{"id":3130,"date":"2021-07-27T03:22:51","date_gmt":"2021-07-27T03:22:51","guid":{"rendered":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/?p=3130"},"modified":"2021-07-27T03:22:51","modified_gmt":"2021-07-27T03:22:51","slug":"cedera-pergelangan-kaki-terkilir-ankle-sprain-segera-lakukan-price","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/2021\/07\/27\/cedera-pergelangan-kaki-terkilir-ankle-sprain-segera-lakukan-price\/","title":{"rendered":"CEDERA PERGELANGAN KAKI (TERKILIR \/ ANKLE SPRAIN) &#8211; SEGERA LAKUKAN \u201cPRICE\u201d"},"content":{"rendered":"<p>Terkilir atau keseleo begitu istilah populernya. Dalam istilah medis, disebut dengan <em>Ankle Sprain. <\/em>Cedera ini umumnya sembuh dengan penanganan yang tepat. Ceritanya akan sedikit berbeda jika kita salah dalam penanganan awalnya: dipijat, atau \u201cngeyel\u201d untuk langsung beraktifitas.<\/p>\n<p>Seperti halnya pada lutut, bahu, dan beberapa bagian tubuh, pergelangan kaki juga memiliki ligament, struktur jaringan ikat yang menghubungkan satu tulang dengan tulang lainnya.<\/p>\n<p><em>Ankle sprain <\/em>yang merupakan cedera pada ligament pergelangan kaki cukup sering terjadi. Dari data penelitian, di negara-negara barat, terjadi satu kejadian <em>ankle sprain <\/em>pada setiap 10 ribu orang. Pada populasi masyarakat yang gemar berolahraga, tingkat kejadiannya lebih tinggi yaitu 16-21 persen. Dari seluruh <em>ankle aprain <\/em>yang terjadi, 85 persennya adalah cedera pada sisi luar <em>ankle. <\/em>Pada kasus yang berat, <em>ankle sprain <\/em>biasanya juga diikuti dengan fraktur atau patah tulang pergelangan.<\/p>\n<p>\u201cStruktur ligament pada pergelangan kaki adalah struktur yang kompleks dan yang paling sering cedera adalah ligament <em>ankle <\/em>bagian luar,\u201d ujar dr. Henry R. Hndoyo, Sp.OT, M.Biomed dari Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi (RSOT) Surabaya.<\/p>\n<p>Henry menuturkan, salah satu penyebab utama <em>ankle sprain <\/em>adalah karena tungkai bawah atau kaki bawah terpuntir. \u201cWaktu jalan pada permukaan tanah yang tidak rata, lalu kaki terpuntir ke luar atau ke dalam. Atau missal ketika berolahraga, saat melompat, lalu mendarat dengan posisi kaki yang salah,\u201d terangnya.<\/p>\n<p><strong>Gambar tingakatan\/grade ankle sprain<\/strong><\/p>\n<figure id=\"attachment_3132\" aria-describedby=\"caption-attachment-3132\" style=\"width: 320px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-3132\" src=\"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/grade-1-320x256.png\" alt=\"Sprain tingkat I. Ligamen masih utuh, hanya saja serabut otot mengalami tarikan\/stretch dan pembengkakan\" width=\"320\" height=\"256\" srcset=\"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/grade-1-320x256.png 320w, https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/grade-1.png 400w\" sizes=\"(max-width: 320px) 100vw, 320px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3132\" class=\"wp-caption-text\"><strong>Sprain tingkat I<\/strong>. Ligamen masih utuh, hanya saja serabut otot mengalami tarikan\/stretch dan pembengkakan<\/figcaption><\/figure>\n<figure id=\"attachment_3133\" aria-describedby=\"caption-attachment-3133\" style=\"width: 320px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-3133\" src=\"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/grade-2-320x256.png\" alt=\"Sprain tingkat II. Sebagian serabut otot pada ligament mengalami robekan\/putus sebagian\" width=\"320\" height=\"256\" srcset=\"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/grade-2-320x256.png 320w, https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/grade-2.png 400w\" sizes=\"(max-width: 320px) 100vw, 320px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3133\" class=\"wp-caption-text\"><strong>Sprain tingkat II<\/strong>. Sebagian serabut otot pada ligament mengalami robekan\/putus sebagian<\/figcaption><\/figure>\n<figure id=\"attachment_3134\" aria-describedby=\"caption-attachment-3134\" style=\"width: 320px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-3134\" src=\"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/grade-3-320x256.png\" alt=\"Sprain tingkat III. Seluruh serabut otot pada ligament mengalami robekan\/putus total\" width=\"320\" height=\"256\" srcset=\"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/grade-3-320x256.png 320w, https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/grade-3.png 400w\" sizes=\"(max-width: 320px) 100vw, 320px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3134\" class=\"wp-caption-text\"><strong>Sprain tingkat III<\/strong>. Seluruh serabut otot pada ligament mengalami robekan\/putus total<\/figcaption><\/figure>\n<p>Sesaat setelah mengalami terkilir, seseorang akan mengalami nyeri pada pergelangan kaki, lalu diikuti dengan bengkak pada sekitar bawah mata kaki, dan sakit saat berjalan. Dengan tanda tersebut, patut dicurigai bahwa terjadi robekan atau cedera pada ligament pergelanagan kaki.