{"id":2272,"date":"2020-03-10T07:44:36","date_gmt":"2020-03-10T07:44:36","guid":{"rendered":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/?p=2272"},"modified":"2020-03-10T08:28:41","modified_gmt":"2020-03-10T08:28:41","slug":"mencermati-tubuh-kembang-sang-buah-hati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/2020\/03\/10\/mencermati-tubuh-kembang-sang-buah-hati\/","title":{"rendered":"MENCERMATI TUBUH KEMBANG SANG BUAH HATI"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi setiap orang tua,tumbuh kembang sang buah hati\nselalu menjadi momen yang sangat dinanti. Setiap detail perubahan kemauan\nkognitif mulai merangkak,berjalan,atau pertumbuhan fisik dari tinggi badan dan\nberat badan menjadi saat yang membahagiakan. Pertanyaannya,pada umur anak anda\nsekarang,normalkah tingkat tumbuh kembangnya? <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada prisipnya, tumbuh kembang anak dapat dibagi\nmenjadi dua,yang pertama adalah ukuran tubuh dan yang kedua adalah yang\nberkaitan dengan kemampuan kognitif sang anak. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari sisi ukuran fisik,kita dapat mrngetahui tumbuh\nkembang anak dari beberapa parameter, seperti pertumbuhan tinggi dan berat\nbadan,jumlah gigi,lingkar kepala,lingkar dada dan beberapa hal lainnya.\nSementara ditilik dari kemampuan koognitif,kita dapat mengukur dari kemampuan\nmerangkak,berjalan,dan beberapa kemampuan lain yang berkaitan dengan saraf motorik\nlainnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKita dapat melihat skala perkembangan anak dengan\nparameter motorik&nbsp; dasar,motorik\nhalus,personal sosial,dan bahasanya,\u201dujar dr Haryson Tondy Winoto,MSi.Med.Sp.A\nketika di temui majalah Orthocare di ruang prakteknya. \u201c Misalnya anak umur 3\nbulan tapi belum bisa tengkurap. Kita perlu observasi apakah anak tersebut memiliki\nkelainan pada stuktur tulangnya,terlalu kurus dan gemuk,atau kemungkinan\nlainnya.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lebih lanjut dr Haryson &nbsp;menjelaskan,pada orang tua hendaknya\nmengetahui apakah sang buah hati mengalami keterlambatan tumbuh kembang atau\ntida\u201djika memang dirasa ada keterlambatan tubuh kembang, misalnya belum bisa\nberjalan atau tidak bisa berbicara dengan baik dan lancar pada umur-umur yang\nsemestinya sudah bisa,segera konsultasikan ke dokter untuk diagnosa\npenyebabnya.\u201dtegas dr Haryson.\u201d Kebanyakan orang tua biasanya cenderung\nmenunggu jika mengetahui keterlambatan tumbuh kembang anaknya,atau ada yang\nmungkin merasa malu untuk mengkonsultasikan. Kalau sudah parah baru di bawa ke\ndokter.\u201d <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau kebanyakan orang tua mengeluhkan keterlambatan\ntumbuh kembang anak,adakah anak yang tumbuh kembang dan berkembang lebih cepat\ndari waktunya? Menurut dr.Haryson, hal tersebut bisa saja terjadi. Namun\nsepanjang tidak mengganggu stuktur orangnya, hal tersebut tidak perlu terlalu\ndi khawatirkan.\u201d Yang menjadi salah satu, misalnya kita ambil contoh yang\nekstrim, umur 3 bulan sudah bisa berdiri, itu kan sangat ekstrim. Kita\nkhawatirkan justru stuktur tulangnya belum sempurna sehingga belom bisa\nmenopang berat tubuh. yang di khawatirkan tulangnya akan malah bermasalah dalam\nwaktu panjang. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PENTINGNYA STIMULASI DARI ORANG TUA <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya tunbuh\ndan berkembang secara sempurna. Untuk itu banyak cara&nbsp; dilakukan, termasuk salah satunya memberikan\nberbagai suplemen yang di percaya dapat membantu tumbuh kembang sang buah hati.\n<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut dr.Haryson, memberikan suplemen kepada anak\ndapat di lakukan sepanjang tidak terlalu berlebihan. Namun, dr Haryson\nmengingatkan,stimulus yang di berikan oleh orang tua jauh lebih penting di\nbandingkan dengan memberikan suplemen. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cStimulasi yang di berikan orang tua sejak dari bayi lahir sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang anak. Terumata ASI yang paling bagus untuk bayi, tapi juga mendekatkan hubungan ibu dengan anaknya.\u2019ujarnya. \u201cBisa juga misalnya dengan pijat bayi yang dapat melatih gerakan motorik &nbsp;anak.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lebih jauh&nbsp; dr\nHaryson juga menekankan pentingnya peran orang tua untuk terus mendampingi tumbuh\nkembang anak. Kesibukan para orang tua dan teknologi kerap menjadi masalah\ntersediri. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cDampingi anak saat menonto TV sembari di beri pengertian mengenai acara yang iya tonton akan sangat baik untuk&nbsp; tumbuh kembangnya. Usahakan anak jangan terlalu sering main game,karena anak membuat emosi anak cenderung tidak stabil dan mudah marah .\u2019\u2019 tutupnya. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/artikel-dr-harison-1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2273\" width=\"382\" height=\"254\" srcset=\"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/artikel-dr-harison-1.jpg 650w, https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/artikel-dr-harison-1-320x213.jpg 320w, https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/artikel-dr-harison-1-540x360.jpg 540w\" sizes=\"(max-width: 382px) 100vw, 382px\" \/><figcaption>Pentingnya Stimulasi Dari Orangtua <\/figcaption><\/figure>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi setiap orang tua,tumbuh kembang sang buah hati selalu menjadi momen yang sangat dinanti. Setiap detail perubahan kemauan kognitif mulai merangkak,berjalan,atau pertumbuhan fisik dari tinggi badan dan berat badan menjadi saat yang membahagiakan. Pertanyaannya,pada umur anak anda sekarang,normalkah tingkat tumbuh kembangnya? Pada prisipnya, tumbuh kembang anak dapat dibagi menjadi dua,yang pertama adalah ukuran tubuh dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2283,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[48],"tags":[109,221,50,368,369,371,370],"class_list":["post-2272","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-health","tag-dokter-tulang","tag-dokter-tulang-anak","tag-orthopedic","tag-rumah-sakit-orthopedi-dan-traumatologi-surabaya","tag-rumah-sakit-tulang-surabaya","tag-surabaya-ortopedi","tag-tumbuh-kemnang-anak"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2272","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2272"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2272\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2283"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2272"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2272"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2272"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}