi (RSOT) Surabaya sendiri telah menyediakan layanan sub spesialitik khusus tulang belakang.

Sebelum dilakukan penanganan, biasanya dokter di RSOT akan melakukan observasi atau pengamatan dalam jangka 3-6 bulan untuk mengetahui apakah skoliosis yang di alami penderita termasuk ke dalam skoliosis progresif atau tulang mengalami bengkok secara terus menerus atau tidak. Setelah observasi brulah diketehui apakah skoliosis tergolong skoliosis ringan maka akan dilakukan penanganan non-bedah yakni dengan physical therapy dan pemasangan brace atau

penyangga tulang belakang. Selain itu pasien skoliosis ringan dapat pula melakukan olahraga berenang agar kondisinya tidak bertambah buruk. Untuk skoliosis tingkat berat yakni ketika sudut bengkok diatas 40 drajat, maka perlu dilakukan tindakan operasi dengan pemasangan pen pada tulang belakang guna mengembalikan tulang belakang pada semua posisi.

“RSOT telah melakukan screening ke sekolah sekolah untuk mendeteksi kelainan tulang belakang secara dini. Karena biasanya justru orang-orang di sekitar penderita yang memberitahui ada yang berbeda dengan postur tubuhnya. Untuk itulah sebaliknya para orang tua peka dan memperhatikan pertumbuhan anaknya serta mengenal ciri-ciri skoliosis agar tidak semakin parah.”

skoliosis

RADIO.jpg

Apakah itu?

Alat diagnostic radiologi CR Long Length Imaging System yang dapat menghasilkan gambar dari tulang belakang mulai dari tulang leher sampai dengan tulang ekor akan tergambar secara utuh (tidak terpotong-potong) dalam 1 film X-Ray, hanya dengan satu kali penyinaran (expose), sehingga paparan radiasi yang diterima pasien jauh lebih kecil dibandingkan dengan menggunakan peralatan X-Ray konvensional. Pemeriksaan yang menggunakan Long Length Imaging System diantaranya adalah pemeriksaan Scoliosis View dan Scanogram View, yaitu:

  • Scoliosis View adalah sebuah teknik pemeriksaan radiologi dari tulang leher sampai tulang ekor yang menunjukkan kelainan pada rangka tubuh dan memperlihatkan kelengkungan pada tulang belakang (skoliosis)
  • Scanogram View adalah sebuah teknik pemeriksaan radiologi dari tulang pinggul sampai pergelangan kaki yang memperlihatkan kelainan pada kaki, biasanya penderita menderita kaki yang tinggi sebelah dan kaki yang berbentuk “O” atau mengalami kelengkungan pada kaki.

Keguanaan atau manfaat Long Length Imaging System antara lain:

  • Merupakan penunjang diagnosis untuk pemeriksaan tulang belakang yang memiliki akurasi yang baik karena menghasilkan image full spine dengan kualitas detail yang sangat tinggi dan komprehensif
  • Pengukuran sudut kemiringan/kelengkungan tulang belakang (cobb angle melalui program Computer Radiologi (CR) sehingga ketepatan dan keakuratannya sangat terjamin
  • Skoliosis atau rotary skoliosis pada pasien yang tinggi besar dapat diambil gambarnya dalam satu film pada satu posisi
  • Paparan radiasi yang diterima jauh lebih kecil dibandingkan dengan foto X-Ray biasa dan menghemat waktu.

Informasi Pelayanan Hubungi
Customer Care RS Orthopedi & Traumatologi Surabaya
Emerald Mansion TX-10 itraland Surabaya
031.57431229/ 081337873131


© 2021 PT. SURABAYA ORTHOPEDI AND TRAUMATOLOGY HOSPITAL. All Rights Reserved.

WhatsApp Live Chat