{"id":2179,"date":"2019-11-22T06:19:59","date_gmt":"2019-11-22T06:19:59","guid":{"rendered":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/?p=2179"},"modified":"2019-11-22T06:20:00","modified_gmt":"2019-11-22T06:20:00","slug":"pencegahan-terhadap-osteoporosis-tabungan-kalsium-olahraga-hingga-gaya-hidup-sehat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/2019\/11\/22\/pencegahan-terhadap-osteoporosis-tabungan-kalsium-olahraga-hingga-gaya-hidup-sehat\/","title":{"rendered":"Pencegahan terhadap Osteoporosis  Tabungan Kalsium, Olahraga, hingga Gaya Hidup Sehat"},"content":{"rendered":"<div class=\"wp-block-group\"><div class=\"wp-block-group__inner-container is-layout-flow wp-block-group-is-layout-flow\">\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p>Banyak di antara masyarakat yang tidak menyadari bahwa tulangnya sudah keropos dan baru datang ke rumah sakit dalam kondisi tulang yang retak atau patah. Padahal, dengan tindakan prefentif atau pencegahan, sebenarnya osteoporosis dapat dicegah atau diminimalisir. Apa saja yang bisa dilakukan? <\/p><\/blockquote>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tulang adalah anggota\ntubuh yang sangat vital, karena berfungsi untuk menyangga tubuh. Untuk itu,\nmenjaga tulang agar tetap sehat merupakan hal yang sangat krusial. Asupan\nkalsium yang cukup mutlak diperlukan untuk memastikan bahwa tulang tetap dalam\nkondisi yang baik. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berita baiknya, kita\ndiberi kesempatan untuk dapat menabung kalsium hingga sekitar umur 35 tahun.\nDengan tabungan kalsium yang cukup, saat memasuki usia 35 tahun ke atas, dimana\npenyerapan kalsium pada tulang sudah berangsur berkurang, pengeroposan tulang\nbisa dihindari atau diminimalisir. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201dJadi harus dipastikan\nbahwa sejak dari kandungan, masa perkembangan, hingga dewasa, asupan kalsium\nkita tercukupi,\u201d ujar dr. Henry Ricardo\nHandoyo, Sp. OT., MBiomed ketika ditemui majalah &nbsp;Orthopedi di ruang praktiknya di Rumah Sakit\nOrthopedi dan Traumatologi (RSOT) Surabaya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun dr. Henry juga meminta masyarakat\ntidak salah persepsi dengan ajakan untuk menabung kalsium sedari dini.\nMenurutnya, menabung kalsium bukan berarti mengkonsumsi asupan kalsium secara\nekstrim, karena manusia sudah memiliki takaran kebutuhan kalsium per hari. Jika\nasupan kalsiumnya berlebih, maka akan dibuang lewat air seni\natau buang air besar. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201dJadi harus bijak juga.\nKalau bisa dibuang saja sih tidak masalah. Tapi kelebihan kalsium mungkin juga menimbulkan efek\nsamping. Misalnya untuk jantung, karena kalsium juga berfungsi\nuntuk kontraksi otot, sehingga estabilitas jantung terlalu meningkat. Mungkin\njuga berimbas ke ginjal yang jadi terbebani, karena kalsium ini kan diekskresi lewat ginjal,\u201d terangnya. \u201dOrang\ndewasa membutuhkan 1.200 mg \u2013 1.300 mg kalsium per hari. Tidak perlu setiap\nmakan dihitung miligram kalsiumnya, nanti malah repot. Intinya, tiap hari minum\nsusu, makan buah, sayur, itu sudah bagus.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa makanan yang\ntinggi akan kalsium yang cukup memenuhi kebutuhan kalsium antara lain ialah susu\ndan turunannya memiliki kandungan kalsium yang sangat tinggi, seperti yogurt,\ndan keju yang menurut penelitian memiliki kandungan kalsium paling tinggi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber kalsium terbaik juga bisa\ndidapat dari buah dan sayur. Ada empat sayuran yang memiliki kalsium tinggi,\nyakni sawi, bayam, lobak hijau, dan kubis. Sementara dari buah, jeruk, pisang, stroberi, dll. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut dr Henry, selain susu, sumber kalsium terbaik juga bisa\ndidapat dari vitamin D yang merupakan <em>\u201dbest friend\u201d<\/em> dari kalsium.\nBeberapa makanan yang mengandung vitamin D adalah ikan-ikan dari laut dalam\nseperti salmon, tuna, sarden, dll. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>REKOMENDASI UNIVERSAL TERHADAP\nPENCEGAHAN OSTEOPOROSIS<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dunia kedokteran memiliki rekomendasi&nbsp; yang bersifat universal berkaitan dengan pencegahan osteoporosis. Ada lima poin yang tertera dalam rekomendasi tersebut: <\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Mencukupi Asupan Kalsium dan Vitamin D <\/strong><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti\nyan telah dijelaskan di atas, mencukupi asupan kalsium dan vitamin D adalah hal\nyang sangat mendasar pada pencegahan osteopororosis. Masyarakat juga disarankan\nmeningkatkan kewaspadaan pada kondisi-kondisi tertentu, utamanya bagi wanita\nyang memasuki masa menopause, dimana pada masa itu akan terjadi pengurangan\nmasa tulang secara masif berkaitan dengan menurunnya hormon estrogen secara signifikan dan berpengaruh pada metabolisme tulang.