Please wait...



Blog

CLASSIC LIST

materi-ES-feed-4-1200x1200.jpg

Hai #SahabatOrtho
Dalam rangka hari ulang tahun Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi Surabaya yang ke-11, yuk ikuti Lomba Jingle RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya.

Raih kesempatan menjadi pemenang dengan total hadiah uang tunai jutaan rupiah.

Syarat dan Ketentuan :

Setiap peserta yang berpartisipasi wajib mengirimkan data diri melalui email marketing@surabayaorthopedi.com beserta jingle yang telah dibuat dengan format Mp4.

Karya diunggah melalui Youtube dan IG TV dengan caption yang menarik beserta hastag #RSOTSurabaya #jinglecompetition #HUTRSOT #HUT11RSOT #SpiritToAchieveBeyondTheGoals

Periode Lomba :

  • Registrasi : 15 – 25 Oktober 2021
  • Batas Pengumpulan : 25 Oktober 2021
  • Pengumuman : 29 Oktober 2021
  • Sasaran peserta : Umum seluruh Indonesia

Ketentuan Peserta :

  • Peserta wajib follow akun media social RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya
  • Boleh dilakukan secara individua tau kelompok

Kriteria Jingle :

  • Karya bersifat orisinil
  • Durasi maksimal 3 menit
  • Pemenang akan diambil Juara 1, 2, dan 3
  • Jingle yang dinobatkan sebagai pemenang akan menjadi hak milik RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya
  • Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat

Jingle harus memenuhi breakdown nilai RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya

Yaitu : PROESIONAL, INTEGRITAS, DAN ETIKA

Visi : Menjadi Rumah Sakit yang terdepan dalam pelayanan di bidang orthopedic dan trauamatologi

Profesional :

  1. Bertanggung jawab
  2. Inovatif
  3. Kreatif
  4. Optimis

Integritas :

  1. Beriman
  2. Kerjakeras
  3. Jujur
  4. Disiplin
  5. Berkomitmen
  6. Keseimbangan Intelektual

Etika :

  1. Empati
  2. Siap sedia
  3. Sigap
  4. Tanggap
  5. Proaktif
  6. Peduli
  7. Ramah
  8. Mengutamakan keselamatan pasien
  9. Mengutamakan keselamatan petugas
  10. Peduli pada kemananan lingkungan

“Spirit to Achieve Beyond the Goals”

Contact Person :
– Lomba Jingle
085648408333 (Adith)

Salam Sehat
RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya
– Your Bone and Joint Solution –


materi-ES-feed-3-1200x1200.jpg

Hai #SahabatOrtho
Dalam rangka hari ulang tahun Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi Surabaya yang ke-11, yuk ikuti Lomba Foto RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya.

Raih kesempatan menjadi pemenang dengan total hadiah uang tunai jutaan rupiah.

  1. Lomba dibuka untuk umum
  2. Post feed instagram bertema “Spirit To Achieve Beyond The Goals”
  3. Menggunakan frame khusus (Twibbon) yang telah disiapkan oleh panitia dan dapat diunduh melalui : https://twb.nz/hutsrsot11
  4. Follow dan Tag akun IG @rsotsurabaya tambahkan caption semenarik mungkin
  5. Akun tidak boleh diprivate
  6. Repost postingan ini (poster lomba) di akun kalian, sertakan kometar dan tag 5 teman kalian
  7. Konten foto wajib mematuhi protokol kesehatan menggunakan masker dan menjaga jarak
  8. Penilaian berdasarkan kratifitas dan kesesuaian dengan tema
  9. Keputusan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat

“Spirit to Achieve Beyond the Goals”

Contact Person :
– Lomba Dance Reels & Foto
083854486535 (Risky)

Salam Sehat
RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya
– Your Bone and Joint Solution –


materi-ES-feed-2-1200x1200.jpg

 

Hai #SahabatOrtho
Dalam rangka hari ulang tahun Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi Surabaya yang ke-11, yuk ikuti Lomba Foto dan Dance Reels RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya.

Raih kesempatan menjadi pemenang dengan total hadiah uang tunai jutaan rupiah.

Ketentuan Lomba :

  1. Post video reels di instagram dengan tema HUT ke -11 RSOT SUrabaya
  2. Durasi reels maksimal 60 detik atau 1 menit
  3. Video boleh dilakukan sendiri atau berkelompok
  4. Lomba untuk umum
  5. Konten tidak mengandung SARA, pornografi, kekerasan dan bermuatan negatif
  6. Follow dan Tag akun @rsotsurabaya
  7. Repost postingan (poster lomba) pada akun instagram anda serta tag 5 teman anda
  8. Gunakan caption menarik sesuai dengan hashtag #HUTRSOTSURABAYA11 #SpiritToAchieveBeyondTheGoals #RSOTSURABAYA #PhotoNReelsCompetition #YourBoneAndJointSolution
  9. Penilaian berdasarkan keunikan, kratifitas dan kesesuaian dengan tema
  10. Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat

“Spirit to Achieve Beyond the Goals”

Contact Person :
– Lomba Dance Reels & Foto
083854486535 (Rizki)

Salam Sehat
RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya
– Your Bone and Joint Solution –


parkinson-1.jpeg

 

