{"id":2262,"date":"2020-02-22T03:08:25","date_gmt":"2020-02-22T03:08:25","guid":{"rendered":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/?p=2262"},"modified":"2020-02-22T03:08:27","modified_gmt":"2020-02-22T03:08:27","slug":"penanganan-sendi-dengan-teknik-arthroscopy","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/2020\/02\/22\/penanganan-sendi-dengan-teknik-arthroscopy\/","title":{"rendered":"PENANGANAN SENDI DENGAN TEKNIK ARTHROSCOPY"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Permasalahan sendi, baik dilutut, bahu, dan beberapa lokasi sendi lainnya, dapat ditangani dengan teknik <em>arthroscopy <\/em>yang mempunyai banyak keunggulan, yaitu hasil yang maksimal, luka sayatan yang sangat kecil (hanya sebesar ujung bolpen), dan proses <em>recovery-<\/em>nya sangat cepat.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/image.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2263\" width=\"378\" height=\"222\" srcset=\"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/image.png 565w, https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/image-320x188.png 320w, https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/image-540x317.png 540w\" sizes=\"(max-width: 378px) 100vw, 378px\" \/><figcaption>arthroscopy bahu<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/image-1.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2264\" width=\"369\" height=\"230\" srcset=\"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/image-1.png 567w, https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/image-1-320x200.png 320w, https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/image-1-540x337.png 540w\" sizes=\"(max-width: 369px) 100vw, 369px\" \/><figcaption>arthroscopy lutut<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Siapapun yang mengalami permasalahan sendi, tentu menginginkan penanganan terbaik. Jika pun harus dilakukan pembedahan, pasti banyak yang berharap proses operasi dapat dilakukan dengan cepat, efektif, dan rasa sakit atau nyeri pada saat atau pasca pembedahan dapat ditekan seminimal mungkin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk itu dunia\nkedokteran orthopedi, mengenal teknik <em>arthroscopy.\n<\/em>Secara harfiah, <em>arthros <\/em>dapat\ndiartikan sebagai sendi, sementara <em>copy <\/em>adalah\nmelihat atau mengamati, sehingga <em>arthroscopy\n<\/em>dapat diartikan sebagai proses melihat kedalam sendi dengan menggunakan\nalat khusus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Arthroscopy <\/em>dilakukan dengan teknik <em>minimal invasive, <\/em>yaitu membuat luka\natau sayatan yang sangat kecil, sekitar 1 cm atau sekitar sebesar ujung bolpen.\nSayatan yang dibuat minimal dua. \u201dkalau dipergelangan, sayatan yang dibuat bisa\nlebih kecil, hanya 0,5 cm. <em>Arthroscopy <\/em>dilakukan\ndengan membuat minimal dua sayatan, satu untuk <em>endoscopic <\/em>kamera, dan satu lagi alat untuk mengerjakan diagnosis,\u201d\nterang dr. Their Effendi, Sp. OT.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Arthoscopy <\/em>memiliki dua fungsi sekaligus, yakni diagnosa permasalahan sendi, dan melakukan penanganan sekaligus. Terkadang, pada permasalahan sendi, terdapat hal-hal yang tidak dapat terdeteksi dengan alat diagnostic lainnya seperti X-Ray atau USG. Dengan menggunakan teknik <em>arthroscopy <\/em>dimana menggunakan kamera yang dimasukkan dan mampu menjangkau sendi, masalah yang terjadi dalam sendi dapat terlihat melalui monitor.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah\ndiketahui masalah di dalam sendi, proses <em>arthroscopy\n<\/em>biasanya langsung dilanjutkan dengan dilakukan penanganan. Jika sudah ada\ndiagnosa untuk dilakukan tindakan <em>arthroscopy,\n<\/em>maka tindakan tersebut akan dilakukan dengan membuat sayatan kecil tanpa\nharus dilakukan <em>open surgery. <\/em>\u201cujar\ndr. Their. \u201cTapi ada kalanya, <em>arthroscopy\n<\/em>dilakukan hanya untuk mengambil sampel dalam sendi. Misalnya ketika pasien\ndicurigai ada infeksi atau tumor, maka dokter akan mengambil sampelnya kemudian\ndicek terlebih dahulu patologinya. Biasanya terdapat dua tahap, namun jika\ntidak terlihat kecurigaan adanya infeksi atau tumor, maka rata-rata dapat\ndilakukan dalam satu tahap bersamaan.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sendi yang\npaling sering didiagnosa dan ditangani dengan teknik <em>arthroscopy <\/em>ini adalah sendi lutut dan disusul dengan sendi bahu. Saat\nini, sudah berkembang lagi pada diagnosa dan penanganan keluhan pada sendi\npergelangan tangan dan pergelangan kaki atau <em>ankle. \u201d<\/em>Sendi pinggul juga bisa, tapi cukup sulit karena letaknya\nyang sangat dalam, tergantung dari lemak atau otot setiap orang, \u201cungkapnya.