<\/p>\n<p>Masyarakat awam biasanya menganggap tanda-tanda tersebut di atas sebagai keseleo biasa. Yang menjadi masalah, kerap kali dipijat dijadikan solusinya. \u201cItu berbahaya, karena akan menambah risiko cedera. Pendarahan yang terjadi di dalam juga berpotensi menjadi lebih berat,\u201d tutur dr. Henry.<\/p>\n<p>Henry menuturkan, ada beberapa langkah awal yang dapat dilakukan begitu terjadi <em>ankle sprain. <\/em>Seperti mengompres dengan air dingin atau es batu yang dibalut dengan kain, membalut area yang cedera untuk mengurangi pembengkakan dengan <em>elastic bandage, <\/em>dan meninggikan kaki yang cedera sedikit lebih tinggi dari jantung agar pembengkakan bisa berkurang. \u201cSegera bawa ke dokter untuk memastikan apakah hanya cedera ligament atau ada masalah dengan tulangnya, karena penanganannya akan berbeda,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p><strong>PENANGANAN KOMPREHENSIF<\/strong><\/p>\n<p>Untuk mengetahui derajat cedera, diperlukan pemeriksaan oleh dokter. Salah satunya adalah menggunakan USG. \u201cRobekan ligament bisa diketahui dengan USG atau bisa juga dengan pemeriksaan MRI (<em>Magnetic Resonance Imaging<\/em>),\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Sebenarnya <em>ankle sprain <\/em>adalah cedera yang dapat sembuh dnegan metode penanganan yang tepat. Jika nyeri sudah reda, rehabilitasi juga menjadi unsur penting dalam penyembuhan <em>ankle sprain <\/em>termasuk penguatan otot-otot di sekitar pergelangan kaki. \u201cJika otot lemah, potensi untuk terjasi <em>ankle aprain <\/em>kembali akan menjadi lebih besar,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Jika dengan semua metode di atas telah dilakukan tetapi pasien masih sering merasa nyeri dan kerap mengalami <em>ankle sprain <\/em>maka pilihan terakhir adalah dengan pembedahan, yakni dengan teknik <em>arthroscopy. <\/em><\/p>\n<p>Tindakan operasi juga biasanya dilakukan pada <em>ankle sprain <\/em>dengan derajat atau tingkat keparahan cukup tinggi, yakni grade tiga. \u201cUntuk yang membutuhkan <em>recovery <\/em>yang lebih cepat, seperti atlet, biasanya kita lakukan operasi,\u201d ujar dr. Henry. \u201cMeskipun grade tiga sebenarnya bisa <em>healing <\/em>atau sembuh dengan terapi konservatif, hanya saja membutuhkan waktu yang relative lebih Panjang,\u201d tutup dr. Henry.<\/p>\n<p><strong>Lakukan PRICE (Protection, Rest, Ice, Compressioon, Elevation)<\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-3135\" src=\"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/price-320x240.jpg\" alt=\"Lakukan Price: Protect - Rest - Ice - Compression - Elevation\" width=\"320\" height=\"240\" srcset=\"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/price-320x240.jpg 320w, https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/price.jpg 475w\" sizes=\"(max-width: 320px) 100vw, 320px\" \/><\/p>\n<p><strong>Hindari HARM (Heat, Alcohol, Running, Massage)<\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-3136\" src=\"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/harm-320x209.jpg\" alt=\"Hindari HARM\" width=\"320\" height=\"209\" srcset=\"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/harm-320x209.jpg 320w, https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/harm.jpg 484w\" sizes=\"(max-width: 320px) 100vw, 320px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Henry Ricardo Handoyo, Sp.OT., M.Biomed<\/strong><\/p>\n<p>Jadwal praktik:<\/p>\n<p>Senin \u00a0\u00a0\u00a0 : 08.00 \u2013 10.00<\/p>\n<p>Selasa\u00a0\u00a0 : 17.30 \u2013 19.30<\/p>\n<p>Rabu\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : 08.00 \u2013 11.00<\/p>\n<p>Kamis\u00a0\u00a0\u00a0 : 17.30 \u2013 19.30<\/p>\n<p>Jumat\u00a0\u00a0\u00a0 : 08.00 \u2013 10.00<\/p>\n<p>Sabtu\u00a0\u00a0\u00a0 : 17.00 \u2013 20.00<\/p>\n<p>Minggu : 17.00 \u2013 20.00<\/p>\n<p><strong>APPOINTMENT:<\/strong><\/p>\n<p><strong>(031) 57431574\/57431299<\/strong><\/p>\n<p><strong>081336621957<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Orthopedi &amp; Traumatologi Surabaya<\/p>\n<p>Jl. Emerald Mansion TX-10 Citraland Surabaya<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Terkilir atau keseleo begitu istilah populernya. Dalam istilah medis, disebut dengan Ankle Sprain. Cedera ini umumnya sembuh dengan penanganan yang tepat. Ceritanya akan sedikit berbeda jika kita salah dalam penanganan awalnya: dipijat, atau \u201cngeyel\u201d untuk langsung beraktifitas. Seperti halnya pada lutut, bahu, dan beberapa bagian tubuh, pergelangan kaki juga memiliki ligament, struktur jaringan ikat yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3131,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[16,48,17],"tags":[],"class_list":["post-3130","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gallery","category-health","category-image"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3130","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3130"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3130\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3131"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3130"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3130"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3130"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}