{"id":2151,"date":"2019-11-15T02:38:41","date_gmt":"2019-11-15T02:38:41","guid":{"rendered":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/?p=2151"},"modified":"2019-11-18T03:17:48","modified_gmt":"2019-11-18T03:17:48","slug":"potensi-cedera-pada-olahraga-mulai-runners-knee-hingga-tennis-elbow","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/2019\/11\/15\/potensi-cedera-pada-olahraga-mulai-runners-knee-hingga-tennis-elbow\/","title":{"rendered":"POTENSI CEDERA PADA OLAHRAGA MULAI RUNNER\u2019S KNEE HINGGA TENNIS ELBOW"},"content":{"rendered":"<pre class=\"wp-block-preformatted\"><strong>Cedera olahraga dapat teradi pada siapa saa, baik atlet\nprofessional maupun mereka yang melakukan olahraga reaksional atau untuk\nsekedar \u201c<\/strong><em><strong>have fun<\/strong><\/em><strong>\u201d. Hati-hati\nbeberapa olahraga popular seperti joging, tenis, atau lainnya pun memiliki\npotensi cedera dengan risiko yang cukup fatal.<\/strong><\/pre>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><em>RUNNER\u2019S KNEE<\/em><\/strong><strong><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Istilah ini cukup popular di kalangan pelari, setiap kali\npara pelari mengalami rasa sakit di bagian lututnya, selalu diistilahkan dengan\n<em>Runner\u2019s knee<\/em>. Secara medis <em>runner\u2019s knee<\/em> disebut dengan <em>Patellofemoral Pain Syndrome<\/em> (PFPS).\nCedera ini merupakan sebuah kondisi dimana terjadi iritasi di area tempat\ntempurung lutut (<em>patella<\/em>) dan\nbersentuhan dengan tulang paha.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada banyak kakus, <em>runner\u2019s knee<\/em> sering kali disebabkan karena beban lutut saat berlari, dimana lemahnya otot <em>quadriceps<\/em> membuat tempurung lutut tidak dapat disangga dengan baik dan kemudian bergerak ke luar jalur.<em> Hamstring <\/em>yang tegang dan memberikan tekanan lebih besar pada lutut juga membuat potensi terjadinya <em>runner\u2019s knee<\/em> semakin besar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Itu sebabnya bagi para pelari, adalah sangat penting\nmelakukan latihan beban untuk menguatkan otot-otot kaki dan melakukan\nperegangan untuk menghilangkan ketegangan pada otot-otot sehingga cedera <em>runner\u2019s knee<\/em> dapat dihindari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain lemahnya otot, <em>runner\u2019s knee<\/em> uga dapat disebabkan karena aspek biomekanis. Beberapa contohnya adalah tempurung lutut dapat memiliki sisi luar yang lebih besar dibanding sisi dalam, tempurung terletak terlalu tinggi di atas alur tulang femoral (tulang paha), ada kecenderungan alami dimana tempurung lutut tersebut berpotensi mengalami dislokasi, dll.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut <em>British Hournal\nof Sport Medicine<\/em> seperti yang dikutip oleh dunialari.com, <em>runner\u2019s knee <\/em>ini banyak terjadi pada\npelari \u2013pelari muda, pelari reaksional, dan pelari wanita. Khusus pelari wanita\nhal tersebut dikarenakan ukuran pinggul wanita yang cenderung lebih lebar\nsehingga sudut perbandingan antara lutut dan tulang paha cenderung lebih besar\ndan memberikan stress tambahan pada lutut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gejala-gejala yang sering dialami oleh mereka yang mengalami <em>runner\u2019s knee <\/em>adalah nyeri di sekitar tempurung lutut. Terasa tak mampu menyangga tubuh dan terkadang bersuara jika digerakkan. Yang harus jadi catatan, tanjakan atau permukaan yang tak rata dapat memperparah <em>runner\u2019s knee.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em><strong>TENNIS ELBOW<\/strong><\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hampir 50 persen petenis pernah mengalami <em>Tennis Elbow <\/em>yaitu kondisi yang\nmenyebabkan rasa nyeri pada siku, utamanya siku bagian luar, karena tendon yang\nmenghubungkan otot-otot lengan bawah siku rusak. Hal ini kemudian mengakibatkan\nrasa sakit saat menggerakkan tangan bahkan untuk gerakan-gerakan sederhana\nseperti mengangkat tangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun dinamakan dengan <em>Tennis Elbow, <\/em>cedera ini juga bisa terjadi pada semua orang. Pada prinsipnya, <em>Tennis Elbow <\/em>adalah cedera yang disebabkan oleh kegiatan memutar lengan berulang kali. Keteganan yang berlebihan juga dapat merusak tendon dan membuat robekan kecil yang menyebabkan nyeri setelah beberapa waktu, sebelum penderitanya merasakan geala-gejala lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image is-resized\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/tennis-elbow-0311-1280x500-1200x469.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2153\" width=\"560\" height=\"218\" srcset=\"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/tennis-elbow-0311-1280x500-1200x469.jpg 1200w, https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/tennis-elbow-0311-1280x500-320x125.jpg 320w, https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/tennis-elbow-0311-1280x500-768x300.jpg 768w, https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/tennis-elbow-0311-1280x500-540x211.jpg 540w, https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/tennis-elbow-0311-1280x500.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 560px) 100vw, 560px\" \/><figcaption>Tennis Elbow<\/figcaption><\/figure>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cedera olahraga dapat teradi pada siapa saa, baik atlet professional maupun mereka yang melakukan olahraga reaksional atau untuk sekedar \u201chave fun\u201d. Hati-hati beberapa olahraga popular seperti joging, tenis, atau lainnya pun memiliki potensi cedera dengan risiko yang cukup fatal. RUNNER\u2019S KNEE Istilah ini cukup popular di kalangan pelari, setiap kali para pelari mengalami rasa sakit [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2152,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[48],"tags":[271,163,269,265,274,273,275,276,131,267,268,175,149,90,92,266,104,209,270,264],"class_list":["post-2151","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-health","tag-cedera-olah-raga","tag-dokter-orthopedi","tag-joging","tag-nyeri-lutut","tag-nyeri-otot","tag-nyeri-sendi","tag-nyeri-tulang","tag-orthocare","tag-orthopedic-surgeon","tag-pain-syndronme","tag-pelari","tag-rs-orthopedi","tag-rs-orthopedi-traumatologi-surabaya","tag-rsot","tag-rsot-surabaya","tag-sport-clinic","tag-sport-injury","tag-sport-medicine","tag-tenis","tag-tennis-elbow"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2151","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2151"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2151\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2152"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2151"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2151"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2151"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}