{"id":2255,"date":"2020-02-20T03:19:08","date_gmt":"2020-02-20T03:19:08","guid":{"rendered":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/?p=2255"},"modified":"2020-02-20T03:19:11","modified_gmt":"2020-02-20T03:19:11","slug":"pentingnya-program-rehabilitasi-medik-untuk-dapat-kembali-berolahraga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/2020\/02\/20\/pentingnya-program-rehabilitasi-medik-untuk-dapat-kembali-berolahraga\/","title":{"rendered":"Pentingnya Program Rehabilitasi Medik untuk Dapat Kembali Berolahraga"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Tak kalah penting dengan tahapan medis lainnya, proses rehabilitasi dan fisioterapi juga memiliki peranan yang sangat penting dalam penanganan maupun pencegahan cedera olahraga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">SECARA umum,\nolahraga dapat dibagi menjadi dua antara lain Olahraga prestasi dan olahraga\nrekreasional. Keduanya memiliki potensi cedera atau trauma, baik cedera ringan,\nsedang, maupun berat. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap cedera olahraga memiliki perbedaan dalam hal penanganan, berkaitan dengan tujuan akhirnya. Pada olahraga rekreasional, tujuan akhir Rehabilitasi Medik adalah untuk menghantarkan pasien dapat berolahraga kembali, sementara untuk olahraga prestasi yakni para atlet, fisioterapi dilakukan hingga atlet tersebut dapat berprestasi kembali. Untuk para atlet, penanganan yang dilakukan relatif lebih panjang dan mendalam, karena berkaitan dengan reflek, kekuatan otot, sensor, dan lainnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rehabilitasi\nmedik merupakan elemen penting yang tidak dapat dipisahkan dari penanganan\ncedera, termasuk cedera olahraga. Pada cedera sedang dan berat yang memerlukan\ntindakan medis seperti operasi, sudah masuk pada masa pra-tindakan. Untuk\ncedera lutut yang sudah cukup lama dan otot pahanya habis, misalnya, hasil\noperasi akan jauh lebih bagus jika sebelumnya telah dilakukan rehabilitasi untuk\nmemperbaiki otot tersebut. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program\nRehabilitasi Medik pada masa pra-tindakan juga menjadi sangat krusial,\nkarena sebelum tindakan, akan dilakukan edukasi mengenai hal-hal apa saja yang\nboleh dan tidak boleh dilakukan pada hari-hari awal pasca operasi. Pasca operasi,\nproses rehabilitasi akan konsentrasi pada penanganan nyeri, bengkak,\npengembalian kekuatan, dan hal-hal yang berkaitan dengan kemampuan mobilisasi. Jika sudah maka kita akan melatih motorik, sensor, dan\nlainnya. Terakhir jika ingin\nkembali berolahraga,\nmaka kita akan melatih\notot-otot yang berkaitan dengan olahraga yang akan dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal-hal tersebut di atas, merupakan aplikasi dari tahapan-tahapan pemulihan cedera olahraga seperti mengatasi Cedera tanpa dilakukannya tindakan operasi, pemulihan, dan <em>return to sport<\/em>. Untuk <em>return to sport,<\/em> tergantung dari kondisi pasien apakah bisa berolahraga kembali, bisa berprestasi atau berkompetisi lagi.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-style-default\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"533\" height=\"300\" src=\"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/LATIHAN-FISIOTERAPI.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2256\" srcset=\"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/LATIHAN-FISIOTERAPI.jpg 533w, https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/LATIHAN-FISIOTERAPI-320x180.jpg 320w\" sizes=\"(max-width: 533px) 100vw, 533px\" \/><figcaption>fisioterapi pada cedera olahraga<\/figcaption><\/figure>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tak kalah penting dengan tahapan medis lainnya, proses rehabilitasi dan fisioterapi juga memiliki peranan yang sangat penting dalam penanganan maupun pencegahan cedera olahraga. SECARA umum, olahraga dapat dibagi menjadi dua antara lain Olahraga prestasi dan olahraga rekreasional. Keduanya memiliki potensi cedera atau trauma, baik cedera ringan, sedang, maupun berat. Setiap cedera olahraga memiliki perbedaan dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2257,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[48],"tags":[103,348,163,349,109,347,54,332,346,90,350,104,209,130,352,351],"class_list":["post-2255","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-health","tag-cedera-olahraga","tag-dokter-fisioterapi","tag-dokter-orthopedi","tag-dokter-rehab-medik","tag-dokter-tulang","tag-fisioterapi","tag-olahraga","tag-poli-rehabilitasi-medik","tag-rehabilitasi-medik","tag-rsot","tag-sp-kfr","tag-sport-injury","tag-sport-medicine","tag-surabaya","tag-terapi","tag-terapi-cedera"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2255","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2255"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2255\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2257"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2255"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2255"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2255"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}