Please wait...



Blog

CLASSIC LIST

IMG-7574-1200x900.jpg

Tulang belakang sangat penting karena merupakan penyangga utama tubuh. Terdiri dari 33 ruas, setiap ruas pada tulang belakang, mulai leher sampai pinggang bisa mengalami sakit. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai kecelakan, infeksi, proses degenerative, hingga tumor.

Masyarakat awam kerap mengaitkan nyeri pada tulang belakang dengan masalah pada saraf. Ini adalah konsep pemikiran yang kurang tepat, karena sebenarnya bagian yang justru harus diperhatikan adalah tulang dan sendi pada tulang belakang. Sebab, tulang dan sendi ini melindungi dan menjadi penopang saraf. Jika rusak akan timbul sakit karena tulang belakang akan menjepit saraf. Dengan mengembalikan strukturnya, ruang di dalam tulang belakang kembali normal, sehingga saraf terlindungi.

Rumah Sakit Orthopedi & Traumatologi (RSOT) Surabaya menawarkan tindakan minimal invasive untuk penanganan tulang belakang. Tujuannya melakukan tindakan seminimal mungkin namun mendapatkan hasil yang maksimal.

Tindakan minimal invasive menggunakan alat endoskopi khusus untuk tulang belakang, di mana sayatan yang diperlukan hanya sekitar 8 mm, sehingga tidak merusak jaringan di sekitarnya. Bandingkan dengan operasi konvensional dengan luka operasi yang lebar dengan risiko pendarahan dan infeksi yang lebih besar. Rasa sakit paska operasi dan proses pemulihannya juga akan lebih lama.

Bekas luka sayatan

Lewat tindakan minimal invasive, pasien hanya akan dibius local saat operasi. Mereka bisa tetap sadar selama penanganan dan dapat diajak berkomunikasi. Setelahnya, dalam satu atau dua hari, pasien bisa pulang. Dan yang terpenting biaya yang dikeluarkan relative lebih murah. Dalam satu kasus yang sama, tindakan minimal invasive bisa menghemat biaya 1,5 kali lebih murah. Ini karena tidak adanya berbagai macam tindakan yang seharusnya tidak perlu untuk dilakukan saat proses tindakan dan pengobatan paska operasi.

Sebelum melakukan tindakan minimal invasive, RSOT Surabaya akan melalukan pemeriksaan klinis, fisik, radiologi, sampai MRI untuk melihat detail dari sumber permasalahan yang dialami pasien. Dari semua data yang terkumpul, barulah diformulasikan menjadi tindakan minimalis mana yang paling tepat sesuai kasus pasien (tailor made).

Tindakan minimal invasive sudah diterapkan di RSOT Surabaya. Selain peralatan dengan teknologi terkini, tindakan ini juga hanya dilakukan oleh dokter dengan spesialisasi khusus. Apalagi tindakan minimal invasive ini sifatnya customized. Jadi belum tentu pada pasien A dan B tindakannya sama. Karena tindakan yang dilakukan akan tergantung masing-masing kasus atau masalah pada tulang belakang yang dialami pasien.

Prinsip minimal invasive yang diterapkan di RSOT Surabaya yaitu melakukan tindakan seminimal mungkin dengan menjaga struktur jaringan lain agar tidak terkena risikonya. Karena jika tidak, maka saat umur 45 atau 50 penyakitnya bisa saja kambuh, dan dokter akan kesulitan memberikan penanganan lanjutan karena organ tubuh yang lain sudah terlanjur rusak.

Salah satu contohnya adalah pemasangan pen pada tulang belakang. Tindakan ini akan membuat pasien kaku dan susah bergerak. Di RSOT Surabaya, digunakan alat Interspinosus yang bisa memberikan hasil serupa namun tetap membebaskan pasien untuk bergerak leluasa. Dan yang paling penting, pemasangan interspinosus device tersebut dapat dilakukan dengan Teknik minimal invasive, tanpa sayatan lebar, seperti yang umumnya digunakan.

Untuk berbagai maslaah tulang belakang lainnya, RSOT Surabaya juga mengaplikasikan berbagai instrument alat, seperti Micro Endoscopic Discectomy (MED) dan Percutaneous Endoscopic Lumbal Discectomy (PELD) untuk punggung bawah.

Tindakan minimal invasive ini cocok untuk semua umur, terutama orang tua. Karena pengobatan pada kasus degenerative sifatnya mengurangi keluhannya, bukan meremajakan organ tubuh. Pasien juga tidak perlu takut lagi dengan operasi, karena proses yang lebih cepat, pendarahan lebih sedikit, dan jangka waktu pemulihan yang lebih singkat.

Apakah semua gangguan pada tulang belakang bisa ditangani dengan tindakan minimal invasive? Tidak, dokter akan melihat dari kasusnya. Misalkan bagian yang bermasalah ternyata terjadi pada multilevel atau area yang luas pada ruas tulang belakang ataupun sendi, sehingga jangkauan yang harus ditangani cukup lebar. Tapi jika yang bermasalah hanya satu atau dua level, maka bisa dilakukan tindakan minimal invasive.