Salah satu penyakit neuro degenerative yang kerap dialami para Geriatri adalah Parkinson. Sebuah kondisi di mana terjadi pengecilan di daerah tertentu di otak, yang akhirnya menimbulkan gangguan sistem saraf pusat. Parkinson menyebabkan gangguan pada pergerakan, bahkan dalam kasus yang parah akan menyebabkan ketidakmampuan untuk beraktivitas. Untuk pencegahan Parkinson, orang lanjut usia sangat disarankan untuk tetap aktif bergerak atau beraktivitas

 

Gejala Tremor, Kaku, hingga Ketidakseimbangan Tubuh

Parkinson ditandai dengan kerusakan otak di daerah substantia nigra dan basal ganglia, di mana daerah tersebut menghasilkan senyawa dopamin yang berfungsi sebagai neutrotransmiter (penghantar stimulus berupa rangsangan ke sel saraf, baik di otak maupun di otot).

“Supaya seorang manusia bisa bangun dan melakukan gerakan yang lincah dan terkontrol, itu karena adanya senyawa dopamin ini. Jika terjadi kerusakan otak dan terjadi pengecilan, akan terjadi ketidakseimbangan senyawa-senyawa di otak, salah satunya dopamin itu turun. Kalau dopamin turun akhirnya timbul gejala-gejala klinis yang dikenal Parkinson,” jelas  dr. Nita Kurniawati, Sp. S dari RS. Orthopedi dan Traumatologi Surabaya (RSOT).

“Parkinson ditandai dengan empat gejala utama. Pertama adalah tremor atau gerakan gemetar. Pada umumnya di awali terjadi pada satu sisi yang lambat laun menyerang kedua sisi kanan dan kiri. Kedua, gerakan menjadi sangat kaku. Misalnya kesulitan mengubah posisi dari tangan menekuk menjadi lurus. Ketiga, gerakan menjadi lambat. Ini merupakan gejala yang paling banyak dikeluhkan oleh penderita Parkinson. Biasanya terjadi pada saat posisi tidur ke duduk, duduk berdiri yang membutuhkan waktu lebih lama dari lazimnya. Gejala keempat, merupakan fase yang lebih berat yaitu posture instability atau ketidakstabilan postur. Penderita tidak bisa berdiri atau jalan tegak / lurus. Rasanya seperti mau jatuh, itu karena ada gangguan ketidakseimbangan,” urai dr. Nita.

Yang juga digaris bawahi dr. Nita adalah mengenai perbedaan parkinson dengan parkinsonism. Dijelaskan dr. Nita, Parkinson murni  disebabkan oleh neuro degenerative. Sementara parkinsonism itu mirip parkinson, tapi dari penyebab lain, yang bisa menyebakan kerusakan daerah di otak, dan akhirnya bisa menimbulkan gejala parkinson. Salah satu contohnya adalah stroke, di mana stroke bisa menimbulkan gejala mirip Parkinson.

“Usia penderita parkinsonism juga mulai bergeser ke usia yang lebih muda karena penderita stroke juga disebabkan oleh lifestyle. Usia 40 tahun sudah ada yang mulai terkena, tapi gejalanya berbeda. Bukan tremor duluan, justru postural instability lebih dulu. Jalan tiba-tiba sering jatuh, tapi kakunya nggak ada, tremornya nggak ada. Nah, ini kita curigai parkinsonism. Untuk penyakit semacam itu , mutlak dilakukan imaging kepala atau MRI (Magnetic Resonance Imaging),” jelas dr. Nita lagi.

 

Lifestyle Buruk Picu Penurunan Dopamin

Senyawa dopamin yang berfungsi penting dalam pergerakan manusia, bisa menjadi rusak karena banyak hal. “Kerusakan otak itu atau proses penuaan lebih cepat terjadi karena radikal bebas. Radikal bebas bisa muncul karena keracunan, obat-obatan terlarang, dan lifestyle yang kurang bagus.  Lifestyle tidak bagus terlihat dari penampilan fisiknya lebih tua. Begitupun juga otak, mudah mengerut. Jika tidak ada rangsangan dari luar, kemudian orangnya cenderung pasif, diam, tidak ada aktifitas sehari-hari. Jika seperti itu otaknya semakin mengecil,” jelas dr. Nita.

  1. Nita menyarankan agar menerapkan lifestyle yang sehat untuk mencegah kerusakan dopamin. Salah satunya adalah rutin olahraga. “Karena olahraga menghasilkan senyawa untuk melawan radikal bebas. Kemudian untuk dopamin sendiri, ada beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa untuk mencegah supaya perburukan gejala parkinson itu tidak berat, minumlah kopi satu gelas sehari dengan catatan jika tidak ada kontra-indikasi. Jadi kalau tidak ada penyakit lain, kopi boleh dikonsumsi meningkatkan dopamin”.

 

Terapi Penderita Parkinson

Sampai saat ini, penyakit Parkinson belum bisa disembuhkan sepenuhnya. Namun demikian, ada beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan untuk membantu meredakan gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien yaitu melalui terapi penggunaan obat-obatan (medis) dan non-medis. Terapi non medis dilakukan dengan cara bahwa pasien harus tetap melakukan exercise, terus aktif melakukan berbagai aktivitas. Sementara itu, terapi medis adalah dengan penggunaan obat-obatan. “Obat-obatan yang diberikan tersebut bertujuan untuk meningkatkan atau mengganti dopamin dalam tubuh”.

