{"id":2237,"date":"2019-12-30T07:07:37","date_gmt":"2019-12-30T07:07:37","guid":{"rendered":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/?p=2237"},"modified":"2019-12-30T07:07:39","modified_gmt":"2019-12-30T07:07:39","slug":"waspada-3f-fourty-fatty-female","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/2019\/12\/30\/waspada-3f-fourty-fatty-female\/","title":{"rendered":"Waspada 3F: Fourty, Fatty, &#038; Female"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p>Penuaan (aging) adalah suatu proses alami yang akan terjadi pada orang seiring bertambahnya usia, ditandai adanya penurunan kondisi fisik, psikologis, maupun sosial. Dalam penurunan kondisi fisik, proses aging pada seseorang bisa mengenai tulang ataupun sendi. Wanita lebih rentan mengalami proses degeneratif ini karena faktor hormonal, sedangkan pada pria lebih banyak dikarenakan faktor usia.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Proses<\/strong> aging atau\npenuaan pada tulang manusia dibagi jadi dua bagian. Jika mengenai tulang\ndisebut osteoporosis, sedangkan jika mengenai persendian disebut osteoarthritis\natau radang sendi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Dr.\nKomang Agung I. S., dr., Sp. OT (K), ada tiga lokasi yang paling banyak terkenal\nosteoporosis. Yakni punggung, pergelangan, dan panggul. Sementara\nosteoarthritis, meski menyerang di lokasi yang berbeda-beda, namun paling\nbanyak terjadi di sendi-sendi penyangga tubuh seperti tulang belakang, tulang\npanggul, dan lutut. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Wanita juga disebut\nmemiliki risiko mengalami osteoporosis dan radang sendi yang lebih besar\ndibanding pria. \u201cPenyebab percepatan osteoporis maupun osteoarthritis itu ada\ntiga, yakni <em>Forty<\/em> atau usia di atas\n40 tahun, <em>Fatty<\/em>&nbsp; atau berat badan berlebih, dan <em>Female <\/em>atau lebih banyak menyerang\nwanita,\u201d terang dr. Komang. \u201cBiasanya ketika menapouse, wanita tidak bisa\nmengontrol berat badannya. Faktor-faktor itu yang dapat memperberat kondisi\ntulang dan sendinya.\u201d <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang juga harus jadi catatan, proses penuaan atau <em>aging<\/em> tidak hanya mengubah struktur tulang dan sendi, namun juga membuat massa otot mengecil dan otot menjadi tidak kuat, sehingga menimbulkan risiko jatuh. Tak hanya itu,\u00a0 osteoporosis dan radang sendi juga bisa menimbulkan keluhan nyeri. \u201cPada punggung, keluhannya selain di pinggang bisa menyebar sampai ke tungkai pada kakinya. Kebanyakan penderitanya itu menderita nyeri, kemudian bungkuk, dan ada gangguan rasa atau gangguan gerak,\u201d papar Dr. Komang.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-group\"><div class=\"wp-block-group__inner-container is-layout-flow wp-block-group-is-layout-flow\">\n<div class=\"wp-block-image is-style-default\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/Osteoarthritis_0.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2238\" width=\"292\" height=\"219\" srcset=\"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/Osteoarthritis_0.png 480w, https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/Osteoarthritis_0-320x240.png 320w\" sizes=\"(max-width: 292px) 100vw, 292px\" \/><figcaption>osteoarhtritis<\/figcaption><\/figure><\/div>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/817_main.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2239\" width=\"342\" height=\"184\" srcset=\"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/817_main.jpg 740w, https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/817_main-320x173.jpg 320w, https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/817_main-540x292.jpg 540w\" sizes=\"(max-width: 342px) 100vw, 342px\" \/><figcaption>osteoporosis<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Harus Tetap Aktif Bergerak<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Dr.\nKomang, gaya hidup di jaman modern saat ini, bisa semakin mempercepat proses\ndegeneratif, jika tidak diimbangi dengan upaya menjaga kesehatan. Beberapa di\nantaranya adalah merokok dan minum kopi secara berlebihan. Oleh karena itu, dr.\nKomang menyarankan para lanjut usia untuk tetap aktif bergerak, untuk tetap\nmenjaga kualitas kesehatan. \u201cMerokok itu mempercepat pengeroposan, sedangkan\nminum kopi berlebihan menyebabkan eksresi (pembuangan kalsium) lewat kencing\nlebih banyak. Jadi gaya hidup berpengaruh kepada kualitas tulang, sendi, dan\notot.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ditambahkan oleh\ndr. Komang, semakin banyak tulang bergerak, semakin bagus kualitas otot dan\nsendi., termasuk bagi para lanjut usia. \u201cYang terpenting adalah tetap bergerak\ndan tetap melakukan pekerjaan, asal jangan sampai terjatuh. Orang lanjut usia\nmudah terjatuh karena keseimbangannya sudah berkurang, dan kualitas tulang serta\nsendinya tidak sebagus saat masih muda,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tindakan Preventif<\/strong><strong><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mencegah\nterjadinya osteoporis maupun osteoarthritis atau radang sendi, hendaknya selalu\nmelakukan olahraga yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan tubuh.&nbsp; Tindakan preventif ini dilakukan sejak awal\natau sedini mungkin untuk menghindari risiko kesehatan yang lebih lanjut.\n\u201cKalau bukan atlet atau non-profesional, selalu saya sarankan ambil olahraganya\nyang <em>low impact<\/em> seperti bersepeda\natau berenang,\u201d tuturnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut dr.