{"id":2141,"date":"2019-11-14T02:57:23","date_gmt":"2019-11-14T02:57:23","guid":{"rendered":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/?p=2141"},"modified":"2019-11-14T02:57:58","modified_gmt":"2019-11-14T02:57:58","slug":"kelaianan-bawaan-lahir-ada-kalanya-tak-diketahui-sebabnya-tapi-bisa-diceggah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/2019\/11\/14\/kelaianan-bawaan-lahir-ada-kalanya-tak-diketahui-sebabnya-tapi-bisa-diceggah\/","title":{"rendered":"Kelaianan Bawaan Lahir Ada Kalanya Tak Diketahui Sebabnya Tapi Bisa Dicegah"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Hati orang tua mana yang tak sedih melihat anaknya terlahir dengan kondisi berbeda dari anak-anak lainnya. Namun, dengan penanganan yang tepat dan sedini mungkin kita bisa mengembalikan harapan dan masa depan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara harfiah, kelainan bawaan lahir (kongenital) adalah suatu kelainan yang dapat diamati dari sistem tubuh, tulang, dan sendi pada anak yang sudah tampak sejak lahir, baik kelainan bentuk maupun kelainan fungsi. Mulai dari kaki O, <em>Achondroplasia <\/em>(kerdil), tulang belakang yang tidak sempurna, bibir sumbing, <em>down syndrome<\/em>, dll.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-gallery columns-3 is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\"><li class=\"blocks-gallery-item\"><figure><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"230\" height=\"241\" src=\"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/bibir-sumbing.jpg\" alt=\"\" data-id=\"2142\" class=\"wp-image-2142\"\/><\/figure><\/li><li class=\"blocks-gallery-item\"><figure><img decoding=\"async\" width=\"1200\" height=\"900\" src=\"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/cover-2-1200x900.jpg\" alt=\"\" data-id=\"2144\" data-link=\"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/?attachment_id=2144\" class=\"wp-image-2144\" srcset=\"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/cover-2-1200x900.jpg 1200w, https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/cover-2-320x240.jpg 320w, https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/cover-2-768x576.jpg 768w, https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/cover-2-540x405.jpg 540w, https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/cover-2-640x480.jpg 640w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/figure><\/li><li class=\"blocks-gallery-item\"><figure><img decoding=\"async\" width=\"216\" height=\"228\" src=\"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/skoliosis-1.jpeg\" alt=\"\" data-id=\"2145\" data-link=\"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/?attachment_id=2145\" class=\"wp-image-2145\"\/><\/figure><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kelainan ini timbul sejak berada di kandungan ibu.\nPenyebabnya secara garis besar dapat dibagi menjadi dua: Intrinsik atau yang\nberasal dari dalam tubuh ibu atau an ak ketika masih dalam kandungan. Yang\nkedua adalah ekstrinsik yaitu hal \u2013 hal yang berada di luar tubuh ibu dan bayi\nsaat di kandungan. Misal: benturan, efek zat atau virus yang berasal dari\nmakanan atau minuman yang dikonsumsi saat hamil, dll.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk faktor intrinsic, dapat disebabkan faktor genetic dan\nkelainan karena kromosom atau pengatur gen yang rusak. Menurut drokter\northopedic di RS Orthopedi &amp; Traumatologi Surabaya, dr. Anggitadewei,\nSp.OT, Biasanya ada bakat yang diturunkan meskipun bukan dari keluarga atau\norangtua langsung, tetapi kebanyakan yang terjadi adalah mutasi kromosom yang\nacak dan menyebabkan perubahan fungsi dan bentuk kromosom pada anak yang berada\ndi kandungan. Padahal, keluarganya tidak ada yang mempunyai riwayat kelainan.\nHal ini tidak bisa dideteksi dan tidak bisa dicegah. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski pada beberapa kasus kelainan kongenital ini tidak\ndiketahui penyebabnya (idiopatik), orangtua dapat melakukan tindakan prefentif\ndengan mencukupi semua gizi untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya kelainan\nkongenital.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu kelainan kongenital yang cukup banyak dijumpai\nadalah club foot atau <em>Congenital Talipes\nWquino Varus <\/em>(CTEV) atau kaki O. Yakni sebuah keadaan dimana kaki anak\nseperti terpuntir masuk ke dalam dkan menyerupai stik golf dan secara garis\nbesar tampak menyerupai huruf O. Beberapa kasus diduga karena posisi bayi saat\nberada di dalam kandungan, jumlah air ketuban yang kurang, atau tubuh ibu yang\nrelative kecil namun bayinya cukup besar. Ada juga yang semuanya normal tapi\nanak terlahir dengan kelainan kongenital. Itu termasuk idiopatik atau tidak\ndiketahui penyebabnya. <\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>kelaianan bawaan pada anak<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":2144,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[48],"tags":[261,158,259,83,187,258,257,260,224,131,186,149,174,90,92,81,262,130],"class_list":["post-2141","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-health","tag-bibir-sumbing","tag-blount-disease","tag-club-foot","tag-ctev","tag-kaki-o","tag-kelaianan-kongenital","tag-kelainan-bawaan","tag-kerdil","tag-komunitas-ctev-rsot","tag-orthopedic-surgeon","tag-pediatric-orthopedic","tag-rs-orthopedi-traumatologi-surabaya","tag-rs-orthopedi-surabaya","tag-rsot","tag-rsot-surabaya","tag-scoliosis","tag-skolioisis","tag-surabaya"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2141","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2141"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2141\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2144"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2141"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2141"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/surabayaorthopedi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2141"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}