Jika Parkinson sudah berat dan dengan pengobatan tidak membaik, parkinson dapat dibantu dengan tindakan lewat prosedur Deep Brain Stimulation (DBS), yakni memasang alat di otak untuk stimulasi agar mengeluarkan dopamin itu secara berkala. Atau melalui tindakan Bedah pisau gamma (gamma knife) untuk pasien yang tidak dapat menjalani prosedur DBS, bedah pisau gamma dapat menjadi pilihan. Prosedur ini dilakukan selama 15-40 menit, dengan memfokuskan sinar radiasi kuat ke area otak yang terdampak.

 

Harus Tetap Aktif di Usia Senja

Parkinson memang tidak memiliki risiko kematian secara langsung. Namun, pasien tidak dapat beraktivitas karena Parkinson ini. Seperti tidak bisa bangun dari tempat tidur, tidak bisa berdiri, susah makan dan minum sehingga nutrisi terganggu, maka akan berpotensi diikuti penyakit lainnya seperti infeksi paru, infeksi kulit, infeksi saluran kencing, dll. “Jadi parkinsonnya sendiri sebenarnya tidak, tapi komplikasi dari parkinson itu yang menyebabkan kematian,” papar dr. Nita.

“Untuk pencegahan parkinson, orang dengan usia lanjut harus tetap aktif. Walaupun usianya sudah tua, sudah pensiun, tetap harus cari kesibukan supaya tidak mempercepat pengecilan otak dan tetap bisa aktifitas sehari-hari. Karena jika tidak, orang bisa depresi. Pada saat orang depresi, senyawa dopamin, serotonin semua turun, sehingga dalam waktu dekat bisa muncul demensia dan parkinson,” tutupnya

 

 

Nita Kurniawati, Sp.S

(Dokter Spesialis Saraf)

JADWAL PRAKTEK :

Senin    16.00-18.00

Rabu    17.00-18.00

 

ORTHOPEDI & TRAUMATOLOGI SURABAYA
Emerald Mansion TX 10, Citraland – Surabaya

(031) 57431574 / 57431299
IGD : 082337655500 ext 118


BRANDON-1200x1604.png
22/Oct/2021

Sesuai dengan misi kami yaitu menghadirkan teknologi demi mendukung pelayanan kesehatan di bidang Orthopedi maka RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya menghadirkan MRI Weight Bearing.

MRI Weight Bearing adalah terobosan teknologi MRI canggih yang dirancang untuk seluruh pemeriksaan Muskuloskeletal (otot, tulang, dan sendi ). Baik dalam posisi klinostatik (terlentang) ataupun dengan ortostatik (menahan beban), dengan menggunakan konsep Gantry Terbuka/Open Gantry (tidak masuk tabung), maka memungkinkan untuk pasien dengan phobia “Claustrophobia” yaitu orang yang takut berada di ruang tertutup dan sempit.

Weight Bearing menawarkan pendekatan MRI Revolusioner yang meningkatkan akurasi diagnostic dan kepercayaan diri untuk aplikasi Muskuloskeletal. Sistem Weight-Bearing MRI yang sepenuhnya diperbarui dengan tampilan baru, ergonomik baru, dan Teknik akuisisi baru.

 

Keunggulan Weight Bearing MRI 

  1. Open Magnet System

Weight Bearing MRI memiliki keunggukan yaitu pasien dapat melakukan pemeriksaan dengan leluasa dan tidak akan merasa takut karena pemeriksaan dilakukan kepada pasien tanpa pasien harus memasuki lubang kecil seperti MRI Konvensional pada umumnya, sehingga MRI ini sangat cocok untuk semua pasien.

  1. Tilt Position

Weight Bearing MRI akan memberikan sudut pandang baru sehingga dapat secara lebih akurat dalam proses mendiagnosis patologi Muskuloskeletal yang dipengaruhi oleh posisi menahan beban, anatomi manusia, sehingga pencitraan MRI pada posisi berdiri atau sudut kemiringan tertentu memungkinkan untuk memperoleh detail tambahan yang biasanya tidak terlihat dengan MRI Konvensional.

  1. Dynamic Imaging

Mampu memberikan perubahan biometrik dari tulang belakang sendi lutut, sendi bahu dan pergelangan kaki, sendi pergelangan tangan. Karena desain magnet terbuka, jadi sistem mampu melakukan gambar dynamic realtime dari gerakan sendi untuk mengevaluasi artikulasi sendi tulang belakang.

Karena alat ini dapat berputar dari 0 hingga 90 derajat, maka dapat membandingkan patologi/kelainan sendi secara statis maupun dinamis (Real Time) dengan perubahan posisi sendi. MRI konvensional mungkin tidak menunjukkan patologi yang terkait dengan gejala-gejala ini, tetapi MRI Weight Bearing memberi Anda sudut pandang baru sehingga Anda dapat secara akurat mendiagnosis patologi Muskuloskeletal yang dipengaruhi oleh posisi menahan beban.