 

Dr. dr. Komang Agung S, Sp.OT (K) Spine

Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi Subspesialis Tulang Belakang

Jadwal Praktik:

Senin s/d Jumat       : 11.00 – 16.00

Sabtu                           : 11.00 – 14.00

Minggu                       : Sesuai perjanjian

 

Jl. Emerald Mansion TX-10 Citraland Surabaya

(031) 574 31574/ 57431299

0813 3662 1957

 


pemanasan-sblm-olahraga.jpg

Pemanasan sebelum berolahraga adalah hal yang penting untuk dilakukan, namun tidak sedikit orang yang sering mengabaikannya. Kamu mungkin berpikir bahwa tubuh bisa langsung berolahraga tanpa melakukan pemanasan terlebih dahulu. Meskipun kamu sudah terampil berolahraga, tubuh tetap perlu menyesuaikan diri sebelum melakukan aktivitas yang lebih berat daripada biasanya.

Tujuan utama melakukan pemanasan sebelum olahraga adalah agar tubuh tidak kaget saat melakukan aktivitas fisik yang berat. Coba bayangkan, otot yang masih dalam kondisi dingin dan rileks, tiba-tiba digunakan untuk berlari kencang. Hal ini meningkatkan risiko mengalami cedera ringan atau kram saat berolahraga.

Oleh sebab itu, lakukan pemanasan terlebih dahulu setidaknya selama 10-15 menit sebelum berolahraga untuk mendapatkan manfaat berikut:

  1. Mencegah Cedera

Pemanasan membuat otot menjadi lebih lentur dan tidak kaku lagi, sehingga ketika melakukan gerakan-gerakan olahraga yang cukup ekstrem, seperti mengangkat beban berat atau melakukan tendangan tinggi, kamu terhindar dari potensi otot kram, cedera, atau bahkan sobek. Otot robek adalah cedera serius yang menyakitkan dan membutuhkan proses pemulihan yang cukup lama.

Jika kamu mengalami cedera setelah berolahraga dan tidak membaik meski sudah dirawat, sebaiknya periksakan ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

  1. Melancarkan Peredaran Darah

Dikutip dari laman Mayo Clinic, pemanasan yang dilakukan secara bertahap sebelum olahraga dapat meningkatkan sistem kardiovaskular dengan menaikkan suhu tubuh dan meningkatkan aliran darah ke otot-otot. Ketika aliran darah menjadi lebih lancar, maka suplai oksigen tersebar dengan baik ke seluruh tubuh, sehingga meningkatkan performa dalam berolahraga.

  1. Menjaga Kesehatan Tulang Dan Persendian

Selain mencegah kram otot, pemanasan dapat menjaga tulang dan persendian agar terhindar dari risiko cedera saat berolahraga. Kegiatan ini membantu meningkatkan cairan yang melumasi persendian, sehingga membuat sendi-sendi lebih licin dan fleksibel.

  1. Mengurangi Asam Laktat Pada Tubuh

Kegiatan olahraga meningkatkan asam laktat dalam tubuh. Jumlah asam laktat yang terlalu banyak akan menumpuk di dalam darah dan otot. Meski tidak berbahaya, penumpukan asam laktat dapat menyebabkan nyeri otot dan rasa tidak nyaman selama berolahraga. Melansir dari Healthline, melakukan pemanasan sebelum berolahraga dan pendinginan sesudah berolahraga dapat mengurangi kadar asam laktat di dalam tubuh.

  1. Meningkatkan Mental dan Fokus

Pemanasan juga baik untuk meningkatkan kondisi mental dan fokus kamu, agar dapat berolahraga dengan maksimal, sehingga meningkatkan teknik dan keterampilan. Pemanasan dapat membuat fisik dan pikiran menjadi lebih rileks dan tenang. Kondisi yang rileks membuat mental dan fokus lebih terjaga.

Kegiatan olahraga dapat mengakibatkan risiko ringan sampai serius pada tubuh. Jadi, jangan lupa melakukan pemanasan sebelum olahraga untuk mencegah cedera dan hal yang tidak diinginkan lainnya.

 

 

 

 

Sumber :

Why Warming Up and Cooling Down is Important. Tri-City Medical Center. (2016). Retrieved 20 March 2021, from https://www.tricitymed.org/2016/12/warming-cooling-important/.

https://www.halodoc.com/artikel/ini-pentingnya-pemanasan-sebelum-olahraga


osteoartritis.jpg

Osteoarthritis adalah peradangan kronis pada sendi akibat kerusakan pada tulang rawan. Osteoarthritis adalah jenis arthritis (peradangan sendi) yang paling sering terjadi. Kondisi ini menyebabkan sendi-sendi terasa sakit, kaku, dan bengkak.

Penyakit ini bisa menyerang semua sendi, namun sendi di jari tangan, lutut, pinggul, dan tulang punggung, adalah sendi-sendi yang paling sering terkena. Gejala yang timbul saat mengalami osteoarthritis akan berkembang secara perlahan.

Pengobatan untuk osteoarthritis ditujukan untuk meminimalisir rasa nyeri serta untuk membantu penderitanya bisa beraktivitas dan bergerak dengan normal.

Penyebab dan Faktor Risiko Osteoarthritis

Osteoarthitis disebabkan oleh kerusakan pada tulang rawan dan sendi. Kerusakan ini berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Kondisi ini dimulai saat tulang rawan yang merupakan bantalan pelindung tulang mengalami kerusakan.

