{"id":2285,"date":"2020-03-11T01:44:42","date_gmt":"2020-03-11T01:44:42","guid":{"rendered":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/?p=2285"},"modified":"2020-03-11T01:44:44","modified_gmt":"2020-03-11T01:44:44","slug":"kenali-kelainan-tulang-pada-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/2020\/03\/11\/kenali-kelainan-tulang-pada-anak\/","title":{"rendered":"KENALI KELAINAN TULANG PADA ANAK"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu hal yang berkembang dengan salah di masyarakat adalah bahwa ketika anak berjalan dan membentuk huruf O atau X,itu mengindikasikan anak tersebut memiliki kelainan tulang. Siapa sangka, hal tersebut termasuk ke dalam fase tumbuh kembang tulang pada anak-anak. Lantas,apa saja yang dapat disebut kelainan tulang anak dan bagaimana cara mengetahuinya? <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak seerti orang dewasa,tulang anak \u2013anak masih masuk ke dalam masa pertumbuhan sehingga memiliki respon tubuh yang berbeda terhadap trauma fisik dan infeksi dibandingkan orang dewasa. Hal tersebut juga turut mempengaruhui deformitas atau perubahan bentuk yang terjadi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKarena anak bukan miniature orang dewasa, itulah yang\nmembuat penanganan kelainan muskoloskeletal pada anak berbeda dengan pada orang\ndewasa,\u201d jelas dr Anggi Dewi Sp.OT. Muskuloskeletal sendiri adalah kelainan\npada alat gerak,tulang,sendi,otot dan saraf. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu kelainan muskuloskeletal yang sering di temui para anak-anak adalah kelainan bawaan bentuk anggota gerak seperti <em>club foot<\/em> ( kaki bengkok),<em>skoliosis<\/em> ( perkembangan tulang belakang),dan<em> intoeing <\/em>(kaki burung merpati). <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Club foot <\/em>terjadi\nkaki berubah dari posisi yang normal menjadi seperti tongkat golf atau <em>Congenital Talipes<\/em> <em>&nbsp;Equino-Varus (CTEV). Club foot <\/em>terjadi\nkarena congenital dan hingga kini kasus yang banyak ditemukan adalah idiopatik\n( belum diketahui penyebabnya). Jika tidak segera ditindak lanjuti,maka\npenderita <em>club foot<\/em> akan mengalami\nkesulitan berjalan,nyeri bahkan disabilitas. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>\u201cClub Foot <\/em>pada bayi baru lahir dapat langsung ditindak lanjuti dan tidak memerlukan tindakan operasi. Kita hanya akan mengoreksi dengan menggunakan gips,itu juga membutuhkan waktu yang lama.\u201dJelas Dr Anggi Sp.OT. \u2019\u2019Jika <em>Club Foot<\/em>\u00a0 terlambat di tangani maka di perlukan tindakan operasi.\u201dKarena tulangnya sudah tidak dalam fase tumbuh kembang lagi.\u2019\u2019<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu banyak pula yang menyatakan bahwa kaki berbentuk O atau X diakibatkan oleh cara belajar yang salah. Dr Anggi Sp.OT pun menanggapi hal yang berkembang salah di masyarakat tersebut,\u2019\u2019itu merupakan fase kembang tulang dan sendi yang normal pada anak.\u201d <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk bayi baru lahir sampai usia 2 tahun, secara normal\nkakinya berhuruf O,yang secara perlahan akan lurus ketika berumur 2,5 tahun. Kemudian\nmulai membentuk huruf X pada usia 3-5 Tahun.Pada usia 5 tahun ke atas,barulah\nsendi membentuk seperti lutu dewasa. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201c Jadi pada orang tua tidak usah cepat cemas apabila\nanaknya yang baru dapat berjalan membentuk huruf O.\u2019\u2019ujarnya. Ketika telah menginjak\n5 tahun ke atas dan sendi lutut berubah, barulah sebaik baiknya diperiksakan\nkembali pada ahli bedah anak untuk dilakukan evaluasi dan menejemen penanganan.\n<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal yang patut digaris bawahi dalam menangani anak adalah bahwa anak- anak tidak selalu dapat mengutarakan keluhan yang dirasakan dan belum bisa menjawab bagaian mana yang dirasa sakit.\u2019\u2019Disinilah orang tua berperan penting. Butuh kesabaran,ketelitan,dan kemampuan berkomunikasi agar anak dapat relaks dan mau diperiksa .\u2019\u2019<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Orang tua juga hendaknya memperhatikan cara anak berjalan\ndan pertumbuhan anak, karena semakin dini kelainan tulang di deteksi maka\nkeberlangsungan hidup anak-anak akan semakin tinggi dan baik. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cYang paling penting adalah menjaga kesehatan ibu hamil trimester pertama dan kedua,selalu periksa kesehatan,dan bertanya pada ahli apabila ditemukan kelainan.\u2019\u2019pungkas Dr.Anggi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/shutterstock_135275159.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2286\" width=\"381\" height=\"269\" srcset=\"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/shutterstock_135275159.jpg 800w, https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/shutterstock_135275159-320x226.jpg 320w, https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/shutterstock_135275159-768x543.jpg 768w, https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/shutterstock_135275159-540x382.jpg 540w\" sizes=\"(max-width: 381px) 100vw, 381px\" \/><figcaption>Kenali Kelaianan Tulang Pada Anak <\/figcaption><\/figure>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salah satu hal yang berkembang dengan salah di masyarakat adalah bahwa ketika anak berjalan dan membentuk huruf O atau X,itu mengindikasikan anak tersebut memiliki kelainan tulang. Siapa sangka, hal tersebut termasuk ke dalam fase tumbuh kembang tulang pada anak-anak. Lantas,apa saja yang dapat disebut kelainan tulang anak dan bagaimana cara mengetahuinya? Tidak seerti orang dewasa,tulang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2287,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[48],"tags":[213,109,221,373,61,220,56,368,176,119,374],"class_list":["post-2285","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-health","tag-dokter-orthopedi-di-surabaya","tag-dokter-tulang","tag-dokter-tulang-anak","tag-kelainan-tulang","tag-orthopedi","tag-orthopedi-surabaya","tag-rumah-sakit","tag-rumah-sakit-orthopedi-dan-traumatologi-surabaya","tag-rumah-sakit-surabaya","tag-rumah-sakit-tulang","tag-surabaya-health"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2285","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2285"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2285\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2287"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2285"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2285"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2285"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}