{"id":2250,"date":"2020-01-16T05:00:59","date_gmt":"2020-01-16T05:00:59","guid":{"rendered":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/?p=2250"},"modified":"2020-01-16T05:01:01","modified_gmt":"2020-01-16T05:01:01","slug":"osteoporosis-pertarungan-pasukan-pembentuk-dan-pembongkar-tulang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/2020\/01\/16\/osteoporosis-pertarungan-pasukan-pembentuk-dan-pembongkar-tulang\/","title":{"rendered":"Osteoporosis: Pertarungan Pasukan pembentuk dan Pembongkar Tulang"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap harinya terjadi \u201daktifitas rahasia\u201d pada tulang kita, yakni\nproses pembentukan dan pembongkaran tulang. Secara sederhana, osteoporosis\nadalah sebuah kondisi dimana terjadi pengeroposan tulang akibat pembongkaran\ntulang terjadi lebih masif dibandingkan dengan proses pembentukan tulang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jaringan tulang setidaknya\nmemiliki dua jenis sel, yakni osteoblas yang bertanggung jawab dalam hal\npembentukan dan pengembangan tulang, dan osteoklas yang memiliki fungsi\nkebalikannya: Melakukan pembongkaran tulang. Itu sebabnya, \u201dperang\u201d antar\nkeduanya yang terjadi setiap hari sangatlah menentukan bagi kesehatan tulang\nmanusia. Jika sel\nosteoklas lebih sering unggul,\napalagi terjadi pada jangka waktu lama, maka kemungkinan terjadinya\nosteoporosis akan sangat besar. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201dJadi kita bisa tahu antara sel pembentuk tulang dan pengurai tulang,\u201d ujar dr.\nArwinda Pusparahaju A., Sp. KFR. \u201dOsteoporosis itu <em>silent thie<\/em><em>f<\/em>. Untuk itu\ndiperlukan <em>management <\/em>penanganan yang baik untuk menghindari dan menangani\nosteoporosis dan memastikan sel pembentuk yang lebih unggul.\u201d <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berkaitan dengan <em>management <\/em>tersebut,\ndr. Arwinda kembali memberikan &nbsp;analogi mengenai\npembangunan tembok, dimana tak cukup hanya dengan batu bata, pembangunan\ntembok juga memerlukan pasir, semen, besi, dll. Begitu juga dengan pencegahan\ndan penanganan osteoporosis, dimana terdapat banyak hal yang harus diperhatikan, tidak cukup hanya kalsium saja. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain memastikan asupan kalsium\ndan vitamin D dalam jumlah yang cukup, paparan sinar matahari juga sangat\ndiperlukan. Menurut dr. Arwinda, sinar matahari penting untuk mengubah pro\nvitamin D3 menjadi vitamin D di kulit. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201dKita ini sudah punya bahan pro\nvitamin D3. Matahari-lah yang bisa mengubah menjadi vitamin D,\u201d tegasnya.\n\u201dUntuk itu perlu berjemur atau membiarkan kulit kita terpapar sinar matahari.\nJalan saja sambil olahraga, antara jam tujuh sampai sembilan pagi. Jangan\nterlalu siang, tapi juga jangan terlalu pagi. Kebiasaan kita yang biasanya olahraga\nsetelah subuh itu harus diubah.\u201d <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Poin penting berikutnya untuk\nmejaga kesehatan tulang dan menangani osteoporosis adalah dengan bergerak atau\nberolahraga, melatih otot-otot yang menggerakkan tulang. \u2019Tulang itu baru akan\nmembentuk sel-selnya atau melakukan <em>remodeling <\/em>jika ditarik, ditekan,\ndipuntir, dan sebagainya. Nah, siapa yang menggerakkan? Otot. Di situlah peran\nrahabilitasi medik, membantu melakukan latihan-latihan otot yang kemudian\nberpengaruh pada kesehatan tulang,\u201d papar dr. Arwinda. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Exercise <\/em>atau\nlatihan yang disarankan untuk kesehatan tulang adalah <em>weight-bearing\nexercise <\/em>atau latihan pembebanan pada tulang dengan menyangga tubuh kita\nsendiri dan bersifat <em>endurance<\/em> atau menambah daya tahan jantung, paru,\ndan organ lainnya. Beberapa olahraga yang bisa dipilih seperti jalan kaki atau\njoging, yoga, taichi, dll. