Please wait...



Blog

CLASSIC LIST

RADIO.jpg

Apakah itu?

Alat diagnostic radiologi CR Long Length Imaging System yang dapat menghasilkan gambar dari tulang belakang mulai dari tulang leher sampai dengan tulang ekor akan tergambar secara utuh (tidak terpotong-potong) dalam 1 film X-Ray, hanya dengan satu kali penyinaran (expose), sehingga paparan radiasi yang diterima pasien jauh lebih kecil dibandingkan dengan menggunakan peralatan X-Ray konvensional. Pemeriksaan yang menggunakan Long Length Imaging System diantaranya adalah pemeriksaan Scoliosis View dan Scanogram View, yaitu:

  • Scoliosis View adalah sebuah teknik pemeriksaan radiologi dari tulang leher sampai tulang ekor yang menunjukkan kelainan pada rangka tubuh dan memperlihatkan kelengkungan pada tulang belakang (skoliosis)
  • Scanogram View adalah sebuah teknik pemeriksaan radiologi dari tulang pinggul sampai pergelangan kaki yang memperlihatkan kelainan pada kaki, biasanya penderita menderita kaki yang tinggi sebelah dan kaki yang berbentuk “O” atau mengalami kelengkungan pada kaki.

Keguanaan atau manfaat Long Length Imaging System antara lain:

  • Merupakan penunjang diagnosis untuk pemeriksaan tulang belakang yang memiliki akurasi yang baik karena menghasilkan image full spine dengan kualitas detail yang sangat tinggi dan komprehensif
  • Pengukuran sudut kemiringan/kelengkungan tulang belakang (cobb angle melalui program Computer Radiologi (CR) sehingga ketepatan dan keakuratannya sangat terjamin
  • Skoliosis atau rotary skoliosis pada pasien yang tinggi besar dapat diambil gambarnya dalam satu film pada satu posisi
  • Paparan radiasi yang diterima jauh lebih kecil dibandingkan dengan foto X-Ray biasa dan menghemat waktu.

Informasi Pelayanan Hubungi
Customer Care RS Orthopedi & Traumatologi Surabaya
Emerald Mansion TX-10 itraland Surabaya
031.57431229/ 081337873131


SCOLIOSIS-1.jpeg

Skoliosis merupakan suatu kondisi dimana tulang belakang mengalami pembengkokan ke samping kanan/kiri yang melibihi 10˚. Skoliosis jarang sekali disadari oleh penderitanya, hal ini dikarenakan apabila sudut kemiringan tulang belakang tidak terlalu parah, maka penderita tidak akan merasakan keluahan yang berarti.

Skoliosis lebih sering terjadi pada anak – anak sebelum pubertas dengan kisaran usia 10 hingga 16 tahun. Anak laki – laki dan perempuan memiliki risiko yang sama untuk mengidap skoliosis ringan, namun anak perempuan lebih rentan untuk mengalami perburukan gejala sehingga memerlukan penanganan yang memadai.

Sakit yang dialami oleh penderita skoliosis sangat beragam, tergantung dari tingkat derajat kemiringannya. Beberapa penderita skoliosis ada yang mengalami rasa sakit yang menjalar dari tulang belakang ke kaki, pinggul, dan bahkan hingga tangan, terutama saat mereka sedang berjalan atau berdiri. Rasa sakit mereda jika mereka brbaring dengan punggung lurus atau pada salah satu sisi tubuh. Sebagian penderita skoliosis ada juga yang mengalami nyeri punggung secara konstan, bagaimanapun posisi mereka. Selain nyeri punggung penderita skoliosis dengan derajat kemiringan yang parah juga bisa mengalami kesulitan bernapas.

Sebagai satu – satunya rumah sakit khusus tulang dan sendi, RS Orthopedi & Traumatologi Surabaya tergerak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat yang dikemas melalui kegiatan Gerakan Masyarakat Sadar Skoliosis.

Sasaran dari kegiatan ini adalah anak usia 9 – 16 tahun. Pada tahun 2018 ada sekitar 1.644 siswa dari tujuh Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Surabaya telah dilakukan skrining skoliosis. Dari hasil skrining didapatkan 7,5% siswa diduga skoliosis (suspect scoliosis). Melalui kegiatan ini diharapkan para orangtua lebih aware terhadap pertumbuhan tulang anak sehingga apabila terdeteksi skoliosis sejak dini dapat ditangani dengan penanganan yang tepat. Selain skrining skoliosis, siswa atau orangtua dan guru juga diberikan edukasi tentang skoliosis. Edukasi tersebut meliputi tentang apa itu penyakit skoliosis, bagaimana tanda dan gejalanya, penyebab, dan cara menanganinya.

