{"id":3385,"date":"2022-03-09T03:36:50","date_gmt":"2022-03-09T03:36:50","guid":{"rendered":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/?p=3385"},"modified":"2022-03-09T03:36:50","modified_gmt":"2022-03-09T03:36:50","slug":"benarkah-virus-covid-19-varian-omicron-memiliki-gejala-yang-lebih-ringan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/2022\/03\/09\/benarkah-virus-covid-19-varian-omicron-memiliki-gejala-yang-lebih-ringan\/","title":{"rendered":"BENARKAH VIRUS COVID-19 VARIAN OMICRON MEMILIKI GEJALA YANG LEBIH RINGAN?"},"content":{"rendered":"<p>Omicron termasuk varian baru yang pertama kali teridentifikasi di Afrika Selatan akhir 2021. Jika dibandingkan dengan varian asli COVID-19 maupun Delta, Omicron terbilang signifikan dari sisi penularannya. Bahkan, penelitian membuktikan bahwa varian Omicron 5 kali lebih menular dibandingkan Delta.<\/p>\n<p>Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban menegaskan, virus SARS-COV-2 varian omicron tidak menimbulkan gejala seberat varian asli Covid-19 dan varian Delta. Meski demikian, virus ini tetap berbahaya.<\/p>\n<p><strong>APAKAH VIRUS COVID-19 VARIAN OMICRON BERBAHAYA?<\/strong><\/p>\n<p>Jika dilihat dari gejalanya, varian Omicron tidak separah varian Delta. Sebagian besar pasien Omicron sudah tidak mengalami gejala hilangnya indera penciuman (<em>anosmia<\/em>).\u00a0 Meski begitu, orang yang tidak divaksinasi dan orang yang masih memiliki penyakit penyerta yang parah mungkin mengalami risiko yang jauh lebih tinggi.<\/p>\n<p>Berkurangnya gejala dan tingkat kematian pasien yang terpapar virus Covid-19 varian omicron ini kemungkinan dikarenakan sebagian besar penduduk atau masyarakat sudah berhasil melakukan vaksinasi Covid-19 hingga dosis kedua bahkan sudah ada yang mendapatkan vaksin dosis ketiga atau vaksin<em> booster<\/em>. Bagi masyarakat yang belum mendapatkan vaksin dosis ketiga, sebaiknya melakukan vaksin ketiga (<em>booster<\/em>) jika sudah memenuhi syarat atau sesuai dengan rekomendasi dokter.<\/p>\n<p><strong>APA SAJA GEJALA VIRUS COVID-19 VARIAN OMICRON?<\/strong><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Dilansir dari <em>Centers for Disease Control and Prevention<\/em>\u00a0(CDC), gejala virus Covid-19 varian Omicron ini hampir mirip dengan varian yang sebelumnya yaitu varian virus Covid-19 asli dan varian Delta namun untuk varian ini cenderung lebih ringan.<\/p>\n<p>Berikut beberapa gejala yang paling umum :<\/p>\n<ol>\n<li>Batuk<\/li>\n<li>Pilek dan hidung tersumbat<\/li>\n<li>Rasa Lelah<\/li>\n<li>Sakit diseluruh tubuh<\/li>\n<li>Nyeri sendi<\/li>\n<li>Sakit tenggorokan<\/li>\n<li>Sakit kepala<\/li>\n<li>Diare<\/li>\n<li>Sebagian mengalami kehilangan penciuman (<em>Anosmia<\/em>), tetapi sebagian lagi tidak mengalaminya<\/li>\n<\/ol>\n<p>Jika anda, keluarga atau kerabat terdekat anda mengalami salah satu atau lebih gejala diatas atau kontak erat dengan pasien yang memiliki hasil positif, segera lakukan tes pemeriksaan Covid-19 ya!<\/p>\n<p>Deteksi virus Covid-19 bisa dideteksi dengan melakukan tes <em>Polymerase Chain Reaction<\/em> (PCR). Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi Surabaya juga menyediakan layanan test COVID-19 mulai dari Swab Antigen hingga PCR. Bagi anda yang memiliki gejala yang mengarah ke omicron, yuk segera lakukan serangkaian test agar tidak menularkannya ke keluarga tercinta.<\/p>\n<p>Jika ternyata setelah melakukan test hasilnya adalah positif, segera lakukan karantina dan isolasi mandiri ya!<\/p>\n<p>Jangan lupa untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dimanapun anda berada. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan hindari tempat keramaian agar anda dan keluarga terhindar dari penularan virus Covid-19.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Informasi Pendaftaran :<\/p>\n<p>ORTHOPEDI &amp; TRAUMATOLOGI SURABAYA<br \/>\nJL. Emerald Mansion TX 10, Citraland \u2013 Surabaya<br \/>\n(031) 57431574 \/ 57431299<\/p>\n<p>Whatsapp 0813 3662 1957 \/ 0813 3787 3131<br \/>\nIGD : 082337655500 ext 118<\/p>\n<p>Jangan lupa memakai masker medis dan <em>faceshield<\/em> setiap kedatangan ke RS Orthopedi dan Traumatologi Surabaya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Referensi :<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/coronavirus\/2019-ncov\/symptoms-testing\/symptoms.html\">https:\/\/www.cdc.gov\/coronavirus\/2019-ncov\/symptoms-testing\/symptoms.html<\/a><\/p>\n<p><em>How bad is Omicron? What scientists know so far (2021), from :\u00a0 \u00a0<\/em><a href=\"https:\/\/www.nature.com\/articles\/d41586-021-03614-z\">https:\/\/www.nature.com\/articles\/d41586-021-03614-z<\/a><\/p>\n<p>Gambar :<\/p>\n<p>https:\/\/www.freepik.com\/photos\/covid-omicron<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Omicron termasuk varian baru yang pertama kali teridentifikasi di Afrika Selatan akhir 2021. Jika dibandingkan dengan varian asli COVID-19 maupun Delta, Omicron terbilang signifikan dari sisi penularannya. Bahkan, penelitian membuktikan bahwa varian Omicron 5 kali lebih menular dibandingkan Delta. Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban menegaskan, virus SARS-COV-2 varian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3386,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[117,48,17],"tags":[782,378,388,783,775,61,779,780,90,56,776,781,774,777,778],"class_list":["post-3385","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-health","category-image","tag-cegah-covid-19","tag-covid-19","tag-lawan-covid-19","tag-new-normal","tag-omicron","tag-orthopedi","tag-pandemi","tag-pandemi-covid-19","tag-rsot","tag-rumah-sakit","tag-sars-cov-19","tag-traumatologi","tag-varian-omicron","tag-virus","tag-virus-covid-19"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3385","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3385"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3385\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3391,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3385\/revisions\/3391"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3386"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3385"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3385"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3385"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}