{"id":2176,"date":"2019-11-21T07:49:59","date_gmt":"2019-11-21T07:49:59","guid":{"rendered":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/?p=2176"},"modified":"2019-11-21T07:50:01","modified_gmt":"2019-11-21T07:50:01","slug":"arthroscopy-diagnosa-dan-penanganan-sendi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/2019\/11\/21\/arthroscopy-diagnosa-dan-penanganan-sendi\/","title":{"rendered":"Arthroscopy, Diagnosa dan Penanganan Sendi"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Sayatan Operasi Sebesar Luka Kecil <\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemasalahan\nsendi, baik di lutut, bahu, dan beberapa lokasi sendi lainnya, dapat didiagnosa\ndan ditangani dengan <strong><em>arthroscopy<\/em><\/strong> yang punya banyak\nkeunggulan seperti hasil yang maksimal, luka sayatan yang sangat kecil, hingga\nproses recovery yang sangat cepat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">SIAPA pun\nyang mengalami permasalahan sendi, tentu menginginkan penanganan terbaik. Jika\npun harus dilakukan pembedahan, pasti banyak yang berharap proses operasi dapat\ndilakukan dengan cepat, efektif, dan rasa sakit atau nyeri pada saat atau pasca\npembedahan dapat ditekan seminimal mungkin. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk itu\ndunia kedokteran orthopedi, mengenal teknik<strong><em> arthroscopy<\/em><\/strong>. Secara harfiah, <em>arthros<\/em> dapat diartikan sebagai sendi,\nsementara <em>copy <\/em>adalah melihat atau\nmengamati, sehingga <strong>a<em>rthroscopy<\/em> <\/strong>dapat diartikan sebagai\nproses melihat ke dalam sendi dengan menggunakan alat khusus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><em>Arthroscopy <\/em><\/strong>dilakukan dengan teknik <em>minimal invasive<\/em> yaitu membuat luka atau\nsayatan yang sangat kecil sekitar 1 cm atau sekitar sebesar ujung bolpen. Sayatan yang dibuat\nminimal dua. \u201dKalau di pergelangan, sayatan yang dibuat bisa lebih kecil, hanya 0,5\ncm. <strong><em>Arthroscopy\n<\/em><\/strong>dilakukan dengan membuat minimal dua sayatan, satu untuk <em>endoscopic<\/em> kamera,\ndan satu lagi alat untuk mengerjakan diagnosis,\u201d terang dr. Theri Effendi,\nSp.OT.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><em>Arthroscopy<\/em><\/strong> memiliki dua fungsi sekaligus, yakni diagnosa\npermasalahan sendi, dan melakukan penanganan sekaligus. Terkadang, pada\npermasalah sendi, terdapat hal-hal yang tidak dapat terdeteksi dengan alat\ndiagnostik lainnya seperti X-Ray atau USG. Dengan menggunakan teknik<strong><em>\narthroscopy<\/em><\/strong> dimana\nmenggunakan kamera yang dimasukkan dan mampu menjangkau sendi, masalah yang\nterjadi dalam sendi dapat terlihat melalui monitor.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah diketahui masalah di dalam sendi, proses<strong><em>\narthroscopy<\/em><\/strong> biasanya langsung dilanjutkan dengan dilakukan penanganan. Jika sudah ada diagnosa untuk\ndilakukan tindakan <strong><em>arthroscopy<\/em><\/strong> maka tindakan tersebut akan dilakukan dengan\nmembuat sayatan kecil tanpa harus dilakukan <em>open\nsurgery<\/em>,\u201d ujar dr. Theri. \u201dTapi ada kalanya, <strong><em>arthroscopy<\/em><\/strong> dilakukan\nhanya untuk mengambil\nsampel dalam sendi. Misalnya ketika pasien dicurigai ada infeksi atau tumor, maka dokter akan mengambil sampelnya kemudian dicek terlebih dahulu patologinya.\nBiasanya terdapat dua tahap\nnamun jika tidak terlihat kecurigaan adanya infeksi atau tumor maka rata-rata\ndapat dilakuan dalam satu tahap bersamaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sendi yang paling sering didiagnosa dan ditangani dengan\nteknik <strong><em>arthroscopy <\/em><\/strong>ini adalah sendi lutut dan disusul dengan sendi\nbahu. Saat ini, sudah berkembang lagi pada diagnosa dan penanganan keluhan pada\nsendi pergelangan tangan dan pergelangan kaki atau ankle. \u201dSendi pinggul juga\nbisa, tapi cukup sulit karena letaknya yang sangat dalam, tergantung dari lemak\natau otot setiap orang\u201d ungkapnya. \u201cDi Indonesia<strong><em> arthroscopy<\/em><\/strong> untuk sendi\npinggul belum\nterlalu berkembang. Tapi di Jepang, Korea, Eropa dan Amerika sudah ada yang\nmendalami.