{"id":2878,"date":"2021-03-08T07:06:54","date_gmt":"2021-03-08T07:06:54","guid":{"rendered":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/?p=2878"},"modified":"2021-03-08T07:06:54","modified_gmt":"2021-03-08T07:06:54","slug":"tips-penanganan-awal-saat-cedera","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/2021\/03\/08\/tips-penanganan-awal-saat-cedera\/","title":{"rendered":"TIPS PENANGANAN AWAL SAAT CEDERA"},"content":{"rendered":"<p><strong>Tips penanganan awal saat cedera olahraga dengan menggunakan PRICE :<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li><strong>PROTECTION <\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Melindungi area yang mengalami cedera. Gunakan <em>brace<\/em> atau penyangga, <em>elastic bandage<\/em>.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong>REST (ISTIRAHAT)<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Saat timbul cedera, maka hal pertama yang perlu dilakukan adalah menghentikan aktivitas olahraga sesegera mungkin. Minimal 48-72 jam.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><strong>ICE (ES)<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Gunakan es yang dibalut kain untuk mengompres area yang cedera. Bisa juga menggunakan air dingin yang diletakkan padaa botol kaca. Lakukan secara rutin 15-20 menit setiap tiga jam selama masa akut, yakni 49-72 jam. Jangan gunakan air hangat, karena akan menambah pembengkakan.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><strong>COMPRESSION (PENEKANAN)<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Lakukan balutan pada area yang cedera untuk mengurangi pembengkakan. Gunakan <em>elastic bandage<\/em>. Jangan terlalu kendor dan jangan terlalu kencang. Balutan yang terlalu kendor tidak akan memberikan efek apa-apa pada cedera, sementara balutan yang terlalu kencang akan menimbulkan nyeri dan bengkak.<\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li><strong>ELEVATION (PENINGGIAN)<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Saat tidur atau istirahat, posisikan kaki yang cedera sedikit lebih tinggi dari jantung agar pembengkakan bisa berkurang, bisa dengan bantal, handuk, dll. Tujuannya adalah untuk mengurangi nyeri dan mengurangi aliran darah kebagian tersebut yang menambah parah<em> inflamasi<\/em> (peradangan) yang terjadi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Selain keempat pertolongan pertama tadi, ada empat \u00a0\u00a0hal juga yang harus dihindari saat terjadi cedera olahraga yaitu HARM ( <em>Heat, Alcohol, Running, dan Massage<\/em> ).<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li><strong>HEAT<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Hindari kompres atau merendam bagian yang cedera dengan air hangat.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong>ALCOHOL <\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Jangan meminum alkohol karena berisiko meningkatkan pendarahan dan pembengkakan.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><strong>RUNNING <\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Hentikan aktivitas yang akan memperparah kerusakan ligament, termasuk lari dan olahraga lainnya.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><strong>MASSAGE<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Jangan dipijat, karena akan menambah risiko pembengkakan dan pendarahan.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tips penanganan awal saat cedera olahraga dengan menggunakan PRICE : PROTECTION Melindungi area yang mengalami cedera. Gunakan brace atau penyangga, elastic bandage. REST (ISTIRAHAT) Saat timbul cedera, maka hal pertama yang perlu dilakukan adalah menghentikan aktivitas olahraga sesegera mungkin. Minimal 48-72 jam. ICE (ES) Gunakan es yang dibalut kain untuk mengompres area yang cedera. Bisa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2880,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[48],"tags":[271,649,64,445,368,104,62],"class_list":["post-2878","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-health","tag-cedera-olah-raga","tag-penangananawalcedera","tag-price","tag-rice","tag-rumah-sakit-orthopedi-dan-traumatologi-surabaya","tag-sport-injury","tag-surabayaorthopedi"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2878","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2878"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2878\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2880"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2878"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2878"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2878"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}