 

MRI Weight Bearing menawarkan fitur dan kemampuan canggih seperti :

  • Kualitas gambar yang mengesankan
  • Menggunakan teknologi Open/Permanen magnetic
  • Konsep Open Gantry sehingga tidak ada efek Claustrophobia
  • Weight-Bearing : posisi pasien menjadi bagian integral dari hasil pemeriksaan
  • Tempat tidur pasien yang dioptimalkan dan ergonomis untuk penempatan yang mudah dan kenyamanan luar biasa selama pemeriksaan
  • Kemampuan diagnostik tambahan : karena gaya gravitasi menghasilkan perubahan bio-mekanis dalam anatomi dari tulang belakang, sendi lutut, sendi bahu, serta sendi pergelangan kaki
  • Mampu memberikan gambar secara Real Time dari gerakan sendi untuk mengevaluasi pergerakan kontraksi dan pelonggaran otot dan fungsi sendi lutut, pergerakan tangan, pinggul dan pergelangan kaki. Dan gambar Weight Bearing yang menyesuaikan efek gravitasi tubuh terhadap sendi
  • Memberikan diagnosis presisi tingkat degeneratif untuk perencanaan tindakan terapi dan operasi
  • Dapat melakukan pencitraan posisi fleksi dan ekstensi dari tulang belakang leher
  • Artefak minimal (semua implant yang mungkin terpasang ditubuh pasien memberikan dampak minimal pada struktur jaringan didekat area implant)

 

Indikasi dynamic MRI

Dynamic MRI difokuskan untuk pemeriksaan Realtime pergerakan dinamis dari sendi , yaitu :

  • MRI Cervical Spine : gerakan flexi (menekuk) dan extensi (meluruskan) secara berurutan.
  • Lumbar Spine (tulang belakang setinggi pinggang) posisi berbaring dan berdiri.
  • MRI Sendi Bahu : gerakan lengan memutar ke dalam dan keluar (internal rotasi – external rotasi)
  • MRI Sendi Panggul : gerakan panggul memutar ke dalam dan keluar (internal rotasi – external rotasi)
  • MRI Sendi Lutut : gerakan flexi (menekuk) dan extensi (meluruskan) secara berurutan
  • MRI Pergelangan Kaki : gerakan flexi (menekuk) dan extensi (meluruskan) secara berurutan

 

Kapan MRI Weight Bearing perlu dilakukan

Jika Anda memiliki gejala atau keluhan pada bagian Muskuloskeletal (otot, tulang, dan sendi). Silahkan datang ke spesialis orthopedi dan traumatologi untuk mendapatkan pengantar dari dokter Radiologi, sehingga Anda segera mendapatkan solusi yang tepat dalam penanganan pada masalah Anda dan Dokter akan membantu mencari penyebab penyakit Anda dan dilakukan tindakan sesuai kondisi yang Anda rasakan.

 

Informasi Pendaftaran :

RS ORTHOPEDI & TRAUMAOLOGI SURABAYA
JL. Emerald Mansion TX 10, Citraland – Surabaya
(031) 57431574 / 57431299
IGD : 082337655500 ext 118


FOTO-COVER-TEDDY-1200x1800.jpg

Banyak orang yang salah mengira apabila osteoporosis adalah penyakit yang hanya diderita oleh para lansia saja. Ternyata itu salah, penyakit yang menyebabkan pengeroposan tulang ini dapat terjadi pada siapa saja, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Biasanya gejala osteoporosis berkembang secara bertahap. Oleh karena itu, penting untuk kita dalam menjaga kesehatan tulang. Agar Anda lebih waspada, kenali penyebab osteoporosis di usia muda berikut ini :

 

Penyebab osteoporosis di usia muda

  1. Amenorea

Amenorea adalah kondisi ketika seorang wanita tidak mengalami menstruasi dalam waktu yang lama. Kondisi ini menyebabkan kadar hormon estrogen wanita menurun, sehingga terjadi pengeroposan tulang. Gejalanya adalah sakit kepala, payudara tidak membesar, gangguan penglihatan, tumbuh rambut di wajah secara berlebihan, rambut rontok, suara berat seperti laki-laki, jerawat, keluarnya air susu (meski tidak sedang menyusui), dan nyeri panggul.

  1. Asupan kalsium rendah

Kalsium adalah mineral penting yang berperan penting dalam proses pembentukan dan menjaga kekuatan tulang. Kurangnya asupan kalsium bisa meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis di usia muda.

  1. Penyakit hormonal

Penyakit yang disebabkan karena faktor hormonal. Misalnya, hipertiroidisme, hiperparatiroidisme, gangguan pada kelenjar adrenal, menurunnya jumlah hormon seks, dan gangguan pada kelenjar hipofisis.

  1. Efek samping konsumsi obat

Misalnya, konsumsi obat kortikosteroid dosis tinggi dalam waktu yang lama. Alasannya karena obat jenis ini berpengaruh pada kekuatan tulang. Jika digunakan dalam waktu lama, bisa memicu pengeroposan tulang yang mengarah pada osteoporosis.

  1. Penyebab lain

Di antaranya adalah riwayat keluarga dengan osteoporosis, kebiasaan merokok dan minum alkohol, adanya malabsorbsi nutrisi (seperti pada pengidap penyakit celiac dan Crohn), serta tubuh tidak aktif dalam waktu lama (misalnya karena harus istirahat di kasur dalam waktu lama).