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>KEUNGGULAN<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Teknik <strong><em>arthroscopy <\/em><\/strong>memiliki banyak\nkeunggulan dikarena\nluka yang kecil atau <em>minimal invasive<\/em>,\nproses penyembuhannya menjadi lebih cepat. Secara kosmetik atau bekas luka\npasca operasi akan terlihat lebih baik. \u201dYang ketiga, dan paling penting adalah\nefektifitasnya. Bagi kami, para dokter,<strong><em> arthroscopy<\/em><\/strong> juga lebih mudah karena\nbisa menjangkau tempat- tempat yang tidak mungkin bisa terjangkau dengan tindakan <em>open surgery<\/em>. proses operasinya pun juga tergolong\ncukup singkat. Namun, juga tergantung pada operator atau dokter yang\nmelakukannya,\u201d terang dr. Theri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dokter-dokter yang dapat melakukan <strong><em>arthroscopy <\/em><\/strong>biasanya\nmerupakan dokter-dokter dengan kualifikasi <em>sport\ninjury specialistic<\/em> mengingat masalah sendi sangat sering terjadi pada\natlet atau masyarakat dengan tingkat intensitas olahraga yang cukup tinggi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201dSeperti <em>learning\ncurve<\/em>, misalnya semakin\nbanyak kasus yang ditangani seorang dokter, maka semakin cepat. Untuk\nrekonstruksi ACL (baca halaman 2, red) bisa dilakukan dalam waktu -+ 60 menit. Kalau\ndi bahu agak lebih lama, karena lebih rumit dan sendi di bahu termasuk <em>ball and s<\/em><em>ocket<\/em> karena terdapat bola dan juga\nterdapat mangkuk didalamnya maka gerakan sendinya ke segala arah. Beda\ndengan lutut yang gerakannya menekuk dan lurus saja,\u201d ujarnya. \u201dSaat melakukan <strong><em>Arthroscopy<\/em><\/strong>,\npasien biasanya akan dibius regional, tapi khusus untuk bahu, terpaksa masih\nharus dibius block atau total.\u201d <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut dr. Theri, metode <strong><em>arthroscopy <\/em><\/strong>dapat\ndiaplikasikan pada semua orang yang mengalami masalah sendi pada grade awal. jika yang\nmemiliki permasalahan sendi dalam derajat yang cukup berat maka tindakan yang harus dilakukan bukan lagi <strong><em>arthroscopy<\/em><\/strong>,\nmelainkan harus operasi ganti sendi,\u201d terangnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang juga dapat menjadi catatan, <strong><em>arthroscopy <\/em><\/strong>adalah metode\nyang dilakukan dengan menggunakan alat khusus berbentuk semacam satu tower dan\nterdiri dari beberapa item, seperti monitor, <em>light source<\/em>, mesin pembersihan atau pengairan, sehingga diperlukan\nkapabilitas dalam pengoperasiannya dimana di RSOT sudah mempunyai alat ini dengan tenaga medis\nyang sudah terlatih,\u201dtukasnya.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sayatan Operasi Sebesar Luka Kecil Pemasalahan sendi, baik di lutut, bahu, dan beberapa lokasi sendi lainnya, dapat didiagnosa dan ditangani dengan arthroscopy yang punya banyak keunggulan seperti hasil yang maksimal, luka sayatan yang sangat kecil, hingga proses recovery yang sangat cepat. SIAPA pun yang mengalami permasalahan sendi, tentu menginginkan penanganan terbaik. Jika pun harus dilakukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2177,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[48],"tags":[285,288,250,273,286,289,287,149,284,90,92],"class_list":["post-2176","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-health","tag-arthroscopy","tag-bedah-minimal","tag-minimal-invansive","tag-nyeri-sendi","tag-oa","tag-osteoarthritis","tag-radang-sendi","tag-rs-orthopedi-traumatologi-surabaya","tag-rs-orthopedisurabaya","tag-rsot","tag-rsot-surabaya"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2176","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2176"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2176\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2177"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2176"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2176"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2176"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}