Kerusakan ini kemudian menyebabkan terjadinya gesekan langsung antar tulang. Gesekan ini lama kelamaan akan merusak dan menyebabkan peradangan pada sendi. Pertambahan usia adalah salah satu faktor utama terjadinya kondisi ini.

Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya osteoarthritis, antara lain:

  • Berjenis kelamin wanita, terutama yang sudah menopause
  • Mengalami obesitas
  • Mengalami cedera pada sendi atau pernah menjalani operasi pada tulang dan sendi
  • Melakukan pekerjaan atau aktivitas fisik yang menyebabkan sendi tertekan secara terus-menerus, misalnya terlalu sering mengenakan sepatu hak tinggi
  • Memiliki riwayat osteoarthritis di keluarga
  • Menderita penyakit tertentu, seperti rheumatoid arthritis dan hemokromatosis
  • Mengalami kelainan bawaan atau cacat pada tulang rawan atau sendi

Gejala Osteoarthritis

Pada tahap awal, penderita osteoarthritis akan merasakan rasa sakit atau nyeri sendi dan kaku pada sendi. Gejala yang ditimbulkan akan berkembang secara perlahan dan menjadi semakin parah seiring waktu. Hal ini akan membuat penderita kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari.

Selain rasa sakit dan kaku, beberapa gejala lain yang bisa terjadi adalah:

  • Pembengkakan pada sendi
  • Munculnya suara gesekan pada sendi ketika digerakkan
  • Melemahnya otot dan berkurangnya massa otot
  • Munculnya taji atau tulang tambahan
  • Munculnya benjolan pada sendi yang ada di jari tangan
  • Membengkoknya jari tangan

Kapan harus ke dokter

Periksakan diri ke dokter jika mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas, terutama jika keluhan semakin menggangu aktivitas.

Penderita osteoarthritis perlu melakukan kontrol rutin ke dokter. Pemeriksaan rutin ini bertujuan untuk memantau kondisi, kemajuan terapi, serta mencegah komplikasi.

Diagnosis Osteoarthritis

Dokter akan melakukan tanya jawab seputar keluhan dan riwayat kesehatan pasien. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh, termasuk melakukan pemeriksaan pada sendi yang terasa nyeri dan mengidentifikasi apakah terjadi pembengkakan serta keterbatasan gerakan sendi.

Untuk memastikan diagnosis, dokter akan meminta pasien untuk melakukan pemeriksaan penunjang, seperti:

  • Pemindaian dengan Rontgen dan MRI, untuk melihat kondisi tulang dan mendeteksi peradangan pada tulang dan sendi
  • Tes darah, untuk mendeteksi infeksi atau penyebab lain dari peradangan sendi, seperti rheumatoid arthritis
  • Analisis cairan sendi, untuk mengetahui apakah terjadi peradangan atau infeksi pada sendi

Pengobatan Osteoarthritis

Pengobatan osteoarthritis bertujuan untuk meredakan keluhan dan gejala agar penderitanya bisa tetap beraktivitas secara normal.

Untuk meredakan rasa nyeri dan peradangan dokter akan memberikan obat-obatan, seperti:

Selain dengan memberikan obat-obatan di atas, osteoarthritis juga bisa ditangani dengan fisioterapi dan operasi. Berikut penjelasannya:

  • Fisioterapi
    Penderita osteoarthritis dapat menjalani fisioterapi untuk memperkuat otot-otot di sekitar persendian. Cara ini juga bisa meningkatkan fleksibilitas sendi dan otot, serta mengurangi rasa sakit.
  • Operasi
    Meski jarang dilakukan, operasi bisa dilakukan untuk memperbaiki atau mengganti sendi yang rusak agar penderita bisa lebih mudah bergerak. Contohnya adalah total hip replacement pada osteoarthritis panggul dan total knee replacement pada osteoarthritis lutut.

Selain pengobatan yang dilakukan di dokter, penderita osteoarthritis disarankan untuk menerapkan pola hidup sehat, seperti:

  • Rutin berolahraga
    Olahraga yang dilakukan secara teratur dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan memperkuat otot-otot di sekitar persendian, sehingga membuat persendian stabil. Olahraga yang bisa dilakukan antara lain berjalan, bersepeda, berenang, yoga, dan tai chi.
  • Menurunkan berat badan
    Penderita osteoarthritis yang memiliki berat badan berlebihan disarankan untuk menurunkan berat badan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi tekanan pada sendi dan bisa mengurangi rasa sakit.

Komplikasi Osteoarthritis

Osteoarthritis yang tidak mendapatkan penanganan dapat menyebabkan nyeri dan rasa tidak nyaman. Kondisi ini dapat menyebabkan pendeitanya mengalami beberapa komplikasi, seperti:

  • Gangguan tidur.
  • Gangguan kecemasan.
  • Depresi.
  • Osteonecrosis atau avascular necrosis (kematian jaringan tulang).
  • Infeksi pada sendi.
  • Saraf terjepit di tulang belakang.