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">dr. Arwinda juga menggarisbawahi\nintensitas latihan sebagai salah satu hal penting dalam pembentukan tulang yang\nkuat. \u201dHarus rutin. Disarankan seminggu lima kali, supaya pembentukan tulangnya\nmasih menang dibanding pembongkaran tulangnya,\u201d ujarnya. \u201dTapi jangan <em>over-exe<\/em><em>r<\/em><em>cise<\/em> juga.\nKalau jalan tiap hari masih tidak apa-apa. Tapi kalau olahraga berat, sebaiknya\ndiberi dua hari libur. Kecuali bisa jaga asupan seperti atlet di pelatnas,\nmisalnya.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dr. Arwinda juga mengingatkan\nbahwa osteoporosis juga bisa disebabkan karena gaya hidup yang tidak sehat.\nSeperti merokok, minum alkohol, terlalu banyak mengonsumsi soda, dll. Selain\nitu, osteoporosis juga dapat dikarenakan faktor genetik atau faktor-faktor yang\ntidak bisa diubah seperti gender, umur, ukuran badan, etnis, dll. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari segi usia, wanita yang telah\nmemasuki masa <em>menopause <\/em>disarankan untuk meningkatkan <em>awareness<\/em>,\nkarena saat masuk <em>menopause<\/em>, hormon estrogen pada wanita yang juga\nmemiliki manfaat sebagai hormon yang membantu pembentukan tulang, berkurang\nsecara drastis. Pun bagi mereka yang sudah berusia lanjut, biasanya juga\nberkurang kekuatan ototnya, sehingga mengakibatkan mudah jatuh. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201dItu sebabnya, makin tua\nseseorang, seharusnya semakin\nsering <em>stretching<\/em>. Dan harus dilakukan dengan benar. Mulai pemanasan,\nperegangan, peguatan, dan pendinginan,\u201d ujar dr. Arwinda. \u201dJika perlu, kondisi\nrumah orang tua juga harus dimodifikasi. Kamar mandi jangan sampai licin, anak\ntangga diberi tanda, jangan ada kabel berserakan, dan lainnya. Intinya <em>prevent\nto fall<\/em>, orang tua jangan sampai jatuh.\u201d <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&nbsp;&nbsp;\nMenjaga postur tubuh juga menjadi sesuatu yang penting. Cara berdiri,\ncara duduk, cara berjalan juga harus diperhatikan untuk memastikan tulang tidak\ntertekan. Jika perlu, penggunaan alat bantu seperti <em>brace <\/em>atau korset, tongkat, <em>walker<\/em>,\ndan alat lainnya\njuga perlu dipertimbangkan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201dKabar baiknya, dengan <em>exercise\n<\/em>yang baik dan benar. kekuatan otot bisa meningkat, postur membaik,\nkeseimbangan meningkat, sehingga aktifitas fisik juga meningkat,\u201d ujar dr.\nArwinda<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dunia kedokteran juga terus\nmelakukan inovasi bagi para penderita osteoporosis, termasuk pada obat-obatan,\ndimana untuk menjaga tulang tetap dalam kondisi baik, dapat diberi obat anti\npembongkaran. \u201dSekarang sudah ada yang dosis minumnya seminggu atau bahkan\nsebulan sekali, sehingga tingkat kepatuhan &nbsp;minum obatnya dapat lebih ditingkatkan,\u201d\ntutup dr. Arwinda. <\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setiap harinya terjadi \u201daktifitas rahasia\u201d pada tulang kita, yakni proses pembentukan dan pembongkaran tulang. Secara sederhana, osteoporosis adalah sebuah kondisi dimana terjadi pengeroposan tulang akibat pembongkaran tulang terjadi lebih masif dibandingkan dengan proses pembentukan tulang. Jaringan tulang setidaknya memiliki dua jenis sel, yakni osteoblas yang bertanggung jawab dalam hal pembentukan dan pengembangan tulang, dan osteoklas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2252,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[48],"tags":[297,129,120,202,124,92],"class_list":["post-2250","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-health","tag-kalsium","tag-mencegah-osteoporosis","tag-osteoporosis","tag-osteoporosis-club","tag-pengeroposan-tulang","tag-rsot-surabaya"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2250","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2250"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2250\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2252"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2250"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2250"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2250"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}