{"id":4960,"date":"2019-08-22T06:46:12","date_gmt":"2019-08-22T06:46:12","guid":{"rendered":"http:\/\/raka"},"modified":"2026-06-10T06:12:15","modified_gmt":"2026-06-10T06:12:15","slug":"kurangnya-awareness-orangtua-rsot-surabaya-mengadakan-gerakan-masyarakat-sadar-skoliosis-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/2019\/08\/22\/kurangnya-awareness-orangtua-rsot-surabaya-mengadakan-gerakan-masyarakat-sadar-skoliosis-2\/","title":{"rendered":"Kurangnya Awareness Orangtua, RSOT Surabaya mengadakan Gerakan Masyarakat Sadar Skoliosis"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><a href=\"http:\/\/rsot-surabaya-2.local\/2018\/09\/05\/deteksi-dini-skoliosis\/\">Skoliosis<\/a><\/strong><a href=\"http:\/\/rsot-surabaya-2.local\/2018\/09\/05\/deteksi-dini-skoliosis\/\">&nbsp;<\/a>merupakan suatu kondisi dimana tulang belakang mengalami pembengkokan ke samping kanan\/kiri yang melibihi 10\u02da. Skoliosis jarang sekali disadari oleh penderitanya, hal ini dikarenakan apabila sudut kemiringan tulang belakang tidak terlalu parah, maka penderita tidak akan merasakan keluahan yang berarti.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Skoliosis lebih sering terjadi pada anak \u2013 anak sebelum\npubertas dengan kisaran usia 10 hingga 16 tahun. Anak laki \u2013 laki dan perempuan\nmemiliki risiko yang sama untuk mengidap skoliosis ringan, namun anak perempuan\nlebih rentan untuk mengalami perburukan gejala sehingga memerlukan penanganan\nyang memadai. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sakit yang dialami oleh penderita skoliosis sangat beragam,\ntergantung dari tingkat derajat kemiringannya. Beberapa penderita skoliosis ada\nyang mengalami rasa sakit yang menjalar dari tulang belakang ke kaki, pinggul,\ndan bahkan hingga tangan, terutama saat mereka sedang berjalan atau berdiri. Rasa\nsakit mereda jika mereka brbaring dengan punggung lurus atau pada salah satu\nsisi tubuh. Sebagian penderita skoliosis ada juga yang mengalami nyeri punggung\nsecara konstan, bagaimanapun posisi mereka. Selain nyeri punggung penderita\nskoliosis dengan derajat kemiringan yang parah juga bisa mengalami kesulitan\nbernapas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai satu \u2013 satunya rumah sakit khusus tulang dan sendi, RS Orthopedi &amp; Traumatologi Surabaya tergerak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat yang dikemas melalui kegiatan <strong><a href=\"http:\/\/rsot-surabaya-2.local\/2018\/09\/05\/deteksi-dini-skoliosis\/\">Gerakan Masyarakat Sadar Skoliosis<\/a><\/strong><a href=\"http:\/\/rsot-surabaya-2.local\/2018\/09\/05\/deteksi-dini-skoliosis\/\">.<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sasaran dari kegiatan ini adalah anak usia 9 \u2013 16 tahun. Pada tahun 2018 ada sekitar 1.644 siswa dari tujuh Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Surabaya telah dilakukan skrining skoliosis. Dari hasil skrining didapatkan 7,5% siswa diduga skoliosis (<em>suspect scoliosis<\/em>). Melalui kegiatan ini diharapkan para orangtua lebih <em>aware <\/em>terhadap pertumbuhan tulang anak sehingga apabila terdeteksi skoliosis sejak dini dapat ditangani dengan penanganan yang tepat. Selain skrining skoliosis, siswa atau orangtua dan guru juga diberikan edukasi tentang skoliosis. Edukasi tersebut meliputi tentang apa itu penyakit skoliosis, bagaimana tanda dan gejalanya, penyebab, dan cara menanganinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">#RSOT #rsorthopedisurabaya #orthopedicsurgeon #surabaya #rumahsakittulang #doktertulang #scoliosis #skoliosis #idiopaticscoliosis #tulangpunggungbengkok #operasiskoliosis #skriningskoliosis #scoliosisawarness #komunitasskoliosis #scolioser <\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"alignleft is-resized\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/rsot-surabaya-2.local\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/IMG-20190111-WA0002.jpg\" alt=\"skrining skoliosis\" class=\"wp-image-2001\" width=\"197\" height=\"349\" srcset=\"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/IMG-20190111-WA0002.jpg 652w, https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/IMG-20190111-WA0002-320x568.jpg 320w, https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/IMG-20190111-WA0002-540x959.jpg 540w\" sizes=\"(max-width: 197px) 100vw, 197px\" \/><figcaption>skrining skoliosis dengan mengukur pumb line test<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/rsot-surabaya-2.local\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/skrining-skoliosis.jpg\" alt=\"skrining skoliosis\" class=\"wp-image-1995\" width=\"274\" height=\"230\"\/><figcaption>skrining skoliosis denngan skoliometer<\/figcaption><\/figure>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Skoliosis&nbsp;merupakan suatu kondisi dimana tulang belakang mengalami pembengkokan ke samping kanan\/kiri yang melibihi 10\u02da. Skoliosis jarang sekali disadari oleh penderitanya, hal ini dikarenakan apabila sudut kemiringan tulang belakang tidak terlalu parah, maka penderita tidak akan merasakan keluahan yang berarti. Skoliosis lebih sering terjadi pada anak \u2013 anak sebelum pubertas dengan kisaran usia 10 hingga 16 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":1994,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[48],"tags":[109,107,61,90,108,112,81,111,110,62],"class_list":["post-4960","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-health","tag-dokter-tulang","tag-orthopaedi","tag-orthopedi","tag-rsot","tag-rsotsurabaya","tag-sadar-skoliosis","tag-scoliosis","tag-scoliosis-awarness","tag-skoliosis","tag-surabayaorthopedi"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4960","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4960"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4960\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5239,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4960\/revisions\/5239"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1994"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4960"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4960"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4960"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}