Pencegahan Osteoarthritis

Osteoarthritis tidak dapat dicegah. Namun, Anda dapat menurunkan risiko penyakit ini dengan beberapa langkah di bawah ini:

  • Menjaga berat badan ideal
  • Selalu aktif, rajin bergerak, dan berolahraga
  • Menjaga postur tubuh saat duduk atau berdiri
  • Melakukan peregangan otot secara rutin
  • Beristirahat dengan cukup dan teratur

terapi-ultrasound.jpg

Disiplin ilmu radiologi adalah “saudara dekat” bagi banyak disiplin ilmu kedokteran lainnya, termasuk kedokteran tulang, sendi, dan jaringan disekitarnya. Dengan bantuan teknologi radiologi terkini seperti yang ada di Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi (RSOT) Surabaya, dokter dapat membuat diagnosa terhadap penyakit dengan lebih tepat, sehingga penanganannya pun dapat dilakukan dengan lebih efektif.

SALAH satu masalah yang berhubungan dengan tulang, sendi, dan jaringan sekitarnya yang banyak diderita masyarakat adalah gangguan muskuloskeletal, yakni sebuah kondisi yang mengganggu fungsi sendi, ligament, otot, saraf dan tendon, serta tulang belakang.

Pada penanganannya, dokter memerlukan pemeriksaan penunjang untuk memastikan kondisi pasien sehingga dapat melakukan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Pada konteks inilah radiologi memegang peranan penting, dimana terdapat berbagai teknologi radiologi yang dapat diterapkan untuk memeriksa lebih detail mengenai kondisi sendi, ligament, otot, saraf, tendon, serta tulang belakang. “Pasien dengan nyeri bahu, misalnya. Dengan kasat mata, dokter tidak bisa tahu apakah itu robek atau radang saja. Nah, disitulah pentingnya pemeriksaan radiologi, mulai dari rontgen, USG, CT Scan, hingga MRI”, ujar Dr. Rosy Setiawati, dr., Sp. Rad (K). “Memang tidak semua pasien dengan keluhan muskuloskeletal harus dilakukan pemeriksaan radiologi, karena setiap kasus memiliki indikasinya masing-masing, dan dokter memiliki pengalaman pemeriksaan. Tetapi pemeriksaan ini banyak digunakan untuk memastikan penyebab keluhan”.

Lebih lanjut dr. Rosy menuturkan, ada beberapa tingkatan pemeriksaan radiologi yang bisa dilakukan untuk membantu diagnosa pada keluhan musculoskeletal. Salah satunya yang merupakan pemeriksaan standar adalah pemeriksaan rontgen. “Muskuloskeletal itu berkaitan dengan tulang, jadi tulangnya harus dipastikan baik-baik saja terlebih dahulu. Jika tidak apa-apa tapi masih bengkak, misalnya harus cari tahu lagi dengan alat lain, ultrasound, CT Scan, MRI, hingga ditemukan masalahnya,” terangnya dr. Rosy.

Menurut dr. Rosy, memang terdapat banyak pemeriksaan radiologi yang bisa dilakukan berkaitan dengan masalah muskuloskeletal. Selain rontgen, salah satu alat yang bisa dipakai adalah ultrasonografi atau biasa disingkat USG.

Teknik pemeriksaan USG memang bukan teknologi baru. Namun, seiring dengan perkembangannya, USG kini tidak hanya digunakan untuk melihat kondisi rahim pada ibu hamil atau organ-organ lainnya di dalam perut, tetapi juga dapat digunakan untuk memeriksa struktur jaringan yang berada di permukaan.

“Jadi USG yang bekerja dengan gelombang suara ini sekarang bukan hanya untuk ibu hamil saja. Tetapi yang berkaitan dengan tulang, otot, atau yang berkaitan dengan muskuloskeletal. Akurasinya cukup tinggi,”jelasnya. “Harga pemeriksaannya juga terjangkau, dan tidak memakan waktu lama, serta nilai diagnostiknya tinggi. Untuk rumah sakit pun menguntungkan, karena tak perlu ruangan besar, bahkan sekarang monitornya bisa menggunakan layar handphone.”

dr. Rosy tidak menampik bahwa USG juga memiliki kelemahan, terutama untuk pemeriksaan pada bagian atau struktur jaringan yang dalam. Untuk itu, radiologi punya banyak pilihan, tergantung dengan kasus atau diagnosa awal dari dokter yang menangani.

“Ada tingkatannya, bisa cukup hanya dengan rontgen, USG, atau perlu CT Scan, MRI. Jadi kalau diperiksa dengan USG tidak tampak ada masalah, belum tentu memang tidak ada masalah. Jadi peran radiologi ini sangat penting dalam penentuan diagnosa dan tindakan selanjutnya yang akan dilakukan oleh dokter,” ujarnya.

Dokter yang mengikuti fellowship khusus muskuloskeletal di Singapura dan Italia ini juga menekankan pentingnya tenaga ahli dalam penerapan pemeriksaan radiologi. “Selain alat yang lengkap dan teknologi terkini seperti yang ada di RSOT, tenaga ahli juga sangat penting. Jadi bagaimana bidang radiologi yang penuh dengan teknologi alat ini dapat dioperasikan oleh ahlinya, sehingga menghasilkan diagnosa yang tepat,” tutupnya.


Badminton.jpg

  • QUESTION

Selamat siang, dok.

Sebelumnya terima kasih sudah diberi kesempatan untuk bertanya lewat rubrik konsultasi majalah Orthocare ini. Nama saya Eko, 30 tahun. Yang ingin saya tanyakan adalah mengenai ayah saya. Beliau sudah berumur hampir 60 tahun. Tapi sampai saat ini masih sangat aktif berolah raga bulutangkis, yang sudah jadi rutinitas beliau sejak muda.

