{"id":2333,"date":"2020-03-19T07:27:31","date_gmt":"2020-03-19T07:27:31","guid":{"rendered":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/?p=2333"},"modified":"2020-03-19T07:27:33","modified_gmt":"2020-03-19T07:27:33","slug":"osteoporosis-the-silent-epidemic-disease-menyerang-diam-diam-tanpa-tanda-khusus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/2020\/03\/19\/osteoporosis-the-silent-epidemic-disease-menyerang-diam-diam-tanpa-tanda-khusus\/","title":{"rendered":"OSTEOPOROSIS, THE SILENT EPIDEMIC DISEASE  (MENYERANG DIAM-DIAM TANPA TANDA KHUSUS)"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Selama ini\u00a0 osteoporosis identik dengan orang tua. Faktanya, pengoroposan tulang padat menyerang siapa saja, termasuk mereka yang berusia muda. Penelitian Internasional Osteoporosis Foundation (IOF) menggunakan, satu dari empat wanita Indonesia dengan rentang usia 50-80 tahun memiliki resiko osteoporosis. Dan, resiko wanita empat kalo lebih tinggi di bandingkan laki-laki. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">APA ITU OSTEOPOROSIS ?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Osteoporosis adalah kondisi berkurangnya massa tulang dan\ngangguan stuktur tulang, sehingga menyebabkan tulang menjadi patah. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masa tulang manusia di pengaruhui oleh faktor ginetik dengan\nkontribusi dari nutrisi, keadaan endokrin, aktivitas fisik, dan kondisi\nkesehatan saat masa pertumbuhan. Proses pembentukan tulang dengan memilihara\nkesehatan tulang dapat dikatagorikan sebagai program pencegahan,yang secara\nkontinyu mengganti tulang yang lama dengan tulang yang baru. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kehilangan massa tulang menjadi saat keseimbangan proses\npembentukan tulang terganggu,sehingga penyerapan tulang lebih banyak dari\nperpembentukan tulang baru. Ketidakseimbangan ini biasanya terjadi padaaaa\norang lanjut yang mengalami emepouse. Kehilangan massa tulang dapat mengubah\nmikro-arsitek jaringan tulang dan mengingatkan resiko patah tulang. &nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PENYEBAB OSTEOPOROSIS <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Usia, Jenis kelamin dan ras merupakan faktor penentu utama\ndari massa tulang dan resiko patah tulang. Osteoporosis dapat juga terjadi pada\norang lanjut usia. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selama masa anak-anak dan dewasa muda, pembentukan tulang\njauh lebih cepat di bandingkan dengan kerusukan tulang. Titik puncak massa tulang\ntercapai pada usia sekitar 30 tahun, dan setelah itu mekanisme resorfasi tulang\nmenjadi lebih jauh cepat di bandingkan dengan pembentukan tulang. Penurunan &nbsp;massa tulang yang cepat akan menyebabkan\nkerusakan pada mikroastitektur tulang khususnya pada tulang trabecular. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">GEJALA <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penyakit Osteoporosis di juluki sebagai silent Epidemic\nDisaese, Karena menyerang secara diam-diam, tanpa adanya tanda-tanda\nkhusus,sampai terjadi patah tulang. Osteoporosis juga dapat terjadi pada\nanak-anak yang disebut Juveline Idiopatic Osteoporosis dan belum diketahui\nsebabnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">FAKTOR-FAKTOR RESIKO <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Faktor resiko seseorang untuk mengalami osteoporosis yang\ntidak dapat diubah antara lain,jenis kelamin (Wanita lebih resiko mengidap\nosteoporosis di bandingkan pria), riwayat keluarga,gangguan hormonal dan ras. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PENCEGAHAN <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">OSTEOPOROSIS sebenarnya dapat dicegah sejak dini dengan membudayakan perilaku hidup sehat,yaitu mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang yang memenuhui kebutuhan nutrisi dengan unsur kaya serat,rendah lemak, dan kaya kalsium(1000-1200 mg kalsium perhari ). Berolahraga secara teratur,tidak merokok,dan tidak mengkonsumsi minuman berakhohol. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/osteoporosis-Fig1BoneGraph-1.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2336\" width=\"419\" height=\"232\" srcset=\"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/osteoporosis-Fig1BoneGraph-1.png 650w, https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/osteoporosis-Fig1BoneGraph-1-320x178.png 320w, https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/osteoporosis-Fig1BoneGraph-1-540x300.png 540w\" sizes=\"(max-width: 419px) 100vw, 419px\" \/><figcaption>OSTEOPOROSIS<\/figcaption><\/figure>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selama ini\u00a0 osteoporosis identik dengan orang tua. Faktanya, pengoroposan tulang padat menyerang siapa saja, termasuk mereka yang berusia muda. Penelitian Internasional Osteoporosis Foundation (IOF) menggunakan, satu dari empat wanita Indonesia dengan rentang usia 50-80 tahun memiliki resiko osteoporosis. Dan, resiko wanita empat kalo lebih tinggi di bandingkan laki-laki. APA ITU OSTEOPOROSIS ? Osteoporosis adalah kondisi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2335,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[48],"tags":[163,213,61,289,120,202,149,56,368,176,119],"class_list":["post-2333","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-health","tag-dokter-orthopedi","tag-dokter-orthopedi-di-surabaya","tag-orthopedi","tag-osteoarthritis","tag-osteoporosis","tag-osteoporosis-club","tag-rs-orthopedi-traumatologi-surabaya","tag-rumah-sakit","tag-rumah-sakit-orthopedi-dan-traumatologi-surabaya","tag-rumah-sakit-surabaya","tag-rumah-sakit-tulang"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2333","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2333"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2333\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2335"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2333"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2333"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2333"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}