  1. Kondisi genetik

Adalah penyakit tertentu yang dialami sejak lahir yang membuat tulang anak mudah keropos. Contohnya adalah osteogenesis imperfecta, idiopathic juvenile osteoporosis, dan sindrom turner.

  1. Terlalu kurus

Pada dasarnya tulang akan giat membentuk sel asalkan ditekan oleh bobot sebagai pemberatnya. Jika terlalu kurus maka masa tulang cenderung kurang terbentuk sempurna.

 

Apa gejalanya ?

Gejala osteoporosis pada usia muda biasanya serupa dengan yang dialami pada orang tua. Tanda dan gejalanya antara lain :

  • Nyeri tulang, terutama di tungkai, lutut, pergelangan kaki,dimana itu semua akan dirasakan pada saat Anda berjalan, keadaan tersebut semakin lama akan semakin berat.
  • Riwayat patah tulang secara berulang, tetapi dengan trauma yang ringan.
  • Kondisi tinggi badan yang terlalu pendek.
  • Tulang belakang membungkuk.

 

Mencegah osteoporosis di usia muda

Adanya risiko osteoporosis di usia muda membuat banyak orang merasa khawatir. Pastinya siapapun Anda tidak akan mau mengalami hal tersebut, maka dari itu kita perlu melakukan langkah dalam pecegahan risiko osteoporosis di usia muda dengan cara berikut :

  • Rutin dalam berolahraga
  • Cukupi kebutuhan kalsium dan vitamin D
  • Hindari kebiasaan buruk dalam menerapkan pola hidup sehat, misalnya tidak merokok dan mengonsumsi alkohol, serta mengurangi minuman bersoda
  • Konsumsi asupan makanan yang mengandung banyak protein
  • Lakukan skrining tes kepadatan tulang secara berkala

Praktikkan cara-cara sehat diatas untuk mendapatkan tulang yang kuat dan sehat terhindar dari osteoporosis di usia muda.

Selain Anda  bisa melakukan langkah di atas, Anda juga dapat melakukan skrining atau pemeriksaan berkala di RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya. Dokter akan membantu dan menjelaskan kesehatan kondisi tulang Anda.

 

Informasi Pendaftaran :

RS ORTHOPEDI & TRAUMATOLOGI SURABAYA
JL. Emerald Mansion TX 10, Citraland – Surabaya
(031) 57431574 / 57431299
IGD : 082337655500 ext 118

 

 

 

 

Referensi :

https://www.halodoc.com/artikel/osteoporosis-di-usia-muda-apa-sebabnya

https://www.siloamhospitals.com/Contents/News-Events/Advertorial/2020/10/23/08/11/5-Langkah-Sehat-Cegah-Osteoporosis-Sejak-Usia-Muda

https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3616666/kenali-osteoporosis-pada-anak-dan-remaja

https://www.nutrimart.co.id/blog/osteoporosis-ternyata-bisa-terjadi-di-usia-muda/

https://www.nof.org/preventing-fractures/general-facts/what-women-need-to-know/

https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/ConditionsAndTreatments/osteoporosis-and-exercise

https://orthoinfo.aaos.org/en/staying-healthy/exercise-and-bone-health/

https://www.spine-health.com/conditions/osteoporosis/effects-stopping-smoking-and-alcohol-abuse-osteoporosis


usus-buntu-5.jpg

#Sahabat Ortho,

Jangan abaikan rasa nyeri yang muncul pada bagian perut bawah bagian kanan. Kondisi ini bisa menjadi tanda Anda mengalami usus buntu apalagi jika disertai dengan gejala lain, seperti mual dan muntah setelah nyeri perut, demam, hingga sulit membuang gas dari dalam perut.

Radang usus buntu atau dalam bahasa medis dikenal dengan Apendisitis, adalah peradangan usus buntu, dimana terdapat sebuah kantong berbentuk jari yang menonjol dari usus besar di sisi kanan bawah perut. Radang usus buntu menyebabkan nyeri di perut kanan bawah. Namun, pada kebanyakan orang, nyeri dimulai di sekitar pusar dan kemudian menyebar secara bertahap, seperti nyeri tumpul, lalu kram, dan berakhir nyeri di seluruh perut.

 

Penyebab Usus Buntu

Banyak beredar kabar usus buntu disebabkan oleh terlalu sering mengonsumsi makanan pedas? Nyatanya, hal tersebut hanyalah mitos. Makanan pedas bukan menjadi penyebab seseorang mengalami usus buntu. Penyebab dari usus buntu adalah penyumbatan pada lapisan usus buntu yang menyebabkan infeksi kemungkinan merupakan penyebab radang usus buntu. Bakteri berkembang biak dengan cepat, menyebabkan usus buntu meradang, bengkak dan berisi nanah. Jika tidak segera ditangani, usus buntu bisa pecah dan mengakibatkan keparahan pada seseorang.

Terdapat beberapa faktor penyebab seseorang mengalami penyakit usus buntu, yaitu:

  1. Hambatan pada pintu rongga apendiks.
  2. Penebalan atau pembengkakan jaringan dinding usus buntu akibat adanya infeksi di saluran pencernaan atau di bagian tubuh lainnya.
  3. Kondisi medis tertentu, seperti tumor pada perut atau inflammatory bowel disease.
  4. Tinja atau pertumbuhan parasit yang dapat menyumbat lumen usus buntu Anda.
  5. Trauma atau terjadi cedera pada perut Anda.
  6. Memiliki penyakit infeksi cacing (cacingan).