Masalahnya, saat ini saya sering khawatir karena usia beliau sudah cukup sepuh. Tapi intensitas bulutangkisnya masih sangat sering. Seminggu, bisa dua sampai tiga kali beliau masih berlatih. Yang ingin saya tanyakan, apakah intensitas tersebut tidak berbahaya bagi orang seusia beliau. Gerakan-gerakan apa yang harus dihindari dan bagaimana batas amannya saat bermain bulutangkis? Karena keluarga sudah meminta beliau untuk mengurangi intensitas bermain, tapi beliau tidak mau, karena memang sudah hobi.

Terima kasih jawabannya

Eko, Surabaya

 

  • ANSWER

Yth Tn. Eko

Olahraga memang bisa dilakukan oleh kalangan usia berapapun, baik tua maupun muda. Seberapa tinggi intensitas olahraga yang diperbolehkan tidak semata-mata bergantung pada usia. Usia boleh saja hampir 60 tahun, tapi selama fisik masih mendukung dan tidak ada keluhan yang dirasakan, maka olahraga tersebut boleh dilakukan.

Namun tidak dapat dipungkiri bahwa semakin kita menua, akan semakin menurun kemampuan fisik kita. Organ-organ tubuh tidak akan luput dari proses penuaan. Sehingga tetap harus lebih berhati-hati bila memasuki usia di atas 50 tahun.

Olahraga yang dianjurkan untuk kalangan usia di atas 50 tahun adalah olahraga low impact, non-kontak, dengan intensitas ringan-sedang. Misalnya jalan kaki, sepeda, berenang, yoga dan jogging.

Badminton memang termasuk olahraga high impact. Sehingga, apabila masih tetap ingin melakukan olahraga ini, disarankan untuk mengurangi intensitas, frekuensi, dan durasinya. Misalnya, badminton 2-3 kali seminggu, maksimal 1 jam, dan sebisa mungkin mengurangi gerakan-gerakan yang eksplosif.

Juga untuk diwaspadai, karena badminton termasuk olahraga overhead, dimana tangan dan siku sering berada lebih tinggi dari bahu, maka rawan mengalami cedera bahu. Untuk menghindarinya, lakukan pemanasan dan peregangan yang cukup, utamanya bahu, selama 10-15 menit sebelum olahraga.

Salam,

dr. Gede Chandra, Sp.OT

 

 

Bagi Anda yang ingin mendapatkan informasi awal mengenai keluhan-keluhan seputar kesehatan tulang dan sendi, dapat mengirimkan pertanyaan kepada para dokter ahli di Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi (RSOT) Surabaya melalui rubrik Konsultasi. Kirim pertanyaan Anda ke email: rsot@surabayaorthopedi.com Subjek/judul: “TANYA DOKTER”


unnamed-1.jpg

Tulang yang sedang dalam masa pertembuhan serta energi yang besar membuat anak – anak kerap mengalami patah tulang. Tahukah anda bahwa penangannan patah tulang yang tidak tepat resiko membuat anak cacat? Dr Komang Agung.,Sp.Ot (K) mengulasnya untuk anda.  

Menurut data Rumah Sakit  Orthopedi Traumatologi (RSOT) Surabaya, pasien patah tulang pada anak cenderung meningkat pada masa liburan sekolah. Kasusnya biasanya adalah patah tulang pada alat gerak atas, yaitu bagian siku, lengan bawah, dan selangka (tulang bahu). Umumnya, terjadi saat anak- anak tersebut bermain.

Tulang anak- anak sama seperti ranting pohon yang masih muda patah jika diberikan beban yang lebih berat. Lain halnya dengan ranting pohon yang telah berumur puluhan tahun. kabar baiknyya adalah, tulang anak- anak juga memiliki proses penyembuhan yang cepat di bandingkan tulang dewasa.

“Jika di tangani dengan baik dan tepat, patah tulang pada anak dapat sembuh dalam waktu tiga minggu saja,’’jelas dr Komang. ”Sebaiknya, jika terlambat di tangani, maka anak akan mengalami kecacatan seperti gangguan fungsi gerak, alat gerak mengecil, dan gangguan pertumbuhan.’’

Untuk itulah Dr Komang menghimbau agar para orang tua tidak menyepelekan patah tulang anak-anak mereka. Hal pertama yang harus dilakukan jika anak mengalami patah tulang adalah memasang spalk ( bidai/gendongan) pada area tulang yang patah, kemudian segera mencari dokter.

Penanganan dokter sesegera mungkin sangat penting mengingat kondisi patah tulang berbeda-beda, sehingga di perlukan penanganan tepat sesui kondisi patah tulang. Untuk kasus patah tulang yang tidak parah diperlukan imobilisasi dengan gips, berbeda dengan patah tulang kondisi tulang bergeser dengan patah dimana perlu dilakukan perbaikan dengan menggunakan pen atau kawat.