#RSOT #rsorthopedisurabaya #orthopedicsurgeon #surabaya #rumahsakittulang #doktertulang #scoliosis #skoliosis #idiopaticscoliosis #tulangpunggungbengkok #operasiskoliosis #skriningskoliosis #scoliosisawarness #komunitasskoliosis #scolioser

skrining skoliosis
skrining skoliosis dengan mengukur pumb line test
skrining skoliosis
skrining skoliosis denngan skoliometer

scoliosis-1200x675.jpg
16/Nov/2019

Jangan sepelekan anak kecil yang berjalan miring atau mempunyai pundak yang asimetris. Karena dua
hal tersebut merupakan gejala awal pembengkokan tulang belakang atau disebut juga skoliosis
.

Mengapa manusia bisa berdiri tegak ?

Hal ini disebabkan karena memiliki tulang belakang. Tugas tulang
belakang sungguh berat yakni menopang dua pertiga dari berat badan dan si sisi lain harus melakukan
banyak gerakan tubuh.

Lantas bagaimana jika tulang penyangga manusia tersebut bengkok?

Skoliosis atau pembengkokan tulang belakang ke arah samping yang melebihi 10 derajat. Scoliosis akan
tampak seperti benjolan (punuk) pada bagian punggung sebelah atas, bawah, kiri, atau kanan. Ciri-ciri
lain tampak ketika penderita berdiri tegak badan akan tampak lebih condong ke satu sisi, kaki panjang
sebelah, dan bahu yang asimetris. Skoliosis dapat menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga
dewasa.

Masih banyak orang yang asing dengan penyakit ini. Namun, meskipun terdengar mengerikan, penyakit
skoliosis dapat dicegah agar tidak semakin parah atau semakin bengkok jika dikenali sejak dini.

Penyebab Skoliosis ?

Terdapat tiga penyebab atau faktor pemicu skoliosis, diantaranya genetik yakni terdapat riwayat
skoliosis pada keluarga penderita, kelianan saraf/ otot, serta cidera atau infeksi tulang belakang. Namun,
kejadian yang lebih sering ditemui pada kasus skoliosis adalah faktor idiopatik atau belum diketahui
pasti penyebabnya.

Pengaruh gaya hidup terhadap skoliosis ?

Bagi penderita skoliosis, gaya hidup juga mempengaruhi bertambah parah atau tidaknya pembengkokan
pada tulang belakang. Postur duduk yang kurang baik yakni melengkung dan sering membawa tas berat
di satu sisi akan membuat tulang belakang semakin bengkok.

Yang harus diingat adalah membawa tas yang terlalu berat tidak akan mengakibatkan skoliosis kecuali
bagi anda yang memiliki riwayat keluarga terkena skoliosis.

Penanganan skoliosis ?

Apabila anggota keluarga anda terkena skoliosis, maka sebaiknya anda menemui dokter spesialis
orthopedi, khususnya ahli tulang belakang. Di RS. Orthopedi & Traumatologi (RSOT) Surabaya sendiri
telah menyediakan layanan sub spesialistik khusus tulang belakang.

Sebelum dilakukan penanganan, biasanya dokter di RSOT akan melakukan observasi atau pengamatan
dalam jangka waktu 3-6 bulan untuk mengetahui apakah skloliosis yang dialami penderita termasuk ke
dalam skoliosis progresif atau tulang mengalami bengkok terus-menerus atau tidak.

Setelah observasi barulah diketahui apakah scoliosis tergolong scoliosis ringan atau scoliosis tingkat
berat. Untuk scoliosis ringan maka akan dilakukan penanganan non-bedah yakni dengan physical therapy dan pemasangan brace atau penyangga tulang belakang. Selain itu pasien skoliosis ringan dapat
pula melakukan olahraga berenang agar kondisinya tidak bertambah buruk. Untuk skoliosis tingkat berat
yakni ketika sudut bengkok di atas 40 derajat, maka perlu dilakukan tindakan operasi dengan
pemasangan pen pada tulang belakang guna mengembalikan tulang belakang pada posisi semula.

“RSOT telah melakukan screening ke sekolah-sekolah untuk mendeteksi kelainan tulang belakang secara
dini. Karena biasanya justru orang-orang di sekitar penderita yang memberitahu ada yang berbeda
dengan postur tubuhnya. Untuk itulah sebaiknya para orang tua peka dan memperhatikan pertumbuhan
anaknya serta mengenal ciri-ciri skoliosis agar tidak semakin parah” Ujar dr.Carlos Gracia, Sp.OT.

artikel terkait deteksi dini skoliosis, klik disini.

dr. CarlosGraciaBinti, Sp.OT (K)
dr. CarlosGraciaBinti, Sp.OT (K)

#RSOTSby
#RSOTSurabaya
#RSOrthopedi&Traumatologi
#RSOrthopedi&TraumatologiSurabaya


Copyright by Surabaya Orthopedi 2018

WhatsApp Live Chat