&nbsp; <\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Olahraga yang Cukup<\/strong> <\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Olahraga\njuga sangat penting dilakukan untuk penguatan otot, karena ototlah yang\nmenggerakkan tulang. Tulang juga baru dapat membentuk sel-selnya atau <em>remodeling\n<\/em>jika digerakkan. Untuk pencegahan, olahraga yang bisa dilakukan minimal\nadalah jalan kaki, yang bisa dilakukan dengan intensitas tiga kali seminggu\ndengan durasi 30 menit. Mereka yang berusia muda bisa melakukan olahraga yang\nlebih <em>high impact <\/em>seperti aerobic, lari, basket, dll. Sementara yang\nberumur lebih tua disarankan melakukan olahraga yang <em>low impact <\/em>seperti\nberjalan, taichi, dll. <\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Mencegah Risiko Jatuh<\/strong><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Olahraga\nyang dijelaskan di atas, juga berkaitan dengan meminimalisir risiko jatuh.\nSelain itu, hal-hal non-teknis seperti memastikan kondisi rumah dalam keadaan\nyang baik (tidak licin, tidak ada kabel berserakan di bawah, dll) juga\ndiperlukan. Sebab, jatuh adalah hal yang benar-benar harus dihindari, apalagi\njika sudah masuk dalam fase osteopenia (pra-osteoporosi). Mereka telah masuk\nfase osteopenia atau osteoporosis memiliki risiko patah tulang yang lebih besar\ndibanding mereka yang kondisi tulangnya baik. <\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Gaya Hidup Sehat <\/strong><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada\nbeberapa kebiasaan yang wajib dihindari untuk mencegah pengeroposan tulang.\nBeberapa diantaranya adalah tidak merokok dan\nmeminum alkohol, karena keduanya jelas-jelas merusak tulang. Konsumsi\nterhadap protein yang berlebih, biasanya dari daging-daging juga sebaiknya\ndihindari, karena akan meningkatkan suasana asam di tubuh. Terlalu banyak kopi\ndan minuman soda juga tak baik untuk tulang. <\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Periksa Pepadatan Tulang<\/strong> <\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal\nterakhir yang direkomendasikan sebagai tindakan pencegahan terhadap\nosteoporosis adalah pemeriksaan <em>Bone Mass Density <\/em>(BMD) atau pemeriksaan\nmassa kepadatan tulang yang dilakukan dengan alat yang bernama Dexa. Wanita\nyang telah memasuki menopause, pria berumur sekitar 60 tahun, mereka yang\nmemiliki penyakit yang disebabkan oleh keganasan seperti tumor, kanker,\ngangguan liver, ginjal, dl disarankan untuk melakukan pemeriksaan BMD. <\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak di antara masyarakat yang tidak menyadari bahwa tulangnya sudah keropos dan baru datang ke rumah sakit dalam kondisi tulang yang retak atau patah. Padahal, dengan tindakan prefentif atau pencegahan, sebenarnya osteoporosis dapat dicegah atau diminimalisir. Apa saja yang bisa dilakukan? Tulang adalah anggota tubuh yang sangat vital, karena berfungsi untuk menyangga tubuh. Untuk itu, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2180,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[48],"tags":[180,181,140,293,297,121,298,129,54,120,202,128,149,174,284,90,92,210,62,294,122,296,295],"class_list":["post-2179","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-health","tag-bmd","tag-bone-mineral-densitometri","tag-gaya-hidup","tag-gaya-hidup-sehat","tag-kalsium","tag-keropos-tulang","tag-makanan-bergizi","tag-mencegah-osteoporosis","tag-olahraga","tag-osteoporosis","tag-osteoporosis-club","tag-pencegahan-osteoporosis","tag-rs-orthopedi-traumatologi-surabaya","tag-rs-orthopedi-surabaya","tag-rs-orthopedisurabaya","tag-rsot","tag-rsot-surabaya","tag-sendi","tag-surabayaorthopedi","tag-tulang","tag-tulang-keropos","tag-tulang-kuat","tag-tulang-sehat"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2179","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2179"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2179\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2180"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2179"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2179"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2179"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}