“Ada juga kondisi patah tulang gawat darurat. Patah tulang terbukanya msalnya,ketika ada luka dan darah,sebaiknya segera mencari dokter karena patah tulang berhubungan dengan udara luar, dan mengingatkan resiko infeksi.’jelas dr komang. ”Kondisi lain adalah patah tulang yang disertai dengan keluarnya stuktur sendi dari tempat normal. Kenapa gawat darurat? Karena kalau tidak segera ditangani semdi jadi lengket semua dan anak kecil bisa cacat. ‘’

Selain itu juga terdapat patah tulang dengan gangguan saraf dan pembuluh darah. Di RSOT, Penanganan patah tulang dilakukan dengan cepat dan tepat, pasien juga tidak perlu menunggu. Bukan hanya itu saja RSOT mengerti bahwa infeksi dapat berisiko terhadap pasien sehingga RSOT Menyediakan tiga ruang operasi yang berbeda sesuai kondisi pasien. ”RSOT Didekasikan untuk kelainan tulang dan sendi dengan sefty sebagai prioritas kami,’’ujar dr Komang. Dengan prosentase penanganan  99% sempurna, RSOT memiliki UGD 24 Jam dengan dokter jaga 24 jam. Jika kondisi patah tulang diperlukan perbaikan dengan menggunakan implant terbaik bekerjasama dengan perusahaan jerman dan swiss sehingga kesembuhan pasien lebih terjamin lebih cepat.

Bidai Pada Anak

kyphoplasty-carolinasportsandspine.jpg

Fraktur kompresi atau patah tulang belakang adalah salah satu jenis patah tulang yang kerapkali terjadi pada penderita osteoporosis. Salah satu metode penanganan terbaik untuk faktur krompesi adalah dengan teknik kifoplasty. Bagaimana mekanisme penangannya ?

Teknologi kedokteran terus bergerak dinamis mengikuti perkembangan dan kebutuhan penangan yang lebih baik. Pada kasus-kasus terdahulu,pasien fraktur kompresi atau patah tulang belakangan umumnya akan ditangani dengan pemberian analgetik atau obat nyeri punggung,penggunaan brace/korset,hingga tirah baring lama. Hal tersebut dilakukan karena pasien fraktur kompresi akan mengalami rasa nyeri yang hebat dan jeklas mengganggu aktifitas.

Namun, Tetapi konvensional atau non-operatif seperti di atas membutuhkan waktu yang cukup panjang, dan pada beberapa kasus tergolong tidak efektif karena tidak membuahkan hasil seperti yang di harapkan. Kemudian munculah teknologi baru untuk mengatasi fraktur kompresi tersebut,yakni vertebroplasty dan kipoplasty yang merupakan tindakan mengoreksi deformatis dan mengembalikan bentuk tulang belakang. Secara umum, veterboplasty dan kifoplasty adalah tindakan menyuntikan fraktur untuk mengembalikan bentuknya.

Bedanya kifoplasty melibatkan penggunaan balon khusus untuk memberikan ruang pada tulang belakang yang kolpas akibat fraktur kompesi dan kemudian mengisi denagn semen tulang. Balon tersebut berfungsi agar semen yang di suntikan tidak melumer kebagian lain yang tidak diperlukan.

“Pasien diminta untuk berbaring terlentang selama satu hingga 2 jam setelah tindakan dan akan membutuhkan waktu selama 24 jam untuk memberikan waktu agar semen mengeras.”terang dr Carlos Gracis Binti,Sp.OT (K).”Rata – rata pasien yang menjalani kifoplasty akan mengalami penurunan rasa nyeri hingga 90 persen,hanya dalam waktu 1-2 hari pasca operasi.”

Dilanjutkan oleh dr Carlos, kipoplasty merupakan teknik terbaru  dalam penanganan fkatrur kompresi  atau patah tulang belakang. Tindakan ini dapat dilakukan di rumah sakit yang memiliki fasiliitas lengkap dan memadai untuk operasi tulang belakang, seperti rumah sakit kami sangat di rekomendasikan tindakan seperti ini dilakukan oleh dokter bedah tulang dengan sub-spesialis tulang belakang(spine)

GUNAKAN HIDROKSIAPATIT UNTUK PENGGANTI SEMEN TULANG

Teknologi kedokteran untuk penanganan fraktur kompesi atau patah tulang belakang tak hanya berhenti pada teknis kifoplasty yang menggunakan balon  kusus agar semen tak muleber. Namun,material yang di suntikan untuk mengeroksi deformitas atau mengembalikan bentuk tulang juga menjadi concerm para ahli spine dan tulang belakang.

Seperti yang juga disampaikan oleh dr.Carlos dihadapan ahli spine dari seluruh negara asia pacific pada acara pacific Asia Spine Sociatey minimal Invasife Surgery(PASSMIS 2016) Dibali. Kini para dokter spine mulai menggunakan material hidrokspait yang memiliki banyak keunggulan sebagai material untuk mengisi tulang belakang, dibandingkan semen tulang. “HIDROSIAPKIIT ini belum banyak dipakai dan baru digunakan oleh beberapa ahli spine di beberapa spine center seperti jepang dan beberapa negara lainnya. Namun, penggunakan hidroeksiapatit dan memberikan hasil yang baik pada pasien fraktur kompresi. ”Material hidrosiapatit ini lebih menyerupai tulang. Hingga saat ini, para ahli spine terus melakukan proses untuk mencari material yang paling baik untuk tulang belakang. Dan sampai saat ini, komposisi hidroksiapatit ini yang paling mirip dengan tulang,’’terang dr Carlos.