\nKomang, dengan rutin melakukan latihan atau olahraga, akan membawa banyak\nkebaikan untuk sistem gerak tubuh. \u201cKita berjalan, bergerak, bekerja, semua\nsistim dalam tubuh akan tergerak. Itulah kenapa orang yang bekerja dengan\naktifitas, sistim alat geraknya pasti jauh\nlebih bagus, dibandingkan dengan orang yang kerjanya duduk berjam-jam.\nItu bisa mempengaruhi kualitas persendiannya.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Penanganan Penyakit Degeneratif<\/strong><strong><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">RS Orthopedi dan\nTraumatologi (RSOT) Surabaya memberikan pelayanan medis untuk proses\npenyembuhan dan perawatan pada penyakit degeneratif seperti osteoporosis dan\nosteoarthritis pada lansia. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satunya\nuntuk masalah pada tulang belakang yang diakibatkan karena proses degeneratif.\nMenurut dr, Komang, hal pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan bahwa\nmasalah tersebut disebabkan proses degeneratif, bukan karena penyakit lain.\n\u201cKarena keluhannya bisa sama. Sakit pinggang, dan beberapa keluhan lainnya. Cuma\npenyebabnya yang beda. Satu karena proses penuaan atau degenerasi, sedangkan\nyang satu karena penyakit lain. Karena sering pada orang-orang usia lanjut\ndisertai dengan penyakit lain. Bisa infeksi atau kanker,\u201d papar dr.\nKomang.&nbsp; <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mencari\ntahu penyakit yang diderita tersebut merupakan penyakit degenerasi atau bukan,\nmaka bisa dilakukan melalui pemeriksaan lain atau pemeriksaaan tambahan seperti\nradiologi dan pemeriksaan laboratorium. Hal itu dilakukan untuk menegakkan\ndiagnosis, yang kemudian akan dijadikan dasar untuk&nbsp; menentukan pilihan tindakanapakah diperlukan\nprosedur pembedahan atau tidak. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ditambahkan oleh\ndr. Komang, untuk penanganan <em>spinal aging<\/em>,\nada dua hal lain yang juga harus dipastikan. Sudah berapa lama sakitnya,\ndan&nbsp; sudah pernah diobati atau belum. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cJika sudah\npernah dirawat, diobati, dan tidak kunjung membaik, maka diperlukan tindakan operasi.\nTindakan operasi yang akan dilakukan disesuaikan dengan lokasinya di mana.\nApakah di tulang atau sendinya? Perlu distabilkan atau tidak. Jika stabil tetapi\nada penyempitan, biasanya kita pilih tindakan minimalis. Tapi kalau tulang atau\nsendinya tidak stabil, maka harus dilakukan tindakan stabilisasi.\u201d <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Penanganan Sedini Mungkin<\/strong><strong><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertanyaan yang\nseringkali ditanyakan oleh pasien dengan penyakit degeneratif adalah, kapan\nharus dilakukan operasi?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPertama, jika\npengobatan dengan konsep tanpa operasi yang dilakukan gagal. Kedua, jika\npenyakit degeneratif itu disertai dengan gangguan fungsi misalnya keluhan\nkencing, buang air besar, jempol atau kaki tidak bisa bergerak, itu harus\noperasi,\u201d jelas dr. Komang. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Diakui dr.\nKomang, operasi pada tulang belakang yang sering dilakukan pada lansia akibat\nproses degeneratif memang bukan perkara mudah. Namun begitu, dr. Komang\nmenjelaskan bahwa risiko-risiko tersebut dapat diminimalisir dengan teknologi\ndan dokter ahli yang menangani. \u201cJadi kita harus lihat dari hasil klinisnya\napa, pemeriksaan radiologi, hasil laboratorium, sakitnya apa, baru kita\ncustomized, disesuaikan dengan kebutuhan pasien, karena alat yang dipasang atau\nalat yang digunakan berbeda antara pasien A, pasien B, pasien C ,\u201d jelas dr.\nKomang. \u201cOrang sering keliru, takut operasi tulang belakang misalnya karena takut\nberisiko lumpuh dan macam-macam. Tidak perlu takut, jika memang itu harus dilakukan.\nRisiko selalu ada, tapi bagaimana meminimalkan risiko tersebut itu yang\nterpenting.\u201d <\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penuaan (aging) adalah suatu proses alami yang akan terjadi pada orang seiring bertambahnya usia, ditandai adanya penurunan kondisi fisik, psikologis, maupun sosial. Dalam penurunan kondisi fisik, proses aging pada seseorang bisa mengenai tulang ataupun sendi. Wanita lebih rentan mengalami proses degeneratif ini karena faktor hormonal, sedangkan pada pria lebih banyak dikarenakan faktor usia. Proses aging [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2240,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[48],"tags":[338,339,340,343,289,120,303,124,344,287,149,284,90,92,122],"class_list":["post-2237","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-health","tag-fatty","tag-female","tag-fourty","tag-masalah-tulang-pada-lansia","tag-osteoarthritis","tag-osteoporosis","tag-pengapuran-sendi","tag-pengeroposan-tulang","tag-penyakit-tulang-pada-lansia","tag-radang-sendi","tag-rs-orthopedi-traumatologi-surabaya","tag-rs-orthopedisurabaya","tag-rsot","tag-rsot-surabaya","tag-tulang-keropos"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2237","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2237"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2237\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2240"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2237"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2237"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2237"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}