 

Gejala Usus Buntu yang Perlu Diwaspadai

Sangat perlu bagi kita untuk mengetahui beberapa gejala usus buntu. Gejala yang paling umum muncul adalah nyeri pada perut kanan bawah. Berikut ini gejala yang perlu diwaspadai jika terindikasi usus buntu :

  • Nyeri timbul secara tiba-tiba pada perut bagian kanan bawah dan bisa dirasakan hingga bagian pusar.
  • Nyeri bertambah buruk disaat Anda bergerak, menarik nafas dalam-dalam, batuk maupun bersin.
  • Mual dan muntah.
  • Kehilangan selera makan.
  • Demam ringan tetapi dapat memburuk seiring perkembangan penyakit tersebut.
  • Sembelit atau diare.
  • Tidak dapat mengeluarkan gas.
  • Terjadi pembengkakan pada perut anda.
  • Ketidaknyamanan pada saat melakukan buang air besar.
  • Perut terasa kembung.

Pengobatan usus buntu biasanya dengan melakukan operasi pengangkatan usus buntu atau yang dikenal dengan istilah Apendektomi. Sebelum operasi dilakukan, penderita biasanya akan diberikan obat antibiotik terlebih dahulu untuk mencegah terjadinya infeksi, terutama pada usus buntu yang belum pecah, tetapi sudah terbentuk abses (sekumpulan nanah yang terkumpul di satu titik tertentu). Sedangkan pada usus buntu yang ringan, pemberian antibiotik saja sudah cukup untuk mengatasi peradangan tersebut.

 

Kapan harus ke dokter

Jika Anda atau anak Anda memiliki tanda atau gejala tersebut dan terasa sangat mengkhawatirkan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter karena sakit perut yang parah membutuhkan perhatian medis sesegera mungkin. Dokter akan membantu mencari penyebab penyakit Anda dan dilakukan tindakan sesuai kondisi yang Anda rasakan. Bila ingin konsultasi lebih lanjut terkait keluhan yang Anda Rasakan, Sahabat Ortho bisa datang untuk konsultasi dengan dokter spesialis Bedah di Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi Surabaya.

 

Informasi Pendaftaran :

RS. ORTHOPEDI & TRAUMATOLOGI SURABAYA
JL. Emerald Mansion TX 10, Citraland – Surabaya
(031) 57431574 / 57431299
IGD : 082337655500 ext 118

 

 

Referensi:

https://www.webmd.com/digestive-disorders/digestive-diseases-appendicitis

https://www.healthline.com/health/appendicitis

Radang usus buntu. Institut Nasional Diabetes dan Penyakit Pencernaan dan Ginjal. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/appendicitis. Diakses 8 Mei 2019.

https://www.halodoc.com/artikel/bukan-karena-makanan-pedas-ini-penyebab-usus-buntu

https://www.ayojakarta.com/read/2020/02/05/11577/bukan-sakit-perut-biasa-kenali-gejala-radang-usus-buntu

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/appendicitis/symptoms-causes/syc-20369543

 


plantar_fasciitis-3.width-800.jpg

Olahraga merupakan salah satu aktivitas yang bisa memberikan segudang manfaaat bagi kesehatan tubuh. Bahkan, di era pandemi ini Olahraga menjadi solusi favorit di kalangan masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya. Ada berbagai macam olahraga yang dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, mulai olahraga tanpa alat sampai dengan yang menggunakan alat seperti di area fitness. Nah, dari sekian banyak jenis olahraga itu, yang paling banyak digemari adalah berlari. Selain mudah dilakukan, olahraga ini tidak memerlukan uang sepeserpun. Namun, ada yang perlu diwaspadai ketika Anda berlari. Pernahkah Anda merasakan nyeri di tumit setelah berlari?

Sebagian orang menganggap rasa nyeri di tumit setelah berlari disebabkan karena kelelahan. Akan tetapi, Anda juga harus berhati-hati, karena nyeri tumit setelah berlari bisa jadi merupakan pertanda adanya gangguan kesehatan / kelainan fisik pada anggota tubuh Anda. Biasanya, kondisi ini berhubungan dengan gangguan Plantar Fasciitis, pola gerakan yang kurang tepat, maupun  gangguan pada struktur kaki.

Apa sih Plantar Fasciitis itu? Plantar Fasciitis merupakan peradangan yang terjadi pada bagian Plantar Fascia, yaitu jaringan dibawah kaki yang membentang dari tumit hingga jari kaki, jaringan ini berfungsi sebagai penyangga telapak kaki dan peredam getaran ketika berjalan.

Terdapat beberapa penyebab tumit sakit setelah berlari, misalnya :

  • Pergelangan kaki yang terlalu banyak bergerak
  • Orang-orang yang memiliki kaki datar (flat feet) atau sebaliknya
  • Telapak kaki mempunyai lengkungan yang tinggi
  • Jenis sepatu

Nyeri tumit kerap hilang timbul  meski sudah mereda, tetapi nyerinya bisa muncul lagi saat berdiri terlalu lama atau bangun mendadak dari posisi duduk.