Kyphoplasty

PRP-therapy-1200x988.jpg

Ada banyak terapi atau tindakan non-operatif yang bisa dilakukan untuk para penderita pengapuran tulang, patah tulang, dan radang tendon, yakni mulai pemberian obat nyeri, berbagai rangkaian rehebalitik medic, hingga penggunakan teknologi Platelet Rich Plasma (PRP).

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan PRP? PRP Adalah satu bagian dari daerah (plasma) yang mengandung sel – sel terbaik berupa platelet, faktor pertumbuhan dan sel- sel terbaik berupa platet, faktor pertumbuhan dan sel-sel induk (yang mempunyai fungsi menyurupai stem cell). Di dalam tubuh kita, proses pembaruan sel dan penyembuhan luka secara alami di lakukan oleh plat, faktor pertumbuhan dan sel-sel induk yang sebagian besar terdapat di dalam PRP. Jadi, metode PRP dapat mempercepat pembahuruan sel dan lebih fokus pada area yang membutuhkan.

Lalu bagaimana proses pengaplikasikan PRP ini dilakukan pada pasien?Proses PRP dimulai dengan pengambilan daerah dari siku, kemudian memasukan daerah tersebut ke tabung tertentu untuk memisahkan plasmanya. Setelah itu, plasmanya disuntikan kembali ke bagian tubuh yang memerlukan.

Selain sangat efektif, PRP Juga sangat efesien karena hanya memerlukan 20-30 menit. Namun untuk mendapatkan hasil yang memaksimal, diperlukan 2 hingga 3x terapi PRP. Plasma yang telah disuntikan bekerja dengan cara merangsang perbaikan sendi dan mengurangi nyeri secara signifikan ketika proses penyembuhannya telah komplet.

Metode PRP ini juga banyak dipilih karena memiliki banyak keuntungan, salah satu yang paling utama adalah karena PRP menggunakan kekuatan alami tubuh dalam pembaruan, karenanya hampir dapat di pastikan tidak aka nada penolakan dari tubuh karena bahan di ambil dari tubuh penderita sendiri. Yang perlu jadi catatan,terapi PRP ini hanya dapat digunakan pada pasien dengan nyeri persendian yang belum memasuki tingkat lanjut. Untuk kerusakan sensi tingkat lanjut,memerlukan operasi ganti sendi.

PLATET RICH PLASMA


nyeri-pinggul.jpg

Pada dasarnya,dua faktor penyebab osteoarthritis atau pengapuran sendi, yang pertama adalah faktor dari dalam,dan lainnya yang berasal dari diri sendiri. Faktor-Faktor ini bersifat “given” dan tidak dapat di ubah.

Faktor yang kedua adalah faktor dari luar seperti berat badan,aktifitas fisik seperti olahraga berat,kerja berat yang bisa mempengaruhui”umur pakai sendi”. Hal lain yang termasuk dalam faktor dari luar ini misalnya kecelakaan,atau memiliki penyakit sendi lain,seperti asam urat atau rematik yang kemudian memicu terjadinya pengapuran sendi.

“Secara umum,wanita memiliki resiko dua kali lebih besar terkena pengapuran sendi,utamanya yang sudah di atas 60 tahun. Pertama karena wanita memiliki hormon estrogen, yang pada saat wanita memasuki masa menepouse,hormon tersebut turun drastis. Padah hormon ini adalah  hormon yang protektif melindungi sendi dan tulang,’’ujar dr Gede Chandra Sp.OT. ’’Oleh karena itu,begitu memasuki masa menepouse,wanita sangat rentan terhadap penyakit sendi dan tulang.”

Selain itu di tambahkan oleh Dr Gede Candra semasa hidupnya ,wanita lebih sering terpapar dengan peningkatan berat badan yang drastis. Misalnya saat hamil,dimana seorang wanita bisa mengalami kenaikan berat badan sekitar 15 kg- 20kg. “itu akan memberikan beban kepada sendi dan mengurangi umur pakai sendi,”terangnya.

Gejala awal yang bisanya menyertai pengapuran sendi,dimanapun tempatnya,baik itu pengapuran sendi lutut,tulang belakang,dan panggul adalah rasa nyeri. Gejala lainnya adalah kalau dan kesulitan melakukan aktifitas sehari-hari seperti bejalan,naik dan turun tangga,sholat dll. “Khususnya di sendi panggul di daerah lihat paha,sampai pantat bagian belakang, dan bisa juga menjalar sampai ke lutut,’’jelasnya. “Makanya kalau ada sakit di lutut,jangan lupa sendi di panggul,karena bisa jadi penjalaran dari sana.”

Para penderita pengapuran sendi panggul biasanya juga mengalami kesulitan melakukan aktifitas-aktifitas yang berhubngan dengan menekuk sendi panggul,misalnya duduk,naik tangga,sholat, dll dimana ada tekukan di bagian panggul dan saat ada beban berat ke sendi,misalnya loncat,turun tangga,dll

Untuk itu, Dr Chandra menunturkan, hal yang pertama bisa dilakukan oleh para penderita pengapuran sendi, termasuk, sendi panggul adalah mengurangi beban sendi, misalnya mengurangi berat badan atau aktifitas yang membebani sendi.”Misalnya biasanya suka aerobic, itu kan olahraga high impact untuk sendi panggul,jangan dilakukan lagi,”Ujarnya.

