{"id":2338,"date":"2020-03-19T08:06:55","date_gmt":"2020-03-19T08:06:55","guid":{"rendered":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/?p=2338"},"modified":"2020-03-19T08:07:44","modified_gmt":"2020-03-19T08:07:44","slug":"awas-patah-tulang-pada-anak-bisa-berakibat-cacat-jika-terlambat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/2020\/03\/19\/awas-patah-tulang-pada-anak-bisa-berakibat-cacat-jika-terlambat\/","title":{"rendered":"AWAS PATAH TULANG PADA ANAK BISA BERAKIBAT CACAT JIKA TERLAMBAT"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Tulang yang sedang dalam masa pertembuhan serta energi yang besar membuat anak \u2013 anak kerap mengalami patah tulang. Tahukah anda bahwa penangannan patah tulang yang tidak tepat resiko membuat anak cacat? Dr Komang Agung.,Sp.Ot (K) mengulasnya untuk anda. \u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut data Rumah Sakit \u00a0Orthopedi Traumatologi (RSOT) Surabaya, pasien patah tulang pada anak cenderung meningkat pada masa liburan sekolah. Kasusnya biasanya adalah patah tulang pada alat gerak atas, yaitu bagian siku, lengan bawah, dan selangka (tulang bahu). Umumnya, terjadi saat anak- anak tersebut bermain. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tulang anak- anak sama seperti ranting pohon yang masih muda\npatah jika diberikan beban yang lebih berat. Lain halnya dengan ranting pohon\nyang telah berumur puluhan tahun. kabar baiknyya adalah, tulang anak- anak juga\nmemiliki proses penyembuhan yang cepat di bandingkan tulang dewasa. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cJika di tangani dengan baik dan tepat, patah tulang pada anak dapat sembuh dalam waktu tiga minggu saja,\u2019\u2019jelas dr Komang. \u201dSebaiknya, jika terlambat di tangani, maka anak akan mengalami kecacatan seperti gangguan fungsi gerak, alat gerak mengecil, dan gangguan pertumbuhan.\u2019\u2019 <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk itulah Dr Komang menghimbau agar para orang tua tidak menyepelekan patah tulang anak-anak mereka. Hal pertama yang harus dilakukan jika anak mengalami patah tulang adalah memasang spalk ( bidai\/gendongan) pada area tulang yang patah, kemudian segera mencari dokter. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penanganan dokter sesegera mungkin sangat penting mengingat\nkondisi patah tulang berbeda-beda, sehingga di perlukan penanganan tepat sesui\nkondisi patah tulang. Untuk kasus patah tulang yang tidak parah diperlukan\nimobilisasi dengan gips, berbeda dengan patah tulang kondisi tulang bergeser\ndengan patah dimana perlu dilakukan perbaikan dengan menggunakan pen atau\nkawat. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cAda juga kondisi patah tulang gawat darurat. Patah tulang terbukanya msalnya,ketika ada luka dan darah,sebaiknya segera mencari dokter karena patah tulang berhubungan dengan udara luar, dan mengingatkan resiko infeksi.\u2019jelas dr komang. \u201dKondisi lain adalah patah tulang yang disertai dengan keluarnya stuktur sendi dari tempat normal. Kenapa gawat darurat? Karena kalau tidak segera ditangani semdi jadi lengket semua dan anak kecil bisa cacat. \u2018\u2019<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu juga terdapat patah tulang dengan gangguan saraf dan pembuluh darah. Di RSOT, Penanganan patah tulang dilakukan dengan cepat dan tepat, pasien juga tidak perlu menunggu. Bukan hanya itu saja RSOT mengerti bahwa infeksi dapat berisiko terhadap pasien sehingga RSOT Menyediakan tiga ruang operasi yang berbeda sesuai kondisi pasien. \u201dRSOT Didekasikan untuk kelainan tulang dan sendi dengan sefty sebagai prioritas kami,\u2019\u2019ujar dr Komang. Dengan prosentase penanganan\u00a0 99% sempurna, RSOT memiliki UGD 24 Jam dengan dokter jaga 24 jam. Jika kondisi patah tulang diperlukan perbaikan dengan menggunakan implant terbaik bekerjasama dengan perusahaan jerman dan swiss sehingga kesembuhan pasien lebih terjamin lebih cepat. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Pilihan_Tepat_Mengobati_Patah_Tulang-1200x800.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2339\" width=\"290\" height=\"193\" srcset=\"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Pilihan_Tepat_Mengobati_Patah_Tulang-1200x800.jpg 1200w, https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Pilihan_Tepat_Mengobati_Patah_Tulang-320x213.jpg 320w, https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Pilihan_Tepat_Mengobati_Patah_Tulang-768x512.jpg 768w, https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Pilihan_Tepat_Mengobati_Patah_Tulang-540x360.jpg 540w, https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Pilihan_Tepat_Mengobati_Patah_Tulang.jpg 1254w\" sizes=\"(max-width: 290px) 100vw, 290px\" \/><figcaption>Bidai Pada Anak <\/figcaption><\/figure>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tulang yang sedang dalam masa pertembuhan serta energi yang besar membuat anak \u2013 anak kerap mengalami patah tulang. Tahukah anda bahwa penangannan patah tulang yang tidak tepat resiko membuat anak cacat? Dr Komang Agung.,Sp.Ot (K) mengulasnya untuk anda. \u00a0 Menurut data Rumah Sakit \u00a0Orthopedi Traumatologi (RSOT) Surabaya, pasien patah tulang pada anak cenderung meningkat pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2340,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[48],"tags":[379,163,213,109,61,380,56,368,176,119],"class_list":["post-2338","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-health","tag-bidai-pada-anak","tag-dokter-orthopedi","tag-dokter-orthopedi-di-surabaya","tag-dokter-tulang","tag-orthopedi","tag-patah-tulang-pada-anak","tag-rumah-sakit","tag-rumah-sakit-orthopedi-dan-traumatologi-surabaya","tag-rumah-sakit-surabaya","tag-rumah-sakit-tulang"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2338","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2338"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2338\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2340"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2338"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2338"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2338"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}