\n\u201cDi Indonesia, <em>arthroscopy <\/em>untuk\nsendi pinggul belum terlalu berkembang. Tapi di Jepang, Korea, Eropa, dan\nAmerika sudah ada yang mendalami.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>KEUNGGULAN<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Teknik <em>arthroscopy <\/em>memiliki banyak keunggulan\ndikarenakan luka yang kecil atau <em>minimal\ninvasive, <\/em>proses penyembuhannya menjadi lebih cepat. Secara kosmetik atau\nbekas luka pasca operasi akan terlihat lebih baik. \u201cYang ketiga, dan paling\npenting adalah efektifitasnya. Bagi kami, para doketr, <em>arthroscopy <\/em>juga lebih mudah karena bisa menjangkau tempat-tempat\nyang tidak mungkin bisa terjangkau dengan tindakan <em>open syrgery. <\/em>Proses operasinya pun juga tergolong cukup singkat.\nNamun, juga tergantung pada operator atau dokter yang melakukannya, \u201cterang dr.\nTheri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dokter-dokter\nyang dapat melakukan <em>arthroscopy <\/em>biasanya\nmerupakan dokter-dokter dengan kualifikasi <em>sport\ninjury specialistic <\/em>mengingat masalah sendi sangat sering terjadi pada\natlet atau masyarakat dengan tingkat instensitas olahraga yang cukup tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Eperti <em>learning curve, <\/em>semakin banyak kasus\nyang ditangani seorang dokter, maka semakin cepat waktu yang diperlukan dalam\nmelakukan tindakan rekontruksi ACL (<em>Anterior\nCruciate Ligamen<\/em>) bisa dilakukan dalam waktu \u00b1 60 menit. Jika tindakan\ndilakukan diarea bahu memerlukan waktu lebih lama. Karena sendi didalam bahu\nterdiri dari <em>ball and socket <\/em>sehingga\nlebih rumit. Didalam sendi bahu terdapat bola dan mangkuk sehingga gerakannya\nhanya menekuk dan lurus, \u201cujarnya. \u201cSaat melakukan <em>arthroscopy, <\/em>pasien biasanya akan dibius regional, tapi khusus untuk\nbahu, terpaksa masih harus dibius <em>block <\/em>atau\ntotal.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut dr.\nTheri, metode <em>arthroscopy <\/em>dapat\ndiaplikasikan pada semua orang yang mengalami masalah sendi pada <em>grade <\/em>awal. Jika yang memiliki\npermasalahan sendi dalam derajat yang cukup berat maka tindaan yang harus\ndilakukan bukan lagi <em>arthroscopy, <\/em>melainkan\nharus ganti sendi, \u201cterangnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang juga dapat\nmenjadi catatan, <em>arthroscopy <\/em>adalah\nmetode yang dilakukan dengan menggunakan alat khusus berbentuk semacam satu <em>tower <\/em>da terdiri dari beberapa item, seperti\nmonitor, <em>light source, <\/em>dan mesin\npembersihan atau pengairan, sehingga diperlukan kepabilitas dalam\npengoperasiannya dimana RSOT sudah mempunyai alat ini dengan tenaga medis yang\nsudah terlatih.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Permasalahan sendi, baik dilutut, bahu, dan beberapa lokasi sendi lainnya, dapat ditangani dengan teknik arthroscopy yang mempunyai banyak keunggulan, yaitu hasil yang maksimal, luka sayatan yang sangat kecil (hanya sebesar ujung bolpen), dan proses recovery-nya sangat cepat. Siapapun yang mengalami permasalahan sendi, tentu menginginkan penanganan terbaik. Jika pun harus dilakukan pembedahan, pasti banyak yang berharap [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2177,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[48],"tags":[285,271,213,363,109,362,107,361,331,175,174,222,108,130,360],"class_list":["post-2262","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-health","tag-arthroscopy","tag-cedera-olah-raga","tag-dokter-orthopedi-di-surabaya","tag-dokter-orthopedi-surabaya","tag-dokter-tulang","tag-minimal-invansive-surgery","tag-orthopaedi","tag-orthopedi-indonesia","tag-poli-orthopedi","tag-rs-orthopedi","tag-rs-orthopedi-surabaya","tag-rs-tulang","tag-rsotsurabaya","tag-surabaya","tag-teknik-arthroscopy"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2262","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2262"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2262\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2177"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2262"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2262"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2262"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}