Di RSOT Surabaya,selalu dilakukan penangann multi modal approach. Penanganan pertama di lakukan dengan pemberian obat, kedua dengan fisioterapi, dan ketiga adalah occupational teraphy, yakni memodifikasicara berkerja dan beraktifitas pasien termasuk di dalamnya mengatur diet berat badan.”Pemberian obat sendiri ada obat oral hingga suntik,yakni penggunaan platet rich plasma yang menggunakan darah pasien itu sendiri.”terangnya.

Jika pendekatkan di atas dirasa tidak cukup membantu karena tingkat pengapuran sendi panggulnya sudah masuk dalam fase berat, diaman pasien mengalami nyeri hebat dan sangat menggangu aktifitas,seperti susah bergerak dan berjalan,barulah dilakukan operasi penggantian sendi.

Improvement yang bisa dihasilkan dengan operasi tergolong sangat dramastis. Pasien yang awalnya merasakan sangat sakit di bagian sendinya, sakitnya akan sangat berkurang sehingga aktifitas sehari-harinya bisa berjalan dengan baik lagi.”Memang biasanya kita lakukan pada pasien yang berusia di atas 60 tahun dengan kerusakan sendi yang berat. Prosesnya tidak terlalu lama hanya sekitar 90 menit, dengan masa recovery satu-dua bulan pasca operasi sudah bisa berjalan,”urai Dr Chandra. “Setelah enam bulan bisa olahraga ringan, seperti yoga ringan,jalan kaki, sepeda, renang,masih bisa.”

Kesimpulannya, pada pasien dengan kerusakan sendi berat,penggantian sendi dapat meningkatkan kembali kualitas hidup pasien,membuat pasien bisa melakukan aktifitas sehari-hari tanpa keluhan nyeri.

Pengapuran Sendi Panggul

097448500_1499922622-Ciri-Sakit-Pinggang-yang-Disebabkan-Batu-Ginjal.jpg

Masyarakat pada umunya mungkin berfikir bahwa tulang sendi hanya terjadi pada lutut,panggul, lengan,dsb. Padahal, tulang belakang juga memiliki persendian yang juga mengalami persendian yang juga dapat mengalami resiko osteoarthritis atau pengapuran. Penyebabnya pun hampir sama dengan penyebab osteoarthritis pada lutut dan panggul,dan dapat menyerang siapa saja, misalnya karena kegemukan, usia lebih dari 50 tahun,faktor keturunan, kelainan bentuk,riwayat trauma pada sendi dan pekerja berat.”Tulang belakang ini kan menanggung bedah tubuh, jadi kegemukan bisa jadi salah satu faktor pemicu terjadinya osteoarthritis  pada tulang belakang.’’Ujar Dr Carlos  Gracia Binti,Sp.OT (K) Ketika di temui majalah orthocare di ruang prakteknya di RSOT Surabaya.”Kurangnya exercise atau olahraga juga bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya osteoarthritis pada sendi tulang belakang. “

Penderita pengapuran sendi tulang belakang,menurut Dr Carlos,Biasanya mengalami gejala-gejala yang hampir sama seperti yang dirasakan oleh penderita osteoarthritis pada lutut dan panggul, tentu di tempat yang berbeda, yakni tulang belakang. Keluhan yang dirasakan biasanya adalah rasa nyeri, gangguan pegerakan tulang belakang dan berbagai gangguan lainnya.

“Gejala awalnya biasanya nyeri pinggang,kalau orang jawa menyebutnya dengan sakit boyok. Nyeri di bagian pinggang bawah. Bila pengapuran itu berkembang,nyerinya akan melebar dan lebih berat kadang bisa juga disertai keluhan lain.”Jelas dokter yang dikenal ramah ini.

Dr Carlos menabahkan,pengapuran sendi tulang belakang pada umunya memang menyerang bagian pinggang bahwa,karena daerah itulah yang lebih mobile atau pergerakan paling banyak terjadi”Pada beberapa kasus memang bisa terjadi di beberapa ruas tulang belakang sekaligus. Tapi paling banyak di bagian pinggang bawah. Jika kita melihat prosentase angka kejadian,paling banyak di tulang belakang bagian bawah,”Jelasnya.

Untuk memastikan apakah keluhan tersebut memang benar karena osteoarthritis atau pengpuran tulang belakang atau bukan,pasien dapat melakukan beberapa pemeriksaan seperti foto rontogen atau pemeriksaan MRI untuk diagnosa yang lebih akurat.

Jika memang telah  di diagnosis menderita osteoarthritis tulang belakang, ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan.

Menurut dokter yang telah mendapatkan gelar konsultan tulang belakang pada tahun 2013 setalah menempuh pendidikan di jepang dan korae ini, tindakan – tindakan non-operatif selalu di utamakan.

“Biasanya kita melakukan fisioterapi,olahraga, dan pemberian obat. Pada dasarnya kami utamakan tindakan- tindakan non-operatif baru kalau memang betul- betul tidak bisa dan dalam taraf sangat mengganggu, baru kita lakukan operasi.’’tutur Dr Carlos .”Setidaknya berbeda dengan penanganan osteoarthritis  pada lutut dan panggul,menurut Dr Carlos,Pengapuran sendi pada tulang belakang relative memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi,”

Sakit Boyok Tulang Belakang

Copyright by Surabaya Orthopedi 2018

WhatsApp Live Chat