 

Mengatasi nyeri tumit setelah berolahraga

Penanganan segera mungkin akan membuat nyeri lebih cepat menghilang, jadi lakukan pengobatan segera setelah Anda merasakan gejalanya. Berikut ini caranya :

  • Istirahat dan lakukan peregangan
  • Kurangi peradangan dengan menggunakan kompres dingin dan obat anti peradangan
  • Gunakan bantalan tumit atau sisipan orthotic

 

Mencegah nyeri tumit saat berolahraga

Selain cara-cara mengatasi nyeri tumit diatas, Anda juga dapat mencegah agar nyeri tumit tidak kembali menyerang ketika Anda ingin kembali berolahraga :

  • Ubah pola
    Perhatikan posisi kaki pertama kali menyentuh tanah saat berlari. Kebanyakan orang berlari dengan bertumpu pada kaki belakang yang bisa memicu terjadinya nyeri tumit. Cobalah untuk menggunakan bagian tengah atau depan kaki ketika berlari untuk mengurangi ketegangan.
  • Lakukan peregangan sebelum dan sesudah berolahraga
    Lakukan peregangan sederhana untuk melemaskan otot kaki, pergelangan kaki, serta betis setiap sebelum dan sesudah berolahraga.
  • Pertahankan berat badan ideal, karena berat badan berlebih akan membuat kamu menanggung terlalu banyak tekanan pada tubuh bagian bawah, terutama lutut, pergelangan kaki, dan tumit, terlebih ketika kamu sedang berlari.
  • Kenakan sepatu olahraga yang nyaman, untuk menghindari terjadinya nyeri pada tumit dan cedera kaki lainnya.

Jika Anda sudah melakukan cara-cara di atas tetapi tumit masih saja sakit atau sudah dua minggu tak kunjung sembuh, sebaiknya periksakan diri ke dokter spesialis Orthopedi dan Traumatologi. Dokter akan membantu mencari penyebab dan merekomendasikan terapi sesuai kondisi. Jangan tunda mencari bantuan medis jika nyeri yang dirasakan intensitasnya sangat berat dan membatasi aktivitas Anda berjalan, atau jika disertai kemerahan dan bengkak.

 

Informasi Pendaftaran :

RS. ORTHOPEDI & TRAUMATOLOGI SURABAYA
JL. Emerald Mansion TX 10, Citraland – Surabaya
(031) 57431574 / 57431299
IGD : 082337655500 ext 118

 

 

Referensi :

https://www.healthline.com/health/heel-pain-after-running

https://www.everydayhealth.com/foot-health/care-for-heel-pain.aspx

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/plantar-fasciitis/symptoms-causes/syc-20354846

https://www.halodoc.com/artikel/nyeri-tumit-setelah-berolahraga-ini-cara-mengatasinya


WhatsApp-Image-2021-05-17-at-10.19.11.jpeg

RSOT Surabaya Proudly Present:
MRI OF WEIGHT BEARING & DYNAMIC ACTUAL MOVEMENT
“An Ideal Musculosceletal Imaging”
Diagnostic Breakthrough for Joint, Spine, and Sport Injury

Narasumber :
1. Dr. Komang Agung Irianto, dr., Sp.OT (K) Spine (RSOT Surabaya)
2. Dr. Rosy Setiawati, dr. Sp.Rad (K) MSK, CCD (RSOT Surabaya)
3. Prof Mikael Boesen, MD. PhD (Esaote)

Moderator :
Giacomo Pedretti (Esaote)

Pelaksanaan :
Jumat, 4 Juni 2021
Pkl 18.30 s/d 21.15 WIB
Melalui : Go to Webinar

Registrasi :
https://bit.ly/webinarilmiahrsot
atau scan barcode pada gambar

Contact Person :
Ns. Elya Puji Rahayu, S.Kep (0857-8591-8206)

Fasilitas :
E-Certificate
3 SKP IDI
Materi
GRATIS !


osteoartritis.jpg

Osteoarthritis adalah peradangan kronis pada sendi akibat kerusakan pada tulang rawan. Osteoarthritis adalah jenis arthritis (peradangan sendi) yang paling sering terjadi. Kondisi ini menyebabkan sendi-sendi terasa sakit, kaku, dan bengkak.

Penyakit ini bisa menyerang semua sendi, namun sendi di jari tangan, lutut, pinggul, dan tulang punggung, adalah sendi-sendi yang paling sering terkena. Gejala yang timbul saat mengalami osteoarthritis akan berkembang secara perlahan.

Pengobatan untuk osteoarthritis ditujukan untuk meminimalisir rasa nyeri serta untuk membantu penderitanya bisa beraktivitas dan bergerak dengan normal.

Penyebab dan Faktor Risiko Osteoarthritis

Osteoarthitis disebabkan oleh kerusakan pada tulang rawan dan sendi. Kerusakan ini berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Kondisi ini dimulai saat tulang rawan yang merupakan bantalan pelindung tulang mengalami kerusakan.

Kerusakan ini kemudian menyebabkan terjadinya gesekan langsung antar tulang. Gesekan ini lama kelamaan akan merusak dan menyebabkan peradangan pada sendi. Pertambahan usia adalah salah satu faktor utama terjadinya kondisi ini.

Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya osteoarthritis, antara lain:

  • Berjenis kelamin wanita, terutama yang sudah menopause
  • Mengalami obesitas
  • Mengalami cedera pada sendi atau pernah menjalani operasi pada tulang dan sendi
  • Melakukan pekerjaan atau aktivitas fisik yang menyebabkan sendi tertekan secara terus-menerus, misalnya terlalu sering mengenakan sepatu hak tinggi
  • Memiliki riwayat osteoarthritis di keluarga
  • Menderita penyakit tertentu, seperti rheumatoid arthritis dan hemokromatosis
  • Mengalami kelainan bawaan atau cacat pada tulang rawan atau sendi

Gejala Osteoarthritis

Pada tahap awal, penderita osteoarthritis akan merasakan rasa sakit atau nyeri sendi dan kaku pada sendi. Gejala yang ditimbulkan akan berkembang secara perlahan dan menjadi semakin parah seiring waktu. Hal ini akan membuat penderita kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari.

Selain rasa sakit dan kaku, beberapa gejala lain yang bisa terjadi adalah:

  • Pembengkakan pada sendi
  • Munculnya suara gesekan pada sendi ketika digerakkan
  • Melemahnya otot dan berkurangnya massa otot
  • Munculnya taji atau tulang tambahan
  • Munculnya benjolan pada sendi yang ada di jari tangan
  • Membengkoknya jari tangan

Kapan harus ke dokter

Periksakan diri ke dokter jika mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas, terutama jika keluhan semakin menggangu aktivitas.

Penderita osteoarthritis perlu melakukan kontrol rutin ke dokter. Pemeriksaan rutin ini bertujuan untuk memantau kondisi, kemajuan terapi, serta mencegah komplikasi.

Diagnosis Osteoarthritis

Dokter akan melakukan tanya jawab seputar keluhan dan riwayat kesehatan pasien. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh, termasuk melakukan pemeriksaan pada sendi yang terasa nyeri dan mengidentifikasi apakah terjadi pembengkakan serta keterbatasan gerakan sendi.

Untuk memastikan diagnosis, dokter akan meminta pasien untuk melakukan pemeriksaan penunjang, seperti:

  • Pemindaian dengan Rontgen dan MRI, untuk melihat kondisi tulang dan mendeteksi peradangan pada tulang dan sendi
  • Tes darah, untuk mendeteksi infeksi atau penyebab lain dari peradangan sendi, seperti rheumatoid arthritis
  • Analisis cairan sendi, untuk mengetahui apakah terjadi peradangan atau infeksi pada sendi

Pengobatan Osteoarthritis

Pengobatan osteoarthritis bertujuan untuk meredakan keluhan dan gejala agar penderitanya bisa tetap beraktivitas secara normal.

Untuk meredakan rasa nyeri dan peradangan dokter akan memberikan obat-obatan, seperti:

Selain dengan memberikan obat-obatan di atas, osteoarthritis juga bisa ditangani dengan fisioterapi dan operasi. Berikut penjelasannya:

  • Fisioterapi
    Penderita osteoarthritis dapat menjalani fisioterapi untuk memperkuat otot-otot di sekitar persendian. Cara ini juga bisa meningkatkan fleksibilitas sendi dan otot, serta mengurangi rasa sakit.
  • Operasi
    Meski jarang dilakukan, operasi bisa dilakukan untuk memperbaiki atau mengganti sendi yang rusak agar penderita bisa lebih mudah bergerak. Contohnya adalah total hip replacement pada osteoarthritis panggul dan total knee replacement pada osteoarthritis lutut.

Selain pengobatan yang dilakukan di dokter, penderita osteoarthritis disarankan untuk menerapkan pola hidup sehat, seperti:

  • Rutin berolahraga
    Olahraga yang dilakukan secara teratur dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan memperkuat otot-otot di sekitar persendian, sehingga membuat persendian stabil. Olahraga yang bisa dilakukan antara lain berjalan, bersepeda, berenang, yoga, dan tai chi.
  • Menurunkan berat badan
    Penderita osteoarthritis yang memiliki berat badan berlebihan disarankan untuk menurunkan berat badan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi tekanan pada sendi dan bisa mengurangi rasa sakit.

Komplikasi Osteoarthritis

Osteoarthritis yang tidak mendapatkan penanganan dapat menyebabkan nyeri dan rasa tidak nyaman. Kondisi ini dapat menyebabkan pendeitanya mengalami beberapa komplikasi, seperti:

  • Gangguan tidur.
  • Gangguan kecemasan.
  • Depresi.
  • Osteonecrosis atau avascular necrosis (kematian jaringan tulang).
  • Infeksi pada sendi.
  • Saraf terjepit di tulang belakang.

Pencegahan Osteoarthritis

Osteoarthritis tidak dapat dicegah. Namun, Anda dapat menurunkan risiko penyakit ini dengan beberapa langkah di bawah ini:

  • Menjaga berat badan ideal
  • Selalu aktif, rajin bergerak, dan berolahraga
  • Menjaga postur tubuh saat duduk atau berdiri
  • Melakukan peregangan otot secara rutin
  • Beristirahat dengan cukup dan teratur

Copyright by Surabaya Orthopedi 2018

WhatsApp Live Chat