{"id":2167,"date":"2019-11-18T02:44:41","date_gmt":"2019-11-18T02:44:41","guid":{"rendered":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/?p=2167"},"modified":"2019-11-18T03:13:51","modified_gmt":"2019-11-18T03:13:51","slug":"mengenal-cerebral-palsy-gangguan-motorik-pada-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/2019\/11\/18\/mengenal-cerebral-palsy-gangguan-motorik-pada-anak\/","title":{"rendered":"Mengenal Cerebral Palsy, Gangguan Motorik pada Anak"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu gangguan saraf yang sering terjadi pada anak baru lahir atau dalam masa tumbuh kembang adalah<em> <strong>Cerebral Palsy<\/strong><\/em> (CP). Secara garis besar, CP adalah gangguan saraf yang disebabkan karena gangguan pada otak dan berakibat pada gangguan gerakan dan koordinasi otot pada anak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sistem saraf adalah bagian dari tubuh manusia yang sangat penting dan bertugas mengontrol sistem motorik maupun kognitif manusia. Secara garis besar sistem saraf dibagi mejadi dua bagian yaitu saraf pusat dan saraf tepi. Saraf pusat adalah kumpulan saraf yang berbentuk serabut-serabut dan terjalin jadi satu dan kemudian menjadi bentukan otak dan sumsum tulang belakang. Saraf pusat tersebut terhubung dengan jalinan serabut-serabut panjang ke seluruh tubuh. itulah yang disebut saraf tepi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berkaitan dengan anak baru lahir dan dalam masa tumbuh kembang, salah satu gangguan yang cukup sering terjadi adalah <em><strong>Cerebral Palsy<\/strong><\/em> (CP). Diungkapkan oleh dr.Nita Kurniawati, Sp.S dari RS Orthopedi &amp; Traumatologi (RSOT) Surabaya, walaupun angka kejadian CP rendah (1-1,5 \/ 100.000 kelahiran), dampak angka kecacatan yang ditimbulkan sangat tinggi, serta membutuhkan bantuan perawatan yang kompleks. \u201cKejadian CP kebanyakan terjadi di daerah tertentu. Utamanya yang masih kurang edukasi atau misal yang tingkat risiko kelahirannya tinggi\u201d, ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut dr. Nita, CP\nadalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh gangguan otak dan kemudian\nberakibat pada gangguan gerakan atau koordinasi otot, misalnya kaku atau sulit\nbergerak, gerakan yang menghentak-hentak, atau bahkan layu atau tanpa tenaga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">CP bisa didapatkan pada bayi baru lahir dimana gangguan saraf tersebut dapat langsung terlihat, maupun anak yang dalam masa tumbuh kembang. \u201cBisa saja awalnya lahir normal, kemudian dalam masa tumbuh kembangnya terdiagnosis CP. Rentang diagnosis CP adalah bayi baru lahir sampai 2 tahun. Lepas 2-3 tahun lebih jarang terjadi,\u201d ungkap dr.Nita.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sampai saat ini, penyebab CP memang masih belum dapat dipastikan. Namun ada beberapa hal yang disinyalir dapat menjadi faktor pemicu sehingga anak berisiko terkena CP. Salah satunya adalah terjadinya infeksi pada ibu mengandung, yang kemudian berimbas pada perkembangan janin dan kemudian terlahir dengan gangguan pada saraf.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cBisa juga karena proses persalinan yang berisiko. Bayi yang terlalu lama dalam kandungan dan ketika lahir dalam kondisi biru, atau kurang oksigen, itu juga bisa jadi CP nantinya. Jadi pastikan melakukan persalinan di dokter atau bidan terlatih dan terjamin sterilitasnya, terangnya. \u201cSelama proses kehamilan juga harus benar-benar dijaga. Asupan gizinya, hindari infeksi, tidak mengkonsumsi sembarang obat, vaksin ibu hamil, semua itu penting untuk memastikan anak terlahir dalam kondisi normal dan tumbuh kembangnya juga baik.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengamatan pada anak\nselama tumbuh kembang juga sangat penting sehingga diagnosa dan penanganan&nbsp; dapat dilakukan sedini mungkin. Dr. Nita\nmengungkapkan, ada beberapa tanda spesifik CP yang harus diperhatikan orang tua\npada masa tumbuh kembang anak. Yang paling utama adalah gangguan gerak dan\nkoordinasi otot.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cGerakan yang muncul\ntidak wajar atau tidak lazim dia lakukan, misalnya jadi tidak bisa menulis atau\nmengambil sesuatu, gerakan menjadi kasar atau menghentak-hentak. Selain itu\numumnya juga diikuti dengan cara bicara yang terganggu, sulit menelan,\ntiba-tiba suka mengeluarkan air liur. Atau ngiler, dan kadangkala timbul\nkejang. Jika menemukan tanda-tanda itu, segera konsultasikan ke dokter, \u201ctegas\ndr. Nita.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penanganan pada CP harus dilakukan secara menyeluruh dan komprehensif, karena menyangkut ilmu pediatri (kesehatan anak), saraf, dan orthopedi (tulang). biasanya akan dilakukan pemeriksaan MRI untuk kepala guna mengetahui adanya penyakit yang sedang berjalan saar ini, misal infeksi otak, stroke otak, atau tumor di otak yang harus segera diatasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKalau ada penyakit tersebut, itu berarti belum CP. Harus diatasi dulu penyakitnya itu. Tapi kalau semua itu tidak ada, dan ternyata ada bekas infeksi lama, itu yang menyebabkan gejala CP. Penanganan CP sifatnya komprehensif meliputi bidang fisioterapi untuk melatih alat gerak dan mencegah kekakuan sendi, bedah orthopedi khusus untuk tindakan pada pasien CP yang spastik atau kontraktur sendi dan saraf bila ada kejang dan gejala lain. \u201cujar dr.Nita.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cRSOT memiliki semua\ndokter ahli untuk penanganan CP. Mulai dokter saraf hingga pediatric orthopedic\nhingga penanganannya bisa lebih komprehensif.\u201d<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>cerebral palsy<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":2168,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[48],"tags":[277,281,278,279,280,283,131,186,175,149,174,90,108,130],"class_list":["post-2167","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-health","tag-cerebral-palsy","tag-dokter-saraf","tag-gangguan-motorik","tag-gangguan-motorik-pada-anak","tag-infeksi-saraf","tag-kelaianan-saraf","tag-orthopedic-surgeon","tag-pediatric-orthopedic","tag-rs-orthopedi","tag-rs-orthopedi-traumatologi-surabaya","tag-rs-orthopedi-surabaya","tag-rsot","tag-rsotsurabaya","tag-surabaya"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2167","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2167"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2167\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2168"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2167"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2167"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2167"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}